JESE Journal of Elementary School Education Volume 2. Nomor 1. Juni 2025. Hal. Mengasah Pemahaman Bacaan: Pembelajaran Identifikasi Peristiwa untuk Siswa Kelas V SD Rezqy Ayu Devi Arafah1. Mu'tasim Fikri2 Universitas Bakti Indonesia e-mail: rezqy@ubibanyuwangi. Universitas Bakti Indonesia e-mail: fikri@ubibanyuwangi. ABSTRACT The ability of fifth-grade students at SDI Puspa Bangsa Banyuwangi. Banyumas Regency, to comprehend and write about events in a reading passage remains a significant challenge. This study aims to explore how the learning process is implemented in teaching students to identify and articulate events in texts. Employing a qualitative research approach, data were collected through documentation, observation, and interviews. The findings reveal that the learning implementation and the teacherAos role are already well-executed. Teachers use song lyrics as examples to facilitate student understanding, and students are engaged in completing tasks and presenting their outcomes. Keywords: Learning implementation, studentsAo writing skills, teacherAos role. ABSTRAK Kemampuan siswa kelas V B di SDI Puspa Bangsa Banyuwangi. Kabupaten Banyumas, dalam memahami serta menuliskan peristiwa-peristiwa dalam bacaan masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran dalam materi mengidentifikasi dan menuliskan peristiwa pada teks bacaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran serta peran guru sudah cukup optimal, antara lain dengan memanfaatkan teks lagu sebagai media contoh. Peserta didik terlibat aktif dalam menyelesaikan tugas dan mempresentasikan hasil kerja mereka. Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran. Keterampilan Menulis Siswa. Peran Guru. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia karena berperan sebagai sarana untuk membentuk pribadi yang lebih baik melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Melalui proses pembelajaran yang berlangsung dalam pengajaran formal, pendidikan mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik secara terpadu (Handayani & Sundawa. JESE: Journal of Elementary School Education Dalam konteks nasional, pendidikan memiliki fungsi strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 4 Ayat 5 dari undang-undang tersebut menegaskan bahwa pendidikan harus diselenggarakan dengan menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi seluruh lapisan masyarakat (UU No. 20 Tahun 2. Jenjang pendidikan dasar, khususnya Sekolah Dasar (SD), memiliki posisi penting dalam membentuk fondasi literasi peserta didik. Kemampuan membaca dan menulis yang dikembangkan sejak dini merupakan bekal utama untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya (Andayani. Slamet, & Riyadi, 2. Penguatan literasi ini sangat diperlukan agar peserta didik tidak hanya mampu memahami teks secara utuh, tetapi juga dapat mengekspresikan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan yang runtut dan komunikatif. Namun demikian, berbagai permasalahan pendidikan terus muncul, salah satunya disebabkan oleh pembelajaran terbatas selama pandemi COVID-19. Pembelajaran tatap muka yang dibatasi menyebabkan efektivitas proses pembelajaran menurun secara signifikan, khususnya dalam pengembangan keterampilan menulis siswa (Fitria, 2. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan peserta didik dalam menuliskan peristiwa dari bacaan ke dalam bentuk karangan dengan struktur bahasa yang baik dan benar. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas V B SDI Puspa Bangsa Banyuwangi. Kabupaten Banyumas, mengidentifikasi dan menuliskan peristiwa-peristiwa dalam bacaan. Banyak peserta didik yang belum mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi. Mereka cenderung menulis secara garis besar tanpa mampu mengembangkan detail cerita. Selain itu, masih ditemukan penggunaan kalimat yang tidak efektif, kesalahan tanda baca, serta penggunaan huruf kapital yang belum sesuai kaidah bahasa Indonesia. Upaya yang telah dilakukan oleh guru untuk mengatasi masalah tersebut antara lain melalui pembelajaran berbasis presentasi, di mana siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil tugasnya di depan kelas agar memperoleh umpan balik secara langsung. METODE Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Menurut Saryono dalam Mustafidah dan Suwarsito . 0, hlm. Vol. No. Juni 2025. Hal. Arafah dan Fikri. Mengasah Pemahaman Bacaan penelitian kualitatif digunakan untuk menggali, mengidentifikasi, dan menjelaskan kualitas atau karakteristik suatu gejala sosial yang tidak dapat dijelaskan secara numerik atau kuantitatif. Metode ini bertujuan untuk memahami secara mendalam makna dari interaksi sosial dan pengalaman manusia dalam konteks tertentu. Sementara itu, menurut Creswell . 3, hlm. , fenomenologi merupakan suatu strategi penelitian kualitatif di mana peneliti berupaya mengungkap makna hakiki dari pengalaman-pengalaman hidup yang dialami individu terhadap suatu fenomena. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2022 di SDI Puspa Bangsa Banyuwangi. Kecamatan Sokaraja. Kabupaten Banyumas. Provinsi Jawa Tengah. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas V B dan peserta didik kelas V B SDI Puspa Bangsa Banyuwangi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi pembelajaran pada materi mengidentifikasi dan menuliskan peristiwaperistiwa dalam bacaan, serta mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam menuliskan kembali peristiwa dari bacaan dengan menggunakan bahasa mereka Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa teknik, yaitu dokumentasi, wawancara, dan observasi, guna memperoleh data yang mendalam dan komprehensif terkait praktik pembelajaran serta respons peserta didik terhadap materi yang disampaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar (SD) di Indonesia saat ini mengacu pada Kurikulum Merdeka yang mengusung pembelajaran berdiferensiasi. Salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam kurikulum ini adalah Bahasa Indonesia. Mata pelajaran ini tidak hanya menjadi sarana bagi peserta didik dalam menguasai bahasa secara struktural, tetapi juga sebagai medium untuk menumbuhkan kemampuan komunikasi secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Fokus dari pembelajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa mampu mengekspresikan ide, pikiran, dan perasaan mereka melalui bahasa yang baik dan benar. Salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan menuliskan kembali peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam suatu bacaan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDI Puspa Bangsa Banyuwangi, implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi mengidentifikasi dan menuliskan peristiwa-peristiwa dari bacaan telah dilaksanakan dengan cukup baik, khususnya di kelas V. Guru kelas V B telah menerapkan pendekatan pembelajaran JESE: Journal of Elementary School Education yang bervariasi dan melibatkan media yang mendukung, seperti penggunaan presentasi PowerPoint sebagai alat bantu visual untuk mempermudah penyampaian Selain itu, guru juga memberikan contoh konkret mengenai bagaimana menulis dengan baik dan benar sebelum meminta siswa untuk mengerjakan tugas secara Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut, guru memberikan perhatian khusus pada kaidah-kaidah dasar menulis yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), seperti penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan struktur Guru terlebih dahulu memberikan pemahaman mengenai aturan tersebut, lalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkannya dalam bentuk tugas Setelah tugas selesai, beberapa siswa diminta untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Strategi ini tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan ide mereka secara terbuka. Peran guru dalam proses pembelajaran sangat penting, tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberikan arahan, motivasi, serta koreksi terhadap hasil kerja peserta didik. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Hal ini menjadi penting karena keterampilan menulis tidak dapat tumbuh secara alami tanpa latihan yang terstruktur dan bimbingan dari orang yang kompeten. Guru memiliki tanggung jawab untuk membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik, termasuk dalam aspek literasi. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas V SDI Puspa Bangsa Banyuwangi, diperoleh informasi bahwa pembelajaran keterampilan menulis memang menjadi salah satu fokus utama dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Guru menyadari bahwa kemampuan menulis harus terus diasah melalui latihan-latihan rutin, seperti membaca cerita, mengembangkan karangan, dan mempresentasikannya secara lisan. Dalam setiap pembelajaran, siswa diajak untuk aktif membaca berbagai bacaan fiksi maupun nonfiksi, kemudian diminta untuk menuliskan kembali isi bacaan tersebut dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga mampu mengekspresikannya dalam bentuk tulisan yang koheren dan komunikatif. Selain memberikan latihan menulis, guru juga memanfaatkan teknik presentasi hasil tulisan sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran bersama. Ketika siswa mempresentasikan tulisannya di depan kelas, guru dan teman-temannya dapat Vol. No. Juni 2025. Hal. Arafah dan Fikri. Mengasah Pemahaman Bacaan memberikan tanggapan dan masukan yang konstruktif. Kegiatan ini juga memfasilitasi siswa untuk belajar dari karya teman-temannya dan memperkaya wawasan serta ide mereka dalam menulis. Strategi pembelajaran yang diterapkan guru tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran aktif, di mana siswa terlibat langsung dalam proses belajar melalui kegiatan yang menantang dan bermakna. Dalam konteks pengembangan kemampuan berbahasa, terdapat empat keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan ini saling berkaitan dan harus diajarkan secara Ramadhan dan Indihadi . menyatakan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia seharusnya mencakup keempat aspek tersebut secara seimbang, sesuai dengan perkembangan usia dan kemampuan siswa. Dalam praktiknya, guru di SDI Puspa Bangsa Banyuwangi telah mencoba mengintegrasikan keterampilan membaca dan menulis dalam satu rangkaian kegiatan. Melalui kegiatan membaca teks, siswa memperoleh informasi, memahami isi bacaan, lalu diminta menuliskan kembali peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam bacaan tersebut dengan bahasa mereka Kegiatan ini merupakan bentuk penguatan terhadap dua aspek keterampilan bahasa, yaitu membaca dan menulis. Kegiatan pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan menulis juga mengacu pada pandangan Educatio . 1:1. bahwa kemampuan menulis tidak akan muncul secara instan, melainkan harus dilatih secara terus menerus melalui proses pembelajaran yang terarah dan terstruktur. Menulis merupakan bentuk komunikasi tidak langsung yang membutuhkan ketelitian, kreativitas, dan penguasaan Oleh karena itu, dalam setiap sesi pembelajaran, guru berupaya memberikan bimbingan yang komprehensif agar siswa mampu menyusun kalimat yang efektif, menggunakan tanda baca dengan tepat, serta memperhatikan struktur paragraf yang Guru sebagai fasilitator pembelajaran memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengembangkan kemampuan menulisnya. Guru harus peka terhadap kemampuan masing-masing siswa dan memberikan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebaliknya, siswa juga diharapkan memiliki sikap aktif dan responsif terhadap arahan guru. Hubungan yang saling mendukung antara guru dan siswa menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDI Puspa Bangsa Banyuwangi menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan media pembelajaran yang JESE: Journal of Elementary School Education mendukung, siswa dapat memahami dan menguasai materi dengan lebih baik. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti perbedaan kemampuan antar siswa, namun secara umum implementasi pembelajaran sudah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan memberikan contoh, latihan, dan evaluasi yang berkelanjutan, guru dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan menulisnya secara optimal. Lebih lanjut, berdasarkan pengamatan langsung, masih ditemukan beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang efektif, menggunakan tanda baca yang benar, serta membedakan penggunaan huruf kapital. Masalahmasalah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam meningkatkan kualitas Untuk pendekatan individual kepada siswa yang membutuhkan bantuan tambahan, serta memberikan penguatan materi secara berulang-ulang. Kesimpulannya, implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi mengidentifikasi dan menuliskan peristiwa-peristiwa dalam bacaan di kelas V SDI Puspa Bangsa Banyuwangi telah berjalan dengan baik. Proses pembelajaran yang dirancang oleh guru telah mencerminkan pendekatan yang komunikatif, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berbahasa secara menyeluruh. Peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator sangat menentukan keberhasilan siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis mereka. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan, tetapi juga oleh strategi, media, serta peran aktif guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. KESIMPULAN DAN SARAN Implementasi pembelajaran pada materi mengidentifikasi dan menuliskan peristiwaperistiwa pada bacaan sangat berpengaruh terhadap kemampuan menulis peserta didik. Peran guru sangat penting terhadap keberhasilan peserta didik dalam belajar di sekolah. Peserta didik juga memiliki kewajiban untuk memperhatikan guru dan belajar agar lebih baik. Kedua aspek tersebut sangat berpengaruh dengan tercapainya hasil belajar yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA