GLOBAL BURDEN DESEASE Ae HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS Ae ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (HIV-AIDS) Nurma Yuliyanasari* * Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Ae Indonesia Submitted : Agustus 2016 | Accepted : October 2016 | Published : Januari ABTRACT The Global Disease Burden "/ GBD become a standard of the WHO since 1990 to report on global health information related to the environment, including diseases caused by nutritional deficiencies and communication. One of it which increasing in prevalence and need a serious attention is Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). The purpose of writing this article is to expand the horizons of what is HIV-AIDS, its causes, risk factors, epidemiology and prevalence, how the reduction mechanism of immunity to HIV infection, clinical manifestations that may arise, any opportunistic infection leading cause of death in patients infected with HIV, and other types of tests to detect HIV and opportunistic infections. (QM 2017. 01:65-. Keyword : HIV. AIDS. Global Burden Desease. GBD Correspondence to : nurmayuliyanasari@gmail. ABSTRAK The Global Burden Disease /GBD menjadi suatu standar dari WHO sejak tahun 1990 untuk melaporkan informasi kesehatan global yang terkait dengan penyakit-penyakit lingkungan termasuk yang disebabkan oleh gangguan nutrisi dan komunikasi. Salah satu penyakit yang prevalensiya terus meningkat dan perlu mendapatkan perhatin serius dalam GBD adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memperluas wawasan tentang apa itu HIV-AIDS, penyebabnya, faktor resiko, epidemiologi dan prevalensinya, bagaimana mekanisme penurunan imunitas pada infeksi HIV, manifestasi klinis yang mungkin ditimbulkan, apa saja infeksi oportunistik penyebab kematian terbesar pada pasien yang terinfeksi virus HIV, dan jenis-jenis pemeriksaan untuk mendeteksi HIV dan infeksi oportunistik. (QM 2017. 01:65-. Kata kunci : HIV. AIDS. Global Burden Desease. GBD Korespondensi : nurmayuliyanasari@gmail. PENDAHULUAN Sejak tahun 1990. Word Health Kematian Organization telah menyampaikan suatu istilah yang disebut sebagai AuThe Global menjadi lima besar penyebab mortalitas Burden DiseaseAy/GBD yang menjadi pada anak dan dewasa di dunia. Penyebab kematian pada penyandang informasi kesehatan global yang terkait AIDS adalah penurunan sistem imunitas dengan penyakit-penyakit lingkungan oportunistik dapat muncul dan berakhir gangguan nutrisi dan komunikasi. Salah pada kematian. Infeksi oportunistik satu penyakit yang prevalensiya terus muncul dengan bentuk infeksi baru oleh mikroorganisme lain . akteri, fungi dan perhatin serius dalam GBD adalah viru. atau reaktivasi infeksi laten yang Acquired Immune Deficiency Syndrome dalam kondisi normal dapat dikontrol (AIDS) (Kumar, et al. AIDS adalah kumpulan gejala AIDS menimbulkan manifestasi. Munculnya penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Viru. yang ditandai dengan gejala menurumya dimediasi sel akibat imunodefisiensi dan Jumlah berhubungan dengan jumlah sel T CD4 dan mekanisme lainnya (Pohan, 2. HIV/AIDS meningkat dan menjadi pandemi global. Joint/United Nations Programme on TINJAUAN PUSTAKA HIV/AIDS Acquired (UNAIDS) Immunodeficiency Syn- drome (AIDS) terinfeksi HIV dan 8 juta individu AIDS adalah suatu penyakit menyandang AIDS di dunia pada tahun yang disebabkan oleh retrovirus Human Di Indonesia, terdapat 39. Immunodeficiency penyandang AIDS hingga tahun 2012. Jumlah kematian akibat AIDS di dunia pada tahun 2006 ialah sekitar 2,6 juta. oportunistik, neoplasma sekunder, dan Angka mortalitas penyandang AIDS di manifestasi neurologis (Kummar, et al. Indonesia Virus (HIV) Pada CDC September 2012. (Ditjen PP dan PL memperluas definisi AIDS, yaitu dengan Kemenkes RI 2012. Putri et al. memasukkan semua orang HIV positif dengan jumlah CD4 di bawah 200 per kelompok pada usia dewasa yang L darah atau 14% dari seluruh limfosit. memiliki resiko tinggi menderita AIDS. Studi epidemiologi di Amerika Distribusi kasus terjadi pada kelompok Serikat telah mengidentifikasi empat berikut pada gambar 1. Kelompok Distribusi Kasus HIV Pria homo/biseksual narkotika IV 8,5% resipien donor lain-lain 0,5% Gambar 1. Grafik Pembagian Kelompok Distribusi Kasus HIV tertinggi usia dewasa(Kummar et al. , 2. Ada tiga mekanisme transmisi AIDS adalah 31,0 juta dan pada tahun AIDS yang utama, yaitu kontak seksual, 2012 menjadi 35,3 juta. Selain pada inokulasi parenteral, dan perpindahan virus dari ibu yang terinfeksi kepada menginfeksi anak-anak. HIV masih bayi baru lahir (Kummar, et al. HIV menyebabkan global burden disease. Epidemiologi dan prevalensi HIV- Penyebab kematian utama penderita AIDS penyakit ini adalah infeksi oportunitik. Epidemik HIV diketahui terus akan tetapi 50% penderita yang telah meningkat setelah ditemukannya infeksi mendapatkan terapi antiretrovirus akan Simian meninggal karena non-AIDS related Immunodeficiency Viruses dari primata death antara lain non-AIDS defining Afrika cancer . 5%), penyakit kardiovaskular . ,7%), dan penyakit liver . ,1%) Afrika. Sub-saharan Afrika masalah global HIV tertinggi yaitu (Marteen, et al. Prevalensi penyakit ini setiap tahun diketahui semakin meningkat. Pada tahun 2002 prevalensi global HIV- Etiologi HIV-AIDS Etiologi HIV-AIDS adalah Human enzim yang penting untuk replikasi dan Immunodefisiensi virus (HIV) yang maturasi HIV antara lain adalah p24, p7, p9, p17,reverse transkriptase, integrase, dan protease. Tidak seperti retrovirus yang lain. HIV menggunakan sembilan Berdasarkan gen untuk mengkode protein penting HIV dan enzim. Ada tiga gen utama yaitu retrovirus yang merupakan kelompok gag, pol, dan env. Gen gag mengkode virus RNA yang mempunyai berat protein inti, gen pol mengkode enzim molekul 0,7 kb . Virus ini reverse transkriptase, integrase, dan terdiri dari 2 grup, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Masing-masing grup mempunyai berbagai subtipe. Diantara kedua grup Sementara itu, gen rev, nef, vif, vpu, vpr, dan tat penting untuk menimbulkan kelainan dan lebih ganas replikasi virus dan meningkatkan tingkat di seluruh dunia adalah grup HIV-1 infeksi HIV (Calles, et al. (United States Preventive Services Task Kummar, et al. HIV Force, 2. Patogenesis Infeksi HIV dan AIDS Infeksi HIV di jaringan memiliki dua target utama yaitu sistem imun dan sistem saraf pusat. Gangguan pada sistem imun mengakibatkan kondisi Gambar 2. Struktur Human Immudeficiency Virus (HIV) (Kummar et al. , 2. HIV terdiri dari suatu bagian inti yang berbentuk silindris yang dikelilingi oleh lipid bilayer envelope. Pada lipid bilayer tersebut terdapat dua jenis glikoprotein yaitu gp120 dan gp41. Fungsi utama protein ini adalah untuk memediasi pengenalan sel CD4 dan reseptor kemokin dan memungkinkan virus untuk melekat pada sel CD4 yang Bagian dalam terdapat dua kopi RNA juga berbagai protein dan CD4 ketidakseimbangan fungsi ketahanan sel T helper. Selain sel tersebut, makrofag dan sel dendrit juga menjadi target. HIV masuk ke dalam tubuh melalui jaringan mukosa dan darah selanjutnya sel akan menginfeksi sel T, sel dendritik da Infeksi berlangsung di jaringan limfoid dimana virus akan menjadi laten pada periode yang lama (Kummar, et al. Siklus hidup HIV terdiri dari fase infeksi, integrasi provirus ke dalam genom sel host, aktivasi dan replikasi Siklus hidup HIV Gambar 3. Langkah cara virus dapat menginfeksi sel target dan mampu memproduksi virion yang infeksius pada siklus hidup HIV (Maartens et al, 2. C Mekanisme Penurunan HIV mampu menginfeksi sel di organ limfoid . imfa, limfonodi. Imunitas Pada Infeksi HIV Infeksi HIV dapat menyebabkan penurunan fungsi sistem imun secara bertahap, dimana hal itu terjadi karena C Terjadinya Deplesi sel T pada infeksi HIV. Deplesi precusor sel T CD4 karena infeksi sel T CD4 disebabkan oleh beberapa langsung pada hal yaitu : cells atau karena infeksi sel asesori C Aktivasi kronik dari sel yang tidak yang mensekresikan sitokin yang penting untuk maturasi sel T CD4 . Non-cytopathic . infeksi HIV Fusi antara sel terinfeksi HIV dan thymic progenitor pembentukan syncytia . iants cell. inflammasome pathways dan Sel ini akan mati dalam waktu beberapa jam. memicu bentuk kematian sel yang disebut pyroptosis. Defek kualitatif sel T CD4 pada HIV asimptomatik. (Maartens, et 2014. Kummar, et al. Dengan Manifestasi klinis pada orang yang terinfeksi dapat timbul paling cepat 1 sampai 4 minggu setelah pajanan. limfosit T tersebut terjadi penurunan Gejala jumlah limfosit T CD4 secara dramatis malaise, demam, diare, limfadenopati, dan ruam makulopapular. Beberapa 1200/mm3 menjadi 200/mm3 atau lebih orang mengalami gejala yang lebih akut, seperti meningitis dan pneumonitis. Selama periode ini, kadar limfosit T CD4 yang tinggi dapat terdeteksi di meningkatkan risiko terjadinya infeksi darah perifer (Sterling dan Chaisson stadium AIDS. Infeksi sekunder ini Pada fase akut terjadi penurunan biasanya disebut infeksi oportunistik, limfosit T yang dramatis dan kemudian yang menyebabkan munculnya keluhan terjadi kenaikan limfosit T karena mulai dan gejala klinis sesuai jenis infeksi terjadi respons imun. Jumlah limfosit T (Fauci dan Chiffordlane 2. pada fase ini masih di atas 500sel/mm3 penurunan setelah 6 minggu terinfeksi Manifestasi Klinis Setelah infeksi awal, pasien HIV. Setelah terinfeksi HIV akan mungkin tetap seronegatif . es antibodi muncul gejala klinis yaitu demam. HIV masih menunjukkan hasil negati. banyak berkeringat pada malam hari, walaupun virus sudah ada dalam darah kehilangan berat badan kurng dari 10 %, pasien dengan jumlah yang banyak. diare, lesi pada mukosa dan penyakit Antibodi yang terbentuk belum cukup infeksi kulit berulang. Gejala-gejala ini merupakan tanda awal munculya infeksi laboratorium karena kadarnya belum Antibodi HIV Selanjutnya biasanya muncul dalam 3 sampai 6 Pada minggu hingga 12 minggu setelah berlebihan di dalam sirkulasi sistemik. penting karena pada fase ini pasien Respons imun tidak mampu meredam sudah mampu dan potensial menularkan jumlah virion yang berlebihan, sehingga virus ke orang lain. Fase ini disebut Auwindow periodeAy (Nasronudin 2. intervensi HIV yang semakin banyak. Fase Dari . Kategori A2. B2, dan C2 yaitu limfosit T CD4 pasien biasanya telah turun di bawah 200 sel/mm3. Penurunan CD4 200-400/ L. Kategori A3. B3, dan C3 yaitu limfosit T ini mengakibatkan sistem CD4 <200/ L imun menurun dan pasien semakin pula dengan munculnya gejala-gejala Infeksi Oportunistik Penyebab Kematian Terbesar Pasien Terinfeksi HIV Penyebab utama morbiditas dan yang menunjukkan imunosupresi yang mortalitas di antara pasien dengan berlanjut sampai pasien memperlihatkan stadium lanjut infeksi HIV adalah penyakit-penyakit terkait AIDS (Sterling infeksi oportunistik, yaitu infeksi berat and Chaisson 2. yang diinduksi oleh agen yang jarang penyakit infeksi sekunder. Dan disertai CDC mengklasifikasikan infeksi HIV menjadi kategori sebagai berikut individu yang imunokompeten (New (CDC 2. Mexico AIDS Education and Training . Kategori A adalah infeksi HIV Center Infeksi biasanya tidak terjadi pada penderita riwayat gejala maupun keadaan yang terinfeksi HIV hingga jumlah sel AIDS. CD4 turun dari kadar normal sekitar . Kategori B adalah terdapatnya 000 sel/l menjadi kurang dari 200 gejala-gejala yang terkait HIV. sel/mm3. Penderita dengan jumlah sel termasuk: diare, angiomatosis CD4 basiler, kandidiasis orofaring, kandidiasis vulvovaginal, pelvic dibandingkan dengan jumlah sel CD4 > (PID) termasuk klamidia. GO, atau sel/mm3 350 sel/mm3 (Ghate, et a. , 2. gardnerella, neoplasma servikal. Dalam Journal of CrohnAos and leukoplakia oral (EBV), purpura Colitis, trombosito-penik, menyebutkan ada beberapa faktor risiko Rahler JF, perifer, dan herpes zoster. yang menyebabkan peningkatan atau . Kategori C adalah infeksi HIV resistensi terhadap infeksi oportunistik, dengan AIDS. Kategori A1. B1, dan C1 yaitu CD4 >500/ L. diantaranya yaitu : Terapi imunomodulator Imunomodulator merupakan terapi yang paling sering digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus. Faktor-faktor bakteri, parasit, dan jamur. Namun, dalam waktu yang bersamaan terjadi alkoholims, gangguan organik di mekanisme yang berbeda dimana obat-obat ini dapat menyebabkan menyebabkan infeksi oportunistik Toruner jamur (Candida spp. ), azathioprine anti-TNF infeksi jamur dan mikobakterium. Paparan Hal penyakit-penyakit supresi imun secara nyata. Malnutrisi Malnutrisi Paparan waktu yang lama. Sehingga terjadi keadaan geografis tertentu dapat defisiensi nutrisi yang menyebabkan gangguan cell-mediated immunity, infeksi oportunistik meningkat. Hal penurunan fungsi fagosit, produksi ini terutama terjadi pada orang- sitokin, dan sekresi antibodi, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah terpapar secara (Duggal, et al. langsung oleh patogen. Usia Pada orang-orang menyebabkan kerentanan terhadap . Komorbid Gambar 6. Infeksi oportunistik dan neoplasma yang ditemukan pada pasien dengan infeksi HIV (Kummar et al. , 2. Organisme oportunistik adalah organisme yang organisme patogen yang terdapat secara laten dalam tubuh yang kemudian mengalami reaktivasi. Spektrum infeksi oportunistik pada defisiensi imun akibat HIV secara umum mempunyai pola Namun ada gambaran infeksi Infeksi pasien AIDS tergantung pada prevalensi infeksi di wilayah geografis tempat Beberapa infeksi oportunistik yang melibatkan beberapa organ, seperti . Pneumonia pneumocystis jarang dijumpai pada orang yang sehat umum dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV. Penyakit . Esofagitis adalah peradangan pada esofagus. Pada individual yang terinfeksi HIV, hal ini terjadi karena infeksi jamur . atau virus . erpes simpleks-1atau sitomegalovirus . Diare kronik yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV Termasuk beberapa (Salmonella. Shigella. Listeria. Kampilobakter. Escherichia col. serta parasit . Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi yang dapat ditularkan ke melalui rute respirasi, dapat dengan mudah ditangani setelah Pada (CMV). adalah efek samping beberapa yang digunakan HIV, samping infeksi HIV. Toksoplasmosis adalah penyakit Pneumocystis jirovecii. kompleks Mycobacterium avium yang tertera dibawah ini, yaitu : dapat dicegah dengan terapi oportunistik tidak umum seperti tinggal pasien. pada stadium awal HIV, dan Toxoplasma gondii. Parasit ini biasanya menginfeksi otak dan ensefalitis, tetapi juga dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada mata dan paru- The Centers for Disease Control . Leukoensefalopati Prevention (CDC) pada pasien semua pasien di demielinasi, yang merupakan instansi kesehatan,semua orang dengan faktor risiko tinggi HIV, sedikit selubung mielin yang (Preventive sehingga merusak penghantaran impuls saraf. Kompleks Services Task Force 2. Hitung Sel T CD4 AIDS Pemeriksaan adalah ensefalopati metabolik indikator yang cukup dapat yang disebabkan oleh infeksi diandalkan untuk mengetahui HIV dan didorong oleh aktivasi imun makrofag dan mikroglia otak yang terinfeksi HIV yang CD4 berkisar antara 500-2000 mengeluarkan neurotoksin. sel/L. Meningitis kriptokokal adalah Jumlah Setelah CD4 biasanya berada dalam jumlah rendah . ata-rata 700 sel/L. (Hull. MW. et al. Cryptococcus neoformans. Hal . Viral Load (VL) ini dapat menyebabkan demam. Viral load pada darah perifer sakit kepala, lelah, mual, dan Pasien juga mungkin mengetahui laju replikasi virus. kebingungan, yang jika tidak Akan tetapi, pemeriksaan VL ditangani dapat mematikan. kuantitatif tidak bisa digunakan . Infeksi oportunistik lainnya. sebagai alat diagnosis, karena (Nasronudin 2007. Centers for Disease Control and Prevention, the National Sehingga biasanya. VL Institutes of Health, et al. berkaitan dengan laju progresi Pemeriksaan HIV Skrining HIV AIDS, masih lebih inferior dari CD4. Dengan ART . nti- retrovira. yang adekuat. VL TB/tuberkulosis,dilanjutkan dapat ditekan hingga mencapai dengan foto toraks. tingkat tidak terdeteksi (<20-75 kopi/ L). Pada tingkatan ini. CD4 Cytomegalovirus (CMV) dengan tes serologi. Sifilis RPR . apid meningkat, dan risiko infeksi plasma reagen. Hasil positif sebaiknya dilanjutkan dengan (Department Health pungsi lumbal, terutama jika Human Services 2. terdapat gejala neurologis. Pemeriksaan HIV Sekunder . Tes amplifikasi cepat untuk Kultur virus dapat digunakan infeksi gonokokus dan klamidia. Pemeriksaan panggul dilakukan obat secara fenotipik, walaupun Viral Load (VL). Serologi hepatitis A. B, dan C Temuan Histologis dilakukan pada pasien untuk . Pemeriksaan gambaran infeksi HIV infeksi kronik. AIDS, misalnya penampakan . Tes Fungsi Liver. nodus limfa yang mengalami . Antibodi kerusakan, hiperplasia, sel T multinuklear raksasa . has pada kejadian toksoplasmosis, karena HIV ensefalopat. , mikrogliosis, folikuler dendritik yang normal Pasien anti-toksoplasma Pemeriksaan ko-infeksi oportunistik di bawah ini sebaiknya dilakukan dengan segera pada pasien sewaktu-waktu. Pemeriksaan Infeki Opportunistik memerlukan profilaksis apabila CD4 berada dalam jumlah <100/ L. pada skin test untuk yang baru terdiagnosis infeksi HIV. PPD Pemeriksaan kandidiasis kandidiasis vulvovaginal, pelvic (PID) termasuk klamidia. GO, atau gardnerella, neoplasma servikal, leukoplakia oral (EBV), purpura (Hoffmann dan Brown 2. DAFTAR PUSTAKA