Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | Optimalisasi Peran Kader PKK Dalam Penguatan Ketahanan Keluarga Dan Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Desa Petikan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Kabupaten Gresik Yelly Elanda1. Suharnanik2. Rizca Yunike Putri3 Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Wijya Kusuma Surabaya Program Studi Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Article Info Article history: Received Sept 24, 2023 Revised October 01, 2023 Accepted October 02, 2023 Kata kunci: PKK Ketahanan Keluarga Kekerasan dalam Rumah Tangga ABSTRAK Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), merupakan masalah yang dihadapi perempuan yang sedang mengalami kekerasan secara fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di RW 08 desa Petekan Kabupaten Gresik. Metode dalam penelitian ini pendampingan masyarakat dalam bentuk pengabdian masyarakat. Menggunakan teknik Partisipatory Rural Appraisal (PRA), untuk menjada keberlanjutan program kegiatan pengmasy karena melibatkan masyarakat secara penuh yaitu para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Tujuan kegiatan ini diharapkan dapat membantu menekan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui kegiatan sosialisasi membangun ketahanan dalam rumah tangga, pencegahan serta advokasi permasalahan KDRT dan pengembangan kegiatan ekonomi. Luaran dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan untuk penguatan ketahanan keluarga dan bagaimana caranya melakukan advokasi terhadap KDRT. Selain itu publikasi artikel di jurnal nasioanal dan media massa, serta pembuatan video kegiatan pengmasy. ABSTRACT Keywords: PKK Family Resilience Domestic Violence Domestic violence (KDRT) is a problem that women encounter when they are subjected to physical, sexual, or psychological abuse, as well as domestic neglect. This exercise is part of a community service project in RW 08 Petekan village. Gresik Regency. This study's method is community support in the form of community service. Because it fully Family Welfare Empowerment (PKK) AokaderAo, the Participatory Rural Appraisal (PRA) technique has been implemented to ensure the sustainability of the community service activity program. The goal of this action is to help reduce the number of cases of domestic violence (KDRT) through outreach efforts to strengthen resilience in homes, prevention and advocacy for domestic violence problems and economic development. This technique results in an improved knowledge of how to enhance family resilience and advocate against domestic violence. Aside from that, there will be articles published in national magazines and mass media, as well as recordings of community service initiatives. Corresponding Author: Suharnanik Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Email: nanik_fisip@uwks. id/index. php/Berdaya/index C Yelly Elanda | Suharnanik | Rizca Yunike Putri C Pendahuluan Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, kekerasan dalam rumah tangga didefinisikan sebagai setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sementara kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), menurut (Hayati dan Adulama, 2. merupakan masalah keluarga yang paling banyak dihadapi oleh keluarga dan kasusnya terus meningkat setiap tahunnya. Data dari Komisi Nasional Perempuan mencatat kasus KDRT mulai tahun 20042021 sebanyak 544. 452, sedangkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir terdapat 36. kasus yang didominasi oleh kasus kekerasan terhadap istri (Maharani, 2. Diperkuat dengan data dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak . A) per oktober 2022 menyatakan bahwa kekerasan di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 18. 719 kasus dan lebih dari 90% dialami oleh perempuan (Hakim, 2. dan lebih dari 60% terjadi pada ruang lingkup rumah tangga (Hakim, 2. serta kekerasan fisik merupakan kekerasan yang banyak terjadi (RI, 2. Daerah yang memiliki kasus kekerasan terhadap perempuan tertinggi adalah Jawa Timur, yakni terdapat 1. 381 korban (Hakim, 2. Pemerintah Jawa Timur juga telah berupaya untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak terutama KDRT dengan cara memberikan pemahaman mengenai ketahanan keluarga, membentuk satuan tugas . penangan masalah perempuan dan anak yang bekerja sama dengan polres setempat di 26 kota/kabupaten di Jawa Timur serta menyediakan pusat konseling pembelajaran keluarga (Hakim, 2. Namun berdasarkan data Simfoni dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenpA) angka kekerasan perempuan dan anak di Jawa Timur mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 144 kasus dan meningkat pada tahun 2022 sebanyak 2. 367 kasus (Hakim, 2. Pada masa pandemi covid 19, kasus kekerasan dalam rumah tangga cenderung mengalami peningkatan, begitu pula yang terjadi di kabupaten Gresik (Sari dan Pitaloka, 2. (Lono, 2. Sementara itu, laporan Dinas Keluarga Berencana. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBpA) Kabupaten Gresik menyebutkan, pada Januari hingga November 2021, jumlah laporan kasus kekerasan terhadap anak di Gresik mencapai 151 kasus, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Penting untuk dicatat bahwa kekerasan dalam rumah tangga sering kali tidak dilaporkan karena ketakutan, stigma, dan kurangnya kesadaran. Untuk itu peran ketahanan keluarga menjadi penting dalam menjaga agar KDRT tidak semakin Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang menjadi salah satu pilar pembangunan nasional dalam membangun kesejahteraan bangsa melalui ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga menjadi isu penting untuk mengatasi permasalahan yang dapat menghambat pembangunan nasional (BPS, 2. Ketahanan keluarga merupakan keberdayaan keluarga dalam mengelola sumber daya baik fisik maupun non fisik serta dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada, baik yang datang dari keluarga itu sendiri maupun dari lingkungan, komunitas, masyarakat maupun negara demi mencapai keluarga yang tangguh dan berkualitas Optimalisasi Peran kader PKK Dalam Penguatan Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Desa Petikan Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | guna mewujudkan ketahanan nasional (BPS, 2016. Muslihah dan Salimah, 2. Oleh karena itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi ketahanan bangsa (Khafidoh, 2. terutama dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) (Muslihah dan Salimah, (Hakim, 2. (RI, 2. Untuk mengatasi tingginya angka kekerasan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Ini menjadi salah stau cara yang dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum bagi korban serta membuat para pelaku tindak kekerasan menjadi jera (Wahyuningdiah et al. , 2. Namun terbitnya Undang-Undang tanpa adanya sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran anti kekerasan dalam rumah tangga dan ketahanan keluarga menjadi sia-sia((RI, 2. dan dalam (Wahyuningdiah et al. , 2. Berdasarkan data-data yang menyebutkan masih tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga di Gresik, dimana para korbannya paling banyak terjadi pada perempuan dan Kegiatan pengabdian masyarakat ini memilih tempat di di desa Petiken Kabupaten Gresik, wilayah merupakan perbatasan dengan Kota Surabaya. Permasalahan KDRT terutama perempuan masih beranggapan bahwa kekerasan itu terjadi akibat kesalahan perempuan itu sendiri. KDRT masih dianggap sebagai aib atau hal tabu dan merupakan masalah pribadi serta perempuan mendapatkan ancaman sehingga tidak berani melaporkan kekerasan yang Oleh karena itu perempuan merupakan ujung tombak dalam menyelesaikan permasalah KDRT, melalui komunitas yang terorganisir dengan baik yaitu PKK tentunya menjadi kekuatan yang mampu mencegah dan menangani kasus KDRT sejak dini yang terjadi di Desa Petekan. Dengan melibatkan perempuan dalam berkegiatan di PKK tentunya dalam lebih melakukan advokasi bersama kelompoknya dan keberania untuk saling mengungkapkan derita kekerasan yang dialami perempuan dalam rumah tangganya bukanlah momok yang patut dijadikan perguncingan dan cemoohan namun solusi dan cara penanganan yang tepat agar tidak terjadi lagi masalah tersebut. Masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) perlu mendapatkan perhatian yang serius dan upaya penanganan yang tidak hanya fokus pada penanganan korban atau pasca kejadian kekerasan. Namun yang paling penting adalah upaya pencegahan terjaidnya tindak kekerasan. Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi secara intens mengenai pentingnya ketahanan keluarga dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Metode Kegiatan PRA (Participatory Rural Appraisa. Menurut (Hudayana et al. , 2. metode PRA dapat digunakan dalam penelitian yang membutuhkan partisipasi masyarakat, dimana peneliti hanya bertindak sebagai fasilitator semata dan masyarakat menjadi pengendali utama dalam pelaksanaan Pada saat materi penguatan ketahanan keluarga, narasumber menyampaikan materi secara singkat serta mudah dipahami oleh paserta kader PKK, selebihnya para perempuan inilah yang lebih banyak menceritakan kisahnya dalam membangun keluarga yang kokoh dan tangguh id/index. php/Berdaya/index C Yelly Elanda | Suharnanik | Rizca Yunike Putri C serta permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Dengan dialog interaktif ini mampu memunculkan ide-ide dalam membangun ketahanan keluarga. Metode ini digunakan agar masyarakat terlibat aktif sebagai perencana, peneliti dan pelaksana. Kegiatan ini akan melibatkan banyak pihak diantaranya stakeholder, mitra dan katalisator . im PKM). Dalam (Hayat et al. , 2. pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari tujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat kelas bawah, itupun metode yang digunakan adalah PRA karena masyarakat mampu memecahkan masalahnya sendiri dan tidak bergantung pada peneliti. Dengan permasalahan yang kerap terjadi dalam kekerasan dalam rumah tangga dapat diselesaikan dengan membangun ketahanan keluarga melalui pemahaman dan mempraktekkannya dengan membentuk komunitas melalui organisasi PKK untuk pemberdayaan ekonomi. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga, menekan angka kasus KDRT dan mengoptimalkan rumah Kegiatan optimalisasi peran kader PKK dalam penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan KDRT di desa Petiken kecamatan Driyorejo kabupaten Gresik meliputi: pelatihan pada kader PKK. FGD antara kader PKK dengan tenaga ahli dan stakeholder, serta edukasi dan Sosialisasi pada masyarakat oleh kader PKK. Hasil dan Pembahasan Data menyebutkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia. Menurut KemenpA, hingga Oktober 2022, terdapat 18. 261 kasus KDRT di Indonesia, dengan 79,5% 745 korbannya adalah perempuan. Sementara menurut Badan Pusat Statistik (BPS), 435 kasus KDRT yang dilaporkan ke polisi pada tahun 2021, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa kekerasan dalam rumah tangga masih lazim dan sering kali tidak dilaporkan karena ketakutan, stigma, dan kurangnya Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani kekerasan dalam rumah tangga, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UUPKDRT) dan upaya sosialisasi. Oleh sebab itu dalam mencegah timbulnya kekerasan dalam rumah tangga, diperlukan keluarga yang utuh, kuat dan kokoh yang disebut dengan ketahanan rumah tangga. Secara konsep ketahanan keluarga merupakan kemampuan sebuah keluarga untuk mengatasi tantangan, tekanan, dan krisis yang mungkin muncul dalam kehidupan mereka. Ketahanan keluarga bertujuan untuk memperkuat dan menjaga stabilitas serta kualitas kehidupan keluarga dalam menghadapi berbagai perubahan dan masalah, baik internal maupun eksternal. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau disingkat dengan PKK, merupakan organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk membangun pemberdayaan terhadap perempuan. PKK mampu menjadi ujung tombak dalam membangun ketahanan dalam keluarga serta garda terdepan dalam pencegahan kekerasan di rumah tangga merupakan salah satu cara untuk memperkuat ketahanan bangsa dimulai dari unit. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sebanyak 7. 435 kejadian Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang Optimalisasi Peran kader PKK Dalam Penguatan Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Desa Petikan Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | dilaporkan ke Kepolisian sepanjang 2021. Tingginya angka kekerasan berkaitan dengan ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga yang rapuh cenderung terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga. Segala kegiatan program pencegahan dan penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga telah dilakukan, termasuk perlindungan yang tertuang dalam UU PKDRT dalam Pasal 4 dimana tujuan dari UU tersebut adalah mencegah terjadinya segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan Pemerintah Kabupaten Gresik khususnya desa Petiken kecamatan Driyorejo telah membentuk rumah curhat yang diinisiasi oleh kader PKK. Sayangnya, rumah curhat tersebut belum dijalankan secara maksimal. Maka dari itu penting kiranya mengoptimalkan rumah curhat sebagai media untuk menyelesaikan masalah rumah tangga khususnya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah tindak KDRT. Peran kader PKK menjadi kunci untuk mengoptimalkan rumah curhat dalam penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan KDRT. Dalam RPJMD kabupaten Gresik permasalahan tentang kekerasan dalam rumah tangga menjadi bagian program kerja pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Untuk itu tim pengabdian kepada masyarakat ini menyediakan diri untuk terlibat membantu menyelesaikan masalah ini dengan meningkatkan wawasan pengetahuan kader PKK dan masyarakat tentang ketahanan keluarga dan tindakan preventif untuk mencegah KDRT. Dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, setiap dosen wajib melakukan kegiatan yang meliputi unsur pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itulah kegiatan ini merupakan salah satu dharma civitas akademika dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di RW 08 Desa Petekan Kabupaten Gresik Jawa Timur. Gambaran kegiatan yang dilakukan dalam membangun ketahanan keluarga dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga meliputi: Sosialisasi dengan memberikan materi pencegahan dan advokasi terhadap masalah kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu disampaikan pula penyampaian materi tentang ketahanan dalam rumah tangga dan juga pemberdayaan ekonomi dengan memberikan pelatihan keterampilan membuat kerupuk dan pemberian alat pembuatan kerupuk yang nantinya PKK dapat mempraktekkan sendiri setelah pelatihan selesai. Kegiatan dihadiri oleh 74 anggota sekaligus kader PKK RW 08 Desa Petekan, mereka menyambut kegiatan pengabdian ini dengan sangat antusias dengan memberikan pertanyaan pertanyaan terkait tindak kekerasan dalam rumah Seperti yang disampaikan oleh salah satu kader yang bertanya tentang bagaimana memberikan jawaban ketika suami melakukan tindak kekerasan batin atau psikis kepada kita sementara dalam aturan agama seorang istri harus tunduk dan patuh kepada suami. Dilema inilah yang kami dari narasumber akhirnya memberikan penjelasan bahwasanya tidak ada satu agama yang membolehkan tindak kekerasan dalam rumah tangga, sehingga perempuan harus berani untuk melawan dengan cara meminta bantuan kepada konselor bahkan jika diperlukan dapat menempuh dengan jalur hukum. id/index. php/Berdaya/index C Yelly Elanda | Suharnanik | Rizca Yunike Putri C Gambar 1. Proses Pelatihan Penguatan Ketahanan dalam Keluarga Berikut adalah pelaksakaan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di Desa Petekan Kabupaten Gresik, dengan menggunakan metode PRA (Darwis et al. , 2. yang juga dapat memberi manfaat dalam meningkatkan sensitivitas pemimpin lokal dalam memahami masyarakatnya, dengan aktifnya ketua PKK yang mampu mengorganisir kader kadernya untuk mengikuti kegiatan pengmasy dalam penguatan ketahanan keluarga. Kemampuan dalam memimpin para perempuan untuk menjaga ketahanan keluarganya masing-masing diperlukan karena kegiatan ini tidak berjalan secara terus menerus, sehingga mereka harus mandiri. Pelatihan pada kader PKK bertujuan membangun konsep dan pemahaman tentang ketahanan keluarga dan sosialisasi tentang pencegahan dan advokasi terhadap masalah kekerasan dalam rumah tangga. Materi diberikan secara detail namun mudah dipahami oleh para perempuan. Pada tahap ini, narasumber memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kader PKK tentang penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan KDRT. Dalam penyampaian materi tersebut juga di berikan buklet berupa buku saku ketahanan keluarga dan pencegahan dan advokasi terhadap masalah KDRT, gunanya adalah sebagai bahan bacaan yang ringan dan manarik untuk dibaca sehingga kedepannya dapat menerapkan bagaimana menciptakan keluarga yang kokoh serta terhindar dari KDRT. Adapun hasil kegiatan optimalisasi peran kader PKK desa Petiken kecamatan Driyorejo kabupaten Gresik dalam penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan KDRT adalah sebagai Pelatihan pada kader PKK dalam membangun Ketahanan dalam Keluarga Dalam (Musrifah et al. , 2. , sebuah keluarga memiliki ketahanan keluarga yang Optimalisasi Peran kader PKK Dalam Penguatan Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Desa Petikan Volume 2. No. Agustus 2023 ISSN (P) 2962-2247 | baik apabila memenuhi kriteria ketahanan yang meliputi ketahanan legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial psikologi serta ketahanan sosial budaya. Hal ini diperluhan agar keluarga mampu menghadapi segala masalah masalah sosial di masyakarakat. Oleh sebab itu setiap individu dalam anggota keluarga memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang ketahanan dalam keluarga, mampu berperan dan berfungsi dengan baik. Selain itu dibutuhkan ketahanan dalam membangun kekuatan dalam berkompetisi terhadap perubahan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pelatihan dihadiri oleh semua kader PKK RW08 desa Petekan Kabupaten Gresik dengan menggunakan seragam batik warna hijau dan cukup antisuas menyimak materi yang disampaikan narasumber. Materi yang disampaikan dalam membangun ketahanan keluarga meliputi: definisi ketahanan dalam keluarga, pentingnya ketahanan dalam keluarga, fungsi keluarga, tahapan dalam perkembangan keluarga, komponen ketahanan keluarga, guncangan atau periode krisis yang mempengaruhi ketahanan keluarga, karakteristik keluarga yang memiliki kelentingan dalam menghadapi masalah, strategi penguatan ketahanan keluarga, kiat-kiat menguatkan ketahanan keluarga serta materi dampak positif keluarga yang memiliki ketahanan. Sosialisasi Pencegahan dan Advokasi terhadap masalah KDRT Dalam (Huriyani, 2. , kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah tabu yang menyangkut internal keluarga sehingga karakter masyarakat kita menganggap masalah ini tidak layak untuk di ungkap di wilayah publik. Dalam pengamatan risetnya menyebutkan bahwa meskipun undang undang perlindungan kekerasan dalam rumah tangga telah di sahkan namun kasusnya juga masih tinggi. Akar permasalahannya terletak pada budaya kekerasan dalam rumah tangga yang tabu untuk di ungkap sebagai masalah publik. Oleh sebab itu dibutuhkan agen pengubah kebudayaan yaitu keluarga, tentunya peran parempuan mampu mengambang tugas tersebut karena perempuan adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Senada dengan penelitian tersebut diatas, maka dalam sosialisasi pencegahan dan advokasi terhadap masalah KDRT dilakukan dengan melibatkan peran perempuan yang telah terorganisir dengan baik melalui kader PKK. Dalam sosialisasi ini materi yang telah disampaikan meliputi: definisi dan latar belakang terjadinya KDRT, jenis-jenis tindakan KDRT, bentuk-bentuk tindakan KDRT, faktor resiko, intervensi tindak KDRT serta bagaimana bentuk upaya tindakan pengendalian KDRT. Akhir sesi sosialisasi dilanjutkan dengan diskusi antara kader PKK, tenaga ahli sebagai narasumber dan stakeholder untuk membahas tentang persoalan-persoalan rumah tangga yang dapat dikategorikan sebagai KDRT. Dari diskusi aktif ini membuahkan gagasan untuk pemecahan persoalannya, agar memiliki id/index. php/Berdaya/index C Yelly Elanda | Suharnanik | Rizca Yunike Putri C perwakilan kader PKK yang mampu menjembatani antara masalah dengan solusinya. PKK mampu menjadi pilar dalam membangun keluarga yang kokoh dan menghindari sedini mungkin agar tidak terjadi KDRT di lingkungan keluarga. Kesimpulan Akhirnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membantu pemerintah desa Petiken kecamatan Driyorejo kabupaten Gresik dalam meminimalisir permasalahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjadi isu strategis yang tertuang dalam RPJMD kabupaten Gresik. Selain itu, secara khusus, kegiatan ini menambah wawasan pengetahuan kader PKK dan masyarakat tentang ketahanan keluarga dan tindakan preventif untuk mencegah KDRT. Dan pembuatan kerupuk mampu memberikan ide kreatif agar perempuan dalam organisasi PKK ini mampu berdaya secara ekonomi. Ucapan Terima Kasih Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja keras dalam menyelesaikan kegiatan pengmasy ini, terimakasih untuk masyarakat RW8 desa Petekan Kabupaten Gresik atas antusiasmenya dalam menyambut kegiatan pengmasy ini. Sebagai Donatur Kemdikbudristek kesempatannya tim kami dapat menjalankan program pendanaan ini dengan baik dan lancar. Referensi