The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 Model Gaya Kepemimpinan dan Job Design yang Dapat Mempengaruhi Motivasi dan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember Asmuji*1. Siti Kholifah1. Luh Titi Handayani1. Dwi Yunita H. Ninik Sumarini2. Iin Indahwati2 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember. Jember 68121. Indonesia Perawat RSD Balung Jember. Jember 68161. Indonesia *Penulis Korespondensi: Asmuji Email: asmuji@unmuhjember. Diterima: 5 Desember 2023 | Disetujui: 17 Januari 2024 | Dipublikasikan: 6 Februari 2024 Abstrak Pelayanan keperawatan menjadi elemen terpenting dalam menentukan kualitas pelayanan Kesehatan di rumah sakit. Dominasi jumlah, waktu pelayanan, dan unsur caring menjadi pembeda dengan profesi lain. Kondisi riil, peran penting perawat masih dijumpai tidak diimbangi dengan kinerja yang baik. Beberapa factor yang mungkin dapat mempengaruhinya, yaitu: kepemimpinan, desian kerja, dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model gaya kepemimpinan dan job design yang dapat mempengaruhi motivasi dan kinerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat rawat inap di rumah sakit tipe c di Kabupaten Jember yang sudah bekerja minimal dua tahun, dan jumlah sampel sebesar 100 responden yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala likert yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan bantuan Smart PLS dengan = 0,05. Hasil penelitian: gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat . > . 0,188 > 0,05. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap job design . < . 0,000 < 0,. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi perawat . < . 0,004 < 0,. Job design tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat . > . 0,168 > 0,. Job design tidak berpengaruh terhadap motivasi perawat . > . 0,382 > 0. Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja . < . 0,001 < 0,. Motivasi memoderasi secara signifikan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja perawat . < . 0,017 < 0,. Motivasi memoderasi secara tidak signifikan pengaruh job design terhadap kinerja perawat . > . 0,253 > 0,. Kesimpulannya perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dipengaruhi oleh job design dan motivasi perawat. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan. Job Design. Kinerja Perawat. Motivasi Kerja DOI: 10. 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 Sitasi: Asmuji. Kholifah. Handayani. Luh T. Hariyanti. Dwi Y. Sumarini. , & Indahwati. Model Gaya Kepemimpinan dan Job Design yang Dapat Mempengaruhi Motivasi dan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember. The Indonesian Journal of Health Science. , 129-138. DOI: 32528/tijhs. Copyright: A2024 Asmuji, et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 Abstract Nursing services are the most important element in determining the quality of health services in hospitals. The dominance of numbers, service time and caring elements differentiates it from other professions. In real conditions, it is still found that the important role of nurses is not balanced with good performance. Several factors might influence it, namely: leadership, work design, and motivation. The aim of this research is to determine the leadership style and job design models that can influence the motivation and performance of implementing nurses in providing nursing care at Type C Hospitals in Jember Regency. The design of this research is correlational with the population of all inpatient nurses at type C hospitals in Jember Regency who have worked for at least two years, and the sample size is 100 respondents taken by random sampling. The instrument used is a questionnaire with a Likert scale which has been tested for validity and reliability. Data analysis uses Smart PLS with = 0. Research results: leadership style has no effect on nurse performance . > . > 0. Leadership style has a significant effect on job design . < . 000 < 0. Leadership style has a significant effect on nurse motivation . < . 004 < 0. Job design has no effect on nurse performance . > . 168 > 0. Job design has no effect on nurse motivation . > . 382 > 0. Motivation has a significant effect on performance . < . 001 < 0. Motivation significantly moderates the influence of leadership style on nurse performance . < . 017 < 0. Motivation does not significantly moderate the influence of job design on nurse performance . > . 253 > 0. In conclusion, nurses in providing nursing care are influenced by job design and nurse motivation. Keywords: Leadership Style. Job Design. Nurse Performance. Work Motivation PENDAHULUAN Sumberdaya mendominasi diseluruh tatanan fasilitas rumah sakit merupakan unsur yang sangat pelayanan kesehatan. Data dari BPPSDM Kementerian Kesehatan Keperawatan yang berkualitas. Kondisi ini sangat logis. DOI: 10. 32528/tijhs. SDM Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyanke. The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 di Indonesia per tanggal 31 Desember penelitian (Finarti, et al. , 2. disalah tahun 2020 sebanyak 460267 orang. Fakta satu rumah sakit di Kalimantan Selatan ditemukan 65,6% perawat mempunyai kinerja yang tidak baik. Penilitian yang mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan dilakukan di rumah sakit di Daerah Padang 32,7% keperawatan kepada pasien tanpa berhenti kinerja yang kurang baik (Trevia, et al. dan terus menerus selama 24 jam/hari Penelitian di rumah sakit di Daerah (Zainaro, et al. , 2. , tujuh hari/minggu. Bekasi 30 hari/bulan, 365 hari/tahunnya. mempunyai kinerja yang kurang baik Kualitas Yanti, (Deniati didaerah Payakumbuh menemukan 29,3% perawat mempunyai kinerja yang kurang 28,3% Penelitian merupakan cerminan kinerja perawat. baik (Delima, et al. , 2. (Mahendra Faktor lain yang dapat berhubungan menyatakan kinerja perawat pelaksana dengan kinerja perawat adalah desain pekerjaan yang dilakukan perawat. Desain menentukan keberhasilan pelayanan di pekerjaan adalah cara di mana tugas-tugas rumah sakit. Kinerja perawat adalah pekerjaan yang lengkap (Robbins & sebaik-baiknya Coulter, 2. Pembagian pekerjaan yang jelas akan memberikan kepuasan kerja pada karyawan yang berdampak pada Brahmasari, pencapaian tujuan tugas pokok profesi dan terwujudnya asuhan keperawatan yang penelitian Saputra . menunjukkan Kinerja perawat adalah sejauh mana seorang perawat telah memainkan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil bagiannya dalam melaksanakan strategi organisasi (Rosyita, et al. , 2. Krusialnya METODE PENELITIAN Desain Penelitian mewujudkan pelayanan yang berkualitas Penelitian masih sering kali tidak diimbangi dengan pendekatan korelasional yang bertujuan kinerja yang baik. Berdasarkan hasil DOI: 10. 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 kepemimpinan dan job design yang dapat HASIL PENELITIAN perawat pelaksana dalam memberikan Data umum pada bab ini memuat data asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap variable yang bersifat umum dan tidak rumah sakit tipe C di Kabupaten Jember dengan pendekatan crossectional. Data umum pada penelitian Populasi. Sampel, dan Sampling ini antara lain: jenis kelamin, tingkat Populasi Pendidikan, dan karakteristik responden seluruh perawat pelaksana yang sudah . sia dan masa kerj. bekerja minimal dua tahun dan pendidikan Berikut penjelasan secara rinci data umum terakhir minimal D3 Keperawatan. Jumlah yang diperoleh: sampel sebanyak 100 orang perawat yang Jenis Kelamin Responden ditetapkan menggunakan rumus Slovin. Tabel Instrumen Pengumpulan Data Instrumen menggunakan kuesioner skala likert yang Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember. Mei 2023 . = . Frekuensi Persentase Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian Analisis Data besar . %) responden berjenis kelamin Analisis perempuan, sedangkan sisanya berjenis dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: kelamin laki-laki. editing, scoring, coding, entri, cleaning. Tingkat Pendidikan Uji statistik menggunakan Partial Least Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Responden di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember. Mei 2023 . = . Tingkat Frekuensi Persentase Pendidikan D3 Keperawatan Keperawatan/Ners Jumlah Square (PLS). Persetujuan Etik Penelitian persetujuan uji etikdari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Ilmu Kesehtan Universitas Muhammadiyah Jember dengan nomor NO. 025/KEPK/FIKES/XII/2023 DOI: 10. 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 Tabel Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember. Mei 2023 . = . berpendidikan D3 Keperawatan, dan 19% berpendidikan S1 Keperawatan/Ners. Usia dan Masa Kerja Responden Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tingkat Usia dan Masa Kerja Responden di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember. Mei 2023 . = . Karakteristik Usia Masa kerja Mean Nila Nilai . Minimum Maksimum . Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Tabel 3 menunjukkan bahwa rata-rata Original Sample (O) Sampl e Mean (M) Standard Deviatio (STDEV) 0,076 Statis (|O/S TDE V|) 6,001 0,454 0,475 -0,243 -0,252 0,082 2,941 0,004 0,409 0,441 0,120 3,410 0,001 -0,252 -0,238 0,104 2,429 0,017 umur responden adalah 37,7 tahun. SD= 5,7 tahun, umur temuda 27 tahun dan umur tertua 49 tahun. Sedangkan rata-rata masa kerja responden adalah 14 tahun. SD= 5,7 Gaya Kepemimp inan -> Job Design Rata-rata nilai gaya kepemimpinan di Gaya Ruang Rawat Inap RS Tipe C di Kepemimp Kabupaten Jember adalah 6. 8, median= 7, mode= 7. SD=0. Rata-rata nilai job Motivasi Motivasi - design adalah 4. 96, median= 5, mode= 5, > Kinerja SD= 0. Rata-rata nilai motivasi adalah Kepemimp 8, median= 6, mode= 6. SD= 0,40. Rata- inan*Moti rata nilai kinerja adalah 6. 56, median= 7, vasi--> mode= 7. SD= 0,99. Kinerja Gambar 1. Koefisien Jalur Model Gaya Kepemimpinan dan Job Design Dapat Mempengaruhi Motivasi dan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan di DOI: 10. 32528/tijhs. 0,000 The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 PEMBAHASAN Pengaruh adalah untuk memotivasi bawahan agar Gaya Kepemimpinan terhadap Job Design berkinerja baik. Karena desain kerja menurut Hackman dan Oldham yang Hasil uji t diperoleh nilai original dikutip (Mahendra & Brahmasari, 2. sampel sebesar 0,454 dan memiliki nilai t merupakan pendekatan yang digunakan statistic sebesar 6,001. Dikarenakan nilai t untuk memotivasi bawahan. statistik > nilai t tabel yaitu 6,001 > 1,96 atau p < yaitu 0,000 < 0,05 maka dapat dalam bekerja. Adapun komponen desain pekerjaan meliputi keberagaman disimpulkan gaya kepemimpinan kepala ruangan mempengaruhi job design di penting suatu tugas, otonomi, dan umpan ruang rawat inap di RS Tipe C di Kabupaten Jember. Pengaruh Kepemimpinan menurut Schermer- identitas/ciri Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Horn yang dikutip Sulistyawati . Hasil uji t diperoleh nilai original merupakan proses untuk menginspirasi sampel sebesar -0,243 dan memiliki nilai t dan memotivasi orang lain agar dapat statistic sebesar 2,941. Dikarenakan nilai t bekerja keras dan menyelesaikan tugas- statistik > nilai t tabel yaitu 2,941 > 1,96 tugas penting. Setiap individu dalam atau p < menjalankan kepemimpinannya biasanya disimpulkan gaya kepemimpinan kepala menggunakan gaya yang berbeda antara ruangan mempengaruhi motivasi kerja satu dengan yang lainnya. Ada yang perawat di ruang rawat inap di RS Tipe C di Kabupaten Jember. Senada dengan hasil demokratis, atau liberal. Namun ada juga penelitian (Janur, et al. , 2. Andriani, et yang memadukan ketiganya tergantung al . (De Haan, et al. , 2. (Pitasari dari situasi dan kondisi yang dihadapinya. & Prihandhani, 2. (Pujiastuti, 2. Penerapan gaya kepemimpinan yang yaitu 0,004 < 0,05, maka dapat dengan motivasi kerja perawat. Gaya bawahan dalam menjalankan peran dan kepemimpinan mempunyai kaitan yang fungsinya secara optimal. Oleh karenanya erat dengan motivasi, sebab keberhasilan dalam setiap gaya kepemimpinan yang seorang pemimpin dalam menggerakkan diterapkan, maka akan berdampak pada orang lain dalam mencapai tujuan yang desain kerja yang digunakan. Tujuannya telah ditetapkan sangat bergantung kepada DOI: 10. 32528/tijhs. dilakukan oleh kepala ruang merupakan The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 yang positif, maka ini akan berdampak menciptakan motivasi bawahan (Ahmad, positif pula bagi individu. Tetapi jika et al. , 2. dorongan tersebut justru sebaliknya, maka Gaya kepemimpinan yang baik tidak tindakan yang dilakukan pun akan negatif. hanya terfokus pada salah satu gaya saja. Kondisi dan situasi yang seperti ini Apabila atasan atau kepala ruaangan ingin seharusnya selalu menjadi seorang pemimpin yang baik, menjadi perhatian bagi setiap kepala maka dia harus mampu menerapkannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang motivasi bawahannya. Kepala ruangan kepemimpinan dengan situasi dan kondisi akan lebih memberikan semangat kepada Semakin baik kepala ruangan dalam bawahan dalam menjalankan tugas dan memberikan nutrisi motivasi, maka ini kewajibannya (Mangkunegara, 2. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja kinerja bawahannya. Hal ini karena ada Kesesuaian Hasil uji t diperoleh nilai original statistic sebesar 3,016. Dikarenakan nilai t berdampak pada kinerja yang baik pula. statistic > nilai t tabel yaitu 3,016 > 1,96 Kepemimpinan*Motivasi--> Kinerja yaitu 0,003 < 0,05 maka dapat Motivasi sampel sebesar 0,261 dan memiliki nilai t atau p < Motivasi signifikan pengaruh gaya kepemimpinan kinerja perawat di ruang rawat inap di RS terhadap kinerja perawat . < Tipe C di Kabupaten Jember. Hasil ini 0,017 > 0,. Berdasarkan hasil penelitian (Chiuman, ini bahwa gaya kepemimpinan tidak secara (Karmadi, 2. Melissa et al langsung berpengaruh terhadap kinerja . (Mulyati & Rusmiwati, 2. (Rosyita, et al. , 2. (Zainaro, et al. Tetapi gaya kepemimpinan 2. yang menyatakan bahwa terdapat akan berpengaruh terhadap kinerja perawat hubungan antara motivasi dengan kinerja dalam memberikan asuhan keperawatan setelah dimoderasi motivasi. Hal ini tentu Motivasi merupakan dorongan bagi ada perbedaan antara hasil penelitian ini individu untuk melakukan sesuatu. Jika dorongan tersebut berisi tentang sesuatu DOI: 10. 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 15. No. Januari 2024 sebelumnya menunjukkan bahwa gaya berpengaruh secara langsung terhadap kinerja perawat pelaksana. Seperti halnya penelitian (Ahmad, et al. , 2. yang langsung berpengaruh terhadap kinerja Perbedaan hasil ini secara riil dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan tidak serta merta secara langsung berpengaruh memberikan asuhan keperawatan. Namun gaya kepemimpinan kepala ruang dapat kemudian berdampak pada kinerjanya. SIMPULAN Kinerja perawat dalam memberikan dipengaruhi oleh motivasi. Dan, motivasi memoderasi secara signifikan pengaruh keperawatan di rumah sakit tipe C. Kepala ruangan diharapkan mampu memberikan termotivasi untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik. DOI: 10. 32528/tijhs. DAFTAR PUSTAKA