Pendampingan pembuatan Hand Sanitizer bagi masyarakat terdampak Covid 19 di Desa Pajarakan Kulon Kabupaten Probolinggo Oleh Umar Faruq Thohir. Abdul Komar thohir@gmail. Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Abstract Health products called Hand Sanitizers can kill germs and bacteria, apart from its very simple use, no need to use water, the use of hand sanitizers can be used anywhere, such as after eating, when in contact with friends, when from throwing garbage. This service activity aims to produce health products that are beneficial to the entire community as well as for the family and In using the Method, we conduct lectures so that people understand about how to make hand sanitizers and explain their benefits. From the results of this service, it was explained that people understand how to make hand sanitizers from natural ingredients and know their functions and benefits. Kata Kunci : Assistance. Hand Sanitizer Making. Community. Covid 19 PENDAHULUAN Kesehatan Bangsa Indonesia permasalahan Covid 19 tak kunjung selesai, masalah kesehatan saat ini begitu penting untuk kehidupan, mencuci tangan adalah hal yang harus dan sering dilakukan, karena saat ini banyak produk pembersih seperti Hand Sanitizer yang banyak digunakan oleh masyarakat dan lebih praktis serta ekonomis. Kuman akan mati jika kita selalu menggunakan hand sanitizer, penggunaan mudah tanpa memakai air, tinggal semprot saja. Bisa dibawa kemana saja, baik digunakan setelah makan, minum atau setelah melakukan segala aktivitas baik di rumah maupun di kantor. (Lestari & Pahriyani, 2. Virus corona yang mulai menyebar di Indonesia membuat sebagian orang panik dan resah, semua orang diwajibkan oleh pemerintah menggunakan masker agar terhindar dari virus corona, penggunaan sarung tangan serta hand sanitezer karena penyebarannya sangat cepat sekali. Kita diharuskan selalu mencuci tangan dengan sabun agar tidak mudah tertular oleh virus corona. Tenaga kesehatan yang tergolong garda terdepan selalu mengadakan sosialisasi terhadap warga desa, baru-baru ini pihak pemerintah desa bekerjasama dengan tenaga kesehatan mengadakan SWAB Antigen kepada warga untuk mendeteksi dimana pada saat ini semakin meningkatknya masyarakat yang terpapar Covid 19. Konstribusi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan pemerintah untuk menangani Covid 19 di Indonesia tidak main-main, segala upaya telah dilakukan, misalnya pemeriksaan yang dilakukan secara langsung agar bisa mendeteksi virus dengan materi genetiknya dan hasil sangat valid. Tes Antigen ialah tes imun mempunyai fungsi mendetek antigen virus serta dapat memperlihatkan infeksi virus tersebut. Rapid test antigen biasanya digunakan untuk mendiagnosis patogen pernapasan, seperti virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV). Pemerintah memberikan rekomendasi setelah melakukan aktifitas atau kegiatan diluar rumah sebaiknya menggunakan alcohol dalam mencuci tangan, seperti etanol, isoppropil alkohol. Hand sanitizer sangat bagus jika dipakai setelah melakukan kegiatan ataupun jika dalam bepergian karena penggunaannya sangat praktis, tidak usah repot-repot mencari air dan (Desiyanto dan Djannah, 2. Upaya pemerintah memerangi virus ini tidak main-main, ada bebera petugas kesehatan sebagai garda terdepan yang akan membantun masyarakat jika ada warga yang terjangkit. Sosialisasi kepada warga terus dilakukan dengan memberi tahu bagaiaman cara mencegahnya yaitu pakai masker, cuci tangan sebelum atau sesudah makan, jaga jarak dan jauhi kerumunan, kemudian masyarakt dihimbau untuk tidak keluar rumah atau berpegian keluar kota, sehingga kalau saran itu diikuti maka dapat memutus mata rantai virus corona tersebut. Akan tetapi yang terjadi saat ini terkadang masyarakat tidak mengindahkan apa yang disampaikan oleh petugas kesehatan, yang akhirnya banyak yang positif covid. Pemerintah juga mengeluarkan surat edaran pemberlakuan PSBB disejumlah wilayah, dan anehnya itu hanya diikuti oleh masyarakat beberapa hari saja, kemudian ketika sudah tidak ada petugas atau penjagaan masyarakat mulai melakukan aktivitas seperti biasa, anggapan masyarakat AuMereka lebih takut lapar dari pada covid, akhirnya mereka terpaksa untuk bekerja di pasarAy. Adanya bantuan covid 19 dari pemerintah pusat rupanya tidak semua masyarakat menerima, dan menurut kami bantuan belum terserap maksimal, malahan ada beberapa warga yang kurang mampu belum dapat bantuan. Memang bantuan yang bergulir ke masyarakat cukup banyak, mungkin belum ada control atau pengawasan yang bagus, pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun pemerintah desa perlu adanya komunikasi secara intens agar penyerahan bantuan berbasis data yang akurat tepat sasaran. Dimungkinkan juga ada keterliban oknum dalam pembagiannya hanya untuk kalangan tertentu, hal ini sering terjadi dan bukan rahasia umum lagi. Pilihan terbaik bagi masyarakat untuk membersihkan tangan yaitu memakai alkohol ketika kita sudah mencuci tangan setelah memakai sabun. Penggunaan alkohol juga dapat membunuh virus dan bakteri yang berada di tangan setelah kita melakukan kontak dengan orang lain, dengan adanya virus corona hand sanitizer sering digunakan oleh masyarakat untuk mencegah covid 19 sehingga persediaan di toko dan apotik mulai berkurang dan habis. Ketika syok mulai habis akan berakitab mahalnya produk hand sanitizer. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjual hand sanitizer 2x lipat dari harga normal. Karena barang tersebut sudah menjadi suatu kebutuhan dan dihimbau oleh pemerintah wajib memakai hand sanitizer sebelum dan sesudah makan dan berkatifitas. Dalam menggunakan alkohol sebaiknya kita harus hati-hati, jika kena kulit maka akan berbahaya pada kuli tersebut. Jika saat melakukan tugas kita Dari permasalahan diatas, mempertimbangkan agar tidak menggunakan alkohol dan mencoba memakai bahan-bahan alami. Dalam pembuatan hand sanitizer yang berbentuk cair dan higienis dari bahan alami sangat mudah didapat serta biaya yang cukup murah dengan alat-alat sederhana tanpa membutuhkanbiaya yang banyak. Kemudian bahannya mudah didapat dan ada disekitar rumah kita, oleh karena itu sangat diperlukan sekali memberikan pelatihan dan pendampingan dalam membuat hand sanitizer bagi masyarakat tedampat covid 19 di desa Pajarakan kulon Kabupaten Probolinggo. Ada banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami pembuatan hand sanitizer , salah satunya yaitu jeruk nipis. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S. ) merupakan salah satu tanaman yang mudah didapatkan di lingkungan masyarakat dan banyak digunakan sebagai ramuan tradisional atau campuran sebagai perisa atau aroma. Beberapa tanaman alami yang kita gunakan untuk membuat hand sanitizer diantaranya jeruk nipis yang merupakan tanaman mudah sekali di temui disekitar kita, juga sering digunakan untuk bahan jamu tradisional atau olahan lainnya. Jeruk nipis selain harum aromanya terdapat unsur kimia yang sangat berguna, diantranya atsiri yang punya fungsi antibakteri yang amana dalam hal ini mengandung flavanoid sehingga dapat memprotek atau melindungi kuman di kulit. Selain memiliki aroma yang sangat harum, jeruk nipis dapat terlindug dari bakteri dan memperlambat bakteri staphylococus Dengan demikian hasil peras jeruk nipis tersebut dapat memperlambat staphylococus aureus. Dengan memanfaatkan hasil peras jeruk nipis tersebut untuk membuat hand sanitizer, maka sebaiknya hasil kegiatan ini di informasikan kepada masyarakat desa bahwa terlaksananya program tersebut atas inisiasi Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Zainul Hasan terhadap Pelaksanan dalam pembuatan hand sanitizer. Pendampingan dan pembuatan hand sanitizer yang telah dilakukan agar cara dalam membuat hand sanitizer tersebut ditularkan kepada masyarakat sehingga dapat membantu dalam menjaga kesehatan khsusunya bisa berjaga-jaga serta waspada sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi bagi masyarakat khusunya yang terdampak covid 19. Harapan dari kami LP2M Universitas Islam Zainul Hasan pendampingan dalam pembuatan hand sanitizer terus berlanjut. METODE Berangkat dari masalah tersebut dalam menyelesaikannya dengan melakukan pelatihan dalam membuat Hand Sanitizer dengan bahan alami dari jeruk nipis, adapun persiapan yanga akan dilakukan adalah : Buah jeruk nipis. Carboxi metyl celullose. Propylenglycol. Aqua. Etanol. Na. Nipagin. Lumpang dan Alu. Hot plate. Kain panel. (Lestari & Pahriyani, 2. Pelaksanaan Pembuatan sari buah jeruk b. Dalam membuat sari jeruk dapat melakukan dengan cara memeras jeruk nipis, hasilnya disaring dengan sebuah kain hasilnya dipisah antara ampas dan hasil perasan Selanjutnya membuat masker gel peel-off dari sari buah nanas, bahan yang terkumpul lalu ditimbang CMC ditambah dengan propilenglikol, dilakukan pengadukan sampai merata sampai serbuk CMC basah, ditambah Aqua sampai menyerupai gel massa 1 kemudian nipagin larutkan dengan etanol massa 2. Na. Mitabisulfit diaduk dengan aqua massa 3 Lalu campur massa tersebut serta masukan aqua sehingga cairan hand sanitizer dapat digunakan, team yang melakukan pembuatan cairan hand sanitizer adalaf mitra dan staf pengajar bidang farmasi yang memiliki kemampuan dan profesional serta faham dalam pembuatan produk kesehatan. Team pelaksana memiliki skiil atau kemampuan dalam bidang kesehatan sehingga dapat membantu masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya dalam hal Evaluasi Setelah dilakukan simulasi pembuatan produk maka selanjutnya dilakukan evaluasi secara organoleptis dan sensitivitas maupun iritabilitas terhadap kulit HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat memiliki tujuan agar pengetahuan dan peningkatan serta pemahaman masyarakat desa Pajarakan kulon mengenai pembuatan hand sanitizer, diadakannya pelatihan ini berharap masyarakat bisa terampil dalam membuat produk hand sanitizer dari bahan jeruk nipis memakai metode yang sangat sederhana dengan biaya yang ekonomis. Produk hand sanitizer bisa memperlambat dan kuman bisa mati jiak kena semport selain itu tanpa perlu repot-repot memakai air, bisa digunakan dimana saja anda berada, produk hand sanitizer dari bahan jeruk nipis ini sangat mudah diguakan tanpa ribet dan repot memakai sabun dan air. Ketika masyarakat menggunakan bahan ini maka akan terhindar dari bakteri jahat yang ketika itu menmpel pada tangan pada saat kita melakukan kontak dengan manusia. Hand sanitizer adalah produk cair yang digunakan tidak harus memakai air, dan fungsinya adalah memberikan aroma harum yang sangat enak serta segar kemudian dapat membunuh bakteri atau kuman. Hari ini sangat diminati oleh masyarakat dalam memelihara dan membersihkan tangan biar sehat juga dapat mencegah kuman disaat memegang suatu (Fatimah & Ardiani, 2. Masyarakat sangat antusia dalam mengikuti pelatihan ini dalam pembuatan hand sanitizer yang sering dipakai oleh warga sehari-hari ketika berada di rumah maupun diluar, serta saat berada di jalan. Bahan jeruk nipis dapat kita peroleh di rumah-rumah warga yang mempunyai banyak manfaat. Meskpun masyarakat sudah tahu produk farmasi tapi pada kenyataannya masih ada beberapa peserta yang belum tahu tentang ilmu dasar tersebut. Kegitatan pelatihan ini diadakan agar masyarakat mengetahui tentang bagaimana cara pembuatannya, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal terutama untuk kesehatan warga sendiri, bahan olahan tersebut bernilai tinggi dengan biaya mengeluarkan sedikit tapi hasilnya cukup signifikan. Hand Sanitizer yang bagus dapat menghancurkan microba, serta aktif melawan bakteri negatif, kapang lalu khamir. Hand sanitizer juga dapat bertahan dan aktif di sebuah lingkungan yang terdapat bahan detergen, sabun, air dengan perbedaan PH. Kemudian agar dapat terpenuhi standart diatas, maka kita harus melakukan sebuah kajian atau penelitian Adapun hasilnya yaitu hand sanitizer menjadi alat pembersih yang sangat baik untuk digunakan dan menguji mikroba, sangat mudah dalam menggunakannya serta stabil. Dari beberapa komposisi seperti jeruk nipis yang sudah diperas, lidah buaya, etyl alkohol dan HPMC, aqua. Manfaat jeruk nipis sangat banyak dan mengandung unsur senyawa lain adapun manfaatnya adalah seperti linalin asetat, limonene fellandren serta sitral. Sari jeruk nipis juga sering digunakan dalam kosmetik agar pori-pori wajah mengecil dan wajah menjadi bersih dan Hasil penelitian yang sudah dilaksanakan sebelumnya terbukti bahwa perasan jeruk nipis yang mengandung staphylococcus aureus, salmonella thyposa streptococcus mutans, serta lidah buaya bisa menyembuhkan luka, karena mengandung glukomanan yaitu mengandung unsur senyawa yang memacu tumbuh kembang sel kulit, juga sangat membantu kulit agar terbentuk kolagen, dan peradangan pada kulit bisa berkurang. Ketika serangkaian dari produk telah selesai dilakukan, maka pelatihan tersebut yang melibatkan masyarakat dapat langsung dirasakan manfaatnya, produk yang sudah dikemas sederhana bisa dipakai dirumah atau dikantor. Akhirnya hasil dari produk yang kita harapkan dapat tercapai dengan sukses walaupun memakai cara yang sederhana dengan menekan biaya yang sangat ekonomis dan terjangkau. KESIMPULAN Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdampak covid 19 khusunya di desa Pajarakan kulon mendapatkan perhatian serta respon yang sangat baik, hasil produk yang sudat dibuat bersama langsung dilaksankan dan dipraktekkan karena bahan-bahannya di dapat dari bahan alami. Peserta yang ikut dalam pelatihan pembuatan hand sanitezer tersebut tidak alergi dan iritasi ketika mereka semua mencoba menggunakannya, dan alhamdulillah pelaksaan kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari DAFTAR REFERENSI Anief. , 2007. Farmasetika. UGM Press. Yogyakarta Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. Anonim, 1997. Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehaan Republik Indonesia Block. Disinfection. Sterilization and Preservation, edisi 4. Williams and Wilkins. USA. Dewi. Desintya. Khasiat dan Manfaat Jeruk Nipis. Surabaya : Penerbit Stomata. Fatimah. , & Ardiani. Pembuatan Hand Sanitizer ( Pembersih Tangan Tanpa Air ) Menggunakan Antiseptik Bahan Alami. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian, 336Ae343. Hidayat. , 2005. Ramuan Tradisional ala 12 Etnis Indonesia, 6. Penebar Swadaya. Jakarta. Lauma. Pangemanan. Damajanti H. Bernart S. P Hutagalung. Uji Efektifitas Perasan Air Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Farmasi-Unsrat. Vol. 4 No. Lestari. , & Pahriyani. Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Perasaan Buah Jeruk Nipis Bagi Guru. Siswa Siswi Sma Dan Smk Mutiara 17 Agustus Kelurahan Teluk Pucung Bekasi Utara. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan. Teknologi. Dan Seni Bagi Masyaraka. , 7. , 20Ae24. https://doi. org/10. 20961/semar. Radji. , 2011. Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran, 107, 118, 201-203, 297. Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Retnosari dan Isadiartuti. ,2006. Studi Efektivitas Sediaan Gel Antiseptik Tangan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn. Majalah farmasi Indonesia. Sutjipto, 2001. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Jilid 2. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta. Hal : 145-146. Winarti. dan Nurdjanah. , 2005. Peluang Tanaman Rempah dan Obat Sebagai Sumber Pangan Fungsional. Jurnal Litbang Pertanian, 24. , https://w. com/artikel/swab-antigen-dan-rapid-test-antigenbeda-atau-sama