299 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT, DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1*. Dian Widiyati2. Holiawati3 1,2,3 Magister Akuntansi. Universitas Pamulang sultanmaulana45@gmail. ABSTRACT This research aims to analyze and obtain empirical evidence on the effects of independent boards of commissioners, audit quality, and prudence on real earnings management, with information asymmetry serving as a moderating variable, in basic materials companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2020-2024. This research employs a quantitative associative approach using secondary data. The data analysis method applied is panel data regression, conducted using Microsoft Excel and EViews 13. The population of this study consists of all basic materials companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020-2024. Purposive sampling was used, resulting in 78 firm-year observations selected from a total population of 114. The results indicate that prudence has a significant effect on real earnings management. Furthermore, the independent board of commissioners and audit quality do not have a significant effect on real earnings The moderating analysis shows that information asymmetry strengthens the relationship between prudence and real earnings management, but does not strengthen or weaken the relationship between the independent board of commissioners and audit quality on real earnings management. Keywords: Real Earnings Management. Independent Commissioners. Audit Quality. Prudence. Information Asymmetry ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris pengaruh dewan komisaris independen, kualitas audit, prudence terhadap real earning management dengan asimetri informasi sebagai variabel moderasi pada perusahaan basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2020-2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif asosiatif, dengan menggunakan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi data panel dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan Eviews 13. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2024. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan hasil dari 114 populasi penelitian menjadi 78 sampel penelitian yang diolah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa prudence berpengaruh terhadap real earning management. Hasil selanjutnya adalah bahwa dewan komisaris independen dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap real earning Hasil moderasi adanya asimetri informasi dihasilkan dapat memperkuat hubungan prudence terhadap real earning management namun tidak dapat memperkuat ataupun memperlemah hubungan dewan komisaris independen dan kualitas audit terhadap real earning management. Kata Kunci: Real Earning Management. Dewan Komisaris Independen. Kualitas Audit. Prudence. Asimetri Informasi PENDAHULUAN Informasi laba merupakan indikator utama kinerja manajerial dan dasar pengambilan keputusan bagi perusahaan publik sehingga diperlukan penyajian laporan keuangan yang ISSN: 1412 - 3681 . ISSN: 2442 - 4617 . , https://journal. id/index. php/jakpi JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. transparan dan andal. Perhatian publik terhadap besaran laba tanpa menelaah proses pencapaiannya membuka peluang terjadinya manajemen laba. Manajemen merupakan tindakan manajer dalam menggunakan pertimbangan akuntansi dan pengaturan transaksi untuk memodifikasi laporan keuangan guna memengaruhi persepsi pemangku kepentingan terhadap kinerja perusahaan atau hasil kontraktual yang bergantung pada informasi akuntansi (Alfikih & Widiyati, 2. Manajemen laba dibedakan menjadi dua yaitu manajemen laba berbasis akrual dan manajemen laba riil. Dalam studi akuntansi dan tata kelola. Praktik real earnings management (REM) telah menjadi perhatian penting karena dilakukan melalui keputusan operasional riil yang berdampak langsung pada kualitas laba. Berbeda dengan manajemen laba berbasis akrual. REM relatif lebih sulit dideteksi karena dibungkus dalam aktivitas bisnis yang tampak wajar, seperti percepatan penjualan, pengurangan biaya diskresioner, dan peningkatan produksi (Roychowdhury, 2. Kondisi ini menimbulkan risiko penurunan transparansi informasi keuangan dan melemahkan akuntabilitas manajemen kepada pemangku kepentingan. Dalam konteks tata kelola perusahaan, pengawasan internal memiliki peran strategis dalam membatasi praktik REM, salah satunya melalui keberadaan dewan komisaris independen. Komisaris independen diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan secara objektif karena tidak memiliki hubungan kepentingan dengan manajemen (KNKG, 2. Regulasi di Indonesia melalui POJK Nomor 33/POJK. 04/2014 menegaskan pentingnya independensi komisaris sebagai mekanisme check and balances untuk melindungi kepentingan pemegang saham dan memastikan integritas pelaporan keuangan. Sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang tidak konsisten terkait peran dewan komisaris independen dalam membatasi REM. Menurut Hastuti et al. menemukan bahwa independensi dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap REM, sedangkan Adi dan Kusumaningtyas . serta Ayunitantry dan Adrianto . menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan. Hasil ini mencerminkan bahwa mekanisme pengawasan belum sepenuhnya efektif secara substantif. Selain pengawasan internal, kualitas audit berperan sebagai mekanisme pengendalian eksternal dalam menjaga keandalan laporan keuangan. Auditor dengan kompetensi dan independensi tinggi diharapkan mampu membatasi praktik REM melalui prosedur audit yang lebih ketat (Rahmawati et al. , 2. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan, di mana Astuti dan Pangestu . menemukan tidak adanya pengaruh kualitas audit terhadap REM, sementara Ningrum dan Retnani . menunjukkan bahwa auditor berkualitas justru mendorong pergeseran manipulasi laba ke aktivitas riil yang lebih sulit Prinsip kehati-hatian . merupakan mekanisme akuntansi yang menekankan pengakuan laba secara konservatif dan pengakuan kerugian secara lebih dini guna meningkatkan kualitas informasi keuangan. Pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Wibisono dan Fuad . membuktikan bahwa prudence mampu menekan manajemen laba, namun Feliana dan Bagus . menemukan bahwa konservatisme belum efektif membatasi REM. Menurut Putra et al. menegaskan bahwa efektivitas prudence sangat dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan dan tekanan lingkungan bisnis yang dihadapi. Faktor lain yang turut memengaruhi REM adalah asimetri informasi, yaitu ketidakseimbangan informasi antara manajemen dan pihak eksternal. Pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Rantung dan Salim . menunjukkan bahwa asimetri informasi berpengaruh positif terhadap REM, meskipun Hamzah et al. dan Safitri . menemukan hasil berbeda pada perusahaan dengan mekanisme pengendalian internal yang ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan adanya research gap, khususnya pada sektor Basic Materials yang memiliki karakteristik padat modal, risiko tinggi, dan tekanan kinerja yang Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dewan komisaris independen, kualitas audit, dan prudence terhadap real earnings management dengan asimetri informasi sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor Basic Materials di Indonesia. KAJIAN PUSTAKA Teori Akuntabilitas Teori akuntabilitas menjelaskan bahwa manajemen memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan tindakan kepada pihak yang berkepentingan. Menurut Tetlock . menyatakan bahwa kesadaran akan adanya evaluasi mendorong individu bertindak lebih rasional dan berhati-hati. Sejalan dengan itu. Bovens . menegaskan bahwa akuntabilitas mencakup kewajiban untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kinerja secara transparan. Dalam konteks pelaporan keuangan, penerapan akuntabilitas berperan penting dalam membatasi perilaku oportunistik manajemen, termasuk praktik real earnings management. Teori Stewardship Teori stewardship memandang manajer sebagai pihak yang bertindak sebagai penjaga kepentingan organisasi dan pemegang saham. Menurut Davis et al. menjelaskan bahwa manajer tidak selalu berorientasi pada kepentingan pribadi, melainkan dapat bertindak selaras dengan tujuan jangka panjang perusahaan. Pandangan ini diperkuat oleh Hernandez . yang menyatakan bahwa perilaku stewardship mendorong pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan beretika, sehingga berpotensi menekan praktik manipulasi laba. Real Earnings Management Real earnings management merupakan praktik pengelolaan laba melalui perubahan aktivitas operasional yang menyimpang dari kegiatan normal perusahaan. Menurut Roychowdhury . mengemukakan bahwa REM dilakukan melalui pengurangan biaya diskresioner, peningkatan produksi, dan pengelolaan arus kas operasi. Praktik ini semakin sering digunakan karena relatif sulit dideteksi, meskipun berpotensi menurunkan kualitas laba dan kinerja perusahaan dalam jangka panjang (Dichev et al. , 2. Menurut Sari dan Zuhrotun . menyatakan bahwa real earnings management dilakukan melalui keputusan bisnis yang tampak wajar, namun secara substansi ditujukan untuk memengaruhi laba periode berjalan, sehingga praktik ini relatif sulit dideteksi oleh auditor maupun pengguna laporan keuangan. Dewan Komisaris Independen Dewan komisaris independen berfungsi sebagai mekanisme pengawasan internal yang bertujuan meningkatkan akuntabilitas manajemen. Menurut Fama dan Jensen . menyatakan bahwa komisaris independen berperan sebagai mekanisme pengendalian internal yang bertugas memantau tindakan manajemen guna mengurangi perilaku oportunistik dan meningkatkan akuntabilitas perusahaan. Dari sisi regulasi. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 33/POJK. 04/2014 mendefinisikan komisaris independen sebagai anggota dewan komisaris yang berasal dari luar emiten atau perusahaan publik dan memenuhi persyaratan independensi sebagaimana diatur oleh OJK, dengan tujuan menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik . ood corporate governanc. Kualitas Audit Kualitas audit mencerminkan kemampuan auditor dalam mendeteksi dan melaporkan salah saji material dalam laporan keuangan. Menurut Nihestita et al. , kualitas audit dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain masa penugasan auditor . , jumlah klien yang ditangani, dan kondisi keuangan klien. Semakin lama auditor melakukan audit pada ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. klien yang sama, kualitas audit cenderung menurun. Sebaliknya, auditor dengan jumlah klien yang lebih banyak umumnya berupaya menjaga reputasi profesionalnya sehingga kualitas audit dapat meningkat. Selain itu, kondisi keuangan klien yang lebih sehat berpotensi mendorong tekanan kepada auditor untuk menyelesaikan proses audit dalam waktu yang lebih Auditor bereputasi baik memiliki sumber daya dan standar pemeriksaan yang lebih ketat, sehingga berperan penting dalam membatasi praktik real earnings management (Rahmawati et al. , 2. Prudence Prinsip kehati-hatian . menekankan pengakuan pendapatan secara konservatif dan pencatatan potensi kerugian secara lebih dini. Menurut Savitri . menyatakan bahwa prudence merupakan prinsip akuntansi yang mendorong perusahaan untuk berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengakui beban dan kerugian secara lebih dini, serta menunda pengakuan pendapatan hingga benar-benar terealisasi. Penerapan prinsip ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas laba dan kredibilitas laporan keuangan. Dari sudut pandang standar akuntansi. IASB . mendefinisikan prudence sebagai penerapan kehatihatian dalam membuat pertimbangan di bawah kondisi ketidakpastian, sehingga aset dan pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi serta kewajiban dan beban tidak dinyatakan terlalu Asimetri Informasi Asimetri informasi terjadi ketika manajemen memiliki informasi yang lebih unggul dibandingkan pihak eksternal, sehingga membuka peluang terjadinya manipulasi laba. Menurut Widanaputra . menjelaskan bahwa asimetri informasi mencerminkan kesenjangan informasi antara manajemen dan pihak eksternal yang meningkatkan risiko manipulasi laba, terutama melalui keputusan operasional yang sulit dideteksi. Menurut Rantung dan Salim . , asimetri informasi merupakan kondisi di mana ketidakseimbangan informasi dimanfaatkan oleh manajemen untuk memengaruhi persepsi kinerja perusahaan. Kerangka Konseptual Dalam penelitian ini, terdapat tiga variabel independen, yaitu Dewan Komisaris Independen (X. Kualitas Audit (X. , dan Prudence (X. , satu variabel dependen, yaitu Real Earning Management (Y), dan satu variabel moderasi yaitu Asimetri Informasi (Z). Adapun kerangka konseptual penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memahami hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih variabel (Sugiyono, 2. Metode ini dipilih karena penelitian difokuskan pada pengujian pengaruh dewan komisaris independen, kualitas audit dan prudence terhadap real earning management, dengan asimetri informasi sebagai variabel moderasi. Subjek penelitian adalah perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, khususnya yang termasuk dalam indeks IDXBASIC. Variabel yang dianalisis meliputi dewan komisaris independen, kualitas audit, prudence, real earning management, dan asimetri informasi. Penelitian dilakukan selama periode 2020 hingga 2024 dengan cakupan wilayah pasar modal Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan auditan perusahaan yang diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia . Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor basic materials yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan dengan jumlah 114 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Kriteria tersebut meliputi perusahaan yang terdaftar secara berkelanjutan selama periode penelitian, memiliki laporan keuangan tahunan dengan tahun buku berakhir pada 31 Desember. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh perusahaan yang memenuhi syarat sebagai sampel penelitian. Proses pemilihan sampel selanjutnya dijelaskan secara rinci dalam tabel penentuan sampel No. Tidak Memenuhi Kriteria Keterangan Perusahaan Sektor Basic Materials (IDXBASIC) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024 Perusahaan Sektor Basic Materials (IDXBASIC) yang tidak mengumumkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember selama periode 2020-2024 Jumlah Sampel Tahun Pengamatan . Total Sampel Penelitian 5 Tahun x 78 Memenuhi Kriteria Definisi operasional, indikator pengukuran, sumber data, dan skala pengukuran untuk masing-masing variabel penelitian disajikan secara sistematis dalam tabel berikut: Nama Variabel Real Earning Management (Y) Dewan Komisaris Independen (X. Kualitas Audit (X. Indikator Sumber Skala REM : Abn_CFO Abn_Discexp Ae Abn_Prod COMID : Anggota Dewan Komisaris dari Luar Perusahaan / Total Anggota Dewan Komisaris Hidayat et al. Rasio Fransisca & Hery . Rasio Maharani & Triani . Rasio yaycycoycoycaEa yaycoycnyceycu yayaycE yccycn yaycuyccycycycycycn yaycycoycoycaEa yaycoycnycyceycu yccycn yaycuyccycycycycycn yaycyceyc yaycoycnyceycu yayaycE yccycn yaycuyccycycycycycn yaycyceyc ycyceycoycycycEa yaycoycnycyceycu yccycn yaycuyccycycycycycn ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Nama Variabel Indikator Prudence (X. Prudence : (Net Income Ae Operating Cash Flow Ae Depreciation / Total Asset. x (-. Asimetri Informasi (Z) Spread : ((Ask Price Ae Bid Price ) / (Ask Price Bid Pric. )/2 x 100 Sumber: Data diolah oleh peneliti . Sumber Skala Holiawati et al. Rasio Aristiani et al. Rasio Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kajian pustaka dan penelusuran sumber daring untuk memperoleh data serta literatur yang sesuai dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak E-Views. Metode ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sekaligus menilai peran asimetri informasi sebagai variabel HASIL DAN PEMBAHASAN Estimasi Model Regresi Data Panel Uji Chow Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic Prob. 18,149457 666,456683 0,0000 0,0000 Berdasarkan hasil Uji Chow, nilai probabilitas Cross-section Chi-square sebesar 0,0000 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, model yang sesuai adalah Fixed Effect Model, sehingga diperlukan pengujian lanjutan menggunakan Uji Hausman untuk menentukan pemilihan antara Fixed Effect Model dan Random Effect Model. Uji Hausman Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic 46,574896 Chi-Sq. Prob. 0,0000 Berdasarkan hasil Uji Hausman, nilai probabilitas cross-section random sebesar 0,0000 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa model yang paling tepat digunakan adalah Fixed Effect Model. Dengan demikian, pengujian lanjutan menggunakan Uji Lagrange Multiplier (LM) tidak diperlukan dalam penelitian ini. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Berdasarkan grafik histogram, nilai JarqueAeBera tercatat sebesar 7,593193 dengan nilai probabilitas sebesar 0,082447 yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Variable Coefficient Variance Uncentered VIF Centered VIF X1_COMIDP X2_SPEC X3_PRUDENCE 0,023852 0,045519 0,039324 0,019728 47,90491 16,74994 15,17089 11,77650 1,032013 1,034546 1,002768 Berdasarkan hasil Tabel diatas, nilai centered VIF untuk seluruh variabel independen berada di bawah angka 10. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antarvariabel bebas tidak menunjukkan tingkat korelasi yang tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian tidak mengalami masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS 0,599739 5,462107 303,0578 Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. 0,7973 0,7923 0,0000 Berdasarkan hasil Tabel diatas, menggunakan Heteroskedasticity Test White, dimana nilai Obs*R-squared sebesar 5,462107 dan Probability Obs*R-squared sebesar 0,7923. Nilai ini menyatakan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi heteroskedastisitas karena melebihi nilai signifikan 0,05. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa data ini tidak terhadi Heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. 0,067678 0,009089 0,436960 69,88187 -218,1146 1,155136 0,283460 Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 1,47E-17 0,438959 1,241614 1,485684 1,338364 1,990979 Berdasarkan hasil Tabel diatas, nilai DurbinAeWatson sebesar 1,990979. Nilai DurbinAe Watson tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai batas bawah (DL) sebesar 1,828 dan batas atas (DU) sebesar 1,856 pada tingkat signifikansi 5 persen dengan jumlah sampel 390 dan tiga variabel independen. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa nilai DurbinAeWatson berada di antara DU dan 4OeDU, yaitu 1,856 < 1,990979 < 2,144. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami autokorelasi, baik positif maupun negatif. Uji Regresi Data Panel Variable X1_COMIDP X2_SPEC Coefficient -1,003827 0,543174 -0,457741 Std. Error 0,194388 0,433692 14,15491 t-Statistic -5,164040 1,252442 -0,032338 Prob. 0,0000 0,2114 0,9742 ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Variable X3_PRUDENCE Coefficient 1,065854 Std. Error 0,161178 t-Statistic 6,612917 Prob. 0,0000 Real Earning Management (Y) = -1,003827 0,543174 (COMIDP) Ae 0,457741 (SPEC) 1,065854 (PRUDENCE) A Berdasarkan hasil estimasi regresi, nilai konstanta sebesar Oe1,003827 menunjukkan bahwa real earning management bernilai Oe1,003827 ketika seluruh variabel independen berada dalam kondisi konstan. Koefisien regresi dewan komisaris independen sebesar 0,543174 mengindikasikan bahwa peningkatan satu satuan pada variabel tersebut akan meningkatkan real earning management sebesar 0,543174 satuan, dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Sementara itu, koefisien kualitas audit bernilai Oe0,457741 yang berarti bahwa peningkatan kualitas audit sebesar satu satuan cenderung menurunkan real earning management sebesar 0,457741 satuan. Selain itu, koefisien prudence sebesar 1,065854 menunjukkan bahwa peningkatan prudence satu satuan akan diikuti oleh kenaikan real earning management sebesar 1,065854 satuan, dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Uji Hipotesis Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) F-statistic Prob(F-statisti. 19,81955 0,000000 Durbin-Watson stat 1,407721 Berdasarkan hasil Tabel diatas, nilai Fhitung sebesar 19,81955 dengan probabilitas 0,000000. Nilai tersebut lebih besar daripada Ftabel sebesar 2,37 pada tingkat signifikansi 0,05, serta memiliki nilai probabilitas yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima, yang menunjukkan bahwa secara simultan dewan komisaris independen, kualitas audit, dan prudence berpengaruh signifikan terhadap real earning management. Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik . Variable X1_COMIDP X2_SPEC X3_PRUDENCE Coefficient -1,003827 0,543174 -0,457741 1,065854 Std. Error 0,194388 0,433692 14,15491 0,161178 t-Statistic -5,164040 1,252442 -0,032338 6,612917 Prob. 0,0000 0,2114 0,9742 0,0000 Berdasarkan hasil pengujian parsial . diperoleh hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel dewan komisaris independen memiliki nilai thitung sebesar 1,252442 dengan probabilitas 0,2114 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap real earning management. Selanjutnya, variabel kualitas audit memiliki nilai thitung sebesar Oe0,032338 dengan probabilitas 0,9742 > 0,05, sehingga kualitas audit tidak berpengaruh terhadap real earning Sementara itu, variabel prudence menunjukkan nilai thitung sebesar 6,612917 dengan probabilitas 0,0000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prudence berpengaruh positif dan signifikan terhadap real earning Uji Koefisien Determinasi (Uji R. R-squared Adjusted R-squared 0,836902 0,394676 Mean dependent var dependent var -0,667246 1,007340 Berdasarkan hasul tabel diatas, nilai adjusted R-squared adalah 0,394676. Kondisi ini menjukkan presentase pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. (Y) adalah sebesar 39,46% yang artinya Dewan Komisaris Independen. Kualitas Audit, dan Prudence hanya memiliki proporsi pengaruh terhadap perubahan yang terjadi pada Real Earning Management sebesar 39,46% dan sisahnya 60,54% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Analisis Regresi Moderasi Uji Regresi Data Panel Moderasi Real Earning Management (Y) = -0,987285 0,508515 (COMIDP) - 5,083420 (SPEC) 1,587225 (PRUDENCE) - 0,065476 (COMIDPyZ) 5,416812 (SPECyZ) - 0,165828 (PRUDENCEyZ) A Berdasarkan hasil estimasi regresi dengan variabel moderasi asimetri informasi, nilai konstanta sebesar Oe0,987285 menunjukkan bahwa real earning management bernilai Oe0,987285 ketika seluruh variabel independen berada dalam kondisi konstan. Variabel dewan komisaris independen dan prudence masing-masing memiliki koefisien positif sebesar 0,508515 dan 1,587225, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pada kedua variabel tersebut cenderung meningkatkan real earning management, sedangkan kualitas audit memiliki koefisien negatif sebesar Oe5,083420 yang menunjukkan kecenderungan penurunan real earning management seiring peningkatan kualitas audit. Selanjutnya, hasil interaksi dengan asimetri informasi menunjukkan bahwa moderasi terhadap dewan komisaris independen dan prudence memiliki koefisien negatif, sehingga asimetri informasi memperlemah pengaruh kedua variabel tersebut terhadap real earning management. Sebaliknya, interaksi antara kualitas audit dan asimetri informasi memiliki koefisien positif, yang mengindikasikan bahwa asimetri informasi memperkuat pengaruh kualitas audit terhadap real earning Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) MRA F-statistic Prob(F-statisti. 21,29045 0,000000 Durbin-Watson stat 1,633016 Berdasarkan hasil Tabel diatas, nilai Fhitung sebesar 21,29045 dengan probabilitas 0,000000, yang lebih besar dari Ftabel sebesar 2,37 pada tingkat signifikansi 5 persen serta memiliki nilai probabilitas di bawah 0,05. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima, yang menunjukkan bahwa secara simultan dewan komisaris independen, kualitas audit, dan prudence yang dimoderasi oleh asimetri informasi berpengaruh signifikan terhadap real earning management. Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik . MRA Variable X1_COMIDP X2_SPEC X3_PRUDENCE X1_Z X2_Z X3_Z Coefficient -0,987285 0,508515 -0,065476 -0,165828 Std. Error 0,188131 0,423831 0,186089 0,054015 0,033370 t-Statistic 1,199806 -0,328913 0,883675 Prob. 0,0000 0,2311 0,7424 0,0000 0,2264 0,3776 0,0000 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis parsial . dengan tingkat signifikansi 5 persen tabel = 1,. , diperoleh bahwa dewan komisaris independen dan kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap real earning management, baik secara langsung maupun ketika dimoderasi oleh asimetri informasi, karena seluruh nilai thitung lebih kecil ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. dari ttabel dan memiliki probabilitas di atas 0,05. Sebaliknya, variabel prudence terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap real earning management, yang ditunjukkan oleh nilai thitung yang lebih besar dari ttabel dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Namun, ketika dimoderasi oleh asimetri informasi, prudence justru menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap real earning management. Koefisien Determinasi Moderasi (R. MRA R-squared Adjusted R-squared 0,852395 0,412359 Mean dependent var dependent var -0,667246 1,007340 Berdasarkan hasil Tabel diatas, nilai adjusted R-squared sebesar 0,412359 menunjukkan bahwa dewan komisaris independen, kualitas audit, dan prudence yang dimoderasi oleh asimetri informasi mampu menjelaskan sebesar 41,23 persen variasi real earning management, sedangkan 58,77 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model Setelah memasukkan asimetri informasi sebagai variabel moderasi, terjadi peningkatan nilai adjusted R-squared dari 0,394676 menjadi 0,412359 atau sebesar 1,7 Peningkatan yang relatif kecil ini mengindikasikan bahwa asimetri informasi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan terjadinya real earning SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dewan komisaris independen, kualitas audit, dan prudence terhadap real earnings management dengan asimetri informasi sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor basic materials di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris independen dan kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap real earnings management, yang menunjukkan bahwa keduanya belum memiliki peran yang signifikan dalam membatasi praktik real earnings management, dimana mekanisme pengawasan internal dan eksternal tersebut belum berjalan secara efektif dalam menekan manipulasi laba berbasis aktivitas riil. Sebaliknya, prudence terbukti berpengaruh signifikan terhadap real earnings management, yang menunjukkan bahwa prudence berperan penting dalam memengaruhi real earnings management, dimana penerapan prinsip kehatihatian akuntansi justru diikuti oleh meningkatnya kecenderungan manajemen melakukan pengelolaan laba melalui keputusan operasional. Kemudian, asimetri informasi terbukti memperkuat hubungan antara prudence dan real earnings management, yang menunjukkan bahwa dalam kondisi ketimpangan informasi yang tinggi, konservatisme akuntansi dapat dimanfaatkan oleh manajemen untuk melakukan manipulasi laba secara lebih lebih fleksibel. Namun demikian, asimetri informasi tidak berperan dalam memoderasi hubungan antara dewan komisaris independen maupun kualitas audit dengan real earnings management, yang menunjukkan bahwa kesenjangan informasi belum menjadi faktor penentu dalam meningkatkan efektivitas kedua mekanisme pengawasan tersebut. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan sektor basic materials disarankan untuk tidak hanya mengandalkan keberadaan dewan komisaris independen dan kualitas audit secara formal, tetapi juga meningkatkan efektivitas pengawasan secara substantif melalui penguatan transparansi, pengendalian internal, dan kualitas pengungkapan informasi. Manajemen perlu menerapkan prinsip prudence secara seimbang agar tidak dimanfaatkan sebagai sarana pengelolaan laba riil yang berpotensi merugikan keberlanjutan perusahaan dalam jangka Bagi investor, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menilai risiko praktik real earnings management dengan memperhatikan tingkat konservatisme akuntansi dan kondisi asimetri informasi perusahaan. Sementara itu, penelitian selanjutnya ANALISIS DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN. KUALITAS AUDIT. DAN PRUDENCE TERHADAP REAL EARNING MANAGEMENT: ASIMETRI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Sultan Maulana Hakim1. Dian Widiyati2. Holiawati3 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. disarankan untuk memperluas cakupan sektor dan periode pengamatan, serta memasukkan variabel tata kelola dan karakteristik perusahaan lainnya agar mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai determinan real earnings management. DAFTAR PUSTAKA