774 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Penyebab Kesulitan Belajar Terhadap Siswa Sekolah Dasar Raisya Nafilah LubisA. Salsabila Henrita SariA. Selfi Purnama LubisA. Yohana FransiscaA. Yulia Sri Hikma HutasuhutAA. Abdul Aziz RusmanA Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia E_mail : raisyanafilahlubis@gmail. comA, salsabilahenrita04@gmail. comA, selfipurnama0@gmail. comA, fransisca1106@gmail. comA, yuliasrihikma@gmail. comAA, abdulazizrusman@uinsu. 1,2,3,4,5,6 Article History: Received: 18 Maret 2025 Revised: 30 April 2025 Accepted: 04 Mei 2025 Keywords: Faktor Eksternal. Faktor Internal. Kesulitan Belajar Abstract: Penelitian mengidentifikasi dan menganalisis penyebab kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa di SD 094153 Karang Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, orang tua, serta observasi langsung terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kesulitan belajar pada siswa di SD 094153 Karang Sari dapat dibagi menjadi beberapa faktor, yaitu faktor internal seperti kurangnya motivasi dan rendahnya kecerdasan emosional siswa, serta faktor eksternal seperti kurangnya dukungan orang tua, kondisi lingkungan yang tidak mendukung, dan keterbatasan fasilitas pendidikan. Selain itu, faktor pengajaran yang tidak variatif dan kurangnya pemahaman guru terhadap kebutuhan individu siswa juga turut berperan dalam kesulitan belajar yang dialami siswa. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan keterampilan guru dalam memahami perbedaan karakteristik siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung agar dapat mengurangi kesulitan belajar di masa depan. PENDAHULUAN Kesulitan belajar pada siswa merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi di dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar (Umi Kalsum P. , 2. Masalah ini dapat menghambat perkembangan potensi siswa dan memengaruhi prestasi akademik mereka. 094153 Karang Sari merupakan salah satu sekolah dasar yang mengalami fenomena kesulitan belajar pada beberapa siswanya. Berdasarkan observasi awal, banyak siswa yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan dalam memahami materi pelajaran, baik dalam bentuk rendahnya nilai ujian, ketidakmampuan mengikuti pelajaran, maupun kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas Kesulitan belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal (Topan Iskandar, 2. Faktor internal berkaitan dengan kondisi fisik dan psikologis siswa, seperti gangguan pada kemampuan kognitif, rendahnya motivasi belajar, serta adanya masalah emosional atau sosial. Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 keluarga, sosial, serta kondisi sekolah yang kurang mendukung (Intan Bayzura Sirait, 2. Sebagai contoh, kurangnya perhatian dari orang tua, ketidakcukupan fasilitas pendidikan, dan metode pengajaran yang kurang menarik dapat berkontribusi pada kesulitan belajar siswa (Hendri Yahya Sahputra, 2. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab-penyebab kesulitan belajar tersebut agar dapat ditemukan solusi yang tepat dalam Pendidikan merupakan faktor penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan kompeten (Netty Zakiah, 2. Namun, pencapaian tujuan pendidikan tidak selalu berjalan mulus. Banyak siswa yang menghadapi kesulitan dalam proses belajar mengaja (Dahlia & Iskandar, 2. Kesulitan belajar pada siswa dapat menghambat perkembangan kemampuan mereka dalam menyerap informasi dan keterampilan yang diajarkan di sekolah (Topan Iskandar, 2. Hal ini tentunya berdampak pada prestasi akademik serta perkembangan pribadi siswa. Meskipun banyak penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumya yakni mengenai kesulitan belajar pada siswa, sebagian besar studi fokus pada faktor-faktor umum yang memengaruhi kesulitan belajar, seperti kecerdasan, metode pengajaran, atau faktor sosialekonomi (Putri, 2. Namun, penelitian yang mendalam mengenai penyebab kesulitan belajar di tingkat sekolah dasar dengan konteks lokal yang lebih spesifik, seperti di SD 094153 Karang Sari, masih terbatas. Selain itu, penelitian di daerah yang memiliki karakteristik dan tantangan pendidikan yang unik seperti di Karang Sari, yang mungkin memiliki keterbatasan dalam fasilitas dan dukungan keluarga, juga jarang dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk mengisi celah ini dengan penelitian yang menggali faktor-faktor yang lebih terperinci yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa di sekolah dasar di wilayah tersebut. Penyebab kesulitan belajar pada siswa sangat kompleks dan dapat berasal dari berbagai faktor, baik yang bersifat individu, keluarga, maupun lingkungan sekolah. Di SD 094153 Karang Sari, beberapa siswa mengalami kesulitan belajar yang cukup signifikan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab kesulitan belajar tersebut. Penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan belajar di sekolah tersebut dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang penyebab kesulitan belajar serta memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi para guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar pada siswa di SD 094153 Karang Sari, serta memberikan gambaran mengenai upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut demi meningkatkan prestasi akademik dan perkembangan siswa secara keseluruhan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh siswa di SD 094153 Karang Sari. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa, baik dari aspek internal siswa, lingkungan keluarga, maupun kondisi eksternal lainnya yang ada di sekolah tersebut (Moleong, 2. Penelitian ini dilaksanakan di SD 094153 Karang Sari, yang dipilih sebagai lokasi karena adanya indikasi kesulitan belajar yang signifikan di kalangan siswa dan kurangnya penelitian yang mendalam tentang hal ini di sekolah tersebut. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar di SD 094153 Karang Sari, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pemilihan siswa dilakukan berdasarkan observasi awal dan laporan dari guru mengenai siswa yang menunjukkan kesulitan belajar yang berkelanjutan. Selain siswa, juga melibatkan guru, orang tua, dan kepala sekolah sebagai informan kunci untuk mendapatkan perspektif yang lebih lengkap mengenai penyebab kesulitan belajar. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa metode yakni peneliti melakukan observasi langsung di ruang kelas dan lingkungan sekolah untuk melihat secara langsung dinamika pembelajaran, interaksi antara siswa dan guru, serta faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kesulitan belajar siswa. Kemudian wawancara dilakukan dengan siswa yang mengalami kesulitan belajar, guru kelas, orang tua siswa, dan kepala sekolah. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang persepsi mereka mengenai penyebab kesulitan belajar, baik yang bersifat internal . aktor pribadi sisw. maupun eksternal . ingkungan keluarga, sosial, dan sekola. Selanjutnya peneliti juga mengumpulkan dokumen terkait, seperti laporan nilai siswa, catatan perilaku, dan materi pengajaran yang digunakan di kelas, untuk membantu analisis lebih lanjut mengenai kesulitan belajar. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi-terstruktur yang telah disiapkan untuk mewawancarai guru, orang tua, dan siswa. Pedoman wawancara ini berfokus pada pengumpulan data mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar, serta strategi yang digunakan oleh guru dan orang tua dalam mendukung siswa (Waruwu. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi akan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif (Sugiyono, 2. Proses analisis dilakukan dengan cara data dari wawancara dan observasi akan dikodekan berdasarkan tematema yang muncul, seperti faktor-faktor internal siswa . isalnya, motivasi, kecerdasan, gangguan emosiona. , faktor eksternal . isalnya, dukungan keluarga, fasilitas pendidikan, metode pengajara. , serta faktor sekolah dan sosial. Setelah pengkodean, data akan dikelompokkan dalam kategori-kategori yang relevan untuk melihat hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa. Untuk meningkatkan validitas data, peneliti akan menggunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber . iswa, guru, orang tua, dan kepala sekola. dan dari berbagai teknik pengumpulan data . awancara, observasi, dan dokumentas. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti akan melakukan triangulasi sumber dan triangulasi metode (Kusumastuti, 2. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai informan . iswa, guru, orang tu. untuk memastikan konsistensi informasi. Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara dengan hasil observasi dan dokumentasi untuk mengonfirmasi temuan. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip etika penelitian, seperti mendapatkan izin dari pihak sekolah dan persetujuan informan . uru, siswa, orang tu. Semua data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian ini. Metode penelitian ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada siswa di SD 094153 Karang Sari. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi nyata di lapangan dan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Pengajaran di Sekolah Hasil observasi peneliti menyimpulkan bahwa beberapa siswa merasa bahwa metode pengajaran yang digunakan oleh guru tidak cukup menarik dan kurang melibatkan siswa secara Pembelajaran cenderung didominasi oleh ceramah guru yang membuat siswa merasa bosan dan kesulitan untuk tetap fokus. Kurangnya variasi dalam penggunaan media pembelajaran dan pendekatan yang lebih kreatif mengurangi efektivitas proses belajar mengajar. Beberapa guru di SD 094153 Karang Sari belum sepenuhnya memahami perbedaan individual siswa dalam hal gaya belajar dan kecepatan pemahaman materi. Hal ini menyebabkan beberapa siswa yang lebih lambat dalam menyerap materi tidak mendapatkan perhatian yang cukup, sementara siswa yang cepat menangkap pelajaran cenderung diabaikan. Materi yang disampaikan terkadang belum disesuaikan dengan kemampuan dasar siswa, terutama dalam pelajaran-pelajaran yang membutuhkan pemahaman konsep yang mendalam. Hal ini mengakibatkan kesulitan belajar pada siswa, terutama bagi mereka yang membutuhkan waktu lebih untuk memahami materi. Hasil observasi juga selaras dengan hasil temuan wawancara dengan guru, beliau mengatakan bahwa. "Sebagai guru, saya merasa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengajar dengan baik, namun memang ada tantangan. Pembelajaran di kelas seringkali lebih banyak ceramah, dan saya mengakui bahwa itu mungkin membuat siswa merasa bosan. Saya mencoba untuk melibatkan mereka, tapi mungkin saya tidak cukup memvariasikan metode pengajaran atau menggunakan media pembelajaran yang lebih interaktif. Beberapa siswa memang menunjukkan ketidakfokusan selama pelajaran berlangsung, dan hal ini bisa jadi karena cara saya mengajar yang terlalu monoton. Saya menyadari bahwa beberapa siswa memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Namun, terkadang saya kesulitan untuk menyesuaikan metode pengajaran saya dengan kecepatan dan gaya belajar setiap siswa. Beberapa siswa lebih cepat menangkap pelajaran, sementara yang lainnya lebih lambat, dan saya mungkin tidak memberikan perhatian lebih pada mereka yang kesulitan. Ini mungkin menjadi salah satu penyebab kesulitan belajar yang mereka hadapi. Hasil observasi juga selaras dengan hasil temuan wawancara dengan siswa, beliau mengatakan bahwa. "Saya merasa sering kesulitan mengerti pelajaran, terutama saat guru menjelaskan sesuatu dengan cara yang terlalu cepat. Kadang, guru cuma bicara panjang lebar tanpa memberi kesempatan bagi kami untuk bertanya atau mengerjakan soal bersama-sama. Saya jadi bosan dan sulit untuk tetap fokus. Kalau ada soal latihan atau ujian, saya sering merasa kesulitan karena tidak paham benar-benar apa yang diajarkan. Saya rasa akan lebih seru kalau belajar tidak cuma mendengarkan guru bicara, tapi kalau ada kegiatan lain, misalnya diskusi kelompok atau latihan soal dengan teman-teman. Kalau menggunakan alat bantu seperti gambar atau video, itu juga lebih membantu saya untuk mengerti. Tapi kebanyakan hanya buku teks dan papan tulis saja, jadi terasa membosankan. Ay Hasil observasi juga selaras dengan hasil temuan wawancara dengan orang tua siswa, beliau mengatakan bahwa. "Anak saya kadang kelihatan kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah. Di rumah, kami berusaha mendampinginya, tapi banyak kali dia mengeluh bahwa dia tidak mengerti apa yang diajarkan di sekolah. Sepertinya, dia kesulitan memahami materi terutama kalau guru hanya menjelaskan dari buku. Kadang saya lihat dia bingung, karena dia merasa pelajaran yang diberikan terlalu sulit dan tidak dijelaskan dengan cukup rinci. Saya pikir, guru di sekolah sudah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 bekerja keras, tapi mungkin mereka tidak cukup mengenal gaya belajar anak saya. Sepertinya anak saya membutuhkan lebih banyak waktu dan pendekatan yang berbeda. Misalnya, dengan menggunakan alat bantu atau metode yang lebih interaktif. Saya tahu anak saya lebih suka belajar dengan cara yang lebih praktis dan visual, tapi sayangnya, itu jarang dilakukan di Dari hasil wawancara dengan guru, siswa, dan orang tua, dapat disimpulkan bahwa masalah utama yang menyebabkan kesulitan belajar pada siswa di SD 094153 Karang Sari adalah metode pengajaran yang kurang variatif dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran cenderung didominasi oleh ceramah, yang membuat siswa merasa bosan dan kesulitan untuk tetap fokus. Selain itu, kurangnya perhatian terhadap perbedaan individual siswa, baik dalam hal kecepatan belajar maupun gaya belajar, menyebabkan beberapa siswa yang lebih lambat dalam menyerap materi tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Siswa yang lebih cepat memahami pelajaran cenderung tidak diberi tantangan yang cukup, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam pencapaian belajar. Meskipun ada upaya dari pihak sekolah untuk mendampingi siswa, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif mengurangi efektivitas proses belajar mengajar. Rekomendasi yang muncul dari hasil wawancara adalah perlunya variasi dalam metode pengajaran, termasuk penggunaan alat bantu belajar, serta pendekatan yang lebih memperhatikan perbedaan individu siswa. Faktor Sosial dan Lingkungan Sekolah Hasil observasi penelitian peneliti menyimpulkan meskipun sekolah memiliki sarana dasar seperti buku teks dan papan tulis, fasilitas lain seperti perpustakaan, ruang komputer, dan alat peraga edukatif sangat terbatas. Keterbatasan fasilitas ini menghambat kreativitas guru dalam menyampaikan materi dan mengurangi kesempatan bagi siswa untuk mengakses sumber belajar Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan teman-temannya, baik karena perbedaan sosial-ekonomi maupun karena sikap teman yang kurang mendukung. Lingkungan sosial yang tidak mendukung dapat mempengaruhi rasa percaya diri siswa dan menyebabkan mereka merasa terisolasi di dalam kelas. Hasil observasi juga selaras dengan hasil temuan wawancara dengan Kepala Sekolah, beliau mengatakan bahwa. "Memang, fasilitas kami cukup terbatas. Di kelas, kami masih mengandalkan buku teks dan papan tulis sebagai media utama dalam pembelajaran. Kami belum memiliki banyak alat peraga edukatif yang bisa digunakan untuk mendukung proses belajar. Ruang komputer dan perpustakaan juga belum optimal, karena jumlah komputer sangat terbatas dan koleksi buku di perpustakaan pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan siswa. Ini tentu menghambat kreativitas guru dalam mengajar, karena tidak semua materi bisa disampaikan dengan cara yang menarik tanpa dukungan media pembelajaran yang memadai. Keterbatasan fasilitas tentu mempengaruhi kemampuan siswa untuk mengakses sumber belajar tambahan. Tanpa ruang komputer dan alat bantu yang memadai, siswa tidak bisa belajar secara mandiri di luar jam Pembelajaran pun menjadi kurang menarik, karena tidak ada banyak variasi media yang bisa digunakan oleh guru untuk mengajarkan materi secara lebih interaktif. Hasil observasi juga selaras dengan hasil temuan wawancara dengan Guru Kelas, beliau mengatakan bahwa. "Keterbatasan fasilitas sangat memengaruhi cara saya mengajar. Kami sangat bergantung pada buku teks dan papan tulis, dan ini membuat proses belajar terasa sangat Ketika saya ingin menjelaskan materi dengan cara yang lebih menarik, seperti menggunakan media visual atau teknologi, saya terhambat oleh kurangnya alat peraga dan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 media pembelajaran yang memadai. Misalnya, jika ada materi yang membutuhkan penjelasan visual, kami tidak bisa menggunakan gambar atau video, karena fasilitas seperti ruang komputer atau proyektor masih sangat terbatas. Ya, saya rasa keterbatasan fasilitas juga mempengaruhi interaksi sosial siswa. Beberapa siswa mungkin merasa terisolasi, terutama ketika mereka kesulitan mengikuti pembelajaran. Selain itu, dalam kelas yang tidak terlalu mendukung kerjasama antar siswa, seperti minimnya ruang yang nyaman untuk diskusi kelompok atau kegiatan lain yang melibatkan interaksi langsung, siswa dari latar belakang sosial yang berbeda mungkin merasa kurang nyaman atau sulit bergaul. Hal ini bisa mempengaruhi rasa percaya diri Hasil observasi juga selaras dengan hasil temuan wawancara dengan orang tua siswa, beliau mengatakan bahwa. "Saya merasa bahwa fasilitas yang ada di sekolah masih sangat terbatas. Anak saya sering mengeluh karena tidak bisa belajar secara mandiri di luar jam sekolah, karena perpustakaan yang terbatas koleksinya dan tidak ada cukup ruang komputer untuk digunakan oleh semua siswa. Hal ini tentu mengurangi kesempatan mereka untuk belajar lebih dalam dan mengeksplorasi topik-topik yang mereka minati. Tanpa fasilitas seperti itu, saya rasa mereka kehilangan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mereka di luar pelajaran yang disampaikan guru. Saya melihat bahwa keterbatasan fasilitas ini juga memengaruhi interaksi sosial anak saya. Di sekolah, dia sering merasa tidak punya teman belajar karena beberapa siswa cenderung mengelompok dengan teman-teman dari latar belakang sosial yang sama. Anak saya, yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sedikit lebih rendah, sering merasa terasingkan. Hal ini mengurangi rasa percaya dirinya, terutama dalam kelompok belajar atau diskusi. Saya merasa sekolah perlu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, di mana semua siswa bisa merasa diterima, terlepas dari latar belakang sosial mereka. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua siswa, dapat disimpulkan bahwa keterbatasan fasilitas pembelajaran di SD 094153 Karang Sari, seperti ketergantungan pada buku teks dan papan tulis, serta kurangnya ruang komputer, alat peraga edukatif, dan perpustakaan yang memadai, sangat menghambat kreativitas guru dalam menyampaikan materi dan mengurangi kesempatan siswa untuk mengakses sumber belajar Selain itu, keterbatasan fasilitas juga berpengaruh pada interaksi sosial antar siswa, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Beberapa siswa merasa terisolasi dan kesulitan berinteraksi dengan teman-temannya, yang pada akhirnya memengaruhi rasa percaya diri mereka dan pengalaman belajar secara keseluruhan. Untuk itu, peningkatan fasilitas dan penciptaan lingkungan sosial yang lebih inklusif menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD 094153 Karang Sari. Kesulitan belajar pada siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari aspek internal siswa, lingkungan keluarga, faktor sosial, serta metode pengajaran yang diterapkan di sekolah. Pembahasan ini akan mengacu pada beberapa jurnal yang relevan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab kesulitan belajar pada siswa di SD 094153 Karang Sari, khususnya dalam kaitannya dengan faktor-faktor yang telah teridentifikasi, seperti kurangnya variasi dalam metode pengajaran, keterbatasan fasilitas, dan perbedaan kemampuan Berdasarkan penelitian oleh (Novita, 2. , ditemukan bahwa kesulitan belajar pada siswa sering kali dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan kognitif siswa. Siswa dengan kemampuan kognitif rendah, misalnya, cenderung mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan, terutama pada pelajaran yang membutuhkan pemahaman konsep yang mendalam, seperti matematika dan bahasa. Hal serupa juga ditemukan di SD 094153 Karang Sari, di mana a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 beberapa siswa mengalami kesulitan untuk menyerap informasi yang disampaikan oleh guru, terutama karena materi yang diberikan tidak disesuaikan dengan kemampuan mereka. Menurut penelitian yang dilakukan oleh, faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan ketakutan akan kegagalan juga dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Beberapa siswa di SD 094153 Karang Sari menunjukkan rasa cemas yang tinggi dalam mengikuti pelajaran, yang menghambat konsentrasi mereka dan mengurangi efisiensi pembelajaran. Keterbatasan ini juga memperburuk kesulitan belajar yang mereka alami. Dalam penelitian (Hamid, 2. , dibahas bahwa metode pengajaran yang monoton, seperti ceramah, sering kali membuat siswa merasa bosan dan kurang terlibat dalam proses Siswa membutuhkan metode yang lebih bervariasi dan interaktif, seperti diskusi, permainan edukatif, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Hal serupa ditemukan di SD 094153 Karang Sari, di mana banyak siswa mengeluhkan metode pengajaran yang didominasi ceramah, yang tidak memungkinkan mereka untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan penelitian oleh (Lestari, 2. , penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sangat penting untuk menarik perhatian siswa dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi. Namun, di SD 094153 Karang Sari, keterbatasan fasilitas pembelajaran, seperti minimnya alat peraga edukatif dan ruang komputer, menyebabkan guru kesulitan dalam mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih kreatif. Akibatnya, siswa merasa kesulitan untuk memahami pelajaran dengan baik, dan pembelajaran menjadi kurang menarik. Selain faktor internal siswa dan metode pengajaran, faktor keluarga dan lingkungan sosial juga memainkan peran penting dalam kesulitan belajar. Menurut penelitian (Kurniawan, 2. , siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang stabil sering kali mengalami kesulitan dalam belajar. Keterbatasan finansial sering kali membuat orang tua tidak dapat menyediakan bahan ajar tambahan atau memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan pendidikan anak. Di SD 094153 Karang Sari, sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sederhana, sehingga mereka tidak mendapatkan dukungan maksimal dari keluarga dalam hal belajar di rumah. Selain itu, penelitian oleh (Farida, 2. menjelaskan bahwa perbedaan sosial-ekonomi di antara siswa juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam berinteraksi sosial. Siswa yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi yang lebih rendah mungkin merasa terisolasi atau tidak diterima oleh teman-temannya yang berasal dari latar belakang yang lebih baik. Di SD 094153 Karang Sari, fenomena ini juga terlihat, di mana beberapa siswa merasa kesulitan dalam berinteraksi dengan teman-temannya, yang mengurangi rasa percaya diri mereka dalam mengikuti pelajaran. Fasilitas pembelajaran yang terbatas juga menjadi salah satu penyebab utama kesulitan Menurut penelitian yang dilakukan (Putri, 2. , kekurangan fasilitas, seperti ruang komputer, perpustakaan, dan alat peraga edukatif, menghambat kreativitas guru dalam menyampaikan materi dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Di SD 094153 Karang Sari, keterbatasan fasilitas ini sangat terasa. Buku teks dan papan tulis masih menjadi alat utama dalam pembelajaran, sementara alat bantu lainnya, seperti media visual dan teknologi pendidikan, sangat terbatas. Fasilitas yang terbatas ini mengurangi kesempatan siswa untuk mengakses sumber belajar tambahan yang bisa memperkaya pemahaman mereka. Selain itu, keterbatasan ruang komputer dan perpustakaan mengurangi kesempatan siswa untuk belajar secara mandiri dan memperdalam pengetahuan mereka di luar materi yang diajarkan di kelas. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan kesulitan belajar yang lebih besar, terutama bagi siswa yang membutuhkan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 pendekatan yang lebih fleksibel dan berbagai sumber belajar untuk memperkuat pemahaman Dalam penelitian (Abdullah & Rahmawati, 2. , dijelaskan bahwa perbedaan kecepatan belajar antar siswa juga dapat menjadi faktor penyebab kesulitan belajar. Beberapa siswa cenderung lebih cepat memahami materi, sementara siswa lainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memahaminya. Ketika pengajaran tidak disesuaikan dengan kecepatan belajar siswa, mereka yang lebih lambat akan tertinggal dan merasa kesulitan. Di SD 094153 Karang Sari, hal ini juga terjadi, di mana beberapa siswa merasa bahwa mereka tidak mendapatkan perhatian yang cukup karena guru lebih fokus pada siswa yang cepat memahami materi. Berdasarkan pembahasan dari berbagai jurnal, dapat disimpulkan bahwa penyebab kesulitan belajar pada siswa di SD 094153 Karang Sari melibatkan faktor internal siswa, metode pengajaran yang tidak variatif, keterbatasan fasilitas pembelajaran, pengaruh lingkungan keluarga dan sosial, serta perbedaan kecepatan belajar antar siswa. Faktor-faktor ini saling berkaitan dan saling memengaruhi, sehingga menciptakan tantangan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, untuk mengatasi kesulitan belajar, perlu ada upaya dari berbagai pihak, seperti peningkatan fasilitas, variasi metode pengajaran, dan dukungan lebih dari keluarga dan lingkungan sosial, agar siswa dapat belajar dengan lebih efektif dan menyenangkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara dengan berbagai narasumber, serta pembahasan mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar, dapat disimpulkan bahwa penyebab utama kesulitan belajar pada siswa di SD 094153 Karang Sari terdiri dari beberapa faktor yang saling berinteraksi dan saling memengaruhi, antara lain. Metode pengajaran yang cenderung dominan dengan ceramah dan kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran membuat siswa merasa bosan dan kesulitan untuk fokus. Keterbatasan variasi dalam metode pengajaran ini mengurangi minat siswa untuk belajar dan menghambat pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Keterbatasan fasilitas di sekolah, seperti minimnya alat peraga edukatif, ruang komputer, serta keterbatasan koleksi buku di perpustakaan, menghambat kreativitas guru dalam menyampaikan materi dan mengurangi kesempatan siswa untuk mengakses sumber belajar tambahan. Hal ini berkontribusi besar terhadap kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, terutama dalam hal memperdalam pemahaman materi di luar pembelajaran kelas. Faktor sosial-ekonomi dan hubungan antar teman juga turut berperan dalam kesulitan belajar siswa. Siswa yang berasal dari latar belakang sosialekonomi yang lebih rendah merasa kurang mendapat dukungan dari keluarga, yang berdampak pada rendahnya motivasi belajar mereka. Selain itu, adanya perbedaan sosial antara siswa juga dapat menciptakan ketegangan dalam interaksi sosial di kelas, mengurangi rasa percaya diri dan menyebabkan siswa merasa terisolasi. DAFTAR REFERENSI Abdullah, & Rahmawati. Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran Hafalan Al-QurAoan di Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 12. , 45-59. Dahlia, & Iskandar. Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru Di Madrasah Tsanawiyah Swasta Tahfidzul Quran Kota Tanjungbalai. Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS), 2. , doi:https://doi. org/10. 33151/ijomss. Farida. Model Penilaian dalam Mengidentifikasi Kesulitan Belajar pada Anak a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Berkebutuhan Khusus. Jurnal Psikologi Pendidikan Inklusif, 5. , 45-59. Hamid. Diagnosis dan Penanganan Kesulitan Belajar dalam Pendidikan Inklusi. Jurnal Pendidikan Inklusif, 6. , 77-89. Hendri Yahya Sahputra. Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Pendukung Keberhasilan Pendidikan Di SMP Bumi QurAoan Siantar. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 14. , doi:http://dx. org/10. 22373/jm. Intan Bayzura Sirait. ANALISIS FAKTOR Ae FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN DALAM KURIKULUM MERDEKA Di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Kota Tanjungbalai. Jurnal Abshar (Hukum Keluarga Islam. Pendidikan. Kajian Islam dan Humanior. , 5. , 20-24. Iskandar. Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat, 1. , doi:https://doi. org/10. 47006/pendalas. Kurniawan. Penggunaan Tes Standar dalam Mengidentifikasi Kesulitan Belajar. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 12. , 60-73. Kusumastuti. Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP). Lestari. Penerapan Tes Psikometrik dalam Mengidentifikasi Kesulitan Belajar pada Anak. Jurnal Psikologi Anak, 9. , 50-62. Mazlinda Utari Marpaung. IMPLEMENTATION OF THE MADRASAH VISION AND MISSION IN REALIZING STUDENTS WHO ACCEPT THE QUR'ANI AT MTsS YMPI SEI. TUALANG RASO TANJUNGBALAI CITY. Jurnal Abshar (Hukum Keluarga Islam. Pendidikan. Kajian Islam dan Humanior. , 5. , 25-33. Moleong. Metode Penelitian Kualitaif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Netty Zakiah. Manajemen Transdisipliner: Suatu Konsep Pendidikan dari Perspektif Kajian Transdisipliner. Nganjuk: Dewa Publishing. Novita. Pendekatan Psikologis dalam Identifikasi Kesulitan Belajar pada Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15. , 125-136. Nurlaila. Sahkholid. , & Topan. Textbook Analysis of Al-Arabiyyah Baina Yadai AulAdinA Vol 1 in The Rusydi Ahmad ThuaimahAos Perspective. Asalibuna, 7. , doi:https://doi. org/10. 30762/asalibuna. Putri Syahri. Implementasi moderenisasi agama di Kampus UIN Raden Fatah Palembang dengan tujuan bisa saling menghargai antar budaya dan agama. Academy of Education Journal, 15. , 278-287. doi:https://doi. org/10. 47200/aoej. Putri. Teknik Wawancara dalam Mengidentifikasi Kesulitan Belajar. Jurnal Pendidikan Khusus, 4. , 22-34. Rahmad Hidayat. Strategi Meningkatkan Penghasilan untuk Kesejahteraan Keluarga Pedagang. Inovatif: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi. Bisnis Digital dan Kewirausahaan, 1. , 305-315. doi:https://doi. org/10. 55983/inov. Rizki Inayah Putri. PENGEMBANGAN MODUL FIKIH BERBASIS INQUIRY LEARNING DI KELAS Vi MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI II MANDAILING NATAL. Edu Global: Jurnal Pendidikan Islam, 4. , 54-62. doi:https://doi. org/10. 56874/eduglobal. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta. Topan Iskandar. Filsafat Manajemen Pendidikan Islam: Telaah manajemen a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pendidikan dari Sudut Pandang Filsafat Islam. Nganjuk: DEWA PUBLISHING. Umi Kalsum. ISU-ISU KONTEMPORER. Jambi: PT. Sonpedia Publishing. Umi Kalsum. Strategi Ketua Jurusan PAI Kampus Universitas Ahmad Dahlan dalam Mengembangkan Kampus Merdeka untuk Mutu Lulusan. Journal of Education Research, 5. , 76-83. doi:https://doi. org/10. 37985/jer. Waruwu. Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Metho. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7. , 2896Ae2910. ISSN : 2828-5700 .