Jurnal: Elektrika Borneo (JEB) Vol. No. April 2023, hlm. p-ISSN 2443-0986 e-ISSN 2685-001X MONITORING DAN KENDALI KECEPATAN MOTOR UNIVERSAL MENGGUNKAN HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) Abdul Muis Prasetia1. Totok Hariyanto2. Abil Huda3. Linda Sartika4. Fitriani5 1,2,3,4,5 Jurusan Teknik Elektro Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. Kalimantan Utara. Indonesia *Totok54321@gmail. AbstractAi Along with the development of increasingly advanced technology, many tools are created that can facilitate human work. For example, in the industrial world, tools are needed that can increase the efficiency of the production Electrical equipment with universal motor propulsion is generally equipped with a speed regulation that is limited to several choices of certain levels. The purpose of the Human Machine Interface (HMI) is to increase the interaction between the machine and the operator through a computer screen display so that the user's need for the system information provided makes physical work easier. The motor speed value . is read by themicrocontroller and then instructs the mosfet driver to change the pwm . uty cycl. value that is read and responds to the universalmotor. The encoder sensor reads the universal motor speed and then displays the speed value . with a graph on the Labviewmonitor. HMI in industry has a very important role in the monitoring and control system of a production system so that withthis system it can save time and labor for observing and controlling each production work For the final stage in testing the monitoring and speed control tools the system works well, and has also obtained the gain determination of Kp = 0. Ki = 0. 2 and Kd = 0 to get the desired set point and response. Then the last experiment was carried out by operating a universalmotor from a speed of 1500 rpm, a speed of 2000 rpm and a speedof 2500 rpm. After that the rpm is returned to the point of 2000 rpm. mengoprasikan motor universal dari kecepatan 1500 rpm, kecapatan 2000 rpm dan kecepatan 2500 rpm. Setelah itu rpm dikembalikan ke titik 2000 rpm. Kata KunciAi Kendali. HMI. Motor Universal. PENDAHULUAN Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi semakin maju, banyak tercipta alat-alat yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Misalnya pada dunia industri, diperlukan alat-alat yang dapat meningkatkan efisiensi proses produksi. Saat ini komputer tidak hanya difungsikan untuk menjalankan perangkat lunak ataupun untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Komputer telah banyak mengalami perkembangan dalam hal fungsionalitas, baik itu perangkat lunak maupun perangkat keras. Sistem pengkendali di industri adalah kebutuhan untuk pengambilan dan pengolahan data menjadi semakin komplek dan variatif. Salah satu piranti yang menangani keperluan tersebut adalah sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan dan menyiapkan data hingga memprosesnya untuk menghasilkan data yang dikehendaki. Tugas utama dari sistem akuisisi data adalah mengakuisisi sinyal sensor yang biasanya berupa sinyal analog, mengubah menjadi sinyal digital dan mengirimkan kepada sistem monitoring ataupun sistem pengendalian. Pertumbuhan pesat dunia perindustrian membutuhkan peralatan proses produksi maupun pendukungnya yang menggunakan motor, baik motor DC (Direct Curren. maupun AC (Alternating Curren. yang bekerja dengan kecepatan putar konstan maupun bervariasi . Peralatan listrik dengan tenaga penggerak motor universal umumnya dilengkapi dengan pengaturan kecepatan yang terbatas pada beberapa pilihan level Pemilihan kecepatan penggerak motor universal sangat bergantung pada jenis pekerjaan dan bahan yang akan diolah. Namun pada suatu pengolahan bahan kerja lainnya dan menuntut hasil kinerja terbaik tentu harus menggunakan kecepatan tenaga penggerak yang tepat. Sehingga untuk pekerjaan ini dibutuhkan tenaga penggerak motor universal yang mampu memberikan variasi kecepatannya . Tujuan dari Human Machine Interface (HMI) adalah untuk meningkatkan interaksi antara mesin dengan operator melalui tampilan layar komputer sehingga memenuhi kebutuhan pengguna terhadap informasi sistem yang diberikan sehingga mempermudah pekerjaan fisik. KeywordsAi Control. HMI. Universal Motor. IntisariAi Seiring dengan perkembangan teknologi semakin maju, banyak tercipta alat-alat yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Misalnya pada dunia industri, diperlukan alat-alat yang dapat meningkatkan efisiensi proses produksi. Peralatan listrik dengan tenaga penggerak motor universal umumnya dilengkapi dengan pengaturan kecepatan yang terbatas pada beberapa pilihan level tertentu. Tujuan dari Human Machine Interface (HMI) adalah untuk meningkatkan interaksi antara mesin dengan operator melalui tampilan layar komputer sehingga kebutuhan pengguna terhadap informasi sistem yang diberikan mempermudah pekerjaan fisik. Nilai kecepatan . motor dan dibaca oleh mikrokontroler lalu menginstruksikan driver mosfet untuk mengubah nilai pwm . uty cycl. yang terbaca dan memberikan respons pada motor universal. Sensor encoder membaca kecepatan motor universal lalu menampilkan nilai kecepatan . dengan grafik pada monitor Labview. HMI dalam industri sangat penting peranannya dalam sistem monitoring dan kendali suatu sistem produksi sehingga dengan sistem ini dapat menghemat waktudan tenaga kerja untuk pengamatan dan pengendalian setiap stasiun kerja produksi. Untuk tahap akhir dalam pengujian alat monitoring dan kendali kecepatan sistem bekerja dengan baik, dan juga telah mendapatkan penetapan gain Kp =0. Ki =0. 2 dan Kd = 0 hingga mendapatkan set point dan respons yangdiinginkan. Kemudian dilakukan percobaan terakhir dengan Abdul Muis Prasetia. Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal. HMI dalam industri sangat penting peranannya dalam sistem monitoring dan kendali suatu sistem produksi sehingga dengan sistem ini dapat menghemat waktu dan tenaga kerja untuk pengamatan dan pengendalian setiap stasiun kerja produksi. Sistem HMI yang dirancang berupa tampilan Graphic User Interface (GUI) pada suatu tampilan layar komputer yang akan dihadapi oleh operator mesin . II. LANDASAN TEORI Human Machine Interface Human Machine Interface (HMI) adalah sistem yang menghubungkan antara manusia dan teknologi mesin. HMI dapat berupa pengendali dan visualisasi status baik dengan manual maupun melalui visualisasi komputer yang bersifat real time. Sistem HMI biasanya bekerja secara online dan real time dengan membaca data yang dikirimkan melalui I/O port yang digunakan oleh sistem kontrol-nya. Labview National Instruments LabView adalah bahasa pemograman komputer yang berbasis grafik. Pemograman LabView tidak menggunakan basis text seperti pada Visual Basic atau Delphi misalnya. Dengan memakai pemograman grafik ini maka membangun suatu aplikasi akuisisi data dan instrumentasi lebih mudah dan cepat. LabView digunakan untuk membangun berbagai aplikasi akuisisi data dan sistem instrumentasi dan kontrol. Mikrokontroler (Arduino UNO) Arduino adalah perangkat lunak dan perangkat keras yang ditunjukan untuk memoudahkan siapa saja agar dapat membuat proyek-proyek elektronika dengan mudah dan Dalam hal ini, papan arduino menyatakan perangkat keras dan arduino Integrated Development Envirenment (IDE) perangkat lunak yang digunakan untuk memprogram perangkat keras. Gambar 2. Konstruksi Motor Universal Prinsip kerja motor universal dapat dijelaskan pada gambar 3 dimana sumber tegangan AC membangkitkan medan magnet AC pada inti besi stator yang berubah arah sesuai dengan polaritas sumber tegangan. Pada kumparan rotor mengalir arus dan membangkitkan medan magnet rotor yang juga berubah sesuai dengan perubahan arah polaritas sumber. Interaksi kedua medan magnet tersebut menyebabkan timbul gaya gerak yang mengakibatkan rotor berputar. Gambar 3. Prinsip Kerja Motor Universal Konstruksi motor universal dapat dinyatakan dalam bentuk rangkaian eqivalen seperti tampak pada Gambar 4. Gambar 4. Rangkaian Eqivalen Motor Universal Gambar 1. Board Arduino UNO Motor Universal Motor universal adalah salah satu motor listrik yang bekerja pada sumber tegangan listrik arus AC dan DC. karena memiliki konstruksi yang sama dengan motor DC Adapun konstruksi dari motor universal seperti tampak pada Gambar 2. Berdasarkan rangkaian tersebut dapat dinyatakan persamaan tegangan sumber dari motor universal sebagai berikut : ycOyc = yayca yayca . cIyc ycycUy. = Tegangan sumber = Tegangan rotor = Arus jangkar = Resistansi kumparan medan stator = Reaktansi kumparan medan stator Sehingga kecepatan motor universal dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut : Abdul Muis Prasetia. Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal. yayca N = ycaI ycOycOeyayca. cIyc ycycUy. Aycayui . Dengan : = Kecepatan motor universal = Tegangan sumber = Tegangan rotor = Arus jangkar = Resistansi kumparan medan stator = Reaktansi kumparan medan stator = Fluks medan magnet stator = Konstanta motor Berdasarkan persamaan tersebut di atas maka kecepatan . putaran motor universal dipengaruhi oleh besarnya tegangan sumber dan arus jangkar. Besarnya arus jangkar dipengaruhi oleh faktor pembebanan atau torsi beban sehingga jika semakin besar beban maka kecepatannya akan menurun seperti tampak pada Gambar Pada gambar terlihat bahwa kecepatan motor universal merosot tajam seiring dengan perubahan beban, namun pada operasi sumber tegangan DC memiliki kecepatan yang lebih besar dibandingkan pada sumber tegangan AC. Gambar 7. Module Optocoupler (Sumber: Googl. Sensor ini menggunakan sel peka cahaya. Cahaya dari sumber cahaya ditransmisikan ke penerima . saat melewati lubang piringan dan dipantulkan saat tidak melewati lubang, sehingga dihasilkannya pulsa untuk setiap putaran. Pulsa tersebut kemudian dihitung selama waktu yang tetap dan kecepatan yang diperoleh. Proses elektronik diperlukan untuk waktu pulsa dan mengubah hasilnya menjadi sinyal analog . Sistem Open Loop Sistem open loop adalah siatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol. Dalam suatu sistem open loop, keluaran tidak dapat dibandingkan dengan masukan acuan. Untuk setiap masukan acuan berhubungan dengan operasi tertentu, sebagai akibat ketetapan dari sistem. Dengan adanya gangguan. Sistem kontrol open loop tidak dapat melaksanakan tugas sesuai yang diharapkan. Sistem kontrol open loop dapat digunakan hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui. Gambar 8. Diagram Blok Sistem Open loop Gambar 5. Karakteristik Motor Universal Pengaturan kecepatan motor universal dapat dilakukan dengan mengatur variabel tegangan sumber. Dari persamaan kecepatan motor diatas, dapat diketahui semakin besar tegangan sumber maka kecepatan motor universal akan semakin meningkat demikian pula Dengan demikian pengaturan kecepatan motor universal hanya dapat dilakukan dengan mengatur tegangan sumber yang menuju ke motor universal . Sensor Ebcoder Encoder adalah divais elektromekanik yang dapat meminitor gerakan dan posisi. Encoder umumnya menggunakan sensor optik untuk menghasikan serial pulsa yang dapat diartikan menjadi gerakan, posisi, dan arah. Sehingga posisi sudut suatu poros benda berputar dapat di olah menjadi informasi berupa kode digital oleh rotary encoder untuk diteruskan oleh rangkaian kendali. Pada umumnya encoder digunakan sebagai sensor pengukur kecepatan pada sebuah motor . Berikut adalah gambar desain mekanik dari sebuah encoder. Sistem Close Loop Sistem close loop adalah siatu sistem yang keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi kontrol. close loop juga merupakan sistem kontrol berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak, yang merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik yang dapat berupa sinyal keluaran atau suatu fungsi sinyal keluaran atau turunannya, diumpan balik ke kontroler untuk memperkecil kesalahan agar keluaran sistem mendekati harga yang diinginkan. Gambar 9. Diagram Blok Sistem Close loop Abdul Muis Prasetia. Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal. Pulse Width Modulation (PWM) Pulse Width Modulation (PWM) adalah suatu teknik modulasi yang mengubah lebar pulsa (Duty cycl. dengan nilai frekuensi dan amplitudo yang tetap . Satu siklus pulsa merupakan kondisi tertinggi kemudian berada di zona transisi ke kondisi terendah. Gambar 10. Sinyal Pulse Width Modulation (PWM) i. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Dalam pengerjaan penelitian tugas akhir skripsi ini dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya : A Studi literatur Mengumpulkan beberapa literatur yang berkaitan dengan penelitian ini diantaranya adalah jurnal ilmiah, buku dan sumber refrensi lainnya. A Perancangan sistem Pada perancangan sistem ini difokuskan pada tampilan sistem HMI dan perancangan alat untuk melakukan monitoring dan kedali kecepatan motor universal. A Pengujian sistem Dari hasil perancangan sistem akan diuji dengan kriteria yang tercantum pada sub bab tahapan pengujian. A Pengujian sistem keseluruhan Dari sistem yang telah dirangcang penulis melakukan pengujian secara keseluruhan untuk membuktikan bahwa sistem telah bekerja dengan yang di harapkam. Penulis juga melakukan pengambilan data untukpenyusunan hasil. A Analisa hasil pengujian Melakukan analisis hasil pengujian untuk memperoleh kinerja sistem secara keseluruhan dan mengklarifikasi hasil tersebut terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Apabila belum memenuhi tujuan maka perlu dikajilebih lanjut mengenai gagasan alternatif agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. A Kesimpulan Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa tujuan penelitian telah tercapai maka akan ditarik kesimpulan untuk menegaskan bahwa gagasan yang di usulkan telah berhasil menyelesaikan permasalahan dan memenuhi tujuan penelitian. A Hasil Hasil menunjukkan bahwa penelitian telah tercapai dan melakukan penulisan akhir pada skripsi. Diagram Alir Penelitian Berikut merupakan diagram alir penelitian yang berupa langkah-langkah dari penelitian yang akan dikerjakan agar dapat sesuai dengan yang diharapkan. Gambar 11. Diagram Alir Penelitian Rancangan Sistem Adapun rangcangan sistem untuk monitoring dan kendali kecepatan motor universal pada Gambar 12 : Gambar 12. Diagram Sistem Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal Gambar diagram diatas adalah sistem monitoring dan kendali kecepatan motor universal menggunakan sistem HMI. Kecepatan motor dikendalikan menggunakan mikrokontroler dengan driver mosfet. Sensor berfungsi untuk membaca output kecepatan motor universal dan menampilkan hasil pada sistem HMI. Tahapan Pengujian Tahapan pengujian adalah penulis melakukan serangkain pengujian dan pembuktian teori melalui Abdul Muis Prasetia. Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal. pengamatan pada hasil yang dicapai dari desain sistem yang dirancang. Beberapa pengujian yang dilakukan sebagai berikut : A Pengujian Driver Mosfet Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh keluaran sinyal PWM terhadap output tegangan. Dimana penulis menggunakan digital DCV meter dan Osiloskop untuk melihat keluaran sinyal output PWM. A Kalibrasi Sensor Encoder Kalibrasi dilakukan untuk membandingkan nilai pembacaan kecepatan motor pada sensor kecepatan dengan digital rpm meter untuk menentukan tingkat linieritas sensor. A Pengujian Secara Open Loop Pengujian open loop dilakukan untuk mengetahui pengaruh input nilai PWM terhadap nilai kecepatan pada motor universal. A Pengujian Secara Close Loop Pengujian close loop dilakukan untuk mengetahui nilai kecepatan yang terbaca pada digital rpm meter dengan hasil pembacaan sensor apakah sudah sesuai dengan input set point. A Pengujian Secara Keseluruhan Pengujian secara keseluruhan dilakukan darisistem HMI dengan memberikan set point pada sistem dan melihat respons output kecepatan, lalu menampilkan respons kecepatan dengan grafik tersebut pada sistem HMI yang telah di desain. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengjuain Driver Mosfet Pada tahapan pengujian driver mosfet dilakukan dengan memberikan tegangan input 90 volt. tegangan output berdasarkan padaperubahan nilai PWM. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel I. Tabel I Hasil Pengujian Driver Mosfet Kalibrasi Sensor Analog To Digital Converter (ADC) adalah perubahaninput analog menjadi kode-kode digital. Pada tahapan ini penulis memberikan variasi kecepatan terhadap sensor. Range yang digunakan adalah 500rpm2000rpm dengan bertahap per 100rpm. Dengan melihat nilai output ADC disetiap tahap perubahan rpm hasil yang didapatkan sebagai berikut. Tabel II Hasil Kalibrasi Sensor Encoder ADC (Analog to DigitalConverte. RPM (Rotasi PerMeni. Berdasarkan Tabel II diatas diatas didapatkan grafik linieritas sensor dan persamaan linieritas dengan menggunakan Microsoft Exel. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui output kecepatan sensor encoder terhadap kecepatan input yang diberikan. Tegangan Nilai Duty Cycle (%) Tegangan sumber (V) PWM keluaran (V) Gambar 13. Grafik Linieritas Sensor Encoder Dari gambar 13 didapat nilai R2 atau nilai korelasi untuk sensor yaitu 1, memiliki hubungan linieritas yang sangat baik. Dikatakn nilai yang sangat baik karena nilai atau hubungan antara dua variabel yang dibandingkan antara nilai input rpm dengan pembacaan sensor memiliki nilai korelasi antara 0. 8 sampai dengan 1. Berdasarkan grafik didapatkan persamaan y = 4. 4176 yang Semakin kecil nilai PWM yang di berikan maka tegangan output juga menurun dari tegangan input, begitu juga ketika nilai PWM dinaikan tegangan output akan naik. Disini penulis merubah nilai PWM . uty cycl. dengan range 10% tanpa menggunakan beban. Abdul Muis Prasetia. Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal. digunakan untuk mengakses pembaacaan sensor encoder pada program Arduino. Pengujian Secara Open loop Pengujian open loop dilakukan untuk mengetahui pengaruh nilai PWM terhadap nilai kecepatan. Pada pengujian ini nilai PWM diberikan dengan bervariasi untuk mendapatkan nilai kecepatan yang diinginkan. Berdasarkan hasil dari pengujian didapatkan sebagai Tabel i Hasil Pengujian Open loop Tegangan Tegangan Nilai sumber keluaran PWM AC (V) DC (V) Duty Cycle (%) Digital RPM Meter Berdasarkan Tabel i diatas didapatkan grafik pengaruh nilai PWM terhadap nilai rpm. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui output kecepatan terhadap nilai PWM diberikan. ca Oe yca ) yca . 7 Oe 9. yaycycycuyc = yaycycycuyc = 0. yaycycycuyc = Data hasil Tabel IV menjukkan bahwa nilai set point yang telah ditetapkan dan respons yang terbaca pada sensorencoder mengalami selisih yang relative kecil dan didapatkan error rata-rata antara pembacaan sensor encoder dengan digital RPM meter yaitu 0. 02 %. Berikut ini Gambar 4. 3 menunjukkan proses monitoring kecepata motor universal dengan salah satu nilai set point yaitu 2250 rpm. Gambar 15. Serial Monitor Perbandingan Pengujian Open loop dengan Close loop Pada tahap ini penilis melakukan perbandingan anta pengujian open loop dengan pengujian close loop pembacaan digital RPM meter dan tegangan output. Tabel V di bawah adalah hasil perbandingan tersebut. Tabel V Perbandinagan Pengujian Open loop dengan Close loop Tegangan keluaran DC(V) No Close loop Gambar 14. Grafik Nilai PWM Terhadap Nilai RPM Dari Gambar 14 semakin besar nilai PWM yang di berikan maka nilai kecepatan yang terbaca pada Digital RPM Meter juga naik begitu sebaliknya ketika nilai PWM diturunkan nilai keceptan akan turun. Disini penulis merubah nilai PWM . uty cycl. dengan range 10%. Kecepatan (RPM) Open loop Close loop Open loop Data hasil Tabel V menunjukkan bahwa sistem telah berkerja sesuai dengan yang di harapkan dimana, pengujian open loop dan pengujian clese loop telah sama dan tegangan keluaran berbanding lurus dengan keceptan (RPM) pada motor universal. Dapat dilihat pada Gambar 15 Perbandingan Pengujian Close loop dengan Pengujian Open loop. Pengujian Secara Close loop Pada tahap pengujian close loop dilakukan dengan memberikan input set point dan melihat respons pada kecepatan motor lalu membandingan pembacaan rpm meter dengan sensor apakah sudah sesuia dengan input set Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel IV. Tabel IV Hasil Pengujian Close Loop Gambar 16. Perbandingan Pengujian Close loop dengan Pengujian Open loop Dari gambar 15 pengujian open loop dan pengujian clese loop telah sama dan tegangan keluaran berbanding lurus dengan keceptan (RPM) pada motor universal. dimana pengujian close loop lebih linier dan segnifikan dari pengjuian open loop. Abdul Muis Prasetia. Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal. Pengujian Keseluruhan Pada pengujian ini pemilihan nilai set point yang telah ditetapkan 1500rpm-2500rpm. Sistem dijalankan pada kondisi awal motor universal dalam keadaan mati. Berikut pengujian dengan beberapa nilai set point : A Pengujian dengan Nilai Set point 1500 RPM Pada pengujian ini diberikan nilai set point 1500rpm dengan kondisi awal motor dalam keadaan mati. Motor universal berputar dengan pembacaan sensor yang berubah-ubah sampai pada dalam keadaan stabil. Berikut Tabel VI nilai set point pembacaan respons kecepatan. juga memiliki selisih yang relative kecil dan didapatkan error antara pembacaan sensor encoder dengan digital RPM meter yaitu 0. 90 %. Berikut ini Gambar 4. menunjukkan proses monitoring kecepatan motor universal dengan set point 2000 rpm. Tabel VI Nilai Set point 1500rpm Pembacaan ResponsKecepatan Set point (RPM) Respons (RPM) Digital RPM Meter Error (%) Data hasil Tabel VI menunjukkan bahwa pembacaan sensor mengalami lonjakan hingga 1700 rpm dan menurun hingga mencapai nilai set point. Hasil pembacaan sensor memiliki selisih yang relative kecil dan didapatkan error antara pembacaan sensor encoder dengan digital RPM meter yaitu 1. 00 %. Berikut ini Gambar 17 menunjukkan proses monitoring kecepatan motor universal dengan set point 1500 rpm. Gambar 18. Respons Set point 2000rpm A Pengujian dengan Nilai Set point 2500 RPM Pada pengujian ini diberikan nilai set point 2500rpm dengan kondisi awal motor dalam keadaan mati. Motor universal berputar dengan pembacaan sensor yang berubah-ubah sampai pada dalam keadaan stabil. Berikut Tabel V nilai set point pembacaan respons kecepatan. Tabel Vi Nilai Set point 1500rpm Pembacaan Respons Kecepatan Set point (RPM) Respons (RPM) Digital RPM Meter Error (%) Data hasil Tabel Vi menunjukkan bahwa pembacaan sensor tidak mengalami lonjakan dan tidak mencapai nilai set point. Hasil pembacaan sensor memiliki selisih relative kecil dari nilai set point dan didapatkan error antara pembacaan sensor encoder dengan digital RPM meter yaitu 40 %. Berikut ini Gambar 19. menunjukkan proses monitoring kecepatan motor universal dengan set point 2500 rpm. Gambar 17. Respons Set point 1500rpm A Pengujian dengan Nilai Set point 2000 RPM Pada pengujian ini diberikan nilai set point 2000rpm dengan kondisi awal motor dalam keadaan mati. Motor universal berputar dengan pembacaan sensor yang berubah-ubah sampai pada dalam keadaan stabil. Berikut Tabel VII nilai set point pembacaan respons kecepatan. Tabel VII Nilai Set point 2000rpm Pembacaan ResponsKecepatan Set point (RPM) Respons (RPM) Digital RPM Meter Error (%) Gambar 19. Respons Set point 2500rpm Data hasil Tabel VII menunjukkan bahwa pembacaan sensor mengalami lonjakan hingga 2100 rpm dan menurun hingga mencapai nilai set point. Hasil pembacaan sensor A Pengujian dengan Variasi Nilai Set point Untuk tahap akhir dalam pengujian alat monitoring dan kendali kecepatan sistem bekerja dengan baik, dan juga Abdul Muis Prasetia. Monitoring dan Kendali Kecepatan Motor Universal. telah mendapatkan penetapan gain Kp =0. Ki =0. 2 dan Kd =0 hingga mendapatkan set point dan respons yang Kemudian dilakukan percobaan terakhir dengan mengoprasikan motor universal dari kecepatan 1500 rpm, kecapatan 2000 rpm dan kecepatan 2500 rpm. Setelah itu rpm dikembalikan ke titik 2000 rpm. Berikut adalah respons sistem akhir yang ditampilkan: Gambar 20. Respons Set point 1500rpm, 2000rpm dan KESIMPULAN Dari percobaan dan pembahasan pada bab sebelumnya didapatkan kesimpulan antara lain : A Pengaturan PWM mempengaruhi kecepatan pada motor universal. Dengan merubah nilai PWM dari 10 Nilai PWM berbanding lurus dengan kecepatan . pada motor universal. A Dengan mengunkan National Intrument LabView mampu memonitor dan mengendalikan kecepatan dari 1500rpm hingga 2500rpm pada motor universal. A Telah diimplementasikan dengan baik sesuai dengan perancangan sistem monitoring dan kendali kecepatan motor universal dengan HMI dan board Arduino Uno sebagai akuisisi data. A Monitoring dan kendali kecepatan motor universal dengan PID sudah mampu bekerja menstabilkan kecepatan dimana, dari kendali 1500rpm sampai dengan kendali 2500rpm didapatkan nilai error rata- rata 0. 02% dengan nilai Kp =0. Ki =0. Kd =0. REFERENSI