Volume 1 No. 1 April 2021 PARAVISUAL : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Multimedia e-ISSN: x-x-xx p-ISSN: x-x-xx DOI: x-x-xx. Politeknik Harapan Bersama available at: http://ejournal. id/index. php/paravisual DOODLE ART DALAM KEMASAN KEMBANG GOYANG Eros Rosita 1*. Astuti 2. Ibnu Fadilah3 1,2,3 Universitas Indraprasta PGRI. Indonesia *email: errossita@gmail. Abstrak: Kembang goyang merupakan salah satu camilan tradisional Betawi yang kurang mendapat minat dibandingkan dengan camilan-camilan modern lainnya. Kemasan yang kurang menarik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi rendahnya daya beli konsumen terhadap camilan ini. Untuk itulah diperlukan inovasi desain kemasan yang menarik dengan mengusung tema kebaruan tanpa meninggalkan ciri khas dari budaya Betawi itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa kemasan yang baik adalah kemasan yang mampu menyampaikan tujuannya kepada konsumen. Dalam hal ini, penggunaan ilustrasi menjadi poin penting dalam merancang sebuah kemasan karena ilustrasi mampu menyampaikan pesan secara visual. Penerapan ilustrasi doodle art dalam kemasan kembang goyang akan memberikan nuansa baru terhadap kemasan sekaligus memberikan identitas atau ciri khas produk kembang goyang serta menjadikannya berbeda dengan produk lain yang sejenis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang mengacu pada referensi buku maupun sumber digital lainnya berupa jurnal ilmiah, artikel maupun laman pada Adapun metode pengumpulan data yang diperoleh ini merupakan hasil hipotesis dan pengembangan ide dari sumber-sumber yang sudah ada. Output yang dihasilkan dari penelitian ini adalah berupa rancangan ilustrasi doodle art pada kemasan kembang goyang yang diharapkan mampu meningkatkan minat dan daya beli masyarakat terhadap camilan tradisional kembang goyang. Kata kunci: Kemasan. Kembang Goyang. Betawi. Doodle Art PENDAHULUAN Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya yang meliputi adat istiadat, bahasa, kesenian daerah, kuliner dan lain sebagainya. Produk kuliner dari masing-masing daerah memiliki ciri khasnya sendiri. Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia memiliki camilan tradisional yang sangat beragam, seperti kembang goyang, biji ketapang, akar kelapa dan lain-lain. Sebagian besar produk kuliner tradisional ini dikelola oleh Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang mana masih terbilang minim dalam pengembangan industrinya dibandingkan dengan camilan modern yang lebih Dalam perkembangannya, produk kuliner tradisional ini kurang mendapat peminat, khususnya di kalangan remaja. Untuk kemasannya sendiri sebagian besar masih dikemas secara tradisional. Menurut . sebagian besar kemasan produk UMKM memiliki desain yang kurang menarik, kurang inovatif dan kurang kreatif. Produk camilan yang hanya dibungkus dengan plastik transparan tanpa label atau informasi apa pun memberikan kesan kurang menarik. Produk UMKM sebaiknya memiliki desain kemasan yang menarik, karena salah satu elemen terpenting dalam visual marketing adalah dari unsur kemasannya. Menurut . kemasan mampu menjadi daya tarik suatu produk. Desain kemasan memberikan pengaruh dan respons positif kepada konsumen untuk AVisual and Communication-Politeknik Harapan Bersama E. Rosita et. Vol. 1 No. membeli suatu produk. Kemasan bukan lagi berfungsi sebagai pelindung . ackaging protect what is sell. , melainkan berfungsi juga untuk menjual produk . ackaging sells what is protec. Untuk itulah diperlukan desain kemasan yang menarik karena desain kemasan harus memiliki nilai estetika sebagai media untuk berkomunikasi dengan semua orang dari berbagai latar belakang dan minat . Seiring perkembangannya, kemasan dengan ilustrasi doodle art mulai banyak diminati karena tampilan desainnya yang unik dan modern. Adapun definisi dari doodle art itu sendiri dalam penelitian ini merujuk pada beberapa pendapat, salah satunya ialah . bahwa doodle merupakan bentuk, pola, gambar atau coretan yang yang dihasilkan oleh seseorang dalam keadaan diam, tetapi memiliki fokus perhatian dan pikiran di tempat lain. Pengaplikasian gaya doodle art dengan konsep budaya Betawi akan membuat kemasan camilan tradisional kembang goyang menjadi lebih menarik, unik dan modern, tanpa meninggalkan identitas aslinya. Inovasi dalam desain kemasan ini perlu dilakukan agar kemasan produk camilan tradisional tidak ketinggalan zaman dan tetap mampu bersaing dengan produk kuliner modern. Hal ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan camilan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah membuat konsep perancangan doodle art pada kemasan camilan tradisional kembang goyang sebagai upaya untuk meningkatkan citra kemasan produk tradisional. Dengan adanya kemasan yang unik dan modern, diharapkan mampu menjadi daya tarik suatu produk sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap camilan tradisional, khususnya dalam hal ini adalah kembang goyang. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi pustaka yang mengacu pada sumber cetak seperti buku, maupun sumber digital lainnya seperti jurnal ilmiah, artikel, maupun laman website. Selain itu, metode analisis data diperoleh dari hasil pengolahan data dan pengembangan gagasan dari sumbersumber yang telah dikumpulkan dan diklasifikasikan sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kembang goyang atau kembang loyang adalah camilan khas Betawi yang terbuat dari tepung beras. Dinamakan kembang goyang karena bentuknya seperti kelopak bunga dan cara pengolahannya adalah dengan digoyang-goyang. Konsep utama perancangan ilustrasi yang digunakan dalam kemasan camilan tradisional kembang goyang ini adalah doodle art. Doodle dalam bahasa Indonesia berarti AomencoretAo. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan doodle art mengacu pada pendapat . adalah gaya menggambar dengan cara mencoret, terkadang karya yang dihasilkan tidak memiliki makna dan bentuk yang sebenar-benarnya . , tetapi terlihat unik dan menarik. Sementara itu, menurut . doodle merupakan bentuk, pola, gambar atau coretan yang dihasilkan oleh seseorang dalam keadaan diam tetapi memiliki fokus perhatian dan pikiran di tempat lain. Rosita et. Vol. 1 No. Tahap Pembuatan Ilustrasi Doodle Art Fig 1. Tampilan Interface Software Adobe Photoshop Ilustrasi merupakan sebuah seni gambar yang digunakan untuk memperjelas maksud dan tujuan secara visual. Ilustrasi merupakan salah satu elemen penting Selain merepresentasikan pesan melalui suatu kemasan, ilustrasi juga berperan sebagai elemen estetis yang diharapkan mampu meningkatkan daya jual sekaligus berperan sebagai identitas suatu produk yang menjadikannya berbeda dengan produk lain yang sejenis. Ilustrasi yang digunakan dalam perancangan ini adalah ilustrasi doodle art yang terinspirasi dari ikon-ikon kota Jakarta dimana budaya Betawi lahir dan Ikon kota Jakarta yang digunakan antara lain: Rumah Kebaya, merupakan rumah adat Betawi. Dinamakan rumah kebaya karena atapnya yang berbentuk seperti lipatan kebaya. Opelet, merupakan kendaraan beroda empat yang merajai Jakarta pada era 1960-an hingga 1970-an. Sebelum keberadaannya digantikan oleh Mikrolet, opelet lebih dahulu menjadi primadona alat transportasi yang paling diminati di Jakarta. Ondel-ondel, merupakan kesenian khas Betawi. Ondel-ondel berwujud boneka yang dibuat secara berpasangan dengan tinggi mencapai 2,5 meter. Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran dibuat pada tahun 1964-1965 untuk menghormati pahlawan dan penerbang Indonesia. Patung ini pun menjadi salah satu ikon dari Kota Jakarta. Patung Selamat Datang, merupakan salah satu ikon Jakarta yang berada di Bundaran Hotel Indonesia. Awalnya patung ini dibuat pada tahun 1962 untuk menyambut para atlet Asian Games pada waktu itu. Menara BNI atau biasa disebut sebagai Wisma 46, merupakan sebuah gedung perkantoran yang berada di Jalan Sudirman dan merupakan gedung tertinggi kedua di Indonesia. Rosita et. Vol. 1 No. Monas atau Monumen Nasional dibangun pada tahun 1961 dan merupakan simbol dari kegigihan rakyat Indonesia melawan kolonialisme pada saat itu. Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos merupakan stasiun peninggalan Belanda yang beroperasi pada tahun 1878. Museum Fatahillah, merupakan gedung peninggalan Belanda. Dibangun pada tahun 1620 dan diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tahun Masjid Istiqlal terletak di Jakarta dan menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara. Tari Yapong diciptakan pada tahun 1977 dan dipersiapkan untuk memeriahkan ulang tahun Jakarta yang ke-450. Palang Pintu merupakan kesenian khas Betawi yang biasa ditampilkan saat sedang berlangsungnya pernikahan. Kesenian Palang Pintu memadukan unsur silat dan pantun jenaka. Pohon Kecapi. Kecapi merupakan tanaman khas Betawi yang keberadaannya saat ini mulai langka. Ikon-ikon Kota Jakarta seperti yang telah disebutkan di atas dipilih untuk merepresentasikan budaya Betawi dalam kemasan kue kembang goyang, camilan tradisional khas Betawi. Fig 2. Hasil scan manual sketsa menjadi outline format digital Pada tahap ini, doodle art dibuat secara manual di atas kertas, kemudian discan untuk mendapatkan file digital. Tahap pewarnaan dilakukan secara digital melalui aplikasi Adobe Photoshop dengan menggunakan mode warna CMYK untuk mendapatkan hasil cetakan yang maksimal. Rosita et. Vol. 1 No. Fig 3. Tahap pewarnaan ilustrasi secara digital Setelah melalui tahap-tahap seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu 1. Menggambar ilustrasi secara manual, 2. Scan gambar tersebut dan 3. Pewarnaan ilustrasi secara digital menggunakan Software Adobe Photoshop, tahap selanjutnya ialah perancangan kemasan Kembang Goyang sebagai berikut: Rosita et. Vol. 1 No. Tahap Perancangan Kemasan Kembang Goyang Fig 4. Doodle art pada kemasan kembang goyang isi 24 E. Rosita et. Vol. 1 No. Fig 5. Doodle art pada kemasan kembang goyang isi 58 Ilustrasi doodle art menjadi elemen visual inti pada kemasan kembang goyang yang mampu menjadi point of interest dan point of sale suatu produk yang dijual di Ilustrasi dipilih karena penggunaan visual jauh lebih menarik dan unik dibandingkan dengan logo maupun tulisan pada umumnya. Konsep utama ilustrasi doodle art menggunakan pendekatan historis dengan tetap menampilkan ciri khas Betawi yang dikemas secara modern. Pengembangan karakter ditujukan untuk mendukung komunikasi merek, mempromosikan produk dan sebagai perwujudan dari kepribadian merek itu sendiri . Dilihat dari unsur estetikanya, kemasan kembang goyang dengan menggunakan ilustrasi doodle art ini lebih memiliki daya tarik dibandingkan dengan kemasan yang hanya menggunakan pola atau ornamen-ornamen khas Betawi E. Rosita et. Vol. 1 No. sebagai gaya visual kemasan pada umumnya. Penerapan ilustrasi doodle art dengan menggunakan ikon-ikon Kota Jakarta memberikan corak dan warna yang baru pada kemasan, sekaligus memberikan identitas pada produk kembang goyang yang menjadikannya berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. SIMPULAN Kembang goyang merupakan camilan khas Betawi yang pada umumnya dikelola oleh industri UMKM. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam dunia pemasaran, desain kemasan memiliki peran penting untuk meningkatkan daya jual suatu produk. Maka dari itu, penerapan ilustrasi doodle art dengan konsep budaya Betawi akan membuat kemasan camilan tradisional kembang goyang menjadi lebih menarik, unik dan modern, tanpa meninggalkan identitas aslinya. Selain itu, dalam penelitian ini pemilihan ikon-ikon kota Jakarta menggunakan konsep doodle art menjadi representasi identitas yang memuat pesan serta tujuan kepada masyarakat bahwa kembang goyang merupakan camilan tradisional yang berasal dari Jakarta atau bagian dari budaya Betawi. DAFTAR PUSTAKA