Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad1. Roslan2 Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar1, 2 Email: nursalamsamads@gmail. iyank19nrncs@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Media digital telah mengubah praktik komunikasi, khususnya dalam strategi komunikasi penyampaian pesan, pola interaksi, dan cara audiens memaknai pesan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital dalam komunikasi edukasi dengan fokus pada strategi komunikasi, interaksi dan partisipasi, serta pemaknaan audiens terhadap pesan atau konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi konten media digital,wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi edukasi disusun secara adaptif melalui penyajian pesan yang ringkas, visual, dan kontekstual. Audiens berperan aktif dalam proses pembelajaran dengan beragam bentuk, mulai dari respons sederhana hingga diskusi mendalam. Selain itu,pemaknaan audiens dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan, literasi digital, dan kredibilitas sumber pesan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi edukasi dalam pemanfaatan media digital ditentukan oleh integrasi desain, interaksi, dan proses pemaknaan pesan audiens. Kata Kunci: Komunikasi. Edukasi. Media Digital. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan mendasar dalam praktik komunikasi edukasi, baik dari aspek media yang digunakan, karakter pesan yang disampaikan, maupun pola hubungan antara komunikator . dan komunikan . Beragam platform digital seperti media sosial dan aplikasi pembelajaran daring . yang berbasis internet,tidak lagi berperan hanya sebagai sarana penyampaian informasi, melainkan berkembang menjadi ruang komunikasi interaktif serta memungkinkan terjadinya dialog, keterlibatan aktif, serta kolaborasi Fenomena ini sejalan dengan masyarakat jaringan . etwork societ. melahirkan pola komunikasi yang terbuka, terhubung,dan direksional (Castells, 2. Pada ranah edukasi, kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari model komunikasi satu arah menuju model komunikasi dua arah atau interaktif yang menempatkan audiens pembelajaran (Putra, 2. Pemanfaatan media digital dalam komunikasi edukasi semakin penting seiring dengan meningkatnya akses internet dan penggunaan perangkat digital di berbagai kelompok masyarakat. Berbagai laporan global menunjukkan bahwa media digital telah terintegrasi dalam kehidupan sehari- Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 265 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan hari, termasuk dalam aktivitas pembelajaran dan pencarian informasi edukatif (RamyrezMontoya et al. , 2. Media digital memiliki keunggulan berupa kemudahan akses,fleksibilitas waktu dan tempat, serta kemampuan mengombinasikan beragam bentuk pesan, seperti teks, visual, audio, dan audiovisual, yang berpotensi meningkatkan Penggunaan berbagai modalitas pesan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila dirancang selaras dengan prinsip-prinsip kognitif audiens (Mayer, 2. Oleh karena itu, media digital memberikan peluang strategis bagi pendidik, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial untuk mengembangkan komunikasi edukasi yang lebih kontekstual, adaptif, dan Meskipun demikian, penerapan media digital dalam komunikasi edukasi juga menghadapi sejumlah tantangan baik secara konseptual maupun praktis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital tidak secara otomatis menjamin keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran (Selwyn, 2. Efektivitas komunikasi edukasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain strategi komunikasi yang diterapkan, karakteristik serta kebutuhan, tingkat kredibilitas sumber pesan, dan literasi digital pengguna. Tingginya arus informasi di ruang digital berpotensi menimbulkan kelebihan informasi . nformation overloa. yang dapat menurunkan perhatian audiens dan mengaburkan pesan edukatif yang disampaikan (Eppler & Mengis, 2. Selain itu, berpotensi menimbulkan kelebihan informasi yang berdampak pada menurunnya fokus audiens dan terdistorsinya pesan edukatif (Kurnia &Wijayanto, 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa tanpa perencanaan komunikasi yang matang, media digital justru berisiko menjadi sumber distraksi, misinformasi,dan kesalahpahaman yang dapat menghambat proses edukasi. Pada penelitian sebelumnya telah membahas pemanfaatan media digital dalam Akan tetapi, sebagian besar masih menitikberatkan pada aspek teknis serta capaian hasil belajar, seperti efektivitas penggunaan platform atau peningkatan prestasi akademik (Hrastinski, 2. Kajian yang secara khusus menempatkan media digital sebagai praktik komunikasi-dengan menelaah proses perancangan pesan, pola interaksi, serta pemaknaan audiens-masih relatif terbatas, terutama dalam perspektif yang mengintegrasikan dengan pendekatan komunikasi edukasi dengan dinamika media digital secara kontekstual dan empiris. Berdasarkan tersebut,penelitian ini mengkaji pemanfaatan media digital sebagai proses komunikasi edukasi yang melibatkan strategi pesan, interaksi simbolik, serta respons audiens dalam ruang digital. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada isi pesan edukatif yang disampaikan,tetapi juga pada cara pesan tersebut dikonstruksi, disebarluaskan, dan dimaknai oleh audiens. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian digital,sekaligus kontribusi praktis bagi perancang dan pelaksana program edukasi agar mampu memanfaatkan media digital secara lebih strategis, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan audiens. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptifinterpretatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pemnahaman proses, makna, dan dinamika komunikasi edukasi yang berlangsung melalui media digital, bukan pada pengukuran hubungan sebab-akibat secara Dalam pendekatan kualitatif dinilai relevan untuk mengkaji praktik komunikasi sebagai proses Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 266 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan sosial yang sarat makna dan konteks (Putri & Irwansyah,2. Jenis penelitian deskriptifinterpretatif menggambarkan secara sistematis praktik komunikasi edukasi digital sekaligus menafsirkan makna yang dibangun oleh komunikator dan audiens. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengaitkan temuan empiris dengan kerangka teori komunikasi bermediasi komputer dan teori pembelajaran konstruktivistik (Alfazri & Syahputra, 2. Subjek pada penelitian ini antara lain :. Komunikator edukasi digital, seperti pendidik, pengelola konten edukatif atau Audiens,yaitu pengguna media digital yang mengakses dan berinteraksi dengan konten Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa subjek memiliki pengalaman langsung dalam memproduksi atau mengonsumsi pesan edukatif melalui media digital dan komunikatif untuk memperoleh data yang kaya dan relevan (Sartika, 2. Objek penelitian ini adalah praktik komunikasi edukasi berbasis digital yang meliputi strategi pesan edukatif,pola interaksi antara komunikator dan audiens, serta proses pemaknaan pesan edukatif di ruang Fokus ini sejalan dengan kajian komunikasi edukasi yang menempatkan media digital sebagai ruang interaksi simbolik dan bukan sekadar alat teknis pembelajaran (Suherniati & Afifah,2. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, antara lain : . Observasi Konten Media Digital. Observasi dilakukan terhadap konten edukatif yang dipublikasikan melalui media digital seperti media sosial atau platform pembelajaran daring yang komunikasi, penggunaan simbol dan format pesan, serta pola interaksi yang terbentuk. Analisis konten digital penting untuk memahami karakter komunikasi edukasi di ruang daring (Fitriani, 2. Wawancara. Pengumpulan data yang dilakukan secara mendalam dan semi-terstruktur kepada komunikator dan audiens terpilih. Teknik ini digunakan untuk menggali pengalaman, keterlibatan audiens (Safitri et al. , 2. Dokumentasi. Teknik ini digunakan sebagai data pendukung arsip konten, tangkapan layar . ,komentar audiens, dan dokumen terkait lainnya. Penggunaan validitas data observasi dan wawancara (Rifa'i,2. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis tematik melalui tahapan reduksi data, pengodean, pengelompokan tema, dan penafsiran data. Selanjutnya, tema yang telah dianalisis akan disesuaikan dengan fokus penelitian, yaitu strategi komunikasi, pola interaksi audiens, dan pemaknaan pesan. Hasil analisis kemudian diinterpretasikan dengan mengaitkan temuan empiris pada teori komunikasi bermediasi komputer, budaya partisipatif, interaksionisme simbolik, dan teori konstruktivisme sosial dalam Keabsahan data dijaga melalui triangulasi metode dan sumber, yaitu membandingkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan membandingkan perspektif meningkatkan kredibilitas temuan (Fatimah. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep dan Landasan Teori Komunikasi edukasi merupakan proses penyampaian pesan yang dirancang melalui interaksi terencana dengan membangun atau menghasilkan perubahan kognitif . , afektif . , dan psikomotor . Pada perspektif ilmu komunikasi, komunikasi edukasi tidak hanya dipahami sebagai transfer informasi, melainkan suatu proses sosial, simbolik serta pemaknaan yang melibatkan pertukaran Menempatkan dan melibatkan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 267 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan audiens sebagai partisipan atau subjek aktif yang terlibat dalam proses pembelajaran dengan cara memahami, menilai, dan mempraktikkan atau menginternalisasi pesan, bukan sekadar penerima secara pasif. Komunikasi edukasi tidak identik dengan penyampaian ceramah satu arah, melainkan memungkinkan terjadinya klarifikasi dan negosiasi makna. Pada konteks media digital, komunikasi edukasi mengalami pergeseran dari model linier menuju model dialogis dan partisipatif yang memungkinkan terjadinya umpan balik . langsung, kolaborasi, dan diskusi yang dapat memperkaya proses Oleh sebab itu, komunikasi edukasi berbasis media digital harus dipahami sebagai praktik yang dinamis dan Teori Komunikasi Bermediasi Komputer (Computer-Mediated Communication/CMC) Teori ini menjelaskan tentang teknologi digital mempengaruhi proses komunikasi penyampaian pesan, dan pembentukan Komunikasi berbasis komputer keterbatasan isyarat nonverbal, fleksibilitas waktu, dan potensi interaksi yang lebih Konsep komunikasi berbasis komputer dapat menciptakan ruang belajar yang tidak terikat oleh batas ruang dan waktu, serta mendorong partisipasi audiens dengan memanfaatkan fitur interaktif berupa kolom komentar, forum diskusi, dan pesan instan. Sehingga Computer-Mediated Communication atau komunikasi bermediasi memahami praktik komunikasi digital karena menekankan relasi antara medium,pesan, dan interaksi audiens (Widiasari,2. Teori Budaya Partisipatif (Participatory Cultur. Teori ini menegaskan bahwa pada ekosistem digital, audiens tidak lagi bersifat pasif, melainkan aktif berpartisipasi dalam memproduksi, mendistribusi,dan menginterpretasi pesan. Budaya partisipatif ditandai oleh rendahnya hambatan partisipasi, dukungan terhadap kreasi dan berbagi konten, serta adanya interaksi sosial yang intens (Jenkins, 2. Di dalam komunikasi Di dalam komunikasi edukasi, budaya partisipatif memungkinkan audiens terlibat secara aktif melalui diskusi,berbagi pengalaman, dan kolaborasi pengetahuan. Hal ini selaras dengan tujuan komunikasi keterlibatan dan dialog sebagai bagian dari proses pembelajaran. Teori Interaksional Simbolik Teori ini memandang komunikasi sebagai pertukaran simbol yang menghasilkan makna melalui interaksi Makna tidak melekat pada pesan itu sendiri,melainkan proses interpretasi individu dalam konteks sosial tertentu (Blumer, 1. Hal ini relevan dengan komunikasi edukasi karena memberikan audiens untuk menafsirkan pesan edukatif yang menjadi aspek penting dalam menilai efektivitas berdasarkan pengalaman,latar belakang, dan interaksinya di ruang digital Teori Pembelajaran Multimedia (Multimedia Learnin. Pembelajaran akan lebih efektif di saat pesan disajikan melalui kombinasi seperti teks, suara . , gambar . sebagai modalitas dengan memperhatikan kapasitas kognitif audiens. Integrasi multimedia harus dirancang berdasarkan prinsip kognitif agar tidak menimbulkan beban kognitif berlebih (Mayer, 2. Teori ini sejalan untuk menganalisis strategi komunikasi edukasi digital, khususnya dalam perancangan pesan edukatif yang memanfaatkan berbagai format media atau platform. Sehingga penggunaan multimedia yang tepat dapat meningkatkan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 268 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan pemahaman dan keterlibatan audiens dalam proses pembelajaran. Berdasarkan beberapa landasan teori tersebut, artikel ini mengintegrasikan perspektif komunikasi dan pendidikan untuk memahami pemanfaatan media digital. Teori komunikasi bermediasi komputer dan budaya partisipatif untuk menganalisis strategi komunikasi serta pola interaksi. Sedangkan teori interaksionalisme simbolik digunakan untuk mengkaji proses pemaknaan audiens bertujuan memahami proses dan efektivitas Integrasi teori ini memperkuat konseptual dan metodologis. Strategi Komunikasi Edukasi Rancangan strategi komunikasi edukasi harus disesuaikan dengan konten digital, karakteristik media dan audiens sasaran. Pada umumnya, pesan edukatif disajikan secara ringkas, visual, dan kontekstual agar menarik perhatian dan memudahkan pemahaman audiens. Pesan edukatif Audibuat pendekAy dan bukan berarti dangkal, tetapi menandai adanya penyederhanaan struktur pesan karena karakter media digital cenderung menuntut perhatian cepat dan durasi atensi yang terbatas. Misalnya, mengubah materi yang panjang menjadi poin per poin dengan pola caption pendek menggunakan bullet atau list. Memecah konsep kompleks menjadi serial konten atau bagian per bagian dengan struktur Aumasalah solusi - ringkasanAy. Menonjolkan Aupesan intiAy atau key takeaway di awal atau di akhir Berdasarkan visual,komunikator dapat memanfaatkan berbagai format pesan berupa infografik, ilustrasi kasus, video hingga skenario atau narasi populer untuk menyederhanakan konsep edukatif yang relatif kompleks. Strategi ini digunakan untuk memperjelas pemrosesan teks yang panjang, dan meningkatkan daya tarik dari konten yang dibagikan menggunakan dominasi gambar atau diagram serta teks yang minimal dengan Sedangkan kontekstual berarti pesan dikaitkan dengan realitas atau isu yang ramai diperbincangkan dengan tujuan meningkatkan relevansi dan mempermudah audiens melakukan keterhubungan situasi dan pengalaman Selain komunikator secara sadar mengadopsi gaya bahasa relasi nonformal namun informatif yang berarti adanya keseimbangan antara kedekatan seperti bahasa santai dalam melakukan percakapan dengan ketepatan memilih konsep, langkah atau rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan agar tercipta Aurelasi sosial" dengan audiens. Strategi ini dikombinasikan dengan ajakan interaksi seperti pertanyaan reflektif, permintaan tanggapan atau diskusi terbuka di kolom Mengundang audiens untuk terlibat dan menciptakan mekanisme umpan balik sebagai bahan koreksi, klarifikasi, dan Praktik tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi edukasi di media digital tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi dan bersifat linear, melainkan membuka ruang dialog dan berpotensi Hasil ini menguatkan pandangan bahwa komunikasi edukasi berbasis media digital merupakan praktik komunikasi yang bersifat dialogis dan partisipatif. Menunjukkan bahwa praktik komunikasi edukasi di media digital bukan sekedar proses transmisi informasi,melainkan pelibatan negosiasi makna melalui respons audiens. Strategi pesan yang adaptif terhadap karakter interaksi yang lebih egaliter antara komunikator dan audiens (Walther, 1. Dengan demikian, strategi komunikasi edukasi yang ditemukan dalam penelitian ini memperlihatkan upaya komunikator untuk menyesuaikan pesan dengan kapasitas atensi dan literasi digital audiens. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 269 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan Pola Interaksi dan Partisipasi Audiens Dalam Komunikasi Edukasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa audiens tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, tetapi juga terlibat aktif melalui komentar, pertanyaan, berbagi Bentuk partisipasi bervariasi, mulai dari memberi respons langsung dan sederhana berupa like atau comment singkat,klarifikasi konsep,testimoni hingga saling menanggapi dan menyempurnakan penjelasan terkait topik edukatif yang Audiens bahwa interaksi tersebut membantu untuk memahami materi secara komprehensif serta dapat memperoleh perspektif tambahan dari pengalaman pengguna lain. Selain itu, audiens merasa lebih termotivasi untuk belajar ketika komunikator merespons komentar atau pertanyaan secara langsung. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran peran audiens dari AupenerimaAy menjadi coleraner bahkan co-contributor. Jejak aktivitas seperti komentar, thread diskusi, dan tanya jawab merupakan data penting yang berimplikasi secara metodologis karena memperlihatkan bagaimana pembelajaran berlangsung melalui komunikasi. Di media digital, komunikasi edukasi bukan hanya pengajaran, tetapi juga pertukaran pengetahuan berbasis interaksi. Berdasarkan temuan variasi tingkat partisipasi, dari respons sederhana hingga diskusi mendalam yang dimaknai sebagai spektrum keterlibatan . , antara lain : . Keterlibatan rendah . ow engagemen. seperti like, emoji, dan komentar singkat berupa AusetujuAy atau Aubermanfaat' yang berfungsi sebagai sinyal atensi, dukungan atau afiliasi sosial. Keterlibatan menengah . oderate singkat,permintaan materi lanjutan, tag/ mention,dan share link sebagai kebutuhan informasi tambahan dan dorongan untuk berbagi ke pengguna lain. Keterlibatan tinggi . igh engagemen. seperti diskusi berantai, debat argumentasi, koreksi atau memberikan penjelasan mendalam, hingga berbagi pengalaman secara rinci dan detail yang berfungsi memproduksi makna kolektif,elaborasi konsep, dan pembelajaran Spektrum ini menandakan bahwa efektivitas komunikasi edukasi di media digital tidak cukup dinilai dari Auberapa banyak pengguna yang melihatAy,tetapi juga dari kualitas interaksi yang menunjukkan realitas suatu pembelajaran. Pola memperlihatkan karakter kuat budaya partisipatif, di mana audiens tidak lagi pasif melainkan berkontribusi dalam proses pembelajaran kolektif. Hal ini sejalan dengan konsep budaya partisipatif yang menegaskan bahwa media digital mendorong audiens untuk terlibat dalam produksi dan distribusi Pada perspektif pendidikan, temnuan ini memiliki relevansi dengan teori konstruktivisme sosial yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial dan dialog (Jaramillo, 1. Media digital berfungsi sebagai ruang sosial yang memfasilitasi pembelajaran kolaboratif. di mana audiens belajar tidak hanya dari komunikator,tetapi juga dai sesama audiens. Dengan demikian interaksi dan partisipasi audiens menjadi komponen penting dalam efektivitas komunikasi edukasi digital. Selain pemahaman dan motivasi belajar dengan Pertama,pemahaman lebih komprehensif di mana audiens memperoleh perspektif tambahan dari pengalaman pengguna lain, contoh konkret yang sesuai atau dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan klarifikasi konsep melalui tanya jawab. Kedua, motivasi belajar meningkat di saat komunikator dihargai,didampingi,terdorong menyampaikan pertanyaan, hingga turut berpartisipasi pada konten selanjutnya. Hal ini menandakan bahwa respons komunikator berperan sebagai dukungan sosial dan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 270 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan scaffolding yang menguatkan proses pembelajaran dan mengubah media digital sebagai Auruang belajar yang hidupAy. Pola interaksi audiens di media digital menunjukkan budaya partisipatif dan tidak pasif, melainkan berkontribusi dalam pembelajaran kolektif. Media digital memungkinkan pengguna terlibat untuk membangun makna bersama dalam jaringan. komentar dan diskusi sebagai ruang produksi makna . eaning-makin. , pengetahuan . ser-generated knowledg. ,dan diskusi antar pengguna . eer-to-peer learnin. Budaya partisipatif juga dapat diperdalam dengan konsep bahwa teknologi digital menurunkan hambatan untuk berpartisipasi dan mempercepat koordinasi sosial, sehingga partisipasi lebih mungkin sering terjadi (Shirky, 2. Pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial dan bahasa,pembelajaran terjadi ketika individu berinteraksi dengan orang lain yang memberi dukungan dan memperluas Dengan demikian, media digital menjadi sebuah ekosistem di mana audiens turut memproduksi pemahaman. Berperan sebagai ruang sosial tempat "bahasaAy berupa komentar, narasi, dan contoh menjadi alat untuk membangun pengetahuan. Pemaknaan Audiens terhadap Pesan Edukatif di Media Digital Berdasarkan menunjukkan bahwa audiens memaknai pesan edukatif secara beragam, bergantung pada latarbelakang pengetahuan,pengalaman pribadi, dan kebutuhan masing-masing. Sebagian audiens menilai pesan edukatif mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama disertai contoh konkret dan visual pendukung. Namun, terdapat pula audiens yang mengaku mengalami kebingungan di saat informasi terlalu padat atau disampaikan tanpa konteks yang memadai. Audiens juga menekankan pentingnya kredibilitas sumber dalam Komunikator yang dianggap memiliki kompetensi dan konsistensi pesan cenderung lebih dipercaya. Sehingga pesan edukatifnya lebih mudah diterima dan dimaknai secara Keragaman pemaknaan di mana audiens menafsirkan pesan secara beragam sesuai latar belakang dan kebutuhan. Pesan edukatif tidak pernah bermakna tunggal dan dipengaruhi oleh pengetahuan awal . rior knowledg. atau seberapa jauh audiens telah memahami topik. Pengalaman pribadi yang menjadikan audiens memiliki kerangka rujukan untuk menilai pesan. Kebutuhan dan tujuan di mana audiens yang mencari solusi praktis akan menilai pesan berbeda dari Pada tahapan wawancara, terdapat implikasi empirik di mana audiens dengan pengetahuan awal memadai cenderung memaknai pesan sebagai penguatan atau Selain itu, audiens dengan membutuhkan penjelasan berjenjang dan kontekstual agar makna dapat terbentuk. Suatu pesan dianggap mudah dipahami ketika disertai contoh konkret dan visual Audiens akan lebih terampil mengaitkan konsep dengan realitas seharihari atau relevan secara kontekstual. Visualisasi juga dapat membantu audiens memproses informasi, terutama ketika konsep terlihat abstrak. Sebagian audiens juga bingung di saat informasi terlalu padat atau kurang konteks sehingga menghambat Hal ini disebabkan beban kognitif . ognitive loa. meningkat ketika pesan terlalu banyak dan tidak terstruktur. Selain itu. Audiens kesulitan membangun hubungan antara konsep dan situasi nyata apabila minim secara konteks. Secara praktis, hal ini terlihat pada pola istilah yang terlalu teknis tanpa penjelasan, kurangnya analogi atau perumpamaan, dan jumlah poin yang banyak tanpa penahapan dalam satu konten. Media digital dihadapkan pada derasnya arus kepercayaan audiens dipengaruhi . eahlian/ komunikato. , konsistensi pesan . idak Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 271 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan kontradiktif dan stabi. , dan transparansi rujukan. umber,data,dan terverifikas. Pada proses pemaknaan, audiens tidak hanya memproses isi pesan, tetapi juga menilai Ausiapa yang berbicaraAy dan Auapakah saya dapat percaya". Oleh karena itu,audiens menekankan pentingnya kredibilitas sumber yang merupakan kunci serta sebagai filter penerimaan dan pemaknaan. Efektivitas komunikasi edukasi sangat Makna dibentuk melalui interaksi dan interpretasi individu terhadap simbol (Blumer, 2. Pada konteks media digital,simbol berupa teks visual, dan narasi dimaknai secara subjektif oleh audiens berdasarkan pengalaman, dan konteks Selain itu, keragaman pemaknaan audiens menegaskan bahwa komunikasi edukasi tidak dapat dipisahkan dari faktor literasi digital dan kapasitas kognitif audiens. Perbedaan literasi digital berpengaruh terhadap pemahaman dan sikap audiens terhadap pesan edukatif (Ramdhan et al. Dengan demikian,komunikasi edukasi digital memerlukan strategi penyampaian pesan yang inklusif dan adaptif terhadap keragaman audiens. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini memperlihatkan edukasi dalam pemanfaatan media digital merupakan praktik komunikasi yang kompleks dan Strategi pesan, interaksi audiens, dan pemaknaan pesan saling pembelajaran yang bersifat dialogis dan Komunikasi edukasi dalam pemanfaatan media digital bukan hanya penggunaan media pembelajaran, akan tetapi perlu dipahami sebagai proses sosial yang Secara mengonfirmasi relevansi integrasi teori komunikasi bermediasi komputer (ComputerMediated Communicatio. ,budaya partisipatif, interaksionalisme simbolik, dan edukasi berbasis media digital. Keterkaitan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian ilmu komunikasi,khususnya dalam memahami media digital sebagai ruang pembelajaran yang interaktif dan sarat makna. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi edukasi dalam pemanfaatan media digital pelu dirancang secara adaptif dengan mempertimbangkan karakteristik platform dan audiens. Penyajian pesan yang ringkas, visual, dan kontekstual terbukti memudahkan pemahaman serta meningkatkan ketertarikan audiens terhadap materi edukatif. Penggunaan format pesan yang beragam seperti infografik dan video singkat dapat membantu menyederhanakan konsep yang kompleks tanpa mengurangi makna substansial. Menegaskan pentingnya pengelolaan interaksi dalam komunikasi di media digital. Audiens tidak lagi berperan sebagai penerima pasif, melainkan menjadi Oleh karena itu, komunikator perlu menyediakan ruang interaksi dan merespons audiens secara konsisten untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi Selain itu, perbedaan latar belakang pengetahuan dan literasi digital audiens memengaruhi proses pemaknaan pesan atau konten yang disajikan. Komunikator perlu merancang pesan yang inklusif yang dilengkapi dengan konteks dan contoh konkret, serta menjaga kredibilitas melalui Dengan demikian, efektivitas komunikasi edukasi di media digital sangat ditentukan oleh integrasi desain pesan, interaksi, dan kredibilitas sumber atau isi Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk menguji hubungan antara strategi komunikasi edukasi di media digital, tingkat partisipasi Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 265-273, 2025 | 272 Komunikasi Edukasi dalam Pemanfaatan Media Digital Nursalam Samad. Roslan audiens,dan hasil pembelajaran. Kajian juga dapat difokuskan pada platform media digital tertentu untuk mengidentifikasi pengaruh komunikasi dan pemaknaan audiens dengan latar belakang yang lebih beragam agar diperoleh pemahaman secara komprehensif mengenai variasi literasi digital dan kebutuhan pada proses pembelajaran. Mayer,R. Multimedia learning. In Psychology of learning and motivation (Vol. 41, pp. Elsevier. Mayer. Multimedia learning. Cambridge University. Putri. , & Irwansyah. Efektivitas Komunikasi Dalam Pembelajaraan Online. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis,3. ,54-63. Ramdhan. Nofriadi. , & Dahriansyah. DAFTAR PUSTAKA