Jurnal Cybertech Vol. No . Maret 2019, pp P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 AuImplementasi Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Penyakit Anthracnose pada Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Metode Algoritma Nearest NeighborAy Raja Harahap*. Zunaidi **. Tugiono ** * Program StudiSistemInformasi. STMIK Triguna Dharma ** Program StudiSistemInformasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article History: Keyword: Sistem Pakar. Kelapa Sawit. Anthracnose. Nearest Neighbor ABSTRACT Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya tarik tersendiri di masyarakat. Penanaman suatu komoditas pertanian secara luas dan monokultur sangat berpeluang terserangnya penyakit pada tanaman kelapa sawit. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah penyakit Anthracnose. Penyakit Anthracnose sendiri sebenarnya merupakan sekumpulan nama penyakit atau infeksi pada daun bibit-bibit muda. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan suatu informasi yang akurat untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut, salah satu informasi yang dapat dilakukan adalah dengan membangun aplikasi berbasis komputerisasi seperti sistem pakar. Dalam klasifikasi identifikasi terdapat beberapa metode, yaitu salah satunya metode nearest neighbor. Nearest neighbor adalah pendekatan untuk mencari kasus dengan menghitung kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat membantu para pengguna, khususnya petani dalam mengidentifikasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit. Sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kematian bibit kelapa sawit dan juga dapat meningkatkan produksi kelapa Copyright A 2020STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author : Nama :Raja Harahap Kantor :STMIK Triguna Dharma Program Studi:SistemInformasi E-Mail : raja. harahap1101@gmail. PENDAHULUAN Tanaman kelapa sawit sejatinya bukan tanaman asli Indonesia, tanaman ini berasal dari Afrika yang dibawa orang Belanda pada tahun 1848 kemudian di tanam di kebun raya Bogor. Karena tanaman ini tumbuh subur, maka pada tahun 1910 tanaman ini mulai di tanam secara komersial di Sumatera. Kelapa sawit adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Kelapa sawit adalah tanaman yang hampir semua bagian dari tanaman kelapa sawit bisa di manfaatkan seperti buah bisa menghasilkan minyak, sabun, dan produksi lainnya yang bernilai jual tinggi, sehingga banyak para petani atau pengusaha beralih menanan kelapa sawit . Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya tarik tersendiri di masyarakat. Saat ini perkebunan kelapa sawit di Indonesia berkembang sangat pesat. Kelapa sawit tumbuh dan dibudidayakan hampir di seluruh nusantara. Baik itu milik perseorangan atau milik perusahaan. Tanaman ini mengandung banyak khasiat membuat permintaan kelapa sawit menjadi terus meningkat . Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia. Di Indonesia penyebarannya khususnya di daerah Kalimantan barat. Kalimantan tengah,dan Kalimantan timur. Penanaman suatu komoditas pertanian secara luas dan monokultur sangat berpeluang terserangnya penyakit pada tanaman kelapa sawit. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah penyakit Anthracnose. Penyakit Anthracnose merupakan penyakit busuk daun yang umumnya Jurnal CyberTech ISSN : 2615-3475 menyerang bibit kelapa sawit yang masih muda. Penyakit Anthracnose sendiri sebenarnya merupakan sekumpulan nama penyakit atau infeksi pada daun bibit-bibit muda. Untuk mengatasi masalah tersebut pada umumnya petani melakukan pengendalian secara konvensional dengan pestisida, namun cara tersebut akan menimbulkan banyak masalah lain seperti produksi buah sawit akan menurun, kwalitas buah akan menurun, pencemaran dan turunnya harga kelapa sawit. KAJIAN PUSTAKA 1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah salah satu cabang dari Artificial Intelligence yang membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli dibidangnya. Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan tehnik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut Sistem pakar memberikan nilai tambah pada teknologi untuk membantu dalam menangani era informasi yang semakin canggih. 2 Tanaman Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor pertanian umumnya, dan sektor perkebunan khususnya. Hal ini disebabkan karena dari sekian banyak tananam yang menghasilkan minyak atau lemak, kelapa sawit yang menghasilkan nilai ekonomi terbesar per hektarnya di dunia. 3 Algoritma Nearest Neighbor Algoritma nearest neigbor merupakan pendekatan untuk mencari kasus dengan kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama, yaitu berdasarkan pada kecocokan bobot sejumlah fitur yang ada. Metode ini mencari jarak terhadap tujuan dari data yang telah disimpan sebelumnya. Setelah didapatkan jaraknya kemudian dicari jarak terdekat. Jarak terdekat tersebut yang digunakan untuk mencari identitas tujuan. yea Oc yeN. ecyeO yeeyeO )O yeoyeO yeO=ya Similarity. = yeoyeO Adapun rumus yang digunakan dalam perhitungan kedekatan . adalah sebagai berikut: Keterangan: : kasus baru : kasus yang ada dalam penyimpanan : jumlah atribut dalam masing-masing kasus : atribut individu antara 1 sampai dengan n : fungsi similarity atribut i antara kasus p dan kasus q : bobot yang diberikan pada atribut ke i Nilai kedekatan biasanya berada pada nilai antara 0 sampai dengan 1. Nilai 0 artinya kedua kasus mutlak tidak mirip, sebaliknya untuk nilai 1 kasus mirip dengan mutlak. Berikut ini adalah langkah-langkah dari metode nearest neigbor, yaitu: Menentukan sumber pengetahuan mengenai penyakit tanaman kelapa sawit. Menentukan mesin inferensi penyakit tanaman kelapa sawit. Menentukan proses perhitungan metode nearest neighboor. Adapun langkah-langkah pada proses perhitungan yaitu: Menghitung nilai kedekatan atribut kondisi kasus baru dengan kasus lama Melakukan rekapitulasi nilai kedekatan METODOLOGI PENELITIAN 1 Metode Penelitian Berikut metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Data Collecting (Teknik Pengumpulan Dat. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan tinjauan langsung ke tempat studi kasus dimana akan di lakukan penelitian. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian di Kecamatan Halonggonan Kabupaten Padang Lawas Utara. Berikut ini adalah data yang diperoleh dari hasil observasi di Kecamatan Halonggonan Kabupaten Padang Lawas Utara. Jurnal Cybertech ISSN : 2615-3475 Studi Of Literature (Studi Kepustakaa. Studi literatur atau kepustakaan merupakan salah satu elemen yang mendukung sebagai landasan teoritis peneliti dalam mengkaji masalah yang dibahas. Dalam hal ini, peneliti menggunakan beberapa sumber kepustakaan diantaranya yaitu jurnal internasional, jurnal nasional, jurnal lokal, buku dan sumbersumber lainnya sebagai sumber referensi. Berikut adalah data yang di dapatkan dari Rumah Sakit Umum Sundari Medan berupa hasil wawancara dan dokumentasi perusahaan : Tabel 3. 1 Data Gejala Penyakit Anthracnose No. Kode Gejala G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 Mengalami pembusukan Mengeluarkan aroma tidak sedap Mengandung massa bakteri putih berlendir Pupus mudah dicabut Tandan bagian bawah busuk Tandan muda terinfeksi jamur malsmiun palmivorus G21 Miselium dan tubuh buah malasmiun palmivorus tumbuh pada tandan G22 Pelepah berwarna kemerahan Gejala Terdapat bercak bercak tua pada ujung dan tepi daun Warna cokelat dan hitam diantara tulang daun Daun menjadi kering dan berakhir dengan Kematian Bercak-bercak dikelilingi warna kuning yang merupakan batas antara bagian daun sehat dan yang terserang Menyerang bibit pada umur 2 bulan Terdapat bintik terang pada daun yang selanjutnya melebar dan menjadi kuning dan coklat gelap Bercak kadangkala memanjang sejajar tulang daun Pembusukan pada pangkal batang Daun menguning Anak daun dan pelepah mongering Akumulasi daun tombak Pelepah mengantung Tumbangnya pohon Pembusukan pada tengah atau atas pohon Jurnal CyberTech ISSN : 2615-3475 2 Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan suatu tahapan yang dilakukan sebelum melakukan proses identifikasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit. Flowchart Metode Penyelesaian Flowchart metode penyelesaian merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana prosedur yang sesungguhnya yang dilakukan oleh suatu metode. Menentukan sumber pengetahuan mengenai penyakit tanaman kelapa sawit dan gejala-gejala Pengetahuan dari seorang pakar yang akan dipindahkan kedalam sebuah sistem komputer terlebih dahulu harus dituangkan kedalam sebuah tabel sebagai media penyimpanan data pengetahuan yang nantinya akan menjadi sumber pengetahuan oleh komputer tersebut. Sumber data pengetahuan dari seorang pakar ini tentunya menjadi acuan dasar sistem dalam menentukan solusi proses perhitungannya. Berikut tabel pengetahuan yang akan digunakan dalam mengidentifikasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit adalah sebagai berikut : Tabel 3. 2 Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Kode Penyakit Penyakit No. P01 P02 P03 Busuk Daun (Anthracnos. Busuk Pangkal Batang (BPB) Busuk Tandan (M. Palmivoru. Berikut ini adalah data-data tanaman kelapa sawit yang pernah terserang penyakit. Adapun datanya adalah sebagai berikut: Tabel 3. 3 Contoh Data Kasus Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Alternatif Gejala Penyakit Tanaman 1 Tanaman 2 Tanaman 3 G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 G21 G22 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Jurnal Cybertech Penyakit Anthracnose Busuk Pangkal Batang Busuk Tandan Tabel 3. 4 Bobot Dari Setiap Gejala Gejala No. ISSN : 2615-3475 Bobot Terdapat bercak bercak tua pada ujung dan tepi daun Warna cokelat dan hitam diantara tulang daun Daun menjadi kering dan berakhir dengan Kematian Bercak-bercak dikelilingi warna kuning yang merupakan batas antara bagian daun sehat dan yang terserang Menyerang bibit pada umur 2 bulan Terdapat bintik terang pada daun yang selanjutnya melebar dan menjadi kuning dan coklat gelap Bercak kadangkala memanjang sejajar tulang daun Pembusukan pada pangkal batang Daun menguning Anak daun dan pelepah mongering Akumulasi daun tombak Pelepah mengantung Tumbangnya pohon Pembusukan pada tengah atau atas pohon Mengalami pembusukan Mengeluarkan aroma tidak sedap Mengandung massa bakteri putih berlendir Pupus mudah dicabut Tandan bagian bawah busuk Tandan muda terinfeksi jamur malsmiun palmivorus Miselium dan tubuh buah malasmiun palmivorus tumbuh pada tandan Pelepah berwarna kemerahan Untuk menentukan kasus pada tahap awal perlu untuk menentukan nilai kedekatan antara setiap nilai-nilai gejala. Berikut ini adalah kedekatan nilai-nilai untuk setiap gejala: Tabel 3. 5 Nilai Kedekatan Nilai 1 Nilai 2 Kedekatan Tidak Tidak Tidak Tidak Perhitungan Setelah menentukan basis pengetahuan melalui tabel diatas maka tahap selanjutnya menggunakan mesin inferensi dengan melakukan proses perhitungan dengan metode nearest neighboor. Didalam metode nearest neighboor terdapat istilah AuSimilarityAy atau kesamaan. Adapun rumus yang digunakan untuk identifikasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit adalah sebagai berikut : Similarity . = Oc ecyeO yeeyeO )O yeoyeO yeO=ya yeoyeO Jurnal CyberTech ISSN : 2615-3475 Keterangan: : kasus baru : kasus yang ada dalam penyimpanan : jumlah atribut dalam masing-masing kasus : atribut individu antara 1 sampai dengan n : fungsi similarity atribut i antara kasus p dan kasus q : bobot yang diberikan pada atribut ke i Tabel 3. 6 Data Contoh Kasus Baru Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Gejala Tanaman 4 G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 G21 G22 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Maka untuk meneyelsaikan masalah diatas, berikut ini penyelesaiannya: Menghitung Nilai Kedekatan Penyakit Kasus baru dengan Kasus No 1 Tabel 3. 7 Kedekatan Kasus Baru Dengan Kasus No 1 Nilai Nilai Gejala Tanaman 4 Tanaman 1 Kedekatan Gejala G01 G02 G03 Tidak G04 G05 Tidak G06 G07 G08 Tidak Tidak A6 Jurnal Cybertech ISSN : 2615-3475 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 G21 G22 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tabel 3. 8 Bobot Kasus 1 Bobot Nilai Gejala Terdapat bercak bercak tua pada ujung dan tepi daun Warna cokelat dan hitam diantara tulang daun Daun menjadi kering dan berakhir dengan Kematian Bercak-bercak dikelilingi warna kuning yang merupakan batas antara bagian daun sehat dan yang terserang Menyerang bibit pada umur 2 bulan Terdapat bintik terang pada daun yang selanjutnya melebar dan menjadi kuning dan coklat gelap Bercak kadangkala memanjang sejajar tulang daun Pembusukan pada pangkal batang Daun menguning Anak daun dan pelepah mongering Akumulasi daun tombak Pelepah mengantung Tumbangnya pohon Pembusukan pada tengah atau atas pohon Mengalami pembusukan Mengeluarkan aroma tidak sedap Mengandung massa bakteri putih berlendir Pupus mudah dicabut Tandan bagian bawah busuk Gejala Jurnal CyberTech ISSN : 2615-3475 Tandan muda terinfeksi jamur malsmiun palmivorus Miselium dan tubuh buah malasmiun palmivorus tumbuh pada tandan Pelepah berwarna kemerahan Hitung: Jarak = . 1*A) . 2*B) . 3*C) . 4*D) . 5*E) . 6*F) . 7*G) . 8*H) . 9*I) . 10*J) . 11*K) . 12*L) . 13*M) . 14*N) . 15*O) . 16*P) . 17*Q) . 18*R) . 19*S) . 20*T) . 21*U) . 22*V) / A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V = . *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. = 0. 8 0 0. 6 0 0. 8 0 0 0. 8 / 15. = 12. 8 / 15. = 0. Jadi. Similarity (Tanaman 4. Tanaman . = 0. Menghitung Nilai Kedekatan Penyakit Kasus baru dengan Kasus No 2 Tabel 3. 9 Kedekatan Kasus Baru Dengan Kasus No 2 Nilai Nilai Gejala Tanaman 4 Tanaman 2 Kedekatan Gejala G01 Tidak G02 Tidak G03 Tidak Tidak G04 Tidak G05 Tidak Tidak G06 Tidak G07 Tidak G08 Tidak G09 G10 Tidak G11 Tidak G12 Tidak G13 Tidak G14 Tidak G15 G16 G17 Tidak G18 Tidak G19 Tidak Tidak G20 Tidak Tidak G21 Tidak Tidak G22 Tidak Tidak Jurnal Cybertech ISSN : 2615-3475 Tabel 3. 10 Bobot Kasus 2 Bobot Nilai Gejala Terdapat bercak bercak tua pada ujung dan tepi daun Warna cokelat dan hitam diantara tulang daun Daun menjadi kering dan berakhir dengan Kematian Bercak-bercak dikelilingi warna kuning yang merupakan batas antara bagian daun sehat dan yang terserang Menyerang bibit pada umur 2 bulan Terdapat bintik terang pada daun yang selanjutnya melebar dan menjadi kuning dan coklat gelap Bercak kadangkala memanjang sejajar tulang daun Pembusukan pada pangkal batang Daun menguning Anak daun dan pelepah mongering Akumulasi daun tombak Pelepah mengantung Tumbangnya pohon Pembusukan pada tengah atau atas pohon Mengalami pembusukan Mengeluarkan aroma tidak sedap Mengandung massa bakteri putih berlendir Pupus mudah dicabut Tandan bagian bawah busuk Tandan muda terinfeksi jamur malsmiun palmivorus Miselium dan tubuh buah malasmiun palmivorus tumbuh pada tandan Pelepah berwarna kemerahan Gejala Hitung: Jarak = . 1*A) . 2*B) . 3*C) . 4*D) . 5*E) . 6*F) . 7*G) . 8*H) . 9*I) . 10*J) . 11*K) . 12*L) . 13*M) . 14*N) . 15*O) . 16*P) . 17*Q) . 18*R) . 19*S) . 20*T) . 21*U) . 22*V) / A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V = . *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. = 0 0 0. 8 0 0. 7 0 0 0 0. 6 0 0 0 0 0 0. 6 0 0 0. / 15. = 6. 6 / 15. = 0. Jadi. Similarity (Tanaman 4. Tanaman . = 0. Menghitung Nilai Kedekatan Penyakit Kasus baru dengan Kasus No 3 Tabel 3. 11 Kedekatan Kasus Baru Dengan Kasus No 3 Jurnal CyberTech A10 ISSN : 2615-3475 Gejala Tanaman 4 Tanaman 3 Nilai Kedekatan Nilai Gejala G01 Tidak G02 Tidak G03 Tidak Tidak G04 Tidak G05 Tidak Tidak G06 Tidak G07 Tidak G08 Tidak Tidak G09 G10 Tidak G11 Tidak Tidak G12 Tidak Tidak G13 Tidak Tidak G14 Tidak Tidak G15 Tidak G16 G17 Tidak G18 Tidak Tidak G19 Tidak G20 Tidak G21 Tidak G22 Tidak Tabel 3. 12 Bobot Kasus 3 Bobot Nilai Gejala Terdapat bercak bercak tua pada ujung dan tepi daun Warna cokelat dan hitam diantara tulang daun Daun menjadi kering dan berakhir dengan Kematian Bercak-bercak dikelilingi warna kuning yang merupakan batas antara bagian daun sehat dan yang terserang Menyerang bibit pada umur 2 bulan Terdapat bintik terang pada daun yang selanjutnya melebar dan menjadi kuning dan coklat gelap Bercak kadangkala memanjang sejajar tulang daun Gejala Jurnal Cybertech A11 ISSN : 2615-3475 Pembusukan pada pangkal batang Daun menguning Anak daun dan pelepah mongering Akumulasi daun tombak Pelepah mengantung Tumbangnya pohon Pembusukan pada tengah atau atas pohon Mengalami pembusukan Mengeluarkan aroma tidak sedap Mengandung massa bakteri putih berlendir Pupus mudah dicabut Tandan bagian bawah busuk Tandan muda terinfeksi jamur malsmiun palmivorus Miselium dan tubuh buah malasmiun palmivorus tumbuh pada tandan Pelepah berwarna kemerahan Hitung: Jarak = . 1*A) . 2*B) . 3*C) . 4*D) . 5*E) . 6*F) . 7*G) . 8*H) . 9*I) . 10*J) . 11*K) . 12*L) . 13*M) . 14*N) . 15*O) . 16*P) . 17*Q) . 18*R) . 19*S) . 20*T) . 21*U) . 22*V) / A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V = . *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. 6 ) . *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. = 0 0 0. 8 0 0. 7 0 0 0. 6 0 0. 8 0 0. 6 0 0. 7 0 0 0 0 / 15. = 7. 1 / 15. = 0. Jadi. Similarity (Tanaman 4. Tanaman . = 0. Dari langkah a, b, dan c dapat diketahui nilai kedekatannya, berikut ini adalah rekapitulasi: Tabel 3. 13 Rekapitulasi Nilai Kedekatan No. Kasus Nilai Kedekatan Kasus 1 Kasus 2 Kasus 3 Berdasarkan tabel diatas untuk nilai Kedekatan tertinggi adalah pada nilai Kedekatan dengan Kasus Jadi, untuk tanaman baru Autanaman 4Ay hasil identifikasinya adalah Aupenyakit busuk daunAy dengan nilai Jurnal CyberTech A12 ISSN : 2615-3475 Berikut ini merupakan tampilan dari Form proses identifikasi yang berfungsi untuk melakukan proses identifikasi penyakit tanaman kelapa sawit: Gambar 4. 5 Form Proses Identifikasi Gambar 4. 6 Tampilan Form Laporan Hasil Identifikasi Jurnal Cybertech A13 ISSN : 2615-3475 KESIMPULAN Berdasarakan perumusan dan pembahasan bab-bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Dalam mengidentifikasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit menggunakan metode algoritma nearest neighbor yaitu dengan merancang perangkat lunak yang dapat mengadopsi kemampuan seorang pakar di bidang tanaman kelapa sawit yaitu dengan sistem pakar. Dalam merancang aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit menggunakan metode algoritma nearest neighbor yaitu dengan merancang aplikasi berbasis Dekstop Programming kemudian membuat form-form yang berkaitan dan mendukung untuk proses identifikasi seperti membuat form data penyakit, form data gejala, form data basis aturan dan membuat form proses identifikasi. Setelah semua form dibuat selanjutnya melakukan perhitungan diagnosa penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit. Dalam menerapkan metode algoritma nearest neighbor pada sistem pakar untuk mengidentifikasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit yaitu dengan memasukkan algoritma perhitungan ke dalam source code program, selanjutnya algoritma yang telah di masukkan ke dalam source code program akan menghitung secara otomatis proses identifikasi penyakit anthracnose. Sistem yang telah dirancang selanjutnya diuji dan diimplementasikan dengan memasukkan data-data sesuai dengan yang ada pada bab-bab sebelumnya, kemudaian jika hasil outputnya sesuai dengan data manual maka dalam pengujian ini sistem berjalan dengan baik, menambahkan data ke database, perintah update untuk merubah data di database, perintah delete untuk menghapus data di database. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur kehadirat Allah SWT atas izin-Nya yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini. Pada kesempatan ini diucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada kedua Orang Tua tercinta yang selama ini memberikan doAoa dan dorongan baik secara moril maupun materi sehingga dapat terselesaikan pendidikan dari tingkat dasar sampai bangku perkuliahan dan terselesaikannya jurnal ini. Di dalam penyusunan jurnal ini, banyak sekali bimbingan yang didapatkan serta arahan dan bantuan dari pihak yang sangat mendukung. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rudi Gunawan. SE. Si. , selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Zulfian Azmi. ST. Kom. , selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Marsono. Kom. Kom. , selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Meda Bapak Muhammad Zunaidi . Kom. , selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan saran, arahan dan dukungannya serta motivasi, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. BapakTugiono S,Kom. ,M. Kom. , selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan tata cara penulisan, saran dan motivasi sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Seluruh Dosen. Staff dan Pegawai di STMIK Triguna Dharma Medan. REFERENSI