JOINT (Journal of Information Technolog. Vol. 03 No 02 Agustus 2021 ISSN: 2527-9467/. ISSN: 2656-7539 PERANCANGAN APLIKASI TEST PENJURUSAN DENGAN MODEL WATERFALL SEBAGAI ALAT BANTU MEMPERCEPAT PROSES PENGUJIAN SISWA BARU BERBASIS WEB (STUDI KASUS : SMA 1 BARUNAWATI JAKARTA) Yudisti Prayigo Permana1 Teknik Informatika. Universitas Pamulang id@gmail. IntisariAi Pelaksanaan ujian di dalam dunia pendidikan digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan atau keberhasilan siswa selama menjalani proses pendidikan, sehingga siswa dapat mengetahui tingkat kemampuannya sesuai dengan bidang studi. Oleh karena itu aplikasi penjurusan ini dibuat untuk dioperasikan di sekolah sehingga dapat memudahkan sekolah dalam melakukan pengujian terhadap siswa baru selain untuk mempercepat proses pengujian dan audit penilaian juga sebagai media untuk menguji akademik siswa yang akan dijadikan sebagai acuan untuk dilakukannya penjurusan, program ini dibuat dengan menggunakan metode SDLC (System Develop Life Cycl. dengan model proses waterfall sampai tahap pengujian. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan menggunakan mysql sebagai databasenya. Hasil dari penelitian adalah terciptanya sebuah aplikasi yang dapat mempercepat proses penjurusan hingga 50% yang semula memakan waktu 240 menit menjadi hanya 120 menit serta tidak memerlukan media kertas sebagai alat pengujian dan dapat meminimalisir penggunaan biaya hingga 80% dari total anggaran yang dikeluarkan. Kata kunciAi Aplikasi Ujian. Tes Penjurusan. SDLC Waterfall Model. AbstractAi Implementation of the exam in the world of education is used to determine the level of ability or success of students during the process of education, so that students can know the level of ability in accordance with the field of study. Therefore, this majors application is made to be operated in schools so that it can facilitate the school in testing new students in addition to accelerate the process of testing and assessment audit as well as a medium for academic testing of students who will be used as a reference for the majors, this program is made by using SDLC method (System Develop Life Cycl. with waterfall process model until testing phase. The programming language used is PHP using mysql as its database. The result of the research is the creation of an application that can accelerate the process of majors up to 50% which initially takes 240 minutes to just 120 minutes and does not require the paper media as a testing tool and can minimize the use of costs up to 80% of the total budget issued. KeywordsAi Application Exam. Test Department. SDLC Waterfall Model. PENDAHULUAN Pelaksanaan ujian di dalam dunia pendidikan digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan atau keberhasilan siswa selama menjalani proses pendidikan, sehingga siswa dapat mengetahui tingkat kemampuannya sesuai dengan bidang studi. Tes adalah pemberian suatu tugas atau rangkaian tugas dalam bentuk soal atau perintah yang harus dikerjakan oleh peserta didik . Dalam melakukan pengujian penjurusan membutuhkan kertas sebagai alat pengujiannya, setelah itu dilakukan audit penilaian secara paper based on document yang biasanya dilakukan oleh guru, sehingga standar pengaplikasian pengujian dapat berproses lama hingga memakan biaya. Oleh karna itu di butuhkan sebuah aplikasi yang dapat membantu dalam pengujian penjurusan siswa baru dimana instansi pendidikan yang membutuhkan aplikasi tersebut yaitu di SMA 1 Barunawati Jakarta, karena bidang penjurusan ini membutuhkan sebuah sistem yang dapat mempercepat proses tes pengujian dan mempermudah dalam proses penilaian akademik siswa. Proses penjurusan yang sedang berjalan dilakukan dengan mengumpulkan semua data minat siswa yang dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang nantinya akan diserahkan kepada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan (Wakasi. , kemudian dilakukan test penjurusan dengan mengujikan mata pelajaran ujian nasional yang mana hasil dari test tersebut dikoreksi kemudian dihitung dan di rata-rata lalu disinkronkan dengan minat yang diinginkan siswa tersebut. Kelebihan dari sistem yang tersedia yaitu mempermudah sekolah untuk mengelompokkan kelas minat dan kekurangannya yaitu sistem yang berjalan terkesan lebih lambat dalam melaksanakan pengujian dengan waktu yang tidak bisa diperkirakan beserta perlu mengeluarkan banyak biaya untuk memperbanyak salinan lembar ujian. Semua proses tersebut menimbulkan masalah dikarenakan masih dilakukan secara paper based on document dari mulai pengujian yang masih menggunakan paper test sebagai bahan pengujian sampai dengan pengkoreksian data hasil pengujian, hal tersebut dapat menghambat proses penjurusan jika terjadi kesalahan dalam melakukan Model air terjun . menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung . Oleh karena itu penulis menyimpulkan bahwa model waterfall sangat cocok diterapkan pada perancangan aplikasi ini. Perancangan Yudisti Prayigo P. : Perancangan Aplikasi Test PenjurusanA aplikasi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan sebagai alternatif solusi dalam melakukan pengujian penjurusan siswa. II. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan untuk penelitian dan pembuatan aplikasi sebagai berikut : Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data yang perlu dilakukan dengan beberapa cara yaitu : Studi Pustaka Mencari berbagai referensi yang berkaitan dengan Framework CodeIgniter, serta mempelajari alur pembuatan Aplikasi Tes Penjurusan. Observasi Dalam metode ini akan dilakukan pengamatan langsung terhadap pengolahan data siswa SMA 1 Barunawati. ANALISA DAN PERANCANGAN Analisa Sistem Berjalan Dalam perancangan sebuah sistem perlu dilakukan sebuah analisis sistem yang sedang berjalan guna mendapatkan data maupun informasi yang dapat dijadikan sebuah acuan dari sistem yang sedang berjalan. Karena dari data yang diperoleh dapat diketahui apa saja yang sudah dapat dilakukan oleh sistem yang berjalan dan apa saja yang belum dapat dilakukan. Bedasarkan analisa sistem yang berjalan diharapkan dapat diketahui sejauh mana sistem yang sedang berjalan dapat memenuhi kebutuhan dan bagaimana solusi yang diberikan agar kebutuhan yang belum dapat dilakukan oleh sistem yang berjalan dapat diterapkan dalam tahapan perancangan sistem. Analisa dari sistem tes penjurusan saat ini pada sekolah SMA 1 Barunawati Jakarta, berikut ini Work Flow Diagram yang menggambarkan proses utama yang berjalan: Wawancara Wawancara dilakukan dengan guru Bimbingan Konseling dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sebagai penanggung jawab data siswa Metode Pengembangan Sistem Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah System Develop Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall yang digambarkan meliputi beberapa proses yaitu: Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat Dimulai dengan mencari hal-hal apa saja yang dibutuhkan user. Desain Desain perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengkodean. Pembuatan Kode Program Pembuatan kode program sesuai dengan kebutuhan yang telah dikumpulkan sebelumnya, pembuatan kode program menggunakan Bahasa pemrograman PHP. Pengujian Melakukan pengujian terhadap aplikasi dengan cara menjalankan aplikasi pada browser, sehingga akan diketahui apakah aplikasi tersebut berjalan sesuai dengan fungsi yang berada pada program atau aplikasi masih mempunyai error, sehingga akan meminimalisir terjadinya error. Pendukung (Suppor. Pemeliharaan (Maintenanc. Pemeliharaan memperbaharui informasi dalam aplikasi sehingga aplikasi selalu memberikan informasi yang akurat. Gambar 1. Rich Picture Sistem Berjalan Analisa Sistem Usulan Setelah melakukan tahapan analisa sistem yang berjalan dapat di ketahui bahwa sistem yang sedang berjalan masih menggunakan paper based on document yang memiliki proses cukup rumit juga memakan banyak biaya dan waktu. Oleh karena itu penulis ingin mengusulkan sebuah aplikasi tes penjurusan dimana aplikasi ini nantinya dapat memudahkan pengguna khususnya pihak sekolah untuk melakukan pengujian terhadap peserta didik baru dimana semua proses yang sedang berjalan diubah ke dalam sebuah aplikasi yang dapat menguji dan memproses data dengan cepat. Berikut ini gambaran sistem yang diusulkan. JOINT (Journal of Information Technolog. Vol 03 No 02. Agustus 2021 Gambar 4. Transformasi ERD ke LRS LRS (Logical Record Structur. Tabel dibawah ini adalah hasil transformasi dari ERD ke LRS. Gambar 2. Usecase Sistem Usulan Perancangan Sistem Dalam perancangan sistem yang diusulkan terdapat beberapa tahapan yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu perancangan basis data, prosedur dan antar muka. ERD (Entity Relationship Diagra. Pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD). ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. Gambar 5. LRS Perancangan Aplikasi Aplikasi adalah kumpulan perintah program yang dibuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Jadi perancangan aplikasi bisa dikatakan rancangan suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan penggunanya . Gambar 3. Entity Relationship Diagram (ERD) Transformasi ERD ke LRS Use Case Diagram Pada Use case diagram ini menjelaskan apa yang dilakukan sistem dan siapa saja yang akan berinteraksi dengan sistem. Transformasi diagram ERD ke LRS merupakan suatu kegiatan untuk membentuk data-data dari diagram hubungan entitas ke suatu LRS. Diagram ER. Diatas akan ditransformasikan ke bentuk LRS. Berikut ini adalah transformasi ERD (Entity Relationship Diagra. ke LRS (Logical Record Structur. Yudisti Prayigo P. : Perancangan Aplikasi Test PenjurusanA Class Diagram Class diagram ini menampilkan beberapa class yang ada pada sistem ini dan memberikan gambaran tentang sistem dan relasi-relasi Berikut adalah class diagram yang menggambarkan skema yang terdapat dalam basis Gambar 6. Use Case Diagram Admin Activity Diagram Activity diagram adalah salah satu cara untuk memodelkan kejadian-kejadian yang terjadi dalam suatu sistem . Berikut ini Activity Diagram yang Gambar 9. Class Diagram Desain Interface Desain interface merupakan suatu desain tampilan yang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan output aplikasi, yang berisikan sub-sub menu dan memiliki fungsi dalam sistem . Gambaran desain interface perancangan aplikasi ujian tes penjurusan dengan model waterfall sebagai alat bantu mempercepat proses pengujian siswa baru berbasis web adalah sebagai berikut: Gambar 7. Activity Diagram Login Sequence Diagram Sequence Diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi antar objek dan mengindentifikasi komunikasi diantara objek-objek tersebut . Gambar 10. Desain Halaman Utama IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Implementasi Implementasi perancangan aplikasi selesai dilakukan. Tujuan dari implementasi adalah penerapan program terhadap proses ujian tes penjurusan pada SMA 1 Barunawati Jakarta. Diharapkan dengan penggunaan program ini proses pengujian akan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Uji coba dilakukan dengan menggunakan metode black box Cara pengujian dilakukan dengan menjalankan Gambar 8. Sequence Diagram Login JOINT (Journal of Information Technolog. Vol 03 No 02. Agustus 2021 aplikasi ujian tes penjurusan dan melihat outputnya apakah telah sesuai dengan hasil yang diharapkan. Implementasi Aplikasi Adapun tampilan user interface perancangan aplikasi test penjurusan dengan model waterfall sebagai alat bantu mempercepat proses pengujian siswa baru berbasis web adalah sebagai berikut: Gambar 11. Halaman Login Pengujian Aplikasi Pengujian aplikasi yang telah diimplementasikan adalah elemen penting dimana pada tahapan ini fungsi aplikasi harus bekerja sebagaimana mestinya. Metode yang dilakukan untuk menguji aplikasi ini adalah black box dan white box. Berikut ini salah satu pengujian menggunakan Black Box dan White Box. ysql_error()). $data=mysql_fetch_array($hasi. if ($pass == $data. ){ $_SESSION['level']=$data. $_SESSION['user']=$data. if ($_SESSION['level']=="admin" or $_SESSION['level']=="siswa" or $_SESSION['level']=="guru") header ("location:. /hal_admin. php?pesan=Login Admin Berhasil"). Exit. echo "". Berdasarkan Tabel 2. Pengujian White Box Halaman Login maka dibuatlah grafik alir dari baris program sebagai berikut: Tabel 1 Pengujian Logout Kasus dan hasil uji (Data Bena. Data Yang Pengamatan Kesimpulan Masukan Mengklik User Dapat . menu logout Diterima ke halaman ke halaman [ ] Ditolak Hasil Pengujian yang dilakukan terhadap aplikasi tes penjurusan siswa baru adalah sebagai berikut: Untuk mencari jumlah path dalam satu flowgraph, dapat menggunakan rumusan sebagai berikut: Cyclomatic Complexity V(G) untuk grafik alir dihitung dengan rumus: V(G) = E Ae N 2 Keterangan: E = jumlah edge pada grafik alir N = jumlah node pada grafik alir Tabel 2. Pengujian White Box Halaman Login Node Pengujian $user=$_POST['username']. $pass=md5($_POST['password']). $hasil=mysql_query("select * from user where id_user='$user' and password='$pass'") or Gambar 12. Grafik Alir untuk Pengujian Halaman Login Berdasarkan tabel 1. cyclomatic complexity menghasilkan jumlah jalur independen pada pengujian rotasi yaitu: E = 7. N = 7 V(G) = 7 Ae 7 2 = 2 Maka jalur independent yang didapat yaitu: Jalur 1 : 1 Ae 2 Ae 3 Ae 4 Ae 6 Ae 7 Jalur 2 : 1 Ae 2 Ae 3 Ae 5 Ae 7 Implikasi Penelitian Implikasi dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai percepatan proses pengujian dan audit penilaian dengan melakukan wawancara terhadap 10 responden dari 20 populasi yang ada dengan menggunakan metode skala likrt adalah sebagai berikut: Pernyataan 1 : Yudisti Prayigo P. : Perancangan Aplikasi Test PenjurusanA Aplikasi yang telah dibuat dapat mempersingkat proses Hasil Jawaban: SS = 0. S = 7. KS = 3. TS = 0. SKS = 0. Bobot : SS = 5. S = 4. KS = 3. TS = 2. SKS = 1. Dari data yang didapat diatas kemudian diolah dengan cara mengkalikan setiap poin jawaban dengan bobot yang sudah ditentukan. SS . = 0 x 5 = 0. S . = 7 x 4 = 28. KS . = 3 x 3 = 9. TS . = 0 x 2 = 0. SKS . = 0 x 1 = 0. Total skor = 0 28 9 0 0 = 37 Skor tertinggi = 5 x 10 = 50 Skor terendah = 1 x 10 = 10 Interpretasi skor hasil pengamatan : . x 100% = 74% Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa responden SETUJU bahwa aplikasi yang telah dibuat dapat mempersingkat proses pengujian. Pernyataan 2 : Aplikasi yang telah dibuat dapat membantu penilaian dengan cepat. Hasil Jawaban: SS = 1. S = 9. KS = 0. TS = 0. SKS = 0. Bobot : SS = 5. S = 4. KS = 3. TS = 2. SKS = 1. Dari data yang didapat diatas kemudian diolah dengan cara mengkalikan setiap poin jawaban dengan bobot yang sudah ditentukan. SS . = 1 x 5 = 5. S . = 9 x 4 = 36. KS . = 0 x 3 = 0. TS . = 0 x 2 = 0. SKS . = 0 x 1 = 0. Total skor = 5 36 0 0 0 = 41 Skor tertinggi = 5 x 10 = 50 Skor terendah = 1 x 10 = 10 Interpretasi skor hasil pengamatan : . x 100% = 82% Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa responden SETUJU bahwa aplikasi yang telah dibuat dapat membantu penilaian dengan cepat. Biaya Kertas = Lembar soal x Jumlah paket = Total kertas x harga fotocopy harga lembar jawaban = Total x jumlah Biaya Transport Pengawas = jumlah pengawas x biaya Biaya Konsumsi Pengawas = jumlah pengawas x biaya Biaya Transport Pesuruh = sisa dari anggaran Anggaran = 160 x 10. 000 = 1. Biaya Kertas = 8 x 2 = 16 x 250 250 = 8000 x 160 = Biaya Transport Pengawas = 4 x 50. 000 = 200. Biaya Konsumsi Pengawas = 4 x 25. 000 = 100. Biaya Transport Pesuruh = 20. Interpretasi skor hasil pengamatan : . 000/1. 100% = 80% Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan biaya kertas dapat di minimalisir hingga 80% dari total anggaran yang dikeluarkan. Dari hasil pembahasan tentang perancangan aplikasi tes penjurusan dengan model waterfall sebagai alat bantu mempercepat proses pengujian siswa baru pada SMA 1 Barunawati Jakarta. Maka dapat penulis simpulkan sebagai Proses yang sedang berjalan memakan waktu 240 menit yang sudah termasuk seluruh proses kegiatan penjurusan, dengan adanya aplikasi ini pihak sekolah dapat menghemat waktu pengujian hingga 50% menjadi hanya 120 menit dengan menghilangkan proses selain proses pengujian yaitu 60 menit proses input data dan 60 menit proses koreksi. Implikasi dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengurangan biaya anggaran penggunaan kertas adalah sebagai berikut: Dana yang didapat untuk melaksanakan tes penjurusan didapat dari siswa yang diambil sebanyak Rp. 000 per siswa yang mana jumlah siswa baru yang terdaftar mengikuti tes sebanyak 160 siswa, jumlah biaya yang didapat sekitar Rp. 000, dari biaya yang didapat 80% penggunaan biaya digunakan untuk biaya penggunaan kertas dan soal lembar jawaban yang di jabarkan dibawah Anggaran = Jumlah siswa x biaya tes per siswa KESIMPULAN Dengan adanya aplikasi ini, pihak sekolah dapat mempercepat proses pengujian dan audit penilaian hingga 50% yang semula seluruh proses dapat menghabiskan waktu selama 240 menit yang mana mencakup proses penilaian dan penginputan data menjadi hanya 120 menit yang mana menghilangkan seluruh proses selain proses pengujian. Dengan adanya aplikasi ini, pihak sekolah tidak perlu menggunakan media kertas lagi sebagai alat pengujian serta dapat meminimalisir penggunaan biaya kertas hingga 80% dari jumlah anggaran yang dikeluarkan dengan menghilangkan biaya penggunaan kertas untuk soal dan lembar jawaban sebagaimana yang telah dijabarkan secara detail pada implikasi penelitian. REFERENSI