I Gede Oko Mandala P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 ANALISIS PERBANDINGAN TEMA CERPEN PADA KUMPULAN CERPEN SAGRA KARYA OKA RUSMINI I Gede Oko Mandala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. STKIP Suar Bangli Bangli. Indonesia okomandala@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan . mendeskripsikan persamaan pengembangan tema cerpen pada kumpulan cerpen Sagra, . mendeskripsikan perbedaan pengembangan tema cerpen pada kumpulan cerpen Sagra. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan menerapkan dua metode yaitu, metode deskriptif kualitatif dan metode deskriptif komparatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Sagra. Sedangkan Objek dalam penelitian ini adalah persamaan dan perbedaan pengembangan tema pada kumpulan cerpen Sagra. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi dokumenter pengolahan data dilakukan dengan metode kualitatif berdasarkan model Analisis data dengan menggunakan model tersebut meliputi . reduksi data, . penyajian data, dan . penarikan simpulan. Semua tahap tersebut memiliki keterkaitan proses antara satu dengan yang lainnya. Temuan dalam penelitian ini yaitu cara pengarang dalam mengembangkan tema ceritanya melalui unsur intrinsik cerpen yang satu dengan lainya saling mendukung terbentuknya tema seperti alur, penokohan, dan latar. Adapun saran yang peneliti tunjukan pada penulis kumpulan cerpen Sagra yaitu untuk lebih mengangkat budaya dan tradisi masyarakat Bali pada khususnya dan Indonesia pada Kepada pembaca dan siswa disarankan untuk melakukan analisis perbandingan terhadap cerpen yang dibaca, hal tersebut dapat menggali imformasi yang lebih mendalam tentang cerpen yang Mengingat karya sastra merefleksikan hidup dan kehidupan manusia pada zaman karya sastra itu Dalam penelitian ini baru sedikit ruang lingkup dari karya sastra yang dibahas. Oleh karena itu, penelitian mengenai unsur-unsur karya sastra daerah pada khususnya dan karya sastra Indonesia pada umumnya masih sangat perlu dilakukan. Kepada Peneliti lain disarankan menjadikan penelitian ini sebagai bahan perbandingan tatkala melakukan penelitian sejenis yang lebih mendalam. Kata kunci: pengembangan tema, cerpen Abstract This study aims to . describe the similarities in the development of short stories themes in the Sagra short story collection, . describe the differences in the development of short stories themes in the Sagra short story collection. This study uses a descriptive design by applying two methods, namely, descriptive qualitative method and descriptive comparative method. The subject of this research is a collection of short stories Sagra. While the object in this research is the similarities and differences in the development of themes in the collection of short stories Sagra. Collecting data in this study using a documentary study method, data processing is carried out using a qualitative method based on an interactive model. Data analysis using the model includes . data reduction, . data presentation, and . drawing conclusions. All these stages have a process linkage between one another. The findings in this study are the way the author develops the theme of the story through the intrinsic elements of the short story which mutually support the formation of themes such as plot, characterization, and setting. The suggestions that the researchers show to the writers of the collection of short stories Sagra are to further Jurnal Pendidikan Deiksis I Gede Oko Mandala P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 raise the culture and traditions of the Balinese people in particular and Indonesia in general. Readers and students are advised to do a comparative analysis of the short stories read, it can dig deeper information about the short stories read. Considering that literary works reflect life and human life at the time the literary work was written. In this study, only a little scope of the literary works discussed. Therefore, research on the elements of regional literary works in particular and Indonesian literary works in general still needs to be done. It is recommended to other researchers to use this research as a comparison material when conducting a more in-depth similar research Keyword : theme development, short story PENDAHULUAN Dalam pelelitian ini yang difokuskan adalah unsur intrinsik yaitu tema. Yang dimaksud dengan unsur intrinsik dalam suatu karya sastra adalah unsur yang membangun karya sastra bentuk prosa, pada umumnya unsur intrinsik yang terdapat pada karya sastra . tidak sama dengan unsur pembentuk karya bentuk puisi maupun drama. Karya sastra bentuk prosa dibangun oleh unsur-unsur intrinsik sebagai berikut: tema, amanat, plot, perwatakan, latar, dialog dan pusat pengisahan (Suroto, 1989:. Karya sastra bentuk puisi dibangun oleh unsur-unsur: tema, perasaan penyair, nada atau sikap penyair terhadap pembaca, dan amanat . aluyo 1987:. karya sastra bentuk drama dibangun oleh unsur-unsur: tema, alur . ,penokohan, latar, dialog atau aksi, tindakan, sudut pandang . ellek dan warren, 1995:282Ai. Sebagai calon pendidik, seorang guru harus mampu menguasai materi yang akan diberikan kepada siswanya dengan kata lain dengan penelitian ini diharapkan akan mampu membantu seoraang guru . untuk memjelaskan atau memberikan pemahaman yang lebih mengenai karya sastra terhadap siswa. Materi terkait karya sastra ini akan terus didapatkan oleh Selain dari pada itu faktor pendorong dipilihnya kumpulan cerpen Sagra (Oka Rusmini 2. sebagai bahan penelitian karena Oka Rusmini adalah pengarang . yang nama dan hasil karangannya tidak perlu diragukan lagi, banyak karyanya telah mendapatkan penghargaan dari instansi terkait seperti : Majah Femina. Horison. Departemen pendidikan nasional Indonesia. Sea Write Award . di Bangko dan Thailand, dan lain sebagainya. Oka Rusmini juga diundang ke berbagai forum sastra Nasional dan Internasional diantaranya Belanda dan Jerman. Dalam penelitian ini, penulis hanya membatasi masalah yang akan dikaji hanya pada perbandingan pengembangan tema dengan bantuan unsur intrinsik dan ekstrinsik, mengingat pentingnya suatu tema atau ide pokok dalam pembuatan suatu karya sastra . , dalam sebuah karya sastra . yang bagus pasti ada penyembangan-pengembangan tema yang baik pula, tema merupakan unsur yang sangat penting untuk membangun suatu karya cerpen atau karya sastra. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan menerapkan dua metode, metode deskriptif kualitatif dan metode deskriptif komparatif. Dalam penelitian ini, digunakan metode studi dokumenter metode ini memiliki peranan yang sangat penting dalam penelitian sastra, mengingat karya sastra (Cerpe. adalah untuk dibaca bukan ditonton ataupun disimak. Metode studi dokumenter dilakukan pada saat mengamati persoalan-persoalan yang muncul pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini, dan mengamati cara pengarang dalam mengembangkan tema ceritanya. Jurnal Pendidikan Deiksis I Gede Oko Mandala P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Instrumen Pencatatan Dokumenter Dalam penelitian ini digunakan prosedur analisis data kualitatif berdasarkan model interaktif Miles dan Huberman . Analisis data dengan menggunakan model tersebut mencakup, yaitu . reduksi data, . penyajian data, dan . Penarikan simpulan. Semua tahap tersebut memiliki keterkaitan proses antara satu dengan yang lainnya. HASIL PENELITIAN Persamaan pengembangan tema pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini Dalam kumpulan cerpen Sagra ditemukan enam cerpen yang memiliki persamaan dalam pengembangan temanya dengan bantuan unsur intrinsik yaitu alur, penokohan, dan latar. Enam cerpen tersebut meliputi . Sepotong Kaki, . Pesta Tubuh, . Sagra, . Pemahat Abad, . Putu Menolong Tuhan, dan . Cenana. Perbedaan pengembangan tema pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini Terdapat lima cerpen yang berbeda dalam pengembangan tema dengan bantuan unsur intrinsik pada kumpulan cerpen Sagra yaitu cerpen . Esensi Nobelia, . Kakus, . Api Sita, . Ketika Perkawinan Harus Dimulai, . Harga Seorang Perempuan. Pembahasan Yang dijadikan sebagai bahan perbandingan pada Kumpulan cerpen Sagra bukanlah temanya, melainkan cara pengarang dalam mengembangkan tema ceritanya. Persamaan dan perbedaan dalam pengembangan tema pada kumpulan cerpen Sagra dapat dilihat dari temuan pada penelitian ini yaitu dari unsur intrinsik yang membangun karya sastra dari dalam karya sastra yaitu alur . , penokohan . , latar . Terkait dengan teori yang melandasi penelitian ini, pengembangan tema yang dilakukan oleh pengarang terhadap cerita yang dikarangnya. Ginarsa dkk. yang mengatakan bahwa Audalam karya sastra, unsur . tema dan bentuk bekerja sama, bahu membahu dalam mewujudkan makna yang ingin disampaikan oleh pengarang. Persamaan Pengembangan Tema Cerpen Pada Kumpulan Cerpen Sagra Dari data yang diperoleh dalam penelitian terdapat beberapa cerpen yang memiliki persamaan dalam pengembangan tema utamnya. Persamaan-persamaan tersebut melipuli dari unsur intrinsik yang mendukung pengembangan tema yaitu Alur, tokoh dan latar. Alur Dalam penelitian ini, ditemukan beberapa cerpen yang memiliki persamaan dalam pengembangan alurnya yaitu . Setopong Kaki, . Pesta Tubuh . Sagra . Harga Seorang Perempuan . Putu Menolong Tuhan . Cenana. Dari enam cerpen tersebut, semuanya memiliki persamaan dalam pengembangan alurnya yaitu sama menggunakan alur gabungan. Rangkaian atau peristiwa yang terjadi dalam cerpen pada awalnya menceritakan kejadian yang sedang terjadi, pada pertengahan jalinan cerita, pengarang mengembangkan ceritanya dengan menceritakan kembali kejadian masa lalu yang pernah dialami tokohnya, sehingga terbentuk atau terjadi peristiwa yang dialami tokohnya Kemudian berlanjut memceritakan kejadian atau adegan yang sedang Temuan ini diperkuat oleh pendapat Nurgiyantoro . menjelaskan alur campuran yaitu apabila cerita berjalan, terdapat adegan-adegan sorot balik. Penokohan. Jurnal Pendidikan Deiksis I Gede Oko Mandala P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Temuan dalam penelitian ini adalah dalam kumpulan cerpen Sagra ada beberapa cerpen yang memiliki persamaan dalam pengembangan penokohan. Dari keenam cerpen di atas yang memiliki persamaan alur. Cerpen tersebut juga memiliki persamaan penokohan. Dari kutipan-kutipan di atas, pada hasil penelitian yang menunjukan bahwa pengembangan penokohan yang dilakukan pengarang dalam mengembangkan ceritanya mempunyai kesamaan. Tokoh yang terdapat dalam cepen di atas sama menggunakan gelar brahmana atau kasta brahmana, yang dalam masyarakat Bali, kasta brahmana adalah kasta yang dianggap mempunyai kedudukan tertinggi dalam masyarakat Bali Kasta brahmana juga di anggap sebagai orang bangsawan. Dalam cerpen di atas, juga di temukan beberapa tokoh yang bukan kasta brahmana. Walaupun ditemukan beberapa bukan kasta brahmana, jalinan cerita yang terjadi lebih mengutamakan kedudukan kasta brahmana. Jalinan peristiwa atau konflik-konflik yang terjadi selalu berhubungan dengan orang brahmana. Dalam cerita, diceritakan bagaimana sesungguhnya kehidupan dari kasta brahmana yang selalu terikat oleh aturan budaya Hal tersebut sesuai dengan pendapat Saini K. M . 6:14-. yang mengatakan bahwa Aukarya sastra merupakan bagian dari kebudayaan, kelahirannya ditengah-tengah masyarakat tiada luput dari pengaruh sosial dan budaya. Pengaruh tersebut bersifat timbal balik artinya karya sastra dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh masyarakat. Latar Temuan dalam penelitian ini adalah dari kutipan-kutipan enam cerpen di atas, yang memiliki persamaan dalam pengembangan alur dan penokohannya. Kesamaan yang secara keseluruhan cerpen, menunjukan tempat atau latar terjadinya peristiwa atau jalinan cerita yang utama terjadi yaitu dalam rumah dari tokoh-tokoh utamanya. Dalam penelitian ini, enam cerpen yang memiliki persamaan dalam pengembangan tokohnya yaitu menggunakan kasta brahmana. Dari sanalah latar tempat ini muncul. Rumah dari kasta brahmana dalam masyarakat Bali yaitu griya. Disanalah terdapat konflik-konflik yang muncul, sehingga membentuk jalinan cerita. Oka Rusmini sebagai pengarang dari kumpulan cerpen Sagra telah lama menetap di Bali, walaupun beliau lahir di Jakarta. Dengan tinggal di Bali maka Oka Rusmini tentunya akan hafal dengan tradisi dari masyarakat Bali yang sangat beragam. Dan itu akan mempengaruhi karya-karya yang Seperti dalam kumpulan cerpen ini yang tidak terlepas juga dengan tradisi masyarakat Bali dimana Oka Rusmini menetap. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumarjo . yang mengatakan bahwa AuAsal daerah pengarang perlu diketahui, sebab asal daerah pengarang mempengaruhi setting ceritanya. Sastrawan umumnya dilahirkan di daerah-daerah yang memiliki tradisi kesenian dan kesusastraan yang tua dan masih hidup dalam masyarakat, tidak mungkin kesusaastraan lahir tanpa masyarakat. Ay Dilihat dari unsur intrinsik enam cerpen yang memiliki persamaan dalam pengembangan tema di atas, menunjukan bahwa keenam cerpen tersebut memiliki persamaan tema yang Dilihat dari adegan atau jalinan peristiwa yang terjadi dalam enam cerpen tersebut maka dapat diambil simpulkan bahwa tema yang mendasar dalam enam cerpen yang memiliki persamaan tersebut yakni kisah cinta dan realita sosial yang dialami oleh orang brahmana di Bali. Walaupun dalam keenam cerpen diatas memiliki tema yang sama tetapi dalam pengembangan tema yang dilakukan pengerang dengan jalinan cerita yang berbeda-beda pada setiap cerpennya. Jurnal Pendidikan Deiksis I Gede Oko Mandala P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Perbedaan Pengembangan Tema Cerpen Pada Kumpulan cerpen Sagra Dari data yang diperoleh. Ada lima cerpen yang memiliki perbedaan dalam kumpulan cerpen Sagra. Esensi Nobelia . Kakus . Api Sita . Harga Seorang Perempuan . Ketika Perkawinan Harus Dimulai. Masing-masing dari kelima cerpen di atas memiliki perbedaan dalam pengembangan temanya. Alur Temuan dalam penelitian ini adalah pada Kutipan-kutipan dalam hasil penelitian. Menunjukan penggunaan alur maju pada cerpen Kakus. Harga Seorang Perempuan, dan Ketika Perkawian Harus Dimulai. Jalinan peristiwa yang terjadi tidak menampilkan sorot balik atau sedikit menampilkan sorot balik tetapi tidak mempengaruhi tema utama. Sama halnya dengan pendapat yang dikemukakkan oleh Nurgiyantoro . yaitu dalam pengembangan tema, apabila pengarang dalam mengurutkan peristiwa-peristiwa itu menggunakan urutan waktu maju dan lurus. Artinya peristiwa-peristiwa itu diawali dengan pengenalan masalah dan diakhiri dengan pemecahan masalah disebut alur maju. Berbeda dengan cerpen Esensi Nobelia dan Api Sita di atas tersebut. Dapat dilihat penggunaan alurnya dan cara pengarang dalam mengembang jalinan cerita atau peristiwa pada karyanya. Jalinan cerita yang terjadi dimulai dari menceritakan kejadian tokohnya pada saat yang sekarang dialami dan kemudian . lash bac. atau sorot balik, menceritakan kejadian masalalunya sehingga terbentuk atau terjadi jalinan cerita yang dialami tokohnya sekarang. Dan berlanjut kembali menceritakan kejadian yang dialami tokoh-tokohnya. Hal ini sesui dengan pendapat Wiyanto . yang mengatakan Aurangkaian peristiwa yang sambung menyambung dalam sebuah cerita berdasarkan logika sebab akibat. Dalam sebuah cerita terdapat berbagai peristiwa. Akan tetapi, peristiwa-peristiwa tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan antara peristiwa satu dengan peristiwa lainnya. Ay Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat diketahui bahwa dalam sebuah karya sastra . alur yang digunakan dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan jalinan cerita atau peristiwa yang terjadi dalam cerita. Penokohan. Temuan dalam penelitian ini adalah adanya cepen yang tidak menunjukan penamaan secara jelas dalam setiap tokoh dalam cerpen dan terdapat pila tokoh yang diberi penamaan secara jelas oleh pengarang. Seperti dalam cerpen Kakus dan Harga Seorang Perempuan, pengarang dalam mengembangkan tema ceritanya tidak memberikan atau menunjukan penamaan yang jelas pada tokoh dalam cerpen. Yang lain halnya dengan cerpen Esensi Nobelia. Api Sita, dan Ketika Perkawinan Harus Dimulai dalam cerpen ini pengarang dalam pengembangan temanya menunjukan penamaan secara jelas. Hal ini sesuai dengan pendapat Wiyanto . yang mengatakan Auperwatakan dinamakan tak langsung bila cara yang digunakan pengarang tidak terus terang. Sementara Muhardi dan Hasauddin . berpendapat bahwa AuDalam hal penokohan termasuk dalam masalah penamaan, pemeranan, keadaan pisik, keadaan psikis, dan karakter. Ay Dari pendapat tersebut dapat dikatan masalah penamaan dan karakter dalam setiap tokoh yang memainkan peran dalam sebuah cerita, tokoh dalam cerita harus tampak hidup ketika melakukan tindakan-tindakan dalam peristiwa yang terdapat dalam alur cerita. Bila Jurnal Pendidikan Deiksis I Gede Oko Mandala P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 seorang tokoh mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu, keputusan yang diambil itu harus sesuai dengan wataknya. Bila tidak, logika pembaca akan menolaknya. Latar. Temuan dalam penelitian ini adalah dari kelima cerpen di atas pada hasil penelitian yang menunjukan perbedaan dalam pengembangan tema. Dalam pengenbangan latar cerita, pada dasarnya semua bermula dari dalam rumah dari masing-masing dari tokoh utama, tetapi dengan cara pengembangan tema yang berbeda-beda pada setiap cerpennya. Pada cerpen Esensi Nobelia pengarang mengembangkan latarnya dari dalam rumah tokoh utama kemudian cerita dikembangkan dengan adegan konflik dengan tentangga dari tokoh utama. Pada cerpen Api Sita kemunculan latar pada rumah Sita sampai di tempat Sita dijadikan Jugun Ianfu oleh tentara Jepang. Lain halnya dengan cerpen Kakus. Harga Seorang Perempuan dan Ketika Perkawinan Harus Dimulai, latar yang terungkap dalam ketiga cerpen ini hanya terfokus pada satu titik yaitu dalam rumah dari masing-masing Hal ini sesuai dengan pendapat Muhardi dan Hasanuddin . yang mengatakan bahwa AuLatar merupakan penanda identitas permasalahan fiksi yang mulai secara samar diperlihatkan alur atau penokohan. Jika permasalahan fiksi sudah diketahui melalui alur atau penokohan, maka latar memperjelas tempat sewaktu peristiwa itu latar sebagai landasan tumpu. Latar atau landas tumpu . cerita merupakan lingkungan tempat atau ruang yang diamati, waktu, hari, tahun, musim atau periode sejarah. Ay Dalam kumpulan cerpen Sagra terdapat lima cerpen yang memiliki perbedaan dalam pengembangan tema ceritanya dilihat dari unsur intrinsik yang mendukung terbentuknya pengembangan tema. Tema dari masing-masing cerpenpun tidak sama yakni seperti Pada Cerpen Esensi Nobelia temanya yaitu kisah cinta sepasang penulis, cerpen Kakus temanya yaitu seorang ibu yang tidak ingin melihat anaknya menderita karena keangkuhan sangsuami, cerpen Harga Seorang Perempuan temanya yaitu harta dan kedudukan yang lebih tinggi tidak menjamin kebahagiaan akan terjadi, cerpen Api Sita temanya yaitu kisah cinta seorang perempuan muda ditengah jajahan dari Negara lain, cerpen Ketika Perkawinan Harus Dimulai temanya yaitu Ketakuatan seorang perempuan. SIMPULAN Penelitian ini menguji tentang perbandingan pengembangan tema pada kumpulan cerpen Sagra. Kumpulan cerpen ini dapat dibandingkan karena dalam kumpulan cerpen Sagra terdapat sebelas cerpen di dalamnya. Berdasarkan atas uraian bab-bab terdahulu, dapat diambil beberapa poin penting sebagai simpulan dalam penelitian ini. Simpulan yang dimaksud adalah sebagai Persamaan Pengembangan Tema Cerpen Pada Kumpulan Cerpen Sagra Persamaan pengembangan tema pada cerpen pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini dapat dilihat dari unsur intrinsik karya sastra yaitu alur, penokohan, dan latar. Tiga item tersebut sangat mempengaruhi pengembangan tema yang dilakukan pengarang dalam sebuah karya sastra. Perbedaan Pengembangan Tema Cerpen Pada Kumpulan Cerpen Sagra Jurnal Pendidikan Deiksis I Gede Oko Mandala P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Perbedaan pengembangan tema cerpen pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini dapat dilihat pula dari unsur intrinsik dalam karya sastra yaitu alur, penokohan dan latar. DAFTAR PUSTAKA