JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA http://jktp. com/jktp/index VOLUME 07 NOMOR 01 JUNI 2024 ISSN 2654 - 5756 ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DENGAN SIKAP ETIS PERAWAT TERHADAP PASIEN THE RELATIONSHIP BETWEEN NURSE JOB SATISFACTION AND NURSE ETHICAL ATTITUDES TOWARDS PATIENS Ranti Damayanti . Diding Kelana Setiadi . Ria Inriyana Program Studi S1 Keperawatan. Universitas Pendidikan Indonesia Kamda Sumedang. Sumedang. Indonesia Abstrak Article history Received date: 8 April 2024 Revised date: 7 Juni 2024 Accepted date: 21 Juni 2024 *Corresponding author: Diding Kelana Setiadi. Program Studi S1 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia Kamda Sumedang. Sumedang. Indonesia, didingks@upi. Kepuasan kerja diduga dapat menentukan atau mendorong kinerja perawat ke arah yang baik atau sebaliknya. Salah satu yang termasuk ke dalam kinerja perawat adalah sikap etis perawat terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja perawat dengan sikap etis perawat terhadap pasien. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh perawat pelaksana di 11 ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang dengan jumlah sampel 160 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur kepuasan kerja dan sikap etis perawat terhadap pasien dengan bentuk google form. Hasil penelitian menunjukkan 94,37% responden memiliki tingkat kepuasan kerja tinggi. Sebagian besar responden memiliki sikap etis yang baik terhadap pasien . ,00%). Hasil uji spearman correlation diperoleh nilai p= 0,001 dengan koefisien korelasi 0,677, yang berarti ada hubungan kuat dan memiliki arah positif antara kepuasan kerja perawat dengan sikap etis perawat terhadap pasien. Disarankan pihak rumah sakit untuk melakukan pengukuran kepuasan kerja perawat dan evaluasi untuk mempertahankan kepuasan kerja perawat tetap tinggi sehingga menunjukkan sikap yang positif. Kata Kunci: Kepuasan kerja, sikap etis, perawat Abstract Job satisfaction is believed to influence or drive nurse performance positively or One aspect of nurse performance is the ethical attitude of nurses towards This study aims to determine the relationship between nurse job satisfaction and the moral attitude of nurses toward patients. This is a quantitative study with a cross-sectional design. The study involved all implementing nurses in 11 inpatient wards of Sumedang Regional General Hospital, with a sample size of 160 respondents selected through simple random sampling. Data collection was conducted using a questionnaire to measure job satisfaction and the ethical attitude of nurses towards patients via Google Forms. The results showed that 94. 37% of respondents had high job satisfaction. Most respondents had a good ethical attitude towards patients . 00%). The Spearman correlation test results showed a p-value of 001 with a correlation coefficient of 0. 677, indicating a strong and positive relationship between nurse job satisfaction and the ethical attitude of nurses towards It is recommended that the hospital conduct regular measurements of nurse job satisfaction and evaluations to maintain high job satisfaction, thus fostering a positive attitude. Keywords: Job satisfaction. ethical attitudes. PENDAHULUAN Sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat baik sehat maupun sakit. Perawat memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan pelayanan keperawatan ini, terutama dalam memberikan asuhan keperawatan harus memiliki kualitas yang baik, untuk mencapai hal tersebut perawat harus mempunyai kemampuan sesuai dengan area yang menjadi tanggung jawabnya (Nurlina et , 2. Ranti Damayanti. Diding Kelana Setiadi. Ria Inriyana. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 46-50 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. Pelayanan keperawatan merupakan profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan, dalam hal ini memiliki pengertian bahwa profesi keperawatan lebih mendahulukan kepentingan kesehatan masyarakat dibandingkan dengan kepentingan sendiri (Ake, 2. Pelayanan keperawatan adalah pelayanan yang bersifat humanistik dengan pendekatan holistik berdasarkan ilmu keperawatan yang berpedoman kepada standar pelayanan keperawatan dan kode etik keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan (Ake, 2. Pada dasarnya dalam memberikan pelayanan keperawatan sebagai perawat professional, perawat wajib menjalankan kode etik keperawatan dengan sangat baik, berpegang teguh pada kode etik dan bertindak sesuai nilai moral profesi (Alfianto et al. , 2. Kode etik keperawatan sendiri merupakan pedoman yang membentuk perilaku etik serta menentukan keyakinan dan nilai yang harus diterima. Kode etik menjadi pedoman praktis dalam profesi keperawatan (Bijani et al. , 2. Tujuan kode etik adalah memberikan perlindungan kepada pemberi dan penerima keperawatan (Alfianto et al. , 2. Kode etik keperawatan memuat beberapa prinsip diantaranya, autonomy, non-malefience, beneficence, justice, confidenciality, fidelity, dan veracity (Kurniadi, 2. Sikap etis merupakan tindakan yang sejalan dengan nilai dan norma yang berlaku (Nur said, 2. Di Indonesia terjadi beberapa kasus pelanggaran kode etik keperawatan, seperti yang termuat pada penelitian Nengsih et al . bahwa telah terjadi kasus pelanggaran etik di RS Mitra Keluarga Kalideres karena kelalaian perawat. Pada penelitian Setiani . pun dijelaskan kasus pelanggaran kode etik keperawatan oleh oknum perawat kepada pasien bayi prematur, yang meregang nyawa setelah mendapat suntikan dari oknum perawat, disinyalir perawat dalam kasus ini tidak meminta persetujuan kepada pihak keluarga pasien untuk melakukan tindakan tersebut. Di samping itu, beberapa kasus pelanggaran kode etik juga terjadi di RSUD Sumedang. Menurut berita harian Tribun Jabar yang ditulis oleh Kiki Andriana per tanggal 04 Oktober 2023 masyarakat banyak mengeluhkan bahwa banyak perawat yang dinilai cuek dan judes kepada pasien (Andirana, 2. Hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya keluhan yang disampaikan pasien di halaman umum profil RSUD Sumedang. Informasi ini diambil dari halaman google reviews untuk RSUD Sumedang. Beberapa keluhan yang dikeluhkan adalah terkait sikap perawat yang dinilai tidak ramah, selain itu ada keluhan terkait kesalahan dalam menjahit luka menyebabkan pasien tersebut tidak mampu bergerak selamanya, ulasan yang lain menyebutkan bahwa beberapa oknum perawat berbicara dengan bahasa kasar kepada pasien, keluhan lain berisi bahwa perawat dan tenaga kesehatan lain mengabaikan pasien yang mengantri karena sedang melakukan perayaan ulang tahun, hal lain yang menjadi keluhan adalah adanya ketidakjelasan informasi, ada juga keluhan yang menyatakan bahwa ada janji yang dibatalkan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Fenomena ini dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satu faktor pemungkin yang melandasi kejadian pelanggaran kode etik atau fenomena oknum perawat tidak bersikap etis adalah ketidakpuasan kerja perawat. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan pada 2018 di Rumah Sakit Pertamina Amin Bandar Lampung dengan hasil bahwa kepuasan kerja perawat berhubungan dengan kinerja perawat. Kinerja perawat itu sendiri adalah kegiatan perawat dalam menjalankan sebaik-baiknya suatu wewenang, tugas serta tanggung jawabnya (Isnainy & Nugraha, 2. Teori yang mendukung terkait hal ini adalah teori yang dikemukakan oleh Frederick Herzberg yaitu teori dua faktor bagian motivasi hygiene, dalam teori ini dijelaskan bahwa faktor motivasi . inerja, prestasi yang didapatkan, peluang, pengakuan dari orang lain, serta tanggung jawa. menjadi faktor yang mendorong individu untuk mencapai kinerja yang baik (Herzberg, 1. Pada penelitian PorotuAoo et al . bahwa kepuasan kerja berhubungan dengan kinerja perawat, serta dalam penelitian Puspanegara et al . menyatakan bahwa peran manajerial atau supervisi berhubungan dengan etika perawat, lalu penelitian yang dilakukan oleh Ahmad et al . yang menganalisis gambaran pengetahuan dan sikap perawat tentang kode etik, lalu penelitian yang dilakukan oleh Makausi et al . yang menganalisis faktor yang berhubungan dengan penerapan etika yang didalamnya membahas terkait pengetahuan serta masa kerja perawat yang hasilnya tidak memiliki hubungan dengan penerapan etika. Hingga saat ini belum ada penelitian yang secara langsung meneliti terkait kepuasan kerja perawat dengan sikap etis perawat. Perbedaan variabel yang digunakan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kepuasan kerja dan sikap etis perawat terhadap pasien, dan diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi serta bahan evaluasi sebagai pengembangan kebijakan instansi kesehatan tempat penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja perawat dengan sikap etis perawat terhadap pasien. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang pada bulan Februari-Maret 2024. Populasi pada penelitian ini adalah perawat pelaksana pada 11 ruangan rawat inap yang berjumlah 160 perawat, dan sampel pada penelitian ini berjumlah 160 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kepuasan kerja perawat sebagai variabel bebas dan sikap etis perawat terhadap pasien sebagai variabel terikat. Pengukuran kepuasan kerja menggunakan instrumen Minnesota Satisfaction Questionnaire yang telah disadur pada penelitian Fikri et al . dan peneliti memiliki izin untuk menggunakan instrumen tersebut pada penelitian ini. Kuesioner kepuasan kerja ini terdiri dari 20 pernyataan mengenai indikator intrinsik dan ekstrinsik dengan 17 sub indikator mengenai kepuasan kerja seperti aktivitas, tanggung jawab, supervisi hubungan relasi. Ranti Damayanti. Diding Kelana Setiadi. Ria Inriyana. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 46-50 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. kompensasi, dan penghargaan. Hasil penilaian untuk kuesioner kepuasan kerja terdiri dari 3 kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Pengukuran sikap etis perawat menggunakan instrumen pada penelitian Ahmad et al . Kuesioner sikap etis perawat terdiri dari 24 pernyataan mengenai autonomy, non-malefience, beneficence, justice, confidenciality, fidelity, dan veracity. Hasil penilaian dibagi menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Teknik Analisa data pada penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi JASP dengan analisa univariat dan bivariat. Untuk uji statistik bivariat menggunakan spearman correlation. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga dengan nomor 01/EA/KEPK/2024. HASIL Tabel 1. Karakteristik responden Karakteristik Usia Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Masa kerja . Total Rata-rata: 35 Max- Min: 55-23 20,62 79,37 26,87 73,12 Tabel 1 menunjukkan perawat pelaksana ruang rawat inap rata-rata berusia 35 tahun. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan . ,37%). Mayoritas responden memiliki masa kerja > 5 tahun . ,12%). Tabel 2 menunjukkan kepuasan kerja perawat berada dalam kategori tinggi . ,37%) dan sikap etis perawat dalam kategori baik . ,00%). Hasil uji spearman correlation diperoleh nilai p= 0,001 dengan koefisien korelasi 0,677, yang berarti ada hubungan kuat dan memiliki arah positif antara kepuasan kerja perawat dengan sikap etis perawat terhadap pasien. Pada tabel 3 terdapat pernyataan dari dua item pertanyaan yang memiliki nilai rata-rata Nilai rata-rata 3,13 untuk kuesioner kepuasan kerja dan 3,88 untuk kuesioner sikap etis perawat. Tabel 2. Hubungan kepuasan kerja perawat dan sikap etis perawat terhadap pasien No. Variabel Kepuasan kerja perawat Tinggi Sedang Rendah Sikap etis perawat terhadap Baik Cukup Kurang Total Nilai p Spearman's rho Max Min Mean 94,37 5,62 0,01 0,677 9,37 0,63 90,24 Tabel 3. Nilai terrendah pada kuesioner kepuasan kerja dan sikap etis No. Pernyataan Gaji dan jumlah pekerjaan yang saya Tuntutan perawat bersikap baik tidak Max Min Mean 3,13 62,62 3,88 77,62 PEMBAHASAN Kepuasan kerja merupakan perasaan positif terkait pekerjaan seorang individu berdasarkan hasil dari evaluasi karakteristiknya (Wijaya, 2. Seorang individu yang memiliki tingkat kepuasan kerja tinggi akan memiliki perasaan positif terhadap pekerjaanya, sedangkan seseorang yang tidak puas terhadap pekerjaanya akan memiliki perasaan negatif tentang pekerjaanya. Kepuasan kerja perawat didapatkan nilai terendah pada Ranti Damayanti. Diding Kelana Setiadi. Ria Inriyana. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 46-50 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. pernyataan terkait gaji dan jumlah pekerjaan yang dilakukan dengan nilai rata-rata 3,13 . ,62%). Rata-rata responden merasa puas dengan pekerjaanya, akan tetapi merasa kurang puas terhadap gaji yang didapatkannya hal ini dibuktikan dengan hasil rendahnya nilai untuk pernyataan terkait gaji. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Budhiana et al. , . bahwa sebagian besar responden merasa cukup puas dan sebagian kecilnya merasa tidak puas dan hal ini salah satunya dipengaruhi oleh gaji. Gaji sendiri merupakan bentuk penghargaan yang diterima perawat dalam bentuk uang (Anita Sahputri et al. , 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Isnainy & Nugraha . menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara reward dengan kinerja perawat. Peneliti dapat menarik kesimpulan apabila gaji yang diberikan dirasakan puas oleh perawat maka kepuasan terhadap pekerjaanya akan semakin tinggi, dan kinerjanya semakin baik khususnya sikap etis perawat terhadap pasien. Sebagian besar responden memiliki sikap etis yang baik terhadap pasien. Sikap etis sendiri merupakan tingkah laku seorang individu yang dapat memahami serta mengenali sebuah perilaku yang sejalan dengan kode etik, dan mampu melakukan tindakan konsisten berdasarkan nilai dan norma (Nur said, 2. Hasil penelitian ini diperkuat dengan hasil survei yang diperoleh peneliti dari pihak RSUD Sumedang. Survei dilakukan oleh pihak RSUD Sumedang kepada setiap pasien yang pulang, survei ini adalah program SOMEAH . alam senyum, profesional, mutu, empati, agamis, humani. , survey ini berisi 17 pernyataan yang meliputi aspek salam senyum, profesional, mutu, empati, agamis, dan humanis. Pernyataan-pernyataan dalam survey ini serupa dengan kuesioner yang digunakan untuk mengukur sikap etis perawat. Adapun hasil dari survei SOMEAH ini memiliki nilai rata-rata 92,49% yaitu baik khususnya pada instalasi rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kuat dan memiliki arah positif antara kepuasan kerja perawat dengan sikap etis perawat terhadap pasien. Hal ini memiliki arti semakin tinggi tingkat kepuasan seorang perawat terhadap pekerjaanya, semakin baik pula sikap etisnya terhadap pasien. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah tingkat kepuasan perawat terhadap pekerjaanya akan kurang pula sikap etisnya terhadap pasien. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Puspanegara et al . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara peran manajer dengan etika perawat pelaksana dengan hubungan yang signifikan, hal ini memiliki kesesuaian karena manajer termasuk ke dalam salah satu indikator eksternal kepuasan kerja. Hal ini juga perkuat oleh penelitian Nasution & Hasibuan . dimana terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat yang akan mendorong kinerja yang maksimal dan unggul, yang dimana gaya kepemimpinan merupakan salah satu indikator kepuasan kerja perawat pada poin supervisi hubungan relasi. Hal ini juga diperkuat dengan penelitian Syafrizal et al . yang mengemukakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja perawat dengan kinerja perawat. Sikap etis perawat sendiri secara tersirat termasuk ke dalam indikator kinerja perawat yang dimana kinerja perawat adalah adalah kegiatan perawat dalam menjalankan sebaik-baiknya suatu wewenang, tugas serta tanggung jawabnya (Isnainy & Nugraha, 2. Seorang individu yang memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap pekerjaanya akan menunjukkan sikap positif dan begitu sebaliknya, ketika seorang individu memiliki tingkat kepuasan yang rendah akan menunjukkan sikap negatif terhadap pekerjaanya (Sirait et al. , 2. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan teori tentang kepuasan kerja yang dikemukakan oleh Fredick Herzberg yang bernama teori dua faktor, asumsi dari teori ini adalah kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja itu bersumber dari faktor yang bertolak belakang. Faktor yang mendukung kepuasan kerja disebut motivasi. Sedangkan faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja disebut hygiens (Wiliandari, 2. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan kepada pengambil keputusan di institusi kesehatan dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat yang dapat menentukan sikap etisnya sebagai pengembangan kebijakan dan strategi manajerial, serta dapat menjadi sumber informasi yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk pembuatan kebijakan terkait etik keperawatan dan perbaikan etik keperawatan dalam memberikan pelayanan Pada penelitian ini terdapat keterbatasan pengambilan data yang dilakukan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form sehingga mungkin dapat menyebabkan terjadinya kurang pemahaman dan ketidaksesuaian responden dalam mengisi kuesioner. KESIMPULAN Pada penelitian ini mayoritas responden memiliki kepuasan kerja tinggi dan mayoritas responden memiliki sikap etis yang baik terhadap pasien. Terdapat hubungan yang kuat dan memiliki arah positif diantara dua variabel Semakin tinggi tingkat kepuasan seorang perawat terhadap pekerjaanya, semakin baik pula sikap etisnya terhadap pasien, dan begitu sebaliknya. Direkomendasikan kepada pihak instansi untuk memperbaiki kebijakan terutama pada hal gaji untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan kerja perawat yang nantinya akan berdampak pada sikap etis perawat terhadap pasien. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti ucapkan terima kasih banyak kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang yang telah memberikan dukungan dan perizinan sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan. Ranti Damayanti. Diding Kelana Setiadi. Ria Inriyana. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 46-50 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. REFERENSI