Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Pendekatan Problem Solving untuk Meningkatkan Representasi Matematis Siswa SMP Pangeran Antasari Tesi Kumalasari1*. Nur Tri Julia2. Weni Widya Asriati3. Imelda Wardani Rambe4 Pendidikan Matematika. STKIP Pangeran Antasari. Deli Serdang, 20116. Indonesia 4Pendidikan Matematika. Universitas Negeri Medan, 2023. Indonesia *Coresponding author: saritesikumala@gmail. 1,2,3 Diterima: 18 Juni 2025, disetujui untuk publikasi 28 Juni 2025 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendekatan problem solving terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa kelas Vi di SMP Pangeran Antasari. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas Vi yang terdiri atas lima kelas dengan total 127 siswa. Dua kelas dipilih secara acak sebagai sampel, yaitu kelas Vi-B sebagai kelompok eksperimen dan kelas Vi-C sebagai kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes esai yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sebelum menguji hipotesis, dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas dengan Shapiro-Wilk dan uji homogenitas dengan Levene untuk memastikan data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Hasil ujit menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan problem solving memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa. Kata Kunci: Pendekatan Problem Solving. Kemampuan Representasi Siswa. SMP. Pembelajaran Matematika Citation: Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving untuk Meningkatkan Representasi Matematis Siswa SMP Pangeran Antasari. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 58 - 67 memahami konsep-konsep matematika sehingga Pendahuluan Matematika merupakan fondasi utama dalam perkembangan teknologi modern, berperan penting dalam berbagai disiplin ilmu, serta Kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran berkontribusi dalam mengembangkan daya pikir matematika dapat berimplikasi pada menurunnya Oleh matematikaAo (Sartika, matematika diajarkan kepada seluruh peserta terhadap materi, serta rendahnya pencapaian hasil didik sejak jenjang pendidikan dasar hingga ke belajar (Suryanti, dkk. , 2. Salah satu solusi jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebagai untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar bagian integral dalam pembentukan kompetensi berpikir logis, analitis, dan sistematis serta mampu improvisasi dalam proses belajar mengajar. Guru Hal menunjukan bahwa matematika memiliki peranan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sehingga akan menarik minat siswa untuk belajar sehingga perlu untuk dipelajari. Akan tetapi. Pembelajaran faktanya matematika masih menjadi momok bagi Tidak sedikit siswa yang beranggapan menyenangkan mampu mendorong siswa untuk bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. lebih aktif terlibat dalam proses belajar, sehingga Hal tersebut didukung oleh pernyataan Sartika menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. bahwa banyak Aosiswa yang kesulitan dalam Hal Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. Permendikbud, tepat dalam berbagai situasi. Pendekatan semacam aktivitas dengan sejumlah karakteristik penting, transformatif, karena menumbuhkan pemahaman konseptual yang lebih mendalam dan aplikatif (Polya, 2004. Schoenfeld, 1. Dengan demikian, peserta didik untuk berpartisipasi aktif. pendekatan problem solving menjadi jembatan kontekstual dan kolaboratif. memberikan ruang bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian siswa. matematika ke dalam kehidupan nyata dan psikologis peserta didik (Permendikbud, 2. Dalam pembelajaran problem solving, siswa Pembelajaran yang efektif ditandai dengan kebermaknaan, yaitu ketika proses belajar benar- penyelesaian masalah yang dihadapi secara logis dan sistematis sehingga pembelajaran akan lebih bermakna (Anggraini & Pramudita, 2. Problem Pendekatan student-centered solving matematika adalah aktivitas kognitif yang landasan penting dalam mewujudkan hal ini, kompleks yang melibatkan sejumlah proses dan karena siswa tidak sekadar menerima informasi Problem solving mempunyai dua langkah, secara pasif, tetapi terlibat langsung dalam proses yaitu representasi masalah dan menyelesaikan eksplorasi, diskusi, dan pemecahan masalah. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan Dalam bergantung pada representasi yang tepat dari kata-kata kemampuan analitis siswa dalam menghadapi membutuhkan sudut pandang yang sesuai (Sajadi & Amiripour, 2. Representasi ini juga menjadi dikemukakan oleh Capriora . , pendekatan ini mediator penting antara keyakinan matematis Seperti siswa dan keterampilan pemecahan masalah yang andal (Yuanita, dkk. , 2. Siswa yang mengalami konsep-konsep hambatan dalam merepresentasikan permasalahan matematika sehingga siswa dapat memahami matematis cenderung mengalami kesulitan dalam materi secara lebih mendalam dan aplikatif. menjalankan proses pemecahan masalah secara Lebih jauh, pendekatan problem solving sistematis dan logis. (Montague, 2. tidak hanya meningkatkan penguasaan konsep. Salah satu kemampuan yang memiliki keterkaitan erat dengan pemecahan masalah kemampuan berpikir tingkat tinggi . igher-order thinking skill. , seperti berpikir logis, kreatif, dan kemampuan representasi matematis. Kemampuan Dengan dihadapkan pada situasi nyata atau persoalan terbuka . pen-ended problem. , siswa mengkomunikasikan ide-ide matematis melalui berbagai bentuk representasi, seperti visualisasi solusi, dan melakukan refleksi terhadap proses gambar, simbol atau persamaan matematis, serta Pembelajaran deskripsi verbal atau tulisan matematis yang matematika yang bermakna tidak semata-mata terstruktur (Utami, dkk. , 2. Kemampuan berfokus pada penghafalan rumus, melainkan representasi memainkan peran penting dalam mendorong siswa untuk memahami kapan dan pembelajaran matematika karena membantu siswa bagaimana konsep matematika digunakan secara mengonseptualisasikan gagasan abstrak menjadi Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 bentuk yang lebih konkret. Ketika seorang siswa Pendekatan Problem Solving matematika dalam berbagai bentukAibaik visual. Menurut Gagne. Pendekatan Problem solving simbolik, maupun verbalAihal ini mencerminkan merupakan jenis pembelajaran yang paling tinggi dan paling kompleks dibandingkan dengan jenis konsep yang baik (Rahmawati, dkk. , 2. Dengan demikian, penguasaan representasi tidak sederhana kemudian meningkat ke kemampuan yang hanya penting dalam memecahkan masalah, tetapi kompleks (Abda & Pambudi, 2. problem solving dalam pembelajaran matematika Namun, di SMP Pangeran Antasari, guru Pendekatan menekankan pentingnya mengajarkan konsep dan matematika yang kerap dialami siswa. prosedur melalui tugas-tugas yang menantang dan mendorong siswa berpikir secara aktif. Aktivitas ini setiap kali siswa diminta untuk menyelesaikan soal berbasis konteks nyata, seperti mengubah keterampilan dan pemahaman matematika yang informasi dari teks naratif ke dalam bentuk grafik, mereka butuhkan (Albay, 2. Lebih dari itu. Dalam pemecahan masalah merupakan aspek fundamental pembelajaran mengenai bangun ruang, misalnya, dalam proses belajar matematika, karena siswa sebagian besar siswa kesulitan menggambarkan dituntut untuk mengaplikasikan kemampuan berpikir jaring-jaring mereka dalam menghadapi berbagai situasi, baik meskipun telah memahami rumus volumenya. yang sudah dikenal maupun yang baru (Mwei, 2. Pendekatan Mereka mampu menyebutkan rumus, namun tidak bisa menghubungkannya dengan visualisasi bentuk geometri dalam kehidupan nyata, seperti membantu siswa dalam memahami kembali dan kardus atau kotak makanan. Hal serupa terjadi membangun konsep atau prinsip matematika melalui keterlibatan aktif dalam menyelesaikan masalah. Dalam konteks ini, pemecahan masalah matematika merupakan kegiatan kognitif yang kompleks yang yang menggambarkan situasi tersebut, bahkan mengharuskan siswa menerapkan beragam proses ketika informasi sudah disajikan secara rinci. dan strategi (Sumarmo, 2. Problem makananAisiswa Dalam diskusi kelompok, siswa cenderung mempunyai dua langkah, yaitu representasi masalah hanya menunggu jawaban dari teman yang dan menyelesaikan masalah. Keberhasilan dalam dianggap pintar, dan kurang percaya diri untuk pemecahan masalah matematika sangat bergantung mengutarakan ide mereka sendiri, terutama ketika pada kemampuan merepresentasikan permasalahan harus menyajikan ide tersebut dalam bentuk grafik secara tepat. Siswa yang tidak mampu membentuk atau simbol matematis. Akibatnya, minat siswa representasi yang sesuai terhadap suatu masalah terhadap pelajaran matematika semakin menurun, matematis cenderung mengalami kesulitan dalam dan hasil evaluasi pun memperlihatkan nilai melaksanakan proses pemecahan masalah secara rendah, terutama pada indikator yang menilai (Montague, 2. representasi visual dan simbolik. Guru mencatat Pendekatan bahwa meskipun konsep dasar sudah diajarkan, pembelajaran matematika melibatkan empat tahapan siswa tidak mampu mengonstruksi makna atau utama yang saling berkesinambungan. Pertama, siswa menerapkannya pada konteks lain. Fenomena ini diajak memahami masalah secara menyeluruh, yakni dengan mengidentifikasi informasi yang diketahui representasi matematis yang sangat berkaitan dan ditanyakan, serta menafsirkan makna dari konteks persoalan yang dihadapi (Caraan, dkk. , 2. pencapaian belajar siswa. Tahap Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 penyelesaian berdasarkan pengetahuan yang telah memiliki pemahaman konsep matematika yang baik dimiliki, seperti membuat sketsa, model matematika, (Rahmawati, dkk. , 2. atau memilih rumus yang tepat (Szabo. , dkk. , 2. Sejalan dengan pandangan tersebut, indikator Selanjutnya, siswa melaksanakan rencana tersebut representasi matematis menjadi tolok ukur penting secara sistematis dan logis, dengan menerapkan untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu prosedur matematis yang benar serta mengevaluasi langkah-langkah yang dijalankan (Santos-Trigo, 2. matematika melalui berbagai bentuk penyajian. Tahap terakhir adalah merefleksikan kembali solusi Indikator ini mencakup kemampuan menyajikan yang diperoleh untuk memeriksa keakuratannya dan mempertimbangkan alternatif penyelesaian yang menggunakan diagram dan grafik, menggunakan mungkin lebih efisien. Proses refleksi ini mendorong simbol atau notasi matematika secara tepat, serta penguatan pemahaman konseptual dan pembelajaran mengomunikasikan ide atau strategi pemecahan yang bermakna (Liljedahl & Santos-Trigo, 2. masalah secara lisan maupun tulisan (Wahyuni, dkk. Pendekatan Representasi visual dan simbolik dinilai sangat kompetensi matematis, tetapi juga melatih siswa membantu dalam memperjelas proses berpikir siswa untuk berpikir kritis, logis, dan mandiri dalam dan meningkatkan pemahaman konsep yang mereka menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata. miliki (Utomo & Syarifah, 2. Lebih lanjut. Berdasarkan konsep-konsep representasi, misalnya dari soal verbal ke model pendekatan problem solving adalah pendekatan matematis, mencerminkan fleksibilitas berpikir serta pemahaman yang mendalam. Hal ini sejalan dengan Didalam pembelajaran siswa harus pendapat Goldin . , yang menekankan bahwa menggunakan kemampuannya dalam memecahkan sistem representasional berperan penting dalam permasalahan matematika yang kompleks sehingga perkembangan struktur kognitif dan pembentukan siswa dapat melibatkan sejumlah proses dan strategi. pemahaman matematika siswa. Dengan demikian, keberagaman dan ketepatan dalam menggunakan Kemampuan Representasi Matematis Representasi representasi menjadi kunci dalam menilai tingkat pemahaman konsep matematika secara menyeluruh. Berdasarkan pemahaman tersebut, penulis permasalahan matematika berupa simbol, gambar, benda manipulatif, dan ide matematika lainnya matematis merupakan komponen penting dalam (Farokhah, dkk. , 2. Kemampuan representasi proses pembelajaran matematika. Kemampuan ini dalam matematika mencerminkan keterampilan siswa dalam mengungkapkan ide-ide matematis melalui berbagai bentuk, seperti gambar, simbol, persamaan berbagai cara, baik melalui simbol, gambar, benda matematika, maupun teks tertulis (Utami, dkk. , 2. konkret, persamaan, maupun uraian tertulis. Selain Representasi ini bukan hanya alat bantu dalam menjadi sarana komunikasi matematis, representasi menyelesaikan soal, tetapi juga merupakan bagian juga mencerminkan kedalaman pemahaman siswa penting dari proses belajar yang mendukung terhadap konsep-konsep matematika yang dipelajari. pengembangan dan penguatan kemampuan berpikir Indikator representasi matematis mencakup empat Melalui representasi, siswa membangun aspek utama, yaitu: . kemampuan mengidentifikasi pemahaman konseptual yang berlandaskan pada informasi dari soal dan menggambarkannya dalam proses konstruksi dan abstraksi ide-ide matematika. bentuk representasi visual seperti gambar atau Jika . kemampuan mengonversi permasalahan matematika dalam sejumlah bentuk representasi yang ke dalam bentuk simbol atau notasi matematika yang berbeda menunjukkan bahwa, seseorang tersebut . kemampuan menyajikan data atau Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 informasi dalam bentuk tabel secara sistematis. memastikan kualitas dan keakuratan pengukuran. kemampuan menyusun pernyataan atau model Indikator-indikator matematika yang secara tepat merepresentasikan matematis yang diukur disajikan pada Tabel 2. Keempat indikator ini mencerminkan (Kumalasari, 2. kedalaman pemahaman konsep serta fleksibilitas siswa dalam berpikir dan mengomunikasikan ide-ide Tabel 2. Indikator Kemampuan Representasi Matematis Aspek Gambar Metode Penelitian Mengidentifikasi informasi dari soal dan menggambarkannya dalam Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pangeran bentuk representasi visual . ambar Antasari, yang berlokasi di Deli Serdang. Sumatera atau diagra. Utara, pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Jenis Simbol Mengonversi permasalahan matematis ke dalam bentuk simbol eksperimen, dengan melibatkan dua kelas sebagai atau notasi matematika yang sesuai. Salah satu kelas berperan sebagai kelompok kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran Rancangan penelitian ini mengacu Tabel Menyajikan data atau informasi dari permasalahan dalam bentuk tabel secara sistematis. Pernyataan Menyusun pernyataan atau model matematika yang merepresentasikan permasalahan secara tepat. pada model Pretest-Posttest Control Group Design (Dugard & Todman, 2. Desain ini digambarkan Indikator Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, digunakan teknik analisis data berupa uji-t sebagai berikut: independen, yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara Tabel 1. Desain Penelitian Kelompok Pre-Test Perlakuan Post-Test Eksperimen Kontrol Keterangan: O1 : Pretest untuk kelas eksperimen dan kelas Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas Vi di SMP Pangeran Antasari yang terdiri atas lima kelas dengan total 127 siswa. teknik simple random sampling, sehingga setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Data dikumpulkan melalui instrumen berupa soal esai yang diberikan dalam dua tahap, yaitu pretest perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen X2 : Pembelajaran Langsung Hipotesis yang diajukan adalah H1: terdapat dan H0: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan X1 : Problem Solving Pengambilan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. dan kelas kontrol. Namun sebelum pengujian hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilaksanakan uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dengan Shapiro-Wilk homogenitas dengan menggunakan uji Levene. Hasil Penelitian Hasil kemampuan representasi matematis siswa dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada gambar 1. representasi matematis siswa. Sebelum digunakan, instrumen telah melalui proses validasi oleh ahli serta diuji validitas dan reliabilitasnya untuk Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 dengan metode Levene Statistik. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa 80,23 nilai signifikansi untuk seluruh data, baik pada 47,14 49,02 45,27 pretest maupun posttest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol, semuanya berada di atas angka 0,05. Secara spesifik, nilai signifikansi pretest pada kelas eksperimen adalah 0,193 dan posttest-nya Pretest Postest Eksperimen 0,215. Sementara itu, pada kelas kontrol, nilai signifikansi pretest tercatat 0,157 dan posttest Kontrol sebesar 0,168. Karena semua nilai lebih besar dari Gambar 1. Deskripsi Data Pretest dan Posttest 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data dari Kemampuan Representasi kedua kelompok memiliki varians yang homogen. Ini berarti kedua kelompok memiliki tingkat Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat rata-rata matematis siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan setelah mengikuti memenuhi syarat untuk dianalisis menggunakan teknik uji-t independen. Tahap selanjutnya dalam analisis adalah pembelajaran dengan pendekatan problem solving. Sementara itu, pada kelas kontrol juga terjadi independen, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan, namun tidak secara signifikan. Hal ini apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara menunjukkan bahwa pendekatan problem solving hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas memiliki kontribusi positif yang lebih kuat dalam Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai meningkatkan kemampuan representasi siswa. signifikansi sebesar 0,027, yang lebih kecil dari Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, batas signifikansi 0,05. Dengan demikian, hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat untuk nol (HCA) ditolak, yang berarti terdapat perbedaan memastikan kelayakan data, yaitu melalui uji yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan dilakukan dengan menggunakan software SPSS problem solving mampu memberikan peningkatan versi 26 dan metode Shapiro-Wilk, yang hasilnya yang nyata terhadap kemampuan representasi disajikan dalam Tabel 3. matematis siswa kelas Vi di SMP Pangeran Antasari. Table 3. Hasil Uji Normalitas Kelas Data Pretest Posttest Pretest Posttest Sig Keterangan 0,561 Normal Dari hasil uji hipotesis yang dilakukan 0,814 Normal terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan yang 0,270 Normal 0,389 Normal pembelajaran dengan pendekatan problem solving Pembahasan Berdasarkan Tabel 3 mengenai hasil uji dan kelas yang melakukan pembelajaran dengan normalitas, terlihat bahwa seluruh data, baik pembelajaran langsung. Hasil ini diperkuat dengan pretest maupun posttest pada kelas eksperimen adanya perbedaan mencolok antara siswa yang dan kelas kontrol, memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data problem solving dan mereka yang mendapatkan dari kedua kelompok tersebut berdistribusi normal. pembelajaran konvensional. Dalam kelas problem Selanjutnya, solving, siswa lebih aktif berpartisipasi, mereka berusaha secara mandiri menemukan solusi dari Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 setiap permasalahan yang dihadapi. Hal ini sejalan menciptakan suasana belajar yang dialogis dan dengan penelitian yang dilakukan oleh Atsnan, . , yang menyatakan bahwa pendekatan Lebih problem solving mampu merangsang aktivitas siswa mendukung pandangan bahwa pendekatan problem peningkatan kemampuan representasi matematis. Penelitian serupa juga diungkapkan oleh pembelajaran matematika. Misalnya. Ersoy . Helmon Anggraini dan Pramudita . , yang menemukan bahwa pembelajaran dengan pendekatan problem menunjukkan bahwa pendekatan tersebut secara solving mendorong keterlibatan aktif siswa dalam signifikan meningkatkan kemampuan matematis setiap tahap pembelajaran. Siswa ditantang untuk berpikir kritis dan teliti dalam mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Dalam proses ini, pemecahan masalah secara efektif mendorong terjadi interaksi yang dinamis antara guru dan peningkatan hasil belajar serta keterampilan siswa siswa, serta pertukaran ide yang konstruktif, dalam menghadapi berbagai tantangan matematis. Berdasarkan secara menyeluruh. di sekolah. Kahar temuan-temuan disimpulkan bahwa pendekatan problem solving memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan Pendekatan pembelajaran berbasis problem solving terbukti memberikan dampak positif dalam Sennen matematis siswa. Pembelajaran kritis, serta interaksi siswa selama proses belajar pendekatan problem solving merupakan salah satu Melalui keterlibatan langsung dalam menyelesaikan permasalahan, siswa terdorong berpartisipasi di setiap tahapan pembelajaran. Hal melibatkan siswa secara aktif dan membangun ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. tetapi juga mendorong terjadinya kolaborasi yang Dalam erat antara siswa dan guru melalui diskusi serta pertukaran ide secara terbuka (Blyznyuk & Kachak. Wagino Almulla Jika menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan pentingnya interaksi, kreativitas, dan pengalaman Kemampuan representasi mempunyai peranan & Hwang . menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis refleksi dalam problem konsep sehingga dapat mengurangi kesulitan solving dapat menumbuhkan partisipasi aktif, belajar siswa (Hague, 2024. Trujillo et al, 2. Hal kemampuan berpikir reflektif, serta hasil belajar tersebut sejalan dengan hasil penelitian Farahhadi yang lebih optimal melalui interaksi dinamis antara guru dan siswa. Dengan demikian, pembelajaran dengan problem solving. Representasi yang sesuai merupakan dasar untuk memahami suatu masalah keberhasilan akademik siswa. Sementara itu. Chen Wardono Kemampuan guna membuat rencana dalam menyelesaikan Kumalasari. Julia. Asriati. & Rambe. Pendekatan Problem Solving. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Hubungan dengan kemampuan representasi menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan Secara khusus, pendekatan problem solving kemampuan representasi matematis siswa. representasi melalui penggunaan berbagai bentuk penyajian seperti simbol, gambar, dan narasi. kemampuan representasi matematis siswa. Model Temuan ini diperkuat oleh berbagai hasil penelitian pemecahan masalah seperti yang dikembangkan oleh Mayer representasi yang baik sangat berkaitan dengan konseptual, tetapi juga memperkuat kemampuan Pembelajaran berbasis problem solving memiliki Palanisamy . menunjukkan bahwa strategi ini, terutama jika dikombinasikan dengan pendekatan visual, mampu Oleh karena itu, pendekatan problem meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami informasi matematika dan menyusun solusi yang tepat pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan melalui berbagai bentuk representasi seperti gambar, keterampilan berpikir dan representasi matematis simbol, maupun narasi matematika. Penemuan serupa siswa secara berkelanjutan. Tandiling . Problem-Based menggunakan representasi sebagai alat berpikir dan matematika kompleks. Selain itu. Yuanita, dkk. menegaskan bahwa kemampuan representasi tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga berfungsi sebagai mediator antara keyakinan siswa terhadap matematika dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah, yang berarti penguatan representasi melalui problem solving dapat memberikan efek ganda pada hasil belajar siswa. Dengan demikian, pendekatan problem solving terbukti memperkaya kemampuan keterampilan berpikir matematis yang lebih tinggi. Penutup Berdasarkan pembelajaran berbasis problem solving memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa. Hasil menggunakan pendekatan problem solving dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran Pendekatan Learning (PBL) mendorong siswa untuk secara aktif Daftar Pustaka