PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN JIWA SAAT PANDEMI COVID-19 DILINGKUNGAN MASYARAKAT RT 30 KELURAHAN AIR HITAM. SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Hestri Norhapifah. Siti Kholifah. Dinda Milen Putri. Selviyana ITKES Wiyata Husada Samarinda *e-mail: Hestrinorhapifah@stikeswhs. Abstrak: Pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-. bukan hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga telah mengancam kesehatan mental banyak orang. Betapa tidak, penyakit yang telah menelan 53. 292 korban jiwa di seluruh dunia hingga 3 April 2020 ini telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat. Setiap menit, masyarakat selalu dihujani oleh berita dan informasi seputar COVID-19, baik melalui TV, media sosial, serta internet. Maka tak heran jika banyak masyarakat mengalami gangguan mental seperti rasa kekhawatiran yang berlebihan di tengah pandemi penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona tersebut. Beberapa gangguan mental yang kerap timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa emosi, stres, cemas berlebihan, depresi, dan sebagainya. Kecemasan dan gangguan mental ini kemudian akan menimbulkan ketidakseimbangan di otak, yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis, atau disebut juga psikosomatik. Ketika seseorang mengalami gejala psikosomatik, maka ia bisa merasakan gejala seperti penyakit COVID-19, yakni merasa demam, pusing, atau sakit tenggorokan, padahal suhu tubuhnya normal. Kata Kunci: Kesehatan Jiwa. Pandemi Covid 19. Masyarakat Abstract : The 2019 corona virus pandemic (COVID-. has not only threatened physical health, but has also threatened the mental health of many people. Imagine, the disease that has claimed 53,292 lives worldwide until April 3, 2020 has caused a lot of concern among the Every minute, the public is always bombarded with news and information about COVID19, both through TV, social media, and the internet. So do not be surprised if many people experience mental disorders such as excessive worry in the midst of a pandemic of diseases caused by the corona virus. Some mental disorders that often arise today, for example, easily carried emotions, stress, excessive anxiety, depression, and so on. Anxiety and mental disorders will then cause imbalances in the brain, which in turn arises into a psychological disorder, or also called psychosomatic. When a person experiences psychosomatic symptoms, he can feel symptoms such as COVID-19 disease, which is feeling fever, dizziness, or a sore throat, even though his body temperature is normal. Key word : Mental Health. Pandemic Covid 19. Society seperti Pendahuluan Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organizatio. bahagia, mampu menghadapi tantangan Middle-East paru-paru . Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pandemi penyakit virus corona 2019 hidup serta dapat menerima orang lain (COVID-. sebagaimana seharusnya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana Betapa tidak, penyakit yang telah seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga dunia hingga 3 April 2020 ini telah individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat masyarakat selalu dihujani oleh berita dan memberikan kontribusi untuk komunitasnya. informasi seputar COVID-19, baik melalui Kondisi perkembangan yang tidak sesuai TV, media sosial, serta internet. Maka tak pada individu disebut gangguan jiwa (UU heran jika banyak masyarakat mengalami No. 18 tahun 2. gangguan mental seperti rasa kekhawatiran Di akhir 292 korban jiwa di Setiap yang berlebihan di tengah pandemi penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona tersebut. wabah virus yang dikenal dengan sebutan Beberapa gangguan mental yang kerap COVID-19 dan pertama kali ditemukan di timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa kota Wuhan. Cina. Virus ini menular dengan emosi, stres, cemas berlebihan, depresi, dan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cinda dan ke beberapa negara, termasuk mental ini kemudian akan menimbulkan Indonesia. Koronavirus adalah kumpulan ketidakseimbangan di otak, yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis. Pada banyak kasus, virus ini atau disebut juga psikosomatik. Ketika hanya menyebabkan infeksi pernapasan seseorang mengalami gejala psikosomatik, ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga maka ia bisa merasakan gejala seperti bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, penyakit COVID-19, yakni merasa demam, bulan Desember Kecemasan pusing, atau sakit tenggorokan, padahal suhu Corona atau COVID-19, hingga mewabah tubuhnya normal. dan jadi pandemi. Data statistik yang dikemukakan oleh Setiap orang perlu menjaga kesehatan (WHO) . menyebutkan bahwasekitar 450 juta orang di dunia mengalami masalah keluhan fisik yang Sepertiga Karena, ketika seseorang stres, maka sistem diantaranya terjadi di Negara berkembang. imun dalam tubuh akan berkurang. Ini akan Data yang ditemukan oleh peneliti di Harvard University dan University College London, mengatakan penyakit kejiwaan akibat COVID-19 telah meliputi banyak pada tahun 2016 meliputi 32% dari semua jenis kecacatan diseluruh dunia. Angka Organization (WHO) pada Maret 2020 tersebut meningkat dari tahun sebelumnya merilis panduan bagi masyarakat untuk (VOA Indonesia,2. sama-sama Sama dengan Negara lain hingga saat Menyadari bahwa kecemasan World Health (Koentiaraningrat, 2. ini Indonesia masih berupaya melawan Dalam kegiatan PkM ini kai akan Virus Corona. Jumlah kasus virus Corona memberikan edukasi terkait Kesehatan Jiwa saat pandemi covid 19 melalui pengeras melaporkan kesembuhan, tapi tak sedikit suara yang ada di RT 30 Kelurahan Air yang meninggal. Usaha penanganan dan Hitam pencegahan terus dilakukan demi melawan COVID-19 dengan gejala mirip flu. Kasus khususnya masyarakat RT 30 Kelurahan Air Virus Corona diketahui lewat penyakit Hitam misterius yang melumpuhkan Kota Wuhan, kesehatan jiwa saat pandemi covid 19 ini. Samarinda China. Tragedi pada akhir 2019 tersebut terus berlanjut hingga penyebaran virus Metode Corona mewabah ke seluruh dunia. Dikutip Metode yang digunakan dalam Pengabdian dari CNN, berikut beberapa hal yang wajib Masyarakat di Wilayah Rt 30 di Kelurahan Air Hitam dengan memberikan edukasi Coronavirus, yang biasa disebut mengenai menjaga Kesehatan jiwa saat Pandemi Covid 19 menggunakan media - Memberikan pengeras suara di masjid. masyarakat bertanya melalui group wa Persiapan Kegiatan masyarakat dimulai dengan melakukan bekerjasama antara ITKES WHS dengan Kelurahan Air Hitam, puskesma Juanda dan RT di Wilayah Air Hitam di Samarinda. Berikutnya kami melakukan studi pendahuluan lebih lanjut tentang jumlah peserta dan juga penentuan pelaksanaan pelatihan di wilayah RT 30 Air Hitam Setelah didapatkan data kami menetapkan Kelompok dan Tanggal Pelaksanaan. Pelaksanaan pada hari kamis tanggal 20 April 2020 di RT 30 Kelurahan Air Hitam kami menggunakan pengeras suara yang ada di masjid adapun materi penyuluhan - Pengertian Sehat Jiwa - Manfaat menjaga Kesehatan Jiwa - Peserta dapat mengetahui, memahami, menjaga kesehatan jiwa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. - Menjelaskan langkah-langkah dalam menjaga kesehatan jiwa saat pandemi pertanyaan masyarakat Hasil Karakteristik Peserta Peserta Kelurahan Air Hita. Samarinda yang berada di wilayah kerja Puskesmas Juanda Samarinda. Respon Peserta Peserta pandemi covid 19 Dampak Dampak kegiatan ini adalah sebagai Peserta pentingnya menjaga kesehatan jiwa saat pandemi covid 19 ini. Peserta perawatan diri dan dapat melakukan perawatan diri secara mandiri Hasil PkM mengenai tips menjaga kesehatan jiwa dalam menyikapi dan mengatasi pandemi covid 19. Dokumentasi Kegiatan Kesimpulan Diharapkan dengan hasil kegiatan ini masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa saat pandemi covid 19 serta masyarakat dapat mengetahui, mengenali dan mengatasi gangguan kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Menjaga Rekomendasi Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan berjadwal dan adanya komunikasi dan alkohol, serta menenangkan pikiran dari informasi-informasi konseling untuk tenaga kesehatan. masyarakat bertambah cemas, bisa menjadi Referensi