Journal of Public Sector Accounting and Management( JPSAM) Volume 01 Nomor 01 Tahun 2019 (Hal: 88-. https://ojs. id/index. php/jpsam THE EFFECT OF BUDGET PARTICIPATION. BUDGET PRESSURE. AND BUDGET COMMITTEE AGAINST BUDGET BREAKS (Case Study at Subang Regency Education Offic. Indrie Herlian Anggraeni1. Endang Darmawan2. Sri Mulyati3 1 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia 2 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia 3 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia Anggie_herlian@yahoo. INFO ARTIKEL ABSTRAK/ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk: 7 Desember 2019 Tgl. Diterima: 18 Desember 2019 Tersedia Online: 31 Desember 2019 Keywords: This study aimed to examine the effect of budgetary participation, budgetary emphasis and budgetary goal Where the object of observation in this study is the Education Welfare Office in Subang Regency. Research methods that used in this research is descriptive analysis. The selected sample method is purposive sampling with a sample size of 100 respondents surveyed. Furthermore ordinal scale data obtained transformed into an interval scale using the MSI (Method Successive Interva. which then multiple regression analysis is used as a method of data analysis with SPSS 22. The results of this study are as follows: . budgeting participation significant effect on budgetary slack, . budgeting emphasis does not significantly influence the budgetary slack, . budgeting goal commitment significantly influence budgetary slack, . budgeting participation , budgeting emphasis, and budgeting goal commitment jointly significant effect on budgetary slack. Budget. Budgetary Participation. Budgetary Emphasis. Budgetary Goal Commitment and Budgetary Slack PENDAHULUAN Sejak era reformasi gagasan otonomi daerah terus bergulir sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran Paradigma pembangunan yang bersifat sentralistik atau top-down yang hanya terfokus pada pertumbuhan pembangunan yang berlandaskan prinsip dasar demokrasi, kesetaraan, dan keadilan dalam bentuk otonomi daerah. Pelaksanaan Otonomi Daerah (OTDA) di Indonesia, mulai diterapkan dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah . elah diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2. Undang-undang No. 33 tahun 2004 Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah merupakan undang-undang pengaruh terhadap otonomi daerah. Otonomi kepada daerah didasari oleh asas desentralisasi dalam wujud otonomi Otonomi tersebut kewenangan berada pada daerah dan bersifat nyata karena memerlukan kewenangan untuk menyelenggarakan, tumbuh, hidup dan berkembang di daerah. Dalam melakukan optimalisasi anggaran yang dilakukan secara ekonomis, efisien, dan Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) (Value Mone. meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Fathillah dalam Herminingsih 2. Anggaran adalah kebutuhan yang sangat penting dalam suatu organisasi. Anggaran dirancang untuk dijadikan pedoman sekaligus tolak ukur kinerja bagi seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan, dan anggaran juga digunakan sebagai alat koordinasi untuk pelaksanaan kegiatan Penganggaran pada dasarnya merupakan proses di mana peran pimpinan satuan kerja dalam menetapkan dan melaksanakan program kegiatan. Menurut Mulyadi . anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain, yang mencakup jangka waktu satu tahun. Partisipasi anggaran merupakan proses di mana satuan kerja baik itu atasan maupun bawahan yang terlibat dan mempunyai pengaruh dalam menentukan target anggaran. Partisipasi dalam proses penyusunan anggaran juga memberikan wewenang kepada para pimpinan satuan kerja pusat pertanggungjawaban untuk menetapkan isi anggaran mereka. Erawati dalam Sujana . mendefinisikan pengungkapan yang dimasukkan dalam anggaran yang memungkinkan untuk Dengan melakukan senjangan, kinerja manajer perusahaan akan terlihat baik karena jumlah yang dianggarkan mudah dicapai. Didalam partisipasi anggaran penekanan anggaran merupakan variabel yang dapat menimbulkan senjangan meningkatkan kompensasi. Penekanan anggaran adalah kondisi bilamana anggaran dijadikan faktor yang paling dominan dalam pengukuran kinerja bawahan pada suatu organisasi (Sujana. Pengukuran kinerja seorang anggaran yang telah disusun, maka bawahan cenderung akan melakukan penekanan anggaran. Adapun didalam partisipasi anggaran adalah komitmen tujuan anggaran. Komitmen tujuan anggaran terjadi ketika bawahan telah menerima tujuan anggaran yang telah ditetapkan. Menurut Kreitner dan Kinicki . dalam Baskara . komitmen tujuan anggaran merupakan sejumlah komitmen untuk mencapai suatu sasaran, yang artinya manajer yang memiliki tingkat komitmen tujuan anggaran yang tinggi akan memiliki pandangan positif dan akan berusaha berbuat yang terbaik untuk mencapai sasaran anggaran KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Anggaran Anggaran merupakan komponen penting dalam perusahaan. Pentingnya fungsi anggaran sebagai perencana dan penganggaran sebagai masalah penting bagi keberhasilan anggaran perusahaan. Menurut Mulyadi . anggaran adalah suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain, yang mencakup jangka waktu satu tahun. Mardiasmo . menyatakan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial. Karakteristik Anggaran Anggaran merupakan alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan pendapatan dan beban yang direncanakan untuk satu tahun itu. Menurut Mulyadi . , anggaran karakteristik-karakteristik sebagai berikut: Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun. Volume 1. No. 1 Ae Desember Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen, yang berarti bahwa para manajer setuju untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam Usulan anggaran di-review dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari penyusunan anggaran. Sekali disetujui, anggaran hanya dapat diubah di bawah kondisi tertentu. Secara berkala, kinerja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dan dijelaskan. Partisipasi Penyusunan Anggaran Partisipasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses dimana seluruh pihak . dapat terlibat secara aktif dalam seluruh proses pembuatan Menurut Brownell dalam Ikhsan . menyatakan bahwa partisipasi anggaran dalam penyusunan anggaran adalah tingkat seberapa jauh keterlibatan dan pengaruh individu dalam penyusunan Sedangkan menurut Hansen dan Mowen . anggaran partisipatif memungkinkan para manajer tingkat bawah untuk turut serta dalam pembuatan anggaran kepada para manajer tingkat Tujuan Partisipasi Penyusunan Anggaran Tujuan merupakan arah untuk mencapai hasil akhir dalam suatu Menurut Mardiasmo . mempunyai empat tujuan adalah sebagai Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan koordinasi bagian dalam lingkungan pemerintah. Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa public melalui proses pemrioritasan. Meningkatkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja. Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR/DPRD dan masyarakat luas. Penekanan Anggaran Penekanan kondisi bilamana anggaran dijadikan faktor yang paling dominan dalam pengukuran kinerja bawahan pada suatu organisasi. Ketika suatu organisasi menggunakan anggaran sebagai salah satu tolok ukur kinerja, maka bawahan akan berusaha meningkatkan kinerjanya dengan dua cara yaitu yang pertama, meningkatkan anggarannya lebih tinggi daripada yang telah dianggarkan. Sedang cara yang kedua adalah dengan cara membuat anggaran mudah untuk dicapai atau dengan kata lain melonggarkan anggaran dengan suatu cara, misalnya dengan merendahkan target pendapatan dan meninggikan biaya perusahaan, sehingga anggaran tersebut mudah untuk dicapai, dalam hal ini akan menimbulkan budgetary Salah satu bentuk dari penekanan anggaran adalah bonus yang diberikan kepada bawahan ketika target anggaran Dengan kompensasi tersebut slack, dimana bawahan menciptakan anggaran yang mudah dicapai untuk anggaran tercapai. Alasan Manajemen Senior Menyetujui Anggaran Ada beberapa alasan menurut (Anthony dan Govindarajan. mengapa manajemen senior menyetujui anggaran yang dapat dicapai untuk unit bisnis, yaitu : Jika target anggaran terlampau sulit, manajer termotivasi untuk mengambil tindakan-tindakan jangka pendek yang mungkin tidak sesuai dengan kepentingan jangka panjang perusahaan. Target laba yang dapat dicapai adalah salah satu cara untuk meminimalkan tindakan yang disfungsional ini. Target anggaran yang dapat dicapai mengurangi motivasi para manajer untuk Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) terlibat dalam manipulasi data untuk memenuhi anggaran. Jika anggaran laba unit bisnis mencerminkan target yang dapat dicapai, manajemen senior pada akhirnya dapat mengungkapkan target laba ke analisis sekuritas, pemegang saham dan pihakpihak eksternal lainnya dengan perkiraan yang wajar bahwa hal tersebut adalah Anggaran laba yang sulit dicapai penjualan yang terlalu optimis. Hal ini dapat mengarah pada komitmen yang berlebihan atas sumber daya guna mempersiapkan diri untuk aktivitas penjualan yang lebih tinggi. Ketika manajer unit bisnis mampu mencapai dan melebihkan target mereka, ada suasana kemenangan dan sikap positif dalam perusahaan. Orang-orang selalu percaya bahwa hasil pekerjaan mereka akan terlihat bagus di mata atasan jika mereka dapat mencapai anggarannya. Komitmen Tujuan Anggaran Komitmen tujuan anggaran disini didefinisikan sebagai keinginan yang kuat melakukan pencapaian tujuan anggaran tersebut (Locke dkk, 1. Sedangkan Menurut Yusfaningrum dan Ghozali . mendefinisikan komitmen tujuan pada anggaran sebagai keinginan yang kuat untuk berusaha mencapai tujuan anggaran dan ketekunan dalam melakukan pencapaian tujuan anggaran. METODOLOGI PENELITIAN Senjangan Anggaran Senjangan selisih atau perbedaan antara sumber daya yang sebenarnya dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah pekerjaan dengan sumber daya yang diajukan dalam Anthony Govindarajan . , senjangan anggaran sebagai perbedaan jumlah anggaran yang di ajukan oleh bawahan dengan jumlah estimasi terbaik dari organisasi. Tiga Alasan Utama Manajer Melakukan Senjangan Anggaran Berikut beberapa alasan manajer melakukan senjangan anggaran, (Hilton dalam Falikhatun. , yaitu: Budgetary slack selalu digunakan untuk mengatasi kondisi ketidakpastian, jika tidak ada kejadian yang tidak terduga, yang terjadi manajer tersebut dapat melampaui/mencapai anggarannya. Rencana anggaran selalu dipotong dalam proses pengalokasian sumber Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan mengapa manajer melakukan senjangan anggaran, yaitu untuk pencapaian target anggaran sehingga dimata atasan terlihat bagus, mengatasi kondisi yang tidak pasti dan rencana anggaran selalu dipotong dalam proses pengalokasian sumber daya. Menurut Sugiyono Aumetode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentuAy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu untuk menggambarkan fenomena yang terjadi pada objek yang tengah Sugiyono . menyatakan bahwa penelitian deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai partisipasi anggaran, dan komitmen tujuan anggaran. Kemudian untuk memperoleh gambaran tentang senjangan anggaran pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Jenis. Sumber Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk mengetahui pengaruh partisipasi Volume 1. No. 1 Ae Desember anggaran, komitmen tujuan anggaran terhadap senjangan anggaran. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2014:. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang observasi, dan lain-lain. Adapun sumber data primer pada penelitian ini diperoleh dari observasi langsung ke lapangan. Dalam penelitian ini langsung survey ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yaitu dengan cara membacara literatur-literatur keilmuan serta buku-buku yang ada kaitannya dengan penelitian, observasi langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, serta memberikan kuesioner kepada para pegawai yang menjadi sampel pada penelitian ini. Menurut Sugiyono . kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang seperangkat pertanyaan atau pernyataan Kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert. Skala likert yaitu metode yang mengukur sikap seseorang terhadap suatu pernyataan dengan menggunakan lima angka yaitu mulai angka 5 untuk pendapat sangat setuju (SS) dan angka 1 untuk sangat tidak setuju (STS). Perinciannya sebagai Angka 1 = Sangat Tidak Setuju (STS) Angka 2 = Tidak Setuju (TS) Angka 3 = Kurang Setuju (KS) Angka 4 = Setuju (S) Angka 5 = Sangat Setuju (SS) Populasi dan Sample Menurut Sugiyono . menyatakan pengertian populasi sebagai AuPopulasi obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kesimpulannyaAy. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Sedangkan Sugiyono . Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang, kepala bagian, serta staff yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran dan masing-masing dari orang tersebut minimal sudah menduduki jabatan tersebut selama 1 tahun. Metode Analisis Data Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2013:. Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan secara statistik yaitu menghitung korelasi antara masingmasing pertanyaan dengan skor total dengan menggunakan Product Moment Pearson Correlation. Data dinyatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected Item Total Correlation > dari r-tabel pada signifikan 0,05 . %). Pengujian program SPSS. Uji Reabilitas Reliabilitas adalah alat untuk merupakan indikator dari variabel atau Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2013:. Ghozali . menyebutkan bahwa pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara On Shot atau kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji Cronbach Alpha (). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Nunnally, 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2013:. Ada mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik nonparametic Kolmogrov-Smirnov (K-S). Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis: Apabila nilai signifikasi atau nilai probabilitas > 0,05, maka hipotesis diterima karena data berdistribusi secara normal. Apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, maka hipotesis ditolak karena data tidak berdistribusi Uji Regresi Linier Berganda Linier berganda digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Model yang digunakan dalam analisis regresi berganda adalah sebagai berikut: Keteranagn : Y = Senjangan Anggaran X1 = Partisipasi Penyusunan Anggaran X2 = Penekanan Anggaran X3 = Komitmen Tujuan Anggaran a = Harga Y jika X = 0 (Konstant. b = Angka arah/koefisien regresi linier HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui kevalidan kusioner dalam Uji dilakukan dengan rumus korelasi bivariate person dengan alat bantu SPSS 22. Item kuesioner dalam uji validitas dikatakan valid jika nilai t hitung > r tabel pada nilai signifikansi 5% dan sebaliknya, item dikatakan tidak valid jika nilai t hitung < r tabel pada nilai signifikansi 5%. Adapun ringkasan hasil uji validitas sebagaimana data dalam tabel berikut : Hasil Uji Validitas Kuesioner Mengenai Partisipasi Penyusunan Anggaran (X. No. r tabel Keterangan Ite 0,597 0,197 Valid 0,644 0,197 Valid 0,539 0,197 Valid 0,345 0,197 Valid 0,206 0,197 Valid 0,815 0,197 Valid 0,682 0,197 Valid Sumber: data SPSS diolah, 2016 Hasil Uji Validitas Kuesioner Mengenai Penekanan Anggaran (X. No. Keterangan Item hitun tabel 0,613 0,197 Valid 0,617 0,197 Valid 0,694 0,197 Valid 0,261 0,197 Valid 0,270 0,197 Valid 0,723 0,197 Valid 0,724 0,197 Valid Sumber: Data SPSS diolah, 2016 Hasil Uji Validitas Kuesioner Mengenai Komitmen Tujuan Anggaran (X. No. t hitung r tabel Keteran Item 0,683 0,197 Valid 0,822 0,197 Valid Volume 1. No. 1 Ae Desember 0,504 0,197 Valid 0,731 0,197 Valid Sumber: data SPSS diolah, 2016 Hasil Uji Validitas Kuesioner Mengenai Senjangan Anggaran (Y) No. t hitung r tabel Keteran Item 0,842 0,197 Valid 0,890 0,197 Valid Sumber: data SPSS diolah, 2016 Hasil perhitungan uji validitas untuk kuesioner Independensi dengan degree of freedom . = 100 Ae 2 = 98 pada tingkat signifikan () sebesar 5% atau 0,05% diperoleh nilai r tabel = 0,197 bahwa itemitem kuesioner memiliki t hitung yang positif dan t hitung > r tabel, sebagaimana kriteria yang telah ditetapkan diatas. Hal ini menunjukan bahwa item-item ini sudah valid, sehingga dapat digunakan sebagai instrument penelitian. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus alpha uji signifikansi dilakukan dengan taraf = 0,05 intrumen dapat dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha lebih besar dari ketentuan . Hasil uji reliabilitas ini dapat dilihat pada tabel Hasil Uji Reliabilitas Variab Cronb Ketentua Keteran Alpha 0,603 0,60 Reliabel 0,622 0,60 Reliabel 0,612 0,60 Reliabel 0,664 0,60 Reliabel Sumber: Data SPSS dioalah, 2016 Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai koefisien reliabilitas kuisioner X1 sebesar 0,603. X2 0,622. X3 0,612 dan kuisioner atau angket Y sebesar 0,664 berdasarkan nilai koefisien reliabilitas tersebut dapat disimpulkan bahwa semua kuisioner dalam penelitian ini reliabel atau konsisten, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh penekanan anggaran dan komitmen tujuan anggaran terhadap senjangan anggaran serta mengacu pada identifikasi dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut: Partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh terhadap senjangan Hal ini terjadi apabila anggaran dijadikan sebagai tolak ukur kinerja pegawai, partisipasi pegawai memberikan kesempatan yang lebih menciptakan senjangan, hasil ini mengindikasikan bahwa partisipasi yang tinggi dalam penyusunan senjangan dalam anggaran organisasi. Hal tersebut dimata responden sudah dinilai cukup. Penekanan kemungkinan besar senjangan terjadi kompensasinya dan target tengah menjadi tolak ukur penilaian kinerja Hal responden sudah dinilai cukup. Komitmen berpengaruh terhadap senjangan anggaran, hal ini disebabkan oleh adanya komitmen dan tekad untuk mencapai tujuan anggaran dari pegawai dalam organisasi untuk kepentingan organisasi dengan pihak Hal tersebut dimata responden sudah dinilai sangat cukup. Secara penyusunan anggaran, penekanan anggaran, komitmen tujuan anggaran senjangan anggaran dalam proses Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Pada organisasi harus lebih efektif dan mampu memberikan kompensasi yang baik dilakukan pegawai sehingga membuat pegawai lebih berusaha lagi dalam target-target dianggarkan organisasi sehingga tercapai tujuan anggaran. Dalam pengukuran kinerja pegawai, kepala dinas harus lebih meningkatkan kemampuan setiap pegawai dalam mencapai tujuan anggaran, karena keberhasilan organisasi bisa tergantung dari keberhasilan kemampuan pegawai itu Organisasi harus lebih memperhatikan variabel-variabel, partisipasi penyusunan anggaran, penekanan anggaran dan mengurangi adanya senjangan anggaran atau membatasi penciptaan senjangan anggaran dalam porsi tertentu untuk kebaikan organisasi. Sejumlah kecil senjangan diperlukan karena mengurangi sebagian tekanan dan memungkinkan berpadunya tujuan pribadi dan organisasi sehinga membuat keselarasan tujuan lebih mungkin terjadi. Peneliti mengambil lokasi penelitian pada jenis organisasi yang lain di daerah lain agar hasil penelitian dapat dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. samping itu, peneliti selanjutnya juga dapat menambahkan faktor-faktor lain yang belum digunakan dalam penelitian REFERENCES