Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 PENERAPAN COGNI I VE R ESTR UCTR I NG FOR M (CR F) DAN DEEP BR EATHI NG PADA REMAJA DENGAN LOW SELF ESTEEM Nabila Nur Arsyila1. Meilanny Budiarti Santoso2 Universitas Padjadjaran nurarsyilanabila@gmail. com, 2meilannybudiarti13@gmail. ABSTRAK Remaja merupakan suatu masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dan pada tahap ini remaja harus menjalankan tugasnya. Apabila tugas pekembangan sosial ini dapat dilakukan dengan baik, remaja tidak akan mengalami kesulitan dalam kehidupan sosialnya serta akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas perkembangan untuk fase-fase berikutnya. Sebaliknya, jika remaja gagal menjalankan tugas-tugas perkembangannya akan membawa akibat negatif dalam kehidupan sosial fasefase berikutnya, menyebabkan ketidakbahagiaan pada remaja yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas perkembangan berikutnya. Tetapi pada masa ini mereka sangat rentan untuk di pengaruhi oeh lingkungan sekitarnya sehingga seringkali mereka terjerumus pada perilaku negatif. sulit untuk Maka dari itu pada tahap ini remaja harus di arahkan pada kegiatan dan pikiran pikiran yang positif. Dalam kasus yang akan di tangani dalam praktikum ini merupakan remaja yang berhadapan dengan hukum tetapi memiliki kepercayaan diri yang kurang, maka dari itu klien di berikan treatment Cognitive Restructring Form (CRF) dan. Deep Breathing. Kata Kunci: Remaja, pengandilan emosi, kepercayaan diri. CRF, deep breathing ABSTRACK Teenage is a transitional period of development between childhood and adulthood. And at this stage adolescents must carry out their duties. If the task of social development can be done well, adolescents will not experience difficulties in their social life and will bring happiness and success in completing developmental tasks for the next phases. Conversely, if adolescents fail to carry out the tasks of development will bring negative consequences in the social life of the next phases, causing unhappiness in the teenager concerned, causing public rejection, and difficulties in completing the tasks of the next development. But at this time they are very vulnerable to be influenced by the surrounding environment so often they fall into negative behavior. difficult for this reason, at this stage teenagers must be directed at activities and positive thoughts. In the case to be handled in this practicum there are teenagers who are dealing with the law but have less selfconfidence, therefore the client is given a Cognitive Restructring Form (CRF) and treatment. Deep Breathing. Keywords: Adolescence, emotional suppression, confidence. CRF, deep breathing Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Pendahuluan Berbagai Hal: 67 - 83 Juli 2019 pencurian, pembunuhan, perlindungan anak, dan melakukan kenakalan dan kegiatan kriminal yang Mayoritas anak didik Lembaga Pembinaan dapat membuat mereka terpaksa berhadapan Khusus Anak berada padarentang usia remaja, dengan hukum dan sistem peradilan. Anak yang yaitu 16-18 tahun. Berdasarkan Undang-Undang melakukan tindak pidana ini bisa disebut pula No. 11Tahun 2012, anak didik yang menempati dengan anak yang berhadapan dengan hukum. Lembaga Pembinaan Khusus Anaksudah dibatasi Berdasarkan Pasal 1 ayat . Undang-Undang dengan usia maksimal 17 tahun, sedangkan bila Nomor 11tahun 2012 tentang Sistem Peradilan lebih dari 17tahun, anak sudah dapat dimasukkan Pidana Anak yang dimaksud dengan anak yang ke dalam Lembaga PemasyarakatanDewasa. Pada berhadapan dengan hukum adalah anak yang masa perkembangan dirinya sebagai seorang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi remaja, anak didikLembaga Pembinaan Khusus korban tindak pidana, dansaksitindak pidana. Hal Anak ini merupakan arus balik yang tidak diperhitungkan dalamkematangan mental, emosional, sosial, dan dari proses dan perkembangan pembangunan fisik (Hurlock, 1. bangsa-bangsa yang mempunyai cita-cita tinggi Perkembangan diri anak untuk melewati dan masa depan cemerlang guna menyongsong masa remaja akan dipengaruhi olehinteraksi sosial dan menggantikan pemimpin-pemimpin bangsa dirinya dengan lingkungan fisik dan sosial di Indonesia. Dalamhal ini, anak akan menghadapi situasi lingkungan fisik dan sosial yang baru Berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, pembinaan bagi diLembaga Pembinaan narapidana anak dilakukan sesuaidengan konsep pemasyarakatan dengan tujuan untuk memberikan kondisi yang berbeda terhadap dirinya selepas bimbingankepada anak didik Lembaga Pembinaan keluar dari LembagaPembinaan Khusus Anak. Bila Khusus Anak agar memiliki kesiapanyang baik untuk kembali ke dalam kehidupan bermasyarakat antarakebutuhan dan kenyataan yang ada, maka kemungkinan akan berdampakterhadap timbulnya Lembaga secara tepat, karena banyak sekali sudut pandang dengan hukum diJawa Barat yang mulai beroperasi yang dapat digunakan dalam mendefinisikan pada tahun 2013 dalam menangani 7 . kasus Kata AuremajaAy berasal dari bahasa Latin dengan jumlah anak didik sebanyak 146 orang Tidak mudahuntuk mendefinisikan remaja Pemasyarakatan pusat bagi anak berhadapan Masa Remaja Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Anak perilaku negatif atau perilaku menyimpang. Bandung Khusus adolesceneyang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko,1984. Rice, 1990 dalam (Jahja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Banyak DeBrun Hal ini menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri remaja yang bersangkutan, menimbulkan Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 akibat negatif dalam kehidupan sosial fase-fase penolakan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan Papalia dan Olds. tidak memberikan dalam menuntaskan tugas-tugas perkembangan pengertian remaja secara eksplisit melainkan kanak-kanak secara implisit melalui pengertian masa remaja . ,masa Menurut Papalia Hurlock . menyebut tugas Ae tugas Olds perkembangan ini sebagai social expectations yang artinya setiap kelompok budaya mengharapkan perkembangan antara masa kanak-kanak dan anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 penting dan memperoleh pola perilaku yang atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan disetujui oleh berbagai usia sepanjang rentang tahun atau awal dua puluh tahun. Sedangkan Anna Faktor sumber munculnya tugas Ae Freud . alam Hurlock, 1. ,berpendapat bahwa pada tugas perkembangan : masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi Adanya kematangan fisik tertentu pada fase perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan tertentu perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi Tuntutan masyarakat secara kultural : membaca, perubahan dalam hubungandengan orangtua dan menulis, berhitung, dan organisasi cita-cita mereka, di mana pembentukan cita-cita Tuntutan dari dorongan dan cita Ae cita individu merupakan proses pembentukan orientasi masa sendiri . yang sedang berkembang itu Salah sendiri : memilih teman dan pekerjaan Tuntutan norma agama kehidupan ialah fase remaja. Masa ini merupakan Masa remaja merupakan usia peralihan segmen kehidupan yang penting dalam siklus dari masa anak-anak ke masa dewasa yang perkembangan individu, dan merupakan masa memiliki berbagai maslah, baik bagi remaja sendiri maupun bagi masyarakat. Bagi diri remaja sendiri, perkembangan masa dewasa yang sehat. Untuk dapat melakukan sosialisasi dengan baik, remaja Apabila kemampuan remaja yang belum memadai, status baik, remaja tidak akan mengalami kesulitan dalam kurang berhasil dilakukan. Hal ini disebabkan oleh pekembangan sosial ini dapat dilakukan dengan penyesuaian baru yang kadang-kadang gagal atau harus menjalankan tugas-tugas perkembangan Untuk mengatasinya remaja memerlukan pengertian dan uluran tangan orang dewasa secara langsung kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan maupun tidak langsung. Walaupun remaja sedang tugas perkembangan untuk fase-fase berikutnya. berusaha mampu berdiri sendiri, namun karena Sebaliknya, manakala remaja gagal menjalankan tugas-tugas perkembangannya akan membawa Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 bimbingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan- berempati, . kebutuhan mencari bantuan dan kebutuhan baru yang dihadapinya. simpati, . keinginan menguasai tetapi tidak ingin dikuasai, . menganggap diri sendiri rendah. Berbagai bentuk dan cara penyesuaian . adanya kesediaan untuk membantu orang yang negatif akan nampak dalam interaksi sosial remaja dan hal ini mempengaruhi kehidupan sosial Situasi suka mengkritik orang lain. lintas, pengangguran, drop out, tawuran dan lain Intensitas munculnya keinginan untuk pemenuhan berbagai kebutuhan di atas tidak Cara penyesuaian diri remaja yang negatif semua sama antara individu yang satu dengan tersebut jika tidak di tangani dengan tepat, akan yang lain, karena kondisi pribadi masing-masing terbawa hingga usia dewasa. Hal ini akan membuat remaja yang berbeda, situasi lingkungan yang remaja kurang berpartisipsi dalam kehidupan Mengingat berlainan, dan ada individu yang ingin segera kebutuhannya terpenuhi, namun kenyataannya perkembangan remaja sangat kompleks dan relatif banyak yang tidak terpenuhi. Dari uraian ini berat untuk dijalani oleh remaja, maka untuk dapat tugas-tugas Apabila kebahagiaan dan kesuksesan dalam menjalankan dan menuntaskan berbagai tugas perkembangan perkembangan, remaja pun memiliki berbagai di tahapan berikutnya. Sebaliknya apabila gagal, macam kebutuhan yang tentu saja menuntut maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada pemenuhan secepat mungkin, sesuai gejolak darah Berbagai macam tugas perkembangan pada peridode- sesuatu, . kebutuhan akan rasa superior, ingin periode berikutnya. menonjol, ingin terkenal, . kebutuhan untuk Masa remaja merupakan salah satu masa mendapatkan penghargaan, . kebutuhan akan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan berbagai Edward . : . kebutuhan untuk mencapai penolakan oleh masyarakat, dan menimbulkan kebutuhan pada diri remaja tersebut, menurut . kebutuhan dapat terpenuhi, maka membawa dengan kondisinya. periode tertentu dalam rentang kehidupan remaja. menentukan langkah yang tepat dan sesuai Selain kebutuhan merupakan sesuatu yang muncul pada tersebut dengan baik, remaja membutuhkan betgaul dengan lawan jenis, dan . adanya sikap remaja, pelanggaran susila, pelanggaran lalu . menimbulkan berbagai maalah seperti kenakalan yang harus dilewati dalam setiap perkembangan kebebasan untuk menentukan sikap sesuai dengan kehendaknya, . kebutuhan untuk menciptakan perkembangan remaja adalah periode dalam hubungan persahabatan, . adanya keinginan ikut perkembangan individu untuk dapat mencapai Masa Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 kematangan mental, emosional, sosial, fisik dan pada kualitas dirinya akan cenderung merasa pola peralihan dari masa kanak-kanak menuju dibutuhkannya, sehingga dapat mandiri dan tidak sehingga menimbulkan karakteristik yang berbeda bergantung pada orang lain dalam memutuskan antara satu remaja dengan remaja lain. Perubahan segala sesuatu secara objektif. Remaja yang percaya diri juga cenderung mempunyai gambaran pertumbuhan secara cepat baik fisik, psikis . tress, dan konsep diri yang positif. Hurlock . anxiety, depres. dan sosial menimbulkan banyak persoalan dan tantangan. Salah satu permasalahan yang banyak dirasakan dan dialami oleh remaja menimbulkan rasa puas yang akan mempengaruhi pada dasarnya disebabkan oleh kurang percaya diri perkembangan mentalnya. Disisi lain, remaja yang (Rizkiyah, 2. kurang percaya diri akan menunjukkan perilaku (Hurlock. Malahayati, komunikasi, menarik diri dari lingkungan, sedikit perasaan dan keyakinan terhadap kemampuan melibatkan diri dalam kegiatan atau kelompok, yang dimiliki untuk dapat meraih kesuksesan menjadi agresif, bersikap bertahan dan membalas dengan berpijak pada usahanya sendiri dan dendam perlakuan yang dianggap tidak adi. mengembangkan penilaian yang positif bagi dirinya Menurut Mastuti & Aswi . individu yang tidak percaya diri biasanya disebabkan oleh seseorang dapat tampil dengan penuh keyakinan individu tersebut tidak mendidik sendiri dan hanya dan mampu menghadapi segala sesuatu dengan cenderung sedapat mungkin menghindari situasi perkembangan remaja. Percaya diri adalah suatu Kepercayaan tidak mendapatkan dukungan, menutup diri, aspek kepribadian yang penting dalam masa dalam menjalan tugas, tidak berani berbicara jika Kepercayaan diri merupakan salah satu seperti, tidak bisa berbuat banyak, selalu ragu Kepercayaan diri menunggu orang melakukan sesuatu kepada memberikan sumbangan yang bermakna dalam kepercayaan diri, maka akan semakin sulit untuk proses kehidupan seseorang. Kepercayaan diri merupakan salah satu modal utama kesuksesan dilakukan kepada dirinya, dalam keadaan yang untuk menjalani hidup dengan penuh optimisme seperti ini remaja cenderung akan kehilangan dan kunci kehidupan berhasil dan bahagia. motivasi dalam melakukan banyak hal terutama Kepercayaan diri pada remaja tampak Beberapa hasil penelitian mengungkapkan pada sikap yang menerima diri sebagaimana bahwa tingkat kepercayaan diri remaja berada Penerimaan diri merupakan sikap yang pada kategori sedang hanya sebagian kecil dari mencerminkan rasa senang sehubungan dengan remaja yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. kenyataan diri sendiri. Sikap tersebut merupakan perwujudan dari kepuasan terhadap Semakin Kepercayaan diri adalah salahsatu aspek kemampuan diri yang nyata. Remaja yang puas Kepercayaan diri merupakan atribut yang sangat Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 berharga pada diri seseorang dalam kehidupan tidak mementingkan diri sendiri, cukup toleran, bermasyarakat,tanpa adanya kepercayaan diri ambisius, optimis, tidak pemalu, yakin dengan akan menimbulkan banyak masalah pada diri pendapatnya sendiri dan tidak berlebihan. Hal tersebut dikarenakan dengan Kepercayaan Meskipun kepercayaan diri diidentikan berhasil dalam hubungan interpersonal (Goodstadt & Kipnir, dalam Bunker dkk, 1. Menurut orang tua, secara individual maupun kelompok. Lauster . , rasa percaya diri bukan merupakan Menurut Willis . kepercayaan diri adalah Dengan demikian kepercayan diri terbentuk dan berkembang melalui proses belajar di dalam dengan kepribadian seseorang. Kepercayaan diri interaksi seseorang dengan lingkungannya. dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal diri Rendahnya dalam individu sendiri. Norma dan pengalaman Orang yang percaya pada diri sendiri dapat bunuh diri, anoreksia prestasi rendah atau kehidupan keluarga yang mungkin frustasi, bahkan mungkin frustasi ringan tidak akan terasa sama sekali. Tapi sebaliknya kejadian-kejadian membuat tertekan, masalah yang muncul dapat orang yang kurang percaya diri akan sangat peka menjadi lebih meningkat (Santrock, 2. terhadap bermacam-macam situasi yang menekan. Tingkat mengatais segala faktor-faktor dan situasi, bahkan nervosa, delikuensi, dan masalah penyesuaian diri pengalaman-pengalaman yang dilalui sejak kecil. Kepercayaan banyak masalah. Rendahnya rasa percaya diri bisa Kepercayaan diri merupakan percayaan yang bersifat sementara tetapi dapat menimbulkan atau kelompok dimana keluarga itu berasal. menyebabkan rasa tidak nyaman secara emosional keluarga, tradisi kebiasaan dan lingkungansosial guna membentuk dan meningkatkan rasa percaya terbentuk dengan sendirinyamelainkan berkaitan . sehingga upaya-upaya tertentu dapat dilakukan Loekmono mengemukakan bahwa kepercayaan diri tidak diajarkan dan ditanamkan melalui pendidikan, terbaik dan dapat memberikan sesuatu yang diperoleh dari pengalaman hidup, serta dapat menanggulangi suatu masalah dengan situasi terlibat secara pribadi dengan orang lain dan lebih diri diperluhkan baik oleh seorang anak maupun kepercayaandirinya tinggi umumnya lebih mudah urgenuntuk dimiliki setiap individu. Kepercayaan Cognitive Restructuring Cognitive restructuring lahir dari terapi keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa dirinya mampu berperilaku seperti yang dibutuhkan untuk kognitif dalam konseling yang menekankan kepada kekuatan pikiran yang positif dan logis hadir (Bandura, 1. Lauster . , mengungkapkan menjadi salah satu solusi atas permasalahan ciri-ciri orang yang percaya diri adalah: mandiri. Cognitive restructuring lazim digunakan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 individu-individu Vol. 2 No: 1 . Meminta klien untuk menyebutkan self bereaksi berlebihan terhadap masalah-masalah talk negative apa yang dipikirkan dari kehidupan biasa dengan menggunakan langkahektrem suatu kejadian. Cognitive . Berdiskusi Resturucturing Formjuga merupakan salah satu jawaban yang ia keluarkan adalah dari metode dalam pekerja sosial untuk mengatasi Juli 2019 sehingga menimbulkan emosi pada kecemasan dalam situasi-situasi tertentu, atau Hal: 67 - 83 benar dan memang sesuatu yang cognitive seseorang. Terdapat beberapa tahapan Jika mendapatkan jawaban yang tidak untuk melakukan Cognitive Resturucturing Form, mengarahkan kepada pikran-pikiran . Yang . Setelah kilen mengerti bagaimana cara mengisi tabel Cognitive Resturucturing Formmaka klien ditugaskan untuk restructuring kepada klien. Sehingga klien bisa memahami maksud dan tujuan dari form tersebut lalu bisa DeepBreathing mengisinya dengan benar. Deep . Dimulai dengan menuliskan contohdan memberi gambaran pada klien, dan pernapasan yang mudah untuk dilakukan sebagai salah satu teknik yang digunakan oleh pekerja Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 II. sosial untuk mengatasi kecemasan dan juga stress Metode yang dialami, baik oleh klien ataupun digunakan Metode yang digunakan adalah metodologi oleh pekerja sosial sendiri ketika mengalami situasi andragogi yang mensyaratkan klien diposisikan kecemasan ataupun stress. Teknik pernapasan deep breathingsangat mudah untuk dilakukan, dan langkah-langkah berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Baik bisa digabungkan dengan teknik relaksasi lainnya. Berikut Juli 2019 berbagai permasalahan yang dihadapi remaja dan melakukan teknik deep breathing, yaitu: juga teknik sharing pengalaman diantara sesama . Posisikan tubuh klien secara nyaman, peserta pelatihan dan juga fasilitator pelatihan. Hal disarankan untuk duduk tegak dan ini bertujuan agar peserta pelatihan dapat melihat tidak terganggu atau terdistraksi. segala sesuatu yang terkait dengan permasalahan . Instruksikan klien agar memejamkan yang sedang dihadapi dari sudut pandang yang matasecara perlahan dan usahakan berbeda, hingga menemukan sudut pandang baru teknik ini dilakukan di ruangan yang yang lebih positif dan dapat mengubah cara sunyi dan tidak ramai berpikir dan berperilaku mereka di kemudian hari. Letakkan satu tangan klien pada i. Hasil Assesment jantung klien. Agar bisa merasakan Hasil dan Pembahasan Assessment merupakan tahapan sebelum melakukan teknik ini. Tarik napas melalui hidung dengan Assessment kuat, hingga klien dapat merasakan sebanyak banyaknya mengenai keberadaan klien, semua nafas yang dihirupnya telah memenuhi bagian perut klien. kekurangan&kelebihan, pertemanan yang dimiliki . Kemudian klien, dan berbagai data lainnya terkait diri klien. Assessment dilakukan untuk menyusun rencana nafas melalui mulut secara perlahan, intervensi apa yang akan diberikan oleh praktikan rasakan ketika klien menghembuskan kepada klien. Apakah teknik pendampinganyang Usahakan klien tetap fokus ditujukan untuk mengembangkan potensi yang pada pernapasan. dimiliki oleh klien ataukah melakukan proses data/informasi pertolongan untuk mencari solusi dengan bekerja . Lakukan pernapasan ini beberapa kali, bersama klien dalam mengatasi permasalahan sesuai dengan kebutuhan. Teknik deep breatihingdiberikan kepada yang dihadapinya. klien agar memperoleh ketenangan pikiran dan Keberhasilanteknik ini ditentukan oleh tingkat rileks yang dirasakan oleh klien. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 Pada awal pertemuan antara praktikan dengan terbuka dan lebih suka menyendiri karena kuang klien, masing-masing kami saling memperkenalkan percaya diri jika berinteraksi dengan orang lain, diri dan praktikan menjelaskan maksud serta terutama orang yang baru ia kenal. tujuan dari dilaksanakannya kegiatan praktikum. Dalam tahap assessmentini, praktikan Setelah diberikan penjelasan, klien pun dapat mengidentifikasi berbagai macam kelebihan dan kekurangan klien yang, yaitu untuk mengetahui kegiatan praktikum ini. Dalam kesempatan ini, masalah dan potensi yang dimiliki oleh klien. Hal praktikan menanyakan apakah klien bersedia untuk tersebut tertuang dalam tabel 2 berikut ini: terlibat dalam kegiatan praktikum ini dan klien pun menyatakan bersedia untuk terlibat. Berdasarkan tabel 2 tersebut, tampak bahwa klien memiliki masalah kepercayaan diri dan Setelah memperkenalkan diri, bahwa klien memiliki pikiran-pikiran negatif dalam dirinya. adalah seorang remaja laki-laki bernama A berusia Setelah mengetahui masalah yang klien hadapi, 16 tahun, klien mengungkapkan pada praktikan bahwa ia memiliki kelebihandan kekurangan pada olahraga, bermain gitar dan bernyanyi. Banyak LPKA Klien kegiatan olahraga yang diikuti oleh klien dan sering Keluarga adalah lingkungan terdekat Kelebihan klien adalah sangat suka Berdasarkan diungkapkan oleh klien mengenai keluarganya, hal tersebut tertuang dalam geogram berikut ini: mengungkapkan bahwa kekurangan klien adalah bahwa sebenarnya ia orang yang tidak terlalu Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 Berdasarkan genogram yang diungkapkan Klien lakukan untuk mencari uang adalah oleh klien, tampak bahwa klien adalah anak dengan ngamen, ia pernah mencoba untuk pertama dari Bapak M yang berumur 43 tahun dan menunggu makanan dan kerja di konveksi tetapi Ibu J yang berumur 31 tahun, kedua orang tua klien sudah bercerai sejak tahun 2016. Klien penghasilan yang tidak jelas. Lalu klien pun diajak mempunyai dua orang adik, yang pertama adalah oleh temannya mengamen dan akhirnya sampai F berumur 14 tahun dan A berumur 10 tahun. Klien tahun 2017 ia pun bekerja di jalanan . mempunyai kakek dan nenek yang masih hidup Hubungan baik dari ayah maupun ibunya. Hubungan klien adiknya ikut dengan ibunya ke Jakarta. bersama kakek dan nenek dari ayahnya di Sejak bekerja . , klien sangat Indramayu, sedangkan ibunya pergi ke Jakarta. orang yang susah untuk mengatakan tidak pada tuanyabercerai, mereka seringbertengkar. Tetapi ajakan temannya, sehingga klien terbawa oleh setelah orang tuanya bercerai, klien menjadi lebih teman-temannya, untuk mendapatkan uang. Klien merupakan tipe dengan baik, walaupun dulu sebelum kedua orang Klien temannyalah yang mengajak klien mengamen klien dengan kedua orang tuanya dekat dan terjalin adik-adiknya Setelah orang tuanya bercerai, adik- kedua orang tua klien bercerai, klien tinggal mengaku semakin jarang bertemu dengan adik- dengan kakek dan nenek dari ayahnya. Setelah klien pergi dari rumah untuk bekerja,klien pun terjalin baik, tetapi klien merasa lebih dekat terbilang dekat dan baik-baik saja, tetapi sejak dengan kakek dan nenek dari kedua orang tuanya Klien bercerita pergaulan teman-temannya dan mulai ikut-ikutan menggunakan tato, tindik, minum-minuman keras, membuat orang tuanya bangga dan klien pun tidak dan memakai obat-obatan terlarang. Walaupun ingin menyulitkan orang tuanya, maka dari itu ia klien mengakui bahwa setelah masuk Lembaga sejak umur 12 tahun klien sudah mulai berusaha Pemasyarakatan mencari uang sendiri. Khusus Anak (LPKA)klien menyadari bahwa teman-temannya ada untuk Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 dirinya hanya pada saat klien sedang senang saja. Klien juga menyebutkan bahwa teman dekatnya di karena pada saat klien terpuruk teman-temannya LPKA berasal dari Indramayu yaitu R. tidak selalu ada di sisinya. Klien mengungkapkan Berdasarkan berbagai penjelasan klien bahwa teman-temannya pernah mengunjunginya sekali selama klien tinggal di LPKA. diagram ecomap berikut ini : Setelah praktikan melakukan assessment, di LPKA terjalin baik. Klien mengungkapkan bahwa lingkungan sosialnya, hal tersebut tertuang dalam Hubungan klien dengan teman-temannya informasi/databahwa terganggu karena di LPKA semuanya teman- bahwa klien sejak dulu adalah orang yang tidak temannya sedang merasakan penderitaan yang percaya diri dan bukanlah orang yang mudah untuk sama dengan klien. Klien merasa cukup dekat berkomunikasi dengan orang lain. Terlebih bila LPKA klien harus berbicara atau tampil di depan banyak Klien memang bukan tipikal orang Walaupun sebelumnya ia bekerja di jalanan yang mudah bergaul, tetapi ia masih berusaha . yang mengharuskannya tampil di depan untuk selalu menyapa teman-temannyawalaupun banyak orang, ternyata saat itu klien dan teman- klien merasa tidak terlalu dekat dengan mereka. temannya menggunakan obat-obatan terlarang teman-temannya Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 P lan of Treatm ent ( POT) atau meminum minuman keras agar mereka bisa tempil percaya diri di depan orang banyak. Klien Hasil Assessmen beranggapan bahwa semua orang yang tidak kenal menunjukkan bahwa klien menghadapi beberapa dengannya pasti akan melihat dirinya adalah orang permasalahan yaitu: yang aneh terutama dengan penampilannya yang . Klien tidak percaya diri untuk berbicara bertato dan memakai tindik. ataupun tampil di hadapan orang banyak, karena klien takut kalo orang Klien juga mengaku bahwa selama ini ia bertato, minum-minuman keras dan memakai obat-obatan melakukan sesuatu oleh temannya. tersebut memiliki arti bagi klien ia tidak bisa . Bingung menjawabnya tetapi hanya menjawab semua . Kurang berpikir positif terkait berbagai kejadian yang telah klien alami. menjawab bahwa ia tidak enak untuk menolak Dengan demikian, plan of treatment yang teman-temannya itu. Maka dari itu praktikan dapat dilakukan adalah: memutuskan agar klien mengikuti Assertivnes . Tujuan: Praktikan mengarahkan klien training bersama teman-teman lainnya. AssertivenesTraining agar memiliki pikiran alternatif yang positif, sehingga saat klien mengalami kelompoknya mendiskusikan respon dan berbagi bertindak secara semaunya sendiri, berbicara ia hanya mau menjadi pelengkap di menyenangkan, klien tidak langsung peran klien tidak mau menjadi orang yang banyak baru ia kenal jika memang klien kurang berkenan tetapi klien berkomunikasi dengan orang yang menanyakan apakah klien tidak bisa menolaknya Dan . Klien tidak bisa menolak jika diajakan karena saat praktikkan bertanya apakah tato Praktikkan aneh karena penampilannya. ia lakukan hanya mengikuti teman-temannya teman-temannya. menganggap klien sebagai orang yang adalah ajakan dari teman-temannya. Semua yang mendorong agar ia berbicara tetapi ia tetep tidak Dan setelah training selesai praktikkan menimbulkan emosi yang meledak- kembali berbicara secara individu dengan klien dan saya bertanya mengapa tadi hanya terlihat diam . Praktikan memberitahu manfaat dan saja, ia pun menjawab bahwa ia malu untuk berbicara dan ia merupakan pribadi yang non- restructuring form (CRF)agar klien assertive, jadi dia akan mengikuti saja apapun lebih banyak memikirkan berbagai yang temannya katakan. pikiran otomatis yang positif dan mengubah segala pikiran negatifnya. Selain itu, praktikanjuga memberitahu Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 teknik deep breathing. Teknik deep Hal: 67 - 83 Juli 2019 . Praktikan memberi waktu kepada klien praktikan adalah teknik gelembung soda, sebenarnya teknik ini sama pengisian cognitive restructuring form Namun, (CRF)dan treatment, maka intervensi yang akan dilakukan olehpraktikan terhadap klien adalah mengenai dilakukan pada saat klien merasakan Berdasarkan hasil assessment dan plan of yang hilang dipermukaan. Teknik deep Treatm ent mengganggu seperti gelembung soda peningkatan kepercayaan diri klien melalui teknik rational therapy dengan menggunakan cognitive Teknik deep breathing ini restructuring form (CRF) 6 kolom, seperti yang ditujukan agar klien bisa rileks kembali tertuang dalam tabel 3 berikut ini: dan klien pun diharapkan untuk selalu berpikian positif dan tenang dengan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 67 - 83 Juli 2019 berada dalam situasi atau kondisi yang kurang Dari tulisan yang di beri warna biru terlihat bahwa self talk positif klien masih terdapat sedikit kejanggalan dan harus di luruskan karena dari no merasakan emosi negatif ataupun merasa tidak 3, klien menuliskan AuDia pasti kecewa sama akuAy tenang dan kehilangan kendali. Teknik deep karena kata-kata tersebut masih termasuk dalam breathing yang digunakan oleh praktikan adalah self talk negatif dan tidak akan membuat pikiran membayangkan suara yang mengganggu seperti menuliskan Audia pasti gapunya otakAy kata-kata gelembung soda yang hilang dipermukaan. Setelah tersebut mungkin saja bisa menenangkan pikiran dan emosi klien tetapi bukan kata-kata sepeti itu mengungkapkan bahwa dirinya merasa lebih yang seharusnya menjadi self talk positif. tenang dan lega. Sedangkan Klien masih bingung mengenai self-talk soda,yaitu Term inasi positive apa yang harus dimunculkan. Klien masih Setelah melalui tahapan intervensi dan harus dibimbing untuk mengontrol tabel CRF ini. Dari waktu dua minggu yang diberikan kepada Terminasi adalah salah satu tahap klien untuk mengisi CRF ini, klien hanya bisa mengisi 4 poin. Hal ini dikarenakan klien masih praktikum dan minimal target dari intervensi telah merasa bingung mengenai kejadian apa yang Target minimal yang praktikan targetkan harus dituliskan dalam tabel CRF dan karena tidak dalam intervensi ini adalah klien dapat berpikir begitu banyak kejadian yang menimbulkan emosi positif tentang apapun yang membuatnya merasa bagi klien saat tinggal di dalam LPKA. terganggu agar bisa lebih percaya diri untuk berinteraksi dengan banyak orang. Dalam proses pengisian tabel CRF, di Terminasi minggu pertama klien baru mengisi hingga kolom kedua dan ketika dilakukan pengecekan oleh menjabarkan apa saja yang telah klien capai praktikan, apa yang dikerjakan oleh klien sudah benar dalam menentukan pikiran positif yang Lalu di minggu kedua,praktikan mengecek pengisian tabel CRFsangat berguna bagi klien, kembali tabel CRF tersebut dan ada beberapa yaitu agar ia tidak memandang dirinya rendah dan pengisian yang kurang tepat, tetapi praktikan setelah di lakukan evaluasi yang terakhir kalinya langsung melakukan evaluasi dan meluruskan apa oleh praktikan, di dapatkan hasil bahwa klien yang seharusnya dilakukan oleh klien. semakin mengerti dan dapat menyatakan pikiran Intervensi Klien positif dengan baik. Begitu pun dengan teknik deep Selain membuat tabel CRF, teknik deep breathing yang sudah dilakukan, klien menyatakan suka menggunakan teknik deep breathing pada saat ia merasa tidak tenang dan terganggu. dilakukan agar klien dapat rileks dan nyaman saat Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Evaluasi Setelah Hal: 67 - 83 Juli 2019 pertemuan-pertemuan treatment dilakukan klien sudah bisa banyak bertanya dan bersama klien, maka proses evaluasi dilakukan kesehariannya di LPKA. berjalan sesuai dengan rencana atau tidak. Berikut . Setelah dibimbing untuk mengisi tabel ini adalah hal-hal yang diperoleh dalam proses CRF, klien dapat memahami bahwa eveluasi, yaitu: dirinya sedang berada di dalam kondisi . Saat yang tidak nyaman dan memiliki rasa mengungkapkan bahwa ia merasa pikiran-pikiran klien harus tenang dan tidak boleh merasa panik karena hal itu akan praktikan sering memberi berbagai memicu rasa tidak percaya diri yang macam masukkan yang dirasa oleh klien berharga, misalkan pada saat untuk membantu klien agar dapat pikiran positif. Namun, klien perlu klien mengatakan bahwa kegiatan berlatih lebih banyak untuk dapat praktikum ini sangat bermanfaat bagi berbicara dan tampil di depan banyak diri klien. Kesulitan menjalani proses pendampingan ia praktikandengan klien di luar sesi dapat lebih terbuka dan berani jujur. pertemuan, yaitu untuk menanyakan Padahal biasanya klien tidak bisa hal-hal yang terlewat saat melakukan terbuka dengan orang yang baru ia Walaupun di pertemuan awal Hal dikarenakan klien berada di dalam klien masih tidak banyak bicara tetapi sudah dapat mengeluarkan pikiran- disampaikan oleh praktikan, sehingga . Tujuan intervensi telah tercapai, klien dan mengerti terhadap hal-hal yang tidak nyaman. untuk dilakukan. Klien selalu antusias menghadapi situasi yang dirasakannya manfaat walaupun sebenarnya sulit Teknik breathinggelembung soda digunakan menolak secara halus banyak memberi . Klien sedang malu atau tidak percaya diri breathing saja, melainkan juga karena . Klien mengungkapkan bahwa saat CRF dan melakukan teknik deep klien dapat menurun. tidak hanya dari proses pengisian tabel rasa malu dan rasa tidak percaya diri mendapatkan banyak hal berharga. Kemudian klien dapat memunculkan senang dapat terlibat dalam kegiatan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial LPKA ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Edward Smith. Daryl J. Bem. Introduction to Psychology : Pengantar Psikologi. th Simpulan dan Saran Simpulan Jilid 1, versi Bahasa Indonesia. Batam: Interaksara. dilakukannya kegiatan praktikum ini adalah bahwa: Debrun, . Psikologi untuk anak, remaja dan Klien sudah memiliki pikiran positif yang cukup baik, tetapi masih harus didampingi Awal. Jurnal Psikologi Insight , 43-56. Adapun saran yang dapat disampaikan Dyana C. Jatnika. Pekerjaan Sosial oleh praktikan terhadap klien adalah: Koreksional. Sumedang: Unpad Press. Klien diharapkan terus berlatih teknik deep Emria Fitri. Profil Kepercayaan Diri menggunakan Self-Talk Positifagar saat Remaja berada dalam kondisi yang membuat klien Mempengaruhi. merasa tidak nyaman, klien dapat secara Pendidikan Indonesia , 1-5. otomatis menggunakan teknik tersebut. Faktor-Faktor Jurnal Penelitian Hurlock. Psikolgi Perkembangan Suatu Pendekatan Diharapkan klien dapat lebih tenang saat Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Penerbit Erlangga. akan mengambil sebuah keputusan. Hurlock. Perkembangan Anak. Jilid I. Daftar Pustaka