I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS X B SMA NEGERI 1 RENDANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 I Nengah Sardiana Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. STKIP Suar Bangli Bangli. Indonesia sardiana@gmail. Abstrak Tujuan umum penelitian ini adalah memperoleh data yang akurat mengenai penerapan metode demonstrasi pada peserta didik kelas X B SMA Negeri 1 Rendang tahun pelajaran 2014/2015. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dalam membaca puisi dengan metode demonstrasi pada peserta didik kelas X B SMA Negeri 1 Rendang tahun pelajaran 2014/2015. Langkah-langkah strategi pembelajaran demonstrasi, . membuka pelajaran dan mengabsen kehadiran siswa, . memberikan apersepsi terkait dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan, . menyampaikan tujuan pembelajaran, . memberikan orientasi materi pelajaran beserta pembelajaran yang akan diterapkan, . menjelaskan cara membaca puisi yang baik, . memberi contoh membaca puisi yang baik, . memberikan pertanyaan pancingan kepada siswa tentang hal-hal yang berhubungan dengan membaca puisi, . mengawasi proses pembelajaran yang berlangsung, . memberikan kesempatan bertanya bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, . memilih beberapa siswa untuk membaca puisi yang dapat di evaluasi oleh guru atau penulis dan dijadikan contoh membaca puisi, . bersama-sama siswa menyimpulkan dan merefleksi hasil serta pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan memberi penghargaan bagi siswa yang hasil kerjanya mendapat nilai paling baik, dan . menutup pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis Penelitian Tindakan Kelas ini, maka penulis menyimpulkan bahwa. Metode Demonstrasi Dapat Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi, ini dibuktikan dengan terjadinya peningkatan nilai rata-rata tiap siklus. Dilihat dari siklus I dengan nilai rata-rata mencapai 7,4 dan termasuk katagori lebih dari cukup, nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 1,38% dengan nilai rata-rata siklus II adalah 7,8 termasuk katagori baik, dan nilai rata-rata dari siklus II ke siklus i mengalami peningkatan sebesar 1,38% dengan nilai rata-rata siklus i adalah 8,2 termasuk katagori baik, serta peningkatan nilai rata-rata siklus I ke siklus i adalah 2,76%. Kata kunci : Membaca, puisi, metode demonstrasi Abstract The general objective of this research is to obtain accurate data regarding the application of the demonstration method to the students of class X B SMA Negeri 1 Rendang in the 2014/2015 academic year. The specific purpose of this study was to determine the students' learning outcomes in reading poetry with the demonstration method in class X B students of SMA Negeri 1 Rendang in the 2014/2015 academic year. The steps of the demonstration learning strategy, . opening the lesson and taking attendance of students, . providing apperception related to the learning to be carried out, . conveying the learning objectives, . providing orientation to the subject matter and the learning that will be applied, ( . explaining how to read poetry well, . giving examples of reading good poetry, . giving prompting questions to students about things related to reading poetry, . supervising the ongoing learning process, . providing opportunity to ask questions for students who have difficulty Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 in learning, . choose several students to read poetry that can be evaluated by the teacher or writer and used as an example of reading poetry, . together students conclude and reflect on the results and implementation of learning that has been done and reward students whose work results get the best grades, and . close the lesson. Based on the results of this Classroom Action Research analysis, the authors conclude that, the Demonstration Method Can Improve Poetry Reading Ability, this is evidenced by an increase in the average value of each cycle. Judging from the first cycle with the average value reaching 7. 4 and including the category more than adequate, the average value from cycle I to cycle II increased by 38% with the average value of the second cycle being 7. 8 including the category good, and the average value from cycle II to cycle i increased by 1. 38% with the average value of cycle i was 8. including the good category, and the increase in the average value of cycle I to cycle i was 2. 76 %. Keywords : Reading, poetry, demonstration method PENDAHULUAN Sesungguhnya mempelajari Bahasa Indonesia itu berarti belajar untuk berkomunikasi. Oleh sebab itu, dalam mempelajari Bahasa Indonesia, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis. Kemampuan membaca bukanlah kemampuan yang begitu saja muncul, tetapi membaca merupakan suatu proses yang terus dipelajari. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia membaca merupakan salah satu dari empat ketrampilan berbahasa yaitu ketrampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Membaca adalah pengungkapan lambang bunyi. Sementara itu. Tarigan . 3: . mengemukakan bahwa membaca adalah proses memperoleh pesan yang disampaikan oleh seorang penulis melalui tulisan. Selanjutanya. Beliau mengatakan ada beberapa hal yang melatarbelakangi membaca, antara lain : . kenyataan bahwa membaca itu sesuatu yang rumit dan unik pula keadaanya, . membaca adalah kegiatan yang persepsi atau memberikan respon bermakna kepada simbol-simbol grafik yang dikenal, dan . penemuan-penemuan baru dalam studi membaca itu semacam pengolahan informasi yang berwadahkan bahasa tulis dengan daya intelektual pembaca dan kompetensi bahasanya ( Tarigan, 1983:12-. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, seorang guru tidak hanya bisa mengandalkan kompetensi yang memadai yang ada dalam dirinya, tetapi harus dibarengi dengan metode pengajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Oleh sebab itu, seorang guru dituntut untuk menerapkan metode pengajaran yang mudah dan praktis untuk digunakan dalam proses belajar-mengajar di kelas bahkan di luar kelas. Belajar merupakan suatu proses yang sangat penting, yaitu proses belajar yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dari yang sederhana sampai yang terumit. Proses belajarmengajar perlu adanya tahap-tahap yang sesuai dengan kemampuan peserta didik, karya sastra yang akan disajikan pun haruslah disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, dilihat dari kesukaran dan kriteria-kriteria lain haruslah disesuaikan. Dalam proses belajar-mengajar bila tidak adanya kesesuaian antara peserta didik dengan metode yang diterapkan, maka proses belajar-mengajar tidak akan optimal atau tidak sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Hal ini juga perlu dilakukan dalam pembelajaran sastra berbentuk puisi. Pada dasarnya, pelajaran Bahasa Indonesia itu sangat memerlukan perhatian, khususnya pengajaran sastra. Pengajaran sastra haruslah sesuai dengan kemampuan peserta didik artinya metode yang diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Puisi merupakan karya sastra yang dikatakan tidak begitu sulit dan puisi banyak disukai oleh peserta didik. Hal itu mengisyaratkan juga bahwa sesuai dengan kemampuannya masingmasing pada setiap tingkatannya. Namun kemampuan setiap individu itu berbeda sehingga terkadang menimbulkan masalah dalam proses belajar-mengajar. Di sinilah peran guru untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi pada peserta didik yang mengalami kendala. Oleh sebab itu, dalam menyajikan pembelajaran puisi, tujuan pokok yang perlu dicapai dalam pembelajaran puisi adalah pembelajaran kemampuan membaca puisi. Dalam proses belajar-mengajar selama ini yang diterapkan di sekolah kurang begitu produktif, sebagian besar proses belajar-mengajar di kelas diisi dengan ceramah dan guru sebagai sumber utama pengetahuan sedangkan peserta didik hanya sebagai penerima apa yang diberikan oleh guru sehinga banyak kritikan yang dilontarkan terutama sekali karena pelaksanaan pembelajaran guru tidak dapat menguasai dan mengetahui batas kemampuan peserta didik. Di samping itu, seringkali pula siswa menerima pengertian yang salah terhadap materi pembelajaran yang dituturkan atau diceramahkan (Sumiati dan Asra, 2007:. Oleh sebab itu, diperlukan metode atau strategi yang dapat menambah pengetahuan peserta didik. Dari situlah, guru harus mempersiapkan metode yang dibutuhkan agar proses belajarmengajar bisa tercapai. Dalam pembelajaran puisi dengan metode demonstrasi dituntut untuk bagaimana cara menghidupkan suasana dengan membiarkan peserta didik untuk berpikir sehingga proses belajar-mengajar lebih bermakna dan mengetahui proses membaca puisi. Puisi adalah ekspresi yang konkret dan bersifat artistik dan pikiran manusia secara emosional dan berirama, (Wastt Donton, dalam D. Damayanti, 2013:. Metode demonstrasi yang dipadukan dengan penemuan, memungkinkan guru membimbing anak untuk menemukan hal-hal yang baru berdasarkan praduga atau hipotesis yang disusun oleh anak. Metode demonstrasi perlu dilakukan dalam rangka pengembangan motivasi anak peserta didik karena mengingat kecenderungan anak untuk mencontoh atau meniru orang lain sebagai salah satu naluri yang sangat kuat. Sifat anak tersebut sangat konstruktif dan memiliki manfaat sebab guru dapat memotivasikan peserta didik untuk melakukan hal-hal yang berguna dari kehidupan, seperti bagaimana cara makan yang benar, berpakaian yang benar dan sopan sesuai dengan norma yang berlaku dan lain sebagainnya. Hal ini diakui oleh Rahmanto . 8: . dengan mengemukakan bahwa mendidik dan mengajar anak dengan memberikan contoh adalah lebih efektif ketimbang menasihatinya Adapun tujuan metode demonstrasi bagi peserta didik sebagai berikut : . demonstrasi merupakan salah satu wahana untuk memberikan pengalaman belajar agar anak dapat menguasai materi pelajaran dengan baik. melalui kegiatan demonstrasi, anak dibimbing menggunakan mata dan telinga secara terpadu, sehingga hasil pengamatan kedua indera itu dapat membantu penguasaan materi pelajaran yang diberikan dan peserta didik dapat menuangkannya melalui media tulis atau tulisan, dan . dengan metode demonstrasi, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca puisi pada peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berasumsi bahwa dengan metode demonstrasi, yaitu peserta didik diberi penjelasan bagaimana cara atau proses membaca puisi hal-hal yang perlu dijelaskan untuk menambah pengetahuan tentang membaca puisi. Setelah itu, biarkan peserta didik untuk mendemonstrasikan bagaimana membaca puisi sesuai tujuan pembelajaran, dan diharapkan peserta didik akan lebih mudah melakukannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti mengangkat permasalahan tersebut dengan metode pembelajaran dan menggunakan karya sastra berbentuk puisi sebagai salah satu pendukung yang sangat penting dalam penelitian ini. Ada pun judul penelitian ini adalah Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 AuPenerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Pada Peserta Didik Kelas X B SMA Negeri 1 Rendang Tahun Pelajaran 2014/2015Ay METODE PENELITIAN Metode penelitian mempunyai peranan yang sangat penting serta menentukan dalam kegiatan penelitian. Agar suatu penelitian dapat berjalan dengan lancar, terarah sesuai dengan tujuan, maka diperlukan suatu metode yang tepat. Tanpa metode tujuan penelitian tidak akan Dengan metode dan teknik yang tepat, maka mutu hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi, tercapai tidaknya tujuan penelitian sangat bergantung pada metode yang digunakan dalam penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah AuPenerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Pada Peserta Didik Kelas X B SMA Negeri 1 Rendang Tahun Pelajaran 2014/2015Ay. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom action Research merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan di kelas. Penelitian tindakan pertama kali dikembangkan oleh Kurt dan Lewin pada tahun 1946. Menurut Stephen Kemmis . alam Arikunto, 2010: Tempat dan Waktu Penelitian . Lokasi atau tempat penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rendang. Jln. Astinapura Rendang. Kec. Rendang. Kab. Karangasem. Provensi Bali. Subjek penelitian ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X B SMA Negeri 1 Rendang. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 bulan. Aspek Yang Diteliti . Objek penelitian : Membaca Puisi dan Metode Demonstrasi . Subjek penelitian : seluruh siswa kelas X B SMA Negeri 1 Rendang yang terdiri dari 15 Laki dan 14 perempuan jadi jumlah selruh siwa kelas X B adalah 29 Variabel Penelitian Untuk menghindari adanya pengaruh faktor luar dan memudahkan interpretasi dalam penelitian ini, digunakan dua variabel yaitu variabel bebas . ndependent variabl. Variabel bebasnya dalam penelitian ini adalah Penerapan metode dan variabel terikat . ependent variabl. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kemampuan membaca puisi peserta didik. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Pada Peserta Didik Kelas X B SMA Negeri 1 Rendang Tahun Pelajaran 2014/2015 Tabel 3. Format Bentuk Penilaian Membaca Puisi Unsur Yang Rentangan Kriteria Jumlah Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Dinilai . Lafal Intonasi Jeda Ekspresi Jumlah Vol. No. Januari 2020 Skor Sangat jelas Jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Sangat jelas Jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Sangat tepat Tepat Cukup tepat Kurang tepat Sangat kurang tepat Ada dan sangat tepat Ada dan tepat Ada dan kurang tepat Ada dan tidak tepat Tidak ada Skor Sumiartana, 2010: 44 Prosedur Penelitian Adapun rancangan . PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode demonstrasi. Pelaksanaan tindakan dalam PTK meliputi empat alur . : . perencanaan tindakan, . pelaksanaan tindakan, . pengamatan, dan . refleksi (Kemmis dan Mc Taggart, diakses 26 Agustus 2. Dilihat dari pelaksanaan PTK di atas maka dapat digambarkan sekema PTK yang digunakan dalam penelitian ini, seperti dibawah ini : Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Kemmis dan Mc Taggart, diakses 13 Oktober 2014. Teknik Analisis Data Penelitian ini menganalisis data dengan menggunakan teknik statistik Hal ini bertujuan untuk mencari HASIL DAN PEMBAHASAN Hal yang akan dibahas dalam bab ini adalah tentang Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Pada Peserta Didik Kelas X B SMA Negeri 1 Rendang Tahun Pelajaran 2014/2015. Secara garis besar akan disajikan mengenai hasil kemampuan membaca puisi peserta didik dengan metode demonstrasi. Hasil Penelitian Pada bab ini dapat diuraikan hasil penelitian membaca puisi dengan metode Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut : Langkah-langkah Pembelajaran Demonstrasi Langkah-langkah strategi pembelajaran demonstrasi yang diterapkan sehingga nilai yang ditargetkan oleh penulis dapat tercapai, sebagai berikut. membuka pelajaran dan mengabsen kehadiran siswa, . memberikan apersepsi terkait dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan, . menyampaikan tujuan pembelajaran, . memberikan orientasi materi pelajaran beserta pembelajaran Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 yang akan diterapkan, . menjelaskan cara membaca puisi yang baik, . memberi contoh membaca puisi yang baik, . memberikan pertanyaan pancingan kepada siswa tentang hal-hal yang berhubungan dengan membaca puisi, . mengawasi proses pembelajaran yang berlangsung, . memberikan kesempatan bertanya bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, . memilih beberapa siswa untuk membaca puisi yang dapat di evaluasi oleh guru atau penulis dan dijadikan contoh membaca puisi, . bersama-sama siswa menyimpulkan dan merefleksi hasil serta pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan memberi penghargaan bagi siswa yang hasil kerjanya mendapat nilai paling baik, dan . menutup pembelajaran. Pelaksanaan siklus I Pada Pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mempunyai kemampuan membaca puisi dengan kategori lebih dari cukup. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai yang mencapai 7,41 dan dibulatkan satu desimal menjadi 7,4 dan termasuk kategori lebih dari cukup. Rincian data tersebut dijelaskan sebagai berikut. Dari jumlah keseluruhan 29 siswa, tidak ada satu pun siswa atau 0% yang meraih kategori istimewa yaitu dengan nilai 10, terdapat 1 orang siswa atau 3,44% yang meraih kategori baik sekali yaitu dengan nilai 9, terdapat 12 orang siswa atau 41,37% meraih kategori baik yaitu dengan nilai 8, terdapat 14 orang siswa atau 48,29% meraih kategori lebih dari cukup yaitu dengan nilai 7, terdapat 2 orang siswa atau 6,89% yang memperoleh nilai dengan kategori cukup yaitu dengan nilai 6, dan tidak ada satupun siswa yang memperoleh nilai 5 ke bawah. Pada siklus I, hasil kemampuan membaca puisi dengan metode demonstrasi pada kelas X B secara klasikal menunjukkan kategori lebih dari cukup dan belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), yaitu sebesar 7,5. Oleh karena itu, kemampuan membaca puisi dengan metode demonstrasi masih perlu ditingkatkan dengan melakukan tindakan siklus II. Pelaksanaan siklus II Pada Pelaksanaan siklus II menunjukkan bahwa sudah terjadi peningkatan kemampuan membaca puisi pada siswa kelas X B SMA Negeri 1 Rendang. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai yang mencapai 7,76 dan dibulatkan satu desimal menjadi 7,8 dengan kategori baik. Nilai rata-rata pada siklus II ini menunjukan peningkatan sebesar 1,38% dari siklus I. Rincian data tersebut dijelaskan sebagai berikut. Dari jumlah keseluruhan 29 siswa, terdapat 3 orang siswa atau 10,34% yang meraih kategori baik sekali yaitu dengan nilai 9, terdapat 16 orang siswa aatau 55,17% meraih kategori baik yaitu dengan nilai 8, dan terdapat 10 orang siswa atau 34,48% yang meraih kategori lebih dari cukup yaitu dengan nilai 7. Pada siklus II, hasil tes kemampuan membaca puisi dengan metode demonstrasai secara klasikal menunjukkan kategori baik, dan sudah memenuhi kereteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 7,5 tetapi dilihat dari nilai individu setiap siswa masih belum mencapai tujuam yang diinginkan, sehingga perlu perbaikan atau perlu ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, kemampuan membaca puisi masih perlu ditingkatkan dengan melakukan tindakan siklus i Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 Pelaksanaan siklus i Pada pelaksanaan siklus i menunjukkan bahwa sudah terjadi peningkatan terhadap kemampuan membaca puisi dengan metode demonstrasi pada siswa kelas X B SMA Negeri 1 Rendang. Hal ini terlihat dari rata- rata nilai yang mencapai 8,17 dan dibulatkan satu desimal menjadi 8,2 dengan kategori baik. Nilai rata-rata pada siklus i ini menunjukan peningkatan sebesar 1,38% dari siklus II. Rincian data tersebut dijelaskan sebagai berikut. Dari jumlah keseluruhan 29 siswa, terdapat 5 orang siswa atau 17,24% yang meraih kategori baik sekali yaitu dengan nilai 9, dan terdapat 24 orang siswa atau 82,75% meraih kategori baik yaitu dengan nilai 8. Pada siklus i, hasil tes kemampuan membaca puisi secara klasikal menunjukkan kategori baik dan nilai rata-rata kelas sudah memenuhi target yang ditetapkan dengan nilai KKM yaitu 7,5 dan setiap peserta didik pun sudah memenuhi target yang diinginkan. Oleh karena itu. Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan kemampuan membaca puisi pada peserta didik kelas X B SMA Negeri 1 Rendang Tahun Pelajaran 2014/2015 sudah dapat dikatakan meningkat dan penelitian dihentikan sampai pada siklus i. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis Penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut. Langkah-Langkah Pembelajaran Adapun langkah-langkah strategi pembelajaran demonstrasi yang diterapkan sehingga nilai yang ditargetkan oleh penulis dapat tercapai, sebagai berikut: . Membuka pelajaran dan mengabsen kehadiran siswa, . Memberikan apersepsi terkait dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan, . Menyampaikan tujuan pembelajaran, . Memberikan orientasi materi pelajaran beserta pembelajaran yang akan diterapkan, . Menjelaskan cara membaca puisi yang baik, . Memberi contoh membaca puisi yang baik, . Memberikan pertanyaan pancingan kepada siswa tentang hal-hal yang berhubungan dengan membaca puisi, . Mengawasi proses pembelajaran yang berlangsung, . Memberikan kesempatan bertanya bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, . Memilih beberapa siswa untuk membaca puisi yang dapat di evaluasi oleh guru atau penulis dan dijadikan contoh membaca puisi, . Bersama-sama siswa menyimpulkan dan merefleksi hasil serta pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan memberi penghargaan bagi siswa yang hasil kerjanya mendapat nilai paling baik, dan . Menutup Metode Demonstrasi Dapat Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi, ini dibuktikan dengan terjadinya peningkatan nilai rata-rata tiap siklus. Dilihat dari siklus I dengan nilai rata-rata mencapai 7,4 dan termasuk katagori lebih dari cukup, nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 1,38% dengan nilai rata-rata siklus II adalah 7,8 termasuk katagori baik, dan nilai rata-rata dari siklus II ke siklus i mengalami peningkatan sebesar 1,38% dengan nilai rata-rata siklus i adalah 8,2 termasuk katagori baik, serta peningkatan nilai rata-rata siklus I ke siklus i adalah 2,76%. Jurnal Pendidikan Deiksis I Nengah Sardiana P-ISSN: 2655-8246 E-ISSN:2798-3730 Vol. No. Januari 2020 DAFTAR PUSTAKA