PENGARUH PIJAT OKSITOKSIN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK DJULIANA DALIMUNTHE MEDAN TAHUN 2025 Kamaliah1. Fatwiany2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan Email : Ma_yah23@yahoo. com,wie. ranaya @gmail. ABSTRAK Manfaat ASI eksklusif bagi bayi antara lain sebagai nutrisi lengkap, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kecerdasan mental dan emosional yang stabil diikuti perkembangan sosial yang baik, mudah dicerna dan diserap, memiliki komposisi lemak, karbohidrat, kalori, protein, dan vitamin, perlindungan penyakit infeksi, perlindungan Karena didalam ASI mengandung antibodi, memberikan rangsang intelegensi dan saraf, meningkatkan kesehatan dan kepandaian secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Postpartum Di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah desktiprif analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi adalah seluruh Ibu Postpartum sebanyak 52 responden. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara Total sampling. Karakteristik Responden Berdasarkan Pijat Oksitoksin Bahwa dari 52 orang responden sebagian besar mayoritas responden pijat sebanyak 16 responden . 6%) dan minoritas sebanyak 15 responden . 4%) Tidak Pijat. Mayoritas responden merasakan Lancar sebanyak 12 responden . 7%) dan minoritas sebanyak 9 responden . 0 %) merasakan Lancar. Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Bahwa mayoritas Ibu yang Pijat oksitosin yaitu 16 responden . 6%) dengan Lancar sebanyak 9 responden . 2%) dan. Minoritas Responden yang Tidak Pijat sebanyak 15 reponden . 4%) dengan Kurang Lancar sebanyak 8 responden . 3%). Berdasarkan uji statistik dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan Kelancaran Asi dengan p value = 0,035 . < 0,. Kata Kunci : Pijat Oksitosin. Kelancaran Asi. Ibu Postpartum PENDAHULUAN Kematian bayi di Indonesia sebagian besar terjadi pada saat bayi baru lahir . Bayi meninggal pada usia yang berbeda adalah 19 per seribu selama masa neonatal. Salah satu penyebab dari kematian pada masa neonatal adalah karena ibu tidak menyadari pentingnya pemberian ASI. (Ardianto, 2. Manfaat ASI eksklusif bagi bayi antara lain sebagai nutrisi lengkap, meningkatkan daya tubuh, meningkatkan kecerdasan mental dan emosional yang stabil serta spiritual yang matang diikuti perkembangan sosial yang baik, mudah dicerna dan diserap, memiliki komposisi lemak, karbohidrat, kalori, protein, dan vitamin, perlindungan penyakit infeksi, perlindungan alergi karna di dalam ASI mengandung antibodi, memberikan meningkatkan kesehatan dan kepandaian secara optimal (Mufdillah,2. World Health Organization (WHO) dan United National Children Emergensi IEmergencyFund (UNICEF) merekomendasikan pemberian nutrisi yang optimal bagi bayi baru lahir melalui strategi global pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan (WHO, 2. America Academy Of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama minimal 6 bulan dan dapat dilanjutkan minimal sampai bayi berusia 12 bulan dan cakupan ASI eksklusif pada bayi di bawah 6 bulan adalah 41% dan ditargetkan mencapai 70% pada tahun Standar pertumbuhan anak yang diterapkan diseluruh dunia menurut WHO yaitu menekankan pemberian ASI sejak lahir sampai usia 6 bulan. Setelah itu bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI sampai usia mencapai 2 tahun dan tetap menyusui (Wulandari & Iriana,2. Cakupan Pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama kelahiran dapat mencengah kematian sekitar 1,3 juta bayi diseluruh dunia tiap tahun. Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 sampai 6 bulan di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 52,3%. Berdasarkan target program pemerintah tahun 2016 adalah sebesar 80%, hal ini tentu saja masih jauh dari terget,begitu juga dengan persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan diprovinsi Sumatra Utara di tahun 2016 sebesar 37,6% maka secara nasional cakupan pemberian ASI belum mencapai target (SDKI,2. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Sumatera Utara pada tahun 2016, didapatkan hasil bahwa cakupan presentase bayi yang diberi ASI eksklusif dari tahun 2011- 2015 cenderung menunjukan peningkatan dan cakupan pada tahun 2015 mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 10% dibandingkan dengan tahun 2014 dan telah mencapai target nasional yaitu 40%. Namun di tahun2016 terjadi penurunan yang tajam dibandingkan tahun 2015 dan tidak mencapai target nasional < dari 40%. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Medan diperoleh pada tahun 2016 dari 39 Puskesmas yang ada di Medan terdapat 743. 1%) bayi lakilaki yang di berikan ASI eksklusif dan terdapat 846 . 0%) bayi perempuan yang diberikan ASI eksklusif, jumlah bayi laki-laki dan perempuan yang mendapatkan ASI eksklusif 1,589 . (Dinas Kesehatan Medan 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Indonesia menunjukkan cakupan status gizi balita dapat diukur dengan indeks berat badan per umur (BB/U), tinggi badan per umur (TB/U) dan berat badan per tinggi badan ( BB/TB). Hasil pengukuran status gizi PSG tahun 2016 dengan indeks BB/U pada balita 0-59 bulan, mendapatkan persentase gizi buruk sebesar 3,4%, gizi kurang sebesar 14,4% dan gizi lebih sebesar 1,5%. Angka tersebut tidakjauh berbeda dengan hasil PSG 2015, yaitu gizi buruk sebesar 3,9%, gizi kurang sebesar 14,9% dan gizi lebih sebesar 1,6%. Provinsi dengan gizi buruk dan kurang tertinggi tahun 2016 adalah Nusa Tenggara Timur . ,2%) dan terendah Sulawesi Utara . ,2%). Untuk di Sumatra Utara . ,1%) menurut hasil profil kesehatan tahun 2016. Secara nasional, cakupan bayi mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2017 sebesar 61,33%. Namun angka ini belum mencapai dari target cakupan ASI pemerintah, yaitu 80% (Kemenkes,2. Pijat oksitosin merupakan salah ketidaklancaran produksi ASI (Maita. Pemijatan oksitoksin dilakukan untuk merangsang refleks oksitoksin atau refleks let me down. Dengan melakukan pemijatan ini ibu akan merasakan rileks, kelelahan setelah melahirkan akan hilang, sehingga dengan begitu hormone oksitoksin keluar dan ASI pun cepat Memberikan pijat oksitoksin merupakan salah satu peran tugas sebagai dukungan dan rasa nyaman melalui pijat oksitoksin pada ibu setelah melahirkan membuat ibu merasa percaya diri serta mengurangi khawatir sehingga produksi ASI meningkat. Selain itu bidan juga mampu meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang cara meningkatkan produksi ASI. Bidan memberikan informasi dan mengajarkan kepada suami Ay Kerangka konsep penelitian adalah mode konseptual yang berkaitan dengan bagaimana seorang peneliti menyusun Variabel Independen Variabel Dependen Pijat Oksitosin Pijat oksitosin dilakukan pada sepanjang tulang belakang . sampai tulang costae kelima-keenam. Ibu meningkatkan rasa nyeri dan mencintai bayinya, sehigga dengan begitu hormon oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar (Asih, 2. Tindakan pijat oksitosin ini memberikan dan melancarkan aliran saraf saluran ASI kedua payudara sensasi rilek pada ibu dan melancarkan aliran saraf serta saluran ASI kedua payudara lancar (Fuadah & Tristant. atau keluarga cara pijat oksitoksin sesuai dengan standar operasional prosedur. (Delima,Mera dkk, 2. Studi dilakukan oleh peneliti pada bulan Februari 2021 didapatkan hasil dari wawancara dengan 7 ibu Postpartum terdapat 4 ibu Postpartum yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya dengan alasan asi tidak keluar, dan 3 ibu yang diwawancarai mengatakan bahwa memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Berdasarkan latar belakang di atas, maka mengangkat judul penelitian AuPengaruh Pijat Oksitoksin terhadap kelancaran ASI pada ibu Postpartum di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2025 Kerangka Konsep teori atau menghubungkan secara logis beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah (Hidayat, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelancaran ASI A. Gambaran Umum Tempat Penelitian Klinik Pratama Dita Husada berada di Gang Sepakat. Dalu 10 A. Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. salah satu Klinik pratama mitra BPJS Kesehatan di Tanjung Morawa. Pelayanan yang diberikan pada masyrakat adalah pengobatan. Ante Natal Care. Intra Natal HASIL PENELITIAN Analisis Univariat adalah analisa yang untuk meringkas, mengklasifikasikan, dan menyajikan data yang merupakan menganalisa Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu care. Post Natal Care, bayi dan juga anak balita serta pengobatan keluarga. Pelayanan persalinan dibuka selama 24 jam, sedangkan untuk pengobatan dan pelayanan lainnya buka dari jam 08:00 sampai dengan jam 21:00 WIB. Dengan Judul Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2025 Analisis Univariat langkah awal dari analisis lebih lanjut dalam penggunaan uji statistic. Pada penelitian ini bertujuan untuk Postpartum di Klinik Juliana Dalimunthe Tahun 2023. Tabel 4. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Kelancaran Karakteristik subjek Penelitian Tabel 1 Kelancaran pengeluaran ASI Lancar Cukup Lancar Kurang Lancar Frekuensi Total Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Pijat Oksitoksin pada ibu postpartum di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2023 pengeluaran ASI pada ibu postpartum yang dipijat di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun Pijat Oksitoksin Frekuensi Pijat Tidak pijat Total Berdasarkan tabel 4. 3 diatas diperoleh Berdasarkan tabel 4. 2 diatas diperoleh data bahwa dari 31 orang responden data bahwa dari 16 re sponden yang sebagian besar mayoritas responden dijat mayoritas yang Lancar sebanyak pijat sebanyak 16 responden . 9 responden . 2%) dan minoritas dan minoritas sebanyak 15 responden kurang lancer sebanyak 2 responden . 4%) Tidak Pijat . ,5 %). Karakteristik Responden Berdasarkan Kelancaran Tabel 4. Distribusi Pengeluaran Asi Pada Ibu Karakteristik Responden Postpartum Berdasarkan Kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum yang Tidak pijat di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2023 Berdasarkan uji statistik dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan Kelancaran Asi dengan Frekuensi 0,035 Kelancaran pengeluaran ASI Lancar Cukup Lancar Kurang Lancar Total Berdasarkan tabel 4. 3 diatas diperoleh data bahwa dari 15 responden yang tidak dipijat mayoritas yang kurang Lancar sebanyak 8 responden . dan minoritas yang lancar sebanyak 3 responden . ,0 %). Disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima, jadi ada Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2023. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2023, dapat dilihat sebagai Pembahasan Karakteristik Responden Berdasarkan Pijat Oksitoksin Bahwa dari 31 orang responden sebagian besar mayoritas responden pijat sebanyak 16 responden . 6%) dan minoritas Tidak pijat sebanyak 15 responden . 4%). Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI. Pijat adalah pemijatan Tabel 4. Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2023 Pijat Oksitoksin Kelancaran Asi Lancar Pijat Tidak Pijat Total Cukup Lancar Jumlah Kurang Lancar Berdasarkan data tabel 4. 4 di atas dapat dilihat bahwa mayoritas Ibu yang Pijat oksitosin yaitu 16 responden . dengan mayoritas Lancar sebanyak 9 responden . 2%) dan responden yang Tidak Pijat sebanyak 15 . 4%) denganmayoritas Kurang Lancar . 3%). P-Value 0,035 . sampai tulang costae kelimakeenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan (Yohmi & Roesli, 2. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan ibu, sehingga ASI pun otomatis keluar. Dengan pijatan di daerah tulang belakang ini juga akan menghilangkan stress dan dengan begitu hormon oksitosin keluar dan akan membantu pengeluaran air susu ibu, dibantu dengan isapan bayi pada putting susu pada saat segera setelah bayi lahir dengan keadaan bayi normal. Kolostrum yang menetes atau keluar merupakan tanda aktifnya reflex oksitosin ( Perinasia, 2017 ). Hal ini sesuai dengan penelitian Penelitian yang dilakukan oleh Eko . menunjukkan bahwa kombinasi teknik marmet dan pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI. Pijat oksitosin bisa dilakukan kapanpun ibu mau dengan durasi 3-5 menit, lebih disarankan dilakukan sebelum menyusui atau memerah ASI. Sehingga untuk mendapatkan jumlah ASI yang optimal dan baik, sebaiknya pijat oksitosin dilakukan setiap hari dengan durasi 3-5 Menurut peneliti, hasil dari penelitian dilakukan pijat oksitosin sebagian besar responden pengeluaran ASI lancar berbeda dengan responden yang tidak melakukan pijat oksitosin kurang lancar ASI dan tidak dapat merembes keluar melalui puting ibu disebabkan karena ibu yang jarang menyusui anaknya dan hisapan anak berkurang dengan demikian pengeluaran ASI berkurang. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Wiknjosastro, . hisapan bayi berpengaruh terhadap produksi ASI dikarenakan waktu bayi menghisap payudara ibu, terjadi rangsangan neorohormonal pada putting susu dan aerola ibu. Rangsangan ini diteruskan ke hypophyse melalui nervus vagus, terus kelobus anterior. Dari lobus mengeluarkan hormone prolaktin, masuk ke peredaran darah dan sampai pada kelenjarAe kelenjar pembuat ASI. Kelenjar ini akan terangsang untuk menghasilkan ASI. Hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Disimpulkan ada Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Di Klinik Juliana Dalimunthe Medan Tahun 2023 Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Bahwa dari 31 orang responden sebagian besar mayoritas responden merasakan Lancar sebanyak 12 responden . dan minoritas cukup lancar sebanyak 9 responden . 0 %). Menurut peneliti, kelancaran bisa disebabkan beberapa factor diduga menjadi penyebab bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik salah satunya adalah faktor pengetahuan Keengganan ibu untuk menyusui kekhawatiran ibu mengenai perubahan payudara setelah menyusui, rasa sakit saat menyusui, kelelahan saat menyusui, dan merasa ASI nya tidak cukup mengakibatkan penurunan produksi ASI. Pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu produksi dan Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran dipengaruhi oleh hormon Hormon oksitosin akan keluar melalui rangsangan ke puting susu melalui isapan mulut bayi atau melalui pijatan pada tulang belakang ibu bayi, dengan dilakukan pijatan pada tulang belakang ibu akanmerasa tenang, rileks, meningkatkan ambang rasa nyeri dan mencintai bayinya, sehingga dengan begitu hormon oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri Mukhodim Faridah Hanum, dkk . dengan judul Auefektifitas pijat oksitosin terhadap produksi ASIAy yang menyatakan bahwa efek terhadap produksi ASI, produksi ASI lebih banyak dan ASI keluar lancar lebih awal yaitu pada hari ke-2. Sedangakan responden yang tanpa dilakukan pijat oksitosin memiliki produksi ASI yang sedikit, meskipun ASI keluar namun ASI keluar lebih lama yaitu pada hari 3-4. Menurut Biancuzzo, dkk . pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak cukupnya ASI. mengakibatkan penurunan produksi ASI. Pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu produksi dan Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran dipengaruhi oleh hormon Hormon oksitosin akan keluar melalui rangsangan ke puting susu melalui isapan mulut bayi atau melalui pijatan pada tulang belakang ibu bayi, dengan dilakukan pijatan pada tulang belakang ibu akanmerasa tenang, rileks, meningkatkan ambang rasa nyeri dan mencintai bayinya, sehingga dengan begitu hormon oksitosin keluar dan ASI pun cepat keluar. Pijat oksitosin merupakan salah ketidaklancaran produksi ASI. Pijat adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang . sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon melahirkan (Yohmi & Roesli, 2. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan menenangkan ibu, sehingga ASI pun otomatis keluar. Dengan pijatan di daerah tulang belakang ini juga akan menghilangkan stress dan dengan begitu hormon oksitosin keluar dan akan membantu pengeluaran air susu ibu, dibantu dengan isapan bayi pada putting susu pada saat segera setelah bayi lahir dengan keadaan bayi normal. Kolostrum yang menetes atau keluar merupakan tanda aktifnya reflex oksitosin ( Perinasia, 2017 ). Hal ini sesuai dengan penelitian Penelitian yang dilakukan oleh Eko . menunjukkan bahwa kombinasi teknik marmet dan pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI. Pijat Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Bahwa mayoritas Ibu yang Pijat oksitosin sebanyak 16 . 6%) dengan Lancar sebanyak 9 responden . 2%) dan. Minoritas Responden yang Tidak Pijat sebanyak 15 reponden . 4%) dengan Kurang Lancar . 3%). Berdasarkan uji statistik dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan Kelancaran Asi dengan p = 0,035 . <0,. Berdasarkan ASI setelah pijat oksitosin diketahui bahwa dilakukan pijat oksitosin sebagian besar responden pengeluaran ASI lancar sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu Postpartum Menurut peneliti, kelancaran bisa disebabkan beberapa factor diduga mendapatkan ASI dengan baik salah satunya adalah faktor pengetahuan ibu. Keengganan ibu untuk menyusui kekhawatiran ibu mengenai perubahan payudara setelah menyusui, rasa sakit saat menyusui, kelelahan saat menyusui, dan merasa ASI nya tidak cukup oksitosin bisa dilakukan kapanpun ibu mau dengan durasi 3-5 menit, lebih disarankan dilakukan sebelum menyusui atau memerah ASI. Sehingga untuk mendapatkan jumlah ASI yang optimal Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Karakteristik Responden Berdasarkan Pijat Oksitoksin Bahwa dari 31 orang responden sebagian besar mayoritas responden . 6%) dan minoritas sebanyak 15 responden . 4%) Tidak Pijat Karakteristik Responden Berdasarkan Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum bahwa dari 31 orang responden sebagian besar mayoritas responden merasakan Lancar sebanyak 12 responden . 7%) dan minoritas dan baik, sebaiknya pijat oksitosin dilakukan setiap hari dengan durasi 3-5 KESIMPULAN sebanyak 9 responden . 0 %) merasakan Lancar. Pengaruh Pijat Oksitoksin Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Postpartum Bahwa mayoritas Ibu yang Pijat oksitosin yaitu 16 responden . dengan Lancar sebanyak 9 responden . 2%) dan. Minoritas Responden yang Tidak Pijat sebanyak 15 reponden . 4%) dengan Kurang Lancar sebanyak 8 responden . 3%). Berdasarkan uji statistik dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan Kelancaran Asi dengan p= 0,035 . < 0,. SARAN Hasil penelitian maka peneliti Bagi Peneliti Dalam melakukan penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan sampel yang lebih besar, jenis dan rancangan penelitian yang kelompok kontrol. Selain itu juga dapat membandingkan pijat oksitosin dengan pijatan lain yang memungkinkan lebih baik pengeluaran ASI. Bagi Tempat Penelitian Diharapkan meningkatkan pelaksanaan mencegah terjadinya bayi Bagi responden Di harapkan mampu untuk lebih meningkatkan kesehatan ibu dan mengetahui tentang manfaat pijat pemberian ASI eksklusif. Bagi Institusi Penelitian ini diharapakan dapat informasi bagi lembaga institusi tentang manfaat pijat oksitosin. tidak tertidur dengan tenang selama 3- 4 jam akibat tidak lancaran pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Daftar pustaka Azizah&Yulinda . Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI pada Ibu Postpartum di BPM Pipin Heriyanti Yogyakarta Tahun 2016. Media Ilmu Kesehatan Vol. No. April 2017 Maternitas. Jakarta EGCLowdermilk. Bobak, dan Jensen, . Buku Ajar Keperawatan Maternitas, alih bahasa Maria A. Wijayarini. Peter Anugrah (Edisi . EGC. Jakarta Lubis,P. Alasan Wanita Enggan Menyusui Notoatmodjo. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: PT Rineka Citra Roesli. U, . Mengenal ASI Eksklusif. Jakrta : PT. Pustaka