Cakrawala : Jurnal Pendidikan Vol. No. 2, 2018 p-ISSN: 1858-4497 . e-ISSN: 2549-9300 website: http://e-journal. id/index. php/Cakrawala DOI: http://dx. org/10. 24905/cakrawala. Penerapan Model Pembelajaran AuProject-Based LearningAy (PBL) pada Pengajaran Listening Yulia Nur Ekawati 1*) . Noeris Meiristiani . Anin Eka Sulistyawati . Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. FKIP Universitas Pancasakti Tegal *) Corresponding author: Email: yulianurekawati. ups@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana penerapan model pembelajaran PBL di kelas Listening. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa semester empat program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Pancasakti Tegal. Instrumen penelitian yaitu dokumentasi . dan angket. Rekaman digunakan untuk menjelaskan penerapan model PBL di kelas Listening. Sedangkan angket digunakan untuk mencari data tentang respon mahasiswa. Peneliti menganalisis hasil rekaman berdasarkan langkah-langkah penerapan model PBL. Selanjutnya untuk menganalisis data angket, peneliti menggunakan tabel dan prosentase respon tingkat persetujuan responden terkait penerapan model PBL di kelas Listening. Hasil rekaman menjelaskan langkah-langkah penerapan model PBL yaitu: . menentukan topik bahasan, . membentukan kelompok, . mengerjakan tugas-tugas, . merencanakan presentasi, . melakukan presentasi, dan . Hasil angket menunjukkan adanya respon positif terhadap penerapan model PBL di kelas Listening dengan tingkat respon persetujuan sebesar 90,5%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa model PBL ini dapat diterapkan di kelas Listening. Kata Kunci: Project-Based Learning. Mendengarkan (Listenin. Aspek Makro Mendengarkan Abstract Learning (PBL) model in teaching Listening. Sample was fourth semester students of Universitas Pancasakti Tegal. The research instruments were documentation . and questionnaire. Recording was used to explain the implementation of PBL model in teaching Listening. While questionnaire was used to find out studentsAo respond. Researchers analysed the result of recording based on the steps of implementing PBL model. Moreover, to analyse the questionnaire data, researchers used table and percentage of studentsAo responds of agreement level toward the implementation of PBL model in Listening class. The result of recording explored steps of implementing PBL model i. : . deciding a topic of lesson, . making group, . doing tasks, . planning a presentation, . performing a presentation, and . The result of questionnaire showed the positive respond of implementing PBL model in Listening class with the studentsAo respond level was 90,5%. According to data, it could be concluded that PBL model could be applied in Listening class. Keywords: Project-Based Learning. Listening. Macro Listening Skills Copyright @ 2018 Universitas Pancasakti Tegal Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 159-170 PENDAHULUAN Berdasarkan studi peneliti terdahulu. Ekawati . , menyatakan bahwa tujuan pembelajaran Listening di tingkat mahir . yaitu mahasiswa dapat memiliki kompetensi mendengarkan aspek makro yang baik dengan memberikan respon secara lisan maupun tulis terhadap berbagai jenis teks percakapan maupun teks monolog yang didengar. Di tingkat ini, mahasiswa harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya komprehensif, tidak lagi menjawab pertanyaan yang sifatnya mikro . engenalan buny. Mereka pertama-tama dilatih mendengarkan melalui rekaman dialog singkat dan panjang, menceritakan isi video, menirukan kemudian mempraktekan dalam bentuk role-play dan menjawab pertanyaan dalam bentuk soal-soal TOEFL dan IELTS. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Listening, dosen perlu menggunakan strategi, metode atau model pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan aplikatif sehingga mereka dapat dengan mudah menguasai aspek-aspek mikro dan makro pada kemampuan mendengarkan. Model pembelajaran yang digunakan dosen untuk mengajar di kelas Listening tentunya berbeda dengan pembelajaran di kelas Skill lainnya. Hal ini dikarenakan, perlunya dosen menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membiasakan mahasiswa untuk senang mendengarkan dan mempraktekan rekaman-rekaman berbahasa Inggris baik berupa teks percakapan, monolog maupun lagu-lagu dan film. Pada kenyataannya mahasiswa merasa kesulitan ketika harus menjawab pertanyaan terkait dengan teks yang didengar karena mereka jarang mendengarkan teks berbahasa Inggris. Selain itu, kosakata yang . mendengarkan mereka juga terbatas. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Zhang . dengan judulAuProjectBased Learning in Chinese College English Listening and Speaking: From Theory to PracticeAy menyatakan bahwa model Project-Based Learning (PBL) diterapkan di kelas Listening dan Speaking pada Perguruan Tinggi China. Di kelas tersebut, mahasiswa diwajibkan untuk menerapkan kemampuan bahasa Inggris seperti mendengarkan dan berbicara melalui tugas terstruktur selama sepuluh minggu yang terdiri dari lima tahapan. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan kemandirian belajar bahasa Inggris mahasiswa. Selain itu, ditunjukkan pula peningkatan pada kemampuan mendengarkan dan berbicara mereka untuk menggunakan pengetahuan dalam memperoleh, menganalisis dan mensintesis informasi yang diperoleh. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 165-177 Berdasarkan masalah dan studi penelitian sebelumnya, penelitian ini memfokuskan pada penerapan model Project-Based Learning (PBL) di kelas Listening dan mencari tahu respon . dari mahasiswa setelah diajar menggunakan model pembelajaran PBL. Dari latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan permasalahan berikut. Aubagaimakah respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PBL) di kelas Listening?Ay Project-Based Learning (PBL) Project-Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang merancang banyak tugas-tugas bagi peserta didik. Tugas yang diberikan mencakup ketrampilan softskill dan hardskill seperti menyelidiki . , menyelesaikan masalah, dan mengambil Menurut Bell . , model pembelajaran PBL memfokuskan peserta didik untuk melakukan berbagai jenis tugas atau latihan-latihan dan menyelesaikannya dengan baik agar bisa berhasil. Sementara itu Bas . mengatakan bahwa PBL merupakan strategi pembelajaran otentik yang mana peserta didik dapat merencanakan, menjalankan dan mengevaluasi tugas-tugas mereka sehingga dapat diterapkan dalam keseharian tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas. Dutch . ikutip Amir 2009:. mengatakan bahwa PBL merupakan pembelajaran instruksional yang menantang siswa agar belajar untuk belajar, dan bekerja sama dalam kelompok untuk mencari solusi bagi masalah yang nyata. Masalah tersebut kemudian digunakan untuk meningkatkan rasa keingintahuan serta ketrampilan analisis dan inisiatif atas materi pelajaran yang telah diterima. Dengan kata lain. PBL bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik berpikir kritis dan analisis dalam menghadapi masalah dan menyelesaikan tugas-tugasnya, serta untuk mencari dan menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai. Dari beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa PBL merupakan sebuah model pembelajaran yang menekankan pada ketrampilan mahasiswa untuk berpikir kritis dan mencari solusi atas masalah-masalah yang disajikan melalui tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Sehingga, melalui model pembelajaran ini, mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Yulia Nur Ekawati. et al. : Implementing AuProject-Based LearningAy Model in Teaching. Langkah-langkah Project-Based Learning (PBL) Berdasarkan karakteristik model pembelajaran Project-Based Learning (PBL) yang sudah disebutkan di atas, kegiatan pembelajarannya menekankan pada penginvestigasian suatu masalah kemudian dicari solusinya. Korkmaz dan Kaptan . seperti dikutip oleh Zhang. , menyatakan bahwa (PBL) memiliki 6 tahapan. Berikut tahapan penerapan PBL di dalam kelas: Menetapkan topik dan sub-topik yang akan dibahas dengan membuat kelompok Kelompok membuat tugas Penerapan tugas Perencanaan presentasi Melakukan presentasi Evaluasi Korpmas dan Kaptan . selanjutnya menjelaskan langkah-langkah penerapan model pembelajaran PBL sebagai berikut: Menetapkan topik dan subtopik bahasan . Membuat kelompok yang terdiri dari dua atau empat orang . Mengerjakan tugas-tugas melalui: media powerpoint, video, recording dan gambar . Merencanakan presentasi . Melakukan presentasi . Evaluasi Berdasarkan dua teori di atas, peneliti kemudian menerapkan model pembelajaran PBL di kelas Listening menggunakan teori dari Korpmas dan Kaptan. Jenis Mendengarkan (Listening Skil. Richard . seperti dikutip oleh Brown . menyatakan bahwa jenis kegiatan mendengarkan Mikro dan Makro (Micro- and Macro-Skills of Listenin. Ketrampilan Mikro dan Makro memiliki 17 tujuan yang berbeda dalam menilai kemampuan Tabel 1 Jenis Mendengarkan Membedakan khusus dalam bahasa Inggris. Ketrampilan Menahan Mikro bahasa dari panjang yang berbeda dalam memori yang singkat. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 165-177 Mengenal pola tekanan . tress patter. bahasa Inggris, kata-kata yang ditekan, susunan yang berirama, intonasi, dan memberikan informasi Mengenal bentuk kata yang diturunkan. Membedakan batasanbatasan kata, mengenal Mengolah ucapan pada kecepatan penyampaian yang berbeda Mengolah ucapan yang berisi jeda, eror, koreksi dan variable lainnya Mengenal kelas-kelas kata . ata benda, kata kerja dl. , sistem . ense, aturan dan bentuk-bentuk Mendeteksi kalimat dan membedakan antara unsur yang mayor dan minor Mengenal khusus yang mungkin bentuk tata bahasa yang Mengenal perangkat kohesif dalam konteks Mengenal fungsi-fungsi ucapan yang komunikatif Yulia Nur Ekawati. et al. : Implementing AuProject-Based LearningAy Model in Teaching. Ketrampilan menurut situasi, partisipasi dan tujuan Makro Mengambil kesimpulan atas situasi, partisipasi, pengetahuan dunia nyata Dari kejadian, ide dan menyimpulkan tautan dan hubungan antara kejadian, menyimpulkan sebab dan akibat, dan mendeteksi hubungan seperti ide pokok, ide pendukung, informasi diberikan, generalisasi dan pemberian contoh Membedakan antara makna yang harfiah dan Menggunakan petunjuk seperti ekspresi wajah, gerakan, bahasa tubuh dan petunjuk nonverbal lainnya untuk menguraikan makna Mengembangkan dan seperti menemukan kata kunci, menebak makna kata dari suatu konteks, meminta tolong, dan memberikan isyarat yang mendalam atau tidak sama sekali. Berdasarkan jenis-jenis mendengarkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mendengarkan seseorang dapat dilihat dari jenis kemampuan mendengarkan yang digunakan. Pada penelitian ini, peneliti menekankan pada kemampuan mendengarkan Aspek Makro. Hal ini dikarenakan peneliti memiliki tujuan untuk mencari tahu kemampuan mendengarkan mahasiswa secara menyeluruh terkait menjelaskan ide pokok, mengambil kesimpulan tentang suatu kejadian, partisipasi dan tujuan Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 165-177 dalam konteks wacana dialog maupun monolog, membedakan antara makna yang harfiah dan tersirat, serta mengembangkan dan menggunakan kumpulan strategi mendengarkan. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan dokumentasi berupa rekaman dan angket. Rekaman dilakukan untuk menjelaskan penerapan model PBL ini di kelas Listening. Sementara angket digunakan untuk memperoleh data respon mahasiswa terkait penerapan model PBL ini. Angket tersebut bersifat tertutup karena jawaban soal sudah tersedia. Peneliti menggunakan angket dengan skala pengukuran Likert. Menurut Sugiyono . 3: . , skala Linkert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena Jawaban setiap butir pernyataan angket menggunakan skala: = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = ragu-ragu 4 = setuju 5 = sangat setuju Kriteria butir pernyataan angket meliputi: Tabel 2 Kriteria Butir Pernyataan Angket KODE KRITERIA NOMOR BUTIR ANGKET PERNYATAAN Pentingnya 1, 2, 3, 4, 5 memiliki motivasi yang positif dalam (Listenin. Pentingnya dosen 6, 7, 8, 9, 10 menerapkan model pembelajaran yang interaktif di kelas Listening. Penerapan model 11, 12, 13. Yulia Nur Ekawati. et al. : Implementing AuProject-Based LearningAy Model in Teaching. pembelajaran PBL 14, 15 dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar Listening. Penerapan model 16, 17, 18, pembelajaran PBL 19, 20 dapat meningkatkan (Listenin. Selanjutnya, untuk menganalisis hasil angket, peneliti pertama-tama menghitung jawaban berdasarkan skoring setiap jawaban dari responden menggunakan tabel. Kemudian hasil skoring dibuat prosentase rata-rata. Selanjutnya, peneliti melakukan interpretasi data tersebut secara deskripsi tentang respon mahasiswa terhadap penerapan model pembelajaran PBL di kelas Listening. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam menerapkan model PBL di kelas Listening, dosen menerapkan enam langkah pembelajaran yaitu: Penetapan topik dan subtopik bahasan. Berikut adalah topic dan subtopik yang diajar. Topik 1: Occupation dengan subtopic: Types of profession, jobs and employment, strange jobs, things people do at work. Topik 2: Telephoning dengan subtopik: Making Arrangement and Leaving Message. Topik 3: Job Interview dengan subtopik: Hunting a job. An interesting job and Job interview. Topik 4: Travelling dengan subtopik: Asking for and making recommendations for travelling and Making reservation of hotel. Pembagian kelompok yang terdiri dari dua atau empat orang. Dosen mengarahkan mahasiswa untuk membagi tugas pada masing-masing anggota. Penetapan tugas-tugas melalui: media powerpoint, video, recording dan gambar. Dosen meminta mahasiswa mengerajakan tugas-tugas sesuai topik dan subtopik yang . Merencanakan presentasi Masing-masing kelompok melakukan perencanaan untuk mempresentasikan hasil tugas tersebut dalam bentuk role play . ermain pera. , presentasi menggunakan power point, mengerjakan di papan tulis maupun bercerita di depan kelas. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 165-177 Melakukan presentasi Tahap selanjutnya yaitu mempresentasikan hasil tugas kelompok di depan kelas. Evaluasi Dosen memberikan evaluasi terhadap hasil tugas masing-masing kelompok. Melalui langkah-langkah penerapan model PBL ini di kelas Listening, mahasiswa menjadi aktif melakukan diskusi dan mengerjakan tugas-tugas dengan percaya diri. Hasil angket kemudian menunjukkan skor tiap kriteria pernyataan butir angket sebagai Tabel 3 Ringkasan Hasil Penghitungan Angket KODE JUMLAH SKOR TIAP BUTIR JUMLAH SKOR TOTAL PROSENTASE 88,26% 90,4% 92,5% 90,9% 90,5% Keterangan: Kode A = Pentingnya mahasiswa memiliki motivasi yang positif dalam belajar mendengarkan (Listenin. Kode B = Pentingnya dosen menerapkan model atau strategi pembelajaran yang menarik dan interaktif di kelas Listening. Kode C = Penerapan model pembelajaran PBL dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar Listening. Kode D = Penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan (Listenin. Jumlah responden = 15 mahasiswa Skor maksimal kriterium tiap butir = Jumlah responden . dikali skor maksimal angket . sama dengan 75 Skor maksimal kriterium tiap kode = Jumlah responden . dikali skor maksimal angket . dikali jumlah butir angket tiap kode . sama dengan 375 Skor kriterium angket = Jumlah responden . dikali skor maksimal angket . dikali jumlah butir angket . sama dengan 1500 Prosentase: Total prosentase tiap kode (A/B/C/D) = Total skor tiap kode dibagi dengan jumlah skor maksimal kriterium tiap kode . dikali 100% Yulia Nur Ekawati. et al. : Implementing AuProject-Based LearningAy Model in Teaching. Total prosentase jumlah skor = Jumlah skor yang diperoleh dibagi skor kriterium angket . dikali 100% Prosentase hasil angket tersebut yaitu: Prosentase hasil angket = x 100% = 90,5% Berdasarkan penghitungan angket di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: Responden menyatakan setuju . tentang pentingnya mahasiswa memiliki motivasi yang positif dalam belajar mendengarkan (Listenin. Responden menyatakan setuju . tentang pentingnya dosen menerapkan model atau strategi pembelajaran yang menarik dan interaktif di kelas Listening. Responden menyatakan setuju . tentang pentingnya penerapan model pembelajaran PBL dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar Listening. Responden menyatakan setuju . tentang penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan (Listenin. Selanjutnya hasil di atas dapat digambarkan secara kotinum berikut ini: Gambar 1. Hasil Penghitungan Angket Sangat Tidak Setuju Tidak Ragu-Ragu Setuju Sangat Setuju Setuju PENUTUP Model PBL ini dapat diterapkan di kelas Listening dengan langkah-langkah sebagai berikut: dosen menetapkan topik dan subtopik bahasan, . dosen meminta mahasiswa untuk Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 165-177 membuat kelompok yang terdiri dari dua atau empat orang, . mahasiswa mengerjakan tugas-tugas melalui: media powerpoint, video, recording dan gambar dengan didampingi dosen, . mahasiswa merencanakan presentasi, . mahasiswa melakukan presentasi, dan . dosen mengevaluasi hasil tugas mahasiswa. Hasil angket . ihat gambar . menujukkan skor 1358 yaitu berada ditengah-tengah setuju dan sangat setuju, maka dapat disimpulkan tingkat persetujuan terhadap model pembelajaran PBL efektif diterapkan di kelas Listening yaitu sebesar 90,5% dari yang diharapkan . %). UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillahhirobilalamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah membimbing peneliti dalam menyelesaikan penulisan artikel ini. Peneliti juga menyadari sepenuhnya bahwa artikel ini tidak dapat selesai tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada RISTEKDIKTI yang telah membantu dalam bentuk bantuan dana sehingga artikel ini dapat diselesaikan dan dipublikasikan ke jurnal CAKRAWALA: Jurnal Pendidikan. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada tim editor CAKRAWALA: Jurnal Pendidikan yang telah memberikan saran sehingga artikel ini menjadi lebih baik. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ka Prodi PBI UPS Tegal yang telah membantu dalam hal perijinan penelitian dan tim dosen mata kuliah Listening yang telah berbagi ilmu pengetahuan. Selanjutnya, kami berharap semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. DAFTAR PUSTAKA