Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah PENGARUH RASIO CAMEL TERHADAP TINGKAT KESEHATAN DI BANK BCA SYARIAH Dwi Krisna Raga Setiyaji1 Universitas Singaperbangsa Karawang 1710631030066@student. Irvan Yoga Pardistya2 Universitas Singaperbangsa Karawang yoga@fe. ABSTRAK Rasio Camel adalah metode penilaian bank berdasarkan lima aspek antara lain (Permodalan. Kualitas Aktiva. Manajemen. Laba. Likuidita. Kelima faktor tersebut merupakan faktor yang menentukan tingkat kesehatan suatu bank. Kelima faktor tersebut saling berkaitan erat satu sama lain, dimana jika salah satu faktor tersebut mengalami masalah maka secara otomatis akan mempengaruhi tingkat kesehatan bank tersebut. Sehingga penelitian ini akan mengungkap bagaimana tingkat rasio Camel pada Bank BCA Syariah. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif dimana penelitian ini berusaha membandingkan data berdasarkan laporan keuangan bank yang bersangkutan dengan menggunakan teori-teori yang sesuai dengan perhitungan rasio unta. Berdasarkan analisis penulis, dapat disimpulkan bahwa tingkat rasio Camel pada suatu bank sangat mempengaruhi tingkat kesehatan bank itu sendiri sesuai dengan ketentuan kebijakan Bank Indonesia mengenai perbankan syariah. Kata Kunci: Rasio Camel, kesehatan level bank PENDAHULUAN Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalam perekonomian suatu Negara sebagai lembaga perantara Bank dalam pasal 1 ayat . UU No. 10 Tahun . tentang perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk kredit ataupun pinjaman dan bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Di Indonesia bank dibedakan menjadi dua jenis, yang pertama bank konvensional dan yang kedua bank syariah. Bank konvensional merupakan bank yang tujuan utamanya adalah melaksanakan kegiatan operasional usahanya yang bersifat konvensional dimana dalam kegiatan operasionalnya meliputi pemberian jasa dalam arus pembayaran. Sedangkan bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran(Jahja 2. Bank Syariah merupakan salah satu produk perbankan yang berlandaskan sistem perekonomian Islam. Sistem Ekonomi Islam atau syariah diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalisme (Marimin and Romdhoni 2. Selain itu Menurut (Ismail 2. Bank Syariah memiliki 3 . fungsi yaitu, mengumpulkan dana dari masyarakat, mendistribusikan dana kepada masyarakat, dan juga menyediakan jasa berupa pelayanan perbankan kepada Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah Perbankan telah mewarnai dalam kegiatan perekonomian suatu negara khususnya didalam lembaga-lembaga Didalam lembaga perantara keuangan atau bisa disebut financial intermediatery instituion merupakan perbankan yang sangat Suatu kepercayaan nasabah atau biasa disebut agent of trust didalam suatu perbankan itu sangat diperlukan, apabila suatu kepercayaan para nasabah terhadap perbankan memiliki reputasi yang buruk maka akan sulit untuk perbankan tersebut bisa berkembang, maka dari itu perbankan harus memiliki kinerja yang baik sebagai lembaga intermediasi perbankan. Kepercayaan nasabah terhadap bank akan sangat berpengaruh terhadap reputasi bank itu sendiri, dimana dengan adanya reputasi yang baik maka secara otomatis bank tersebut akan dinilai baik oleh masyarakat oleh karena itu kepercayaan nasabah menjadi faktor yang eksistensi sebuah bank itu sendiri. Sedangkan sebaliknya apabila sebuah bank memiliki tingkat reputasi yang buruk yang didasarkan oleh kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut maka loyalitas masyarakat terhadap bank mengakibatkan kondisi dari bank tersebut membawanya ke arah yang buruk yang mengakibatkan bank tersebut mengalami kebangkrutan (Collaps. Dalam mengukur tingkat kesehatan suatu perbankan dapat dilakukan melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan berbagai aspek yang dapt berpengaruh terhadap kinerja dan kondisi suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas asset, manajemen, rentabilitas, dan Faktor CAMEL (Capital. Assets Quality. Management. Earning, dan Liquidit. merupakan penilaian tingkat kesehatan bank yang ada di Indonesia sampai saat ini. Kelima faktor tersebut dapat dijakan acuan untuk menentukan kondisi suatu bank. Jika salah satu faktor bermasalah didalam suatu maka bank tersebut akan mengalami hambatan dan terlebih lagi apabila faktor yang bermasalah tidak hanya satu (Novyanti and Roestiono 2. Urgensi dari penelitian ini yang berjudul Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan di Bank BCA Syariah yaitu dimana hubungannya antara Tingkat Kesehatan Bank dengan Rasio Camel adalah bahwasannya untuk menilai sebuah tingkat kesehatan di bank adalah dengan menggunakan perhitungan Rasio Camel itu sendiri, maka dari itu setelah melalui perhitungan ini maka akan terlihat kondisi bank tersebut termasuk kedalam bank yang sehat atau tidak. Berdasarkan hal tersebut penilitian ini dianggap penting mengingat penilitian dapat dipergunakan untuk masyarakat pada umumnya dan terutama para investor maupun stakeholder karna dengan adanya penilitian pada pembaca kesehatan di Bank BCA Syariah ini tergolong kedalam kategori bank yang sehat atau tidak. Berdasarkan laporan keuangan dari Bank BCA Syariah itu sendiri dapat dilihat adanya indikasi yang memberikan gambaran bahwasannya tingkat kesehatan di Bank BCA Syariah tergolong kedalam kategori yang cukup sehat hal itu dapat dibuktikan dengan terlihatnya nilai ROA pada laporan keuangan Bank BCA Syariah. Berikut ini merupakan penelitian terdahulu yang serupa dengan penilitian terkait Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan di Bank BCA Syariah. Hasil Penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bank tabungan negara syariah tergolong kedalam kategori yang sehat, hal tersebut dapat dibuktikan dengan perhitungan metode Camel pada penelitian tersebut (Setiawan & Roestiono. Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Bank Umum Syariah periode 2011-2014 dengan CAMELS Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah menunjukkan bahwa tidak semua variabel yang digunakan dalam mengukur tingkat pertumbuhan laba (Rahma, 2. A Tahun 2019 = 6. 067 x 100 = 0,3827 x 100% = 38,27% METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana menurut Sugiyono (Sugiyono 2007, . yang menjelaskan bahwasannya metode ini hanya sebatas menganalisis dari suatu hasil penelitian akan tetapi tidak bisa kesimpulan yang lebih dalam. Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil perhitungan dengan menggunakan metode Camel pada Bank BCA Syariah. Penelitian ini berfocus pada pengkajian laporan keuangan yang diterbitkan oleh Bank BCA Syariah yang direalisasikan melalui perhitungan Camel tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Rasio Camel Capital Adequecy Ratio (CAR) Capiral Adequecy Ratio merupakan Rasio keuangan yang kecukupan modal suatu perbankan yang besar kecilnya suatu modal akan berpengaruh pada kinerja suatu bank apakah efisien dalam menjalakan Permodalan dalam suatu bank menjadi faktor penting dalam kredit/aktiva produktif yang berisiko dapat ditangani dengan meningkatkan nilai CAR. (Ruslim 2. CAR = A ycyeayeIyeCyes x 100% (Dalam Jutaa. ycycycyc Tahun 2017 = x 100% = 0,2938 x 100% = 29,38% A Tahun 2018 = x 100% = 0,2426 x 100% = 24,26% Asset Quality Aspek kualitas aktiva produktif menggambarkan kinerja keuangan didalam perbankan. Tingkat kesehatan perbankan dalam aspek kualitas aktiva dapat diukur yaitu dengan rasio Kualitias Aktiva Produktif (KAP). Kualitias aktiva sesuai dari ketentuan Bank Indonesia membandingan aktiva produktif yang dengan aktiva Dalam penanaman modal bank, kualitas aktiva produktif kolektibilitasnya mulai dari Kurang Lancar. Diragukan, dan Macet (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono KAP = ycyeUyeiyeOyeyeC ycyeeyeayeIyenyeUyeiyeOyeN ycyeOyeUyesyeCyeiyeOyeNyeOyeUyeCyeiyeOyeUyeCyea ycyeUyeiyeOyeyeC ycyeeyeayeIyenyeUyeiyeOyeN A Tahun 2017 = x 100% = 1,1222 x 100% = 0,011% A Tahun 2018 = 676,75 x 100% = 9,6408 x 100% = 0,0096% A Tahun 2019 = x 100% = 0,0041 x 100% = 0,412% Management Aspek Management mencakup dua aspek, yang pertama yaitu manajemen umum dan manajemen resiko, tingkat kesehatan bank pada aspek manajemen dapat diukur dengan menggunakan Net Profit Margin (NPM). Rasio ini digunakan sebagai Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah tingkat kemampuan bank dalam mendapatkan profit bersih dari Selanjutnya menilai kualitas manajemen suatu Kegiatan manajemen pada suatu bank mulai dari manajemen aktiva, manajemen umum, manajemen rentabilitas serta manajemen likuiditas yang pada tujuan akhirnya akan (Merkusiwati 2. NPM = ycyeCyeEyeC ycyeIyeeyeiyeOyeO ycyeIyeayeIyeCyecyeCyeiyeCyea ycyecyeIyeeyeCyeiyeOyeayeayeCyes A Tahun 2017 = . ROA = ycyeCyeEyeC ycyeIyeeyeiyeOyeO ycyeIyeEyeIyesyenyea ycyeCyeUyeCyeU ycyeayeiyeCyes ycyeiyeIyei A Tahun 2017 = x 100% = 0,0104 x 100% = 1,04% A Tahun 2018 = x 100% = 0,0102 x 100% x 100% = 1,02% x 100% = 0,1166 x 100% A Tahun 2019 = x 100% = 11,66% = 0,0096 x 100% = 0,96% A Tahun 2018 = x 100% = 0,1295 x 100% = 12,95% A Tahun 2019 = asset (ROA) dan beban operasi terhadap pendapatan operasi (BOPO) dapat dijadikan sebagai penilain terhadap komponen rentabilitas pada suatu bank. x 100% . BOPO = ycyeIyeEyeCyea ycyecyeIyeeyeCyeiyeOyeayeayeCyes ycyeIyeayeIyeCyecyeCyeiyeCyea ycyecyeIyeeyeCyeiyeOyeayeayeCyes A Tahun 2017 = x 100% = 0,4369 x 100% = 0,1319 x 100% = 43,69% = 13,20% Earnings Aspek Earning merupakan salah satu faktor yang memperlihatkan kemampuan bank dalam mendapatkan keuntungan dilihat dari sumber daya yang dimiliki. Penilaian didasarkan pada rentabilitas suatu bank yang melihat kemampuan suatu bank dalam menciptakan laba (Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono 2. Rasio return on Liquidity Kemampuan membayar utang atau kewajibannya baik jangka panjang maupun jangka pendek merupakan aspek likuiditas dalam sebuah bank. Sebuah bank dapat dikatakan likuid apabila bank tersebut mampu serta lancar dalam membayar seluruh utang-utangnya. Loan to Deposit Ratio (LDR) dapat dijadikan pengukur pada komponen likuiditas A Tahun 2018 = x 100% = 0,4135 x 100% = 41,35% A Tahun 2019 = x 100% = 0,5635 x 100% = 56,35% bank, akan tetapi karna yang diteliti oleh peneliti disini yaitu Bank BCA Syariah menggunakan Financing to Deposit Ratio (FDR) untuk mencari liquidity dari bank yang diteliti. Perhitungan untuk mencari LDR atau FDR adalah sebagai berikut (Defri 2. FDR = ycyeayeiyeCyes ycyeIyeayeEyeOyeCyeoyeCyeCyea ycyeayeiyeCyes ycyeIyeayeIyeeyeOyeayeCyeCyea ycyeCyeayeC x 100% A Tahun 2017 = x 100% Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah = 0,8712 x 100% = 87,12% A Tahun 2018 = x 100% = 0,8761 x 100% = 87,61% A Tahun 2019 = x 100% = 0,8841 x 100% = 88,41% PEMBAHASAN PENELITIAN Tabel 1 Penilaian Kesehatan Bank BCA Syariah Tahun 2017-2019 Angka Rasio & Penilaian Rasio Camel Capital 29,38% (Seha. 24,26% (Seha. 38,27% (Seha. Asset 0,011% (Seha. 0,0096% (Seha. 0,412% (Seha. Managemen 11,66% (Seha. 12,95% (Seha. 13,20% (Seha. Earning . ROA 1,04% (Cukup Seha. 1,02% (Cukup Seha. 0,96% (Cukup Seha. BOPO 43,69% (Seha. 41,35% (Seha. 56,35% (Seha. Liquidity 87,12% (Seha. 87,61% (Seha. 88,41% (Seha. Pada tahun 2017, pada aspek Capital Bank BCA Syariah tergolong kedalam kategori sangat Hal penilaian CAMEL. Pada Aspek Capital. Bank BCA Syariah mencapai tingkat Rasio sebesar 29,38%, yang mana untuk dapat dinyatakan sehat Bank harus memiliki nilai Rasio sebesar > 8%. Maka dengan itu untuk aspek Capital Bank BCA Syariah pada tahun 2017 berada di golongan kategori sangat sehat. Kemudian pada tahun 2018. Bank BCA Syariah tergolong kedalam kategori sangat sehat walaupun terjadi penurun capital sebesar 5,12% hal itu tidak mempengaruhi tingkat perbankan dalam menyediakan dana. Hal tersebut dapat dibuktikan pada presentase penilain CAMEL. Pada Aspek Capital. Bank BCA Syariah mencapai tingkat Rasio sebesar 24,26%, yang mana untuk dapat dinyatakan sehat Bank harus memiliki nilai Rasio sebesar > 8%. Maka dengan itu untuk aspek Capital Bank BCA Syariah pada tahun 2018 berada di golongan kategori sangat sehat. Selanjutnya pada tahun 2019. Bank BCA Syariah tergolong kedalam kategori sangat sehat dan pada tahun ini terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 14,01%. Hal tersebut dapat dibuktikan pada presentase penilain CAMEL. Pada Aspek Capital. Bank BCA Syariah mencapai tingkat Rasio sebesar 38,27%, yang mana untuk dapat dinyatakan sehat Bank harus memiliki nilai Rasio sebesar > 8%. Maka dengan itu untuk aspek Capital Bank BCA Syariah pada tahun 2019 berada di golongan kategori sangat sehat. Pada tahun 2017, pada aspek Asset Bank BCA Syariah memiliki Nilai Rasio sebesar 0,011%, dimana Nilai Rasio minimum untuk predikat sehat sebesar < 10,35 %. Maka pada aspek Asset di tahun 2017 Bank BCA Syariah pada kategori sehat. Kemudian pada tahun 2018, pada aspek Asset Bank BCA Syariah memiliki Nilai Rasio sebesar 0,0096%, dimana Nilai Rasio minimum untuk predikat sehat sebesar < 10,35 %. Maka pada aspek Asset di tahun 2018 Bank BCA Syariah pada kategori Selanjutnya pada tahun 2019, pada aspek Asset Bank BCA Syariah memiliki Nilai Rasio sebesar 0,412%, dimana Nilai Rasio minimum untuk predikat sehat sebesar < 10,35 %. Maka pada aspek Asset di tahun 2019 Bank BCA Syariah pada kategori sehat. Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah . Pada tahun 2017, pada aspek Management nilai minimum Rasio untuk predikat sehat adalah sebesar > 16,20% untuk predikat sehat. Nilai Rasio yang dimiliki oleh Bank BCA Syariah pada tahun 2017 untuk aspek management adalah sebesar 11,66%, hal tersebut dikarenakan banyaknya beban berkurangnya laba bersih sehingga membuat NPM Bank BCA Syariah di tahun 2017 memasuki golongan kategori kurang sehat. Kemudian pada tahun 2018, pada aspek Management nilai minimum Rasio untuk predikat sehat adalah sebesar > 16,20% untuk predikat sehat. Nilai Rasio yang dimiliki oleh Bank BCA Syariah pada tahun 2018 untuk aspek management adalah sebesar 12,95%, hal tersebut dikarenakan banyaknya beban usaha yang mengakibatkan berkurangnya laba 1,29% sehingga membuat NPM Bank BCA Syariah di tahun 2018 kurang sehat. Selanjutnya pada tahun 2019, pada aspek Management nilai minimum Rasio untuk predikat sehat adalah sebesar > 16,20% untuk predikat sehat. Nilai Rasio yang dimiliki oleh Bank BCA Syariah pada tahun 2019 untuk aspek management adalah sebesar 13,20%, pada tahun ini Bank BCA Syariah mengalami peningkatan yang pada awalnya memiliki kategori kurang sehat menjadi cukup sehat hal tersebut pendapatan laba bersih pada Bank BCA Syariah sehingga pada aspek ini Bank BCA Syariah tergolong kedalam kategori cukup sehat. Pada tahun 2017, pada aspek ROA Bank BCA Syariah memiliki nilai ROA sebesar 1,04%, dan menurut ketentuan BI nilai minimum dalam ROA agar dapat berpredikat sehat adalah > 1. 25 %. Dan ROA pada Bank BCA Syariah pada tahun 2017 tidak tergolong kedalam kategori sehat, maka Aspek ROA dapat dapat dikategorikan cukup Kemudian untuk Rasio BOPO. BI menyatakan bahwa nilai minimum predikat sehat adalah sebesar < 93. Pada Tahun 2017 Bank BCA Syariah memiliki nilai Rasio BOPO sebesar 43,69%. Hal tersebut menunjukan Bank BCA Syariah termasuk kedalam kategori Kemudian pada tahun 2018, pada aspek ROA Bank BCA Syariah memiliki nilai ROA sebesar 1,02%, dan menurut ketentuan BI nilai minimum dalam ROA agar dapat berpredikat sehat adalah > 1. 25 %. Dan ROA pada Bank BCA Syariah pada tahun 2018 tidak tergolong kedalam kategori sehat, maka Aspek ROA dapat dapat dikategorikan cukup Kemudian untuk Rasio BOPO. BI menyatakan bahwa nilai minimum predikat sehat adalah sebesar < 93. Pada Tahun 2018 Bank BCA Syariah memiliki nilai Rasio BOPO sebesar 41,35%. Hal tersebut menunjukan Bank BCA Syariah termasuk kedalam kategori Selanjutnya pada tahun 2019, pada aspek ROA Bank BCA Syariah memiliki nilai ROA sebesar 0,96%, dan menurut ketentuan BI nilai minimum dalam ROA agar dapat berpredikat sehat adalah > 1. 25 %. Dan ROA pada Bank BCA Syariah pada tahun 2019 tidak tergolong kedalam kategori cukup sehat, maka Aspek ROA dapat dapat dikategorikan Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah kurang sehat. Kemudian untuk Rasio BOPO. BI menyatakan bahwa nilai minimum predikat sehat adalah sebesar < 93. Pada Tahun 2018 Bank BCA Syariah memiliki nilai Rasio BOPO sebesar 56,35%. Hal tersebut menunjukan Bank BCA Syariah termasuk kedalam kategori sehat. Pada tahun 2017, pada aspek Liquidity Bank BCA Syariah memiliki nilai 87,12%. Untuk kategori sehat pada aspek Liquidity < 94,75%, maka aspek Liquidity Bank BCA Syariah pada tahun 2017 termasuk kedalam kategori Kemudian pada tahun 2018, pada aspek Liquidity Bank BCA Syariah memiliki nilai 87,61%. Untuk kategori sehat pada aspek Liquidity < 94,75%, maka aspek Liquidity Bank BCA Syariah pada tahun 2018 termasuk kedalam kategori sehat. Selanjutnya pada tahun 2019, pada aspek Liquidity Bank BCA Syariah memiliki nilai 88,41%. Untuk kategori sehat pada aspek Liquidity < 94,75%, maka aspek Liquidity Bank BCA Syariah pada tahun 2019 termasuk kedalam kategori sehat. Berdasarkan uraian diatas dalam metode camel terdapat lima variabel yang digunakan dalam penghitungan tingkat kesehatan bank di Bank BCA Syariah yang antara lain sebagai berikut : Capital Dalam Capital Adequacy Ratio (CAR), pada periode 2017, 2018 dan 2019, modal yang dimiliki oleh Bank BCA Syariah dinilai cukup yang dapat digunakan sebagai arus pembiayaan aktiva tetap dan inventaris serta digunakan untuk mengurangi risiko yang akan terjadi dari aktiva produktif yang mengandung Hal tersebut dapat dilihat dari adanya nilai rasio CAR selama rentang tahun 2017 hingga 2019 yang dicapai melebihi dari 8%, sesuai dengan standar yang telah Bank Indonesia. Asset Quality Dalam Kualitas Aktiva Produktif (KAP), para periode 2017, 2018dan 2019. Kualitas aset Bank BCA Syariah tergolong baik yang didasarkan pada risiko kredit risiko kredit yang dihadapi bank karena adanya pemberian kredit serta aktiva produktif yang diklasifikasikan. Perlunya langkah untuk mengurangi digunakan skema pembenahan kredit yang sesuai perjanjian dalam akad kredit, selanjutnya terkait pemberian kredit baru maka prinsip kehati-hatian sangat diperlukan. Nilai rasio KAP selama rentang tahun membuktikan bahwa angka yang dicapai tidak lebih dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 15,5%. Management Dalam aspek management Bank BCA Syariah memiliki kinerja yang cukup baik, dimana hal tersebut dibuktikan dengan adanya pengelolaan modal dengan baik yang ditunjukkan dengan nilai NPM termasuk kedalam predikat sehat dimana pada periode waktu antara tahun 2017 mengalami peningkatan ditiap . Earnings Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah Return On Asset merupakan sebuah metode yang bertujuan untuk meengukur manajemen kemampuan laba perusahaan dan kinerja perusahaan (Dirvi Surya Abbas 2. Dalam aspek Return on Asset (ROA), pada periode 2017, 2018, 2019, aset yang dimiliki oleh Bank BCA Syariah dikelola dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan nilai rasio ROA pada periode tahun 2017 hingga tahun 2019 yang termasuk kedalam kategori cukup sehat yang didasarkan pada standar ketetapan dari aturan Bank Indonesia. Sedangkan dalam aspek Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), pada periode 2017, 2018 dan 2019, dalam memanajemen biaya pendapatan operasional. Bank BCA Syariah menggunakan prinsip manajemen yang baik. Sehingga dapat terlihat pada nilai rasio BOPO pada rentang tahun 2017 hinnga 2019 yang tidak melebihi dari standar ketetapan Bank Indonesia yaitu . Liquidity Pada aspek Likuiditas, para periode tahun 2017, 2018 dan 2019,Bank BCA Syariah dinilai likuid karna dilihat berdasarkan pada perhitungan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Bank BCA Syariah tersebut likuid karna memiliki nilai FDR dibawah 94,75%. KESIMPULAN Setelah penelitian pada PT. Bank BCA Syariah, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan yaitu: Terdapat 5 komponen Rasio yang digunakan oleh Bank BCA Syariah untuk penilaian tingkat kesehatan Perbankannya. Rasio tersebut adalah Rasio Capital. Assets. Management. Earnings, dan Liquidity atau disebut dengan Rasio CAMEL. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan SE BI No. 9/1/PBI/2007 tahun 2007 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah. Penerapan Rasio CAMEL pada Bank BCA Syariah adalah dengan melakukan penghitungan pada masingmasing Rasio CAMEL setelah itu membandingkan hasil dari penilaian dalam bentuk presentase dengan nilai bobot presentase sebagaimana yang telah Peraturan Bank Indonesia. Penilaian yang dilakukan menghitung masing-masing komponen dengan menginput jumlah rupiah elemenelemen laporan keuangan yang diperlukan untuk menghitung masing-masing nilai Rasio CAMEL. Berdasarkan komponen-komponen yang Rasio Capital. Assets. Management. Earnings, dan Liquidity yang telah dihitung besar presentasenya kemudian akan menjadi acuan untuk menilai tingkat kesehatan Bank BCA Syariah. Berdasarkan CAMEL yang telah diteliti. Bank BCA Syariah meupakan perusahaan perbankan yang memiliki predikat sehat. Hal tersebut didasarkan atas nilai CAMEL sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 yang ratarata memiliki predikat sehat kecuali pada rasio ROA yang terdapat pada komponen Earning di tahun 2017 sampai dengan 2019 yang memiliki predikat cukup sehat. Kesimpulan yang didapat dari perhitungan yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa Bank BCA Syariah tetap dapat melanjutkan usahanya. Selain itu sejak Dwi Krisna Raga Setiyaji. Irvan Yoga Pardistya / Pengaruh Rasio Camel Terhadap Tingkat Kesehatan Di Bank Bca Syariah tahun 2017 sampai dengan 2019 Bank BCA Syariah memiliki tingkat kinerja yang baik dalam kegiatan operasionalnya yaitu mengoptimalisasi penggunakan sumber dayanya ditinjau dari perhitungan Rasio CAMEL yang telah dilakukan. DAFTAR PUSTAKA