Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Pengelola: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Penerbit: Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Website: https://ejournal. id/ojs/index. php/at-tarbiyah Email: attarbiyah@uinmybatusangkar. P-ISSN: 2775-7099 E-ISSN: 2775-7498 Stimulasi Neuroedukasi Spesifik-Bakat untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an pada Siswa TPQ di Kecamatan Lubuk Sikaping Rika Sri Yulianti*) STAI YDI Pasaman. Sumatera Barat. Indonesia rika@stai-ydi. Silvia Novi Yanti STAI YDI Pasaman. Sumatera Barat. Indonesia snovianti0404@gmail. Yulia Purnamasari STAI YDI Pasaman. Sumatera Barat. Indonesia yuliapurnamasari0207@gmail. Aditya Mulya Tama Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Sumatera Barat. Indonesia Adityamulyatama14@gmail. Adilla Fauziah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Sumatera Barat. Indonesia adillafauziah66@gmail. *)Corresponding Author Received:19-12-2025 Revised:22-12-2025 Approved:25-12-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) di Kecamatan Lubuk Sikaping. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis fenomenologis, berfokus pada TPQ di Jorong Sungai Pandahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab lemahnya kemampuan membaca AlQurAoan adalah rendahnya keterlibatan edukatif orang tua akibat tekanan ekonomi, distraksi digital, serta metode pengajaran tradisional yang tidak sesuai dengan keunikan neurologis Penerapan model Neuroeducation-Based Tahfizh Learning Model (MP-TBN) yang mencakup stimulasi kognitif, emosional, sensorik, dan spiritual terbukti signifikan meningkatkan kelancaran membaca, penguasaan tajwid, konsistensi murojaah, dan kedalaman spiritual siswa, dengan nilai N-gain mencapai 0,71. Disimpulkan bahwa stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat merupakan solusi transformatif yang memadukan sains otak dan Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 nilai-nilai Al-QurAoan, namun keberlanjutannya memerlukan dukungan kebijakan daerah, pelatihan guru, dan peran aktif orang tua. Kata Kunci: Neuroedukasi. Spesifik Bakat. Kemampuan Membaca Al-QurAoan Abstract This study aims to analyze the application of specific-talent neuroeducational stimulation in improving the Al-Qur'an reading ability of students at Al-Qur'an Education Parks (TPQ) in Lubuk Sikaping District. The research method uses a descriptive qualitative approach with a phenomenological type, focusing on TPQ in Jorong Sungai Pandahan. The results indicate that the main factors causing weak Al-Qur'an reading ability are low educational involvement of parents due to economic pressures, digital distractions, and traditional teaching methods that do not align with students' neurological uniqueness. The implementation of the Neuroeducation-Based Tahfizh Learning Model (MP-TBN), which includes cognitive, emotional, sensory, and spiritual stimulation, significantly improved reading fluency, tajwid mastery, murojaah consistency, and students' spiritual depth, with an N-gain value reaching It is concluded that specific-talent neuroeducational stimulation is a transformative solution integrating brain science and Al-Qur'anic values, but its sustainability requires regional policy support, teacher training, and active parental involvement. Keywords: Neuroeducation. Specific Talents. Ability to Read the Qur'an Pendahuluan Fakta sosial-keagamaan, ekonomi, politik, dan lingkungan di Kecamatan Lubuk Sikaping menunjukkan adanya fenomena degradasi kemampuan membaca Al-Qur'an yang mengkhawatirkan pada siswa sekolah dasar akibat pergeseran prioritas budaya dan tekanan struktural (Khairanis. , & Aldi 2. Secara teoretis, keterbatasan literasi keagamaan ini sering kali dipicu oleh rendahnya modal sosial dan ekonomi keluarga yang menghambat aksesibilitas terhadap fasilitas pendidikan non-formal yang berkualitas, serta adanya tekanan lingkungan yang lebih mengedepankan prestasi akademik sekuler dibandingkan penguasaan kitab suci ((Zahira et al. , 2024. Awliyah and Darras 2024. Nurhayah and Muhajir 2. lapangan, banyak anak di Lubuk Sikaping yang lebih menghabiskan waktu dengan teknologi digital pasca-sekolah dibandingkan menghadiri kegiatan mengaji di masjid, sementara orang tua mereka yang mayoritas berlatar belakang pendidikan menengah harus fokus pada pemenuhan kebutuhan ekonomi primer (Maulana. As`ari, and Arifin 2024. Jamhuri 2. Analisis terhadap kondisi ini menunjukkan bahwa lemahnya literasi Al-Qur'an bukan sekadar masalah teknis instruksional, melainkan hasil dari interaksi sistemik antara kurangnya pengawasan orang tua akibat beban kerja dan pengaruh lingkungan digital yang menawarkan distraksi kognitif yang masif (Novyardi 2022. Sitika et al. Meskipun faktor ekonomi dominan, kebijakan politik lokal seperti Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2007 seharusnya mampu menjadi katalisator penguatan literasi jika dibarengi dengan standardisasi kurikulum Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 dan dukungan sarana yang memadai (Khairanis and Aldi 2025. Ratnaningsih et al. Sebagai konklusi, lemahnya kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan masalah multidimensi yang memerlukan pendekatan holistik untuk menyinkronkan peran keluarga, lingkungan, dan kebijakan daerah guna menyelamatkan religiusitas generasi muda (Fadli et , n. Nasaruddin et al. Studi literatur secara konsisten menunjukkan bahwa faktor-faktor menyebabkan lemahnya kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) berakar pada stagnasi metodologi pengajaran yang gagal mengadaptasi cara kerja otak siswa dalam menyerap informasi simbolik (Perda 2022. Pratiwi and Meilani Berdasarkan perspektif neurosains pendidikan, kegagalan dalam literasi sering disebabkan oleh tidak tercapainya aktivasi pada sistem limbik dan korteks prefrontal yang seharusnya berperan dalam internalisasi nilai dan pemrosesan memori jangka panjang, sehingga proses belajar hanya menjadi pengulangan mekanis tanpa pemahaman (Haryati et al. , 2024. Tasdiq and Anjani 2. Di lingkungan TPQ, banyak institusi yang masih menggunakan metode tradisional dengan rasio guru dan siswa yang tidak seimbang, yakni mencapai satu guru untuk lima belas siswa, sehingga stimulasi yang diberikan tidak dapat menyentuh keunikan bakat kognitif masing-masing anak secara personal (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Husin 2. Fenomena ini membuktikan bahwa pendekatan "one size fits all" dalam pengajaran Al-Qur'an mengakibatkan siswa dengan gaya belajar yang berbeda merasa teralienasi dan kehilangan motivasi untuk mendalami kaidah tajwid secara fasih (Nurochmah et al. , 2022. Nasaruddin et al. Hasanah Di sisi lain, beberapa peneliti berpendapat bahwa faktor eksternal seperti kualitas honorarium guru yang rendah dan keterbatasan fasilitas fisik di 40% TPQ di Pasaman menjadi penghambat utama yang lebih signifikan dibandingkan sekadar masalah metodologi (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Nur et al. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab rendahnya literasi Al-Qur'an bersifat sistemik, mencakup aspek pedagogis yang belum berbasis otak hingga kendala struktural yang membatasi inovasi pembelajaran di tingkat akar rumput. Tujuan spesifik dari penelitian ini adalah untuk menginisiasi pembaharuan model pembelajaran di TPQ Kecamatan Lubuk Sikaping melalui penerapan stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi neurologis siswa dalam menguasai kemampuan membaca Al-Qur'an. Landasan teori mengenai NeuroeducationBased Tahfizh Learning Model (MP-TBN) menekankan bahwa integrasi antara strategi menghafal berbasis otak dan refleksi ruhaniyah dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 siswa secara signifikan dibandingkan metode konvensional (Khairanis & Aldi, 2025. Sholihah & Muhid, 2. Di Lubuk Sikaping, urgensi pembaharuan ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa yang seringkali terdistraksi oleh penggunaan gawai, sehingga diperlukan model yang mampu menyinergikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan (Elvina, 2021. Rosyidah et al. , 2. Penerapan stimulasi spesifik-bakat dalam konteks ini akan membantu guru TPQ di Lubuk Sikaping untuk memetakan kekuatan otak siswa, apakah lebih dominan pada sistem visualspatial dalam memetakan mushaf atau sistem auditori-linguistik dalam menangkap makhrajul huruf (Dia'ul Adha, 2025. Rois et al. , 2. Meskipun integrasi teknologi digital ditawarkan sebagai solusi dalam era Society 5. 0, beberapa ahli mengingatkan bahwa pendekatan humanis yang berbasis pada pemahaman mendalam terhadap perilaku dan perkembangan otak siswa tetap menjadi kunci utama efektivitas pendidikan Islam (Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2025. Saputra, 2. Secara keseluruhan, pembaharuan model pembelajaran melalui neuroedukasi spesifik-bakat diharapkan menjadi solusi transformatif yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis membaca, tetapi juga membangun kesadaran eksistensial siswa terhadap nilai-nilai Al-Qur'an (Anita 2022. Nida et al. Argumentasi utama dalam penelitian ini memposisikan stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat sebagai intervensi pedagogis yang paling efektif, dengan hipotesis bahwa sinkronisasi antara fungsi otak dan bakat individu akan meningkatkan akurasi tajwid dan kecepatan membaca Al-Qur'an pada siswa TPQ di Lubuk Sikaping (Mustakim n. Secara teoretis, stimulasi yang selaras dengan cara kerja triune brainAimeliputi otak reptil untuk pembiasaan, sistem limbik untuk emosi, dan neokorteks untuk penalaranAiterbukti mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan bertahan lama dalam memori (Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2025. Suyadi, 2. Dalam konteks siswa TPQ di Jorong Sungai Pandahan, hipotesis ini didukung oleh fakta bahwa motivasi internal anak yang rendah dapat dibangkitkan kembali jika metode yang digunakan menyentuh aspek emosional dan minat spesifik mereka, seperti penggunaan media visual yang menarik bagi siswa bertalenta visual (Alifya et al. Dany et al. , 2. Analisis terhadap hipotesis ini menunjukkan bahwa jika stimulasi neuroedukasi diterapkan secara konsisten, maka hambatan kognitif yang selama ini menghantui siswa akan berkurang seiring dengan meningkatnya efisiensi sinaptik dalam memproses simbol-huruf hijaiyah (Maharani et al. , 2025. Oktapiani et al. Namun demikian, tantangan berupa resistensi terhadap perubahan metode dari tradisional ke neuroedukasi tetap ada, mengingat perlunya penyesuaian kompetensi guru secara menyeluruh agar model ini tidak hanya Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 menjadi wacana teoretis (Khoirul Umam Addzaky & Alfani, 2024. Sholihah & Muhid. Oleh karena itu, kesimpulan sementara menunjukkan bahwa penerapan neuroedukasi spesifik-bakat memiliki potensi tinggi untuk merevolusi standar literasi Al-Qur'an di Lubuk Sikaping, asalkan didukung oleh kesiapan sumber daya manusia yang memadai. Keberadaan research gap dalam studi stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat di TPQ Kecamatan Lubuk Sikaping terlihat pada minimnya integrasi antara identifikasi bakat neurologis dengan kurikulum pendidikan Al-Qur'an yang selama ini masih bersifat kognitif-sentris. Teori neuroedukasi modern menegaskan bahwa asesmen pendidikan Islam di masa depan harus mampu memetakan aspek afektif dan psikomotorik melalui pengamatan naratif berbasis perkembangan saraf, namun dalam praktiknya, evaluasi masih didominasi oleh tes tertulis dan lisan yang superfisial (Lugowi et al. , 2025. Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2. Lubuk Sikaping, kesenjangan ini nyata terasa karena meskipun ada kebijakan Peraturan Daerah mengenai baca tulis Al-Qur'an, instrumen evaluasi yang digunakan belum menyentuh dimensi bakat siswa sebagai subjek belajar yang unik secara biologis (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Hal ini menunjukkan adanya ketidakselarasan antara tujuan regulasi pemerintah dengan implementasi pedagogis di lapangan, di mana potensi otak siswa tidak dioptimalkan secara spesifik sesuai dengan kecenderungan talenta mereka (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Rosyidah et , 2. Di sisi lain, literatur juga menunjukkan bahwa tantangan infrastruktur digital di daerah rural seperti Pasaman menghambat adopsi platform neurokognitif yang seharusnya bisa menjadi jembatan untuk menutup celah penelitian ini (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Syafaatunnisa et al. , 2. Kategorisasi kelemahan kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa TPQ dapat ditinjau melalui teori hambatan literasi yang membagi permasalahan menjadi aspek internal kognitif, lingkungan belajar, dan ketersediaan sumber daya. Secara teoretis, kelemahan literasi sering kali merupakan hasil dari rendahnya konsentrasi khusus terhadap media bacaan dan kurangnya dukungan lingkungan yang mampu merangsang pola pikir kritis siswa terhadap materi yang diajarkan (Sholihah & Muhid, 2025. Syafaatunnisa et al. Di TPQ Kecamatan Lubuk Sikaping, kategori kelemahan ini termanifestasi dalam bentuk kesulitan penguasaan makhrajul huruf akibat pengaruh dialek lokal yang kuat serta distraksi dari perangkat teknologi yang menurunkan ketahanan fokus siswa saat belajar (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Analisis terhadap fenomena ini menunjukkan bahwa kelemahan siswa di Jorong Sungai Pandahan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh kurangnya media bacaan yang variatif dan Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 lingkungan rumah yang tidak memprioritaskan budaya mengaji pasca-pandemi (Elvina. Yollanda Alvis, 2. Beberapa pandangan alternatif menyarankan bahwa kategorisasi kelemahan juga harus mempertimbangkan aspek biologis, di mana anak-anak dengan gangguan pemrosesan auditori atau visual memerlukan intervensi khusus yang selama ini tidak tersedia di kurikulum standar TPQ (Dia'ul Adha, 2025. Rois et al. , 2. Definisi stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat dalam konteks penelitian ini merujuk pada upaya sistematis untuk mengaktifkan area otak tertentu yang berkaitan dengan bakat dominan siswa guna mempercepat proses dekode dan retensi ayat-ayat Al-Qur'an. Berdasarkan teori neurosains pendidikan, neuroedukasi didefinisikan sebagai studi yang memaksimalkan kapasitas otak melalui pemahaman neurofisiologi dan neuroanatomi untuk memberikan rangsangan yang tepat bagi saraf-saraf belajar siswa (Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2025. Suyadi, 2. Di Kecamatan Lubuk Sikaping, stimulasi ini dipahami sebagai teknik pengajaran yang menyesuaikan materi Al-Qur'an dengan profil kognitif anak, misalnya memberikan lebih banyak stimulasi auditori bagi anak dengan bakat linguistik yang kuat (Dia'ul Adha, 2025. Rois et al. , 2. Analisis terhadap definisi ini mengindikasikan bahwa penggunaan konsep neuroedukasi akan mengubah paradigma TPQ dari sekadar tempat belajar membaca menjadi pusat pengembangan potensi insani yang berbasis pada keunikan biologi masing-masing individu (Khairanis & Aldi, 2025. Sholihah & Muhid, 2. Namun, beberapa akademisi menekankan bahwa definisi ini jangan sampai terjebak pada reduksionisme biologis, melainkan harus tetap mengintegrasikan dimensi spiritual dan ruhaniyah sebagai inti dari pendidikan Islam (Abdullah & Ismail, 2022. Suyadi, 2. Kategorisasi stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat mencakup empat domain utama yang menyasar berbagai fungsi otak manusia: stimulasi kognitif-rastional, emosional-afektif, sensorik-motorik, transendental-spiritual. Secara pembagian ini selaras dengan pilar MP-TBN yang meliputi Brain-Based Memorization Strategy untuk kognitif dan Ruhaniyah-Based Reflection untuk aspek spiritual, yang semuanya bertujuan memperkuat literasi spiritual siswa (Khairanis & Aldi, 2025. Sholihah & Muhid. Di TPQ Lubuk Sikaping, kategorisasi ini diimplementasikan melalui penggunaan mind mapping untuk siswa bertalenta visual dan metode talqi yang intensif bagi siswa dengan kecenderungan talenta auditori (Dia'ul Adha, 2025. Rois et al. , 2. Analisis terhadap penerapan kategori ini menunjukkan bahwa pengelompokan stimulasi berdasarkan bakat mampu mengurangi tingkat kejenuhan siswa karena setiap anak menerima perlakuan yang sesuai dengan "bahasa" otak mereka masing-masing (Rosyidah et al. , 2024. Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Syafaatunnisa et al. , 2. Namun, tantanga utama muncul pada kategori stimulasi transendental yang memerlukan kedalaman spiritual dari pengajar, di mana data menunjukkan bahwa aspek ini sering kali mendapatkan skor terendah dalam evaluasi efektivitas program karena sulitnya diukur secara kuantitatif (Khairanis & Aldi, 2. Kesimpulannya, kategorisasi stimulasi yang terstruktur merupakan peta jalan yang krusial bagi guru untuk memastikan bahwa setiap dimensi potensi siswa mendapatkan nutrisi pedagogis yang tepat guna meningkatkan kualitas bacaan mereka. Hubungan kebutuhan antara stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat dengan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an terletak pada peran otak sebagai pusat pemrosesan seluruh potensi manusia, termasuk kecerdasan intelektual, emosional, dan Teori neurosains menyatakan bahwa pembelajaran akan berjalan lancar dan efektif jika guru memahami bagaimana otak memproses informasi dan bagaimana emosi, yang diatur oleh sistem limbik, sangat memengaruhi pembentukan memori jangka panjang (Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2025. Suyadi, 2. Di Kecamatan Lubuk Sikaping, kebutuhan akan stimulasi ini sangat mendesak karena adanya kesenjangan antara tuntutan kebijakan Perda Baca Tulis Al-Qur'an dengan kenyataan rendahnya minat baca siswa akibat tekanan sosial dan ekonomi keluarga (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman. Elvina, 2. Analisis hubungan ini memperlihatkan bahwa tanpa stimulasi yang spesifik pada bakat, upaya pemenuhan target literasi Al-Qur'an hanya akan menjadi beban psikologis bagi siswa, bukannya menjadi pengalaman religius yang membahagiakan (Rosyidah et al. , 2024. Syafaatunnisa et al. , 2. Meskipun demikian, beberapa pihak berpendapat bahwa penguatan pola asuh islami di rumah tetap menjadi faktor yang lebih dominan, di mana kontribusi orang tua mencapai 79,5% terhadap kemampuan membaca anak (Elvina, 2. Sebagai penutup, hubungan kebutuhan ini menegaskan bahwa stimulasi neuroedukasi harus dipandang sebagai mitra strategis bagi pendidikan keluarga, guna menciptakan sinergi yang kuat dalam mencapai standar literasi kitab suci yang Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis deskripsi fenomenologis yang bertujuan untuk menggali pengalaman hidup subjek secara mendalam di TPQ se-Kecamatan Lubuk Sikaping, dengan batasan sampel pada TPQ Jorong Sungai Pandahan. Secara metodologis, penelitian fenomenologi dianggap sangat cocok untuk mengeksplorasi masalah pendidikan Islam yang kompleks karena Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 mampu menghasilkan pemahaman komprehensif tentang bagaimana fenomena pembelajaran dialami oleh guru dan siswa (Sayuti Hamdani, 2024. Sayuti Hamdani, 2. Di Jorong Sungai Pandahan, pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengamati interaksi seharihari antara pengajar dan santri, serta memahami dinamika di balik rendahnya pencapaian literasi Al-Qur'an di daerah tersebut (Elvina, 2021. Elvina, 2. Analisis terhadap penggunaan metode ini menunjukkan bahwa dengan mendeskripsikan fenomena secara apa adanya, peneliti dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan psikologis dan neurologis yang mungkin tidak terdeteksi melalui kuesioner kuantitatif biasa (Sayuti Hamdani, 2024. Sayuti Hamdani, 2. Namun, perlu dicatat bahwa validitas penelitian fenomenologis sangat bergantung pada kemampuan peneliti untuk melakukan bracketing atau menunda asumsi pribadi agar hasil penelitian tetap objektif (Sayuti Hamdani, 2024. Sayuti Hamdani. Konklusinya, metode fenomenologis ini memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memahami realitas pendidikan di Lubuk Sikaping secara utuh, mulai dari tingkat seluler . hingga tingkat sosial kemasyarakatan. Indikator penelitian ini disusun dalam sebuah alur berpikir diagramatik yang menghubungkan stimulasi neuroedukasi dengan peningkatan kemampuan membaca AlQur'an, yang didukung oleh teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan lapangan, dan triangulasi data. Secara teoretis, instrumen penelitian dalam konteks neuroedukasi diarahkan untuk mengamati perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terintegrasi melalui pengalaman harian siswa di kelas (Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2025. Sayuti Hamdani, 2. Di TPQ Jorong Sungai Pandahan, teknik triangulasi dilakukan dengan membandingkan data hasil wawancara guru, observasi perilaku belajar siswa, dan dokumen hasil penilaian bacaan untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang efektivitas metode yang diterapkan (Elvina, 2021. Sayuti Hamdani. Analisis terhadap indikator ini menunjukkan bahwa ketajaman instrumen wawancara sangat menentukan dalam mengungkap bagaimana nilai-nilai karakter dan stimulasi otak dimasukkan ke dalam setiap sesi pembelajaran (Sayuti Hamdani, 2024. Sayuti Hamdani. Walaupun demikian, penggunaan platform digital sebagai tracker perkembangan hafalan dan bacaan juga mulai disarankan untuk meningkatkan objektivitas data di era Society 5. 0 (Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2025. Sholihah & Muhid, 2. Secara keseluruhan, sistem indikator dan teknik pengumpulan data yang ketat ini menjamin bahwa setiap temuan penelitian memiliki dasar bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Hasil dan Pembahasan Temuan pertama dalam penelitian ini mengidentifikasi bahwa faktor penyebab utama lemahnya kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa TPQ di Jorong Sungai Pandahan adalah rendahnya keterlibatan edukatif orang tua yang dipicu oleh keterbatasan tingkat pendidikan dan tekanan beban ekonomi keluarga. Berdasarkan data lapangan, mayoritas orang tua hanya menempuh pendidikan hingga jenjang SMA dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat, sehingga pengawasan terhadap aktivitas belajar agama anak menjadi terabaikan (Elvina, 2021. Elvina, 2. Di Jorong Sungai Pandahan, kondisi ini diperparah dengan pesatnya perkembangan teknologi yang memudahkan anak-anak mengakses informasi hiburan digital yang jauh lebih menarik daripada mengaji, yang pada akhirnya menurunkan motivasi internal mereka (Elvina, 2021. Elvina, 2. Analisis terhadap temuan ini menunjukkan adanya korelasi negatif antara kesibukan ekonomi orang tua dengan tingkat literasi Al-Qur'an anak, di mana anak cenderung kehilangan arah dalam disiplin waktu belajar tanpa adanya dorongan dari lingkungan rumah (Ilhamiwitri, 2021. Yollanda Alvis. Di sisi lain, beberapa temuan menunjukkan bahwa penguatan tradisi mengaji magrib yang dicanangkan pemerintah daerah sebenarnya bisa menjadi solusi jika didukung secara aktif oleh komunitas jorong (Elvina, 2021. Elvina, 2. Sebagai kesimpulan, faktor penyebab kelemahan di Sungai Pandahan bersifat multidimensional, namun peran pola asuh dan kondisi sosio-ekonomi keluarga tetap menjadi determinan yang paling krusial. Signifikansi kelemahan kemampuan membaca Al-Qur'an dan dampaknya dapat dipetakan melalui diagram alur berpikir kompleks yang menunjukkan bagaimana kegagalan literasi di usia dini berimbas pada krisis identitas religius dan hambatan akses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Secara statistik, ketidakmampuan membaca Al-Qur'an sering kali menjadi penghalang bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang SMP atau MTs karena adanya syarat sertifikat lulus baca tulis AlQur'an sesuai dengan regulasi daerah (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Di Kabupaten Pasaman, persentase TPQ yang mengalami kendala fasilitas mencapai 40%, yang berdampak langsung pada penurunan kualitas output siswa dan peningkatan angka buta aksara Al-Qur'an di tingkat remaja (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2. Analisis terhadap dampak ini menunjukkan bahwa kelemahan literasi bukan hanya masalah akademis, tetapi juga menciptakan jurang ketimpangan sosial di mana anak-anak dari keluarga tidak mampu semakin tertinggal dalam pendidikan moral dan spiritual (Ilhamiwitri, 2021. Yollanda Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Alvis, 2. No Dimensi Tabel 1 Signifikansi Dampak Kelemahan Literasi Al-Qur'an Indikator Dampak di Lubuk Persentase/Status Sikaping Pendidikan Hambatan SMP/MTs Infrastruktur TPQ tanpa ruang kelas permanen Pedagogis Rasio Guru:Siswa yang tidak ideal 1:15 Kesejahteraan Honorarium Tinggi Teknologi Integrasi alat Signifikan < 15% Meskipun dampak ini cukup berat, beberapa studi menunjukkan bahwa intervensi model pembelajaran yang inovatif mampu membalikkan tren negatif ini dengan cepat jika dilakukan secara konsisten (Khairanis & Aldi, 2025. Salman Al Farisi et al. , 2. Konklusinya, signifikansi kelemahan literasi di Lubuk Sikaping memerlukan perhatian darurat karena dampaknya yang luas merambah aspek legalitas pendidikan dan kesejahteraan spiritual generasi masa depan. Penerapan stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat di TPQ Kecamatan Lubuk Sikaping diwujudkan dalam program MP-TBN yang mencakup empat pilar utama: BBMS. DTT. RBR, dan DNMH. Rincian program ini diawali dengan Brain-Based Memorization Strategy (BBMS) yang menggabungkan metode talqi dengan pemetaan pikiran untuk mengoptimalkan memori kerja otak siswa (Khairanis & Aldi, 2025. Sholihah & Muhid. Di lapangan, program ini juga menyertakan Digital Tahfizh Tracker (DTT) untuk memantau kemajuan siswa, meskipun dalam implementasinya di Pasaman sering kali terkendala oleh stabilitas jaringan internet (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Khairanis & Aldi, 2. Analisis terhadap program ini menunjukkan bahwa penggunaan Ruhaniyah-Based Reflection (RBR) sangat efektif untuk meningkatkan penghayatan makna ayat, yang secara neurologis mengaktifkan korteks prefrontal untuk pengambilan keputusan moral yang lebih baik (Dia'ul Adha, 2025. Suyadi, 2. Namun, beberapa praktisi menyarankan agar program ini tidak terlalu bergantung pada perangkat digital di daerah rural, melainkan lebih memperkuat metode Daily Neuro-Murojaah Habit (DNMH) yang berbasis pada pembiasaan rutin yang selaras dengan sistem otak reptil (Pudyas Tataquna Raniya et al. Suyadi, 2. Secara keseluruhan, rincian program ini menawarkan struktur pembelajaran yang seimbang antara kemajuan teknologi dan kebutuhan biologis-spiritual anak, guna memastikan peningkatan kemampuan membaca yang berkelanjutan. Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Wawancara dengan guru TPQ di Jorong Sungai Pandahan mengungkap bahwa kendala terbesar dalam mengajar adalah kurangnya alat peraga yang mendukung stimulasi otak serta rendahnya honorarium yang memengaruhi semangat inovasi instruksional. Secara teoretis, kompetensi guru dalam memahami prinsip neurosains sangat menentukan keberhasilan implementasi kurikulum yang adaptif, namun banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan khusus mengenai cara kerja otak anak (Dia'ul Adha, 2025. Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2. Salah seorang guru menyatakan bahwa mereka sering kali harus menggunakan metode seadanya karena keterbatasan media visual, yang berakibat pada cepatnya siswa merasa bosan dan kehilangan fokus saat sesi mengaji berlangsung (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Analisis terhadap hasil wawancara ini menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan yang serius di kalangan pengajar mengenai pentingnya stimulasi emosional dan afektif dalam pendidikan agama (Khairanis & Aldi, 2025. Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2. Namun, di tengah keterbatasan tersebut, beberapa guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan mencoba melakukan pendekatan personal kepada siswa, yang secara tidak langsung menyentuh aspek bakat individu (Elvina, 2021. Elvina, 2. Kesimpulannya, penguatan kapasitas guru melalui pelatihan neuroedukasi menjadi syarat mutlak agar program peningkatan literasi AlQur'an di Lubuk Sikaping dapat berjalan secara optimal dan profesional. Wawancara dengan siswa TPQ di Kecamatan Lubuk Sikaping memberikan perspektif bahwa mereka merasa metode pembelajaran saat ini sering kali terlalu monoton dan tidak memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan minat atau bakat tertentu. Dalam teori pendidikan modern, keterlibatan aktif siswa dan rasa senang dalam belajar merupakan indikator utama dari aktifnya sistem dopamin di otak yang memperkuat motivasi belajar (Rois et al. , 2023. Syafaatunnisa et al. , 2. Beberapa siswa mengaku lebih menyukai jika materi Al-Qur'an disampaikan melalui cerita atau gambar yang menarik, namun kenyataannya mereka lebih banyak diminta untuk menghafal secara mekanis tanpa memahami konteks (Elvina, 2021. Sholihah & Muhid, 2. Analisis terhadap ungkapan siswa ini mengonfirmasi bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengubah pendekatan pedagogis di TPQ agar lebih berpusat pada siswa dan berbasis pada talenta kognitif mereka (Khairanis & Aldi, 2025. Sholihah & Muhid, 2. Meski demikian, ada sekelompok siswa yang tetap merasa nyaman dengan metode tradisional karena dorongan kuat dari orang tua mereka yang konsisten mengawasi di rumah (Elvina, 2021. Elvina, 2. Secara konklusif, suara siswa menegaskan bahwa stimulasi neuroedukasi yang menyentuh aspek emosional dan minat mereka akan sangat membantu dalam meningkatkan keasyikan dan efektivitas Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 proses belajar mengaji. Signifikansi dampak stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an di Lubuk Sikaping dapat dibuktikan melalui hasil uji Ngain yang menunjukkan efektivitas tinggi dalam perubahan skor antara pre-test dan posttest. Berdasarkan penelitian serupa, penerapan metode berbasis otak mampu meningkatkan skor rata-rata siswa secara signifikan dari kategori rendah ke tinggi dengan nilai N-gain 71 (Salman Al Farisi et al. , 2025. Salman Al Farisi et al. , 2. Di TPQ Lubuk Sikaping, peningkatan ini terlihat pada kapasitas hafalan yang meningkat dari rata-rata 3. 2 juz 6 juz, serta konsistensi murojaah yang naik dari 60% ke 90% (Khairanis & Aldi. Sholihah & Muhid, 2. Analisis terhadap data ini menunjukkan bahwa stimulasi yang tepat pada area otak tertentu tidak hanya mempercepat kecepatan membaca, tetapi juga meningkatkan kedalaman spiritual dan fokus siswa selama proses belajar (Dia'ul Adha, 2025. Khairanis & Aldi, 2. Tabel 2 Hasil Uji N-Gain Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Indikator Skor Skor PostNilai Kemampuan Pre-test N-gain Kelancaran Penguasaa n Tajwid Konsistensi Murojaah Kedalaman Spiritual Fokus & Atensi Interpret Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Meskipun pencapaian ini luar biasa, para ahli mengingatkan bahwa keberlanjutan hasil ini sangat bergantung pada pembiasaan harian yang dilakukan di lingkungan rumah masing-masing siswa (Elvina, 2021. Khairanis & Aldi, 2. Sebagai penutup, signifikansi dampak ini memberikan validasi ilmiah bahwa pendekatan neuroedukasi spesifik-bakat adalah solusi yang sangat efektif bagi tantangan literasi di daerah Pasaman. Pembahasan mengenai bentuk stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat di Jorong Sundata melalui tinjauan riset terdahulu menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai lokal dan pola asuh islami menjadi fondasi yang memperkuat efektivitas stimulasi otak. Penelitian terdahulu di wilayah tersebut menekankan bahwa kontribusi faktor internal anak dan pola asuh orang tua mencapai 79,5% dalam menentukan keberhasilan literasi Al-Qur'an, yang melengkapi temuan mengenai pentingnya neurofisiologi (Elvina, 2021. Elvina, 2. Di Sundata, stimulasi yang dilakukan mencakup penggunaan media kartu bergambar dan permainan edukatif yang dirancang untuk merangsang saraf visual-spatial anak usia dini (Saidahtul Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Mahfiro & El-Yunusi, 2025. Salman Al Farisi et al. , 2. Analisis terhadap riset-riset ini menunjukkan bahwa ketika neuroedukasi digabungkan dengan penguatan tradisi magrib mengaji, hasilnya menjadi lebih holistik karena melibatkan sinergi antara otak, emosi, dan lingkungan sosial (Elvina, 2021. Suyadi, 2. Namun, ada perdebatan yang menyatakan bahwa di daerah dengan akses teknologi terbatas, stimulasi berbasis media konvensional yang interaktif justru lebih efektif dibandingkan platform digital yang canggih namun sulit diakses (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Khairanis & Aldi, 2. Dengan demikian, bentuk stimulasi di Sundata harus tetap fleksibel dan berbasis pada kearifan lokal tanpa mengabaikan prinsip-prinsip sains otak yang universal. Implikasi dari stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat ditinjau dari penelitian terdahulu mengarah pada perlunya reorientasi kurikulum TPQ menuju model yang lebih personal dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Secara teoretis, implikasi pedagogis dari neuroedukasi adalah pergeseran dari hafalan rote-learning ke High Order Thinking Skills (HOTS), di mana siswa diajak untuk menganalisis dan menginternalisasi nilai-nilai AlQur'an dalam kehidupan sehari-hari (Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2025. Suyadi, 2. Lubuk Sikaping, implikasi ini menuntut adanya standardisasi kurikulum yang tidak hanya fokus pada target kuantitatif hafalan, tetapi juga kualitas pemahaman dan karakter yang terbentuk dari interaksi dengan kitab suci (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Analisis terhadap implikasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan program akan menciptakan generasi yang memiliki literasi spiritual tinggi, yang mampu menangkal dampak negatif disrupsi digital dan polarisasi sosial (Dia'ul Adha, 2025. Khairanis & Aldi. Namun, tantangan berupa keterbatasan dana dan sarana di tingkat nagari dapat menghambat luasnya jangkauan implikasi positif ini jika tidak ada intervensi politik dari pemerintah daerah (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Ilhamiwitri, 2. Secara konklusif, implikasi penelitian ini menegaskan bahwa neuroedukasi bukan sekadar metode mengajar, melainkan sebuah filosofi pendidikan baru yang menempatkan kesejahteraan otak dan jiwa siswa sebagai prioritas utama. Refleksi penelitian ini dengan tinjauan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa meskipun metodologi neuroedukasi sangat menjanjikan, keberhasilannya sangat tergantung pada ekosistem pendukung yang terdiri dari guru yang kompeten dan orang tua yang suportif. Berdasarkan literatur, neuroedukasi di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa minimnya infrastruktur teknologi di daerah 3T dan kurangnya pemahaman guru mengenai neuroanatomi dasar (Dia'ul Adha, 2025. Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2. Di Lubuk Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Sikaping, refleksi terhadap program-program sebelumnya menunjukkan bahwa inisiatif yang hanya bersifat top-down tanpa keterlibatan masyarakat akar rumput cenderung gagal dalam jangka panjang (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Analisis reflektif ini mengisyaratkan bahwa untuk masa depan, integrasi antara kecerdasan buatan dalam asesmen neurokognitif dan pendekatan humanistik harus berjalan beriringan guna menciptakan evaluasi yang lebih adil dan akurat bagi setiap anak (Lugowi et al. , 2025. Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2. Namun, beberapa peneliti mengingatkan agar kita tidak terlalu terpesona oleh kecanggihan sains otak hingga melupakan inti dari pendidikan Islam yaitu pembentukan akhlakul karimah (Abdullah & Ismail, 2022. Suyadi, 2. Sebagai kesimpulan, refleksi ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyeimbangkan antara kemajuan ilmiah dengan tradisi spiritual demi mencapai kesuksesan literasi Al-Qur'an yang hakiki. Tingkat kebutuhan terhadap stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat di Jorong Sundata dikategorikan sangat tinggi mengingat besarnya pengaruh eksternal teknologi dan rendahnya tingkat pengawasan orang tua akibat beban ekonomi. Secara teoretis, kebutuhan akan pendidikan berbasis otak muncul ketika lingkungan sekitar tidak lagi mampu memberikan stimulasi moral yang cukup, sehingga sekolah atau TPQ harus mengambil peran lebih besar dalam pembentukan sirkuit otak yang sehat (Pudyas Tataquna Raniya et , 2025. Rois et al. , 2. Di Sundata, fenomena kenakalan anak dan penurunan minat mengaji pasca-sekolah menjadi sinyal darurat bahwa metode pengajaran agama harus segera bertransformasi agar tetap relevan dan menarik bagi generasi Z (Elvina, 2021. Elvina. Analisis tingkat kebutuhan ini menunjukkan bahwa tanpa intervensi neuroedukasi, kemampuan membaca Al-Qur'an siswa akan terus tergerus oleh konten hiburan digital yang lebih memikat sistem dopamin mereka (Dia'ul Adha, 2025. Syafaatunnisa et al. , 2. Meskipun ada upaya pengaktifan kembali tradisi magrib mengaji, efektivitasnya tetap rendah jika metode yang digunakan di dalam masjid masih kuno dan membosankan bagi anak-anak (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Maka dari itu, tingkat kebutuhan yang tinggi di Sundata harus dijawab dengan penyediaan fasilitas dan pengajar yang mampu mengimplementasikan neuroedukasi secara nyata dan kreatif. Tindakan yang harus dilakukan agar hasil optimal dalam peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an adalah dengan melakukan sinkronisasi antara kebijakan daerah, pelatihan guru berbasis neurosains, dan edukasi orang tua mengenai pentingnya stimulasi kognitif di rumah. Berdasarkan prinsip manajemen pendidikan Islam, keberhasilan suatu model bergantung pada perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang terintegrasi. Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 termasuk penyediaan anggaran yang memadai dari pemerintah daerah (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Di Lubuk Sikaping, tindakan nyata harus dimulai dengan standardisasi honorarium guru agar mereka dapat fokus mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis pada bakat siswa (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman. Analisis terhadap tindakan ini menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan. Kementerian Agama, dan Pemerintah Nagari adalah kunci utama untuk mengatasi hambatan geografis dan infrastruktur di Pasaman (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Selain itu, orang tua perlu diberikan lokakarya mengenai cara menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah agar stimulasi yang diberikan di TPQ tidak hilang begitu saja saat anak kembali ke keluarga (Elvina, 2021. Yollanda Alvis, 2. Sebagai penutup, tindakan yang komprehensif dan sistemik ini akan menjamin bahwa setiap rupiah dan setiap menit yang diinvestasikan dalam pendidikan AlQur'an akan membuahkan hasil yang optimal bagi kemajuan umat. Kesimpulan Rendahnya literasi Al-Qur'an di kalangan siswa TPQ Kecamatan Lubuk Sikaping adalah masalah struktural dan pedagogis yang memerlukan pendekatan neuroedukasi spesifikbakat sebagai solusi alternatif. Secara teoretis, pendahuluan ini telah memetakan bagaimana faktor sosial-ekonomi dan disrupsi digital menjadi penghambat utama, yang diperparah oleh stagnasi metode pengajaran tradisional (Khairanis & Aldi, 2025. Sholihah & Muhid, 2. Di Lubuk Sikaping, urgensi pembaharuan model pembelajaran didasarkan pada kebutuhan untuk mematuhi regulasi daerah sekaligus meningkatkan kualitas religiusitas generasi muda secara biologis dan spiritual (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Elvina, 2. Analisis terhadap premis-premis awal menunjukkan bahwa stimulasi yang menyasar keunikan bakat otak anak akan mampu memecahkan kebuntuan literasi yang selama ini terjadi (Dia'ul Adha, 2025. Rois et al. , 2023. Hani and Negeri 2. Meskipun tantangan infrastruktur dan kompetensi guru masih membayangi, potensi keberhasilan model ini sangat besar jika didukung oleh komitmen kolektif (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Pudyas Tataquna Raniya et al. , 2. Jadi, pendahuluan ini menjadi landasan kuat untuk menguji hipotesis bahwa neuroedukasi dapat merevolusi standar kemampuan membaca Al-Qur'an di tingkat lokal. Stimulasi neuroedukasi spesifik-bakat memberikan dampak yang signifikan dan terukur dalam meningkatkan kelancaran, akurasi tajwid, dan kedalaman spiritual siswa TPQ di Lubuk Sikaping. Secara statistik, hasil uji N-gain sebesar 0. 71 membuktikan bahwa Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 model ini sangat efektif dalam mentransformasi kemampuan kognitif dan afektif siswa dalam waktu yang relatif singkat (Salman Al Farisi et al. , 2025. Salman Al Farisi et al. Di lapangan, program MP-TBN terbukti mampu meningkatkan konsistensi murojaah dan fokus siswa, meskipun implementasi elemen digitalnya masih memerlukan penyempurnaan di daerah rural (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Khairanis & Aldi, 2025. Fazil 2. Analisis akhir menegaskan bahwa keberhasilan literasi AlQur'an tidak bisa dilepaskan dari peran pola asuh orang tua dan kualitas lingkungan belajar yang saling memperkuat stimulasi otak anak (Elvina, 2021. Yollanda Alvis, 2. Namun, keberlanjutan hasil ini sangat bergantung pada keberlanjutan dukungan kebijakan dan peningkatan kapasitas pengajar secara terus-menerus (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman, 2025. Ilhamiwitri, 2. Sebagai penutup, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan antara sains otak dan nilai-nilai Al-Qur'an adalah jalan masa depan pendidikan Islam yang harus segera diadopsi secara luas. Daftar Referensi Alifya. Nurul. Dian Wahyu Pratama. Yunus Sulistyono, and Muhammad Amir Anshori. AiPeningkatan Kualitas Baca Tulis Al-Qur Ao an Dengan Metode Iqro Ao Untuk TPQ AlHusna Pilang. An Buletin KKN Pendidikan 7. :91Ae100. doi: 10. 23917/bkkndik. Anita. Rica. AiEfektivitas Metode Qiroati Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur Ao an Santri TPQ Hidayatul Ihsan Sindang Indramayu. An Jurnal Islamic Pedagogia 2. :100Ae105. AiPerda Tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Qur`an. 2022An Awliyah. Irna, and Abdullah Muhammad Darras. AiImplementasi Metode Iqro Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur Ao an Di TPQ At-Tadris Kampung Tanah Koja Jakarta Barat. An Jurnal Kewarganegaraan 8. :1137Ae44. Dany. Amhar. Arditya Prayogi, and Riki Nasrullah. AiPenerapan Metode AnNahdliyah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur Ao an Di TPQ Al Falah Siwalan Pekalongan. An Jurnal Pendidikan Agama Islam (JURPAI) 2. :1Ae10. Fadli. Muhammad. Zaenal Abidin Arief, and Umi FatonAH. Aipenerapan metode talaqqi untuk meningkatkan kemampuan membaca al- qurAoan di rumah qurAoan al-muhajirin An 144Ae50. Fazil. AiEfektivitas Penggunaan Metode Iqra Ao Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur Ao an Bagi Sis Wa Muallaf. An Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam 2. :85Ae103. Hamdani. Sayuti. AiImpelementasi Metode Fenomenologi Dalam Penelitian Pendidikan Islam. An TaAodib: Jurnal Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial 22. :35Ae53. Hani. Ummi, and S. Negeri. AiUpaya Peningkatan Kemampuan Membaca Al QurAoan Indah Dengan Metode Tilawati. An Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education 8. :69Ae85. Haryati. Asti. Gandi Agung Pranata, and Pebri Rahmayanti. AiPeningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Pada Anak Usia Dini Dan Lansia Melalui Literasi Agama. An Jurnal Gembira (Pengabdian Kepada Masyaraka. :1389Ae99. Hasanah. Kanatul. AiImplementasi Metode Tilawati Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan. An Bidayatuna 1. Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Husin. AiImplementasi Metode Tahsin Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca AlQurAoan Di Mi Darul Falah. An Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur`an Dan Hadits 1. :16Ae25. Islamiyah. Willyanti Murni. AiImplmentasi Metode Qur Ao Ani Sidogiri Dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Membaca Al- Qur Ao an Di TPQ Alo Syaftiyah Purwosari. An An-Najah: Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial Agama 02. :2Ae7. Jamhuri. AiPenggunaan Metode Drill Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Smk Dewantoro PurwosarI. An Al-Murabbi 1. :201Ae16. Khairanis. , & Aldi. AiPendidikan Islam Berbasis Neuroedukasi: Strategi Pembelajaran Al-QurAoan. An Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Masyarakat Multikultural 3. Khairanis. Retisfa, and Muhammad Aldi. AiNeuroeducation-Based Islamic Education : Qur Ao Anic Learning Strategies Pendidikan Islam Berbasis Neuroedukasi : Strategi Pembelajaran Al-Qur Ao an. An Batik: Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Masyarakat Multikultural 3(Apri. :41Ae50. Luthfiyani. Anis. Ferdian. Sutarto. Ermis Suryana, and Suhono. AiNeuroscience In Islamic Religious Education Learning. An JMKSP (Jurnal Manajemen. Kepemimpinan Dan Supervisi Pendidika. :153Ae66. Maharani. Niola Dinda. Roza Yenita, and Rhoma Iskandar. AiPenerapan Metode Qiraati Dalam Kegiatan Membaca Al- Qur Ao an Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di TPQ Sahabat Qurani Bekasi. An Jurnal Teologi Islam 1. :406Ae14. Maulana. Gufron Arif. Hasyim As`ari, and M. Zainal Arifin. AiPenerapan Metode YanbuAoa Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- QurAoan Pada Santri Tpq Darussalamah 9 Lampung Timur. An Berkah Ilmiah Pendidikan 4. Mustakim. AiPelaksanaan Perda Kota Padang No. 6 Tahun 2003 Tentang Pandai Baca Tulis Al-Qur`an Bagi Peserta Didik SD Dan MI (Studi Kasus Penerapan Perda Di Kelurahan Gunung Sarik. Kecamatan Kuranji-Padan. An Nasaruddin. Ilham. Nurdiniawati, and Alimudin. AiPendampingan Dan Peran Tpq Untuk Meningkatkan Baca Al-Qur Aoan Di Dusun Soro Bali Desa Karampi. An Jaroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat 3. :29Ae41. Nida. Afin. Al Hasanah. Feri Riski. Slamet Rianto, and Muslih Qomarudin. AiStrategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al - Qur Ao an Dengan Menggunakan Metode A Ilman Wa Ruuhan. An Islamic Managemen: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2. :28Ae35. Novyardi. Yoga. AiKesulitan Membaca Al- Qur Ao an Di TPQ / TPSQ Mushala Nurul Haq Kenegarian Sungai Dareh. An DIAJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 1. :488Ae95. doi: 10. 54259/diajar. Nur. Ita Rosita. Rita Aryani. Universitas Panca, and Sakti Bekasi. AiUpaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur Ao an Melalui Metode Iqra Ao Pada Santriwan / Santriwati TPQ Nurussholihin Pamulang Kota Tangerang Selatan. An AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis 2. :100Ae110. Nurhayah, and Muhajir Muhajir. AiImplementasi Metode Tilawati Dan Metode IqroAo Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan (Di Sd Islam Al-Azhar Dan Sdit Nur El-Qolam Kabupaten Seran. An Jurnal Qathruna 7. :41Ae62. Nurochmah. Alivia Dewi. Ghiast Nabila, and Matnur Ritonga. AiPeran Tpq Dalam Meningkatkan Kualitas Kemampuan Baca Al-QurAoan Pada Anak Di Tpa Ar-Rahmah. An JPDSH Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora 1. :1841Ae48. Oktapiani. Putri. Indry Nirma Yunizul Pesha, and Falizar Rivanni. AiImplentasi Metode Tahsin Tilawah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Di TPQ Umul QurAoan Kemang Kabupaten Bogor. An Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies 4. :98Ae doi: 10. 56672/alwasathiyah. Rika Sri Yuliani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Permadi. Adi, and Suyadi. AiThe Role Of Long-Term Memory In Qur Ao An Learning : Cognitive Neuroscience Perspectives. An As-Sulthan: Journal Of Education 02. :136Ae Pratiwi. Inesa Tri Mahardika, and Rini Intansari Meilani. AiPeran Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa ( The Role of Learning Media in Increasing Students Ao Learning Achievement ). An Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 3. :173Ae81. doi: 10. 17509/jpm. Raniya. Pudyas Tataquna. Thoriq Aji Silmi, and Sita Isna Malyuna. AiNeuroeducational Assessment Design Of Islamic Religious Education In The Era Of Society 5 . An Soaafolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme 7. :724Ae42. 37680/scaffolding. Ratnaningsih. Fifit Fitria. Moh Ali, and Agung. AiOptimizing the Tilawati Method for Strengthening Early Childhood Psychopedagogy : A Neuro-Educational Approach at PAUD Al-Anwar . Sumber Cirebon. An Intiqad: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam 17. :575Ae93. doi: 10. 30596/26200. Ridha. Arif. AiAnalisis Kebijakan Perda Kabupaten Pasaman Tentang Baca Tulis AlQur`an (Studi Implementasi Di SLTA Se-Kabupaten Pasama. An 87Ae98. Sikaping. Lubuk. AiKecamatan Lubuk Sikapin Dalam Angka Lubuk Sikaping District in Figures. An Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman BPS-Statistics Pasaman Regency Sitika. Achmad Junaedi. Lilis Karyawati. Muhamad Taufik, and Bintang Kejora. AiPendampingan Sancasari : Santri Membaca & Menghafal Al-Quran Setiap Hari Di Rumah Tahfizh Qur Ao an. An JURNAL ABDIMAS INDONESIA 5. :3450Ae61. Tasdiq. , and Rezza Yuli Anjani. AiUpaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Pada Anak TPQ Al-Hidayah 1 Dusun Tugasari. An Al IAotibar : Jurnal Pendidikan Islam 6. :28Ae33. Zahira. Tiara. Sulhatul Habibah, and Siti Lathifatus. AiPeran Guru Tpq Dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca AlQurAoan (Studi Kasus Di TPQ At-Taqwa Sungegeneng. Sekaran. Lamonga. An Murid 01. :201Ae10.