PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . Pengaruh Financial Literacy dan Tingkat Hedonisme Terhadap Minat Pengguna Pinjaman Online pada Generasi Z Anggi Margomgom Gloria Simanjuntak1 . nggisimanjuntak1211@gmail. Vicka Ramadhani2 . vickar3114@gmail. Meta Anjali Taslim3 . etaajltslm@gmail. 1Akuntansi. Fakultas Bisnis dan Akuntansi. Universitas Katolik Musi Charitas. Indonesia 2Akuntansi. Fakultas Bisnis dan Akuntansi. Universitas Katolik Musi Charitas. Indonesia 3Akuntansi. Fakultas Bisnis dan Akuntansi. Universitas Katolik Musi Charitas. Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan dan tingkat hedonisme terhadap minat Generasi Z dalam menggunakan pinjaman online. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode kausalitas, penelitian dilakukan terhadap 100 responden Generasi Z pengguna pinjaman online di Kota Palembang, yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap minat penggunaan pinjaman online. semakin tinggi pemahaman keuangan seseorang, semakin rendah kecenderungannya untuk menggunakan pinjaman online. Selain itu, tingkat hedonisme juga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, bertolak belakang dengan hipotesis awal yang menyatakan adanya pengaruh positif. Koefisien determinasi (RA) financial literacy dan tingkat hedonisme memiliki pengaruh sebesar 51,3% terhadap minat penggunaan pinjaman online, sedangkan 48,7% dipengaruhi oleh variabel lain variasi minat penggunaan pinjaman online dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi keuangan di kalangan Generasi Z untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman online dan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor- faktor dominan lainnya yang memengaruhi minat penggunaan pinjaman online. Kata Kunci: Financial Literacy. Hedonism. Pinjaman Online. Generasi Z. Perilaku Keuangan. Abstract This study examines the influence of financial literacy and hedonism on Generation Z's interest in using online A quantitative approach with causality methods was employed, involving 100 Generation Z respondents who are online loan users in Palembang City, selected through convenience sampling. Data were collected via a questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS. Results indicate that financial literacy negatively and significantly influences interest in online loans. higher financial understanding correlates with a lower tendency to use such loans. Additionally, the level of hedonism also showed a significant negative influence, contrary to the initial hypothesis of a positive effect. The coefficient of determination (RA) of 22. 7% suggests that 3% of the variation in interest in online loans is influenced by factors outside this study. These findings highlight the need to improve financial literacy among Generation Z to reduce reliance on online loans and suggest further research to identify other factors affecting this interest. Keywords: Financial Literacy. Hedonism. Online Loans. Generation Z. Financial Behavior. 1 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . PENDAHULUAN Menurut OJK, . Pinjaman online adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet. Perkembangan pinjaman online di Indonesia sudah menjamur dimana iklan pinjaman online sendiri sudah banyak sekali beredar di semua platform sosial media, website bahkan aplikasi. Pinjaman online bisa diakses dan digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga lansia. Gambar berikut ini menunjukkan jumlah pengguna pinjaman online aktif di Indonesia per tahun 2024 dari segi usia. Gambar 1. Pengguna Pinjaman Online di Indonesia per Tahun 2024 (Sumber: Data sekunder diolah dari data ojk. Gambar 1 menampilkan bahwa pengguna pinjaman online di dominasi oleh masyarakat dengan kategori umur 19-34 dengan 11. 489 pengguna aktif. pengguna dengan kategori umur 35-54 tahun menempati urutan kedua dengan total pengguna aktif sebesar 6. sedangkan jumlah pengguna aktif untuk kategori umur >54 tahun sebanyak 645. 987 dengan total pengguna pinjaman online aktif paling sedikit. Gen Z sebagai pengguna terbanyak mengambil pinjaman online dikarenakan dari segi kemudahan di mana persyaratan dalam pengajuan pinjaman online hanya mensyaratkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Gen Z atau iGeneration adalah mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Gen Z melakukan pinjaman online sebagai solusi akhir dalam mencukupi kebutuhan gaya hidup mereka tanpa memikirkan kemampuan finansial mereka (Firnando. , et al. Gen Z perlu memiliki dasar pengetahuan akuntansi dan keuangan karena literasi keuangan adalah aspek penting dalam mengelola keuangan pribadi dan mencapai kestabilan finansial (Aisa & Silalahi, 2. Pemahaman terkait financial literacy cenderung membuat seseorang lebih bijak dalam menggunakan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan dapat membuat Keputusan efektif dengan memanfaatkan seluruh sumber daya keuangan yang 2 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . dimiliki atau juga dapat mengatur pengelolaan keuangan pribadi. Gaya hidup hedonisme terjadi karena keinginan untuk memenuhi gengsi agar dapat membangun citra diri yang sesuai dengan standar sosial tertentu . lvionita, 2. Mahasiswa merasa terdorong untuk mengikuti tren dan memenuhi ekspektasi sosial agar diterima dalam kelompok mereka (Fatmawati. Oleh karena itu, cara paling mudah yang bisa Gen Z lakukan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup nya adalah dengan cara melakukan pinjaman online. KAJIAN PUSTAKA Theory of Reasoned Action Menurut Fishbein dan Azjen dalam (Rahangiar, 2. dikatakan teori tindakan beralasan (Theory of Reasoned Action Ae TRA) menjelaskan tentang niat perilaku seseorang atau niat individu yang terbentuk dari norma sosial dan sikap individu terhadap perilaku. Menurut Arianti . 1, hlm. teori tersebut mengasumsikan juga bahwa manusia berperilaku dengan sadar dan tidak mempertimbangkan informasi yang tersedia. Faktor yang dapat dihubungkan oleh teori TRA yaitu sikap, keyakinan/niat, kehendak dan perilaku dalam pengambilan keputusan. Teori ini pula diketahui bahwa perilaku dipengaruhi oleh niat berperilaku individu terhadap perilaku tertentu yang menjadi faktor utama dari perilaku Sikap individu terhadap perilaku tersebut, norma subjektif dan perasaan individu tentang kemampuan mengontrol segala sesuatu yang mempengaruhi apabila hendak melakukan perilaku tersebut. Financial Literacy Menurut Arianti, . 1, hlm. dalam bukunya yang berjudul Literasi Keuangan (Teori dan Implementasiny. , literasi keuangan erat kaitannya dengan manajemen keuangan dimana semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang maka semakin baik pula manajemen keuangan seseorang tersebut. Literasi keuangan atau melek keuangan mengacu pada kemampuan atau tingkat pemahaman/pengetahuan seseorang atau masyarakat tentang bagaimana uang bekerja. Namun nyatanya masyarakat Indonesia juga cenderung semakin Menurut Aji, et al . masyarakat modern tidak tergantung pada jasa keuangan, individu yang kurang memahami keuangan juga akan menghadapi tantangan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Semakin baik literasi keuangan seseorang, maka semakin rendah pula minat seseorang untuk menggunakan pinjaman online, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aji, et al . Literasi keuangan memiliki dampak negatif terhadap minat menggunakan pinjaman online. Menurut Robb & Woodyard . dalam Baiq Fitri Arianti . 1, hlm. financial literacy yang cukup akan memberikan pengaruh positif terhadap perilaku keuangan seseorang, seperti mengatur atau mengalokasikan keuangannya dengan tepat. 3 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . Menurut Australian Securities & Investment Commission, tolak ukur atau indikator literasi keuangan, adalah sebagai berikut: Pengetahuan seseorang atas nilai suatu barang dan skala prioritas dalam Penganggaran, tabungan dan bagaimana mengelola uang Pengelolaan kredit Pentingnya asuransi dan melindungi terhadap risiko Pasar investasi Perencanaan pensiun Pemanfaatan dari belanja dan membandingkan produk dimana harus pergi dan mencari saran dan informasi bimbingan, dan dukungan tambahan Bagaimana mengenali potensi konflik atas kegunaan . Hedonic Consumption Menurut (Srinivasan & Srivastava, 2. dalam Wijiyanto et al. hedonic consumption merupakan aspek-aspek perilaku yang terkait dengan multi indera, fantasi, dan emosional konsumen yang didorong dari berbagai macam keuntungan yang di dapat dari kesenangan menggunakan produk tersebut dan estetika yang ditimbulkan dari produk tersebut. Dibawah ini merupakan indikator-indikatoryang mempengaruhi hedonic consumption menurut (Rohman, 2. dalam Wijiyanto et al. , antara lain: Novelty . esuatu yang bar. Fun . Praise from others . ujian dari orang lai. Escapism . Social interaction . nteraksi sosia. Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa teori hedonic consumption menjelaskan bahwa konsumen memilih produk atau layanan berdasarkan kesenangan atau utilitas yang mereka harapkan di mana seseorang membeli barang mewah atau pengalaman liburan untuk memaksimalkan kepuasan pribadinya. sementara itu dari paradoks hedonik sendiri menjabarkan bahwa meskipun orang terus mengejar kesenangan, kebahagiaan yang diperoleh sering kali hanya bersifat sementara. di mana individu terus mengejar kesenangan baru tanpa mencapai kepuasan jangka panjang. berdasarkan uraian ini, anak muda lebih rentan terhadap pinjaman online dikarenakan kecenderungan dan perilaku tersebut. Pengembangan Hipotesis Hubungan Financial Literacy dan Minat Pinjaman Online Literasi keuangan adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan mengelola informasi keuangan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Literasi keuangan mencakup 4 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang bijaksana menurut Alvionita. Menurut Aji, et al . masyarakat modern tidak tergantung pada jasa keuangan, individu yang kurang memahami keuangan juga akan menghadapi tantangan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Semakin baik literasi keuangan seseorang, maka semakin rendah pula minat seseorang untuk menggunakan pinjaman online, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aji, et al . Literasi keuangan memiliki dampak negatif terhadap minat menggunakan pinjaman online. Theory of Reasoned Action menyatakan bahwa manusia berperilaku dengan sadar dan tidak mempertimbangkan informasi yang tersedia. Pengetahuan dan pemahaman finansial seseorang dapat membentuk sikap negative terhadap pinjaman impulsif. Sehingga berdasarkan teori ini, hipotesis dapat dirumuskan bahwa financial literacy berpengaruh negatif terhadap minat penggunaan pinjaman online. H1: Financial literacy memiliki pengaruh negative terhadap minat pengunaan pinjaman online pada generasi Z. Hubungan Tingkat Hidup Hedonisme dan Minat Pinjaman Online Menurut Jennyya, et al . Gaya hidup hedonisme adalah sebuah bentuk pola perilaku yang muncul akibat globalisasi di lingkungan masyarakat kita hingga saat ini. Makna dari gaya hidup hedonisme ini sejatinya berbeda bagi setiap individu. Tingkat hedonisme menekankan pada kepuasan pribadi individu dan kesenangan pribadi individu. Perilaku hedonism secara mendalam menarik perhatian, di mana gaya hidup hedonism dan cenderungan munculnya perilaku seseorang melalui interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain, dengan tujuan memperoleh kebahagiaan dan kebebasan untuk mencapai kenikmatan hidup (Ertina. et al. Berdasarkan hal ini, hipotesis dapat dirumuskan bahwa tingkat hedonisme berpengaruh positif terhadap minat pinjaman online. Generasi Z cenderung mengutamakan gaya hidup mewah dan memikirkan kesenangan pribadi, sehingga memungkinkan untuk menggunakan pinjaman online untuk memenuhi gaya hidupnya. H2: Tingkat hedonisme berpengaruh positif terhadap minat pinjaman online pada generasi Z. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kausalitas yang di mana bertujuan untuk melihat sebab akibat dari pengaruh financial literacy dan pengaruh tingkat hedonism . ariabel beba. terhadap minat pengguna pinjaman online . ariabel terika. pada gen Z. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang di mana penelitian ini menghasilkan data berupa angka dan dapat dihitung secara statistik. Data yang dipakai dalam penelitian ini 5 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . adalah data primer yang ditemukan secara langsung agar dapat mendapatkan data yang akan diolah untuk mendapatkan sebuah informasi untuk menguji hipotesis. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode convenience sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kemudahan akses dan keterjangkauan peneliti. Penyebaran kuesioner ini dilakukan secara langsung di pusat perbelanjaan (Palembang Square Mal. , di mana peneliti berinteraksi langsung dengan pengunjung untuk meminta kesediaan mereka menjadi Selain itu, peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada orang-orang terdekat yang memenuhi kriteria responden yaitu pernah menggunakan pinjaman online, sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pengumpulan data sekaligus menjaga keterwakilan Kuesioner yang digunakan disusun berdasarkan indikator dari variabel penelitian. Untuk mendukung validitas penelitian, peneliti awalnya menetapkan jumlah sampel sebanyak 100 responden, sesuai dengan kebutuhan analisis. Namun, dalam pelaksanaannya, peneliti mengumpulkan data dari 120 responden sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya data yang tidak lengkap atau tidak valid. Hal ini dilakukan agar kualitas dan kelengkapan data tetap terjaga serta mendukung kelancaran proses analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang diambil dari 120 responden yang telah ditetapkan oleh peneliti, peneliti melakukan beberapa jenis pengujian terhadap data yang telah dikumpulkan. Berikut adalah hasil penelitian dari data yang telah dikumpulkan oleh Tabel 1. Profil Responden Umur Jumlah Persentase 2,5% 12,5% 9,17% 8,33% 7,5% 6 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . 5,83% 7,5% 3,33% 1,67% 1,67% 0,83% Total Tabel diatas menunjukkan bahwa umur dari pengguna pinjaman online di dominasi oleh pengguna dengan umur 18 tahun dengan jumlah responden sebanyak 18 responden . % dari total keseluruha. Uji Kelayakan Instrumen Tabel 2. Uji Validitas Hasil Uji Validitas (N = 120 Responde. Indikator r hitung r tabel Keterangan Financial Literacy FL1 0,458 0,1496 VALID FL2 0,370 0,1496 VALID FL3 0,612 0,1496 VALID FL4 0,592 0,1496 VALID FL5 0,560 0,1496 VALID FL6 0,518 0,1496 VALID FL7 0,422 0,1496 VALID FL8 0,452 0,1496 VALID FL9 0,495 0,1496 VALID FL10 0,418 0,1496 VALID FL11 0,314 0,1496 VALID FL12 0,514 0,1496 VALID FL13 0,616 0,1496 VALID 7 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . FL14 0,653 0,1496 VALID FL15 0,474 0,1496 VALID FL16 0,374 0,1496 VALID FL17 0,442 0,1496 VALID FL18 0,503 0,1496 VALID FL19 0,434 0,1496 VALID Tingkat Hedonisme TH1 0,611 0,1496 VALID TH2 0,663 0,1496 VALID TH3 0,751 0,1496 VALID TH4 0,711 0,1496 VALID TH5 0,515 0,1496 VALID TH6 0,665 0,1496 VALID TH7 0,527 0,1496 VALID TH8 0,569 0,1496 VALID TH9 0,560 0,1496 VALID TH10 0,643 0,1496 VALID Minat Pengguna Pinjaman Online MPPO1 0,717 0,1496 VALID MPPO2 0,680 0,1496 VALID MPPO3 0,484 0,1496 VALID MPPO4 0,769 0,1496 VALID MPPO5 0,620 0,1496 VALID MPPO6 0,745 0,1496 VALID MPPO7 0,801 0,1496 VALID MPPO8 0,768 0,1496 VALID MPPO9 0,543 0,1496 VALID MPPO10 0,504 0,1496 VALID 8 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, semua item pertanyaan dari setiap variabel X dan Y bersifat vali. Hal ini dibuktikan dengan r hitung lebih besar dari r tabel yang sebesar 0,1496. Tabel 3. Uji Reliabilitas Hasil Uji Reliabilitas (N = 100 Responde. CronbachAos Alpha CronbachAos Alpha Hitung Standard Financial Literacy (X. 0,820 Reliabel Tingkat Hedonisme (X. 0,831 Reliabel Minat Pengguna Pinjaman Online (Y) 0,861 Reliabel Variabel Keterangan Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, semua data dapat dikatakan reliabel karena nilai dari CronbachAos Alpha hitung lebih besar dari CronbachAos Alpha Standard, yaitu sebesar 0,6. Uji Asumsi Klasik Tabel 4. Uji Normalitas Hasil Uji Normalitas Unstandarized Residual Keterangan Asymp. Sig. -taile. 0,543 Normal Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, data bersifat normal setelah peneliti melakukan pengujian normalitas dengan menggunakan uji statistic Kolmogrov- sminov. Data tersebut dapat dikatakan normal apabila nilai dari Asymp. Sig. -taile. lebih dari 0,05 Tabel 5. Uji Multikolinearitas Hasil Uji Multikolineritas Variabel Tolerance VIF Keterangan Financial Literacy (X. 0,952 1,050 Bebas Multikolineritas Tingkat Hedonisme (X. 0,952 1,050 Bebas Multikolineritas 9 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, data terbebas dari gejala multikolinearitas dikarenakan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan VIF lebih dari 1 dan lebih kecil dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya korelasi yang kuat pada antar variabel. Tabel 6. Uji Heterokedastisitas Hasil Uji Heterokedastisitas Variabel Sig. Keterangan Financial Literacy (X. 0,680 Bebas Heterokedastisitas Tingkat Hedonisme (X. 0,123 Bebas Heterokedastisitas Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, data terbebas dari gejala heterokedastisitas dikarenakan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,722 0,521 0,513 0,42644 Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, financial literacy dan tingkat hedonisme memiliki pengaruh sebesar 51,3% terhadap minat penggunaan pinjaman online, sedangkan 48,7% dipengaruhi oleh variabel lain. Tabel 8. Uji F Hasil Uji F Model Sig. Standar Sig. Keterangan 0,000 0,05 Signifikan Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, nilai signifikansi dalam uji F adalah sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa model penelitian ini sangat layak dikarenakan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. 10 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . Tabel 9. Uji T Hasil Uji T Variabel Sig. Sig. Standar Keterangan Financial Literacy (X. -0,277 0,000 0,05 Berpengaruh Signifikan Tingkat Hedonisme (X. 0,000 0,05 Berpengaruh Signifikan Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel diatas, nilai signifikansi dari setiap tabel lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. PEMBAHASAN H1: Financial Literacy memiliki pengaruh negatif terhadap minat penggunaan pinjaman online pada generasi Z. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada variabel financial literacy (X. terhadap minat penggunaan pinjaman online (Y) beta menunjukkan hasil sebesar -0,277 yang menunjukkan bahwa financial literacy berpengaruh negatif terhadap minat penggunaan pinjaman online pada generasi Z sehingga hipotesis 1 diterima. Literasi keuangan membentuk sikap rasional individu terhadap Keputusan keuangan, termasuk keputusan dalam menggunakan layanan pinjaman online. Semakin tinggi pemahaman finansial seseorang, semakin kecil kecenderungan mereka untuk memanfaatkan pinjaman online secara impulsif atau tanpa pertimbangan matang. Ini membuktikan bahwa pengetahuan yang baik dalam mengelola keuangan menjadi benteng yang kuat terhadap perilaku konsumtif yang tidak sehat, termasuk dalam hal pinjaman yang berbasis digital. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Ratuarat, et al. di mana financial literacy berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan pinjaman online. H2: Tingkat hedonisme berpengaruh positif terhadap minat pinjaman online pada generasi Z. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada variabel tingkat hedonisme (X. terhadap minat penggunaan pinjaman online (Y) beta menunjukkan hasil -0,185 yang menunjukkan bahwa tingkat hedonisme berpengaruh negatif terhadap minat penggunaan pinjaman online pada generasi Z sehingga hipotesis 2 ditolak. Penolakan hipotesis ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara dugaan awal dengan data empiris. Berdasarkan teori Hedonic Consumption, konsumen hedonis cenderung mencari kesenangan, kenikmatan, dan pengalaman emosional dalam proses konsumsi. Secara teori, hal ini harusnya mendorong kecenderungan menggunakan pinjaman online sebagai alat 11 | Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis: Simanjuntak dkk PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN BISNIS Simanjuntak dkk Vol 1 No 1. Juni 2026. Hal 01-13 DOI: . untuk memenuhi kebutuhan konsumtif secara instan. Namun, hasil dalam penelitian ini, tingkat hedonism justru tidak mendorong minat penggunaan pinjaman online. Fenomena ini dapat dijelaskan kembali melalui perspektif TRA, yang menekankan pentingnya norma subjektif dan persepsi kendali perilaku. Meskipun individu memiliki kecenderungan hedonis, mereka tetap dapat dipengaruhi norma sosial, nilai budaya, dan pengalaman pribadi yang membentuk persepsi negative terhadap penggunaan pinjaman Adanya stigma terhadap utang serta pemahaman yang berkembang mengenai risiko pinjaman digital bisa menahan perilaku konsumtif meskipun individu memiliki gaya hidup Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa hedonis tidak selalu berkorelasi dengan perilaku berisiko, termasuk dalam hal penggunaan layanan pinjaman basis digital. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa: Financial literacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat pengguna pinjaman online pada generasi Z. Artinya, semakin tinggi pemahaman keuangan seseorang, maka semakin rendah kecenderungannya untuk menggunakan pinjaman online. Hal ini sejalan dengan teori bahwa literasi keuangan mendorong pengambilan Keputusan finansial yang lebih bijak. Tingkat hedonisme tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat pengguna pinjaman online pada generasi Z. Hal ini mengindikasikan bahwa generasi Z tidak selalu menggunakan pinjaman online untuk memenuhi gaya hidup hedonis. Kontribusi variabel lain pada analisis koefisien determinasi (R . financial literacy dan tingkat hedonisme memiliki pengaruh sebesar 51,3% terhadap minat penggunaan pinjaman online, sedangkan 48,7% dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi Z untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman online. Selain itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor dominan lain yang memengaruhi minat penggunaan pinjaman online. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah sebaiknya penelitiselanjutnya menambahkan variabel lain seperti pendapatan, tekanan sosial, atau pengaruh iklan digital. Lalu memperluas sampel penelitian ke wilayah geografis yang lebih beragam dan menggunakan metode kualitatif untuk memahami motivasi psikologis di balik penggunaan pinjaman online. REFERENSI