367 Jurnal Info Kesehatan Vol 15. No. Desember 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Kidney Injury Molecule-1 (Kim-. as Early Biomarker of Diabetic Nephropathy in Diabetes Mellitus Type 2 Patients Kidney Injury Molecule-1 (Kim-. Sebagai Biomarker Dini Nefropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Marni Tangkelangi Analis Kesehatan. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: marnitangkelangi@poltekkeskupang. ARTICLE INFO: Keywords: KIM-1 Diabetic nephropathy Albuminuria ABSTARCT/ABSTRAK Diabetic nephropathy is a chronic complication of type 2 diabetes mellitus (DM). To prevent the onset or progression of nephropathy, a biomarker is needed that can detect kidney problems at an early stage. This study aims to determine differences in urine KIM-1 levels and correlation of levels of KIM-1 with albuminuria in patients with Non-Nephropathy DM. Insipien Nephropathy and Diabetic Nephropathy and the role of KIM-1 as an early biomarker of Diabetic Nephropathy. This research was conducted at Dr. Wahidin Sudirohusodo and his networking hospital. This study used a cross sectional design with the number of type 2 DM patients as many as 78 people who met the inclusion criteria. The results showed that KIM-1 levels in patients with Non-Nephropathy DM . ALB] <20 mg/L). Ineffective Nephropathy . ALB 20-300 mg / L) and Diabetic Nephropathy . ALB> 300 mg/L) respectively is 0. 862 A 0. 246 ng / mL, 2. 409 A 0. ng/mL and 3. 503 A 0. 370 ng / mL. There were differences in mean KIM-1 levels between Non Nephropathy and Nephropathy Insipid . ig = 0. 000 p <0. Non Nephropathy and Diabetic Nephropathy . ig = 0. 000 p <0. Insipid Nephropathy and Diabetic Nephropathy . ig = 0. 000 p <0. Correlation between KIM-1 level with albuminuria concentration in patients with Non Nephropathy DM . = sig <0. Nephropathy Insipien . = 0. sig <0. and Diabetic Nephropathy . = 0. sig <0. There are levels of KIM-1 that exceed the normal limit (> 0. 837 ng / mL) in patients with non-nephropathy DM . so that KIM-1 can be considered as an early biomarker of diabetic nephropathy. Kata Kunci: KIM-1 Nefropati Diabetik Albuminuria Nefropati Diabetik merupakan komplikasi kronis dari Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Untuk mencegah timbulnya atau progresi nefropati maka dibutuhkan biomarker yang dapat mendeteksi adanya gangguan ginjal pada tahap dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar KIM-1 urin dan korelasi kadar KIM-1 dengan albuminuria pada pasien DM Non Nefropati. Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik serta peran KIM-1 sebagai biomarker dini Nefropati Diabetik. Penelitian ini dilakukan di Rmah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo dan rumah sakit jejaringnya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah pasien DM tipe 2 sebanyak 78 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar KIM-1 pada pasien DM Non Nefropati . ALB] <20 mg/L). Insipien Nefropati . ALB 20-300 mg/L) dan Nefropati Diabetik . ALB >300 mg/L) berturut-turut adalah 862A0. 246 ng/mL, 2. 409A0. 816 ng/mL dan 3. 503A0. ng/mL. Terdapat perbedaan rerata kadar KIM-1 antara DM Non Nefropati dan Insipien Nefropati . ig=0. 000 p<0. Non Nefropati dan Nefropati Diabetik . ig=0. 000 p<0. Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik . ig=0. 000 p<0. Korelasi antara kadar KIM-1 dengan konsentrasi albuminuria pada pasien DM Non Nefropati . = 0. sig<0. Insipien Nefropati . = 0. sig<0. dan Nefropati Diabetik . = sig<0. Terdapat kadar KIM-1 yang melewati batas normal (>0. 837 ng/mL) pada pasien DM Non Nefropati . sehingga KIM-1 dapat dipertimbangkan sebagai biomarker dini Nefropati Diabetik. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Marni Tangkelangi. Analis - Poltekkes Kemenkes Kupang - 85111 Email: marnitangkelangi@poltekkeskupang. PENDAHULUAN Diabetes Mellitus keempat penderita DM di dunia dengan 8 (DM) juta penderita. kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang dihasilkan dari kerusakan pada sekresi insulin, kerja (ADA. Konsistensi kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan penyakit serius yang darah, mata, ginjal, saraf dan gigi. Dihampir negara-negara tinggi. DM merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi tungkai bawah (IDF. World Health Organization . , merilis data jumlah penderita DM diseluruh dunia tahun 2000 sebanyak 171 juta dan pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 366 juta, indonesia menempati urutan Tahun termasuk dalam urutan keempat Penyakit Tidak Menular (PTM) terbanyak yaitu sebesar 6,65% dan urutan kelima terbesar PTM penyebab kematian yaitu sebesar 6,28%, bahkan Tahun 2010 DM menjadi PTM Sulawesi Selatan yaitu sebesar 41,56% (Dinkes Provinsi Sulsel, 2. Angka kejadian penyakit DM di Kota Makassar pada tahun 2011 yaitu 5. 7 ribu kasus pada Tahun 2012 meningkat menjadi 7 ribu kasus (Dinkes Kota Makassar, 2. Nefropati Diabetik merupakan komplikasi kronik dari DM Tipe 1 . erusakan sel beta-kekurangan Tipe . esistensi insulin dan/atau berkurangnya sekresi insuli. (Vujicic et al. , 2. Nefropati Diabetik ditetapkan apabila kadar albumin urin penderita DM >300 mg/24 jam KIM-1 dapat dilepaskan secara simultan secara persisten (Rossing, 2. Tanpa namun peran ektodomain KIM-1 yang (Ichimura et al. , 2008. Borst et al. , 2. Glomelurus Filtration Rate (GFR) yang berakhir pada Gagal Ginjal Terminal (Parving et al. , 2004. Obineche Adem. Insidensi nefropati pada penderita DM Tipe 2 berkisar 24-40% dalam durasi 20 tahun, dengan dilepaskan ke lumen ini belum diketahui peningkatan progresif albuminuria, resiko Dengan 20-40% berkembang menjadi Nefropati Diabetik gangguan ginjal dalam durasi 10 tahun (Vora, 2. Hasil Pengamatan Carlsson et al Nielsen menyimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan kadar KIM-1 pada kelompok normoalbuminuria, mikroalbuminuria dan Penelitian menemukan KIM-1 urin meningkat pada kadar albumin urinnya (Sang Soo et al. KIM-1 Urin dengan progresi Nefropati Diabetik yang mengarah pada Penyakit Ginjal Stadium Kidney Injury Molecule 1 (KIM-. Akhir (Nielsen et al, 2. Dalam sebuah review menyebut KIM-1 sebagai AuNovel dengan berat molekul berat molekul 80-85 Biomarkers of Diabetic NephropathyAy selain kDa yang mempunyai domain ekstraselular enam biomarker ginjal lainnya (Pasific . erdiri dari domain mirip immunoglobulin Biomarker, 2. dan domain musi. dan domain sitoplasmik (Ichimura et al. , 2004. Timmeren et al. KIM-1 muncul pada membran apikal dari sel epithelial tubulus ginjal tikus yang mengalami iskemik atau keracunan tetapi tidak terdeteksi pada jaringan normal ginjal (Ichimura et al. , 2. KIM-1 Biomarker Tubulus dalam kasus baik DM Tipe 1 maupun DM Tipe 2, bahkan terdapat pendapat ahli yang mengatakan KIM-1 dapat memprediksi adanya gangguan pada ginjal sebelum terjadinya mikroalbuminuria. Penelitian Ichimura et al . Banyak hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui perbedaan kadar KIM-1 urin menunjukkan ektodomain KIM-1 berfungsi sebagai reseptor fagositik yang mengenali albuminuria pada pasien DM Non Nefropati, fosfatidilserin di permukaan sel mati. Epitel Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik tubulus kemudian memfagosit sel mati, serta peran KIM-1 sebagai biomarker dini membawanya ke lisosom sehingga dapat Nefropati Diabetik. membersihkan lumen tubulus dari debris KIM-1 METODE PENELITIAN Desain dan Lokasi Penelitian mikroalbuminuria dan konsentrasi >300 Penelitian ini menggunakan desain poliklinik, laboratorium dan ruang rawat inap Pelamonia dan RSUD Maro. selama bulan Juli-September 2016. semua pasien DM Tipe 2 yang menjalani rawat jalan dan rawat inap di RSWS dan RS Jejaring lainnya yang memenuhi kriteria Kadar KIM-1 diperiksa dari urin pagi . orsi Non Nefropati. Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik >30 tahun dan menandatangani Informed Sampel penelitian ini berjumlah 78 pasien yang terbagi menjadi 3 kelompok (DM Non Nefropati. Insipien Nefropati dan Diabeti. masing-masing berjumlah 26 orang. Metode ELISA Sandwich (R&D Systems. USA). Kriteria objektif kadar KIM-1 normal apabila kadarnya 0,006-0,837 ng/mL. Analisis Data inklusi penelitian . enderita DM tipe 2, usia Hasil konsentrasi albuminuria dan kadar KIM-1 Pasien Non Nefropati. Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik digunakan Uji Kruskal-Wallis perbedaan rerata kadar KIM-1, selanjutnya menggunakan uji Mann-Whitney sebagai uji Pengumpulan Data post hoc. Uji korelasi menggunakan uji Subyek penelitian yang memenuhi 2 (Roche. USA). 1/KIM-1/HAVCR Populasi pada penelitian ini adalah dengan kit Quantikine ELISA Human TIM- Populasi dan Sampel Nefropati menggunakan kit Tina-quant Albumin Gen. RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) dan RS Jejaring lainnya (RSPTN Unhas. RS antara konsentrasi albumin dengan kadar wawancara/anamnesis untuk memperoleh KIM-1. Untuk melihat perbedaan rerata kadar KIM-1 pada pasien DM Non Nefropati subjek, misalnya umur, riwayat penyakit, antara meninggi dan normal digunakan t- dan seterusnya. Sampel urin pertama dipagi independent test. Spearman hari . orsi tenga. pasien, dikumpulkan secara aseptik ke dalam pot urin dan Urin disimpan pada suhu O -20 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan terhadap 78 pasien rawat jalan dan rawat inap yang AC. memenuhi kriteria inklusi pada bulan JuliKonsentrasi albuminuria dalam urin pagi . orsi tenga. pasien diperiksa dengan metode immunoturbidimetri. Konsentrasi <20 mg/L digolongkan normoalbuminuria. September 2016. Tabel 1 menjelaskan subjek penelitian ini terdiri dari laki-laki sebanyak 47 orang . 3%) dan perempuan sebanyak 31 orang . 7%), frekuensi usia terbanyak adalah 40-60 tahun . %). Subjek penelitian dibagi ke dalam 3 sedangkan lamanya pasien menderita DM terbanyak adalah 5-10 tahun . 7%). Pengukuran tekanan darah pasien ditemukan pre hipertensi . istol 120-139 mmHg. diastol 80-89 mmH. sebanyak 30 orang . 5%) dan hipertensi . istol Ou140 mmHg. diastol Ou80 mmH. sebanyak 34 orang . 6%), perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) ditemukan pasien over weight albuminuria . ALB) dan data rekam medik. DM Non Nefropati dengan uALB: <20 mg/L . , uALB: Insipien Nefropati . dan Nefropati Diabetik uALB >300 (IMT Lk >25. Pr >23. sebanyak 37 orang . 4%) (Tabel . Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian Karakteristik n=78 Jenis Kelamin (JK) Laki-laki (L. Perempuan (P. Persentase (%) Umur (Tahu. <40 >80 Lama DM (Tahu. Tekanan Darah . (TD) Normal Pre hipertensi Hipertensi Indeks Massa Tubuh (IMT) Under Weight Normal Over Weight Analisis statistik dilakukan untuk kadar KIM-1 yaitu tekanan darah sistol. IMT, mengetahui keterkaitan antara kadar KIM-1 dan GDP. Kadar KIM-1 tidak berbeda bermakna pada laki-laki dan perempuan, terpapar pada Tabel 2. Hasil analisis umur dan lama DM juga tidak berkorelasi dengan KIM-1. subjek penelitian yang korelasi dengan Karakteristik Min. Max. Mean 0,594a 3,998 a 2,182 a 1,277 a 0,399 a 3,994 a 2,372 a 1,118 a Sig. b Umur (Tahu. Lama DM (Tahu. IMT Sistol Diastol Tabel 2. Analisis Statistik Kadar KIM-1 dengan Karakteristik Subjek Penelitian Rerata kadar KIM-1 . in-ma. berturut-turut dilakukan uji Post Hoc dengan uji Mann- pada DM Non Nefropati. Insipien Nefropati Whitney (Tabel . pada tiap uji disimpulkan dan Nefropati Diabetik adalah 0. terdapat perbedaan bermakna kadar KIM-1 . ng/mL, 2. ng/mL terdapat pada Pasien DM Non Nefropati dan 503 . ng/mL. Uji beda Insipien Nefropati . =0. 000<0. Pasien pada 3 kelompok pasien dengan uji Kruskal- DM Non Nefropati dan Nefropati Diabetik Wallis, nilai significancy: 0,000 . <0,. =0. 000<0. sehingga disimpulkan setidaknya terdapat Nefropati perbedaan kadar KIM-1 yang bermakna . =0. 000<0. Pasien Nefropati Insipien Diabetik diantara 3 kelompok pasien. Selanjutnya Tabel 3. Perbandingan Rerata Kadar KIM-1 pada Pasien DM Non Nefropati. Insipien Nefropati. Nefropati Diabetik Kelompok Albuminuria DM Non Nefropati Insipien Nefropati DM Non Nefropati Nefropati Diabetik Insipien Nefropati Nefropati Diabetik Kadar KIM-1 . g/mL) Min. Max. Mean 0,399 1,305 0,862 1,258 2,386 2,409 0,399 1,305 0,872 2,959 3,998 3,503 1,258 2,386 2,409 2,959 3,998 3,503 Sig. (P) A0. A0. A0. A0. A1. A0. Gambar 1 menunjukkan hubungan antara pasien Nefropati Diabetik . = 0. kadar KIM-1 dengan konsentrasi albumin <0. disimpulkan terdapat korelasi positif pada tiap kelompok pasien. Hasil uji korelasi yang bermakna antara kadar KIM-1 dengan Spearman antara kadar KIM-1 dengan Konsentrasi Albumin pada masing-masing konsentrasi albuminuria pada pasien DM kelompok dan kekuatan korelasinya sangat Non Nefropati . = 0. sig<0. , pasien Insipien Nefropati . = 0. sig<0. dan Gambar 1. Distribusi Kadar KIM-1 Terhadap Konsentrasi Albumin pada pasien DM Non Nefropati. Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik Rentang normal kadar KIM-1 yaitu 0. meninggi (Gambar . Catatan penting dari 837 ng/mL, rerata kadar KIM-1 normal . = hasil ini adalah pada pasien DM Non . 663A0. 110 ng/mL dan rerata Nefropati . terdapat kadar KIM-1 KIM-1 = 094A0. 116 ng/mL (Gambar . Hasil mengindikasikan kemungkinan besar telah analisa uji t-independent p = 0. 000 <0,05 terjadi kerusakan tahap dini pada organ yang berarti terdapat perbedaan bermakna kadar KIM-1 pada kelompok normal dan Gambar 2. Hubungan Kadar KIM-1 dan Konsentrasi Albumin pada pasien DM Non Nefropati (Normoalbuminuri. PEMBAHASAN Pada Penelitian ini urutan rerata Hasil penelitian ini menunjukkan kadar KIM-1 tertinggi hingga terendah kadar KIM-1 pada pria adalah 2. 182A1. ng/mL dan wanita 2. 372A1. 118 ng/mL, uji ng/mL). Insipien Nefropati . 409A0. beda menyimpulkan tidak ada perbedaan ng/mL) dan pasien DM Non Nefropati kadar KIM-1 yang bermakna pada laki-laki . 862A0. 246 ng/mL), hasil uji statistik maupun perempuan. Umur rata-rata subjek dalam penelitian ini adalah 55,42A11,09 bermakna kadar KIM-1 pada pasien DM Non tahun dengan umur terbanyak adalah 40-60 Nefropati. Insipien Nefropati dan Nefropati tahun, uji korelasi antara umur dengan kadar Diabetik. Hal ini sesuai dengan pengamatan KIM-1 sig. >0,05 atau tidak terdapat korelasi Carlsson et al . dan Nielsen et al yang bermakna antara umur dengan kadar . , yang juga menyimpulkan terdapat KIM-1. perbedaan yang signifikan kadar KIM-1 pada Lamanya pasien menderita DM rata- Nefropati Diabetik . 503A0. 27 tahun dengan durasi 2 hingga 24 tahun, uji korelasi antara kadar KIM-1 Kesepakatan dengan lamanya menderita DM disimpulkan disimpulkan terdapat kadar KIM-1 tertinggi tidak ada korelasi yang bermakna. Rata-rata pada Nefropati Diabetik, kemudian disusul tekanan sistol 146. 09 mmHg dan tekanan pada Insipien Nefropati dan terendah pada DM Non Nefropati. KIM-1 Pengujian terhadap hubungan antara dengan tekanan sistol namun kekuatan kadar KIM-1 dan konsentrasi albumin pada korelasinya lemah . = 0. , tekanan kelompok pasien DM Non Nefropati. Insipien diastol tidak berkorelasi bermakna dengan Nefropati dan Nefropati Diabetik, hasil uji kadar KIM-1. korelasi disimpulkan terdapat korelasi positif mmHg. Analisa korelasi kadar KIM-1 dengan yang bermakna antara kadar KIM-1 dengan IMT pada subjek penelitian. Rerata IMT konsentrasi albumin yang berarti kadar KIM- 56A3. 67, hasil analisis dengan uji 1 mengalami peningkatan searah dengan korelasi Spearman . : 0,. menyimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara tersebut sejalan dengan penelitian oleh kadar KIM-1 dengan IMT. Faktor resiko Ahmed & Hamed yang menyimpulkan terjadi peningkatan signifikan kadar KIM-1 pada Zelmanovitz et al . , antara lain usia, pasien diabetes dan nefropati diabetes. durasi menderita diabetes, tekanan darah Penelitian Sang Soo et al . dan Nielsen serta IMT, keadaan yang abnormal pada et al . , juga menyimpulkan hal yang faktor-faktor tersebut akan memperparah Hasil yang kontas ditunjukkan oleh keadaan nefropati pada penderita diabetes. Nauta et al . , yang menyimpulkan Nefropati Diabetik konsentrasi albumin. Hasil konsentrasi marker kerusakan urin lainnya yaitu NAG. NGAL, and H-FABP meningkat Kedua penelitian ini menemukan adanya kadar KIM-1 yang melebihi batas berhubungan signifikan dengan albuminuria atas rentang normal (>0. 837 ng/mL) pada kecuali marker KIM-1. pasien dengan normoalbumin. Chaudhary et Disfungsi glomelurus diduga menjadi al . dan Rossing . , menyatakan faktor utama untuk perkembangan dan early renal tubular damage biomarker levels . ermasuk kadar KIM-1 uri. meningkat pada Nefropati Diabetik dengan normoalbuminuria. Kadar KIM-1 pathogenesis Nefropati Diabetik (Bangstad et al. , 2009. Philips & Steadman, 2002. nefropati pada DM Tipe 2 dan merupakan Wolkow et al. , 2. Salah satu parameter biomarker yang menjanjikan untuk deteksi kerusakan tubulointestinal adalah marker dini Nefropati Diabetik (Tecke et al. , 2014. KIM-1 (Bonventre, 2. Alter et al. , 2010. Nielsen et al. , 2. KIM-1 adalah reseptor fosfatidilserin Mikroalbumin digunakan sebagai marker dini non-invasif mengarahkannya ke lisosom, juga bertugas untuk perkembangan Nefropati Diabetik (Narita Akan teroksidasi dengan mudah mengenali signal mikroalbuminuria baru terdignosa setelah sel apoptosis (Ichimura et al. , 2. KIM-1 memegang peran dalam membatasi respon glomelurus (Barratt & Topham, 2. dan autoimmun terhadap cedera. Pasien dengan tidak dapat memperlihatkan disfungsi ginjal gagal ginjal kronis mengekspresi protein karena nefropati kadang terjadi pada pasien Kim-1 pada tubulus proksimalnya (Vaidya et normoalbuminuria (Retnakaran et al. , 2. , 2. Ektodomain KIM-1 AotumpahAo ke Hasil dalam urin setelah cedera pada tubulus menyimpulkan KIM-1 dapat dipertimbangkan proksimal (Han et al. , 2. Diregulasi oleh sebagai salah satu biomarker sensitif untuk MAP memprediksi nefropati pada tahap dini dibuktikan pada keadaan normoalbuminuria Metalloproteinase menghasilkan pelepasan (Pasien DM Non Nefropat. ditemukan soluble KIM-1 (Zhang et al. , 2. adanya peningkatan kadar KIM-1 yang Kadar KIM-1 pada pasien DM Non Nefropati 872A0. ng/mL, melebihi normal, hal ini dapat membantu penelitian pada subjek yang sama dengan penanganan yang lebih baik untuk kejadian Tecke . Keterbatasan ini antara 847A0. 486 ng/mL. Hasil uji t-independent kurang akuratnya informasi/data mengenai KIM-1 normal dengan meninggi menyimpulkan terdapat perbedaan DM, dilakukan pemeriksaan kadar kreatinin urin . anya kreatinin serum/plasm. yang dapat Diabetik, serta ditemukan kadar KIM-1 yang dijadikan pembanding kadar KIM-1. meninggi pada pasien DM Non Nefropati . , sehingga KIM-1 dapat KESIMPULAN DAN SARAN Disimpulkan dipertimbangkan sebagai biomarker dini Nefropati Diabetik. Perlu dilakukan penelitian bermakna kadar KIM-1 dan terdapat korelasi lanjutan yang membandingkan kadar KIM-1 positif yang bermakna kadar KIM-1 dengan dengan kadar kreatinin urin, sehingga dapat konsentrasi albuminuria maka kadar KIM-1 semakin meninggi pada Pasien DM Non pasien Nefropati Diabetik. Nefropati. Insipien Nefropati dan Nefropati REFERENCES