Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM). November, 2025 Vol. , 148-153, 10. 51213/jmm. ISSN 2654-881X (Prin. dan ISSN 2654-9174 (Onlin. Available Online at jmm. Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja di Desa Klaseman Tri Cahyanti1,Uswatun Hasanah2. Mohammad Iskak Elly3. Ludfi Arya Wardana4. Misdiyanto5. Nurul Saila6 Universitas Panca Marga uswatun@upm. Article History: Received : 25 Ae 08 Ae 2025 Revised : 11 Ae 11 Ae 2025 Accepted : 13 Ae 11 Ae 2025 Publish : 13 Ae 11 Ae 2025 Kata Kunci: Keywords: socialization. Abstrak: Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu ancaman serius bagi generasi muda yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Remaja berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan. Rasa ingin tahu yang tinggi menjadi salah satu faktor remaja terjerumus dengan Remaja, sebagai kelompok usia yang rentan, perlu mendapatkan edukasi yang tepat agar mampu memahami dan menghindari bahaya narkoba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Desa Klaseman. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif. Peserta kegiatan adalah remaja desa berjumlah 20 remaja yang terlibat secara aktif dalam tanya jawab serta deklarasi komitmen anti narkoba. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 70% terkait jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan, serta konsekuensi hukum yang ditimbulkan. Selain itu, remaja menunjukkan sikap positif dengan berkomitmen menjauhi narkoba dan berperan sebagai agen perubahan di , setelah dilakukan kegiatan sosialisasi tersebut remaja di desa Klaseman sadar dan berkomitmen untuk menjauhi narkoba, data tersebut diperoleh dari wawancara peserta sosialisasi. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam upaya membangun Desa Klaseman yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba. Abstract: Drug abuse is a serious threat to the younger generation that can impact their physical and mental health, and their future. Adolescents are in a developmental phase that is vulnerable to environmental and social influences. High curiosity is one of the factors that teenagers fall into drugs. Adolescents, as a vulnerable age group, need to receive proper education to be able to understand and avoid the dangers of This community service activity aims to provide socialization regarding drug abuse among teenagers in Klaseman Village. The methods used include counseling and interactive discussions. Participants in the activity were 20 village teenagers who were actively involved in questions and answers and declarations of commitment to anti-drugs. The results of the activity showed a 70% increase in participant knowledge regarding the types of drugs, health impacts, and Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. legal consequences. In addition, teenagers showed a positive attitude by committing to stay away from drugs and acting as agents of change in their environment. After the socialization activity, teenagers in Klaseman Village were aware and committed to staying away from drugs, the data was obtained from interviews with socialization participants. Thus, this socialization activity is expected to be a preventive measure in efforts to build a healthy, productive and drug-free Klaseman Village. Pendahuluan Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Narkoba, atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, tidak hanya menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, melainkan juga mengancam ketahanan sosial, keamanan, serta masa depan generasi penerus bangsa. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih cukup tinggi, dengan tren peningkatan keterlibatan usia remaja dan pelajar. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat remaja berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan. Remaja seringkali memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, keinginan untuk mencoba hal baru, serta kecenderungan untuk mengikuti kelompok sebaya. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan narkoba, terutama ketika kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai bahaya narkoba masih terjadi. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba meliputi kerusakan organ tubuh, gangguan fungsi otak, penurunan prestasi belajar, hingga terjerat masalah hukum . Jika kondisi ini dibiarkan, maka akan mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penyalahgunaan narkoba berdampak buruk pada kesehatan, prestasi akademik, dan perilaku sosial remaja . Pencegahan melalui kegiatan sosialisasi merupakan strategi yang terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan membangun sikap menolak narkoba sejak dini . Desa Klaseman sebagai salah satu desa berkembang juga tidak terlepas dari potensi permasalahan ini. Perubahan gaya hidup, akses informasi yang semakin terbuka, serta dinamika sosial masyarakat menjadi faktor yang memungkinkan remaja terpapar penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil wawancara dengan perangkat desa, bahwa di salah satu dusun di desa Klaseman terjadi kasus penyalahgunaan obat yang dilakukan oleh Oleh karena itu, diperlukan langkah preventif berupa sosialisasi dan edukasi yang tepat sasaran agar remaja memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun hukum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan menanamkan sikap preventif terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Desa Klaseman. Melalui pendekatan penyuluhan, diskusi interaktif, serta media edukasi, diharapkan remaja tidak hanya memahami dampak narkoba tetapi juga mampu menolak ajakan dan berkomitmen menjaga diri serta lingkungannya dari bahaya narkoba. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan remaja Desa Klaseman dapat menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berkontribusi positif dalam pembangunan desa, sekaligus menjadi agen perubahan dalam mengkampanyekan gerakan anti narkoba di Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Metode Pelaksanaan Sebelum melaksanakan sosialisasi tim pengabdi melakukan observasi dan wawancara pada perangkat desa setempat. Dari hasil wawancara disimpulkan bahwa tema tentang bahaya penyalahgunaan narkoba penting untuk dilakukan. Sehubungan penyalahgunaan narkoba yang terjadi di desa tersebut adalah remaja . -19 tahu. maka peserta sosialisasi tersebut remaja Desa Klaseman. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tetapi masih perlu diperkuat pada tahap internalisasi nilai dan perubahan perilaku jangka panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fenomena yang terjadi di lapangan yaitu berdasarkan wawancara dengan Sekretaris Desa Klaseman. Melalui metode ini, proses sosialisasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Desa Klaseman dideskripsikan berdasarkan hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat pemahaman remaja sebelum dan sesudah sosialisasi, serta respon mereka terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, metode ini mampu menampilkan realitas secara apa adanya sekaligus memberikan dasar evaluasi terhadap efektivitas kegiatan yang dilaksanakan. Hasil dan Pembahasan Gambar 1. Foto Kegiatan Sosialisasi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci kondisi, pengalaman, dan persepsi remaja terkait penyalahgunaan narkoba sebelum, selama, dan setelah sosialisasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada hari libur dikarenakan peserta sosialisasi tersebut adalah remaja. Kegiatan sosialisasi melibatkan 20 remaja berusia 15Ae19 tahun dari berbagai sekolah dan komunitas pemuda di Desa Klaseman. Hasil observasi dan wawancara awal tanya jawab menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang terbatas tentang jenis-jenis narkoba, risiko penyalahgunaan, dan cara pencegahan. Beberapa remaja bahkan mengaku menerima informasi yang salah dari teman sebaya atau media sosial, sehingga Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. terdapat potensi perilaku berisiko. Melalui kegiatan sosialisasi, peserta menerima informasi dari narasumber ahli dari Kapolsek Gending. Dosen Hukum Universitas Panca Marga dan tokoh masyarakat yang disampaikan dengan metode interaktif, yaitu pemaparan materi, dan sesi diskusi tanya jawab. Analisis data kualitatif menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai: . Jenis narkoba yang sering beredar di kalangan remaja, seperti sabu-sabu, ganja, dan ekstasi, . Dampak negatif penggunaan narkoba terhadap kesehatan, psikologis, pendidikan, dan hubungan sosial, . Strategi pencegahan dan cara menolak tawaran narkoba secara efektif. Gambar 2. Foto Kegiatan Penyuluhan Hasil observasi partisipatif dan catatan diskusi menunjukkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi, remaja mulai menunjukkan perubahan sikap positif. Sebagian besar peserta lebih terbuka untuk berdiskusi tentang narkoba, menunjukkan kesadaran kritis terhadap lingkungan, dan menyatakan komitmen untuk menolak narkoba serta menyebarkan informasi positif kepada teman sebaya. Sosialisasi tentang narokba pada kalangan remaja sangat penting dilakukan . Analisis secara kualitatif menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan partisipatif sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja tentang bahaya narkoba. Hal tersebut juga selaras dengan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang dilakukan di daerah lain . Beberapa faktor yang berkontribusi pada keberhasilan sosialisasi antara lain: Narasumber Berkompeten: Materi disampaikan oleh pihak Kapolsek Gending. Dosen Uiversitas Panca Marga Probolinggo dan tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman nyata, sehingga informasi menjadi lebih valid, relevan, dan dapat dipercaya oleh remaja. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Metode Partisipatif: Diskusi kelompok, tanya jawab yang mendorong peserta untuk aktif menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman, yang membuat pengetahuan lebih mudah diinternalisasi. Dukungan Lingkungan: Keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat memberikan penguatan pesan yang diterima remaja, sehingga mereka lebih termotivasi untuk menjaga perilaku positif. Secara keseluruhan, penggunaan metode kualitatif deskriptif memungkinkan penulis untuk menggambarkan secara mendetail proses, pengalaman, dan perubahan yang dialami Kegiatan penyuluhan bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar kepada remaja tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta cara mencegahnya melalui edukasi langsung dan media interaktif. Materi pada penyuluhan tersebut adalah : jenis-jenis narkoba dan bentuk penyalahgunaannya, dampak narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, sanksi hukum bagi pengguna dan pengedar narkoba. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dengan metode ceramah interaktif dengan media presentasi. Kegiatan tersebut diikuli oleh 20 remaja desa Klaseman, hasil kegiatan penyuluhan yaitu menjadi peningkatan pengetahuan sebesar 70% yaitu dimana peserta dapat menyebutkan minimal 3 dampak negatif bahaya narkoba. Kegiatan diskusi bertujuan untuk menggali pendapat, sikap, dan pengalaman remaja terkait penyalahgunaan narkoba, serta menganalisis persepsi mereka terhadap upaya pencegahan di lingkungan sekitar. Topik diskusi adalah faktor penyebab remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, upaya apa yang dapat dilakukan remaja untuk mencegah narkoba di lingkungannya, bagaimana peran teman sebaya dan keluarga dalam membantu menjauhi narkoba. Data tersebut diperoleh dari sikap, partisipasi, dan argumentasi peserta saat diskusi. Analisis dari kegiatan diskusi tersebut adalah remaja di desa Klaseman menunjukkan kesadaran sosial tinggi dan memahami bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tanggung jawab pribadi tetapi juga kelompok, diskusi mengungkap adanya kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan, meskipun paham bahaya narkoba serta beberapa peserta mengaku masih punya teman yang mencoba hal berisiko. Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi penyalahgunaan narkoba di Desa Klaseman efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen remaja untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Dengan mengadakan sosialisasi tentang narkoba diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba pada kalangan remaja . Kesimpulan Berdasarkan hasil sosialisasi dan analisis data kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa Peningkatan Pengetahuan: Sosialisasi efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai jenis-jenis narkoba, dampak negatif, risiko penyalahgunaan, dan strategi Perubahan Sikap dan Kesadaran: Setelah mengikuti sosialisasi, remaja menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif terhadap narkoba. Efektivitas Metode Partisipatif: Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan kesadaran remaja. Pentingnya Dukungan Lingkungan: Keterlibatan narasumber berkompeten, orang tua, dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting yang memperkuat efektivitas sosialisasi. Secara keseluruhan, sosialisasi penyalahgunaan narkoba di Desa Klaseman berhasil memberikan pemahaman, membentuk sikap positif, dan meningkatkan komitmen remaja untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Upaya berkelanjutan melalui program Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. pendidikan, mentoring, dan dukungan komunitas sangat diperlukan agar dampak positif ini tetap terjaga dalam jangka panjang. Pengakuan/Acknowledgements Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak kepala Desa Klaseman. Perangkat desa Klaseman, tokoh masyakat, warga desa Klaseman dan seluruh pihak yang terlibat dan mendukung kegiatan sosialiasasi ini. Daftar Pustaka