JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 p-ISSN 2088-0421. e-ISSN 2654-461X DOI: 10. 35968/m-pu Jurnal Ilmiah M Progress. Vol. No. 2 Juni 2025 https://journal. id/index. php/ilmiahm-progress/index PERAN PESANTREN DALAM MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA SANTRI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW BERDASARKAN METODOLOGI PRISMA Ali Nurdiansyah1*. Jhon Veri2 Universitas Putra Indonesia AuYPTK PadangAy. Sumatera Barat. Indonesia . alinurdiansyah30@gmail. *Korespondensi Penulis Abstrak Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter spiritual, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan jiwa kewirausahaan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran pesantren dalam membentuk jiwa wirausaha santri melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan metodologi PRISMA. Artikel yang direview dipilih berdasarkan kriteria inklusi seperti relevansi topik, rentang waktu publikasi 2013Ae2023, serta aksesibilitas penuh. Proses seleksi melibatkan empat tahap utama: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pesantren berperan strategis dalam membentuk jiwa wirausaha santri melalui integrasi nilainilai kewirausahaan dalam kurikulum, program pelatihan keterampilan, serta unit usaha mandiri. Temuan juga mengungkap bahwa keberhasilan program kewirausahaan di pesantren sangat dipengaruhi oleh dukungan internal dan eksternal, termasuk kepemimpinan, sumber daya, serta akses pasar. Tantangan utama mencakup keterbatasan manajemen usaha, infrastruktur, dan Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara pesantren, pemerintah, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem kewirausahaan santri yang berdaya Keywords: Pesantren. Jiwa Wirausaha. Santri. PRISMA. Systematic Literature Review. Pendidikan Kewirausahaan Abstract Islamic boarding school as a traditional Islamic educational institution not only plays a role in spiritual character building, but also has great potential in developing the entrepreneurial spirit of This study aims to systematically examine the role of pesantren in shaping the entrepreneurial spirit of santri through a Systematic Literature Review (SLR) approach with PRISMA methodological guidelines. The articles reviewed were selected based on inclusion criteria such as topic relevance, publication timeframe 2013-2023, and full accessibility. The selection process involved four main stages: identification, screening, eligibility, and inclusion. The analysis showed that pesantren play a strategic role in shaping the entrepreneurial spirit of students through the integration of entrepreneurial values in the curriculum, skills training programs, and independent business units. The findings also reveal that the success of entrepreneurship programs in pesantren is strongly influenced by internal and external support, including leadership, resources, and market access. The main challenges include limitations in business management, infrastructure, and digitalization. Therefore, this study recommends strengthening the synergy between pesantren, the government, and the private sector to build a competitive santri entrepreneurship ecosystem. Keywords: Islamic Boarding School. Entrepreneurial Spirit. Santri. PRISMA. Systematic Literature Review. Entrepreneurship Education 309 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 PENDAHULUAN usaha santri, koperasi pondok, pelatihan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis keterampilan hidup santri. Seiring dengan sebagai bagian dari kurikulumnya untuk menyiapkan santri menghadapi tantangan ekonomi modern. Pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren tidak hanya bertujuan menciptakan kemandirian finansial, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha muda yang beretika. Oleh karena itu, penting wirausaha santri secara sistematis. Saat ini, banyak pesantren mulai mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan Pendekatan kebutuhan untuk mencetak lulusan santri yang tidak hanya memiliki dasar keilmuan agama yang kuat, tetapi juga mampu keterampilan, dan digitalisasi bisnis mulai diperkenalkan di banyak pesantren sebagai ekstrakurikuler (Sulaiman, 2020. Latifah. Namun penelitian yang secara sistematis menganalisis bagaimana peran pesantren dalam membentuk jiwa kewirausahaan santri dari berbagai Oleh karena itu, penelitian ini Systematic Literature Review (SLR) dengan metodologi PRISMA pesantren berkontribusi dalam menumbuhkan karakter wirausaha di kalangan santri, serta mengidentifikasi model, tantangan, dan hasil yang telah dicapai (PRISMA Statement. Hasil penelitian ini diharapkan dapat strategis dalam membentuk jiwa wirausaha santri melalui pendekatan pendidikan. KERANGKA TEORI mandiri secara ekonomi (Huda, 2. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Dengan adanya pelatihan kewirausahaan. Islam santri diharapkan dapat mengembangkan membentuk karakter santri, tidak hanya dari potensi diri dalam menciptakan peluang sisi spiritual, tetapi juga dalam aspek sosial usaha yang halal dan bermanfaat bagi dan ekonomi. Menurut Dhofier . , pesantren merupakan lembaga pendidikan Pemberdayaan pesantren menjadi salah satu strategi yang relevan untuk meningkatkan kesejahteraan bandongan, dan pengajian kitab kuning. komunitas, sekaligus memperluas kontribusi Namun pesantren dalam pembangunan ekonomi pesantren mengalami transformasi menjadi Program-program 310 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 mengintegrasikan nilai-nilai agama, ilmu Peran pesantren dalam menumbuhkan jiwa wirausaha tidak terlepas dari kurikulum Hal ini didukung oleh dan budaya pesantren yang mendukung. Badan Litbang Kementerian Agama Diklat Pendidikan . , keterlibatan dalam koperasi santri, pelatihan keterampilan produksi, dan manajemen usaha mikro, telah menjadi bagian dari sistem Indonesia mengembangkan unit-unit usaha seperti Hidayat koperasi, pertanian, peternakan, dan industri . dalam penelitiannya di Pesantren kreatif untuk melatih santri agar memiliki Daarut Tauhiid menunjukkan bahwa program bekal hidup mandiri. santripreneur yang dipimpin oleh kyai secara Jiwa wirausaha atau entrepreneurial langsung berhasil meningkatkan kesadaran mindset merupakan kemampuan seseorang berwirausaha di kalangan santri. Sementara itu, penelitian oleh Sari dan Ahmad . memiliki keberanian dalam mengambil menyebutkan bahwa nilai-nilai Islam seperti risiko dan melihat peluang usaha. Zimmerer kejujuran . , amanah, dan keberkahan dan Scarborough . menyatakan bahwa menjadi landasan moral yang kuat dalam wirausaha adalah Authe ability to create and praktik kewirausahaan santri. Nilai-nilai ini build something from practically nothing. Ay Suryana . juga menegaskan bahwa pesantren dari pendekatan ekonomi sekuler. jiwa wirausaha terdiri dari komponen- Untuk komponen seperti kemandirian, keberanian komprehensif mengenai bagaimana pesantren mengambil risiko, dan keuletan dalam membentuk jiwa wirausaha santri, penelitian menghadapi tantangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic . Literature Review (SLR). Kitchenham . dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Huda, menjelaskan bahwa SLR bertujuan untuk Jawa Timur, menunjukkan bahwa pelatihan wirausaha yang dilakukan secara rutin dapat menyintesis semua penelitian relevan yang meningkatkan motivasi dan kepercayaan tersedia secara sistematis dan berstandar Penelitian ini menggunakan panduan Temuan serupa juga dijumpai metodologi PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta- menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif Analyse. sebagaimana dikembangkan oleh santri dalam kegiatan ekonomi pesantren Moher et al. , yang melibatkan empat mampu membentuk sikap ulet, tangguh, dan tahap utama, yaitu: identifikasi literatur. Wahyuni Susanti Mulyadi . , 311 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Perumusan Masalah penyertaan akhir. Dengan metodologi ini, peneliti dapat merangkum berbagai studi tentang praktik kewirausahaan di pesantren Penyusunan Kerangka Teoritis secara objektif, terstruktur, dan transparan. Gabungan dari literatur teoritis dan Pemilihan Metode Penelitian memberikan landasan yang kuat untuk menjawab pertanyaan utama dalam studi ini, yaitu bagaimana peran pesantren dalam Pengumpulan Data membentuk jiwa kewirausahaan santri. Pendekatan SLR PRISMA menggambarkan tren umum, tetapi juga Analisis Data yang dapat dijadikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut di lingkungan Gambar 1. Tahapan Penelitian Adapun Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan metodologi PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta- METODE PENELITIAN Analyse. Langkah awal dalam penelitian ini pendekatan Systematic Literature Review dimulai dengan identifikasi masalah yang (SLR) PRISMA dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan (Preferred Reporting Items for Systematic jiwa kewirausahaan di kalangan santri sebagai Reviews and bagian dari pengembangan sumber daya Penelitian Meta-Analyse. PRISMA menyediakan kerangka yang sistematis untuk menyusun dan melaporkan kajian literatur manusia yang mandiri dan produktif. Kemudian secara transparan dan replikatif. Proses seleksi artikel dalam penelitian Dalam tahap ini, peneliti menentukan ini dilakukan dalam lima tahap utama, yaitu: kriteria inklusi yaitu artikel yang membahas secara eksplisit tentang peran pesantren dan rentang waktu 2013 hingga 2023, berasal dari jurnal ilmiah nasional atau internasional yang bereputasi, dan tersedia dalam akses penuh 312 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 . ull-tex. Sementara itu, kriteria eksklusi diekstrak meliputi informasi seperti nama mencakup artikel yang tidak relevan dengan penulis, tahun terbit, tujuan penelitian, metode fokus kajian, tidak tersedia secara lengkap, penelitian, dan temuan utama. Data tersebut merupakan duplikat, atau hanya berupa opini kemudian dikelompokkan berdasarkan tema non-ilmiah. atau subtema yang relevan, seperti model Tahap ketiga adalah pencarian literatur dengan menggunakan beberapa basis data strategi program wirausaha berbasis pesantren, seperti Google Scholar. DOAJ. Garuda, serta faktor pendukung dan penghambat Scopus, dan lain-lain. Proses pencarian pelaksanaan kewirausahaan santri. dilakukan dengan menggunakan kata kunci Tahap selanjutnya analisis dan sintesis yang disesuaikan seperti Auperan pesantrenAy. Peneliti melakukan analisis tematik Auwirausaha santriAy. Auentrepreneurship in terhadap seluruh artikel yang telah dikodekan pesantrenAy. Boolean untuk mengidentifikasi pola dan hubungan operator seperti AND dan OR. Hasil dari antar temuan. Proses ini menghasilkan narasi pencarian ini kemudian didokumentasikan yang menggambarkan bagaimana pesantren dan digunakan untuk proses seleksi literatur. berperan dalam membentuk jiwa wirausaha Pada tahap keempat, dilakukan seleksi santri, strategi-strategi apa saja yang telah studi berdasarkan alur PRISMA, yang terdiri diterapkan, serta keberhasilan dan tantangan dari empat tahapan utama, yaitu: identifikasi, yang dihadapi dalam implementasinya. , . , . Dalam simpulan dan implikasi penelitian. Peneliti menyimpulkan peran pesantren secara umum sebanyak 356 artikel. Selanjutnya dilakukan dalam pengembangan jiwa kewirausahaan Langkah terakhir adalah menyusun abstrak sebanyak 194 artikel. Artikel yang maupun peneliti selanjutnya. Hasil mendalam dan menghasilkan 47 artikel yang dianggap layak. Pada tahap eligibility dengan dilaporkan sesuai dengan pedoman pelaporan membaca keseluruhan isi untuk memastikan sistematik PRISMA, termasuk menyertakan kesesuaiannya dengan topik. Artikel yang memenuhi semua kriteria akan dimasukkan pendukung yang menjelaskan proses dan hasil sebagai sumber kajian utama. Setelah PRISMA tabel-tabel dilakukan ekstraksi dan pengkodean data terhadap artikel-artikel terpilih. Data yang 313 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN dibutuhkan untuk terjun ke dunia usaha. Namun pengembangan kewirausahaan di pesantren sangat dipengaruhi oleh adanya dukungan dari Faktor seperti komitmen pimpinan ketersediaan pelatihan, serta akses terhadap Gambar 2. Hasil Penelitian sumber daya menjadi hal krusial yang perlu Grafik di atas menunjukkan bahwa . odel progra. , serta hasilnya . ampak terhadap jiwa wirausah. , dibandingkan pada aspek tantangan dan hambatan. Hal ini bisa menjadi celah bagi penelitian selanjutnya penghambat dan faktor pendukung secara mendalam, guna menghasilkan pendekatan sistematik ini dapat disimpulkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk jiwa wirausaha santri melalui pendekatan pendidikan, pembiasaan praktik nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pembinaan ekonomi produktif berbasis nilainilai Islam. Upaya ini terbukti mampu manajerial, keterbatasan teknologi, dan akses pasar yang sempit. Oleh kapasitas kelembagaan pesantren dalam hal pemerintah, lembaga pelatihan, dan sektor Bagi pesantren, hal ini dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum kewirausahaan, pelatihan praktik bisnis, dan pendirian unit kebijakan, temuan ini mendorong perlunya Berdasarkan usaha berbasis potensi lokal. Bagi pembuat KESIMPULAN Di sisi lain, tantangan yang memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini membuka peluang untuk mengkaji efektivitas model kolaboratif antar-stakeholder dalam faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi 314 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 DAFTAR PUSTAKA