Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA) e-ISSN : 2963-9042 online: https://jurnal. id/index. php/JIKKA OLAHAN BUAH PEPAYA MUDA ( Carica papaya l ) MENGATASI MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST PARTUM Devi Ayu Saputri1. Retno Lusmiati Anisah2. Parmilah3 1,2,3 Program Studi D-i Keperawatan Alkautsar Temanggung Email: ayud50606@gmail. com, retno30kusuma@gmail. com, mila25774@gmail. Email korespodensi : ayud50606@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Menyusui merupakan metode pemberian nutrisi pada bayi melalui payudara ibu. Menyusui tidak efektif merupakan kondisi bayi mengalami ketidakpuasan menyusu karena salah satu faktor dari ibu yaitu ketidakadekuatan suplai ASI untuk mendukung status nutrisi bayi. Tanda gejalanya seperti ASI tidak menetes/memancar sehingga BAK bayi kurang dari 8x/24jam dan bayi sering rewel. Konsumsi olahan buah pepaya muda merupakan penatalaksanaan nonfarmakologis untuk mengatasi menyusui tidak efektif dengan etiologi ketidakadekuatan suplai ASI. Tujuan: Memberikan dan menerapkan sejauh mana olahan buah pepaya muda dapat mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post partum. Metode: Teknik pengumpulan data menggunakan dua responden, untuk menentukan suplai ASI. Pemberian olahan buah pepaya muda dilakukan 1x per hari selama 7 hari. Setiap hari responden dikaji mengenai seputar proses menyusui menggunakan lembar observasi menyusui tidak efektif. Hasil: Kedua responden mengalami perbaikan status menyusui setelah diberikan sup buah pepaya muda selama 7 hari, yaitu yang semula suplai ASI sedang menjadi meningkat. Kesimpulan: Pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) efektif untuk mengatasi menyusui tidak efektif yang disebabkan karena ketidakadekuatan suplai ASI pada ibu post partum. Kata kunci: Buah Pepaya Muda. Menyusui Tidak Efektif. Post Partum PROCESSED PAPAYA FRUIT ( Carica papaya l ) TO OVERCOME BREASTFEEDING PROBLEMS IS NOT EFFECTIVE IN POST PARTUM MOTHERS ABSTRACT Background: Breastfeeding is a method of providing nutrition to babies through the mother's breast. Ineffective breastfeeding is a condition where the baby experiences dissatisfaction with breastfeeding due to one of the factors from the mother, namely the inadequate supply of breast milk to support the baby's nutritional status. Signs and symptoms such as breast milk not dripping / gushing so that the baby's BAK is less than 8x/24 hours and the baby is often fussy. Consumption of processed papaya fruit is a non-pharmacological treatment for ineffective breastfeeding with inadequate etiology of breast milk supply. Objective: Provide and apply the extent to which processed papaya fruit can overcome ineffective breastfeeding problems in post partum mothers. Method: Data collection techniques using two respondents, to determine the supply of breast Provision of processed papaya fruit is done 1x per day for 7 days. Every day the respondents were studied about the process of breastfeeding using an ineffective breastfeeding observation sheet. Results: Both respondents experienced an improvement in their breastfeeding status after being given young papaya soup for 7 days, which initially increased their milk supply. Conclusion: Provision of processed young papaya fruit (Carica papaya l. ) is effective for overcoming ineffective breastfeeding caused by an inadequate supply of breast milk in post partum mothers. Keywords: Ineffective Breastfeeding. Post Partum. Unripe Papaya Fruit PENDAHULUAN ASI ekslusif merupakan pemberian ASI saja kepada bayi tanpa makanan tambahan apapun kecuali obat dan vitamin (WHO, 2. untuk diberikan kepada bayi sampai berumur 6 bulan. Kemenkes 2021 mencatat angka pemberian ASI eksklusif bayi berusia 05 bulan sebesar 71,58% dari targetnya yaitu 80%. Salah satu masalah yang muncul pada ibu post partum yaitu menyusui tidak efektif. Menyusui tidak efektif merupakan kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2. Dalam proses menyusui yang gagal sering disebabkan karena terdapat beberapa masalah, baik pada ibu atau pada Cara untuk meningkatkan produksi ASI diantaranya ASI eksklusif, promosi laktasi, edukasi nutrisi bayi, manajemen nutrisi, perawatan bayi, pijat laktasi dan masih banyak lagi (Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2. Pepaya muda menjadi salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis untuk mengatasi masalah menyusui tidak Pepaya muda merupakan buah tropis dengan kandungan laktogogum. Buah pepaya muda mengandung polifenol dan steroid yang dapat meningkatkan kerja hormon prolactin yang merangsang kelenjar payudara ASI meningkatkan kerja hormon oksitosin untuk mengalirkan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan dan menerapkan sejauh mana olahan buah pepaya muda dapat mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post Hasil studi juga ditujukan untuk menambah wawasan dan informasi bagi masyarakat mengenai penatalaksanaan METODE PENELITIAN Data diambil dari 2 responden, dengan teknik pengumpulan data keperawatan pada ibu menyusui, pengkajian masalah menyusui tidak efektif, lembar luaran keperawatan status menyusui,. Metode analisa data pada studi kasus ini dilakukan dengan Variabel terikat pada penelitian ini adalah menyusui tidak efektif dan variabel bebas dalam peelitian ini adalah olahan buah pepaya muda. Tindakan keperawatan pada studi kasus ini adalah pemberian olahan buah pepaya muda pada pasien dengan masalah menyusui tidak efektif di Kabupaten Temanggung. Prosedur pemberian olahan buah pepaya muda yang dilakukan adalah 1x per hari selama 7 hari. Sayur bening pepaya muda yang sudah di masak sesuai SOP oleh peneliti diberikan pada ibu post partum selama 7 hari berturut-turut. Sayur bening pepaya muda diberikan kepada ibu post partum 1 kali sehari sesuai waktu yang telah disepakati. Sayur dimakan dan dihabiskan oleh ibu post partum di hadapan peneliti (Astuti. Penyajian data pada studi kasus ini dipaparkan secara narasi dan dilengkapi dengan tabel sesuai hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti memilih responden yaitu ibu post partum yang mengalami masalah menyusui tidak efektif, berdasarkan pengkajian ibu post partum dan menyusui tidak efektif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Ae 21 April 2023 di Kabupaten Temanggung. Responden pertama berusia 23 tahun, pendidikan terakahir SMP/ sederajat. Hasil mengatakan pengeluaran ASI tidak lancar, klien merasa payudaranya tidak terisi ASI, terdapat kolostrum hanya 3 mengalami kelelahan maternal, klien mengatakan tidak suka dengan sayur meningkatkan produksi ASI kurang. Klien mengatakan belum pernah mengkonsumsi pelancar ASI. Bayi berusia 16 hari, bayi tampak sulit melekat pada payudara ibu. BAK bayi kurang dari 8x dalam 24 jam, bayi tampak menangis saat disusui dan tidak menghisap secara terus menerus. Responden kedua berusia 38 tahun, pendidikan terakhir SMA/ sederajat. Hasil mengatakan pengeluaran ASI tidak lancar, klien merasa payudaranya tidak terisi ASI, tidak terdapat kolostrum, klien mengalami kelelahan maternal. Klien mengatakan belum pernah mengkonsumsi pelancar ASI, klien juga mengatakan kurang dari 8x dalam 24 jam, bayi mengkonsumsi sayur yang disukainya. tampak menangis saat disusui dan tidak Bayi berusia 14 hari, bayi tampak sulit menghisap secara terus menerus. melekat pada payudara ibu. BAK bayi Hasil pengkajian ibu post partum yang dilakukan pada kedua responden diuraikan pada tabel 1. Tabel 1 Hasil pengkajian ibu post partum Ny. Manifestasi Klinis Post Partum Apakah integritas puting susu baik Apakah terdapat memar Apakah terdapat iritasi jaringan Apakah bentuk payudara simetris Apakah ada kolostrum Apakah payudara terisi air susu Apakah ada sumbatan duktus Apakah payudara bersih Apakah pengeluaran ASI lancar Jumlah Ny. Tidak Oo Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Hasil pengkajian masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada kedua responden sesuai tanda dan gejala mayor menyusui tidak efektif, dengan hasil pemeriksaan diuraikan pada tabel 2. Tabel 2 Hasil pengkajian menyusui tidak efektif Ny. Tanda dan Gejala Mayor Kelelahan maternal Kecemasan maternal Bayi tidak mampu melekat pada payudara ASI tidak menetes/memancar BAK bayi kurang dari 8 kali dalam 24 jam Nyeri dan/ atau lecet trus menerus setelah minggu kedua Intake bayi tidak adekuat Bayi menghisap tidak terus menerus Bayi menangis saat disusui Jumlah Ada Tidak Ada Oo Oo Ny. Tidak Ada Ada Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Hasil dari pengkajian masalah keperawatan pada tabel 4. 2 dapat disimpulkan bahwa Ny. F dan Ny. E mengalami masalah menyusui tidak efektif yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada ibu menyusui dibuktikan dengan hasil pengkajian wawancara pada kedua responden tidak suka mengkonsumsi sayur. Dengan hasil presentase tanda dan gejala mayor yaitu 80% sehingga dapat ditegakkan masalah keperawatan menyusui tidak efektif pada kedua responden. Hasil identifikasi kriteria inklusi pada Ny. F dan Ny. dengan penjabaran pada tabel 3 Tabel 1 Hasil pengkajian kriteria responden Ny. Kriteria Inklusi Tidak Ada Ada Ibu menyusui dengan ketidakadekuatan Oo suplai ASI Ibu menyusui yang belum pernah Oo mengkonsumsi obat pelancar ASI Ibu post partum kurang dari 1 bulan Oo Menunjukkan tanda dan gejala menyusui Oo tidak efektif Tidak terdapat komplikasi Oo Bersedia menjadi subjek studi kasus Oo Jumlah Kesimpulan dari tabel adalah kedua responden memenuhi kriteria inklusi untuk kemudian dijadikan subjek studi kasus. Berdasarkan data pengkajian, peneliti keperawatan yaitu managemen nutrisi dengan fokus memberikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein yaitu olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) selama 7 hari dengan dosis 300 cc/ hari, untuk menyusui tidak efektif pada ibu post partum dan untuk mengetahui hasil tindakan yang diberikan. Evaluasi dilakukan pada setiap selesai melakukan tindakan keperawatan Ny. Tidak Ada Ada Oo Oo Oo Oo Oo Oo pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. Evaluasi terakhir dilakukan pada 21 April 2023. Tujuan mengetahui keefektifan olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) dalam mengatasi masaah menyusui tidak efektif pada ibu menggunakan luaran status menyusui dengan harapan status menyusui membaik setelah diberikan intervensi keperawatan selama tujuh hari berturut-turut. Indikator hasil observasi tindakan dijelaskan pada tabel 4: Tabel 4 Hasil observasi tindakan Hasil Observasi Hari KeNy. Ny. Outcome/ Luaran 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 Perlekatan bayi pada 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 payudara ibu Kemampuan ibu 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 dengan benar Miksi bayi lebih dari 3 3 3 4 4 5 5 3 3 3 4 5 8x/24jam Berat badan bayi 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 No Hasil Observasi Hari KeNy. Ny. 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 3 3 5 5 5 4 4 3 : Sedang 4 : Cukup Meningkat 5 : Meningkat 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 5 5 5 5 3 4 Outcome/ Luaran Perlekatan bayi pada payudara ibu Kemampuan dengan benar Tetesan atau pancaran ASI Suplai ASI adekuat Putting Bayi Payudara ibu kosong setelah menyusui Intake bayi Hisapan bayi Keterangan : 1 : Menurun 2 : Cukup Menurun Kelelahan maternal Kecemasan maternal Lecet pada putting Bayi rewel Bayi menangis setelah Keterangan : 1 : Meningkat 2 : Cukup Meningkat Tabel 4 menunjukkan bahwa status menyusui Ny. F dan Ny. E membaik dari skala 3 menjadi skala 5 setelah mengkonsumsi olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) selama tujuh PEMBAHASAN Hasil pelaksanaan studi kasus yang berfokus pada pemberian diit ibu post partum yang mengalami masalah pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) yaitu sebagai berikut 3 : Sedang 4 : Cukup Menurun 5 : Menurun Identifikasi Pasien Peneliti memilih responden ibu post partum yang mengalami masalah tidak efektif, berdasarkan identifikasi pengkajian menyusui tidak efektif kecemasan maternal, bayi tidak mampu melekat pada payudara ibu. ASI tidak menetes/ memancar. BAK bayi kurang dari 8 kali dalam 24 jam, nyeri dan/ atau lecet terus menerus setelah minggu kedua, intake bayi tidak adekuat, bayi menghisap tidak terus menerus, bayi menangis saat disusui karena ASI tidak keluar saat dihisap (PPNI, 2. Kriteria inklusi yang peneliti gunakan adalah ibu post partum atau ibu menyusui kurang dari 1 bulan dengan ketidakadekuatan suplai ASI, kriteria dipilih dengan alasan karena produksi ASI dapat dipengaruhi oleh memberikan ASI, makanan yang dikonsumsi hingga pola istirahat (Aprilia et al. , 2. Penyebab terjadinya kegagalan terlambatnya menyusui dini, ibu merasa ASInya tidak mencukupi, dan tidak keluarnya ASI. Tidak mencukupinya ASI disebabkan oleh berbagai faktor, misalnnya kecil puting payudara yang menyebabkan kurang hisapan bayi, ibu mengalami defisit nutrisi dan lain-lain (Buulolo et al. , 2. Pelaksanaan tindakan Pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) adalah salah satu tindakan nonfarmakologis untuk mengatasi menyusui tidak efektif pada ibu post partum (Zuhrotunida, 2. Buah pepaya muda (Carica papaya l. mengandung laktagogum yang dapat ASI. Laktagogum memiliki efek dalam oksitosin dan prolaktin seperti alkaloid sebagai anti bakteri, polifenol dan flavonoid membantu meningk(Goty et , 2. atkan prosuksi ASI, steroid membantu proses pengeluaran ASI, yang efektif dalam meningkatkan ASI (Muhartono et al. , 2. Pepaya laktagogum yang dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI dan menjadi strategi untuk meningkatkan efektifitas ASI (BR Sebayang, 2. Buah pepaya muda (Carica papaya l. ) juga merupakan salah satu jenis buah yang memiliki kandungan enzim-enzim, vitamin C. B dan E, serta mineral. Peningkatan produksi ASI dipengaruhi oleh adanya mempengaruhi reflek prolaktin untuk merangsang alveolus yang bekerja aktif dalam pembentukan ASI dan polifenol juga mempengaruhi hormon oksitosin yang akan membuat ASI mengalir lebih deras dibandingkan dengan sebelum mengkonsumsi buah pepaya muda (Carica papaya l. ) (Istiqomah, dkk. Intervensi olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) dilakukan selama 7 hari dengan memberikan 300 cc sup buah pepaya muda (Carica papaya l. ) perhari pada sore hari, kemudian hasil Penelitian dilakukan selama 7 hari intervensi dengan alasan mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Carolin et al. yang mendapat hasil nilai p value = 0,001, laktogogum merupakan obat memperlancar pengeluaran air susu. Upaya dalam peningkatan produksi ASI bisa dilakukan dengan cara melakukan perawatan payudara secara rutin, menerapkan teknik menyusui yang benar, atau dengan mengkonsumsi makanan yang dapat mempengaruhi kecukupan ASI (Istikhomah, 2. Peneliti menambahkan 4-5 irisan tipis wortel pada sup buah pepaya muda (Carica papaya l. Salah satu kandungan wortel yaitu vitamin A yang juga membantu meningkatkan produksi ASI. Akan tetapi karena penambahan wortel di luar rencana pelaksanaan, maka perbandingan antara buah pepaya muda dan wortel lebih banyak buah pepaya muda karena pemberian wortel hanya untuk variasi supaya responden tidak bosan mengkonsumsi sup buah pepaya muda (Carica papaya l. ) ini. Evaluasi Evaluasi perkembangan masalah menyusui tidak efektif dinilai dengan lembar evaluasi status menyusui yang merujuk pada buku Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) tahun Menyusui merupakan suatu kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui (PPNI. Hasil pencapaian status menyusui pada kedua subjek studi kasus mendapat skala 5 pada semua indikator kriteria hasil, yang artinya status menyusui membaik setelah mengonsumsi olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. selama 7 hari. Sehingga dapat dikatakan pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) efektif untuk mengatasi menyusui tidak efektif pada ibu post partum. Buah pepaya muda (Carica papaya l. ) mengandung laktogogum yang dapat meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI. Buah pepaya muda (Carica papaya l. mengandung polifenol dan steroid yang dapat meningkatkan kerja hormon prolactin yang merangsang kelenjar payudara untuk membentuk ASI. Dan meningkatkan kerja hormon oksitosin untuk mengalirkan ASI hormon ini juga bisa meningkatkan suasana hati. Laktagogum mempunyai efek untuk pengeluaran hormone prolaktin serta oksitosin misalnya polifenol, alkaloid, flavonoid, serta steroid yang mampu meningkatkan pengeluaran serta sekresi ASI dengan efektif. Sistem kerja laktagogum yakni merangsang langsung protoplasma dalam sel sekretoris kelenjar susu serta ujung saraf sekretoris pada kelenjar susu dimana menyebabkan peningkatan sekresi ASI, hormon prolaktin selaku hormon laktagonik pada kelenjar mamae dalam sel epitelium alveolar dimana mampu merangsang laktasi. Hal ini dibuktikan dengan produksi ASI pada Ny. F dan Ny. E yang semula hanya sedikit meningkat menjadi memancar setelah mengkonsumsi sup buah pepaya muda (Carica papaya l. ) hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan (Carolin et al. , 2. yang mendapat hasil rata-rata sebelum diberikan buah pepaya muda 5,93 dan sesudah diberikan buah pepaya muda adalah 14,60. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI sesudah Sedangkan pada kelompok kontrol pretest didapatkan rata-rata kecukupan ASI yaitu 6,60 dan sesudah dengan ratarata produksi ASI yaitu 7,86. Hal ini menunjukkan ada peningkatan rata-rata kecukupan ASI pada kelompok kontrol, namun tidak signifikan. Ada perbedaan pada kecukupan ASI ibu pada kelompok kontrol dan eksperimen, nilai mean pada kelompok eksperimen adalah 14,60 dan kelompok kontrol 7,86, nilai p value = 0,00 SIMPULAN DAN SARAN Setelah keperawatan pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. selama tujuh hari perawatan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Post partum merupakan keadaan dimana ibu yang baru saja melewati masa persalinannya pasti akan mengalami perubahan fisiologis hingga psikologisnya sehingga menyebabkan perubahan peran dan juga mengalami proses laktasi sehingga ibu berperan untuk menyusui bayinya. Tetapi terdapat beberapa masalah pada ibu post partum yang sedang dalam tahap menyusui tidak efektif yang disebabkan karena ketidakadekuatan suplai ASI, anomali payudara ibu, ketidakadekuatan refleks oksitosin, payudara bengkak, riwayat operasi payudara dan masih banyak faktor Menyusui tidak efektif dapat terjadi pada ibu post partum, dengan tanda gejala kelelahan maternal. ASI tidak menetes/memancar. BAK bayi kurang dari 8x dalam 24 jam, intake bayi tidak adekuat, bayi menangis saat disusui karena ASI tidak menetes/memancar saat di hisap Pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) merupakan salah satu intervensi keperawatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pemberian diet pasien ibu post partum yang mengalami menyusui tidak efektif. Mengonsumsi olahan buah pepaya muda (Carica papaya ) 300 cc selama tujuh hari dapat meningkatkan ASI. Pada penelitian ini, diketahui bahwa mengonsumsi olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) 300 cc ASI. Hal dibuktikan dengan produksi ASI pada responden yang semula hanya sedang menjadi memancar setelah mengkonsumsi sup buah pepaya muda (Carica papaya l. Mengonsumsi olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) dengan dosis 300 cc selama tujuh hari efektif untuk mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post membaiknya status menyusui pada kedua responden sesuai kriteria Saran untuk peneliti selanjutnya, untuk memperoleh gambaran yang didapatkan tentang penatalaksanaan pemberian olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. ) perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak, agar lebih menggambarkan keefektifan olahan buah pepaya muda (Carica papaya l. untuk mengatasi menyusui tidak efektif pada ibu post partum. DAFTAR PUSTAKA