TANTANGAN DAN MASA DEPAN INDUSTRI BATIK TULIS CIWARINGIN. CIREBON: ANALISIS STUDI KASUS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK IFAS DAN EFAS CHALLENGES AND THE FUTURE OF NATURAL BATIK CIWARINGIN INDUSTRY. CIREBON: CASE STUDY ANALYSIS USING IFAS AND EFAS TECHNIQUES Nurkholifatul Maula Monash University. Indonesia - Jl. BSD City Tangerang Regency nmau0004@student. askah masuk 26 April 2024, naskah direvisi 10 Juni 2024, naskah diterima 19 Juni 2. ABSTRACT The Ciwaringin handwritten batik industry still faces many obstacles, including production process challenges and long production durations which can hinder cash flow turnover, marketing issues, and the limited skills and knowledge of the artisans, making it difficult for the Ciwaringin batik industry to grow. To foster the growth of the Ciwaringin batik industry, internal and external evaluations are necessary. This research aims to analyze the challenges and future of the Ciwaringin batik industry using SWOT analysis and calculations with IFAS and EFAS matrices. The study employed a descriptive qualitative approach with Miles and Huberman's analysis The results indicate that the IFAS value . trength and weaknes. 92, identifying that the IFAS value is in quadrant V (Fiv. , which represents an average score. Therefore, there is a need for improvement in the internal factors of the Ciwaringin batik industry. The EFAS value of the Ciwaringin batik industry is 2. which falls in the "medium" quadrant. This means that the level of opportunities available to the Ciwaringin batik industry is medium, as it competes not only with other batik industries but also with various other creative industries in the fashion sector. Hence, the Ciwaringin batik industry can leverage its unique characteristics to capitalize on these opportunities. Based on the IFAS and EFAS results, the quantitative assessment provided by the IFAS and EFAS can assist the local government in evaluating and developing programs for the Ciwaringin batik industry. The findings of this research can guide policy direction to be more effective and efficient. Keywords: IFAS. EFAS. Batik Ciwaringin. ABSTRAK Industri batuk tulis Ciwaringin masih memiliki banyak hambatan, diantaranya: Hambatan dalam proses produksi, durasi produksi yang cukup lama, sehingga dapat menghambat perputaran cash flow, permasalahan marketing, dan minimnya kemampuan dan pengetahuan dari para pengrajin membuat industri batik tulis Ciwaringin sulit untuk bertumbuh. Dalam upaya menumbuhkan industri batik Ciwaringin, perlu adanya evaluasi internal dan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan masa depan industri Batik Ciwaringin dengan menggunakan SWOT analisis dan dihitung menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis Miles and Huberman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IFAS . trength dan weaknes. , memiliki nilai 2. 92 yang mana dapat diidentifikasi bahwa nilai IFAS berada di kuadran V (Lim. yaitu dengan nilai rata-rata. Sehingga perlu adanya peningkatan pada faktor internal dari industri Batik Ciwaringin. Nilai EFAS industri Batik Ciwaringin memiliki nilai 65 yang berada di kuadran AumediumAy. Artinya, tingkat peluang yang ada pada industri Batik Ciwaringin memiliki nilai medium karena selain bersaing dengan sesama industri batik, juga dengan beberapa industri kreatif lainnya di ranah fashion. Sehingga indusri batik Ciwaringin dapat memanfaatkan kesempatan dengan keunikan yang dimiliki dari industri batik Ciwaringin. Berdasarkan hasil nilai IFAS dan EFAS tersebut. Hasil IFAS dan EFAS memberikan penilaian secara kuantitatif sehingga dapat membantu pemerintah setempat dalam mengevaluasi dan membuat program Pembangunan bagi industri batik Ciwaringin. Hasil penelitian ini dapat memberikan arah kebijakan agar lebih efektif dan efisien. Kata kunci: IFAS. EFAS. Batik Ciwaringin. 54 I CR Journal (Creative Research for West Java Developmen. Vol. 10 No. 01 Juni 2024 PENDAHULUAN Industri batik di Indonesia pada umumnya merupakan industri kecil menengah (UMKM) yang menjadi mata pencaharian sebagian Industri batik di Indonesia tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa yang kemudian menjadi nama dari jenis-jenis batik tersebut seperti batik Pekalongan, batik Surakarta, batik Jogja, batik Lasem, batik Cirebon, batik Sragen. Setiap batik dari daerah tersebut memiliki ciri motif yang Jenis batik yang diproduksi ada tiga yaitu batik tulis, batik cap dan batik printing. Perkembangan Industri batik di Indonesia sangat terkait dengan perkembangan batik yang dimulai sejak beratus ratus tahun yang lalu (Nawawi, 2. Selain menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, batik termasuk pada kekayaan budaya Indonesia dengan motif-motifnya. Motif menginterpretasikan sebuah kebudayaan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Industri batik pada awalnya dilakukan secara tradisional yang dikenal dengan batik tulis. Seiring dengan tantangan batik tulis yang memerlukan waktu cukup lama untuk produksi, muncullah teknis printing. Metode produksi ini memungkinkan pembuatan tekstil batik dengan motif yang beragam secara massal dalam waktu singkat, dan seringkali dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan batik cap atau batik tulis (Nawawi, 2. Hal tersebut tentunya berkaitan dengan perilaku konsumen. Menurut (Kurniasih, 2. bahwa ketika dihadapkan pada produk yang serupa, kebanyakan konsumen lebih memilih produk dengan harga yang lebih Fenomena ini juga terjadi dalam industri batik, di mana masyarakat umum cenderung memilih untuk membeli tekstil batik bermotif yang di printing daripada jenis batik Batik merupakan salah satu identitas khas dari Indonesia. Batik memiliki keterikatan dan cerita tersendiri dari masing-masing daerah. setiap motif batik mengandung makna lokal. Sekitar 37. 093 orang di Indonesia menggantungkan hidupnya dengan bekerja sebagai pengrajin batik (Arfan, 2. Industri batik banyak memberikan kontribusi besar sebagai salah satu pemberdayaan Tercatat perempuan termasuk mayoritas menjadi pengrajin di industri batik sekaligus dapat dilihat sebagai transformasi sosial (Anggadwita, 2. Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen menjadi tantangan utama bagi industri batik. Terlebih bagi UMKM batik yang memiliki modal yang cukup minim. Salah satu industri batik yang masih eksis hingga saat ini yaitu industri batik di Cirebon. Selain batik Trusmi. Cirebon juga memiliki warisan batik lain yang sama menariknya, yaitu batik Ciwaringin. Bagi masyarakat Ciwaringin, batik Ciwaringin menjadi salah satu pilihan utama sebagai mata pencaharian bagi penduduk setempat. Fenomena ini terlihat di Blok Kebon Gedang, di mana para wanita dengan mudah dapat ditemui sedang duduk dan menorehkan malam dengan canting ke selembar kain untuk membentuk berbagai motif batik. Produksi batik telah menjadi tradisi yang diwarisi secara turun-temurun oleh para ibuibu di wilayah ini. Untuk memperkuat identitasnya, sentra industri batik Ciwaringin ditandai dengan sebuah gapura dengan tulisan AuKampung Batik Tulis CiwaringinAy. Dibandingkan dengan batik Trusmi, batik Ciwaringin memiliki keunggulan tersendiri. Sebagian besar batik Ciwaringin adalah batik tulis, dengan motif yang tidak umum dan menggunakan warna batik yang lembut karena menggunakan pewarna alami. Meskipun terlihat seperti kuno, namun hal tersebut menjadi ciri khas dari batik tulis. Pewarnaan Ciwaringin menggunakan menggunakan berbagai jenis tanaman yang telah diolah terlebih dahulu. mangga, indigo, kulit rambutan, dan kulit Disisi lain, dengan adanya keunikan yang ditawarkan oleh para pengrajin batik tulis Ciwaringin, hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri batik Ciwaringin dalam berkompetisi di pangsa pasar dengan industri batik lainnya, terlebih dengan batik printing yang memiliki nilai jual yang lebih rendah dibandingkan dengan batik Hal tersebut membuat penjualan batik Ciwaringin tidak bertumbuh pesat. Guna menghadapi tantangan tersebut, masyarakat Ciwaringin membangun koperasi batik Anugerah untuk membantu UMKM batik Ciwaringin pada penyediaan bahan-bahan membatik dan membantu menyediakan MAULA. Tantangan dan Masa Depan Industri Batik. I 55 display batik bagi para UMKM yang tidak memiliki display batik. Akan tetapi, para pelaku UMKM batik Ciwaringin dan pengurus Koperasi menyampaikan bahwa mereka masih memiliki kendala besar dalam hal bersaingnya dengan para kompetitor batik. kelemahan, tantangan, dan masa depan dari industri Batik Tulis Ciwaringin guna mengetahui poin-poin penting yang ada pada batik tulis Ciwaringin dan dapat dijadikan sebagai landasan pengembangan batik tulis Ciwaringin. Keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh para pengrajin batik, membuat batik tulis Ciwaringin masih berjalan ditempat. Para pengrajin dan pengurus koperasi mengalami kerajinan batik tulis Ciwaringin. Hal tersebut terjadi karena batik Ciwaringin belum dianalisis lebih detail mengenai kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh industri batik Ciwaringin Sejalan dengan tujuan penelitian ini, adapun hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi para pengrajin industri batik dan pemangku kebijakan setempat untuk menyusun strategi agar industri Batik Ciwaringin dapat bersaing di pasaran. Beberapa kendala dalam pengelolaan kerajinan batik Ciwaringin diantaranya yaitu terbatasnya tenaga kerja yang terampil dan melanjutkan kerajinan batik dan teknik pemasaran yang masih sangat terbatas. Salah satu hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat dua akar permasalahan dari industri batik, diantaranya: promosi kluster batik masih terjebak pada sektoral dan serta masih banyak klusterisasi batik (Nugroho, 2. Berdasarkan penelitian tersebut, industri batik sangat membutuhkan dukungan untuk terus Dalam upaya menciptakan strategi yang tepat pada suatu industri batik, perlu adanya evaluasi secara internal dan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan dukungan faktor eksternal dari industri batik. Sebagaimana salah satu penelitian dari (Setiawan, pengembangan batik melalui analisis Strength Ae Weakness Ae Opportunities - Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk mengetahui faktor internal dan eksternal. Adapun kegunaan dari analisis SWOT dan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) untuk mengevaluasi secara komprehensif dari sisi internal dan eksternal, kemudian dipadukan sebagai suatu strategi pengembangan. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Para pelaku industri batik Ciwaringin, membawa penulis untuk meneliti dan mendalami permasalahan dan tantangan serta masa depan dari batik tulis Ciwaringin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk METODE Sejalan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif. Merujuk Creswell (Wahyuningsih, merupakan sebuah eksplorasi suatu sistem yang terikat dan melibatkan berbagai Penulis memilih jenis dan pendekatan penelitian ini, dilatarbelakangi mendapatkan data secara mendalam dan komprehensif dari berbagai jenis data untuk mendapatkan data secara mendalam. Adapun sumber data pada penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu sumber data primer dan sekunder. Data primer diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, sehingga dapat memahami permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin batik Ciwaringin, sehingga sumber data primer dapat diidentifikasi sebagai berikut: Tiga pengrajin Batik Tulis Ciwaringin, tiga pengurus koperasi Anugerah Batik Tulis Ciwaringin. Data primer ini ditujukan untuk mendapatkan perspektif secara langsung terkait tantangan yang dihadapi oleh batik tulis Ciwaringin. Sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu 6 orang pengrajin batik. Teknik pengambilan sampel ini dilakukan secara purposive sampling, pertama kali penulis menemui para pengurus koperasi Anugerah batik Ciwaringin, kemudian dilengkapi dengan para pengrajin batik. Guna menunjang data primer, penulis juga menggunakan data sekunder yang diambil dari berbagai literatur yang membahas tantangannya di pasar. data sekunder ini 56 I CR Journal (Creative Research for West Java Developmen. Vol. 10 No. 01 Juni 2024 diambil guna mendukung analisis penulis dalam mengidentifikasi tantangan dari industri Batik Tulis Ciwaringin dan strategi yang perlu Teknik pengambilan data pada sumber data primer yaitu dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara. Serta untuk sumber data sekunder, peneliti menggunakan teknik pengumpulan dokumentasi berupa jurnal, artikel, dan laporan yang kredibel dan terpercaya untuk mendukung temuan dari sumber data primer. Penggunaan kedua sumber data tersebut diharapkan dapat mempertajam analisis pada hasil penelitian Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Miles and Huberman dalam (Rijali, 2. memaparkan langkah-langkah analisis Miles and Huberman yaitu: Melakukan pengumpulan data Setelah data terkumpul, dilakukan reduksi data sesuai Menyajikan data dan Penarikan kesimpulan. Untuk menggunakan teknik triangulasi sumber, yang mana peneliti akan melakukan kroscek informasi dari beberapa informan yang diwawancara, dan beberapa dokumen seperti dokumen penghargaan dan penjualan batik. Metode penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data yang mendalam dan Adapun identifikasi dan evaluasi internal dan eksternal industri, penulis menggunakan framework SWOT (Strength. Weakness. Threats, dan Opportunitie. dan dihitung dengan menggunakan teknik EFAS dan IFAS. Teknik IFAS dan EFAS merupakan salah satu teknik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari industri batik Ciwaringin. Berikut beberapa langkah dalam menggunakan matriks IFAS dan EFAS (Mutiara, 2. Teknik perhitungan EFAS dan IFAS ini diadopsi dari beberapa riset terkait evaluasi SWOT pada suatu industri dan sebagai teknik penyusunan strategi suatu industri tersebut. Salah satunya yaitu penelitian dari (Setiawan, 2. menganalisis pengembangan batik melalui analisis SWOT dan QSPM untuk mengetahui faktor internal dan eksternal. Adapun kekurangan dari teknik IFAS dan EFAS ini, evaluasi eksternal belum terperinci secara detail. Sehingga ketika penulis ingin mendalam, maka dibutuhkan framework lain sebagai pelengkap. Akan tetapi, teknik IFAS dan EFAS memiliki kelebihan dengan adanya pengambilan keputusan dapat lebih jelas dan Penelitian ini dapat dikatakan sebagai riset pertama kali dengan menggunakan analisis IFAS dan EFAS pada industri batik Ciwaringin, karena sebelumnya belum ada yang membahas strategi batik tulis Ciwaringin dengan menggunakan teknik Matriks IFAS merupakan suatu alat analisis perusahaan untuk dapat menentukan faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Adapun kelebihan dari teknik IFAS dan EFAS yaitu dapat memberikan perhitungan secara valid sebagai pengembangan industri batik Ciwaringin. Matriks EFAS suatu alat analisis yang menyediakan kondisi eksternal perusahaan untuk dapat menentukan faktor peluang dan Mengenai tahap-tahap terkait analisis faktor-faktor lingkungan eksternal dalam matriks IFAS adalah sebagai berikut: Mencatat faktor internal utama seperti pelaksanaan audit internal. Memberikan nilai pada setiap faktor dalam rentang dari 0,0 . idak pentin. hingga 1,0 . angat pentin. Nilai yang masing-masing terhadap keberhasilan perusahaan di industri tersebut. Total dari seluruh bobot harus mencapai 1,0. Beri peringkat 1 hingga 4 untuk setiap faktor guna menunjukkan apakah faktor tersebut merupakan kelemahan mayor . eringkat = . , kelemahan minor . eringkat = . , kekuatan minor . eringkat = . , atau kekuatan mayor . eringkat = . Kekuatan harus diberi peringkat 3 atau 4. Sementara kelemahan harus diberi peringkat 1 atau 2. Jadi, peringkat didasarkan pada kondisi perusahaan, sedangkan nilai berdasarkan pada Selanjutnya, kalikan nilai setiap faktor dengan peringkatnya untuk menentukan rata-rata tertimbang dari masing-masing MAULA. Tantangan dan Masa Depan Industri Batik. I 57 Jumlahkan rata-rata tertimbang dari setiap variabel untuk menentukan total rata-rata tertimbang bagi organisasi. Nilai rata-rata adalah 2,5. Total rata-rata tertimbang organisasi memiliki kelemahan internal, sedangkan nilai diatas 2,5 menunjukkan bahwa organisasi memiliki potensi internal yang kuat. Adapun teknik analisis EFAS diidentifikasi sebagai berikut: Buatlah faktor eksternal, yaitu peluang dan ancaman, yang ada dalam proses audit Memberikan nilai pada setiap faktor dalam rentang dari 0,0 . idak pentin. hingga 1,0 . angat pentin. Nilai yang diberikan mencerminkan tingkat pentingnya masingmasing faktor terhadap keberhasilan perusahaan di industri tersebut. Total dari seluruh bobot harus mencapai 1,0. Beri peringkat 1 hingga 4 untuk setiap faktor guna menunjukkan apakah faktor tersebut merupakan kelemahan mayor . eringkat = . , kelemahan minor . eringkat = . , kekuatan minor . eringkat = . , atau kekuatan mayor . eringkat = . Kekuatan harus diberi peringkat 3 atau 4. Sementara kelemahan harus diberi peringkat 1 atau 2. Jadi, peringkat didasarkan pada kondisi perusahaan, sedangkan nilai berdasarkan pada Kalikan setiap bobot faktor dengan peringkatnya untuk menentukan nilai Jumlahkan nilai tertimbang dari setiap variabel untuk melihat total nilai tertimbang bagi organisasi. Nilai-nilai tertimbang tertinggi yaitu 4,0 dan nilai tertimbang terendah yaitu 1,0. Total nilai tertimbang rata-rata yaitu 2,5. Total nilai tertimbang sebesar 4,0 menggambarkan bahwa organisasi memiliki respon dengan sangat baik terhadap peluang dan ancaman yang ada dalam industrinya. Dengan begitu, strategi perusahaan secara efektif memiliki keuntungan dari peluang yang ada pada strategi saat ini dan meminimalkan efek yang mungkin muncul dari ancaman Total nilai 1,0 mengindikasikan bahwa strategis perusahaan memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman eksternal. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengidentifikasi tantangan dan masa depan industri batik Ciwaringin, yaitu dengan melakukan wawancara dan feedback dari para pengrajin batik. dan menganalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Adapun kegunaan dari IFAS dan EFAS analisis adalah untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan dari industri batik Ciwaringin. Identifikasi faktor-faktor kekuatan dan kelemahan di industri batik Ciwaringin didapatkan berdasarkan hasil wawancara. Untuk mengidentifikasi faktor kekuatan dan menggunakan framework SWOT. Dalam perencanaan strategis, analisis SWOT merupakan alat yang sangat penting untuk mengevaluasi kondisi organisasi saat ini sebelum menetapkan strategi baru (AbdelBasset dkk, 2. Sebagaimana yang terlihat pada tabel 1 IFAS Analysis di bawah ini, yaitu menganalisis internal analisis bagian strength atau kekuatan dari industri Batik Ciwaringin. Berdasarkan IFAS analisis bagian Strength, dianalisis mengenai kekuatan internal yang ada pada industri Batik Ciwaringin. Penulis mengidentifikasi faktor kekuatan internal yang dimiliki oleh Batik Ciwaringin berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner yang telah dilakukan oleh peneliti pada bulan Desember tahun 2023. penilaian atau scoring pada matriks IFAS ini dilakukan oleh 3 orang Batik Ciwaringin. pemilihan 3 orang ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam menganalisis kekuatan internal dari industri Batik Ciwaringin. 58 I CR Journal (Creative Research for West Java Developmen. Vol. 10 No. 01 Juni 2024 Tabel 1. IFAS Analysis (Bagian Strengt. Internal Ratio Factors Source Industri Batik Ciwaringin memiliki keunggulan dalam produksi batik yaitu dengan menggunakan bahan alami. Industri Batik Ciwaringin memiliki nilai ramah lingkungan dalam proses produksi batiknya. UMKM Batik Ciwaringin terbantu dengan adanya Koperasi Anugerah. Batik Ciwaringin bekerjasama dengan para pengrajin kayu dengan memanfaatkan limbah kayu untuk pewarna alami. Industri Batik Ciwaringin diberdayakan dengan adanya program CSR dari PT Indocement . Total Strenght Score Penulis mengidentifikasi lima kekuatan yang dimiliki oleh Industri Batik Ciwaringin. Industri Batik Ciwaringin memiliki keunggulan dalam produksi batik yaitu dengan menggunakan bahan alami. Penggunaan bahan alami yang Ciwaringin ini menjadi salah satu kekuatan mereka. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara oleh ketua Koperasi Anugerah. AuBatik tulis Ciwaringin ini 80% masih Penggunaan bahan alami ini menjadi nilai dari batik tulis Ciwaringin. Ay (KK). Berdasarkan wawancara tersebut, penggunaan bahan alami menjadi salah satu nilai dari Batik Tulis Ciwaringin. Pasalnya, penggunaan bahan alami juga memberi dampak baik bagi keberlangsungan lingkungan. Industri Batik Ciwaringin memiliki nilai ramah lingkungan dalam proses produksi batiknya. Adapun kekuatan internal kedua ini berhubungan dengan kekuatan internal pertama yakni proses produksi dari industri Batik Ciwaringin pun sangat menggunakan bahan-bahan alami yang diambil dari pepohonan sebagai pewarna alami. Pewarna alami yang digunakan untuk membatik memiliki Source Source Strengths Sum Weight Rating Weighted Score dampak yang baik juga bagi lingkungan dan pemakainya. Sebagaimana hasil penelitian dari (Musripah, 2. menyebutkan bahwa pewarna alami lebih ekonomis dibandingkan pewarna kimia karena batik dengan pewarna alami lebih aman dan ramah Zat-zat dalam pewarna alami lebih mudah terurai dibandingkan dengan pewarna tekstil. AuKami disini menggunakan pewarna alami salah satu alasannya juga karena tidak merusak kulit. Ay (ZB). Berdasarkan wawancara dengan salah satu pengrajin batik Ciwaringin, pewarna alami yang digunakan untuk membatik tidak memiliki dampak buruk pada kulit, sehingga dapat dipakai dengan aman. Hal tersebut sejalan dengan riset dari penggunaan bahanbahan alami pada industri batik sebagai salah satu nilai plus sebagai bentuk dalam menjaga lingkungan dan dapat dijadikan sebagai aspek keberlanjutan dalam ekonomi. Dalam penelitiannya (Fauzi, 2. juga mencantumkan bahwa penggunaan bahan alami menjadi salah satu strategi yang dikembangkan pada industri batik di Bogor. UMKM Batik Ciwaringin terbantu dengan adanya Koperasi Anugerah. Hadirnya koperasi Anugerah di tengahtengah UMKM MAULA. Tantangan dan Masa Depan Industri Batik. I 59 Ciwaringin membawa angin segar karena dapat memfasilitasi produk pembuatan batik dan memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki galeri untuk melakukan display batik di Koperasi Anugerah. Hal ini juga terkonfirmasi oleh salah satu pengurus Koperasi Anugerah. AuKoperasi Anugerah ini memfasilitasi pengrajin untuk mendapatkan bahanbahan produksi dengan harga murah dan mudah, serta membantu pengrajin dalam memasarkan produknya melalui galeri di Koperasi dan penjualan onlineAy (AH) Berdasarkan informasi dari ketua koperasi Anugerah tersebut, dapat diidentifikasi bahwa terdapat dua peran Koperasi Anugerah yaitu untuk UMKM membantu dalam pemasaran. Adanya koperasi dapat memperkuat UMKM untuk terus tumbuh dalam hal permodalan dan pemasaran Merujuk pendapat dari (Fadliansyah, 2. juga dari para pengrajin yang menyatakan bahwa mereka merasa terbantu dengan adanya koperasi Anugerah. AuKami sebagai pengrajin merasa terbantu sekali dengan adanya Koperasi Anugerah. Karena sebelum adanya koperasi, kami bingung mencari bahan untuk produksi, dan penjualan kami juga sangat terbatas. Namun setelah adanya koperasi, kami dibantu untuk penjualan dan mudah untuk mendapatkan bahan produksi. (FT) Kehadiran Koperasi Anugerah dapat membantu pengrajin batik di Ciwaringin dengan memfasilitasi penjualan secara offline dan online, serta memberikan pameran-pameran nasional dan internasional. Adanya koperasi dapat dijadikan sebagai wadah penghubung antara pemerintah, dan swasta dengan para pengrajin batik Ciwaringin. Kesempatan tersebut membuat industri batik lebih inovatif dan memiliki daya saing dengan industri lainnya. Sebagaimana salah satu penelitian dari (Maninggar dkk, 2. menyatakan bahwa industri batik Pekalongan memiliki dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta untuk menciptakan industri batik yang lebih Selain memberikan kemudahan akses pada bahan-bahan produksi. Koperasi Anugerah juga membantu para produknya secara offline dan online. Adapun secara offline Koperasi Anugerah memberikan akses para pengrajin untuk men-display batiknya di galeri koperasi. Adapun secara online. Koperasi Anugerah mengkoordinir pemesanan melalui ecommerce dan instagram. Berikut salah satu display batik di akun Batik Ciwaringin. Berdasarkan Gambar 1 di bawah ini, dapat dilihat bahwa penjualan Batik Ciwaringin masih terbatas pada kain Gambar 1. Batik Tulis Ciwaringin di Instagram sumber: Istimewa Batik Ciwaringin bekerjasama dengan memanfaatkan limbah kayu untuk pewarna alami. Kerjasamanya batik Ciwaringin dengan para pengrajin kayu sebagai supplier bahan pewarna alami menjadikan faktor kekuatan tersendiri. Hall tersebut termasuk pada prinsip interconnected supply chain. Prinsip interconnected supply chain baru dimanfaatkan oleh Batik Ciwaringin pada faktor supplier bahan-bahan Merujuk pendapat dari (Islam dkk. , 2. strategi interconnected supply chain menjadi sebuah peran penting untuk 60 I CR Journal (Creative Research for West Java Developmen. Vol. 10 No. 01 Juni 2024 membantu kesuksesan sebuah bisnis di era global. Industri Batik Ciwaringin diberdayakan dengan adanya program CSR dari PT Indocement. Pengembangan Industri Batik Ciwaringin termasuk pada program CSR dari PT. Indocement. Adanya program CSR dari perusahaan besar, membuat Batik Ciwaringin terbantu dalam sistem dan akses pemasaran. Secara umum, berdasarkan 5 aspek kekuatan internal yang dimiliki oleh industri batik Ciwaringin memiliki total score dengan nilai 2. Berdasarkan matriks IFAS, nilai tersebut masuk ke dalam AuaverageAy atau rata-rata. Hal ini diaplikasikan bahwa industri batik Ciwaringin peningkatan secara internal. Seiring dengan IFAS matriks, tentunya perusahaan perlu dilakukan asesmen kelemahan yang ada pada internal Hal ini untuk melihat secara komprehensif kondisi internal sebuah perusahaan. Berikut tabel internal analisis dari IFAS bagian Tabel 2. IFAS Analysis (Bagian Weaknes. Weaknesses Batik Ciwaringin hanya memproduksi luaran dengan satu tipe, yaitu kain. Industri Batik Ciwaringin memiliki keterbatasan dalam alur cashflow karena proses produksi yang cukup panjang. Industri Batik Ciwaringin memiliki keterbatasan sumber daya manusia dari sisi pengetahuan dan Total Weakness Score Total IFAS Berdasarkan weakness tersebut, terdapat 3 indikator berdasarkan observasi dan wawancara dengan para pengrajin dan pengurus Koperasi Anugerah. Berikut beberapa indikator weakness: Industri Batik Ciwaringin hanya memproduksi luaran dengan satu tipe, yaitu berupa kain. Industri Batik Ciwaringin hingga saat ini hanya memproduksi kain batik. Batik Ciwaringin belum mampu untuk memproduksi baju atau sejenisnya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengurus Koperasi Anugerah: AuKami memproduksi baju dan sejenisnya. Karena kami memiliki keterbatasan modal dan untuk memproduksinya perlu dalam jumlah besar dan berbagai Ay (AH) Berdasarkan pemaparan dari salah satu informan tersebut, akar dari alasan keterbatasan luaran produksi dari batik Ciwaringin keterbatasan modal yang dimiliki oleh Batik Ciwaringin. Disisi keterbatasan luaran produksi juga Berdasarkan hasil penelitian dari (Palgunadi, 2. menyatakan bahwa dekade ini terjadi peningkatan perilaku konsumen batik. Pada beberapa dekade lalu batik hanya diproduksi menjadi kain tradisional, kini generasi millenial dan Z mulai menyukai kain batik yang dijadikan baju, outer, dan model lainnya. Berhubungan dengan keterbatasan luaran yang diproduksi oleh industri Batik Ciwaringin, hal ini dapat membatasi industri Batik Ciwaringin untuk dipasarkan kepada target market yang lebih luas. Industri Batik Ciwaringin perlu melakukan ekspansi dari sisi produksi model fashion selain keterbatasan ini juga dipengaruhi oleh ketidak lancaran cash flow yang berakar dari panjangnya proses MAULA. Tantangan dan Masa Depan Industri Batik. I 61 Industri Batik Ciwaringin memiliki keterbatasan Cash Flow karena proses produksi yang yang cukup panjang. Produksi batik tulis membutuhkan waktu yang cukup lama. Dari mulai membuat motif, memberikan malam, membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk menghasilkan satu kain. Sehingga rata-rata satu pengrajin menghasilkan dua kain batik selama satu bulan. Sehingga setiap penjual batik tulis di Ciwaringin hanya mampu menjual dua buah kain batik selama satu bulan. dengan range harga kain dari Rp. 000 - Rp. 000,Namun jumlah tersebut cukup menjadi tantangan para pengrajin. Karena hasil penjualan tersebut diolah kembali sebagai modal untuk membatik Adanya durasi proses produksi yang cukup lama, dapat menghambat intensitas penjualan. Sehingga, cash flow dapat terganggu. Hal ini juga diperkuat oleh pendapat dari (Nur dkk. menyatakan bahwa pengelolaan arus kas . ash flo. ini sangat perusahaan, maka sumber penerimaan dana dipandang perlu dikelola sumber penerimaan dan pengeluarannya agar kesinambungan perusahaan tercapai. Industri Batik Ciwaringin memiliki keterbatasan sumber daya manusia dari sisi pengetahuan dan regenerasi. Industri Batik Ciwaringin termasuk pada warisan industri secara turun temurun, hingga generasi saat ini mayoritas berusia 40 - 60 tahun. Berdasarkan informasi dari beberapa informan, memaparkan permasalahan terkait regenerasi pada industri batik. AuAnak-anak dari para pengrajin batik di sini banyak yang lebih tertarik bekerja di luar, di pabrik. Hampir bisa dikatakan tidak ada penerus atau generasi mudamuda ini yang tertarik dengan batik. Terutama di Ciwaringin ini. Ay (IM). Berdasarkan pengakuan dari salah diidentifikasi salah satu hal yang menyebabkan permasalahan pada pemaknaan subjektif antargenerasi keberlanjutan industri Batik Ciwaringin, hal tersebut dikarenakan pengalaman, dan proses adaptasi yang dialami oleh antargenerasi (Sutopo dkk. , 2. Namun secara bersamaan generasi intervensi dan memberikan harapan bagi generasi selanjutnya (Roberts dan France, 2. Selain regenerasi, di era digital seperti ini pelaku UMKM sangat dituntut untuk pengetahuan dan perlu mengikuti perkembangan jaman. Mengatasi gap tersebut, para pengrajin cukup terbantu dengan adanya pengurus koperasi yang membantu dalam pemasaran Berdasarkan matriks IFAS bagian weakness, mendapatkan nilai 0. dengan identifikasi sangat lemah. Oleh karena itu, kelemahan yang dihadapi oleh industri Batik Ciwaringin masih memiliki kesempatan yang besar untuk ditangani dan diubah menjadi suatu peluang, agar terlihat jelas, berikut Gambar 2. kuadran dari IFAS matriks. Gambar 2. Matriks IFAS dan EFAS Secara general, nilai IFAS . trength dan weaknes. , memiliki nilai 2. 92 yang mana dapat diidentifikasi bahwa nilai IFAS berada di kuadran V yaitu dengan nilai rata-rata. Sehingga perlu adanya peningkatan pada faktor internal dari industri Batik Ciwaringin. Setelah dianalisis menggunakan IFAS matriks, lebih komprehensif dianalisis eksternal industri Batik Ciwaringin yang terbagi ke dalam opportunities/peluang dan threats/tantangan. Berikut hasil analisis dari matriks EFAS dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini. 52 I CR Journal (Creative Research for West Java Developmen. Vol. 10 No. 01 Juni 2024 Tabel 3. EFAS Matriks Bagian Opportunities No. External Ratio Factors Eksistensi platform e4 commerce memudahkan industri Batik Ciwaringin dalam memasarkan produk ke berbagai Pemerintah fokus pada peningkatan nilai ekspor batik akan meningkat. Pemerintah setempat (Ciwaringi. memberikan dukungan dengan memberikan galeri untuk seluruh UMKM Batik Ciwaringin. Isu sustainability pada bisnis semakin kuat dan akan menjadi fokus untuk regulasi dan pemerintah. Total Opportunities Score Source Source Source Opportunities Berdasarkan matriks peluang atau opportunities, penulis mengidentifikasi 4 indikator yang dapat dijadikan peluang dan beberapa sudah diterapkan oleh industri Batik Ciwaringin. Eksistensi platform e-commerce dapat memudahkan UMKM Batik Ciwaringin berbagai daerah. Saat ini, industri Batik Ciwaringin telah sebagai salah satu e-commerce untuk memasarkan produk, selain itu para UMKM Batik Ciwaringin menggunakan instagram dan facebook sebagai salah satu platform yang dapat digunakan sebagai bahan untuk Salah satu pengurus Koperasi pendapatnya terkait manfaat dari penggunaan e-commerce terhadap penjualan dii Batik Ciwaringin. AuKami sudah menggunakan shopee dan instagram selama dua tahun Alhamdulilah mendapatkan customer dari Malaysia dan Filipina dari instagram, dan kami pun bisa melayani penjualan ke luar pulau melalui shopee. Ay (IM) Pengakuan tersebut sejalan dengan hasil riset dari (AsAoad dkk. , 2. menjelaskan bahwa UMKM yang Sum Weight Rating Weighted Score mengadaptasi platform digital dan ecommerce keharusan di era ekonomi global agar dapat tetap survive dan menjangkau pasar yang lebih luas yang tentunya berdampak pada pemasukan UMKM. Platform digital juga menjadi sebuah media komunikasi yang cukup efisien dan interaktif (McQuail, 2. Hadirnya membawa angin segar bagi UMKM. UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan banyak fitur yang dapat digunakan juga sebagai bahan promosi. Namun tetap menjadi catatan adalah sumber daya manusia perlu untuk dilatih dalam penggunaan dan pemanfaatan ecommerce dan platform digital. Dukungan dari Pemerintah untuk Meningkatkan Ekspor Batik Adanya dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan ekspor batik karena terjadinya penurunan beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari Gambar 3 ekspor batik berikut. MAULA. Tantangan dan Masa Depan Industri Batik. I 69 bahan alami sejalan dengan isu sustainability dan dampak terhadap lingkungan atau konsep perekonomian perekonomian saat ini. Aktivitas dari produksi batik tulis alami tersebut tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi lingkungan. Sehingga industri Batik Ciwaringin dapat dijadikan sebagai salah satu contoh industri yang menerapkan prinsip proklim. Prinsip-prinsip ekonomi hijau dapat diidentifikasi sebagai berikut: Terdapat lima prinsip dalam pembangunan ekonomi berbasis ekonomi hijau. Pertama, ekonomi hijau harus mampu Kedua, harus menciptakan kesetaraan Ketiga, mendukung pelestarian, pemulihan, dan investasi dalam kegiatan berbasis Keempat, konsumsi dan produksi berkelanjutan. Kelima, harus didukung oleh sistem yang kuat, terintegrasi dan akuntabel (Anwar, 2. Gambar 3. Penurunan Ekspor Batik dari Tahun 2015-2020 Sumber: CNBC Indonesia, 2023 Berdasarkan data dari tahun 2015 2020, terlihat terjadi penurunan pada ekspor batik. Namun pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan ekspor batik dan dapat dilihat dari adanya kenaikan ekspor batik sebesar 30,1% pada tahun 2022 (Handoyo, 2. Angka tersebut menjadi angin segar bagi industri batik di Indonesia untuk terus mengembangkan pangsa pasarnya sampai internasional. Pemerintah Setempat (Ciwaringi. Memberikan Dukungan dengan akan membuatkan Galeri Khusus untuk produk dari Industri Batik Ciwaringin. Dalam UMKM memang dibutuhkan sinergitas antara pemerintah dan pihak swasta lainnya. Hal ini agar dapat terwujud dalam keberlanjutan UMKM. Sehingga dengan adanya dukungan tersebut, dapat menjadi peluang bagi industri Batik Ciwaringin untuk terus diproduksi dan ditingkatkan kreativitas dalam hal produksi batik tulis. Isu Sustainability dan Keamanan Lingkungan Menjadi Fokus Pengembangan Perekonomian Saat Komitmen industri Batik Ciwaringin untuk tetap menggunakan bahan- Secara general, berdasarkan matriks opportunities, industri Batik Ciwaringin memiliki nilai 2. 65 yang berada di kuadran AumediumAy. Artinya, tingkat peluang yang ada pada industri Batik Ciwaringin memiliki nilai medium karena selain bersaing dengan sesama industri batik, juga dengan beberapa industri kreatif lainnya di ranah fashion. Selain identifikasi dari sisi peluang, berikut hasil dari analisis matriks EFAS dalam hal threats atau tantangan sebagaimana yang dapat dilihat pada Tabel 4 berikut. Tabel 4. Analisis EFAS (Bagian Tantangan/Threat. Threat Satu dekade terahir export batik menunjukkan nilai negatif . Industri Batik Ciwaringin memiliki kompetitor dari Batik Trusmi yang telah memiliki brand yang cukup kuat di Total Threat Score Total EFAS 70 I CR Journal (Creative Research for West Java Developmen. Vol. 10 No. 01 Juni 2024 Berdasarkan teknik analisis EFAS tersebut, penulis mengidentifikasi dua indikator yang menjadi tantangan bagi industri Batik Ciwaringin, diantaranya Satu dekade terakhir ekspor batik menunjukkan nilai negatif . Berdasarkan informasi dari databoks. Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2015 - 2020. Kemudian naik kembali di tahun Hal tersebut menunjukkan masih adanya fluktuasi, sehingga perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan UMKM untuk menstabilkan nilai ekspor batik. Industri Batik Ciwaringin memiliki kompetitor dari Batik Trusmi yang telah memiliki brand yang cukup kuat di Industri Batik Ciwaringin di Cirebon tentunya memiliki kompetitor yang cukup besar dan terkenal, yaitu batik Batik trusmi juga merupakan salah satu warisan turun temurun. Namun saat ini batik trusmi telah berkembang cukup pesat dengan berbagai inovasi model dan digital influencer dan selebriti. Dengan adanya persaingan tersebut, industri Batik Ciwaringin perlu memperkuat sistem yang ada pada internal industri. Setelah kelemahan, peluang dan tantangan yang ada pada industri Batik Ciwaringin, penulis mengidentifikasi dua hal besar, yaitu tantangan dan masa depan dari industri batik Ciwaringin. Tantangan Industri Batik Ciwaringin Setelah mengidentifikasi faktor Internal dan eksternal dari industri Batik Ciwaringin, perlu digaris bawahi terkait tantangan yang dihadapi oleh industri Batik Ciwaringin. Guna mengidentifikasi lebih detail, terkait tantangan utama . menggunakan value chain framework (Porter, 1. Pada value chain tersebut, terbagi menjadi Berdasarkan menggunakan IFAS dan EFAS, industri batik Ciwaringin memiliki tantangan yang terbagi kedalam dua jenis yaitu primer dan Berdasarkan kedua hal ini. Batik Ciwaringin mengeksekusi berdasarkan urgensitas dari tantangan tersebut. Aktivitas Primer: a Operations Operasi adalah salah satu kegiatan yang melibatkan transformasi input menjadi Kaitannya dengan industri batik Ciwaringin, merupakan proses produksi kain batik yang memakan waktu cukup lama, sehingga dapat menghambat proses penjualan dan cash flow. a Marketing and Sales Berdasarkan hasil wawancara dan analisis matriks IFAS dan EFAS, marketing dan penjualan masih menjadi tantangan pada industri Batik Ciwaringin. Hal tersebut terlihat dengan tidak ada intensitas dan interaksi dengan pelanggan di sosial media dan e-commerce. Kedua faktor tersebut perlu dibenahi lebih Karena termasuk pada bagian primer pada value chain. Selain itu, tantangan sekunder juga dihadapi oleh industri Batik Ciwaringin, yakni: Aktivitas Sekunder a Human Resource Management Manajemen sumber daya manusia melibatkan serangkaian proses dan pengelolaan sumber daya manusia perusahaan, yang mencakup rekrutmen pegawai baru, program pelatihan dan pemberhentian ataupun mempertahankan karyawan (Ritson, 2. Berkaitan Batik Ciwaringin, masih menjadi tantangan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan digital serta regenerasi menjadi permasalahan utama bagi industri Batik Ciwaringin agar tetap bertahan dan a Infrastructure Infrastruktur merujuk pada rangkaian kegiatan yang terkait dengan sistem yang mendukung perusahaan dan peran-peran MAULA. Tantangan dan Masa Depan Industri Batik. I 71 sehari-hari, termasuk manajemen, hukum, akuntansi, dan administrasi. Pada industri Batik Ciwaringin, mempercepat proses produksi dan administrasi produk agar tercatat dengan baik dan data-data yang ada mudah untuk dijadikan patokan penyusunan strategi Masa Depan Industri Batik Ciwaringin Berdasarkan analisis yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat diidentifikasi beberapa hal yang dapat memberikan dampak terhadap masa depan dari industri Batik Ciwaringin. Industri Batik Ciwaringin memiliki peluang yang cukup besar pemerintah, dan pihak swasta yaitu CSR PT. Indocement dan ekspor batik yang mulai stabil. Hal ini menjadi peluang bagi industri Batik Ciwaringin untuk melakukan inovasi dan pemasaran yang lebih luas. Namun disisi lain, selain peluang yang dimiliki cukup tinggi, tantangan yang dihadapi juga perlu dibenahi segera terkait aktivitas primer dan sekunder. Karena industri batik atau fashion berkembang cukup pesat. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, maka tantangan yang dihadapi industri Batik Ciwaringin dapat terbagi menjadi dua, yaitu berdasarkan aktivitas primer, yakni tantangan pada operasional dan marketing. Serta aktivitas sekunder yaitu pada sumber daya manusia dan Industri Batik Ciwaringin memiliki keunggulan dalam produksi batik yaitu dengan menggunakan bahan alami. Industri Batik Ciwaringin memiliki nilai ramah lingkungan dalam proses produksi UMKM Batik Ciwaringin terbantu dengan adanya Koperasi Anugerah. Batik Ciwaringin bekerjasama dengan para pengrajin kayu dengan memanfaatkan limbah kayu untuk pewarna alami. Industri Batik Ciwaringin diberdayakan dengan adanya program CSR dari PT Indocement. Batik Ciwaringin hanya memproduksi luaran dengan satu tipe, yaitu kain. Industri Batik Ciwaringin memiliki keterbatasan dalam alur cash flow karena proses produksi yang cukup panjang. Industri Batik Ciwaringin memiliki keterbatasan pengetahuan dan regenerasi. Adapun masa depan industri Batik Ciwaringin juga diidentifikasi beberapa hal yang dapat memberikan dampak terhadap masa depan dari industri Batik Ciwaringin. Industri Batik Ciwaringin memiliki peluang yang cukup besar dengan adanya dukungan dari pemerintah, dan pihak swasta yaitu CSR PT. Indocement dan ekspor batik yang mulai stabil. Hal ini menjadi peluang bagi industri Batik Ciwaringin untuk melakukan inovasi dan pemasaran yang lebih luas. Namun disisi lain, selain peluang yang dimiliki cukup tinggi, tantangan yang dihadapi juga perlu dibenahi segera terkait aktivitas primer dan sekunder. Karena industri batik atau fashion berkembang cukup pesat. Berdasarkan hasil penelitian ini yang mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan dari industri batik Ciwaringin melalui analisis SWOT dengan matriks IFAS dan EFAS, dapat membantu para penentu kebijakannya lebih terukur dan spesifik. Penulis memberikan beberapa saran yang dapat digunakan oleh para aktor UMKM di industri Batik Ciwaringin maupun UMKM Guna menghadapi tantangan industri. UMKM Industri Batik Ciwaringin dapat membuka komplek industri sebagai tempat belajar dan rekreasi. Serta melibatkan anak-anak muda dalam Hal ini dapat memupuk rasa ketertarikan dan kepemilikan dari para generasi muda. Guna mendukung masa depan industri batik Ciwaringin. UMKM industri Batik Ciwaringin dapat saling bersinergi dengan pemerintah sekitar, pihak swasta, dan UMKM lainnya yang dapat menunjang perkembangan value chain dari industri Batik Ciwaringin. Untuk penelitian selanjutnya, dapat mengidentifikasi strategi yang perlu dilakukan oleh industri Batik Ciwaringin dalam perspektif kebijakan. 72 I CR Journal (Creative Research for West Java Developmen. Vol. 10 No. 01 Juni 2024 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada kelompok batik tulis Ciwaringin dan Koperasi Batik Anugerah yang diobservasi selama pengambilan data untuk penelitian ini. Akuntansi, 20. McQuail. Teori Komunikasi Massa McQuail Edisi 6. Jakarta Selatan : Salemba Humanika . DAFTAR PUSTAKA