B A K T I: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4. Issue 2, pp. Edisi November 2024 Homepage: https://lldikti12. id/jurnal/index. php/bakti DOI: https://doi. org/10. 51135/baktivol4iss2pp145-152 Pengembangan Sumber Daya Manusia Untuk Meningkatkan Potensi Wirausaha Masyarakat Jambi Kota Seberang Sry Rosita1*. Husni Hasbullah2. Suswita Roza3. Andang Fazri4. Musnaini5 Prodi/Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jambi. Jambi, 36126. Indonesia Prodi/Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jambi. Jambi, 36126. Indonesia Prodi/Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jambi. Jambi, 36126. Indonesia Prodi/Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jambi. Jambi, 36126. Indonesia Prodi/Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jambi. Jambi, 36126. Indonesia *E-mail Penulis Korespondensi: sry_rosita@unja. ABSTRAK1 Kata Kunci Pengembangan SDM. Potensi wirausaha. PPM. Jambi Kota Seberang. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini untuk memberikan pelatihan pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan potensi wirausaha di kalangan masyarakat Jambi Kota Seberang. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan PPM mencakup ceramah motivasi, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan secara langsung kepada masyarakat dengan tahapan persiapan hingga evaluasi guna memantau perkembangan sumber daya manusia serta meningkatkan potensi kewirausahaan di kalangan masyarakat Jambi Kota Seberang. Kelompok sasaran pada pengabdian ini adalah kelompok masyarakat umum di Jambi Kota Seberang. Hasil kegiatan di Jambi Kota Seberang menunjukkan bahwa potensi wirausaha yang dimiliki oleh masyarakat setempat masih belum berkembang sepenuhnya, oleh karena itu diperlukan langkah-langkah untuk merumuskan visi, misi, serta tujuan dan mengatur ide-ide untuk memulai usaha dan arah perkembangan bisnis serta struktur persaingan industri yang terlibat didalamnya. Pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam meningkatkan potensi wirausaha di Jambi Kota Seberang dengan cara memperdalam pemahaman terhadap konsep kewirausahaan dan memberikan latihan-latihan pada praktik pengembangan sumber daya manusia yang berjiwa kewirausahaan melalu beberapa tahap yang mencakup pendidikan dan peningkatkan keterampilan. Penting untuk memperhatikan bahwa masih ada masalah dalam administrasi dan manajemen yang perlu diselesaikan: seperti penyusunan proposal pinjam modal dan perencanaan bisnis. penggunaan teknologi. pemasokan bahan baku. kualitas dan kuantitas barang. serta persoalan ketenagakerjaan yang bisa menjadi pendukung untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya. ABSTRACT Keywords: Human Resources Development. Entrepreneurial Community Service. Jambi Kota Seberang. The purpose of this Community Service (PPM) activity is to provide training in human resource development, in order to increase entrepreneurial potential among the people of Jambi City Seberang. The methods applied in the implementation of PPM include motivational lectures, entrepreneurship training, and direct assistance to the community with stages from preparation to evaluation, in order to monitor the development of human resources and increase entrepreneurial potential among the people of Jambi City Seberang. The target group for this community service is the general public in Jambi City Seberang. The results of activities in Jambi City Seberang show that the entrepreneurial potential of the local community has not yet fully developed, therefore steps are needed to formulate a vision, mission, goals and organize ideas for starting a business and the direction of business development and the structure of industrial competition involved in it. Human resource development is the main key to increasing entrepreneurial potential in Jambi City Seberang, by deepening understanding of the concept of entrepreneurship and providing training in the practice of developing human resources who have an entrepreneurial spirit through several stages that include education and skill improvement. It is important to note that there are still issues in administration and management that need to be resolved: such as the preparation of loan proposals and business planning. use of technology. supply of raw materials. quality and quantity of goods. and employment issues which can be a support for further community service activities. e-ISSN: 2798-3684 Copyright A 2024 Author. Article info: Received: 13 Juli 2024 | Accepted: 21 Agustus 2024 | Online: 23 September 2024 BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Sry Rosita, et. Pendahuluan Jambi kota seberang merupakan bagian kota Jambi yang dipisahkan oleh sungai Batanghari, dan disatukan oleh jembatan Arasy yang merupakan jembatan pedestrian yang memiliki panjang 503 meter dan lebar 4,5 meter. Masyarakat Jambi Kota Seberang merupakan masyarakat asli melayu yang masih menjaga tradisi secara turun temurun, dan menjunjung tinggi adat istiadat, terlihat dari bangunan rumah yang sebagian besar masih berupa rumah panggung khas Jambi, dengan perpaduan budaya Melayu. Cina dan Arab. Banyaknya sangar sangar batik Jambi menjadikan Jambi Kota Seberang dikenal sebagai Kota penghasil batik Jambi, namun sebenarnya potensi wirausaha di Jambi Kota seberang sangat beraneka ragam, mulai dari kuliner tradisional yang khas seperti. kerupuk ikan seberang, kue padamaran, putri kandis, tepek ikan, dan kerajinan tangan seperti: songket, lancak, batik jambi, serta potensi wisata seperti perahu ketek, dan pemanfaatan wisata di Jembatan Arasy, serta masih banyak potensi wirausaha yang dapat di kembangkan oleh masyarakat Jambi Kota Seberang. Merujuk pada besarnya potensi wirausaha yang dimiliki oleh masyarakat Jambi Kota Seberang, sebenarnya masyarakat memiliki jiwa wirausaha yang didapati secara turun temurun dari orang tua ke anak anaknya, tanpa adanya usaha untuk melakukan pengembangan terhadap sumber daya manusia didalam meningkatkan potensi wirausaha. Menurut Al Faruq . untuk meningkatkan potensi wirausaha, masyarakat harus memiliki kemampuan dan kecakapan dengan pemanfaatan potensi yang ada melalui pelatihan pada sumber daya manusia sehingga mampu meningkatkan penghasilan masyarakat. Masyarakat harus mampu mengembangkan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan potensi kewirausahaan. Menurut Nurlaila . pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral melalui pendidikan dan pelatihan, dengan menumbuhkan keinginan untuk berkreasi dan merancang ide-ide kreatif. Kreativitas wirausaha menurut Yunaz. Putri, & Muliyati . membutuhkan skill ilmu pengetahuan melalui pengalaman dan pelatihan, sehingga perlunya pengembangan sumber daya manusia agar memperoleh hasil usaha yang memuaskan sesuai dengan harapan yang ditargetkan. Masyarakat harus memiliki kemampuan dan kecakapan jangan hanya berpangku tangan, potensi yang telah ada perlu dimanfaatkan sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat (Al Faruq, 2. Pengembangan sumber daya manusia menurut Usman & Hapsari . sebagai proses integrasi yang melibatkan masyarakat itu sendiri. Pengembangan sumber daya manusia dalam potensi wirausaha masyarakat mampu mendorong perubahan dalam satu wilayah, sedangkan menurut Ramadesya . pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam upaya mengelola sumber daya manusia secara keseluruhan. Berdasarkan analisis situasi pengembangan sumber daya manusia yang ditujukan untuk meningkatkan potensi wirausaha masyarakat Jambi Kota Seberang perlu di lakukan, masyarakat Jambi Kota Seberang memiliki karakter sebagai seorang wirausaha, terlihat dari jiwa kreativitas yang tinggi serta memiliki semangat dan motifasi yang tinggi untuk mengangkat potensi Jambi Kota Seberang. Melalui pengembangan sumber daya manusia maka akan mengidentifikasi prilaku kreatif dan inovatif serta produktif yang dimiliki oleh masyarakat Jambi Kota Seberang, untuk itu perlu dilakukan pendampingan kepada masyarakat Jambi kota Seberang didalam mengembangkan sumber daya manusia yang ada sehingga potensi potensi kewirausahaan untuk dapat lebih di manfaatkan dan di gali sehingga dapat menciptakan potensi potensi yang baru dalam wirausaha Tujuan kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini adalah untuk menggali potensi potensi wirausaha masyarakat di Jambi Kota Seberang, dan untuk pengembangan sumber daya manusia sehingga mampu meningkatkan potensi wirausaha masyarakat di Jambi Kota Seberang. Masalah yang telah dirumuskan menunjukkan bahwa masih terdapat kelompok masyarakat yang belum paham bagaimana cara menggali dan mengembangkan potensi wirausaha yang mereka miliki sehingga perlu solusi atas permasalahan yang dihadapi, untuk itu tim pengabdian pada masyarakat menawarkan solusi mendampingi masyarakat di Jambi Kota Seberang untuk menggali potensi potensi wirausaha masyarakat di Jambi Kota Seberang dan mendampingi masyarakat di Jambi Kota Seberang dengan memberikan pembekalan kewirausahaan melalui pelatihan keterampilan BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Potensi Wirausaha Masyarakat Jambi Kota Seberang dan pengembangan sumber daya manusia sehingga potensi wirausaha masyaraka dapat Pelaksanaan dan Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat Universitas Jambi merupakan implementasi pendampingan dan pelatihan untuk masyarakat Jambi kota Seberang didalam mengembangkan sumber daya manusia yang ada sehingga potensi potensi kewirausahaan untuk dapat lebih di manfaatkan dan di gali sehingga dapat menciptakan potensi potensi yang baru dalam wirausaha masyarakat. Masa pelaksanaan dimulai sejak bulan Mei sampai dengan November 2023, berlokasi di Kelurahan Arab Melayu. Kecamatan Pelayangan. Kota Jambi. Provinsi Jambi. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat yang digunakan sebagai berikut. Tim pengabdian pada masyarakat memberikan ceramah dengan porsi sebesar 20 % untuk memperkenalkan pengembangan sumber daya manusia dan kiat kiat untuk menciptakan ekonomi kreatif yang inovatif kepada masyarakat dengan menggandeng UMKM Sahabat Berdikari Mandiri (SBM) sebagai narasumber untuk sharing session. Tim pengabdian pada masyarakat memberikan pelatihan keterampilan wirausaha untuk ekonomi kreatif dengan porsi sebesar 40 % untuk mendalami potensi potensi didalam menciptakan wirausaha bagi masyarakat. Tim pengabdian pada masyarakat memberikan pendampingan kepada para pengrajin souvenir dengan porsi sebesar 40 % hingga menjadi wirausaha yang mampu meningkatkan pengembangan sumber daya manusia dengan menggali potensi potensi kewirausaha. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan melalui langkah-langkah yang Persiapan yaitu mengadakan observasi pada masyarakat Jambi kota Seberang dengan melakukan pendekatan individual, koordinasi dengan mitra, penentuan waktu pelaksanaa, dan persiapan penyuluhan. Pelaksanaan: Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini akan dilakukan melibatkan seluruh masyarakat dan penyuluhan yang akan diberikan adalah pengembangan sumber daya manusia dan kiat kiat untuk menciptakan potensi wirausaha kepada masyarakat di Jambi Kota Seberang. Evaluasi dan tindak lanjut: Evaluasi akan dilakukan untuk melihat peningkatan dan perkembangan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan, sebelumnya telah dibicarakan dengan masyarakat dan pihak Tim PPM Universitas Jambi, dan dapat di simpulkan bahwa masyarakat belum pernah mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi didalam meningkatkan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan potensi kewirausahaan di Jambi Kota Seberang, sehingga masyarakat di Jambi Kota Seberang sangat antusias untuk melakukan kerjasama kemitraan dengan tim PPM dari Universitas Jambi. Masyarakat di Jambi Kota Seberang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mengikuti pendampingan masyarakat untuk mengikuti program pelatihan keterampilan dan pengembangan sumber daya manusia, pelatihan kewirausahaan, sehingga mampu menciptakan potensi potensi kewirausahaan di Jambi Kota Seberang. Hasil dan Pembahasan 1 Menggali potensi potensi wirausaha masyarakat di Jambi Kota Seberang Masyarakat Jambi Kota Seberang memiliki banyak sekali potensi wirausaha yang dapat digali, mulai dari potensi wirausaha kuliner seperti anaka kue basah, aneka kerupuk ikan, makanan khas kota seberang seperti tepek ikan, nasi minyak. Potensi wirausaha pada kerajinan tangan seperti batik, songket, lacak, serta potensi pemanfaatan pariwisata seperti perahu ketek, dan pemanfaatan wisata jembatan arasy. Banyaknya potensi wirausaha yang dimiliki di masyarakat Jambi Kota Seberang masih belum berkembang, dikarenakan masyarakat menganggap bahwa apa yang mereka lakukan hanya sebatas menjalankan usaha keluarga, tanpa keinginan untuk meningkatkan apa yang telah mereka lakukan selama ini. Wirausaha yang terdapat di masyarakat Jambi Kota Seberang didasari oleh jiwa wirausaha yang didapati secara turun menurun dari orang tua ke anak anak nya. Potensi wirausaha yang terdapat di Masyarakat Jambi Kota Seberang jika digali dan dikembangkan akan menjadi peluang karir yang sangat BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Sry Rosita, et. menjanjikan dan dapat berdampak pada berkurangnya angka pengangguran, serta mampu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Jambi Kota Seberang. Tim PPM Feb Universitas Jambi menggandeng UMKM Sahabat Berdikari Mandiri (SBM) yang di ketuai Selly Fibrianti. sekaligus sebagai narasumber menjelaskan tahapan umum menjadi wirausaha Tahap awal ketika para masyarakat Jambi kota seberang ingin memulai bisnis, harus menyiapkan segala sesuatu yang memang di perlukan, yaitu mencari peluang dalam bisnis yang akan dijalankan, tetapkan jenis bisnis yang akan dijalankan. Tahap pengembangan usaha yaitu para pelaku usaha harus mampu mengelola semua aspek terkait bisnis termasuk keuangan, sumber daya manusia, kepemilikan, organisasi dan Tahap opsional yaitu jika hasil yang diperoleh tergolong positif dan mengalami perkembangan maka dilakukan ekspansi usaha. Tapah menjaga usaha yaitu para wirausaha menganalisis hasil yang telah dicapai serta kemajuan yang akan dibuat sesuai dengan keadaan. Banyak manfaat yang akan didapat oleh masyarakat jika usaha yang selama ini dilakukan terorganisir, yaitu dapat menjadi generator dalam pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan dan kesejahteraan. Usaha yang terorganisir dapat menjadi contoh bagi para pemula tentang bagaimana bekerja keras untuk mewujudkan kewirausahaan menjadi pribadi yang patut diteladani. Mampu menciptakan masyarakat mandiri yang berdisiplin. Gambar 1: Pemaparan Narasumber tentang cara menciptakan wirausaha masyarakat di Jambi Kota Seberang. Menggali potensi wirausaha bukan hanya sekedar membangun usaha namun bagaimana seorang wirausahawan mampu menciptakan suatu produk dengan sistem kerja dan pasar, atau dengan mengembangkan produk, sistem kerja dan pasar yang sudah ada. Produk, sistem kerja dan pasar tersebut harus mempunyai nilai untuk terus dikembangkan. Menggali potensi wirausaha masyarakat Jambi Kota Seberang dapat dilakukan dengan langkah langkah sebagai berikut: Merumuskan Aim. Visi. Misi dan Objektif Menggali potensi wirausaha diawali dengan cita cita . yaitu merupakan pernyataan tentang keinginan untuk mencapai usaha yang dicita citakan, dilanjutkan dengan pernyataan umum tentang arah yang ingin dicapai pada masa yang akan datang . dan pernyataan ini harus sejalan dengan cita cita . Visi yang telah dinyatakan harus dijalankan dengan maksud utama dari apa yang sedang dicoba atau didambakan untuk menjadi yang diinginkan pada masa yang akan datang dan bersifat jangka pendek . dengan menyediakan produk berkualitas, dan pelayanan yang baik. Agar misi menjadi lebih nyata atau konkrit yang berhubungan dengan BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Potensi Wirausaha Masyarakat Jambi Kota Seberang besaran, maka dibuatlah dimensi waktu dan siapa yang bertanggung jawab melalui tujuan . Gagasan Memulai Usaha Sumber gagasan untuk memulai usaha untuk menciptakan ide baru / kreasi baru atau mengembangkan usaha yang sudah ada dalam bentuk inovasi sesuai dengan aim, visi, misi dan tujuan yang sudah dirumuskan sebelumnya. Gagasan memulai usaha dimulai dari. Menentukan sumber gagasan yaitu latar belakang pendidikan, pengalaman pekerjaan, lingkungan keluarga, observasi perjalanan, hobi, dan wiralaba. Membangun kreativitas dan inovasi yaitu dengan merumuskan dan menyederhanakan menjadi suatu konsep atau metode agar wirausahawan dapat melakukan kreativitas dan inovasi pada bidang yang dijalankan melalui metode bauran sumber daya. Metode bauran sumber daya yaitu dengan memulai penggabungan sumber daya, memulai dengan suatu imajinasi atau hayalan. Arah pengembangan usaha Memulai membangun usaha dan arah pengembangannya, harus mampu menganalisa dan memilih area usaha agar usaha menjadi besar dan mencapai kesuksesan. Terdapat 5 area dalam menjalankan usaha yaitu area industri hulu, intermediate, area industri hilir, konsumen akhir dan jasa perdagangan pada area industri. Metode untuk menganalisa arah pengembangan usaha dengan menggunakan peta keseimbangan lintasan industri yaitu suatu peta lintasan proses nilai tambah suatu sumber potensial mulai dari awal . dengan melalui beberapa kali proses . sehingga proses akhir . yang menghasilkan produk akhir dan siap digunakan oleh konsumen akhir . Struktur Persaingan Industri Persaingan dalam berwirausaha akan sering sekali ditemui, para pesaing akan masuk dan mengambil sebagian atau seluruh pasar yang telah diciptakan dengan kekuatan kekuatan yang dimiliki, maka perlu dipahami aspek aspek dalam menganalisa struktur persaingan industri yaitu. Ancaman pendatang baru, . Persaingan di dalam perusahaan yang sama, . Ancaman produk pengganti. Kekuatan tawar menawar pembeli. Kekuatan tawar menawar pemasok. Pengaruh kekuatan stakeholder lainnya. Gambar 2 : Tim Pelaksana PPM memberikan pendampingan kepada masyarakat Jambi Kota Seberang. 2 Pengembangan sumber daya manusia sehingga mampu meningkatkan potensi wirausaha masyarakat di Jambi Kota Seberang Kegiatan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan potensi wirausaha merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas sumber daya manusia di masyarakat Jambi Kota Seberang. Pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan potensi wirausaha di Jambi kota seberang yaitu. Pemahaman konsep kewirausahaan yaitu BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Sry Rosita, et. masyarakat di Jambi Kota seberang dapat mengikuti seminar seminar yang berkaitan dengan membangun jiwa wirausahawan sehingga masyarakat memiliki pemahaman tentang konsep dan dasar teori kewirausahaan. Banyaknya masyarakat yang berminat untuk berwirausaha namun terkendala oleh ketidaktahuan cara memulai usaha yang akan berjalan menuju kesuksesan, maka perlu kiat kiat didalam menjalankan usaha secara serius dan profesional, mandiri dan Praktik pelatihan pengembangan sumber daya manusia berjiwa kewirausahaan yaitu untuk melengkapi konsep wirausaha yang telah diterima melalui seminar maka selanjutnya masyarakat diberikan contoh konkrit dalam meraih peluang usaha yang dapat digeluti dengan memanfaatkan usaha yang sudah di jalankan. Upaya pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kewirausahaan di masyarakat Jambi Kota Seberang melalui beberapa tahapan: Pendidikan yaitu pendidikan diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat Jambi Kota Seberang dari yang tidak memiliki pengetahuan tentang kewirausahaan menjadi memiliki pengetahuan kewirausahaan. Sehingga masyarakat jambi kota seberang akan lebih terarah dalam menentukan wirausaha yang akan dikembangkan. Peningkatan pendidikan baik secara teori maupun praktek sangatlah penting karena akan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri, dengan pendidikan akan mengembangkan kemampuan daya pikir yang positif. Peningkatan keterampilan dalam pengembangan sumber daya manusia merupakan usaha yang harus dilakukan untuk membentuk karakter kewirausahaan yang berkualitas dengan keterampilan yang di kembangkan di masyarakat Jambi Kota Seberang. Beberapa permasalahan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan potensi wirausaha masyarakat di Jambi Kota Seberang yang masih jadi perhatian adalah: Permasalahan administrasi dan manajemen. masyarakat Jambi kota seberang yang berupaya meningkatkan wirausaha rata rata adalah ibu rumah tangga, sehingga memiliki aktivitas utama bekerja mengurusi rumah tangga, sehingga administrasi dan manajemen menjadi permasalahan yang paling utama dikarenakan dianggap pengadministrasian hanyalah catatan berupa coretan di buku yang tidak terpakai atau hanya mengandalkan catatan di ingatan dan tidak memerlukan manajemen untuk mengelola kewirausahaan. Permaslahan penyusunan proposal peminjaman modal. masyarakat Jambi Kota seberang menggunakan modal yang bersumber dari uang yang disisihkan untuk keperluan sehari hari, sehingga modal tergantung perputaran penjualan harian. Masyarakat Jambi Kota Seberang belum mampu menyusun proposal untuk peminjaman modal berwirausaha dan pada umumnya mereka menganggap sulit untuk mendapatkan modal sehingga usaha nya tidak bisa berkembang lebih besar. Penyusunan perencanaan bisnis. Masyarakat Jambi kota Seberang merencanakan usaha yang dilakukan hanya berdasarkan pemikiran saja sehingga perencanaan usaha belum tersusun sebagai perencanaan bisnis yang lebih besar. Kendala teknologi. masyarakat Jambi Kota Seberang masih menggunakan alat alat tradisional dalam menjalankan usaha maupun memasarkan usaha, sehingga teknologi modern belum dipergunakan dan bahkan masyarakat masih banyak yang tidak mengetahui cara bahkan teknologi apa saja yang seharusnya mereka kuasai untuk mampu mengembangkan bisnisnya. Permasalahan perolehan bahan baku. masyarakat Jambi Kota Seberang memperoleh bahan baku di pasar pasar di kota Jambi, sehingga bahan baku dengan harga yang lebih tinggi karena sudah berada pada pendistribusian yang lebih panjang, bahan baku juga digunakan seadanya untuk memenuhi kebutuhan proses produksi saat bahan baku diperlukan saja, tidak menyimpan stok karena para pelaku usaha masih memikirkan resiko jika produk tidak BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 4 | Issue 2 | November 2024 Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Potensi Wirausaha Masyarakat Jambi Kota Seberang Kualitas dan kuantitas barang. karena jumlah produksi yang dihasilkan terbatas sehingga jika terdapat produk yang gagal, pelaku usaha di masyarakat Jambi Kota Seberang tidak ada barang yang direject semua harus dijual untuk mengembalikan modal atau untuk di konsumsi sendiri dan ini tentu saja akan mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan serta akan mempengaruhi kuantitas yang di pasarkan. Permasalahan ketenaga kerjaan. para pelaku usaha di masyarakat Jambi Kota Seberang menggunakan tenaga kerja dari hubungan keluarga terdekat. Bahkan, tidak jarang pemilik usaha merangkap semua pekerjaan yang dapat dilakukan, seperti membeli bahan baku, mengolah dan yang memasarkan produk sekaligus. Gambar 3 : Foto Bersama tim, mahasiswa, dan narasumber di Jambi Kota Seberang. Kesimpulan Potensi wirausaha di masyarakat Jambi Kota Seberang belum berkembang optimal. Jika digali dan dikembangkan, potensi tersebut akan menciptakan peluang karir, mengurangi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah yang diperlukan adalah merumuskan aim, visi, misi dan objektif, serta mengembangkan usaha melalui pemahaman konsep kewirausahaan dan pelatihan. Permasalahan yang dihadapi termasuk administrasi dan manajemen, penyusunan proposal peminjaman modal, perencanaan bisnis yang belum matang, kendala teknologi, perolehan bahan baku serta kualitas dan kuantitas barang dan ketenaga kerjaan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih yang tulus kami ucapkan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi yang telah mendanai kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat sehingga Tim PPM dapat turun secara langsung memberikan pendampingan kepada para Masyarakat Jambi Kota Seberang didalam meningkatkan potensi wirausahanya. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Narasumber yang bersedia memberikan pengalaman dan membantu Masyarakat untuk mempersiapkan diri menjadi wirausaha yang mandiri, serta terima kasih kami ucapkan untuk seluruh Masyarakat, ketua RT dan seluruh pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan pengabdian ini, atas antusiasnya mendukung dan menerima pelatihan dan pendampingan hingga kegiatan ini berakhir dengan penuh kebahagiaan. DAFTAR PUSTAKA