Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS LAHUSA KABUPATEN NIAS SELATAN Normal Laia Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya . ormallaia02@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Lahusa Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Sumber data adalah dari pegawai di UPTD Puskemas Lahusa Kabupaten Nias Selatan, dengan populasi sebanyak 30 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang responden. Teknik pengumpulan data adalah deengan menggunakan instrumen penelitian atau angket. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Pelatihan (X) berpengaruh terhadap Kinerja pegawai (Y) dengan perolehan nilai thitung sebesar 6,924 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,701. Sedangkan persamaan regresi linear sederhana adalah Y= 15. 619 X, interprestasi dari persamaan tersebut memberikan pemahaman bahwa nilai konstanta . sebesar 0,619 merupakan nilai kinerja pegawai (Y) saat nilai pelatihan (X) bernilai nol, maka koefisien . adalah 15,910. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan sangat meningkatkan kinerja pegawai di UPTD Puskemas Lahusa Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Pelatihan. Kinerja Pegawai. Abstrac The aim of this research is to determine whether there is an influence of training on employee performance at the UPTD Lahusa Community Health Center. South Nias Regency. The type of research used is quantitative research which is associative in nature. The data source is from employees at the UPTD Puskesmas Lahusa. South Nias Regency, with a population of 30 people and the sample in this study was 30 respondents. The data collection technique is by using research instruments or questionnaires. The data analysis method used is simple regression analysis. The results of this research show that the Training variable (X) influences employee performance (Y) with a calculated t value of 924 which is greater than the t table value of 1. Meanwhile, the simple linear regression equation is Y= 15. Thus, it can be concluded that training greatly improves the performance of employees at the Lahusa Community Health Center UPTD. South Nias Regency. Keywords: training. employee performance Copyright . Normal Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Pendahuluan pegawai memiliki karakter kepribadian Mengingat pentingnya sumber daya berbeda-beda, manusia didalam suatu instansi maka manajemen sumber daya manusia sangat tenaga kerja harus diperhatikan potensi penting keberadaanya didalam mengelola agar dapat berdaya guna. Dalam meningkatakan kinerja yang lebih baik. Jika dilihat dari perspektif manajemen diperlukan adanya pelatihan sumber daya manusia disebutkan bahwa yang tinggi dan diharapkan kontribusi aspek yang tidak kalah pentingnya dari lebih dari pegawai dalam meningkatkan aspek yang lain dalam peningkatan kinerja hasil kinerja yang baik. adalah aspek pengembangan, termasuk salah satunya adalah program pelatihan. Menurut Sudaryo 2018:. kinerja pegawai merupakan aspek penting dalam Kinerja merupakan hasil pekerjaan upaya pencapaian suatu tujuan. Pencapaian tujuan yang maksimal dari kinerja tim, atau individu yang baik, begitu pula sebaliknaya kegagalan dalan mencapai sasaran yang kontribusi pada ekonomi. Kinerja adalah telah dirumuskan juga merupakan akibat sesuatu yang ditampikan oleh seseorang dari kinerja individu atau tim yang tidak atau suatu proses yang berkaitan dengan Dalam Pelatihan merupakan salah satu upaya hubungannya dengan kinerja pegawai, untuk meningkatkan kemampuan pegawai maka ukuran baik buruknya kinerja diukur oleh efektivitas dan efisiensi. Dikatakan Agar pegawai semakin terampil efektif bila mencapai tujuan, dikatakan dan mampu melaksanakan tanggung jawab efisien bila hal itu memuaskan sebagai maka diperlukan adanya pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Pelatihan Artinya, dalam bentuk yang kompleks diberikan efektivitas dari pegawai bila tujuan tersebut untuk membantu pegawai memperoleh dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan pengetahuan yang akan meningkatakan Sedangkan Menurut yang dikeluarkan dalam upaya mencapai Sudaryo . pelatihan merupakan Agar pendidikan jangka pendek yang biasanya lebih fokus pada praktik yang berguna untuk meningkatakan kinerja para pegawai Setiap Copyright . Normal Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Pelatihan lebih ditekankan pada Ausumber data adalah data yang diperoleh melalui kegiatan wawancara atau mengisi melakukan pekerjaan yang spesifik pada kuesioner yang artinya sumber data ini saat ini. Metode Penelitian penelitiAy. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . mengatakan bahwa Aumetode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitan yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy. Populasi Populasi adalah jumlah keseluruhan satuan-satuan karakteristiknya diteliti. Menurut Sugiyono Aupopulasi wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yan diterapkan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Jadi Pusksmas Lahusa Kabupaten Nias Selatan. Jenis Data Sampel Jenis data yang digunakan dalam Sampel adalah bagian dari populasi penelitian ini adalah data primer. Menurut yang karakteristiknya diteliti. Darmawan . mengatakan bahwa Menurut Arikunto . mengatakan Audata primer adalah sebagai informasi yang diterima langsung dari responden terpilih mewakili populasi yang diteliti, dinamakan baik lisan maupun tercatatdan belum yang penelitian sampel apabila kita bermaksud menyangkut tentang suatu kenyataan atau untuk menggeneralisasikan hasil penelitian emprikAy. Dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling atau teknik atau teknik Data Ausampel pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Maka sampel dalam penelitian ini adalah Sumber Data keseluruhan Pegawai Di puskesmas Lahusa Sumber data dalam penelitian ini data dari pegawai. Menurut Sugiyono . mengatakan bahwa Kabupaten Nias Selatan. Teknik Pengumpulan Data Copyright . Normal Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Teknik pengumpulan data dalam Tidak terjadi heteroskedastisitas apa bila nilai signifikan > 0,05. Sebaliknya terjadi menggunakan alat bantu yaitu kuesioner heteroskedastisitas apa bila nilai signifikan atau angket. Teknik pengumpulan data < 0,05. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang akan digunakan kepada responden dalam hal ini sampel untuk menguji hipotesis yang diajukan Pengumpulan data kuesioner dalam penelitian ini. butir-butir Selanjutnya hasil hipotesis t hitung sebanyak 30 item. Soal untuk pelatihan ketentuan sebagai berikut : sebanyak 12 item pertanyaan, dan kinerja H0 diterima. H1 ditolak = t hitung > t tabel. pegawai sebanyak 18 item pertanyaan. H0 ditolak. H1 diterima = t hitung < t tabel. Instrumen Penelitian Pengujian Jenis penelitian yang digunakan jenis kuantitatif. Penelitian digunakan untuk mengetahui data yang dilaksanakan di UPTD Puskemas Lahusa diperoleh dari lapangan apakah valid atau Angket sebagai instrumen harus memenuhi persyratan utama, yaitu valid sebanyak 12 item pernyataan, dan variabel dan reliabel. Uji Asumsi Klasik pertanyaan dengan responden 30 pegawai. Pengujian asumsi klasik menggunakan uji Deskriptif normalitas data yang bertujuan untuk menjelaskan tentang nilai rata-rata hitung, untuk mengetahui apakah semua data ukuran standar deviasi, kemiringan kurva variabel memiliki distribusi normal atau . , dan keruncingan kurva . Pengujian normalitas data dapat masing-masing Instrumen Penelitian Kolmogrov-smirnov (K-S). Selanjutnya Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Pelatihan (X) heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan Diperoleh data penelitian kepada 30 mengamati uji glejser. Jika varian dan orang pegawai di UPTD Puskemas Lahusa residual suatu pengamatan lain tetap, maka Berdasarkan perhitungan validasi pada disebut homokedastisitas dan jika berbeda item-total statistic, maka diperoleh nilai disebut heteroskedastisitas digunakan uji koefisien korelasi rhitung item nomor 1 sampai 12 bernilai positif. Sedangkan rtabel residual terhadap variabel independen. pada taraf signifikan = 0,05 adalah 0,361. Copyright . Normal Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Maka disimpulkan bahwa item nomor 1 sampai 12 dengan rhitung > rtabel dinyatakan Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Diperoleh data penelitian kepada 30 orang pegawai di Kantor Camat Ulu Idanotae. Berdasarkan validitas pada item-total statistic, maka diperoleh nilai koefisien korelasi r hitung item Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2025 dengan Alat Bantu SPSS 21. Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai Kolmogrov-Smirnov sebesar 0,177 dan Asymp Sig. -taile. sebesar 0,017 > 0,05. Dan nilai positive adalah 075 artinya uji normalis datanya adalah valid karena > 0,05 dan nilai negative -177. Maka dapat 0,361. Maka Seperti pada gambar 1 di bawah Gambar 1 Sedangkan rtabel pada taraf signifikan = 0,05 Normal Probability Plot bahwa item nomor 1 sampai 18 dengan rhitung > r tabel dinyatakan valid. Pengujian Asumsi Klasik Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui apakah semua data variabel memiliki distribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data dapat dilakukan Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2025 dengan Alat Bantu SPSS 21. Kolmogrov-smirnov (K-S). Hasil pengujian Berdasarkan gambar 1 dapat ini normalitas data penelitian dapat dilihat pada tabel 1. memenuhi asumsi klasik, dimana data Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Normal Parametersa,b Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov. Smirnov Z Asymp. Sig. Test distribution is Normal. Calculated from tidak menyebar melaikan mengikuti garis diagonal yang dapat menunujukan bahwa data berdisitribusi secara normal. Uji heteroskedastitas digunakan untuk mengetahui adanya adanya masalah pada suatu variabel dalam suatu model dengan mengamati scatter plot. Apabila scatter plot membentuk suatu pola tertentu, maka ada masalah heteroskedastitas. Sebaliknya jika scatter plot menyebar secara acak, maka hal itu menunjukan tidak adanya masalah Hasil scatter plot yang Copyright . Normal Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X telah diolah menggunakan aplikasi SPSS dapat diliaht pada gambar 2 sebagai Dependent Variable: Kinerja Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2025 dengan Alat Bantu SPSS 21. 0 For Windows Evaluation Version. Berdasarkan Gambar 2 Uji Heterokedastisitas bahwa nilai pelatihan bernilai 6,924 dengan tingkat signifikan 0,000. Sedangkan nilai a = 0,05 dan . -k-. atau 30-1-1 = 28 dengan nilai sebesar 0. maka jika nilai maka variabel pelatihan (X) berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y), sebaliknya jika Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2025 dengan Alat Bantu SPSS 21. Berdasarkan hasil pada gambar 2 dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah Karena, pada gambar 5 menunjukan bahwa scater plot menyebar Artinya, asumsi klasik dari suatu persamaan regresi linier sederhana kinerja pegawai (Y). dari hasil uji t pada tabel diatas menunujukan bahwa variabel bebas pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai . > . dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian, variabel bebas . berpengaruh dignifikan terhadap variabel terikat . inerja Uji Koefisien Determinasi (RA) dipengaruhi oleh variabel dependen yaitu tes secara persial . Tabel 2. Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Erro Dari hasil olahan data peneliti diperoleh nilai koefisein determinasi ( 0,338 yang artinya 33,8 % variabel bebas yang dapat dijelaskan oleh variabel terikat. dilihat pada tabel 2 dibawah ini: pelatihan (X) tidak berpengaruh terhadap nias selatan. Hasil Uji hipotesis Model (Const Pelatih maka variabel pegawa. di puskesmas lahusa kabupaten Hasil Penelitian Dan Pembahasan Setiap Sedangkan, sisanya dijelaskan oleh variabel penelitian lainnya yang belum diteliti pada penelitian ini. Standar Coefficie Tabel 3. Hasil Uji Determinasi Model Summaryb Beta Model Adjusted Std. Error of the Squar R Square Estimate Predictors: (Constan. Pelatihan Dependent Variable: Kinerja Pegawai Copyright . Normal Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Sumber: Hasil Olahan Peneliti 2025 dengan Alat Bantu SPSS 21. 0 For Windows Evaluation Version. berpengaruh signfikan terhadap kinerja Uji Model Regresi Berdasarkan hasil pengujian SPSS 0, dapat diketahui persamaan regresi diUPTD Puskesmas Lahusa Kabupaten Nias Selatan. Hal ini diuraikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian, . pegawai di UPTD Puskesmas Lahusa . dengan tingkat signifikan Kabupaten Nias Selatan dan Persamaan di yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya variabel bawah ini. berpengaruh signifikan terhadap variable terikat . inerja pegawa. Y= 15. Keterangan: di Puskesmas Lahusa Kabupaten Nias = Kinerja Pegawai Selatan. = 0. Saran = 15.