Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2024. Vol. No. Hal 237 -245 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola RESPONSIBILITAS TOKOH AGAMA ISLAM DALAM UPAYA MENANGKAL KONTRA PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN HANDPHONE DI KALANGAN REMAJA 1Noviyanti, 2Haris Kulle, 3Bustanul Iman RN 1Pascasarjana IAIN Palopo 2Pascasarjana IAIN Palopo 3Pascasarjana IAIN Palopo E-mail: 1novayanti06@gmail. com, 2haris_kulle@iainpalopo. 3bustanulimranrn@gmail. Abstract This research discusses the responsibility of Islamic religious figures in counteracting the counter-productivity of cellphone use among teenagers. This research aims: to analyze the use of cell phones among teenagers in Buntu Batu Village. Bupon District. Luwu Regency, to analyze the impact of cellphone use among teenagers in Buntu Batu Village. Bupon District. Luwu Regency, and to analyze Islamic religious figures in counteracting the counterproductivity of cellphone use among teenagers. Buntu Batu Village. Bupon District. Luwu Regency. This type of research is field research, which is part of the descriptive qualitative research type. The population of this study is teenagers from Buntu Batu Village Bupon District. Luwu Regency based on junior high school education levels, taking a sample of 6 . The instruments in this research used observation, interviews, and documentation. The research results show that cell phones have become a necessity among teenagers and the general public, while the impact they have has a positive side by making it easier to fulfill people's activities and needs, while the negative impact is that teenagers tend to forget their obligations, say rude words, lose control when using cellphones, neglecting religious activities, and having the opportunity to access negative content. Forms the responsibility or responsibility of Islamic religious leaders, village officials, and parents by establishing several community programs including monthly recitation, weekly recitation, village improvement/cooperation, and provision of TPA, while several parents' efforts include providing sanctions or deterrent effects, providing religious applications, and not facilitating cellphones for under-aged children. The implication of this research is the provision of a place for Al-Qur'an education, namely TPA, which is not only provided for early childhood but is also aimed at teenagers with the hope of minimizing the use of cell phones so as not to cause Keywords: Responsibility. Figures. Religion. Islam, cons, productivity, teenagers, cellphones. Abstrak Penelitian ini membahas tentang responsibilitas tokoh agama Islam dalam menangkal kontra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan : untuk menganalisis penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Untuk menganalisis dampak penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu, dan Untuk menganalisis tokoh agama Vol. No. Oktober 2024 238 | Noviyanti dkk. Islam dalam menangkal kontra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Jenis Penelitian ini yaitu field research atau penelitian lapangan yaitu bagian dari jenis peneltian kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu berdasarkan jenjang pendidikan SMP-SMA, dengan mengambil sampel sebanyak 6 . remaja Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan Hasil Penelitian menunjukan bahwa handphone sudah menjadi kebutuhan di kalangan remaja dan masyarakat umum, adapun dampak yang ditimbulkan memiliki sisi positif dengan memberi kemudahan pada pemenuhan aktivitas dan kebutuhan masyarakat, sementara dampak negatifnya yaitu remaja cenderung melupakan kewajiban, berkata kasar, lost control ketika menggunakan handphone, lalai dalam kegiatan keagamaan, dan memiliki peluang mengakses konten-konten negatif. Bentuk tanggung jawab atau responsibilitas tokoh agama Islam, aparat desa dan orang tua dengan membentuk beberapa program masyarakat diantaranya: pengajian bulanan, pengajian perpekan, pembenahan desa/gotong royong, penyediaan TPA, sementara beberapa upaya orang tua yaitu, pemberian sanksi atau efek jera, penyediaan aplikasi keagamaan, dan tidak memfasilitasi handphone pada anak dibawa umur. Implikasi dari penelitian ini yaitu penyediaan tempat pendidikan al-QurAoan yaitu TPA yang tidak hanya disediakan bagi anak usia dini namum juga tujukan pada remaja dengan harapan meminimalisir penggunaan handphone agar tidak meimbulkan Kata Kunci: Responsibilitas. Tokoh. Agama. Islam, kontra, prduktivitas, remaja, handphone. PENDAHULUAN Hadirnya teknologi di tengah peradaban manusia telah membawa perubahan yang sangat besar sehingga masyarakat hampir di seluruh dunia sulit lepas dari peran teknologi. Salah satu hasil dari inovasi teknologi yaitu Handphone merupakan salah satu hasil dari teknologi yang memiliki peran begitu besar di kalangan masyarakat dan diterima secara luas karena fungsinya yang begitu besar sehingga dapat mengakses seluruh dunia, salah satunya sebagai sumber informasi. Teknologi telah merubah dan meningkatkan akses kehidupan manusia di segala bidang termasuk hadirnya layanan teknologi nirkabel yang tersedia bagi masyarakat umum. Handphone memang memiliki fungsi yang begitu luas, tidak bisa dipungkiri dan dihindari bahwa penggunaan handphone ini sulit lepas dari kehidupan generasi-generasi penerus seperti remaja. Hampir setiap remaja telah mengakses segala jenis sosial media yang ada seperti facebook dan twitter, yang awalnya hanya bisa diakses melalui browser atau crome namun karena inovasi teknologi makin berkembang maka aplikasi ini bisa diinstal melalui handphone kemudian muncullah berbagai platform lain seperti instagram, maupun whatsapp yang menjadi sebuah sarana bertukar informasi-informasi yang menarik karena jangkauannya lebih luas. Dampak negatif dari penggunaan handphone salah satunya yaitu ketidakstabilan remaja dalam menggunakan handphone sehingga sering kali terjadi penyalahgunaan fasilitas yang telah tersediah seperti dengan 1Triantoro Safaria. Nomophobia: Riset Teknologi dan Pengukurannya, (Yogyakarta: UAD Press, 2. , h. 2Dian Prajarini. Media Sosial Periklanan-Instagram, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2. , h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Responsibilitas Tokoh Agama . mengakses konten-konten yang sama sekali tidak memberi manfaat, bermain game yang berlebihan, melakukan penipuan, menyebar berita bohong, melakukan perundungan dsb. Secara psikologis remaja akan terganggu karena tuntutan perkembangan zaman yang diakibatkan dari bersosial media, dimana seseorang yang kian berlomba-lomba untuk tampil sempurna di depan layar sehingga dapat membuat pikiran tertekan dan terganggu akibat persaingan yang ada sedangkan kemampuan ekonomi masyarakat yang tidak seimbang dengan kemauan yang ada. Salah satu lapisan masyarakat yang memiliki peran besar terkait masalah yang ada di atas ialah peranan tokoh agama Islam. Peran tokoh agama Islam memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pelestarian nilainilai agama terhadap kebutuhan generasi muda yang tentunya berfokus pada pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari sebagai respon dalam mengantisipasi penggunaan handphone yang kurang produktif di kalangan Pemilihan tokoh agama Islam sebagai salah satu garda terdepan dalam penelitian ini sebagai bentuk pemulihan aktivitas masyarakat utamanya remaja terhadap keaktifan kembali pada kegiatan sosial keagamaan yang disebabkan oleh pengaruh perkembangan teknologi. Selain tokoh masyarakat, tokoh pemerintah setempat dan para orang tua tentunya juga memiliki peran dan pengaruh besar dengan bekerja sama untuk membentuk program keagamaan sebagai wadah edukasi dalam menangkal kasus penggunaan handphone pada remaja. METODE Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research yang merupakan penelitian yang bertujuan untuk menemukan secara spesifik mengenai masalah yang sedang terjadi pada suatu lokasi atau tempat. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Muhammad Firdaus bahwa pendekatan penelitian kualitatif merupakan proses dalam penelitian yang berdasarkan pada metode tertentu mengenai sesuatu yang menjadi fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat. 2 Untuk memperoleh data yang akurat dalam melengkapi hasil penelitian yang akan dilakukan agar lebih valid ada beberapa teknik yang harus dilakukan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data perlu diteliti dengan menggunakan teknik triangulasi dan pembahasan teman sejawat. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan Kesimpulan. 2Muhammad Firdaus. AuPeran Tokoh Agama Terhadap Pergaulan Bebas Remaja di Desa Mpuri Kecamatan MadapanggaAy. Jurnal Ilmiah Kreatif. Vol. No. Januari 2022, h. https://ejournal. Vol 9. No. Oktober 2024 240 | Noviyanti dkk. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan Handphone Di Kalangan Remaja di Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu Perubahan zaman dan pengaruh arus globalisasi telah berhasil menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat termasuk halnya penggunaan handphone. Penggunaan handphone pada remaja di Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu sebenarnya sama seperti penggunaan handphone pada masyarakat umumnya yang menjadikan handphone sebagai kebutuhan dalam melakukanaktivitas sehari-hari, hanya saja dampak positif maupun negatif yang dibawa oleh penggunaan handphone tergantung pada tiap individu bagaimana untuk menyikapi hal Remaja yang merupakan usia transisi lebih membuat mereka susah mengontrol diri dari beberapa hal, oleh karenanya remaja di Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu perlu pendampingan dari orang tua, masyarakat, dan pendidik seperti guru agar mereka lebih teredukasi, seperti pada hasil wawancara yang didapatkan dari para narasumber. Meninggalkan ibadah, tidak memperhatikan pendidikan dan mengabaikan nasehat adalah beberapa bukti sebagai penyimpangan yang dibawa dari pengaruh handphone terhadap kehidupan remaja Buntu Batu. Berdasarkan hasil wawancara dengan para narasumber terkait dengan penggunaan handphone remaja di Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu bahwasannya penggunaan handphone pada remaja memang tidak jauh berbeda dengan daerah lain, dimana handphone sudah dijadikan kebutuhan primer dalam pemenuhan aktivitas bagi sebagian besar Dampak positif ataupun negatif yang ditimbulkan oleh handphone tergantung dari pengguna, bimbingan orang tua, dan kreativitas masyarakat untuk bagaimana bisa memberikan wadah sebagai tempat edukasi bagi remaja dalam mengimbangi dan mengurangi kegiatan yang kontraproduktif yang disebabkan oleh handphone. Seseorang yang mengalami usia transisi dari anak-anak menuju dewasa yang biasa dikenal dengan masa remaja tentu mengalami tahaptahap perkembangan, baik itu perkembangan fisik, kognitif dan emosional. Kelola: Journal of Islamic Education Management Responsibilitas Tokoh Agama . Matriks Perkembangan Remaja Responsibilitas Tokoh Agama Islam dalam Menangkal Kontra Produktivitas Penggunaan Handphone di Kalangan Remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu Lingkungan masyarakat dan keluarga dipandang sebagai faktor terpenting dalam membentuk kepribadian anak karena masyarakat dan keluarga adalah kelompok sosial yang akan sering dijumpai dalam Berdasarkan hasil wawancara yang didapatkan di lapangan terkait dengan responsibilitas tokoh agama Islam dalam menangkal kontra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu, bahwasannya ditemukan beberapa cara yang menjadi solusi dalam hal ini, diantaranya sebagai berikut: Pengajian Bulanan Pengajian bulanan yang diadakan pada setiap dusun di Desa Buntu Batu memberi peluang besar dalam meningkatkan pendidikan Islam di kalangan masyarakat termasuk pada remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Program pengajian bulanan yang diadakan Vol 9. No. Oktober 2024 242 | Noviyanti dkk. membuat masyarakat setempat termasuk para remaja ikut aktif dalam mengambil peran. Kegiatan positif yang menjadi program desa tentunya akan menambah nilai plus dan menjadi wadah pengembangan diri serta membantu menata ketentramaan dan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan pendidikan Islam. Pengajian Perpekan Pengajian perpekan ini dilaksanakan hanya pada enam dusun yang ada di Desa Buntu Batu. Masyarakat sekitar Buntu Batu sepakat untuk mengadakan program ini dengan tujuan tentunya untuk menambah wawasan keagamaan. Program ini dibuat dengan melihat dan mengingat bahwa masyarakat Buntu Batu masih minim tentang ilmu agama, di samping itu program ini ditujukan pada remaja dengan tujuan menghindari pergaulan bebas termasuk dengan penyalahgunaan handphone, maka dari itu dibuat program tambahan agar lapisan masyarakat Buntu Batu dapat menambah bekal keilmuan tentang pendidikan Islam. Pembenahan Dusun / Gotong Royong Pembenahan dusun / gotong royong sebagai program desa bertujuan untuk menumbuhkan rasa kerja sama dan mempererat tali silaturahmi antar masyarakat setempat. Pembenahan desa tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan rasa sosial namun tujuan lain dari program ini yaitu berusaha untuk mencegah pergaulan bebas dan kegiatan yang kontraproduktif terhadap remaja seperti menyibukkannya dengan kegiatan . Penyediaan Taman Pendidikan Al-QurAoan Taman Pendidikan Al-QurAoan atau TPA di Dusun Sawerigading Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon ini didirikan oleh Muhammad Syarif. BA dan TPA ini menjadi wadah bagi para anak untuk belajar seputar alQurAoan karena pada TPA ini tidak hanya sekedar belajar mengaji tapi juga belajar menulis, mengetahui sejarah nabi dll. TPA ini tidak hanya ditujukan bagi anak-anak saja tapi terbuka untuk setiap kalangan usia. Selain program masyarakat yang dijelaskan seperti di atas, ada juga beberapa upaya para orang tua untuk mencegah kegiatan kontraproduktif pada remaja yang disebabkan oleh handphone, diantaranya sebagai berikut: Pemberian Sanksi/Efek Jera Pemberian sanksi/efek jera bukan hanya semata-mata membuat anak takut tapi dengan pemberian efek jera seperri ini justru membuat anak lebih bisa mengontrol diri dan belajar dari kesalahan. Berdasarkan hasil wawancara bahwasannya ketika orang tua memberikan efek jera sebagai hukuman maka akan timbul dalam dirinya rasa penyesalan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, selain itu orang tua tidak hanya sebatas memberi hukuman namun di samping pemberian sanksi maka akan selalu dibarengi dengan wejangan agar tumbuh kesadaran pada diri anak. Menyarankan Menginstal Aplikasi Keagamaan Mengingat pemanfaatan handphone pada remaja yang kurang terkontrol sehingga tidak ada waktu lagi untuk belajar agama maka salah satu solusi yang ditawarkan dengan memfasilitasi aplikasi keagamaan seperti aplikasi al-QurAoan dan murotal. Kurangnya waktu untuk belajar agama Kelola: Journal of Islamic Education Management Responsibilitas Tokoh Agama . membuat para remaja makin kurang tahu dan paham dengan pendidikan Islam maka dari itu kehadiran aplikasi keagamaan seperti ini akan membantu mengontrol penggunaan handphone yang kurang produktif. Tidak Memfasilitasi Handphone pada Anak di Bawah Umur Memilih untuk tidak memfasilitasi handphone pada anak dibawah umur artinya mencegah penyalahgunaan handphone sejak dini, solusi seperti ini tentunya sangat membantu anak agar tidak terjun jauh terhadap penyimpangan yang disebabkan oleh handphone. Berdasarkan hasil wawancara bahwasannya selain tidak memfasilitasi handphone pada anak di bawah umur, pengontrolan maksimal orang tua juga sangat berpengaruh terhadap pergaulan anak di media sosial, dengan memberikan edukasi terkait bahaya dari penyalahgunaan handphone akan berdampak positif terhadap pola pikir anak agar tetap menjaga pergaulan dan tetap berhati-hati dalam bertindak di media sosial. Dampak Penggunaan Handphone di Kalangan Remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu Dampak negatif penggunaan handphone pada remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu ada beberapa diantaranya, lalai dalam melaksanakan tugas atau kewajiban, larut dalam permainan, mengakses konten-konten negatif, berbicara kasar, menggunakan kalimat-kalimat yang belum sesuai umur. Beberapa dampak negatif dari penggunaan handphone pada remaja karena kurangnya kontrol diri dan bimbingan sehingga remaja sebebas-bebasnya mengakses segala fitur yang ada dalam handphone hingga akhirnya mengakibatkan kerugian besar bagi diri sendiri dan orang lain. Kurangnya kontrol diri dan bimbingan terhadap penggunaan handphone pada remaja Buntu Batu bisa saja mempengaruhi kesadaran beragamanya, hal ini dikarenakan kefokusan beralih ke handphone. Terlepas dari dampak negatif handphone tentu di dalamnya juga penuh dengan manfaat yang memberi berbagai macam kemudahan bagi Berdasarkan hasil wawancara, kehadiran handphone di tengahtengah kehidupan banyak membawa kemudahan dalam aktivitas sehari-hari. Hasil yang didapat di lapangan kebanyakan dari remaja menggunakan handphone sebagai alat untuk mencari referensi keilmuan, sebagai tempat menemukan teman baru dan tempat mempererat tali silaturahmi, selain itu bagi sebagian remaja handphone dijadikan alat untuk memasarkan sebuah Jika handphone digunakan sesuai dengan fungsinya maka akan membawa keuntungan yang maksimal bagi penggunanya, seperti pada pemanfaatan handphone bagi sebagian remaja di Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon, ada yang memanfaatkan handphone untuk mencari ilmu, menyambung tali silaturahmi dan sebagai tempat berjualan online yang tentunya mengajarkan mereka untuk hidup mandiri dan bersaing dengan Vol 9. No. Oktober 2024 244 | Noviyanti dkk. PENUTUP Penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu pada dasarnya tidak jauh beda dengan masyarakat pada umumnya yang menjadikan sebagai kebutuhan pemenuhan aktivitas, hanya saja pemanfaatan handphone pada remaja kurang terkontrol karena mengingat usia remaja adalah usia yang ingin bebas, maka dari itu perlu ada bimbingan, pendampingan dan kesadaran tiap individu atas pemanfaatan dan penyalahgunaan handphone. Dampak dari penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten dapat dilihat dari segi pemanfaatannya yang arahnya positif atau negatif. Dampak positif handphone pada remaja Buntu Batu sebagian besar digunakan untuk mencari referensi keilmuan, komunikasi, memperluas relasi pertemanan, dan membuka pasar online, sementara manfaat lainnya bagi masyarakat setempat yaitu sebagai alat kontrol bagi para orang tua dan menjadikannya sebagai tempat menyambung tali silaturahmi antar masyarakat melalui aplikasi yang tersedia ada handphone. Dampak negatif yang dirasakan masyarakat terkait penggunaan handphone remaja yaitu, kelalaian dalam melaksanakan kewajiban, berbicara kasar, kesadaran belajar yang menurun, dan berpengaruh pada kesehatan, sedangkan dampak negatif yang dirasakan oleh para orang tua yaitu, terkadang sulit untuk memberi nasehat kepada anak karena sebagian besar kefokusan mereka teralihkan pada handphone. Responsibilitas tokoh agama Islam dalam menagkal konttra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu dengan membuat beberapa program sosial keagamaan yang menjadi wadah memperkuat pendidikan Islam dan meminimalisir dampak negatif atau kegiatan kontra produktivitas yang disebabkan oleh handphone, beberapa kegiatan tersebut yaitu pengadaan pengajian rutin per pekan, pengajian bulanan dan pembenahan desa atau gotong royong dan TPA, sementara itu usaha beberapa orang tua setempat yaitu dengan memberikan sanksi setimpal, memfasilitasi aplikasi keagamaan, dan tidak memfasilitasi handphone bagi anak di bawah umur. DAFTAR PUSTAKA