https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Januari 2025 DOI: https://doi. org/10. 38035/jihhp. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Daya Tarik Konten Media Sosial Dalam Menumbuhkan Online Engagement Yang Berdampak Pada Minat Memilih Heri Prabowo1. Bayu Kurniawan2. Prianka Ratri Nastiti3. Henry Casandra Gultom3 Universitas PGRI Semarang. Semarang. Indonesia, heriprabowo@upgris. Universitas PGRI Semarang. Semarang. Indonesia, bayukurniawan@upgris. Universitas PGRI Semarang. Semarang. Indonesia, priankaratri@gmail. Universitas PGRI Semarang. Semarang. Indonesia, henrycasandragulyom@yahoo. Corresponding Author: heriprabowo@upgris. Abstract: The level of voter participation in Semarang City still varies depending on the type of election. This is certainly a concern, considering the importance of general elections to create a government based on the will of the people. This research aims to examine the influence of the attractiveness of social media on online engagement which has an impact on voting interest. The method used uses quantitative methods. The population in this research is the people of Semarang City who have the right to vote with a sample size of 100 respondents. The research results show that the attractiveness of social media influences voting interest both directly and through online engagement Keyword: Social media attractiveness. Online engagement. Voting Interest Abstrak: Tingkat partisipasi pemilih di Kota Semarang masih memiliki bervariasi jika dikaitkan dengan jenis pemilihan. Hal ini tentu menjadi perhatian, mengingat pentingnya pemilihan umum untuk mewujudkan pemerintahan yang berdasarkan kehendak rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh daya tarik media sosial terhadap online engagement yang berdamapak pada minat memilih. Metode yang dikunakan dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Semarang yang telah memiliki hak pilih dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 Hasil penelitian menunjukan bahwa daya tarik media sosial berpengaruh terhadap minat memilih baik memiliki pengaruh langsung maupun melalui online engagement. Kata Kunci: Daya tarik media sosial. Online engagement. Minat Memilih. PENDAHULUAN Pemilihan Umum (Pemil. merupakan proses untuk mencapai otoritas secara legal formal yang dilaksanakan atas partisipasi kandidat dan dikontrol oleh lembaga pengawas, agar mendapatkan legitimasi dari masyarakat yang disahkan oleh hukum yang berlaku. Sebagai salah satu instrument demokrasi, indikator dari Pemilu adalah partisipasi masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam pemilu sangat penting. Tingkat partisipasi masyarakat dalam 2414 | Page https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Januari 2025 Pilkada Kota Semarang tahun 2020 sebesar 68,62 persen hal ini lebih besar dari periode Pilkada tahun 2015 yakni mencapai 65 persen . com, 2. Meskipun di tahun 2020 mencapai peningkatan partisipasi pemilih dibandingkan dengan periode sebelumnya, namun pada tahun 2020 masih belum mencapai target yaitu sebesar 77,5 persen . com, 2. Berbagai cara telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang dalam mesosialisasikan agenda pemilu seperti memberikan sosialisasi secara langsung kepada masyaarakat, memasang baliho serta aktif media sosial. Kehadiran media sosial saat ini sudah merupakan kebutuhan bagi sebagian besar Media sosial dirasa telah mempunyai peranan tersendiri dalam kehidupan sebagian besar masyarakat diantaranya menjadi sumber informasi, sarana berinteraksi hingga Kemunculan media sosial di Indonesia pada awalnya hanya berfungsi sebagai alat eksistensi diri, namun kini fungsi tersebut bahkan sudah merambah mulai sarana pemasaran, penjualan hingga ke dunia politik. Pesatnya perkembangan teknologi berbasis internet saat ini mampu memembus komunikasi secara global dan tidak hanya terbatas oleh ruang dan waktu. Data yang dikeluarkan Hootsuite . , menunjukan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang, atau 73,7 persen dari populasi dengan ratarata setiap hari penggunaan internet mencapai 8 jam 36 menit. Dari 204,7 juta yang aktif di media sosial sebanyak 191. 4 juta orang dengan rata-rata setiap hari menggunakan media sosial 3 jam 17 menit artinya ada peningkatan 11,1 persen disbanding tahun sebelumnya. Lima media sosial yang sering digunakan yang pertama Whatsapp. Instagram. Facebook. Tiktok dan Daya Tarik Konten Media Sosial Dengan perkembangan media online dewasa ini, komunikasi pemasaran digital juga memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi pemasaran. Media Sosial yang dimaksud disini adalah Ausekelompok aplikasi berbasis internet yang menggunakan ideologi dan teknologi Web 2. 0, dimana pengguna dapat membuat atau bertukar informasi pada aplikasi tersebutAy (Kaplan dan Haenlin, 2. Chaffey and Smith . merekomendasikan beberapa prinsip dasar yang dapat membantu praktisi komunikasi pemasaran dalam membangun konten atau informasi yang menarik di media sosial, yaitu: Kreatif. Informasi yang diunggah di media sosial harus dikemas secara unik dan kreatif sehingga dapat menarik perhatian audiens. Jujur dan sopan Informasi yang diunggah di media sosial tidak boleh menggunakan katakata kasar. Gunakan kata-kata yang sopan sesuai dengan nilai-nilai budaya audiens. Selain itu admin media sosial juga harus berkata jujur dalam menyampaikan informasi kepada . Individual Pesan-pesan yang diunggah di media sosial sedapat mungkin bersifat personal yakni menyapa setiap individu yang tergabung dalam jaringan media sosial tersebut. Memahami audiens Admin media sosial juga harus memahami situasi dan kondisi serta karakteristik audiensnya sehingga mampu menyesuaikan dan seakanakan berada dalam posisi audiens. Pembaharuan . rutin Updating informasi penting dilakukan oleh admin media sosial sehingga audiens mendapatkan informasi terbaru. Menurut Mayfield . media sosial dipahami sebagai suatu bentuk baru dari media online. berikut beberapa karakteristik yang biasanya dimiliki oleh media sosial, antara lain: Participation . , yaitu media sosial memberikan konstribusi dan umpan balik bagi orang-orang yang tertarik. Openness . , sebagian besar media sosial terbuka untuk menerima suatu umpan balik dan partisipasi. Conversation . , media sosial menggunakan cara berkomunikasi yang lebih baik, yaitu menggunakan metode percakapan komunikasi dua arah. 2415 | Page https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Januari 2025 . Community . , media sosial memungkinkan komunitas untuk terbentuk dengan cepat dan dapat berkomunikasi dengan efektif. Dikarenakan komunitas tersebut adalah tempat orang-orang berbagi dengan minat yang sama. Connectedness . , sebagian besar jenis media sosial berkembang karena keterhubungan mereka. Online Engagement Menurut Bonson dan Ratkai . Online Engagement bisa didefinisikan sebagai kondisi psikologis dari user yang dikategorikan oleh keinteraktifan, pengalaman kokreatif user dengan seorang agen dan objek. Suatu post dengan banyak like bisa mengindikasikan bahwa sebuah konten dikatakan menarik, meningkatkan kemungkinan untuk juga disukai oleh seseorang, dan mengarah pada penyebaran informasi dari suatu merek kepada pelanggan potensial (Moore dan McElroy, 2. Di sisi lain, jumlah komentar yang banyak pada suatu post merepresentasikan tingkat kesuksesan atau dampak karena komentar membuat user meluangkan waktunya untuk menyampaikan pendapatnya. Like dan komentar telah banyak digunakan sebagai pengukuran untuk dampak suatu publikasi (Sabate et. , 2. Indikator online engagement antara lain: Melihat serta membaca caption adalah keterangan atau penjelasan mengenai sebuah post. Ketika seseorang tertarik pada sebuah post, maka ia akan melihat dan membaca caption dari post tersebut. Like adalah fitur yang digunakan pengguna untuk menyatakan bahwa ia menyukai sebuah . Komentar. memungkinkan pengguna untuk memberikan pendapat, dana tau mencari informasi lebih lanjut mengenai post . Share. sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk berbagi post kepada pengguna lain, ketika seseorang tertarik pada sebuah post maka ia akan membagikan post tersebut kepada pengguna lain, tujuannya adalah supaya pengguna tersebut bisa meminta pendapat pengguna lain. Direct message. memungkinkan pengguna untuk mengirimkan pesan langsung kepada akun yang melakukan posting. Minat Memilih Minat merupakan ketertarikan konsumen terhadap suatu prduk dengan mencari informasi tambahan (Schiffman & Kanuk, 2. Milbart menyatakan ada 4 faktor utama yang mendorong keinginan seseorang dalam berpartisiapasi politik, yaitu (Maran, 2. Adanya sesuatu yang dapat dijadikan perangsang sehingga seseorang mau ikut serta melakukan partisipasi politik. Dalam hal ini minat untuk berpatisipasi dipengaruhi misalnya oleh sering mengikuti diskusi-diskusi politik melalui media masa atau melalui diskusi . Faktor karakteristik pribadi seseorang. orang yang berwatak sosial, yang punya kepedulian besar terhadap probelm sosial, politik, ekonomi dan lain- lainnya, biasanya mau terlibat dalam aktifitas politik. Faktor karakter sosial seseorang. Karakter sosial menyangkut status sosial ekonomi, kelompok ras, etnis, dan agama seseorang. Bagaimanapun lingkungan sosial itu ikut mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku seseorang dalam bidang politik. Orang yang berasal dari lingkungan sosial yang lebih rasional dan menghargai nilai-nilai seperti keterbukaan, kejujuran, keadilan, dan lain-lainnya tentu akan mau juga memperjuangkan tegaknya nilai-nilai tersebut dalam bidang politik. Dan untuk itulah mereka mau berpartisipasi dalam kehidupan politik. Faktor situasi lingkungan politik itu sendiri. Lingkungan politik yang kondusif membuat orang dengan senang hati berpartisipasi dalam kehidupan politik. Dalam lingkungan politik yang demokratis, orang merasa lebih bebas dan nyaman untuk terlibat dalam aktifitas 2416 | Page https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Januari 2025 aktifitas politik ketimbang dalam lingkungan politik yang totaliter. Lingkungan politik yang sering di isi dengan aktifitas-aktifitas brutal dan kekerasan dengan sendirinya menjauhkan masyarakat dari wilayah politik. Selanjutnya dikembangkan untuk penelitian ini antara lain: . Minat mengenal calon peserta pemilu . Minat pada representasi sosial calon peserta pemilu, . Minat pada aspek integritas calon peserta pemilu METODE Penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan istrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sugiyono . menyatakan filsafat positivisme memandang realitas atau gejala atau fenomena itu bersifiat tunggal . anya meneliti fenomena yang teramati saja, tidak meniliti tentang perasaa. dapat diklasifikasikan, relative tetap, konkrit, teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Instrumen yang digunakan dengan kuesioner yang dibagikan pada responden. Populasi penelitian dalam penelitian adalah masyakat Kota Semarang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2020 yaitu sejumlah 1. Sampel yang diambil minimal sebanyak 100 reponden, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan berdasarkan Slovin. Data yang terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan program Analysis Of Moment Structure (AMOS) versi 22. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian asumsi SEM diperoleh hasil tidak terdapat permasalahan normalitas, outlier dan moltikulineritas, hal tersebut dapat disimpulkan memenuhi syarat untuk diujicobakan pada model persamaan struktural penelitian ini dengan alat bantu menggunakan AMOS (Analysis Moment of Structur. Gambar 1. Analisis SEM AMOS 2417 | Page https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Januari 2025 Evaluasi Kelayakan Model / Goodness of fit Indeces Hasil analisis model keseluruhan pada penelitian ini dibandingkan dengan nilai Cut-off value masing kriteria goodness of fit index yang disajikan pada tabel 9 berikut : Goodness of Fit Index X2 Chi-Square Significance Probability CMIN/DF RMSEA TLI NFI PNFI Tabel 1. Kritetia goodness of fit index Cutoff Value X2 with df. p: 5% = 81,381015 Ou 0. C 2. C 0. Ou 0. Ou 0. Ou 0. 60 C 0. Result 59,730 Evaluation Good Good Good Good Good Good Good Tabel hasil uji model struktural menunjukkan kriteria nilai goodness of fit untuk chi-square, significancy probability. CMIN/DF. RMSEA. TLI. NFI. CFI dan AGFI. GFI memenuhi syarat sehingga dapat disimpulkan bahwa model persamaan struktural adalah fit. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis, dengan hasil sebagai berikut. Tabel 2. Hasil uji hipotesis pertama Variabel Penelitian Standardized Regression Weight Ie Minat memilih Online engangement Sesuai tabel 2 menunjukkan bahwa variabel online engagement memiliki nilai CR lebih besar dari 2 dan nilai p-value O 0. 05 yaitu 0. Nilai standardized regression weight 0. Berdasarkan data nilai pada tabel 15 disimpulkan bahwa hipotesis tersebut teruji, artinya online engagement memiliki pengaruh signifikan terhadap minat memilih. Pengujian hipotesis kedua Hasil analisis data untuk pengujian hipotesis mampak pada tabel 3 berikut : Tabel 3. Hasil uji hipotesis kedua Variabel Penelitian Standardized Regression Weight Ie Minat memilih DT_K_Medsos Sesuai tabel 3 menunjukkan bahwa variabel daya tarik media sosial memiliki nilai CR lebih besar dari 2 dan nilai p-value O 0. 05 yaitu 0. Nilai standardized regression weight 0. Berdasarkan data nilai pada tabel 3 disimpulkan bahwa hipotesis tersebut teruji, artinya daya tarik media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap minat memilih. Pengujian hipotesis ketiga Hasil analisis data untuk pengujian hipotesis mampak pada tabel 4 berikut : Tabel 4. Hasil uji hipotesis ketiga Variabel Penelitian Standardized Regression Weight Ie Online engangement DT_K_Medsos Sesuai tabel 4 menunjukkan bahwa variabel daya tarik media sosial memiliki nilai CR lebih besar dari 2 dan nilai p-value O 0. 05 yaitu 0. Nilai standardized regression weight 0. Berdasarkan data nilai pada tabel 16 disimpulkan bahwa hipotesis tersebut teruji, artinya daya tarik media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap online engagement. Pengujian hipotesis keempat Hasil analisis data untuk pengujian hipotesis mampak pada tabel 5 berikut : 2418 | Page https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Januari 2025 Tabel 5. Hasil uji hipotesis keempat Variabel Penelitian Pengaruh Pengaruh Langsung Langsung DT_K_Medsos terhadap minat memilih Online engangement Pengaruh Total Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa variabel daya tarik media sosial terhadap minat memilih melalui online engagement, didapatkan hasil pengaruh langsung senilai 0. sedangkan pengaruh tidak langsung senilai 0. 424, dengan pengaruh total 1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengaruh total lebih besar dari pengaruh langsung, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis tersebut teruji, artinya daya tarik media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap minat memilih melalui online engagement. Pembahasan Pembahasan diarahkan dalam upaya menjawab permasalah utama penelitian yaitu pengaruh daya tarik media sosial terhadap minat memilih melalui online engagement. Adapun hasil pembahasan dijabarkan sebagai berikut. Daya Tarik konten media sosial memengaruhi minat memilih Hasil pengujian menunjukkan bahwa Daya Tarik konten media sosial memiliki dampak terhadap minat memilih. Peran Daya Tarik konten media sosial tercermin oleh Konten media sosial KPU Kota Semarang Kreatif. Konten media sosial KPU Kota Semarang Jujur dan sopan dalam memberikan informasi. Saya merasa menjadi bagian penting dari isi konten media sosial KPU Kota Semarang. Konten media sosial KPU Kota Semarang memahami apa yang saya butuhkan. Konten media sosial KPU Kota Semarang selalu diperbaharui. Fakor yang paling diapresiasi dalam ialah Konten media sosial KPU Kota Semarang Kreatif. Online engagement memengaruhi minat memilih Hasil pengujian menunjukkan bahwa Online engagement memengaruhi minat memilih. Peran online engagement tercermin pada Indikator Saya selalu melihat dan membaca isi konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya memberi like pada konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya memberi komentar dan atau mencari informasi lebih lanjut ketika melihat posting KPU Kota Semarang. Ketika tertarik dengan konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya share/membagikan kepada orang lain. Ketika tertarik dengan konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya mengirimkan pesan langsung melalui fasilias pesan di media sosial. Daya Tarik konten media sosial memengaruhi online engagement Hasil pengujian menunjukkan bahwa Daya Tarik konten media sosial memiliki dampak terhadap online engagement. Peran Daya Tarik konten media sosial tercermin oleh Konten media sosial KPU Kota Semarang Kreatif. Konten media sosial KPU Kota Semarang Jujur dan sopan dalam memberikan informasi. Saya merasa menjadi bagian penting dari isi konten media sosial KPU Kota Semarang. Konten media sosial KPU Kota Semarang memahami apa yang saya butuhkan. Konten media sosial KPU Kota Semarang selalu diperbaharui. Fakor yang paling diapresiasi dalam ialah Konten media sosial KPU Kota Semarang Kreatif. Daya tarik konten media sosial memengaruhi minat memilih melalui online engagement Hasil pengujian menunjukkan bahwa Daya Tarik konten media sosial memiliki dampak terhadap online engagement. Peran Daya Tarik konten media sosial tercermin oleh Konten media sosial KPU Kota Semarang Kreatif. Konten media sosial KPU Kota Semarang Jujur dan sopan dalam memberikan informasi. Saya merasa menjadi bagian penting dari isi konten media sosial KPU Kota Semarang. Konten media sosial KPU Kota Semarang memahami apa yang saya butuhkan. Konten media sosial KPU Kota Semarang selalu diperbaharui. Fakor yang paling diapresiasi dalam ialah Konten media sosial KPU Kota Semarang Kreatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Online engagement memengaruhi minat memilih. Peran online 2419 | Page https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Januari 2025 engagement tercermin pada Indikator Saya selalu melihat dan membaca isi konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya memberi like pada konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya memberi komentar dan atau mencari informasi lebih lanjut ketika melihat posting KPU Kota Semarang. Ketika tertarik dengan konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya share/membagikan kepada orang lain. Ketika tertarik dengan konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya mengirimkan pesan langsung melalui fasilias pesan di media sosial. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut . Daya Tarik konten media sosial memiliki pengaruh terhadap minat memilih yang di tunjukkan dengan Konten media sosial KPU Kota Semarang Kreatif dengan kreatifitas yang dipersepsikan adanya penggunaan Bahasa yang tepat, adanya iringan musik dan memiliki ragam informasi selain sosialisasi tentang pemilu juga adanya ucapan hari besar nasional. Online engagement memiliki pengaruh terhadap minat memilih di cerminkan pada ketika tertarik dengan konten media sosial KPU Kota Semarang. Saya mengirimkan pesan langsung melalui fasilias pesan di media sosial. Daya Tarik konten media sosial memiliki pengaruh online engagement. Dengan adanya konten yang kreatif mampu menggerakan seseorang untuk membaca caption, menyukai memberikan komentar, serta memberikan pesan jika ada hal yang perlu diketahui. Daya tarik konten media sosial memiliki pengaruh minat memilih melalui online engagement dengan pernyataan Saya akan memilih pada pemilihan umum maupun pemilihan wali kota karena saya mengenal dan memahami kepribadian calon setelah saya membaca isi konten media sosial KPU Kota Semarang langsung melalui fasilias pesan di media sosial. Saran Berdasarkan hasil penelitian serta dengan melihat nilai Squared Multiple Correlations Minat memilih sebesar 0. 877 yang memiliki makna bahwa variable daya tarik konten media sosial dan online engagement menjadi faktor yang menumbuhkan minat memilih sebesar 7% sisanya sebesar 12. 3% dipengaruhi faktor lain diluar yang diteliti, maka hal yang dapat disarankan pada daya tarik konten media sosial adalah Konten media sosial KPU Kota Semarang Jujur dan sopan dalam memberikan informasi, pada Online engagement adalah selalu melihat dan membaca isi konten media sosial KPU Kota Semarang, pada minat memilih adalah akan memilih pada pemilihan umum maupun pemilihan wali kota karena mengetahui karakter calon . as, etnis, agama, sosial ekonom. setelah membaca isi konten media sosial KPU Kota Semarang. REFERENSI