Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PERMAINAN FUTSAL DENGAN MENGGUNAKAN SPORT EDUCATION MODEL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Friski Setiawan1. Yudy Hendrayana2. Amung MaAomun3. Syarifatunnisa4. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Indonesia Pendidikan Olahraga Sekolah Pascasarjana. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung,Indonesia Pendidikan Olahraga Sekolah Pascasarjana. Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepercayaan diri siswa pada pembelajaran permainan futsal dengan menggunakan model Sport Education. Populasi dan sampel dalam penelitian ini merupakan siswa kelas X dan kelas XI di SMA. Terdapat 144 responden yang terdiri dari 42% atau 61 siswa laki-laki dan 57% atau 83 siswa perempuan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Kuesioner yang digunakan yaitu kepercayaan diri 11% atau 17 siswa tidak setuju atau kurang kepercayaan dirinya ketika pembelajaran futsal menggunakan model Sport Education, lalu sebanyak 61% atau 89 siswa setuju atau baik kepercayaan dirinya ketika pembelajaran futsal menggunakan model Sport Education, dan ada sebanyak 26% atau 38 siswa yang sangat setuju atau sangat baik kepercayaan dirinya ketika pembelajaran futsal dengan menggunakan model Sport Education. Kesimpulannya bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan kepercayaan diri tiap individu pada siswa SMA relatif baik dalam pembelajaran permainan futsal menggunakan model Sport Education. Kata Kunci: Kepercayaan Diri. Futsal. Model Sport Education Abstract This study aims to analyze the level of self-confidence of students in learning futsal games using the Sport Education model. The population and sample in this study were 10th and 11th grade students at SMA. There were 144 respondents including 42% or 61 male students and 57% or 83 female students. In this study using a quantitative descriptive method using survey methods. And the questionnaire used is 11% self-confidence or 17 students disagree/lack of confidence when learning futsal using the Sport Education model, then as many as 61% or 89 students agree/good at believing in themselves when learning futsal using the sport education model, and there are as many as 26% or 38 students who strongly agree/very well believe in themselves when learning futsal using the sport education model. The conclusion is that the results of the research conducted show that each individual's self-confidence in Senior High School students is relatively good in learning futsal games using the Sport Education model. Keywords: Self-Confidence. Futsal. Sport Education Model Correspondence author: M. Friski Setiawan. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia. Email:setiawanfriski@upi. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol 7 . 2023 | 349-359 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. PENDAHULUAN Dalam Undang-undang (UU) No. 20, tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 3 dinyatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab (Citra. Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mempersiapkan generasi bangsa yang lebih baik (Sujana, 2. Pendidikan merupakan kebutuhan bagi manusia yang berjalan terus menerus sepanjang kehidupan seharihari (Zein, 2. Melalui pendidikan diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitasnya untuk mencapai taraf hidup yang tinggi. Keberhasilan dalam bidang pendidikan sangat ditekankan selama proses pembelajaran. Proses belajar mengajar berfungsi sebagai sarana komunikasi antara orang-orang, khususnya antara mereka yang belajar dari seorang guru dan mereka yang diajar (Dalton & Rachman, 2. Perspektif kritis tentang pendidikan jasmani berusaha untuk memahami manusia dalam proses tranformasi konstan (Viotto Filho. Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani. Permainan atau olahraga yang dipilih untuk tujuan pendidikan (Mahendra, 2. Guru Pendidikan Jasmani . merupakan guru yang bisa disebut sebagai guru memiliki peran dalam memberikan suatu pembelajaran berbasis gerak, pembelajaran gerak dalam penjas meliputi gerak yang bersifat lokomotor, non lokomotor, manipulatif dan non manipulatif serta dikemas dalam bentuk aktivitas fisik (Hendrawan & Dewi. Keyakinan dan citra melalui olahraga harga diri . elf-estee. akan berkembang, melalui aktivitas olahraga sekolah peserta didik dapat mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan Keterampilan bermain keterampilan bermain dasar, tetapi pada dasarnya terbukti M. Friski Setiawan. Yudy Hendrayana. Amung MaAomu. Syarifatunnisa. Analisis Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Permainan Futsal Dengan Menggunakan Sport Education Model Di Sekolah Menengah Atas diri peserta didik pada belajar saya masih tidak mampu melihat pada kelas pendidikan jasmani, saya bisa melihat bahwa peserta didik tidak aktif dalam mengembangkan olahraga serta menyikapi konflik yang terdapat menghasilkan kegiatan pembelajaran tampak terusmenerus (Sumpena, 2. Futsal adalah olahraga permainan yang digemari oleh semua siswa permainan futsal ini sangatlah mudah serta tidak banyak membutuhkan jumlah pemain disetiap timnya, dengan adanya 10 orang pemain saja serta relatif satu bola maka olahraga ini mampu dimainkan. Futsal merupakan salah satu cabang olahraga prestasi, dimana banyak masyarakat dan remaja saat ini yang melaksanakan olahraga futsal menjadi wadah untuk berprestasi (Sepriadi, arsil, 2. Futsal artinya salah satu cabang olahraga permainan yang dimainkan oleh dua tim yang masing Ae masing tim terdiri dari lima orang pemain yang salah satunya merupakan penjaga gawang. Tujuan dari futsal itu sendiri mampu untuk hiburan ataupun mampu menjadi hobi yang menghasilkan prestasi serta cara melakukan permainannya merupakan dengan memasukkan bola ke gawang lawan dan mencegah terjadinya gol kegawang sendiri, dengan memanipulasi bola ke kaki. Selain 5 pemain utama tersebut, setiap regu diperbolehkan memiliki pemain cadangan (Fajri, 2. Seseorang pemain tak hanya wajib bertenaga fisik dan skill saja tetapi dalam hal lain pecaya diri salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pemain futsal. Apalagi pemain futsal profesional, mereka wajib perlu juga untuk mengeksplorasi kekuatan percaya dirinya serta mampu mengkombinasikan seluruh itu buat kebaikan timnya (Fajri, 2. Pembelajaran permainan futsal di sekolah harus dapat memilih model pembelajaran yang sesuai, agar nilai-nilai penjas di dalamnya tersampaikan kepada siswa dan tercapainya tujuan pembelajaran. Modelmodel pembelajaran sendiri biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori pengetahuan (Khoerunnisa & Aqwal, 2. Model pembelajaran pendidikan jasmani tidak harus terpusat pada guru, tetapi Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol 7 . 2023 | 349-359 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. pada siswa (Imam et al. , 2. Sport Education Model atau disebut SEM merupakan salah satu metode pendidikan formal yang dapat membuat siswa tertarik untuk mempelajari hal-hal baru. Hal ini sejalan dengan klaim Sidentop . bahwa yang mengikuti SEM akan berkembang menjadi atlet yang kompetitif, lincah, dan berprestasi (Hartono et al. , 2. Sport Education juga adalah kurikulum dan metodologi pengajaran yang digunakan untuk program pendidikan disekolah. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa model pendidikan olahraga (SEM) adalah model atau program pendidikan yang dapat memberikan banyak kesempatan belajar bagi siswa agar mereka lebih bersemangat dan berpengetahuan Setiap dibutuhkannya rasa percaya diri yang harus di miliki oleh masing-masing individunya, dengan memiliki rasa percaya diri yang baik pada saat melakukan pembelajaran menggunakan model Sport Education ini akan lebih mudah melakukannya serta terjadinya rasa ingin lebih tahu tinggi terhadap pembelajaran yang sedang di laksanakan. Kepercayaan diri sebagai salah satu variabel paling penting yang terkait dalam diri setiap individu (Hermanto, 2. Kepercayaan diri adalah kemampuan diri sendiri untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan dan dibutuhkan dalam hidup, dimana kepercayaan diri dimulai dari alam bawah sadar diri sendiri. Keyakinan menekankan kepuasan yang dirasakan seseorang tentang dirinya sendiri, tetapi seseorang yang percaya diri adalah individu yang merasa puas dengan dirinya sendiri (Dimyati,2. Dengan mengenali diri sendiri merupakan hal terpenting yang perlu dipahami dalam permainan futsal ini. Mengenali nilai diri sendiri sangat penting untuk melaksanakan tugas dan menjadi sangat optimis, tidak memihak, tabah, rasional, dan realistis untuk menyelesaikan masalah apa pun dengan situasi sebaik mungkin (Penjakora & Rahman. Orang tua dan guru sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan awal seorang anak salah satunya berperan besar dalam pembentukan kepercayaan diri pada anak (Dewi et al. , 2. Dalam M. Friski Setiawan. Yudy Hendrayana. Amung MaAomu. Syarifatunnisa. Analisis Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Permainan Futsal Dengan Menggunakan Sport Education Model Di Sekolah Menengah Atas meningkatkan kepercayaan diri merupakan sebagai keyakinan pada tingkat kemampuan melakukan suatu pembelajaran, dan perlu adanya dukungan baik dari lingkungan keluarga serta lingkungan sekitar baik seperti di sekolah dan diluar sekolah, untuk mengurangi tekanan Faktor kepercayaan diri yaitu adalah diri sendiri dan keluarga, lingkungan sosial juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian individu ketika bermain atau bersosialisasi bersama secara tidak langsung akan memberikan dampak baik dan buruknya kepercayaan diri seseorang (Penjakora & Rahman, 2. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepercayaan diri siswa terhadap pembelajaran permainan futsal dengan menggunakan Sport Education Model, karena dalam pembelajaran penjas biasanya siswa/siswi tidak percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya sehingga pembelajaran yang diberikan tidak seutuhnya didapat dan diterima dengan baik. METODE Jenis penelitian ini menggunakan metode survey. Metode survey digunakan untuk kebutuhan peneliti mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah, dan peneliti melakukan pengumpulan data dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan lain sebagainya (Apoko, 2. Dalam teknik pengambilan data ini menggunakan angket, menggunakan deskriptif kuantitatif yang dituangkan kedalam bentuk Instrumen yang digunakan dengan membagikan angket ke siswa melalui google form yang telah dibuat terdiri dari 10 soal angket Populasi yaitu merupakan keseluruhan dari kumpulan elemen yang memiliki sejumlah karakteristik umum, yang terjadi dari bidang-bidang untuk diteliti. Atau pendapat lain mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan kelompok dari orang-orang, peristiwa atau barang-barang yang diminati oleh peneliti untuk diteliti (Sampel, 2. Dari pernyataan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol 7 . 2023 | 349-359 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. keseluruhan 144 siswa kelas X dan XI yang ada di SMA. Kepercayaan diri dapat di ukur melalui pengisian angket yang telah dibuat sesuai dengan aspek percaya diri. Untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri mengenai Sport Education diterapkan ke dalam permainan futsal. Angket atau kuesioner merupakan suatu alat pengumpulan data primer dengan metode survey untuk memperoleh opini responden (Isti Pujihastuti Abstract, 2. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Dalam perhitungannya dibantu dengan menggunakan microsof excel 2010, angket yang digunakan dalam penelitian adalah Skala Likert dengan skor positive . dan skor negative . , angket berisi empat kategori tingkat jawaban, setuju, sangat setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Dengan menghitung mean adalah data yang diperlukan memiliki sekumpulan dua atau lebih bilangan dengan rumus mean = jumlah data/ banyaknya data. HASIL Pada bagian ini peneliti akan mengemukakan karakteristik dan pembahasan penelitian mengenai tingkat kepercayaan diri siswa dari kuantitatif sesuai dengan analisis yang telah di tentukan pada bab Hasil dari penelitian yaitu mencakup deskripsi data dan uji Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi uji statistik dengan bantuan microsoft excel 2010, dalam hal ini dimaksudkan agar hasil perhitungan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan yaitu siswa SMA kelas X dan XI. Dengan demikian akan diperoleh bahan yang lebih mendalan dan akurat untuk memahami dan menganalisis masalah utama dalam penelitian ini. Hasil dari jawaban kuesioner yang telah di sebar yaitu 144 jawaban responden dapat dilihat pada tabel berikut. Friski Setiawan. Yudy Hendrayana. Amung MaAomu. Syarifatunnisa. Analisis Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Permainan Futsal Dengan Menggunakan Sport Education Model Di Sekolah Menengah Atas Tabel 1. Identitas responden berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent laki-laki Total Data tabel 1 diatas menunjukkan dari seluruh jumlah 144 responden siswa sebanyak 42% atau 61 orang berjenis laki-laki dan sebanyak 57% atau 83 orang jenis kelamin perempuan. Sehingga lebih banyak responden perempuan dibandingkan dengan responden laki-laki. Tabel 2. Kepercayaan Diri KEPERCAYAAN DIRI Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Tinggi Sedang Rendah Total Tabel diatas menunjukkan bahwa dari 144 responden sebanyak 61% atau 89 siswa tinggi kepercayaan dirinya ketika pembelajaran futsal menggunakan model Sport Education, lalu sebanyak 26% atau 38 siswa sedang kepercayaan dirinya ketika pembelajaran futsal menggunakan model Sport Education dan ada sebanyak 11% atau 17 siswa rendah kepercayaan dirinya ketika pembelajaran futsal dengan menggunakan model Sport Education. PEMBAHASAN Model Sport Education ini memiliki tujuan mendidik siswa untuk menjadi pemain dalam arti sesungguhnya yang dimaksud disini yaitu dimana model pembelajaran yang menawarkan metode pembelajaran yang lebih lengkap, yaitu memilik tujuan khusus, proses pembelajaran Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol 7 . 2023 | 349-359 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. pendidikan jasmani pada umumnya tidak berlangsung secara lengkap sehingga ketiga aspek pendidikan jasmani tidak tercapai dengan baik (Purwanto et al. , 2. Sport Education digunakan sebagai media untuk meningkatkan aktivitas fisik dan motiviasi belajar (Hanif. , & Rahayu. Adanya pembelajaran penjas dan memilih metode model yaitu untuk memperluas pemahaman suatu pembelajaran dan kualitas lebih baik (Penney & McMahon, 2. Dalam penelitian ini kepercayaan diri yang dimiliki pada setiap individu siswa sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan pembelajaran dengan menggunakan model Sport Education ini, yaitu dimana siswa harus lebih berperan aktif dalam pembelajaran tidak hanya menjadi pemain saja dalam pembelajaran. Akan tetapi siswa bergerak aktif dan pembelajaran yang seperti kompetisi ada yang menjadi sebagai wasit, penghitung skor, dan pemain. Semua itu bergantian sehingga pengalaman dalam belajarnya dan ketiga aspek nilai dalam pembelajaran tersampaikan. Aspek sosial pun pasti akan berkembang dengan baik melalui aktivitas bermain antara dalam hal kerja sama, komunikasi, dan saling percaya diri (Bandi, 2. (Sport Psychology, perbedaan kepercayaan diri antara laki-laki dan perempuan terkait dengan kesesuaian gender yang dirasakan dari tugas yang sedang di lakukan. Wanita telah menunjukkan lebih rendah kepercayaan dirinya pada aktivitas yang tidak sesuai gender, tetapi tidak ada perbedaan gender dalam kepercayaan diri yang muncul untuk kinerja pada kegiatan netral Riset telah menunjukkan bahwa semakin AumaskulinAy suatu aktivitas dipertimbangkan, semakin besar perbedaannya percaya diri antara laki-laki dan perempuan. Ada beberapa penelitian terdahulu, penelitian dilakukan oleh . in, 2. berjudul Tingkat Rasa Percaya Diri Atlet Sepakbola Dalam Menghadapi Pertandingan, hasil yang diperoleh yaitu 40% bahwa disimpulkan bahwa rasa percaya diri sangatlah penting. Friski Setiawan. Yudy Hendrayana. Amung MaAomu. Syarifatunnisa. Analisis Tingkat Kepercayaan Diri Siswa Terhadap Pembelajaran Permainan Futsal Dengan Menggunakan Sport Education Model Di Sekolah Menengah Atas KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa SMA kepercayaan dirinya tiap individu sudah baik dalam pembelajaran Sport Education. Pendidikan merupakan kebutuhan bagi manusia yang berjalan terus menerus sepanjang kehidupan sehari-hari. Metode yang penelitian ini yaitu metode survey. Dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Dalam penelitian ini kepercyaan diri yang dimiliki pada setiap individu siswa sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan pembelajaran dengan menggunakan model Sport Education ini. REFERENSI