Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ PENGARUH KETERSEDIAAN VITAMIN A TERHADAP KONSUMSI VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUALA KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH TAHUN 2018 Zaitun Hilwa1. Zuraidah Nasution2 dan Anto3 Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Masyarakat. Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Masyarakat Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Masyarakat zhilwa_aries@yahoo. ABSTRAK Vitamin A sangat di butuhkan oleh Ibu nifas. Oleh karena itu ibu nifas membutuhkan nutrisi yang cukup, bergizi seimbang, terutama kebutuhan protein dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketersediaan Vitamin A terhadap konsumsi Vitamin A Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Kabupaten Bireuen Provinsi Acehn Tahun 2018. Jenis penelitian yang di gunakan survey analitik dengan studi potong lintang . ross sectional stud. dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 93 orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan vitamin A berhubungan dengan konsumsi vitamin A dengan nilai P = 0,000. Berdasarkan hasil penelitian maka disaran kepada ibu nifas untuk dapat memahami apa-apa saja yang harus diketahui pada masa nifas sehingga dapat memberikan kenyamanan pada masa nifas. Kata Kunci: Vitamin A. Konsumsi. Ibu Nifas PENDAHULUAN Vitamin A sangat dibutuhkan oleh Ibu nifas, oleh karena itu ibu nifas membutuhkan nutrisi yang cukup, bergizi seimbang, terutama kebutuhan protein dan karbohidrat. Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari, yaitu ibu harus mengkonsumsi 3 sampai 4 porsi setiap hari. Tablet zat besi dikonsumsi, untuk menambah zat gizi selama 40 hari pasca bersalin. Kapsul vitamin A . 000 uni. dapat memenuhi kebutuhan vitamin A kepada bayi melalui ASI. Pemberian kapsul Vitamin A kepada ibu nifas juga dapat meningkatkan jumlah vitamin A dalam ASI. ASI merupakan sumber vitamin A yang baik. Bila vitamin A dalam tubuh ibu rendah, dalam ASI secara proposional juga rendah dan bayi akan berada dalam periode I epitel kornea yang akhirnya berakibat melunaknya dan pecahnya kornea, mata terkena infeksi dan terjadi perdarahan dan ibu juga beresiko infeksi. Separuh Negara di dunia memiliki permasalahan kondisi kekurangan vitamin A. Permasalahan defisiensi . ondisi-kekuranga. vitamin A merupakan salah satu permasalahan utama kesehatan masyarakat yang dialami oleh negara miskin dan berkembang. Di Negara miskin dan berkembang yang memiliki permasalahan kesehatan masyarakat terkait kondisi kekurangan vitamin A ini terdapat 1 kematian dari 4 kematian anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A ini yang diakibatkan ibu nifas tidak diberikan kapsul vitamin A. Kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko kematian ibu. Permasalahan ini terutama dialami oleh Negara-negara di Afrika dan Asia Tenggara. WHO beserta UNICEF bekerja sama dengan Canadian Internasional Agency for Internasional Development and The Micronutrient Initiativemengamanyekan The Vitamin A Global Initiative yang salah satunya dengan pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi 2 kali dalam satu tahun kepada kelompok-kelompok masyarakat yang rentan mengalami kekurangan vitamin A. Data dari Kemenkes tahun 2016 jumlah cakupan kunjungan nifas di Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2016, namun jumlah kunjungan nifas di Indonesia tahun 2016 berjumlah 84,41% dan ini mengalami menurunan dari tahun 2015 yang berjumlah 87,06%, bedasarkan capaian kunjungan nifas diprovinsi DKI Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Jakarta memiliki capaian tertinggi sebesar 94,3% sedangkan provinsi dengan cakupan terendah yaitu Papua sebesar 30,46%. Berdasarkan data dari Kemenkes menyatakan bahwa Dinkes Provinsi Aceh pada tahun 2016,cakupan kunjungan nifas menurun menjadi 79% sedangkan pada tahun 2011 jumlah cakupan kunjungan nifas berjumlah 87,8% . Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen tahun 2017, jumlah ibu nifas 8. 751 jiwa, adapun ibu nifas yang mendapatkan vitamin A adalah 79,45%. Sementarapada tahun 2013 jumlah Ibu Nifas di Kabupaten Bireuen 7904 jiwa, pemberian kapsul vitamin A sebesar 85,25%. Keadaan ini menunjukkan cakupan di Kabupaten Bireuen masih tetap dibawah target (<90%) dan terjadi penurunan cakupan sebanyak 2,8% dari 2013 ke 2017. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh diketahui bahwa dari 10 orang ibu nifas yang mendapatkan kapsul vitamin A hanya ada 5 orang ibu nifas yang mengonsumsi kapsul vitamin A. Adapun yang menyebabkan ibu nifas mengonsumsi kapsul vitamin A yaitu menurut 2 orang ibu nifas yang sering mengikuti kelas ibu hamil, mengonsumsi kapsul vitamin A karena dapat mencegah penyakit infeksi dan mempercepat penyembuhan alat reproduksi, 1 orang ibu nifas yang mendapatkan informasi melalui internet mengatakan mengonsumsi kapsul vitamin A pada masa nifas dapat membentuk kekebalan tubuh bayi melalui ASI, 1 orang ibu nifas yang mendapatkan informasi dari majalah-majalah menyatakan bahwa mengonsumsi kapsul vitamin pada masa nifas dapat mempercepat pertumbuhan bayi, serta 1 orang ibu nifas lainnya yang mendapatkan informasi dari mulut ke mulut bahwasannya mengonsumsi kapsul vitamin A pada masa nifas dapat menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan fungsi penglihatan . Bedasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketersediaan Vitamin A terhadap konsumsi Vitamin A Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Kabupaten Bireuen Provinsi Acehn Tahun 2018 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan studi potong lintang . ross sectional stud. Penelitian dilakukan mulai bulan Agustus 2018 sampai dengan Bulan Maret 2019, untuk pembagian kuesioner dimulai dari bulan Februari 2019 sampai Maret 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu nifas yang ada dan terdaftar di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh Tahun 2018 yaitu sebanyak 93 orang. Data yang terkumpul dianalisis ke dalam analisis univariat dan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan Ketersediaan Kapsul Vitamin A Ibu Nifas. diketahui bahwa dari 93 responden . %) mayoritas mengatakan ketersediaan kapsul vitamin A kurang sebanyak 39 responden . 9%) dan minoritas baik yaitu sebanyak 17 responden . 3%). Distribusi Frekuensi Berdasarkan Konsumsi Kapsul Vitamin A Ibu Nifas. diketahui bahwa dari 93 responden . %) mayoritas tidak mengonsumsi vitamin A sebanyak 52 responden . ,9%) dan minoritas mengonsumsi vitamin A sebanyak 41 responden . ,1%). Analisis Bivariat Analisis bivariat adalah uji statistik yang dipergunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independent dengan variabel dependent. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Analisis Hubungan Ketersediaan Kapsul Vitamin A dengan Konsumsi vitamin A di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh tahun 2018. dari 93 responden yang pantangan kapsul vitamin A kurang sebanyak 26 responden . %) dan tidak mengonsumsi kapsul vitamin A sebanyak 24 responden . ,8%), sedangkan yang mengonsumsi kapsul vitamin A sebanyak 2 responden . ,2%). Ketersediaan kapsul vitamin A cukup sebanyak 35 responden . ,6%) dan tidak mengonsumsi kapsul vitamin A sebanyak 19 responden . ,4%), sedangkan yang mengonsumsi kapsul vitamin A sebanyak 16 responden . ,2%). Ketersediaan kapsul vitamin A baik sebanyak 32 responden . ,4%) dan tidak mengonsumsi kapsul vitamin A sebanyak 9responden . ,7%), sedangkan yang mengonsumsi kapsul vitamin A sebanyak 23 responden . ,2%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p . 0,000<0,05, maka ada hubungan antara ketersediaan kapsul vitamin A dengan konsumsi kapsul vitamin A. Distribusi frekuensi ketersediaan vitamin A diketahui bahwa dari 93 responden . %) mayoritas mengatakan ketersediaan vitamin A kurang sebanyak 39 responden . 9%) dan minoritas baik yaitu sebanyak 17 responden . 3%). Hasil analisis hubungan antara ketersediaan vitamin Adengan konsumsi vitamin A dari 93 responden yang pantangan makanan kurang sebanyak 26 responden ( 28%) dan tidak mengonsumsi vitamin A sebanyak 24 responden . ,8%), sedangkan yang mengonsumsi vitamin A sebanyak 2 responden . ,2%). Ketersediaan vitamin A cukup sebanyak 35 responden . ,6%) dan tidak mengonsumsi vitamin A sebanyak 19 responden . ,4%), sedangkan yang mengonsumsi vitamin A sebanyak 16 responden . ,2%). Ketersediaan vitamin A baik sebanyak 32 responden . ,4%) dan tidak mengonsumsi vitamin A sebanyak 9responden . ,7%), sedangkan yang mengonsumsi vitamin A sebanyak 23responden . ,2%). Hasil analisis multivariat didapatkan nilai p = 0,015 dengan nilai OR = 2,798 yang dapat diartikan bahwa apabila ketersediaan vitamin A di puskesmas tidak ada maka peluang ibu nifas untuk tidak mengonsumsi vitamin A itu sebanyak 2,7 kali lebih besar. Meningkatkan status gizi dan kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu sasaran pokok dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 yang dijabarkan lebih lanjut dalam Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Sasaran program gizi dan kesehatan ibu dan anak antara lain meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Dimana seharusnya untuk penyediaannya selalu ada, hal-hal tersebut sudah diatur dalam undang-undang tentang kesehatan, terlepas dari itu semua tetap masih ada vitamin A yang kadang-kadang tidak tersedia atau habis stok di puskesmas. Menurut asumsi peneliti terhadap ketersediaan vitamin A yaitu karena kurangnya sosialisasi tentang pemberian kapsul vitamin A untuk ibu nifas menyebabkan bidan di wilayah kerja Puskesmas lebih memfokuskan pemberian kapsul vitamin A pada balita sehingga pencapaian pemberian vitamin A pada ibu nifas terhambat/berkurang. Hal ini juga dipengaruhi oleh tidak adanya pengadaan kapsul vitamin A yang bersumber dari dana APBD Kabupaten/kota sehingga pemberian kapsul vitamin A masih bertumpu pada buffer stock pusat. Apabila ketersediaan kapsul vitamin A pada penolong persalinan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh sasaran, maka ketersediaan tersebut merupakan sarana pemungkin untuk penolong persalinan berperilaku positif dalam pemberian kapsul vitamin A untuk ibu nifas juga. Agar terlaksananya pemberian kapsul vitamin A untuk ibu nifas. Maka peranan penolong persalinan dalam pemberian kapsul vitamin A untuk ibu nifas dilaksanakan secara maksimal dan optimal. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil interpretasi data tentang pengaruh ketersediaan konsumsi vitamin A pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas kuala yaitu: Ketersediaan vitamin A berpengaruh terhadap konsumsi vitamin A dengan nilai P=0,000 dan OR 2,798 sehingga ibu nifas yang tidak mengonsumsi kapsul vitamin A karena tidak tersedia yaitu sebanyak 2,7 kali lebih besar,maka diharapkan vitamin A selalu tersedia di puskesmas sehingga akan sangat membantu dalam mempercepat penyembuhan ibu pasca salin. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka disarankan kepada: Tenaga Kesehatan. Untuk dapat memberikan bimbingan pengetahuan, penyuluhan dan informasi tentang masa nifas yang sehat untuk ibu dan bayi, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Bagi Pemerintah. Pemerintah sekalu penyedia obat-obatan dan vitamin untuk dapat menjaga dan memantau ketersdiaan vitamin di daerah sehingga tidak akan ada lagi yang kekurangan atau bahkan kehabisan stok. Bagi Ibu Nifas. Disarankan kepada ibu nifas untuk dapat memahami apa saja yang harus diketahui pada masa nifas sehingga dapat memberikan kenyamanan pada masa DAFTAR PUSTAKA