Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 2. April 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Online Available at: https://journal. id/index. php/jbpai Peran Pendidikan Islam dalam Mendukung Pencapaian SDGs: Studi Kepustakaan Adelia Putri1*. Kamilatul Hayati2. Riri Novia Sari Hasibuan3. Herlini Puspika Sari4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Indonesia E-mail: 12210120883@student. uin-suska. id1, 12210124307@student. id2,12210112808@student. uin-suska. id3, herlini. sari@uin-suska. Alamat: Jl. Soebrantas No. 155 KM. Tuah Madani. Panam. Pekanbaru. Riau *Korespondensi penulis: 12210120883@student. uin-suska. Abstract. This study explores the role of Islamic education in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDG. through a library research approach. Islamic education, with its emphasis on moral, spiritual, and social values, aligns closely with the principles of sustainable development. The study reveals that Islamic teachings on justice, equality, social responsibility, and environmental stewardship are in harmony with the goals outlined in the SDGs. Islamic educational institutions contribute to poverty alleviation, environmental awareness, and gender equality through curriculum content and practical programs rooted in Islamic values. However, challenges such as limited curriculum integration and lack of teacher capacity remain obstacles. Therefore, it is essential to enhance the curriculum, empower educators, and build partnerships between Islamic educational institutions and broader development stakeholders to ensure Islamic education becomes a significant agent in achieving the global goals. Keywords: Environmental Awareness. Islamic Education. Poverty Alleviation. SDGs. Sustainable Development. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran pendidikan Islam dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. melalui pendekatan studi kepustakaan. Pendidikan Islam, dengan penekanan pada nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial, memiliki keselarasan yang kuat dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran Islam tentang keadilan, kesetaraan, tanggung jawab sosial, dan pelestarian lingkungan sejalan dengan tujuan-tujuan yang tercantum dalam SDGs. Lembaga pendidikan Islam turut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesadaran lingkungan, dan kesetaraan gender melalui materi kurikulum maupun program-program praktis berbasis nilai keislaman. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan integrasi kurikulum dan kurangnya kapasitas pendidik. Oleh karena itu, penguatan kurikulum, pemberdayaan guru, serta kolaborasi antara lembaga pendidikan Islam dan pemangku kepentingan pembangunan perlu dilakukan agar pendidikan Islam dapat menjadi agen penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan global. Kata Kunci: Kesadaran Lingkungan. Pembangunan Berkelanjutan. Pendidikan Islam. Pengentasan Kemiskinan. SDGs. LATAR BELAKANG Pembangunan berkelanjutan telah menjadi fokus utama negara-negara di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dunia internasional mencanangkan Sustainable Development Goals (SDG. atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai agenda global yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030. Terdiri dari 17 tujuan dan 169 target. SDGs mencakup berbagai aspek kehidupan seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, aksi terhadap perubahan iklim, dan Received: Maret 17, 2025. Revised: Maret 30, 2025. Accepted: April 12, 2025. Published: April 15. Peran Pendidikan Islam dalam Mendukung Pencapaian SDGs: Studi Kepustakaan keadilan sosial. Keberhasilan pencapaian SDGs memerlukan sinergi dari berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Pendidikan Sebagai wahana pembentukan karakter, perubahan perilaku, dan peningkatan mentransformasikan nilai-nilai keberlanjutan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual, menjadi sangat penting dalam mendukung tercapainya agenda SDGs secara menyeluruh. Dalam konteks ini, pendidikan Islam sebagai sistem pendidikan yang berbasis nilainilai keagamaan memiliki kontribusi yang signifikan. Pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mencetak individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, peduli sosial, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Nilai-nilai dalam ajaran Islam seperti keadilan (Aoad. , keseimbangan . , kepedulian sosial . aAoAwu. , dan tanggung jawab . asAoliyya. selaras dengan semangat yang dibawa oleh SDGs. Lebih jauh lagi, ajaran Islam telah jauh hari menekankan pentingnya keadilan sosial, pengentasan kemiskinan, perlindungan terhadap anak dan perempuan, serta pelestarian Konsep-konsep seperti zakat, sedekah, wakaf, dan amar maAoruf nahi munkar jika diimplementasikan secara optimal, dapat berkontribusi langsung terhadap pencapaian berbagai tujuan dalam SDGs. Oleh sebab itu, penting untuk menggali bagaimana pendidikan Islam dapat menjadi sarana strategis dalam mendukung agenda global ini. Namun demikian, kontribusi pendidikan Islam terhadap pencapaian SDGs masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama dalam konteks kurikulum, metode pembelajaran, serta kesadaran kolektif di kalangan pendidik dan peserta didik. Masih terdapat tantangan dalam integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam sistem pendidikan Islam, baik di madrasah, pesantren, maupun perguruan tinggi Islam. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memahami keterkaitan nilai-nilai Islam dengan tujuan SDGs secara konseptual dan Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan permasalahan utama dalam penelitian ini, yaitu: Bagaimana peran pendidikan Islam dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. ? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kontribusi nilai-nilai pendidikan Islam terhadap pencapaian SDGs serta menggali potensi integrasi antara keduanya dalam kerangka pendidikan berkelanjutan. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. April 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. KAJIAN TEORITIS Berikut literature review yang membahas teori-teori relevan, penelitian sebelumnya, dan memberikan landasan bagi penelitian terkait Peran Pendidikan Islam dalam Mendukung Pencapaian SDGs: Studi Kepustakaan Penelitian oleh MaAoruf . berjudul AuPendidikan Islam dan Pembangunan BerkelanjutanAy menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Islam seperti keadilan sosial, distribusi kekayaan yang merata, dan tanggung jawab terhadap alam sangat mendukung pencapaian SDGs. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan kurikulum Islam yang relevan dengan isu-isu kontemporer. Sementara itu, studi oleh Lestari dan Huda . mengenai integrasi literasi SDGs di pesantren menemukan bahwa program pelatihan, penanaman nilai lingkungan, serta praktik ekonomi berkelanjutan di lingkungan pesantren dapat menjadikan santri sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Studi ini menjadi bukti konkret bahwa pendidikan Islam memiliki potensi untuk memberikan kontribusi nyata terhadap tujuan global. Penelitian lainnya oleh Aisyah . membahas tentang bagaimana nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran dapat mendorong siswa memiliki empati sosial, kesadaran lingkungan, dan etika berkehidupan, yang sejalan dengan poin-poin dalam SDGs seperti climate action, reduced inequalities, dan responsible consumption. METODE PENELITIAN Penelitian ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan studi kepustakaan . ibrary researc. Penulis mencoba menelaah kontribusi pendidikan Islam terhadap pencapaian SDGs dengan merujuk pada literatur-literatur yang relevan, baik dari sumber-sumber pendidikan Islam klasik maupun kontemporer. Dengan pendekatan ini, diharapkan akan diperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh tentang peran strategis pendidikan Islam dalam konteks pembangunan global. HASIL DAN PEMBAHASAN Korelasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dengan SDGs Pendidikan Islam merupakan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual semata, tetapi juga membentuk karakter spiritual, sosial, dan moral. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pendidikan Islam seperti keadilan (Aoad. , keseimbangan . awAzu. , kepedulian sosial . aAoAwu. , dan tanggung jawab . asAoliyya. memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan Peran Pendidikan Islam dalam Mendukung Pencapaian SDGs: Studi Kepustakaan dalam SDGs. Prinsip rahmatan lil Aoalamin . ahmat bagi seluruh ala. menjadi landasan penting bahwa manusia, khususnya umat Islam, memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua makhluk (Fauzan, 2. SDGs bertujuan menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan, kelaparan, dan ketidakadilan, serta menjamin pendidikan yang berkualitas dan kesetaraan bagi semua. Tujuantujuan ini selaras dengan ajaran Islam yang telah sejak lama menekankan pentingnya menegakkan keadilan sosial dan pendidikan yang merata (Kementerian PPN/Bappenas, 2. Bahkan, dalam Al-QurAoan dan Hadis, terdapat banyak ayat dan sabda Nabi Muhammad SAW yang mendorong umat Islam untuk aktif dalam upaya mencerdaskan manusia, mengentaskan kemiskinan, menjaga perdamaian, dan memelihara lingkungan (Syamsuddin, 2. Oleh karena itu, pendidikan Islam sejatinya sudah mengandung nilai-nilai SDGs dalam substansinya, tinggal bagaimana proses implementasi dan aktualisasinya di tengah masyarakat. Pendidikan Islam dalam Pengentasan Kemiskinan dan Ketimpangan Salah satu tujuan utama dalam SDGs adalah menghapus kemiskinan dalam segala bentuknya di seluruh dunia (Ramadhani, 2. Dalam Islam, pengentasan kemiskinan telah menjadi bagian penting dalam struktur sosial keagamaan. Instrumen-instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan agar tidak hanya berputar pada kelompok tertentu. Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai ini diajarkan kepada siswa sejak dini, baik melalui pelajaran Fiqih maupun melalui praktik langsung seperti kegiatan sosial Ramadhan dan bakti sosial (Nurhalimah, 2. Lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren juga memainkan peran aktif dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan ekonomi lemah. Banyak pesantren menyediakan pendidikan dan tempat tinggal secara gratis atau dengan sistem subsidi silang. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya mengajarkan kepedulian sosial sebagai teori, tetapi juga membentuk sistem pendidikan yang aplikatif dalam membantu masyarakat miskin agar dapat mengakses pendidikan berkualitas. Lebih dari itu, pendidikan Islam memiliki potensi dalam membentuk pola pikir kewirausahaan sosial . ocial entrepreneurshi. Para santri diajarkan kemandirian ekonomi melalui berbagai keterampilan seperti bertani, beternak, kerajinan tangan, dan perdagangan. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya membentuk manusia yang religius, tetapi juga produktif dan berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. April 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Kontribusi Pendidikan Islam terhadap Lingkungan dan Keberlanjutan Isu lingkungan menjadi salah satu fokus dalam SDGs, khususnya pada Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Ikli. dan Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Dara. Islam sebagai agama yang komprehensif memiliki pandangan yang sangat kuat terhadap pentingnya menjaga Konsep manusia sebagai khalifah . akil Tuhan di bum. menuntut tanggung jawab untuk memelihara ciptaan Allah, bukan merusaknya. Dalam Al-QurAoan Surah Al-AAoraf ayat 56. Allah berfirman agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi setelah adanya perbaikan. Pendidikan Islam dapat berperan besar dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada peserta didik. Melalui kurikulum yang kontekstual, siswa dapat diajak untuk memahami hubungan antara manusia dan alam sebagai bagian dari amanah. Selain itu, pengembangan program-program lingkungan hidup di sekolah, seperti kebun sekolah, pengelolaan sampah mandiri, dan daur ulang, bisa menjadi wahana praktik nyata nilai-nilai tersebut. Beberapa pesantren bahkan telah menerapkan konsep eco-pesantren, yaitu pesantren yang ramah lingkungan. Mereka membangun sistem pertanian organik, pengelolaan air limbah, hingga penggunaan energi terbarukan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam sangat mungkin menjadi pionir dalam isu keberlanjutan lingkungan jika nilai-nilainya dipahami dan diterapkan secara konsisten. Kesetaraan Gender dalam Perspektif Pendidikan Islam Kesetaraan gender merupakan isu penting dalam SDGs, tepatnya pada Tujuan 5. Pendidikan Islam, apabila ditelaah dari sumber-sumber otentik seperti Al-QurAoan dan Hadis, sebenarnya sangat mendukung kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam hal hak memperoleh pendidikan dan akses sosial. Sayangnya, dalam praktik di beberapa tempat, terjadi penyimpangan karena adanya interpretasi budaya yang patriarkal dan kurangnya pemahaman terhadap teks-teks keislaman secara menyeluruh. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, perempuan telah aktif terlibat dalam dunia Aisyah r. , istri Nabi, dikenal sebagai salah satu ulama perempuan terkemuka yang menjadi rujukan ilmu hadis dan fiqih bagi banyak sahabat laki-laki. Dalam pendidikan Islam modern, tokoh-tokoh seperti RabiAoah al-Adawiyah juga menjadi inspirasi bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam pengembangan ilmu dan spiritualitas. Lembaga pendidikan Islam masa kini telah banyak membuka ruang partisipasi bagi perempuan, baik sebagai peserta didik maupun sebagai pendidik. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memberikan ruang kepemimpinan perempuan di institusi pendidikan serta perlindungan terhadap hak-hak perempuan. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus terus Peran Pendidikan Islam dalam Mendukung Pencapaian SDGs: Studi Kepustakaan mendorong kesetaraan gender dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai keadilan dan keseimbangan yang diajarkan oleh Islam. Peran Kurikulum dan Lembaga Pendidikan Islam Kurikulum pendidikan Islam perlu disesuaikan dengan tantangan zaman, termasuk integrasi nilai-nilai pembangunan berkelanjutan. Kurikulum tidak boleh hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama secara normatif, tetapi juga mendorong kesadaran sosial, lingkungan, ekonomi, dan global. Misalnya, dalam mata pelajaran Fiqih, siswa tidak hanya belajar tentang ibadah ritual, tetapi juga hukum-hukum sosial seperti zakat produktif dan wakaf produktif. Pada mata pelajaran Akidah Akhlak, siswa dapat diajak merenungkan tanggung jawab sebagai manusia terhadap alam dan sesama manusia. Lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah, pesantren, hingga universitas Islam, harus menjadi agen perubahan yang aktif dalam membentuk generasi berdaya saing global dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal. Kegiatan-kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, diskusi sosial keagamaan, praktik kewirausahaan, dan aksi sosial lingkungan harus menjadi bagian dari pembelajaran yang holistik. Penting pula bagi lembaga pendidikan Islam untuk bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi internasional dalam rangka pertukaran gagasan, penyusunan kebijakan, dan pengembangan program pendidikan berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya kontekstual secara lokal, tetapi juga relevan dalam skala global. Tantangan dan Rekomendasi Meskipun pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam mendukung pencapaian SDGs, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah ketimpangan kualitas pendidikan antar wilayah, kurangnya pelatihan guru dalam integrasi nilai-nilai SDGs, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap keterkaitan antara Islam dan pembangunan berkelanjutan juga menjadi hambatan tersendiri. Untuk itu, beberapa rekomendasi dapat diajukan. Pertama, perlu adanya revisi kurikulum yang lebih responsif terhadap isu-isu kontemporer global. Kedua, pelatihan bagi guru dan pendidik Islam tentang nilai-nilai SDGs dan cara mengintegrasikannya ke dalam Ketiga, dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan afirmatif bagi lembaga pendidikan Islam yang ingin mengembangkan program-program SDGs. Keempat. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. April 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. perluasan kerja sama antara lembaga pendidikan Islam dengan lembaga internasional. LSM, dan sektor swasta dalam membangun program pendidikan berkelanjutan berbasis Islam. KESIMPULAN DAN SARAN Pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. melalui nilai-nilai keadilan, kesetaraan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan yang sudah tertanam dalam ajarannya. Kontribusinya tampak dalam pengentasan kemiskinan, penguatan pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, serta pelestarian alam. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti kurikulum yang belum kontekstual dan kurangnya pelatihan guru. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai SDGs, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan Islam dengan pemerintah dan pihak lain guna mewujudkan sistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Alfarizi. Pendidikan Islam inklusif: Membangun akses dan keadilan sosial. UMM Press. Azizah. Peran lembaga pendidikan Islam dalam mewujudkan SDGs. Pilar Ilmu. Fadli. Islam dan pembangunan berkelanjutan: Perspektif sosial keagamaan. Kencana. Faizah. Spiritualitas perempuan dalam pendidikan Islam kontemporer. Lentera Ilmu. Fauzan. Pendidikan Islam dan tantangan global: Integrasi nilai spiritual dan pembangunan berkelanjutan. Kencana. Hidayah. Kemitraan pendidikan Islam dan pihak eksternal dalam mewujudkan SDGs. [Penerbit tidak disebutka. Kementerian PPN/Bappenas. Laporan Voluntary National Review (VNR) SDGs Indonesia tahun 2022. Bappenas. Lestari. Pelatihan guru dalam pendidikan berbasis SDGs. Pustaka Edu.