HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya PEMANFAATAN DAUN KUMIS KUCING SEBAGAI OBAT HERBAL UNTUK MENGOBATI BATU GINJAL DI DESA ORAHILI FONDRAKO KECAMATAN ULUSUSUA Albianus Gaurifa1. Depirman Fatemaluo2. Ester Sarumaha3. Septiaman Nining W. Laowo4. Fiki Halawa5. Meila Endang K. Giawa6. Okti Mesrtawati Ndruru7. Putra Jaya Buulolo8. Putra Jodi Halawa9. Selvin Laia10,Feriawati Mendrofa11,Adam Smith Bago12 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12 Universitas Nias Raya . lbianusgaurifa@gmail. com1, depirmanfatemalou@gmail. estersarumahaestersar@gmail. com3, nininglaowo23@gmail. com4, fikihalawa09@gmail. giawameilaendangkaryani@gmail. com6, ndrururawati@gmail. putrabulolo606@gmail. com8, putrajodihalawa@gmail. com9, selvinlaia65@gmail. eriawatimendrofa02@gmail. com11, asmithbago@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan daun kumis kucing sebagai obat herbal tradisional dalam mengobati batu ginjal di Desa Orahili Fondrako Kecamatan Ulususua. Batu ginjal merupakan salah satu penyakit yang sering di derita masyarakat pedesaan akibat kurang nya asupan cairan, pola makan tidak seimbang, serta factor lingkungan. Di tengah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan modern, masyarakat local mengandalkan tanaman obat tradisional sebagai alternatif pengobatan, salah satu nya adalah daun kumis kucing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi literatur. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat,dukun local, dan warga yang pernah menggunakan daun kumis kucing sebagai pengobatan baju ginjal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kumis kucing banyak digunakan dalam bentuk rebusan yang di minum secara ruting selama beberapa hari hingga gejala batu ginjal mereda. Masyarakat meyakini bahwa sifat diuretik dari daun kumis kucing membantu melancarkan buang air kecil dan meluruhkan batu ginjal secara Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya pengetahuan turun temurun yang berperan penting dalam pelestarian dan pemannfaatan tanaman obat di Desa Orahili Fondrako. Namun, penggunaan daun kumis kucing masih bersifat tradisional dan belum Copyright . Albianus Gaurifa. Depirman Fatemaluo. Ester Sarumaha. Septiaman Nining W. Laowo. Fiki Halawa. Meila Endang K. Giawa. Okti Mesrtawati Ndruru. Putra Jaya Buulolo. Putra Jodi Halawa. Selvin Laia,Feriawati Mendrofa,Adam Smith Bago. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya didukung oleh takaran dosis yang terstandarisasi secara ilmiah. Oleh karna iu, diperlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam untuk menguji efektifitas dan keamanan penggunaan daun kumis kucing secara klinis. Kata Kunci : Kumis Kucing. Batu Ginjal. Pengobatan Tradisional Abstract This research aims to examine the utilization of catAos whiskers leaves (Orthosiphon aristatu. as a traditional herbal medicine in treating kidney stones in Orahili Fondrako Village. Ulususua District. Kidney stones are among the common illnesses suffered by rural communities due to insufficient fluid intake, unbalanced diets, and environmental factors. In the midst of limited access to modern healthcare services, the local community relies on traditional medicinal plants as an alternative treatment, one of which is catAos whiskers leaves. The method used in this research is a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, field observations, and literature studies. The research informants consist of traditional leaders, local healers, and residents who have used catAos whiskers leaves for kidney stone treatment. The findings show that the leaves are commonly consumed in the form of boiled decoctions taken regularly for several days until the symptoms of kidney stones The community believes that the diuretic properties of catAos whiskers leaves help facilitate urination and naturally dissolve kidney stones. In addition, this research also reveals the existence of inherited traditional knowledge that plays an important role in the preservation and utilization of medicinal plants in the village. However, the use of catAos whiskers leaves remains traditional and is not yet supported by scientifically standardized dosages. Therefore, further in-depth studies are needed to examine the effectiveness and safety of catAos whiskers leaves through clinical trials. Keywords: Cat's Whiskers. Kidney Stones. Traditional Medicine Pendahuluan berhubungan langsung dengan kualitas Kesehatan merupakan aspek penting Salah Copyright . Albianus Gaurifa. Depirman Fatemaluo. Ester Sarumaha. Septiaman Nining W. Laowo. Fiki Halawa. Meila Endang K. Giawa. Okti Mesrtawati Ndruru. Putra Jaya Buulolo. Putra Jodi Halawa. Selvin Laia,Feriawati Mendrofa,Adam Smith Bago. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 penyakit yang cukup sering ditemui di E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya sebagai alternatif pengobatan masyarakat pedesaan adalah batu ginjal atau nefrolitiasis. Batu ginjal adalah endapan Indonesia sebagai tanaman obat tradisional keras yang terbentuk dari mineral dan dengan sifat diuretik yang membantu garam di dalam ginjal, biasanya disebabkan melancarkan buang air kecil, sehingga oleh kurangnya konsumsi cairan, pola dipercaya mampu membantu meluruhkan batu ginjal. Tanaman Pemanfaatan kumis kucing bukanlah Di daerah pedesaan, kasus batu hal baru. Sejak lama, masyarakat Indonesia ginjal sering muncul karena masyarakat telah menggunakan tanaman ini untuk cenderung memiliki kebiasaan minum air mengatasi berbagai penyakit, terutama yang kurang, ditambah dengan konsumsi yang berkaitan dengan ginjal dan saluran makanan tinggi oksalat atau protein hewani Khasiat kumis kucing banyak yang tidak terkontrol. dikenal melalui pengetahuan tradisional Di Desa Orahili Fondrako. Kecamatan yang diwariskan secara turun-temurun. Ulususua, batu ginjal menjadi salah satu Desa Orahili Fondrako, pengetahuan ini masih bertahan kuat dan menjadi salah satu Minimnya fasilitas kesehatan modern serta terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat untuk mengakses Namun, pemanfaatan kumis kucing masih dilakukan secara sederhana, yaitu tradisional masih menjadi pilihan utama. dengan merebus daun segar dan meminum Dalam konteks ini, tanaman kumis kucing air rebusannya. Belum ada standar dosis, (Orthosiphon aristatu. memegang peranan Copyright . Albianus Gaurifa. Depirman Fatemaluo. Ester Sarumaha. Septiaman Nining W. Laowo. Fiki Halawa. Meila Endang K. Giawa. Okti Mesrtawati Ndruru. Putra Jaya Buulolo. Putra Jodi Halawa. Selvin Laia,Feriawati Mendrofa,Adam Smith Bago. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 lama konsumsi, ataupun uji klinis yang Penelitian E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya dilaksanakan di Desa mendukung efektivitas serta keamanannya Orahili Fondrako. Kecamatan Ulususua. Kabupaten Nias Selatan. Lokasi ini dipilih kebutuhan akan penelitian yang lebih karena masyarakat setempat masih banyak mendalam, agar pemanfaatan tanaman obat ini dapat dipahami bukan hanya dari sisi tradisional, khususnya daun kumis kucing, tradisional, tetapi juga dari perspektif kesehatan modern. penelitian dilaksanakan selama tiga bulan. Hal Metode Pelaksanaan Waktu penyusunan laporan. Subjek dan Informan Penelitian Informan penelitian yang berfokus pada pemahaman Jenis Penelitian Penelitian dengan teknik purposive sampling, yaitu budaya, dan kesehatan yang terjadi di masyarakat Desa Orahili Fondrako terkait berdasarkan kriteria tertentu yang relevan pemanfaatan daun kumis kucing sebagai dengan penelitian. Informan terdiri dari: obat tradisional untuk mengatasi batu Pendekatan Tokoh Dukun lokal/tabib, yang memiliki peran praktik lokal yang tidak dapat diungkap hanya melalui data kuantitatif. Lokasi dan Waktu Penelitian Copyright . Albianus Gaurifa. Depirman Fatemaluo. Ester Sarumaha. Septiaman Nining W. Laowo. Fiki Halawa. Meila Endang K. Giawa. Okti Mesrtawati Ndruru. Putra Jaya Buulolo. Putra Jodi Halawa. Selvin Laia,Feriawati Mendrofa,Adam Smith Bago. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Masyarakat pengguna kumis kucing. E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya deskriptif kualitatif melalui yaitu warga yang pernah atau sedang beberapa tahapan: Reduksi mengatasi batu ginjal. Jumlah informan yang diwawancarai wawancara, observasi, dan literatur sebanyak 10 orang, dengan komposisi sesuai fokus penelitian. beragam dari sisi usia, jenis kelamin, dan Penyajian data: menyusun data ke latar belakang, agar diperoleh data yang dalam bentuk narasi, tabel sederhana, lebih kaya. atau bagan untuk mempermudah TeknikPengumpulan Data Teknik Penarikan penelitian ini meliputi: Wawancara . n-depth intervie. : dilakukan untuk menggali temuan lapangan dengan teori dan masyarakat dalam menggunakan kumis hasil penelitian terdahulu. kucing, cara pengolahan, dosis, lama pemakaian, serta pandangan mereka Hasil Kegiatan dan Pembahasan tentang efektivitasnya. Langkah-langkah membuat rebusan Observasi daun kumis kucing Gambar. 1 Daun Kumis Kucing terhadap praktik pembuatan ramuan rebusan kumis kucing serta kondisi kesehatan masyarakat. Studi literatur: mengumpulkan data sekunder dari buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu terkait manfaat Siapkan daun kumis kucing yang tidak tradisional batu ginjal. Teknik Analisis berbunga sebanyak 3-4 tangkai. Data Lalu dicuci sampai bersih. Data yang diperoleh dianalisis dengan Siapkan air bersih sebanyak 3 gelas. Copyright . Albianus Gaurifa. Depirman Fatemaluo. Ester Sarumaha. Septiaman Nining W. Laowo. Fiki Halawa. Meila Endang K. Giawa. Okti Mesrtawati Ndruru. Putra Jaya Buulolo. Putra Jodi Halawa. Selvin Laia,Feriawati Mendrofa,Adam Smith Bago. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya dan membersihkan ginjal, yang dapat membatu mengatasi batu ginjal. Anti-inflamasi dan asam urat, kandungan Anti-inflamasinya Kemudian tangkai kumis kucing yang sudah dicuci efektif untuk meredahkan genjala asam dengan bersih, sampai mendidih lalu urat dan rematik. ditunggu 10 hingga 20 menit atau hasilnya nanti tinggal satu gelas. Penutup Setelah itu disaring sampai bersih. Obat herbal daun kumis kucing siap di Simpulan Gambar. Gelas Berisi Air Daun Kumis Penelitian Kucing daun kumis kucing (Orthosiphon aristatu. dalam mengobati batu ginjal di Desa Orahili Fondrako menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki peranan penting Masyarakat mengolah daun Daun kumis kucing dalam sehari di kumis kucing dengan cara sederhana, yaitu konsumsi sebanyak 1-3 kali. merebus daun segar dan meminum air Manfaat Rebusan Daun Kumis Kucing rebusannya secara rutin. Khasiat yang Rebusan daun kumis kucing di paling dirasakan adalah kelancaran buang air kecil, berkurangnya nyeri pinggang, kesehatan, antara lain: serta keluarnya batu ginjal berukuran kecil Diuretik masalah ginjal, sifat diuretiknya melalui urin. membantu melancarkan buang air kecil Copyright . Albianus Gaurifa. Depirman Fatemaluo. Ester Sarumaha. Septiaman Nining W. Laowo. Fiki Halawa. Meila Endang K. Giawa. Okti Mesrtawati Ndruru. Putra Jaya Buulolo. Putra Jodi Halawa. Selvin Laia,Feriawati Mendrofa,Adam Smith Bago. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Faktor utama yang mendorong Bagi masyarakat: disarankan untuk tetap masyarakat menggunakan kumis kucing melestarikan pengetahuan tradisional, adalah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan modern, rendahnya biaya, serta kuatnya kepercayaan pada pengetahuan membaik, segera mencari pertolongan turun-temurun. Hal Bagi berhati-hati Jika menjadi salah satu sumber daya penting efektif, serta keamanan kumis kucing Namun demikian, penggunaan kumis dalam pengobatan batu ginjal. kucing masih memiliki keterbatasan. Tidak Bagi pemerintah daerah dan tenaga adanya standar dosis, kurangnya penelitian ilmiah di tingkat lokal, serta potensi memberikan edukasi kepada masyarakat keterbatasan efektivitas pada kasus batu mengenai penggunaan obat tradisional ginjal yang parah menjadi tantangan yang yang tepat serta mendorong integrasi perlu diperhatikan. pengetahuan lokal dengan kesehatan Dengan berpotensi sebagai terapi alternatif, tetapi tetap memerlukan pendampingan ilmu Dengan adanya kerja sama antara pengetahuan dan medis agar lebih aman masyarakat, akademisi, dan pemerintah, dan efektif. pemanfaatan kumis kucing dapat lebih optimal, tidak hanya sebagai warisan Saran budaya, tetapi juga sebagai alternatif Berdasarkan pengobatan yang teruji secara ilmia beberapa saran yang dapat diberikan Copyright . Albianus Gaurifa. Depirman Fatemaluo. Ester Sarumaha. Septiaman Nining W. Laowo. Fiki Halawa. Meila Endang K. Giawa. Okti Mesrtawati Ndruru. Putra Jaya Buulolo. Putra Jodi Halawa. Selvin Laia,Feriawati Mendrofa,Adam Smith Bago. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Daftar Pustaka