P - ISSN E - ISSN Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 : 2503-4413 : 2654-5837. Hal 477 Ae 483 KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA AMBON BERDASARKAN LITERASI KEUANGAN Oleh : Stenly Jacobus Ferdinandus Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen Universitas Pattimura Muspida Fakultas Ekonomi dan Bisnis /Ekonomi Pembangunan Universitas Pattimura Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract This study aimed to empirically test and directly analyze how financial literacy affects the performance of MSMEs in Ambon City. This is verificative research, namely, testing the hypothesis through a quantitative approach. The unit of analysis used was all MSMEs in Ambon City. The purposive sampling technique was used to determine the number of samples, which obtained a sample of 96 MSMEs. The respondents of this study were the managers of MSMEs. This study used primary and secondary data, then processed using Partial Least Square (PLS). The results verificatively indicated that financial literacy, which consists of basic knowledge of financial management, savings and loans, insurance, and investment, partially affected the financial performance of MSMEs in Ambon City, positively and significantly. The results also indicated that the better the skills and knowledge of financial management, the better the performance improvement of MSMEs in Ambon City. The value of the coefficient of determination (R-Squar. was obtained based on the test results, that is, 62. 7% of MSME performance could be explained by financial literacy Keywords : Financial Performance of MSME. PENDAHULUAN Dari namanya UMKM memang memiliki kepanjangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), namun jangan salah si kecil ini memiliki kontribusi yang sangat besar dan krusial bagi perekonomian kita secara UMKM saat ini memiliki potensi bisnis yang sangat besar dan pemerintah berusaha untuk terus meningkatkan potensi tersebut program-program masyarakat berwirausaha maka semakin baik dan kokohnya perekonomian suatu daerah karena sumber daya lokal, pekerja lokal, dan pembiayaan lokal dapat terserap dan bermanfaat secara optimal (Sudiarta et al, 2014. alam: Hendratmoko, 2. UMKM menjadi tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan untuk mengurangi masalah kemiskinan dan pengembangannya mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional (Kurniawan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi andalan dalam Maluku. Unit usaha yang tergolong dalam usaha ini merupakan mayoritas unit usaha di Maluku, jumlahnya sangat banyak dan tersebar diberbagai sektor ekonomi. Mulai dari sektor perdagangan, pertanian, perikanan, perindustrian dan lain-lain, sehingga eksistensi UMKM mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Hal ini mengindikasikan UMKM mampu mengatasi persoalan mendasar dalam perekonomian Maluku, yakni pengangguran dan kemiskinan. Kota Ambon sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku memiliki peran yang sangat penting dalam medukung perekenomian di Provinsi Maluku. Sebagai Pusat Pemerintahan dan Pusat Perekonomian Provinsi Maluku, perekonomian Kota Ambon turut ditunjang oleh sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, akhir tahun 2017 jumlah UMKM di Maluku sebanyak 71. unit, jumlah tersebut pada tahun 2018 yang hasilnya dipublikasikan menurun menjadi 675 unit, penurunan ini dapat dilihat pada target yang ditentukan 0. 02% dan realisasinya 0. Dan pada tahun 2019, dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku Jumlah UMKM meningkat sebesar 57. 345 unit dari target yang ditentukan 0. 03% dan target tersebut dapat terealisasi. Tabel 1. Pertumbuhan UMKM di Provinsi Maluku Tahun 2017 Ae 2020 Sumber Data : Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku tahun 2022 Tahun 2020 menjadi tahun terberat untuk semua lini perekonomian akibat adanya pandemi COVID-19. Hal itu menyebabkan banyak UMKM yang tidak menjalankan usahahnya akibat adanya kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi penularan COVID-19. Bahkan banyak juga UMKM khususnya di Kota Ambon yang gulung tikar dengan beberapa alasan yaitu karena minat beli masyarakat atas produknya rendah, dan yang paling fatal karena baik pengelola maupun pelaku usaha UMKM di Kota Ambon tidak memiliki pengetahuan keuangannya dengan benar. Oleh karena itu. UMKM dikota Ambon perlu diperhatikan ditengah pandemi COVID19 seperti ini sehingga dapat bertahan dalam kondisi keuangan yang semakin menurun. Penilaian kinerja keuangan bagi UMKM sangatlah penting untuk dilakukan, hal ini digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi sehingga didapat suatu gambaran kondisi keuangan UMKM secara menyeluruh (Mahmudah et al. , 2. Literasi keuangan merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan usaha pada pengusaha mikro, dimana literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kemampuan dalam membuat keputusan keuangan dan kesejahteraan rumah tangga serta kelangsungan hidup bisnis (Fatoki, 2. Aribawa dalam penelitiannya tahun 2016 pada UMKM kreatif di Jawa Tengah juga mengonfirmasi bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh terhadap kinerja dan keberlangsungan usaha UMKM. Literasi keuangan merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan usaha pada pengusaha mikro, dimana literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kemampuan dalam membuat keputusan keuangan dan kesejahteraan rumah tangga serta kelangsungan hidup bisnis (Fatoki, 2. Aribawa dalam penelitiannya tahun 2016 pada UMKM kreatif di Jawa Tengah juga mengonfirmasi bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh terhadap kinerja dan keberlangsungan usaha UMKM. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS UMKM UMKM menurut Undang-Undang No. Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil Dan Menengah. Bab 1 Pasal 1: Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Usaha kecil adalah usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha bukan merupakan Sunarwam, 2. literasi keuangan adalah anak cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, seperangkat keterampilan dan pengetahuan atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak yang memungkinkan seorang individu untuk langsung dari usaha menengah atau besar yang membuat keputusan dan efektif dengan semua memenuhi kriteria usaha kecil. Usaha menengahsumber daya keuangan mereka. Menurut Chen adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri dan Volpe . alam: Sunarwam, 2. sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau literasi keuangan adalah sebagai kemampuan badan usaha yang bukan merupakan anak mengelola keuangan agar hidup bisa lebih perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, sejahtera dimasa yang akan datang. dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung Wood & Sangster . alam: Amri maupun tidak langsung dengan Usaha kecil atau & Iramani, 2. menjelaskan, bahwa Usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau pembukuan adalah proses pen-catatan data hasil penjualan tahunan. yang berkaitan dengan transaksi akuntansi di Definisi UMKM menurut Kementrian buku akuntansi. Kemudian, kemampuan Koperasi dan UMKM dalam Aufar . membukukan adalah keterampilan penting Usaha Kecil (UK), termasuk usaha Mikro yang harus diakuisisi oleh pelaku UMKM (UMI) adalah entitas usaha yang mempunyai sebagai pemimpin untuk terus meningkatkan kekayaan bersih paling banyak Rp. kinerjanya dalam berbisnis. Selain itu, setiap 000, tidak termasuk tanah dan perusahaan hanya harus mencatat transaksi bangunan tempat usaha dan memiliki harian mereka yang penting digunakan oleh penjualan tahunan paling banyak Rp. para manajer sebagai panduan untuk tindakan Sementara Usaha rutin, pengambilan keputusan, perumusan Menengah (UM) merupakan entitas usaha peraturan umum dan hubungan dengan milik warga negara Indonesia yang memiliki organisasi atau individu lain. kekayaan bersih lebih besar dari Rp. Menurut penelitian yang dilakukan oleh 000 s. Rp. 000 tidak penelitian Idawati & Pratama, . , mereka termasuk tanah dan bangunan. menyatakan bahwa apabila tingkat literasi keuangan seorang pemilik maupun manajer Kinerja UMKM Ariwibawa, 2016 menyatakan bahwa sebuah UMKM semakin tinggi maka kinerja kinerja UMKM merupakan hasil kerja yang di yang dapat dicapai oleh UMKM tersebut akan capai oleh seorang individu dan dapat semakin meningkat. Keberhasilan atau diselesaikan dengan tugas individu tersebut kegagalan usaha kecil sangat dipengaruhi oleh didalam perusahaan dan pada suatu periode keterampilan dan kemampuan pelaku usaha tertentu, dan akan dihubungkan dengan ukuran dan di dalam suatu proses kewirausahaan nilai atau standard dari perusahaan yang diperlukan tiga kategori dasar modal yang individu bekerja. Kinerja disini sendiri adalah berkontribusi pada usaha yang sukses, yaitu capaian yang akan diperoleh seseorang modal manusia, modal sosial dan modal maupun perusahaan yang akan mecapai dalam Salah satu kategori yang diharapkan suatu tujuan tertentu. berkontribusi adalah modal keuangan. Menurut Ariwibawa, 2016 kinerja sehingga setiap UMKM perlu memperhatikan merupakan keberhasilan suatu organisasi yang pengetahuan sumber daya manusia yang mewujudkan sasaran yang strategic dan telah bersangkutan terkait dengan pengelolaan ditetapkan sebelumnya dengan perilaku yang Hasil dari penelitian yang dilakukan akan diharapkan oleh suatu organisasi tersebut. oleh Hilmawati & Kusumaningtias, 2021 Pada suatu kinerja yang dihasilkan oleh suatu membuktikan bahwa Literasi Keuangan UMKM dengan baik maka akan semakin memiliki kontribusi besar dalam mendukung kokoh untuk menjadi tulang punggung di UMKM. Faktor perekonomian dan akan semakin berperan perencanaan keuangan yang baik, penggunaan penting dalam perekonomian Nasional. informasi dan teknologi terkini, serta pembukuan membantu para pelaku UMKM Literasi Keuangan Menurut Manurung . untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja usahanya. Hipotesis Dari kajian teoritis dan studi empiris yang disampaikan maka hipotesis penelitian yaitu diduga literasi keuangan mempengaruhi kinerja keuangan UMKM di Kota Ambon. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data numerical atau angka yang diperoleh dengan metode statistik serta dilakukan pada penelitian Untuk menjelaskan Hubungan Antar inferensial atau dalam rangka pengujian hipotesis Variabel, analisis data dalam penelitian ini sehingga diperoleh signifikansi hubungan antara menggunakan Partial Least Square (PLS). variabel yang diteliti. Menurut Sugiyono, . Menurut Imam & Latan, . , tujuan PLSMetode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode SEM adalah untuk mengembangkan teori atau penelitian yang berlandaskan pada filsafat membangun teori . rientasi prediks. Pendekatan kuantitatif merupakan Teknik analisa data dalam Partial Least suatu pendekatan di dalam penelitian untuk Square (PLS) terdiri dari : . Uji Model menguji hipotesis dengan menggunakan uji data Pengukuran atau Outer Model. Model statistik yang akurat. pengukuran atau outer model menunjukkan Populasi yang digunakan dalam penelitian bagaimana setiap blok indikator berhubungan ini adalah seluruh UMKM objek wisata yang ada dengan variabel latennya. Evaluasi model di Kota Ambon. Dengan Teknik pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling dengan konfirmatori adalah dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Adapun kriteria MTMM (MultiTraittersebut antara lain: . UMKM yang telah MultiMetho. dengan menguji validity meminjam modal eksternal . sebagai convergent dan discriminant. Sedangkan uji sumber dana lain, . UMKM yang jenis reliabilitas dilakukan dengan dua cara yaitu usahanya manufaktur, . lama pendirian usaha dengan CronbachAos Alpha dan Composite lebih dari 3 tahun serta . mempunyai pekerja Reliability (Imam & Latan, 2. Uji 2-5 orang. Berdasarkan Teknik pengambilan Model Struktural atau Inner Model Model sampel tersebut maka diperoleh sebanyak 96 struktural atau inner model menunjukkan UMKM yang ada di Kota Ambon dan yang hubungan atau kekuatan estimasi antar menjadi responden adalah pengelola pengelola variabel laten atau konstruk berdasarkan pada UMKM. substantive theory yang terdiri atas : . RSquare. Dalam menilai model struktural Tabel 2. Definisi Operasional terlebih dahulu menilai R-Square untuk setiap variabel laten endogen sebagai kekuatan prediksi dari model struktural. Pengujian terhadap model struktural dilakukan dengan melihat nilai R-square yang merupakan uji goodness-fit model. Perubahan nilai R-Square dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang Nilai R-Square 0,75, 0,50 dan 0,25 dapat disimpulkan bahwa model kuat, moderate dan lemah (Ghozali & Latan. Estimate For Path Coefficients. Uji selanjutnya adalah melihat signifikansi pengaruh secara langsung dan tidak langsung antar variabel dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai signifikansi T statistik yaitu melalui metode bootstrapping (Ghozali & Latan, 2. disimpulkan bahwa semua konstruk reliabel, baik composite reliability maupun cronbachAos alpha mempunyai nilai di atas 0,60 dan sudah Dengan demikian, semua variabel pada model penelitian ini memiliki internal consistency reliability. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluation of Mesurement Model (Outer Mode. Uji Validitas Dibawah ini adalah Nilai AVE semua variabel dalam penelitian dapat dilihat sebagai Evaluation of Structural model (Inner Model Tes. R-Square Berikut tabel yang merupakan hasil estimasi Rsquare dengan menggunakan SmartPLS. Tabel 5. Nilai R-square Tabel 3. Average Variance Extracted (AVE) Sumber: Data Primer diolah, 2022 Sumber: Data Primer diolah, 2022 Pada tabel diatas memperlihatkan bahwa semua variabel yang diuji dinilai valid, karena nilai AVE > 0,5. Sedangkan pada hasil loading factor . uter loadin. maka dapat diketahui bahwa indikator yang diuji dinilai valid karena nilai outer loading semua variabel > 0,55 dan nilai P-Value di bawah 0,05. Dari kedua cara mengukur validitas data diatas, dapat disimpulkan bahwa data kuesioner untuk mengukur semua varianbel yang digunakan dalam penelitian ini dinilai valid dan layak untuk diteliti lebih lanjut. Dari tabel diatas ditemukan hasil variabel kinerja UMKM (Y) yang dipengaruhi oleh Literasi Keuangan (X), sebesar 0. 627 atau 62,7%. Sedangkan sisahnya 37,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Pengujian Hipotesis Uji Reliabilitas Berikut ini merupakan hasil Reability dan cronbachAos Alpha: Tabel 4. Composite Reliability dan CronbachAos Alpha Dasar yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah nilai yang terdapat pada output path coefficients. Hasil output estimasi untuk pengujian model struktural dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6. Pengujian Hipotesisis Sumber: Data Primer diolah, 2022 Sumber : Data Primer diolah, 2021 Jika dillihat pada tabel 4. diatas maka dapat Dari tabel diatas dapat diketahui ada pengaruh positif dan signifikan antara Literasi Keuangan (X) terhadap Kinerja Keuangan (Y). Hasil yang positif dapat dilihat dari nilai original sample yaitu 0. Dan untuk melihat hasil yang signifikan dapat diukur dengan nilai t-statistic sebesar 25. 724 lebih besar dari nilai ttabel 1. 66105 dan nilai p-values 0. 000 < 0. yang berarti Hipotesis diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa Pandemi COVID-19 berpengaruh negatif signifikan terhadap Frekuensi Pengunjung Wisata. Hasil ini menunjukkan bahwa apabila tingkat literasi keuangan seorang pemilik maupun manajer sebuah UMKM semakin tinggi maka kinerja berupa asset, omset, maupun laba usaha yang dapat dicapai oleh UMKM tersebut akan semakin meningkat. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan adanya pengetahuan, perilaku dan sikap keuangan yang dimiliki pelaku UMKM akan meningkatkan pengetahuan tentang keuangan dasar, menyusun semua anggaran dan planning yang akan dilaksanakan dan juga meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan sehingga berhati-hati dalam mengambil kredit, hutang maupun investasi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Idawati & Pratama, . Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Dengan pemahaman literasi keuangan yang baik diharapkan para pelaku UMKM akan mampu membuat keputusan keuangan dan manajemen yang tepat untuk peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini didukung juga oleh penelitian Hilmawati Kusumaningtias, . yang mana hasil penelitiannya ditemukan bahwa literasi keuangan (LIKA) dengan kinerja usaha UMKM (KIUS) menunjukkan nilai path coefficient LIKA Ie KIUS sebesar 0. Nilai tersebut lebih besar dari 0. 1 dan signifikan pada a = 0. Yang mengartikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara literasi keuangan dengan kinerja usaha UMKM. Hasilnya membuktikan bahwa Literasi Keuangan memiliki kontribusi besar dalam mendukung peningkatan kinerja UMKM. Dengan adanya pengetahuan tentang keuangan yang dimiliki oleh pelaku bisnis akan membantu UMKM meningkatkan kinerja dalam bentuk mengatur perencanaan keuangan sehingga dapat memaksimalkan nilai waktu dari uang dan dapat meningkatkan efesiensi kerja dan nilai tambah pada barang atau jasa yang ditawarkan. Selain itu pelaku usaha yang literate akan mengoptimalkan kinerja bisnis hati-hati kemampuan dan pengetahuan keuangan yang baik sehingga akan membuat mudah untuk mengelola bisnisnya. Selain itu literasi juga membantu pemilik usaha dalam memperoleh pengetahuan keuangan dan keterampilan yang diperlukan bagi pelaku usaha. Berdasarkan hasil penelitian ini perusahaan yang memiliki literasi keuangan yang baik akan mampu secara strategis mengidentifikasi dan merespon perubahan iklim bisnis, ekonomi dan keuangan sehingga keputusan yang diambil akan menciptakan solusi inovatif dan terarah dengan baik untuk peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha (Ariwibawa, 2. KESIMPULAN Berdasarkan pada hasil dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Ambon, tingkat pemahaman literasi keuangan pada UMKM dapat memberikan informasi penting bagi perusahaan dalam mengambil keputusan dan meningkatkan performa kinerja UMKM. Literasi keuangan penting untuk pemilik atau pengelola UMKM dalam pengembangan aspek fisik baik pemula maupun yang sudah berjalan, pemilik maupun manajemen perlu belajar dan update tentang literasi keuangan, memahami serta keuangan dalam meningkatkan kinerja dan keberlangsungan hidup UMKM tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kepada pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah di Kota Ambon agar lebih meningkatkan pemahaman berbagai unsur dalam literasi keuangan guna pengelolaan keuangan usaha dan pengembangan jangka panjang. REFERENSI