JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui Skrining Tekanan Darah di Desa Sungsang IV Gusti Ayu Widayanti. Nur Arifah. Ina Aprillia. Diah Komala Sari. Muhammad Iqbal. Program Studi Biologi/Fakultas Ilmu Komputer dan Sains/Universitas Indo Global Mandiri Jl. Jend. Sudirman Km. 4 No. 629, 20 Ilir D. IV. Kec. Ilir Tim. Kota Palembang. Sumatera Selatan *Email Penulis Koresponden: gustiah@uigm. Received: 26/01/26. Revised: 22/04/26. Accepted: 28/04/26 Abstrak Kelainan tekanan darah, baik hipertensi maupun hipotensi, merupakan masalah kesehatan yang sering tidak disadari dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak Masyarakat pesisir memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan tekanan darah akibat pola konsumsi dan gaya hidup tertentu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui skrining tekanan darah dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilakukan pada hari Minggu pagi dan diikuti oleh 32 orang masyarakat dengan rentang usia 22Ae70 tahun. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter serta pemberian edukasi secara langsung berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 21,9% peserta terindikasi mengalami hipertensi dan 3,1% hipotensi, sementara 75% lainnya berada pada kategori tekanan darah normal. Peserta dengan hipertensi umumnya berada pada usia lanjut dan memiliki riwayat penyakit penyerta, sedangkan hipotensi ditemukan pada usia muda dengan faktor risiko tertentu. Antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat selama kegiatan menunjukkan respons yang positif terhadap program ini. Kegiatan skrining dan edukasi tekanan darah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kelainan tekanan darah. Kata kunci: Pencegahan Hipertensi. Skrining Tekanan Darah. Edukasi Kesehatan. SDG 3. Masyarakat Pesisir Abstract Blood pressure disorders, including hypertension and hypotension, are health problems that often go unnoticed and may lead to serious complications if not detected early. Coastal communities are at higher risk of blood pressure abnormalities due to specific dietary patterns and lifestyles. This community service activity was conducted in Sungsang IV Village. Banyuasin II District, with the aim of increasing public awareness through blood pressure screening and health education. The activity was carried out on Sunday morning and involved 32 community members aged 22Ae70 years. The methods included blood pressure measurement using a sphygmomanometer and direct health education based on the screening results. The results showed that 21. 9% of participants were indicated to have hypertension and 3. 1% hypotension, while 75% had normal blood pressure. Participants with hypertension were generally older adults with a history of comorbidities, whereas hypotension was identified in younger participants with specific risk factors. High community enthusiasm and active participation were observed during the activity. Blood pressure screening JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X combined with health education is expected to enhance community awareness of early detection and the adoption of healthy lifestyles as preventive measures against blood pressure-related diseases. Keywords: Hypertension Prevention. Blood Pressure Screening. Health Education. SDG 3. Coastal Community PENDAHULUAN Tekanan darah merupakan faktor penting dalam sistem sirkulasi yang berperan dalam menjaga keseimbangan atau homeostasis tubuh. Gangguan tekanan darah secara umum terbagi menjadi dua kondisi, yaitu hipertensi . ekanan darah tingg. dan hipotensi . ekanan darah renda. (Lubis et al. , 2. Hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular, stroke, serta gangguan ginjal (Kartika et , 2. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa hingga tahun 2025 terdapat sekitar 1,5 miliar penduduk dunia yang menderita hipertensi, dengan angka kematian mencapai 9,4 juta jiwa akibat komplikasi penyakit ini (Darmin et al. , 2. Selain hipertensi, hipotensi juga merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti pusing, lemah, sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, denyut jantung tidak teratur, mual, keringat dingin, pandangan kabur, gangguan konsentrasi, hingga kehilangan kesadaran (Nurlela et al. , 2. Secara klinis, tekanan darah dinyatakan normal apabila tekanan sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg. Hipertensi ditandai dengan tekanan sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg, sedangkan hipotensi terjadi apabila tekanan sistolik <90 mmHg dan diastolik <60 mmHg (Sari et al. , 2025. Salma et al. , 2. Kelainan tekanan darah sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas sehingga kerap tidak disadari, namun apabila tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa (Lubis et al. , 2. Gangguan tekanan darah, baik hipertensi maupun hipotensi, memerlukan diagnosis yang tepat serta pengendalian yang optimal melalui terapi yang sesuai guna menurunkan tingkat keparahan penyakit kardiovaskular dan risiko kematian (Moningka et al. , 2. Salah satu upaya penting dalam mendeteksi dan mengontrol tekanan darah adalah melalui pemeriksaan tekanan darah dan pemantauan saturasi oksigen secara rutin. Saturasi oksigen merupakan persentase oksigen yang terikat pada hemoglobin dibandingkan dengan kapasitas maksimal hemoglobin dalam mengikat oksigen di dalam darah (Wulandari & Wigunantiningsih, 2. Pemeriksaan saturasi oksigen menjadi penting karena dapat menggambarkan fungsi jantung dan sistem peredaran darah, khususnya pada kondisi gangguan tekanan darah (Fadillah et al. , 2. Berbagai faktor diketahui dapat memengaruhi risiko terjadinya gangguan tekanan darah, di antaranya usia, rendahnya aktivitas fisik, stres, kebiasaan merokok, pola makan tidak seimbang, konsumsi alkohol, serta riwayat penyakit dalam keluarga (Edigan et al. , 2. Kondisi tersebut berpotensi lebih tinggi terjadi pada masyarakat pesisir. Desa Sungsang IV merupakan desa wisata bahari dan nelayan yang terletak di Kecamatan Banyuasin II. Sumatera Selatan, dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan dan mengonsumsi hasil olahan laut sebagai makanan sehari-hari (Komaria et al. , 2. Tingginya konsumsi makanan laut yang mengandung natrium berlebih berkontribusi terhadap meningkatnya risiko hipertensi pada masyarakat pesisir (Sari, 2. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya pemeriksaan tekanan darah secara rutin serta pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II sebagai langkah pencegahan penyakit akibat kelainan tekanan darah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya SDG 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir (Iqbal et , 2. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini difokuskan pada skrining tekanan darah dan pemberian edukasi mengenai penyakit kelainan pada tekanan darah kepada masyarakat Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung, dengan rincian sebagai berikut: Survey Lokasi dan Persiapan Pertama kegiatan diawali dengan melakukan survei lokasi yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat. Survei ini bertujuan untuk memastikan lokasi kegiatan serta menentukan sasaran masyarakat yang akan diberikan pembinaan. Kedua adalah persiapan, yang meliputi penyiapan alat pemeriksaan tekanan darah serta kuesioner yang akan diisi oleh peserta saat mengikuti layanan pemeriksaan tekanan darah. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Minggu, 24 Agustus 2025, pukul 08. 30Ae10. WIB. Pemilihan waktu tersebut disesuaikan dengan ketersediaan waktu luang masyarakat Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II. Tahapan pelaksanaan diawali dengan pengisian kuesioner data diri oleh peserta, dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, dan diakhiri dengan pemberian edukasi kesehatan secara langsung berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh. Evaluasi Evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan pemeriksaan dan pemberian edukasi kepada masyarakat Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II. Pada tahap ini dilakukan rekapitulasi data kuesioner yang diisi oleh peserta serta pencocokan dengan hasil pemeriksaan tekanan darah yang diperoleh. Hasil evaluasi selanjutnya disajikan pada bagian hasil untuk menggambarkan kondisi tekanan darah masyarakat serta respon masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan di Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II pada hari minggu pagi bertujuan untuk memantau dan meberikan edukasi terkait penyakit yang dapat disebabkan oleh kelainan pada tekanan darah. Tabel 1. dan Gambar 1. menunjukkan kegiatan ini diikuti sebanyak 32 orang masyarakat yang terdiri dari 25 perempuan dan 7 laki-laki. Selama kegiatan ini berlangsung masyarakat tampak sangat antusias dan aktif. Tabel 1. Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi (F) Presentase (%) Perempuan 78,1% Laki-laki 21,9% Total Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa rentang usia yang mengikuti kegiatan ini mulai dari 22 tahun Ae 70 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah baik terlihat dari berbagai rentang usia yang mengikuti kegiatan ini, hal ini sejalan dengan pendapat Sari et al. , . kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri sangat penting sebagai upaya untuk mencegah penyakit lebih parah. Sebagian besar masyarakat yang mengikuti kegiatan ini adalah perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan tukang urut, sedangkan untuk laki-laki berprofesi sebagai nelayan, pedagang. PNS, petani, dan pedagang. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 1. Pendataan Peserta dan Kegitan Skrining Tekanan Darah di Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II Tabel 2. Frekuensi Hasil Pemeriksaan Tekanan Darah Tekanan Darah Frekuensi (F) Presentase (%) Normal Hipertensi 21,9% Hipotensi 3,1% Total Berdasarkan Tabel 2. sebanyak 21,9% peserta mengalami kelainan tekanan darah berupa hipertensi dan 3,1% hipotensi, sedangkan 75% lainnya bertekanan darah normal. Berdasarkan hasil skrining diketahui bahwa hipertensi yang dialami peserta ini masuk dalam kategori Hipertensi stage 1 dan Hipertensi stage 2. Hipertensi dibagi menjadi 3 golongan yaitu Pre-hipertesi 120-139/80-89 mmHg. Hipertensi stage 1 140-159/90-99 mmHg, dan Hipertensi stage 2 >160/>100 mmHg (Lubis et al. , 2. Peserta yang mengalami kelainan tekanan darah hipertensi memiliki rentang usia 48-70 tahun dan memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, stroke, dan asam urat. Faktor usia dan penyakit penyerta ini memang memiliki peran terhadap kejadian kelainan tekanan darah yang dialami oleh peserta. Menurut Sari . faktor usia lanjut dan penyakit penyerta merupakan faktor pencetus yang tidak dapat dirubah dalam menanggulangi penyakit kelainan pada tekanan darah. Hipotensi merupakan keadaan tekanan darah rendah, yang tidak dapat diabaikan begitu Berdasarkan Tabel 2. sebanyak 3,1% peserta mengalami keadaan hipotensi, dengan latar belakang yaitu berusia 25 tahun, memiliki riwayat penyakit kolesterol, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Latar belakang peserta tersebut masuk dalam faktor resiko terhadap penyakit Penyakit hipotensi dapat terjadi dengan beberapa faktor diantaranya kurang tidur, jenis kelamin . , penyakit kardiovakular, hormon dan berat badan (Nurlela et al. Berdasarkan hasil skrining tekanan darah tersebut setiap individu diberikan edukasi secara langsung tentang pentingnya melakukan pengecekan rutin mengenai tekanan darah untuk menghindari dampak buruk yang berujung kematian seperti yang terlihat pada Gambar 2. Para peserta, terutama peserta yang terindikasi hipertensi dan hipotensi dihimbau untuk JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X memperbaiki pola hidup dengan cara makan makanan yang seimbang, mengurai konsumsi garam berlebih, istirahat yang cukup, dan perbanyak aktivitas fisik yang mengeluarkan keringat. Peserta hipertensi Stage 2 disarankan untuk segera memeriksakan diri lebih lanjut ke klinik terdekat agar segera diberikan tindakan yang tepat oleh dokter yang bertugas. Gambar 2. Konsultasi dan Edukasi Hasil Skrining Tekanan Darah di Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II KESIMPULAN Kegiatan skrining tekanan darah di Desa Sungsang IV. Banyuasin II menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih mengalami gangguan tekanan darah, yaitu 21,9% hipertensi dan 3,1% hipotensi, dengan faktor risiko utama berupa usia lanjut dan riwayat penyakit penyerta. Melalui kegiatan skrining dan edukasi langsung ini, harapannya kedepan masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya pemeriksaan tekanan darah rutin serta penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kelainan tekanan darah. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada perangkat Desa Sungsang IV. Kecamatan Banyuasin II dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sehingga dapat terselenggara dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA