Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Al-Musthpfa. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. International License Pengaruh Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle terhadap Impulse Buying Pelanggan E-Commerce Shopee Member Platinum di Daerah Sumenep Fatihatul Fitriyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah. Madura. Indonesia Email: fatihatulfitriyah31@gmail. Tajus Subqi Institut Ilmu Keislaman Annuqayah. Madura. Indonesia Email: tajussubqi5676@yahoo. Abstract This study uses quantitative research, the aim is to determine the influence of Hedonic shopping motivation and Shopping lifestyle on Impulse Buying E-Commerce Shopee Member Platinum customers. The method used in this research is descriptive method based on purposive sampling technique with 117 respondents active users in E-commerce shopee who have reached platinum level. The primary data and secondary data used were sourced from distributing questionnaire data and obtained from literature from various sources. Meanwhile, for testing techniques and data analysis using the SPSS 22 for Windows The results of this study indicate that the variables Hedonic Shopping Motivation and Shopping Lifestyle simultaneously and partially have a positive and significant effect on Impulse Buying. Keyword: Hedonic Shopping Motivation. Shopping Lifestyle. Impulse Buying. Abstrak Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, bertujuan untuk mengetahui pengaruh Hedonic shopping motivation dan Shopping lifestyle terhadap Impulse Buying E-Commerce Shopee Member Platinum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan teknik purposive sampling dengan 117 responden pengguna aktif E-commerce shopee yang telah mencapai level platinum. Data primer dan data sekunder yang digunakan bersumber dari penyebaran data kuesioner dan diperoleh dari literatur dari berbagai sumber. Sedangkan untuk teknik pengujian dan analisis data menggunakan aplikasi SPSS 22 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Hedonic shopping motivation dan Shopping lifestyle secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Kata kunci: Hedonic Shopping Motivation. Shopping Lifestyle. Impulse Buying. PENDAHULUAN Kemajuan bisnis di indonesia saat ini berkembang dengan sangat pesat, terutama di bidang ritel baik bisnis ritel langsung maupun ritel tidak langsung (Onlin. Berdasarkan data yang didapatkan dari ceicdata pertumbuhan penjualan ritel Indonesia dilaporkan memiliki rata-rata sebesar 8. 2% dari 2011-01 sampai 202208, dengan 140 observasi. Tentunya hal tersebut disebabkan oleh adanya perkembangan usaha manufaktur serta peluang pasar yang cukup terbuka dan upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan bisnis ritel. Sejalan dengan berkembangnya bisnis ritel yang ada di Indonesia, tentunya teknologi juga meningkat dengan pesat dan ikut berperan penting dalam bisnis ini. Majunya teknologi dan arus informasi membuat masyarakat Indonesia lebih terbuka pada pengetahuan global. Pesatnya jaringan internet juga secara tidak langsung membawa fenomena baru atau gaya hidup baru di kalangan masyarakat yang suka memanfaatkan fasilitas internet, salah satunya dalam hal berbelanja. Hal ini menjadikan sebagian besar pola pikir serta lifestyle masyarakat terbiasa berbelanja membeli barang yang mereka inginkan, bukan yang mereka butuhkan. Salah satu bisnis atau perdagangan yang menggunakan fasilitas internet sebagai media adalah dengan munculnya e-commerce, yaitu transaksi perdagangan melalui media elektronik yang terhubung dengan internet. 2 Kemudahan yang didapat dalam berbelanja online menjadikan seseorang memiliki kebiasaan melakukan pembelian online secara spontan dan tidak terencana tanpa adanya pertimbangan-pertimbangan sebelumnya karena didasari oleh keinginan yang kuat 1 Chrisitna Widya Utami. AuManajemen Ritel: Strategi dan Implementasi Operasional Bisnis Ritel Modern di Indonesia, edisi 2Ay, (Jakarta: Salemba Empat, 2. , h. 2 Adi Sulistyo Nugroho. E-commerce Teori dan Implementasi, (Yogyakarta: Ekuilibria, 2. , h. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 serta keinginan untuk segera memiliki sebuah produk, hal ini biasa disebut dengan Impulse Buying. Impulse Buying atau pembelian Impulsif menjadi perhatian perusahaan untuk memahami perilaku ini dan pengaruhnya terhadap kebijakan pemasaran. Kecendrungan melakukan pembelian Impulsif ini menjadi keunikan tersendiri bagi Keunikan tersebut terjadi dikarenakan adanya perbedaan budaya maupun kebiasaan atau gaya hidup seseorang dalam mengkonsumsi barang bahkan perilaku konsumen ketika mengunjungi shopping center. Adanya pembelian yang secara spontan ini membuat individu memunculkan gaya hidup yang hedonisme dengan tujuan untuk mencari kesenangan hidup. Pembelian Impulsif sangat sering terjadi, hal ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha dalam meningkatkan penjualan mereka dengan cara mengetahui faktor penyebab terjadinya Impulse Buying diantaranya adalah Hedonic Shopping Motivation dan Shopping lifestyle. Ketika seseorang melakukan kegiatan berbelanja seringkali didorong oleh motivasi-motivasi tertentu salah satunya adalah motivasi hedonis. Menurut Dewi dan Millanyani,5 motivasi Hedonis merupakan motivasi dalam berbelanja untuk memperoleh kesenangan tersendiri tanpa memperhatikan manfaat apa yang akan diperoleh. Salah satu alasan seorang individu memiliki sifat hedonis dikarenakan banyaknya kebutuhan yang tidak terpenuhi sebelumnya, kemudian setelah kebutuhan satu terpenuhi, bertambah lagi kebutuhan baru yang terkadang kebutuhan tersebut lebih tinggi dari kebutuhan sebelumnya. Seringkali Hedonic Shopping motivation tercipta pada saat konsumen berbelanja sembari berkelilling 3 Bella Larasati. AuHubungan antara gaya hidup Hedonisme dengan Impulse Buying online saat Covid-19 pada dewasa awalAy. Skripsi, 2021. Universitas Muhammadiyah Malang, h. 4 S. Said. Putra, & S. Hasan. AuImplication of External and Internal Factors of Mall Consumers in Indonesia to Impulse Buying BehaviorAy. International Journal of Business Accounting and Management. Vol. 2 No. 4, 2017, 5 P. Dewi dan H. Millayani. AuPengaruh dimensi Motivasi Belanja Hedonis terhadap Impulse Buying Konsumen Online Store di Instagram (Studi pada Mahasiswa di jakart. Ay. Proceedings of Management. Vol. 2 No. 2015, 1321-1325. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 untuk mencari dan memilih barang yang sesuai dengan keinginan konsumen. Selain itu, kebutuhan konsumen juga memiliki pengaruh terhadap gaya hidup atau Semakin tinggi tingkat lifestyle konsumen atas fashion ataupun suatu konteks produk lain, maka semakin kuat pula dorongan dalam diri konsumen untuk berpenampilan menarik dan tidak ketinggalan zaman, dengan begitu konsumen rela mengorbankan sesuatu untuk mencapai keinginan tersebut. Salah satu tempat berbelanja paling mudah dan digandrungi oleh sebagian masyarakat yaitu jual beli Online di Market Place salah satunya adalah E-commerce Shopee. Berbelanja secara online menjadi lumrah dan biasa dilakukan sejak Covid-19 sehingga membuat perubahan dalam kehidupan masyarakat khusunya Indonesia. Romindo berpendapat,8 bahwa perdagangan E-commerce adalah hasil transformasi sebuah teknologi informasi yang sangat cepat berkembangnya. Perusahaan Ei Commerce memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia, terbukti dengan banyaknya bisnis online seperti Berniaga. OLX. Elevania. Bukalapak. Blibli. Belanja dan Shopee. Shopee merupakan E-commerce C2C . onsumer to consume. di Indonesia karena dijadikan wadah pertemuan pembeli dan penjual dalam bertransaksi juali beli seperti pasar pada umumnya. Fasilitas Shopee beragam seperti metode pembayaran, layanan pengiriman, terintegrasi pada media sosial. Live Chat, dan Live Streaming. Firmansyah9 menyatakan bahwa konsumen e-commerce Shopee terbagi dua sifat pada saat melakukan pembelian yaitu pembelian terencana dan pembelian Impulsif . idak terencan. Siregar10 menyatakan bahwa pembelian tidak terencana 6 D. Kosyu. AuPengaruh Hedonic Shopping Motives terhadap Shopping lifestyle dan Impulse Buying (Survei pada pelanggan Outlet Stradivarus di Galaxy Mall Surabay. Ay. Jurnal Administrasi Bisnis. Vo. 14 No. 2, 2014, 7 E. Park. Kim, & J. Forney. AuA structural model of fashion-oriented impulse buying behaviorAy. Journal of Fashion Marketing and Management. Vol. 10 No 4, 2006, 433-466. 8 Romindo. E-commerce Implementasi. Strategi dan Inovasinya, (Medan: Yayasan Kita Menulis, 2. , h. 9 A. Firmansyah. Pemasaran Produk dan Merk: Planing dan Strategy, (Surabaya: Qiara Media, 2. , h. 10 S. Siregar. Manajemen Ritel Strategi dan Implementasi Operasional Bisnis Ritel Modern di Indonesia, (Jakarta: Salemba Empat, 2. , h. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 timbul karena adanya stimulus dari toko online, melalui program promosi seperti festival belanja, gratis ongkos kirim, diskon harga dan pembayaran mudah. Menurut Wahyuni dan Rachmawati,11 strategi promosi penjualan yang dilakukan E-commerce sering menimbulkan pembeli menjadi Impulsif, konsumen memperhatikan tiap produk kemudian tertarik untuk memperoleh produk. Adanya rangsangan dari produk dan dibantu oleh E-Commerce tersebut menjadi daya tarik konsumen dan memberikan gambaran secara faktual bahwa konsumen melakukan pembelian memiliki sifat yang rasional dan logis secara online. Pada E-Commerce Shopee itu sendiri memiliki tingakatan member yang dihitung dari seberapa banyaknya seseorang melakukan transaksi . Semakin banyak dan sering seseorang berbelanja, maka semakin tinggi pula tingkatan member Shopee loyality dan keuntungan yang akan didapat. Adapun tingkatannya antara lain dimulai dengan Classis, kemudian Silver. Gold, lalu Platinum. TINJAUAN PUSTAKA Impulse Buying Pembelian impulsif merupakan suatu pembelian yang terjadi ketika seseorang melihat suatu barang tiba-tiba muncul keinginan untuk membeli barang tersebut, yang pada akhirnya memutuskan membeli barang yang dilihat saat itu juga. Imbayani & Novarini13 menjelaskan impulse buying adalah proses pengambilan keputusan spontanitas di mana konsumen tidak memperhatikan secara rinci dari produk mulai dari kebermanfaatan, nilai kegunaan dan lain-lain. Impulse buying ini timbul saat konsumen membeli produk yang tidak direncanakan sebelumnya ketika memasuki toko, melihat katalog, penawaran, dan browsing secara online. Hal ini 11 R. Wahyuni dan H. Rachmawati. AuPengaruh Sales Promotion. Hedonic Shopping Motivation dan Shopping lifestyle terhadap Impulse Buying pada E-commerce ShopeeAy. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi (JIMMBA). Vol. 2 No. 2, 144-154. 12 D. Amanah dan S. Alwi. AuPengaruh promosi penjualan dan belanja Hedonis terhadap Impulsive Buying produk Matahari Plaza medan fairAy. Quanomic. Vol. 3 No. 2, 2015, 127. 13 Imbayani dan Novarini. AuPengaruh Shopping Lifestyle. Fashion Involvement dan positive emotion terhadap impulse Buying behaviorAy. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis. Vol. 3 No. 2, 2018, 199-210. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 berarti dorongan untuk membeli produk itu muncul secara spontan tanpa ada perencanaan sebelumnya setelah memasuki toko, dan browsing secara online di Hedonic Shopping Motivation Shopping Motivation berasal dari bahasa inggris Shopping yang artinya berbelanja dan Motivation berarti motivasi. Motivasi adalah kekuatan dalam individu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, dorongan tersebut dihasilkan oleh keadaan tertekan, yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi. 14 Afif & Purwanto15 menyatakan aspek hedonis berkaitan dengan emosional konsumen, sehingga ketika berbelanja konsumen benar-benar merasakan sesuatu seperti senang, benci, marah ataupun merasa bahwa berbelanja merupakan suatu Menurut To. Liao, dan Lin,16 Hedonic Shopping Motivation adalah perilaku konsumsi dalam mencari kebahagiaan, fantasi, kebangkitan, sensualitas, dan kenikmatan. Manfaat dari adanya Hedonic Shopping Motivation adalah adanya pengalaman dan rasa emosional. Alasan bahwa konsumen suka belanja hedonis karena mereka menikmati proses berbelanja. Bukan bertujuan untuk mendapatkan barang atau menyelesaikan misi berbelanja . elengkapi daftar belanj. H1: Hedonic Shopping Motivation berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying Pelanggan E-Commerce Shopee Member Platinum di Sumenep. Shopping Lifestyle 14 Schiffman et. Perilaku Konsumen. (Jakarta: Indeks, 2. , h. 15 M. Afif dan Purwanto. AoAoPengaruh Motivasi Belanja Hedonis, gaya hidup berbelanja dan promosi penjualan terhadap pembelian impulsif pada konsumen Shopee IDAy. Aplikasi Manajemen dan Inovasi Bisnis. Vol. 2 No. 2, 2020, 16 P. To. Lioa dan T. Lin. AuShopping motivation on Internet: a study based on utilitarian and hedonic valueAy. Technovation. Vol. 2 No. 7, 2007, 774-787. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Gaya hidup seringkali diidentifikasikan oleh sebagian orang dengan bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka, apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya, dan bagaimana mereka menjalankan kehidupan dalam kelompok. Gaya hidup relevan dengan perkembangan pasar. Bagaimana pasar dan kehidupan konsumen berubah karena gaya hidup kelompok. 17 Menurut Shinta,18 gaya hidup didefinisikan sebagai pola di mana seseorang hidup dan menggunakan uang dan waktunya, gaya hidup lebih menggambarkan perilaku seseorang, yaitu bagaimana ia hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Shopping mengalokasikan pendapatan, baik dari segi alokasi dana untuk berbagai produk dan layanan, serta alternatif-alternatif tertentu dalam pembedaan kategori serupa. H2: Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying Pelanggan E-Commerce Shopee Member Platinum di Sumenep. Berdasarkan dari paparan tinjauan pustaka dan pengembangan hipotesis, maka model penelitian yang ditawarkan dalam studi ini. Gambar 1 Kerangka Konseptual Hedonic Shopping Motivation (X1 ) Impulse Buying (Y) Shopping Lifestyle (X2 ) 17 E. Ristiana. AuPengaruh gaya hidup berbelanja dan ketertarikan fashion terhadap perilaku pembelian Impulsif pakaian Distribution Store (Distr. di YogyakartaAy. Skripsi, 2016. Universitas Negeri Yogyakarta, h. 18 I. Shinta. Manajemen Pemasaran, (Malang: Universitas Brawijaya Press, 2. , h. 19 H. Febriyanto. AuPengaruh Shopping Lifestyle. Discount, dan Promosi penjualan terhadap Impulse Buying pada pelanggan Transmartdi SoloAy. Skripsi, 2018. Institut Agama Islam Negeri Surakarta, h. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Katerangan: : Hubungan secara Simultan : Hubungan secara Parsial METODE Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dan termasuk pada jenis penelitian survei. Metode deskriptif adalah mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikapi sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh berdasarkan apa yang terjadi, kemudian dianalisis dalam bentuk numerik atau angka. 20 Jenis penelitian survei digunakan guna mengukur fenomena-fenomena yang ada tanpa harus menyelidiki fenomena tersebut dengan lebih mendalam. Populasi dan Sampel Penelitan Populasi merupakan obyek pengamatan yang memiliki persamaan karaktristik. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna aktif E-commerce Shopee khususnya member Platinum. Alasan memilih populasi tersebut karena dalam mencapai member Platinum, para pengguna aktif E-commerce Shopee harus menyelesaikan minimal 75 kali transaksi dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Dengan demikian, pengguna setidaknya harus melakukan pembelian sebanyak 12 atau 13 transaksi pada setiap 20 Mega Linarwati. Azis Fathoni, dan Maria M Minarsih. AuStudi Deskriptif Pelatihan Dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Serta Penggunaan Metode Behavioral Event Interview alam Merekrut Karyawan Baru Di Bank Mega Cabang KudusAy. Journal of Management. Vol. 2 No. Maret 2016, h. 21 MaAoruf Abdullah. Metodologi penelitian Kuantitatif, (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2. , h. 22 John W. Creswell. Research Design: Qualitative Quantitative, and Mixed Methods Aproaches, 3rd ed. (Thousand Oaks. Calif: Sage Publications, 2. , 139. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui apakah pencapaian tersebut dicapai karena sebuah perilaku Hedonic Shopping atau Shopping Lifestyle sehingga mengakibatkan Impulse Buying atau bukan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan metode Purposive Sampling, yaitu teknik penentuan sampel yang dipilih dengan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini pertimbangan yang diambil yaitu pengguna aktif E-commerce Shopee yang sudah mencapai member Platinum. Karena populasi yang sudah mencapai tingkatan Platinum di kabupaten Sumenep tidak diketahui secara pasti, maka penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan perhitungan sampel minimum menurut pendapat Ferdinan,23 yang menyarankan bahwa ukuran sampel tergantung pada jumlah indikator yang digunakan dalam seluruh variabel yang ada kemudian dikalikan lima sampai sepuluh. Berikut jumlah sampel dalam penelitian ini adalah: sampel minimum, 16 x 7 = 112 responden. Alasan menggunakan angka 7 dalam perkalian sampel minimum tersebut karena merupakan angka terdekat yang jumlah hasil perkalian dengan jumlah indikator bisa mencapai 100 lebih responden. Teknik Pengumpulan Data Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan angket (Kuesione. dengan memberi daftar pertanyaan dan pernyataan kepada para responden. Teknik penyebaran angket dilakukan melalui google form yang disebar memlalui beberapa media sosial. Jumlah kuesioner yang didapat secara keseluruhan sebanyak 127 responden, namun 10 diantaranya ditolak karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga total yang tersisa sebanyak 117 responden. Teknik Analisis Data 23 Augusty Ferdinand. Structural Equation modelling dalam penelitian manajemen, 4th ed. (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2. , h. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Teknik analisis data yang digunakan dalam model penelitian ini ialah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan softwere SPSS versi 22. 0, dengan model Y= a b1 X1 b2 X2 e Y merupakan variabel terikat . yang dalam penelitian ini adalah Impulse Buying. Sedangkan AoaAo merupakan Konstanta . , yaitu nilai rata-rata pada variabel Y apabila variabel X bernilai 0. Dengan kata lain, apabila X tidak memberikan kontribusi, maka secara rata-rata variabel Y akan bernilai sebesar intersep . X1. X2 merupakan variabel bebas . yang dalam penelitian ini adalah Hedonic Shopping Motivation (X. dan Shopping Lifestyle (X. Kemudian b1 dan b2 merupakan Koefisien regresi untuk variabel X yang menyatakan pengaruhnya atau seberapa besar kontribusi . terhadap variabel Y (Deny Kurniawan, 2. Sedangkan e merupakan kesalahan pengganggu . isturbance erro. yang menunjukkan bahwa hubungan Y dengan X tidaklah deterministik . , melainkan bersifat stokhastik . Adanya unsur AoeAo ini, berfungsi untuk menampung seluruh faktor yang mempengaruhi variabel dependen selain variable independe. Selain itu, unsur AoeAo juga mempertegas bahwa sebenarnya banyak sekali variabel-variabel bebas (X) yang mempengaruhi variabel terikat (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Demografi Responden Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 117 responden. Responden yang diambil merupakan pengguna aktif E-commerce Shopee member Platinum di Sumenep. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin diajukan pilihan laki-laki dan perempuan untuk menjawab angket yang telah diajukan. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Tabel 1 Jenis Kelamin Responden Total Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Presentase 39,1% 60,9% Sumber: data diolah dari SPSS 22. Berdasarkan table 1, hal ini menjelaskan bahwa jumlah responden berdasarka jenis kelamin laki-laki sebanyak 46 orang . ,1%) dan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 58 orang . ,9%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna aktif E-Commerce Shopee yang sudah mencapai level platinum ialah berjenis kelamin perempuan. Ini mengindikasikan bahwa kegiatan berbelanja pada umumnya memang sering dilakukan oleh perempuan karena segala macam kebutuhan baik primer, sekunder, hingga tersier sudah tersedia di berbagai platform belanja online salah satunya E-Commerce Shopee. Sedangkan laki-laki, cakupannya terbatas dan mungkin hanya berbelanja pada kategori tertentu seperti pulsa, voucher, gadget, dan otomotif saja sehingga tidak banyak para penggunanya yang dapat mencapai level platinum dengan cepat. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Penyebaran angket berdasarkan usia dibagi menjadi empat kategori: usia kanaki kanak, remaja, dewasa, menjelang usia lanjut. Tabel 2 Usia Responden Total Usia 7-12 tahun 13-22 tahun 23-35 tahun > 35 tahun Jumlah Presentase 1,2% 30,5% 64,1% 4,2% Sumber: data diolah dari SPSS 22. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Table 2 menggambarkan bahwa sebanyak 1 orang . ,2%) responden penelitian berusia antara 7-12 tahun, 36 orang . ,5%) berusia 13-22 tahun, 75 orang . ,1%) berusia 23-35 tahun, dan 5 orang . ,2%) berusia diatas 35 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa usia dewasa yaitu antara 23-35 tahun lebih sering berbelanja secara online sehingga memungkinkan untuk lebih cepat mencapai level Selain mungkin karena memiliki pendapatan yang lebih banyak karena sudah memiliki pekerjaan, juga karena pada umur tersebut tingkat kebutuhannya juga semakin tinggi. Berbeda dengan kategori usia lainnya yang mungkin memiliki kebutuhan yang lebih rendah sehingga presentase dalam berbelanjanya juga lebih kecil dan hanya mencakup beberapa orang saja yang mencapai level Platinum. Karakteristik Responden Berdasarkan Profesi Analisis deskriptif dari demografi responden yang terakhir ialah penjelasan mengenai pekerjaan responden. Tabel 3 Profesi Responden Profesi Pelajar/Mahasiswa Wiraswasta Pedagang Ibu Rumah Tangga Lainnya Total Jumlah Presentase 66,4% 11,7% 8,9% 7,6% 5,4% Sumber: data diolah dari SPSS 22. Table 3 menunjukkan bahwa berdasarka karakteristik profesi responden, sebanyak 78 orang . ,4%) merupakan Pelajar/Mahasiswa, 14 orang . ,7%) merupakan Wiraswasta, 10 orang . ,9%) merupakan pedagang, 9 orang . ,6%) merupakan Ibu Rumah tangga, serta 6 orang . ,4%) lainnya adalah orang yang bukan dari kriteria pekerjaan yang telah ditetapkan. Temuan ini menjelaskan bahwa pelajar dan mahasiswa yang menjadi responden lebih banyak berbelanja di E-Commerce Shopee FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 dan sudah mencapai level platinum. Hal ini dikarenakan minat seorang pelajar dan mahasiswa terhadap perkembangan zaman sangat berjalan lurus sehingga lebih memilih berbelanja online daripada pergi ke tokonya secara langsung. Entah untuk berbelanja di kategori Fashion, buku dan alat-alat tulis, gadget dan aksesorisnya, hingga paket internet dan pulsa data yang sudah dapat dibeli secara Online khususnya pada E-Commerce Shopee. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas merupakan sebuah pengujian untuk melihat data yang dikumpulkan valid atau tidak. Data yang berasal dari indikator yang disebar melalui angket dianggap valid apabila hasil olah data menghasilkan nilai r-hitung > r-tabel. Tabel 4 Uji Validitas Variabel Variabel X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. r Hitung r Table Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: data diolah dari SPSS 22. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan, diperoleh hasil yaitu semua instrumen dalam penelitian ini dinyatakan valid karena nila r-hitung lebih besar dari nilai r-tabel sebesar 0,182. Uji yang kedua ialah uji reliabilitas. Uji ini mengandung makna bahwa data yang telah diperoleh harus memiliki keandalan atau dapat dipercaya. Uji reliabilitas, dalam penelitian ini, menggunakan metode CronbachAos Alpha. Data dianggap andal apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,60. Tabel 5 Uji Reliabilitas Variabel X1 (Hedonic Shopping Motivatio. Variabel CronbachAos Alpha N of items Keterangan Reliable Reliable Reliable Hedonic Shopping Motivation Shopping Lifestyle Impulse Buying Sumber: data diolah dari SPSS 22. Berdasarkan hasil uji reliabilitas dalam Tabel 5 diperoleh nilai CronbachAos Alpha pada variabel Hedonic Shopping Motivation sebesar 0. 749, variabel Shopping Lifestyle sebesar 676, dan variabel Impulse Buying berwisata sebesar 0. 658, sehingga semua variabel dikatakan reliable. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pada penelitian ini, uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan Kolmogorofi Smirnov dengan tingkat kepercayaan 5% atau 0,05. Untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak dapat dilihat denmgan ketentuan sebagai berikut:24 Jika nilai Asymp Sig. > 0,05 maka data residual berdistribusi normal. Jika nilai Asymp Sig. < 0,05 maka data residual berdistribusi tidak normal. Tabel 6 24 Sumaryadi Suryabrata. Metodologi Penelitian, (Jakarta: Raja Gravindo Persada, 1. , h. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Unstandardized Residual Mean Std. Deviatioan Absolute Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Sumber: data diolah dari SPSS 22. Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa hasil pengujian normalitas Kolmogorof Smirnov diperoleh nilai Asymp Sig. sebesar 0,107 (Asymp Sig. > 0,. yang artinya data residual berdistribusi normal. Uji Multikolonieritas Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Uji multikolonieritas dilakukan dengan menggunakan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan tolerance. Suatu model dikatakan bebas dari multikolonieritas apabila nilai VIF yang kurang dari < 10 dan nilai Tolerance > 0,10. Tabel 7 Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. X1HedonicShoppin gMotivation X2ShoppingLifestyl Sumber: data diolah dari SPSS 22. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh tolerance adalah sebesar 0,705 > 0,10 dan VIF sebesar 1,418 < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa regresi tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas. Uji Autokorelasi Autokorelasi bisa disebabkan karena adanya kelembaman, bias spesifikasi, tidak memasukkan variabel penting atau penggunaan model yang salah, fenomena Cobweb, adanya lag dalam variabel, manipulasi data, dan non-stasioneritas data (Hakim, 2. Penelitian ini menggunakan uji Durbin Watson (DW), dengan kriteria dU < DW < . -dU). Tabel 8 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Sumber: data diolah dari SPSS 22. Dari tabel 8 diatas, diperoleh kesimpulan bahwa berdasarkan kriteria pengujian yaitu tidak terjadi autokorelasi jika dU < DW < . -dU), maka diketahui bahwa nilai n = 117. K = 2, dan sig 5%. Tabel Durbin Watson diatas diperoleh nilai sebesar 1,766, maka nilai dL = 1,6638 dan dU = 1,7332 sehingga 4-dU adalah 2,2668. Dengan demikian: 1,7332 < 1,766 < 2,2668 dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Terjadinya heteroskedasitas yaitu adanya varian yang tidak konstan. Salah satunya disebabkan adanya outlier, yaitu adanya nilai yang sangat berbeda daripada nilaii nilai yang lain pada sebuah variabel. 25 Apabila dalam grafik scatterplot terdapat titik 25 A. Hakim. Pengantar Ekonetrika dengan Aplikasi Eviews, (Yogyakarta: Ekonisia, 2. , hal. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 yang menyebar secara acak, maka dalam model penelitian tidak terjadi Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan gambar 2 terlihat bahwa titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga layak digunakan untuk memprediksi Impulse Buying berdasarkan masukan variabel independen Hedonic Shopping motivation dan Shopping Lifestyle. Uji Regresi Linier Berganda Metode analisis Regresi linier berganda adalah metode untuk menguji dan menganalisis tingkat signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Tabel 9 Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. X1HedonicShoppin gMotivation X2ShoppingLifestyl Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: data diolah dari SPSS 22. Berdasarkan Tabel 9 ditemukan model persamaan dalam regresi linier berganda yaitu sebagai berikut: Y= 5. 111 Hedonic Shopping Motivation 0. 184 Shopping Lifestyle 1. 769 e. Hasil ini menandakan bahwa hubungan masing-masing variabel bebas yaitu Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle memiliki hubungan searah atau positif. Hubungan yang lebih kuat dalam model penelitian ini adalah Shopping Lifestyle yaitu 18,4% dibandingkan dengan variabel Hedonic Shopping Motivation. Uji Signifikansi Parsial (Uji T) Uji ini merupakan uji hipotesis secara parsial. Hipotesis diterima apabila nilai ti hitung lebih besaratau sama dengan nilai t-tabel, dan sebaliknya dengan tingkat signifikansi 5%. Tabel 10 Uji T Variabel Independen Hedonic Shopping Motivation Shopping Lifestyle t-hitung t-tabel Sig Keterangan 1,65833 Diterima 1,65833 Diterima Sumber: data diolah dari SPSS 22. Berdasarkan Tabel 10 menjelaskan bahwa variabel Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying. Bisa dilihat dari nilai T-hitung yang lebih besar dari T-tabel, dan nilai sig. pengaruh variabel X terhadap variabel Y < 0,05. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji ini merupakan uji bersama . verall tes. , yang dalam model penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 0,05 atau 5%. Apabila hasil olah data menunjukkan F-hitung lebih besar atau sama dengan F-tabel atau jika nilai probabalitas kurang dari 5% maka hipotesis diterima. Tabel 11 Uji F ANOVAa Model Regression Sum of Squares Mean Square Residual Total Sig. <,001b Sumber: data diolah dari SPSS 22. Dilihat dari tabel 11 diperoleh nilah F-hitung sebesar 7,614 lebih besar dibanding Fi tabel yang memiliki nilai sebesar 2,68 dan tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Impulse Buying atau dapat dikatakan bahwa variabel Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle secara bersama-sama berpengaruh terhadap Impulse Buying. Uji Koefisien Determinasi (R. Uji Koefisien Determinasi (R. merupakan uji yang menjelaskan variasi dalam variabel terikat dijelaskan oleh variasi didalam variabel bebas yang dimasukkan kedalam model penelitian. Uji Koefisien Determinasi ini berfungsi untuk mengetahui persentase besarnya pengaruh variabel independen dan variabel Tabel 12 Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: data diolah dari SPSS 22. Hasil dari pengujian pada tabel 12 menunjukkan besarnya Adjusted R Square adalah 0,502. Hal ini berarti 50,2% variabel Impulse Buying dapat dijelaskan oleh variabel bebas yaitu Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle. Sedangkan sisanya . % - 50,2% = 49,8%) dijelaskan oleh variabel yang lain diluar model penelitian. Pembahasan Hedonic Shopping Motivation (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Impulse buying (Y). Hasil ini dilihat dari hasil uji T yaitu nilai T sebesar 1,663 dan nilai signifikansi untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,049 < 0,05. Dalam penelitian ini information research yang dilakukan secara online oleh konsumen adalah melakukan browsing langsung ke aplikasi yang diteliti yaitu E-commerce Shopee kemudian melakukan transaksi. Konsumen lebih banyak mengalokasikan waktu mereka untuk browsing sehingga dapat meningkatkan jumlah pembelian mereka dan menyebabkan terjadinya pembelian impulsif disuatu waktu. Hal ini dapat diartikan bahwa Hedonic Shopping Motivation yang dimiliki seseorang dapat dipengaruhi oleh adanya berbagai penawaran menarik seperti harga yang lebih murah ataupun diskon, sehingga dapat mendorong dan mempermudah konsumen dalam memenuhi kebutuhannya dengan secara hedonis tanpa memperhatikan manfaat produk yang dibeli, demi memenuhi kesenangannya sehingga terjadilah perilaku Impulse buying. Temuan selanjutnya menjelaskan bahwa Shopping Lifestyle (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Impulse buying (Y). Hasil ini dilihat dari hasil uji T yaitu nilai T sebesar 1,677 dan nilai signifikansi untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,044 < 0,05. Gaya hidup berbelanja seringkali mengacu pada model FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 menghabiskan waktu dan uangnya, hal ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya Impulse Buying pada setiap prosesnya. 26 Inilah mengapa dalam penelitian ini responden terbanyak adalah seorang perempuan yang diantaranya memiliki gaya hidup yang mengacu kepada perilaku Impulse Buying. Variabel Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Impulse buying. hasil ini dapat diketahui dari perolehan Uji F dengan Nilai Fhitung = 7,614 dan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Rahmawati27 menyebutkan bahwa konsumen bisa melakukan Impulse Buying ketika konsumen mepunyai experience terhadap berbelanja yang bersifat hedonis. Selain itu pemenuhan Lifestyle konsumen juga berpengaruh terhadap perilaku hedonis, dimana ketika konsumen memiliki tingkat lifestyle dan pemenuhan yang tinggi maka konsumen cenderung lebih hedonis dan konsumtif yang akan mendorong konsumen dalam berbelanja secara impulsif. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa semua varibel independen secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse Buying sebagai variabel dependen. Berdasarkan keterangan pada hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,502. Hal ini menunjukkan bahwa presentase nilai pengaruh dari variabel independen yaitu Hedonic Shopping Motivation (X. dan Shopping Lifestyle (X. sebesar 50,2%. Sedangkan sisanya yaitu 49,8% Impulse Buying dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti oleh peneliti. Sementara secara simultan variabel Hedonic Shopping Motivation dan Shopping Lifestyle juga terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Impulse Buying sebagai variabel dependen. Hal ini dapat 26 Dwi Padmasari. Pengaruh Fashion Inveolvement. Shopping Lifestyle, dan Sales Promotion terhadap Impulse Buying pada pengguna E-Commerce. Jurnal Ilmu Manajemen, 2022. Vol. 10 No. 1, hal-124. 27 N. Rahmawati. Pengaruh hedonic Shopping value dan Shopping Lifestyle terhadap Impulse buying dengan emosi positif sebagai variabel medias. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 2018. Vol. 7No. 3, 315-326. FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 diketahui dari hasil Fhitung sebesar 7. 614 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen. Implikasi temuan ini untuk penelitian berikutnya ialah dapat menambahkan variabel lainnya yang belum dimasukkan dalam penelitian ini, untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih representatif. Dengan harapan hasil tersebut dapat digunakan untuk memperkaya referensi dan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan Impulse Buying pada E-Commerce perusahaan Shopee atau perusahan Ei Commerce lainnya untuk penelitian-penelitian yang akan datang yang lebih FATIHATUL FITRIYAH. TAJUS SUBQI Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 DAFTAR PUSTAKA