StatikaJurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025, 11-16 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . ANALISIS KUAT TEKAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN PASIR PANTAI SEBAGAI PENGGANTI PASIR NORMAL Rasyidin Muhammad Akbar Siregar1*,Suryanti Suraja Pulungan2,Nurhasana Siregar3 1* Teknik Sipil. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Email: rasyidinmuhammadakbar69@gmail. Abstrak: Salah satu komponen yang sering digunakan dalam konstruksi adalah paving block, yang merupakan material yang digunakan untuk pembuatan trotoar, jalan kecil, dan area parkir. Namun, pembuatan paving block tidak lepas dari penggunaan bahan baku, salah satunya adalah pasir. Pasir merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan paving block karena memiliki peran penting dalam meningkatkan kekuatan dan ketahanan paving block terhadap beban dan tekanan. Pasir alamiah yang lain yaitu pasir pantai, yang tersebar luas di sepanjang garis pantai, menjadi alternatif yang menarik sebagai pasir normal dalam pembuatan paving block. Tujuan p penelitianini yaituu ntuk mengetahui kadar lumpur, kuat tekan dan pengaruh paving block menggunakan pasir normal dengan pasir Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian yang dilakukan dengan cara pengujian . yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara akibat satu sama lain dan membandingkan hasil. Dari hasil analisis datadapat diambil kesimpulan bahwa kadar lumpur paving blockpasir normal sebesarsebesar 2,10 % masihberada dibawah standar kadar lumpur . %) sedangkan pasir pantai pandan sebesar 6,04 % melebihi batas standar kadar lumpur maksimal 5%. Kuat tekan rata-rata pada umur 7 haripasir normal sebesar 10,89. Pasir pantai variasi 5 % sebesar 11,43. Pasir pantai variasi 10 % 27 dan Pasirpantaivariasi 15 % sebesar 10,21. Pada umur 14 haripasir normal sebesar 12,74. Pasirpantaivariasi 5 % sebesar 12,33. Pasirpantaivariasi 10 % sebesar 11,43 dan Pasirpantaivariasi 15 % sebesar 10,39. Umurbeton pada 28 haripasir normal sebesar 14,50. Pasir pantai variasi 5 % sebesar 13,41. Pasirpantaivariasi 10 % sebesar 12,16 dan Pasir pantai variasi 11,64. Semakin tinggi penggunaan pasir pantai maka semakin menurun hasil kuat tekan beton yang Kata Kunci: kuattekan, pasir normal dan pasirpantai PENDAHULUAN Industri Konstruks imemiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu material yang sering digunakan adalah paving block, yang biasa diaplikasikan untuk trotoar, jalan kecil, dan area parkir. Dalam pembuatan paving block. Pasir merupakan bahan utama yang berfungsi meningkatkan kekuatan dan ketahanan material. Namun, penggunaan pasir normal sebagai bahan baku menghadapi tantangan berupa eksploitasi berlebihan, kerusakan lingkungan, serta kelangkaan pasir alam. Sebagai alternatif, pasir pantai, yang tersebar luas di garis pantai, menawarkan potensi sebagai pengganti pasir normal. Penggunaan pasir pantai tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pasir sungai, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Meski kandungan garam dalam pasir pantai menjadi tantangan yang memerlukan pengolahan Penelitian menganalisis kuat tekan paving block yang menggunakan pasir pantai sebagai bahan Analisisi ni penting untuk memastikan bahwa paving block yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan dapat bersaing dengan produk konvensional. StatikaJurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Hasil memberikan pemahaman lebih lanjut tentang potensi pasir pantai sebagai alternatif bahan baku konstruksi,s ekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian TINJAUAN PUSTAKA Paving Block Paving block merupakan satu produk konstruksi yang umum digunakan untuk perkerasan jalan, halaman rumah, trotoar, dan area serupa. Material ini dibuat dengan komposisi bahan serupa beton, yaitu semen, agregat . , dan air, sertamelewati proses uji kuatdesak, dayaserap air, dan pemeliharaan hingga mencapai umur Menurut SNI 03-0691-1996, paving block atau bata yang dibuat dar icampuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air, dan agregat, dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya, asalkan tidak mengurangi mutu material tersebut. Paving block dapat memiliki warna alami atau ditambahkan pewarna dalam campurannya dan digunakan pada berbagai permukaan, baik di dalam maupun di luar bangunan. Hal ini menjadikannya solusi serbaguna dan tahan lama dalam aplikasi konstruksi modern. SyaratPaving Block Menurut SNI 03-0691-1996, paving block harus memenuhi beberapa persyaratan mutu, meliputi: Sifat Tampak: Permukaanharus rata, tanpa retak atau cacat, rusuknya tidak mudah rapuh oleh kekuatan jari tangan. Ukuran: Ketebalan minimum 60 mm dengan toleransi A8%. Sifat Fisika: Mengacu pada tabelstandar yang mencakup kuat tekan, ketahanan aus. Vol 8 . April 2025, 11-16 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Klasifikasimutu paving block meliputi: Mutu A: Digunakan untuk jalan, kuat tekan rerata Ou40 MPa. Mutu B: Digunakan untuk pelataran parkir, kuat tekan rerata Ou20 MPa. Mutu C: Digunakan untuk pejalan kaki, kuat tekan rerata Ou15 MPa. Mutu D: Digunakan untuk taman, kuat tekan rerata Ou10 MPa. Paving block diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya, dengan spesifikasi kuat tekandan karakteristik fisika sesuaistandar Bahan Baku PembuatanPaving Block Material yang digunakan dalam pembuatan paving block sama dengan material yang digunakan pada pembuatan beton biasanya. Hanya saja adas ebagian yang tidak menggunakan agregat kasar . Ditinjau dari fungsinya material pembentuk paving block mempunyai fungsiyaitu semen dan sedikit air membentuk pasta semen yang berfungsi sebegai perekat. Kemudian pasta semen dan campuranagregathalus . ika menggunakan keriki. menjadi kesatuan yang kompak dengan campuran yang merat amenghasilkan campuran plastis . ntara dan pada. sehingga dapat dituang dalam acuan serta membentuknya menjadi bentuk yang diinginkan setelah menjadi kering atau padat. Proses TahapanPembuatanPaving Block Penelitian ini melibatkan berbagai tahapan mulai dari persiapan bahan, pengujian agregat, hingga analisis hasil. Berikut adalah rangkuman pendekatan yang digunakan: Persiapan Bahan dan Peralatan: Bahan utama meliputi agregat halus . asir norma. , agregat kasar . asir dan penyerapan air maksimum. StatikaJurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025, 11-16 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . kuantitatif dengan jenis penelitian yang panta. , semen, dan air. Peralatan yang digunakan mencakup timbangan, concrete mixer, oven, ayakan, dan mesin uji tekan. PengujianAgregat: Dilakukan pengujian kadar lumpur untuk memastikan kadar lumpur agregat halusdi bawah 5%. Analisis gradasi dilakukan untuk mendapatkan komposisi agregat gabungan yang ideal. Pengujian kadar air memastikan pengendalian jumlah air dalam campuran Slump test mengukur workability beton segar dengan nilai slump yang memenuhi standar untuk aplikasi tertentu. Pembuatan Benda Uji: Benda campuran pasir pantai, pasir normal, semen, dan air, dengan variasi komposisi pasir pantai . %, 10%, dan 15%). Campuran diolah dengan concrete mixer dan dicetak menggunakan cetakan standar, kemudian melalui proses curing Metode Analisis: Analisis regresi digunakan untuk melihat hubungan antara persentase pasir pantai dengan kuat tekan paving block, dengan pendekatan regresi linier sederhana dan non- linier. Pendekatan ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan pasir pantai dalam campuran paving block sambil memastikan kualitas sesuai METODE PENELITIAN Pembahasan metodologi meliputi uraian tahapan pelaksanaan studi dan uraian penelitian yang digunakan. Metode penelitian dilakukan dengan cara menguji pasir pantai sebagai pengganti pasir normal sesuai standar yang berlaku, baik itu standar dari Indonesia maupun asing. Semua metode ini dilakukan dilaboratorium dan dikerjakan mengacu standar yang ada serta dengan ketelitian yang Metode yang digunakan adalah metode Studi Literatur Persiapan Bahan Anna lisa Pengujian (Kuat Tekan Paving Block Normal. Pasir Pantai 5 %. Pengujia nAgregat (Kadar Lumpur. Kesim Dan Sele . , menyelidiki hubungan antara akibat satu sama lain dan membandingkan hasil. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Kuat Tekan Paving Block Normal Tabel 4. Hasil Kuat Tekan Normal No Kode Benda Uji Um Massa Luas Gaya Kuat Kuat ur Benda Bidang Tekan Tekan Tekan (Ha Uji . Ratar. Rata . mA) (N) (N/mm (N/mm A) A) 1 PBN 07 I 7 3,875 7000 86250 12,32 10,89 2 PBN 07 7 3,269 7000 75000 10,71 3 PBN 07 7 3,052 7000 67500 9,64 i 4 PBN 14 I 14 3,312 7000 78500 14,64 StatikaJurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. 5 PBN 14 14 2,195 7000 6 PBN 14 14 3,428 7000 i 7 PBN 28 I 28 3,276 7000 8 PBN 28 28 3,044 7000 9 PBN 28 28 3,189 7000 i 90000 12,85 12,74 75187 10,74 108750 15,55 97687 13,96 14,50 116437 14,50 Hasil Kuat Tekan VariasiPasir Pantai 5 % Tabel 4. Hasil Kuat Tekan VariasiPasir Pantai 5 % Kode Umur Luas Gaya Kuat Kuat Benda (Hari Bidang Tekan Tekan Tekan Uji mA) (N) (N/mmA) Rata-Rata (N/mmA) PP V5 7 7000 78750 11,25 11,43 PP V5 7 7000 67696 10,71 7 II PP V5 7 7 i 86437 12,34 PP V5 14 75187 10,74 PP V5 14 14 II PP V5 14 14 i PP V5 28 PP V5 28 28 II PP V5 28 28 i 82687 11,81 82500 11,78 71362 10,19 86400 12,33 PP V10 28 PP V10 28 28 II PP V10 28 28 i 79087 11,29 86250 12,32 90187 12,89 11,43 12,16 Kode Luas Ga ya Kuat Kuat Tekan No Benda Uji mur Bida Tekan Tekan Rata-Rata (Hari ng (N) (N/mm (N/mmA) . mA A) 9,64 V157 I PP V15 7 10,21 9,13 10,75 10,39 11,29 10,74 7 II 12,33 PP V15 7 7 i 101250 14,46 PP V15 14 71437 10,20 90187 12,89 PP V10 14 PP V10 14 14 II PP V10 14 14 i Hasil Kuat Tekan VariasiPasir Pantai 15 % Tabel 4. Hasil Kuat Tekan VariasiPasir Pantai 15 % PP V15 14 14 II 13,41 120000 17,14 Hasil Kuat Tekan VariasiPasir Pantai 10 Tabel 4. Hasil Kuat Tekan VariasiPasir Pantai 10 % No Kode Benda Uji Vol 8 . April 2025, 11-16 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Umur Luas Gaya Kuat Kuat (Hari Bidang Tekan Teka mA) (N) ekan Rata(N/m Rata mA) (N/mmA) PP V10 7 7 7000 78937 11,27 11,27 PP V10 7 7 7000 71362 10,19 PP V10 7 7 7000 86512 12,35 i PP V15 14 14 i PP V15 28 PP V15 282 7000 82687 11,81 11,64 28 II PP V15 28 12,34 28 i KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu Adapun kadar lumpur paving block yang menggunakan pasir normal sebesar 2,10 % masih berada dibawahstandarkadarlumpur . %) sedangkanpasir pantai pandan sebesar 6,04 % melebihi batas standarkadar lumpur maksimal 5%. StatikaJurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Adapun kuat tekan antara paving block yang menggunakan pasir normal dengan paving block yang menggunakan pasir pantai dengan variasi 5 %, 10 % dan 15 %, yaitu : Untuk umur 7 hari rata-rata kuat tekan paving block yang dihasilkan, pasir normal sebesar 10,89, pasir pantai variasi 5 % sebesar 11. pasirpantaivariasi 10 % sebesar 27 dan pasir pantai variasi 15 % Untuk umur 14 hari rata-rata kuat tekan paving block yang dihasilkan, pasir normal sebesar 12,74, pasir pantai variasi 5 % sebesar 12,33, pasir pantai variasi 10 % sebesar 11,43 dan Pasir pantai variasi 15 % Untuk umur 28 hari rata-rata kuat tekan paving block yang dihasilkan, pasir normal sebesar 14,50, pasir pantai variasi 5 % sebesar 13,41, pasir pantai variasi 10 % sebesar 12,16 dan Pasir pantai variasi 15 % sebesar 11,64. Adapun pengaruh penggunaan pasir pantai sebagai pengganti pasir normal terhadap kuat tekan paving block adalah sangat berpengaruh, karena semakin tinggi penggunaan pasir pantai maka semakin menurun hasil kuat tekan beton yang dihasilkan. Nilai korelasi r sebesar 0,946 yang artinya semakin besar % pasir pantai semakin besar penurunan nilai kuat tekan paving block. SARAN Berdasarkan dilakukanini, adabeberapa saran yang dapat diberikan untuk penelitian lebih lanjut, yaitu : Disarankan untuk mencuci pasir pantai sebelum digunakan dalam campuran beton untuk mengurangi kadar lumpur dan garam yang dapat mempengaruhi kualitas paving block. Vol 8 . April 2025, 11-16 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan komposisi campuran dengan berbagai persentase pasir pantai dan bahan tambahan lainnya untuk mencapai kuat tekan yang optimal. Disarankan untuk memperpanjang lama perawatan dan pengujian pada interval waktu yang lebih panjang . isalnya 56 hari atau 90 har. untuk melihat tren peningkatan atau penurunan kuat tekan yang lebih jelas. Uji ketahanan terhadap abrasi, uji serapan air, dan uji ketahanan terhadap cuaca ekstrem untuk memastikan paving block yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tahan lama. Dengan memperhatikan saran-saran di atas, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan berkualitas tinggi, khususnya dalam pemanfaatan pasir pantai sebagai bahan alternatif dalam pembuatan paving block. DAFTAR PUSTAKA