Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Penerapan Model Pembelajaran Concept Sentence (C. Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karya Fiksi Pada Siswa Kelas Vi SMP N 21 Kota Bengkulu 1, 2, 3 Natiara Oktavia1*. Adisel2. M Welti Wediasti3 Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu *Email: natiaraoktavia88@gmail. Received 12/08/2025 . Revised 15/08/2025 . Accepted 16/08/2025 . Published 19/08/2025 Abstrak Penerapan Model Pembelajaran Concept Sentence (CS) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis karya fiksi pada siswa kelas Vi SMP N 21 Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Concept Sentence (CS) untuk meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi pada siswa kelas Vi SMP N 21 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang subjek penelitiannya adalah 1 orang guru mata pelajaran bahasa indonesia dan 34 orang siswa, dan objeknya adalah model pembelajaran Concept Sentence (CS) untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karya fiksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa kemampuan menulis karya fiksi siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan perbaikan pembelajaran melaui model pembelajaran Concept Sentence (CS). Peningkatan dalam keterampilan menulis dapat di buktikan ketika nilai yang mereka peroleh itu di atas KKTP yang telah di tetapkan sebelumnya yaitu 75. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Concept Sentence (CS) dapat meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi siswa di kelas Vi D. Keywords: Model Pembelajaran Concept Sentence. Media Gambar. Kemampuan Menulis Karangan Fiksi. Abstract Application of the Concept Sentence (CS) Learning Model to Improve Fiction Writing Skills Among Grade Vi Students at SMP N 21 in Bengkulu City. This study aims to: to describe how the CS learning model can improve students' fiction writing skills. In Grade Vi students at SMP N 21 in Bengkulu City. This study is a classroom action research project. The research subjects are one Indonesian language teacher and 34 students. The objective is to improve students' ability to write fiction. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique was qualitative descriptive analysis with The results indicate that students' fiction writing skills improved after instructional improvements were implemented through the Concept Sentence (CS) learning model. The improvement in writing skills can be demonstrated by the fact that their scores were above the previously established KKTP. The previous standard Therefore, it can be concluded that the Concept Sentence (CS) learning model improves students' fiction writing skills in eighth grade D. Keywords: Concept Sentence (CS) Learning Model. Image Media. Fiction Writing Ability. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi berperan sebagai media yang memudahkan proses komunikasi antara pendidik dan peserta Pembelajaran merupakan proses interaksi dua arah yang bersifat transaksional, di mana pendidik berupaya membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sementara peserta didik secara aktif berpartisipasi untuk mengembangkan potensi Proses ini bertujuan memenuhi kepentingan kedua belah pihak: pendidik dapat mewujudkan tujuan pembelajaran yang dirancang, dan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang mendukung perkembangan mereka secara optimal (Siregar, 2. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 149 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pemilihan model pembelajaran yang tepat, yang mampu menciptakan suasana belajar kondusif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satu keterampilan penting yang diajarkan di sekolah adalah keterampilan berbahasa, yang mencakup menyimak, berbicara, membaca, dan menulisDari keempat keterampilan berbahasa menyimak, berbicara, membaca, dan menulis setiap keterampilan memiliki peran penting dalam komunikasi. Menyimak melatih pemahaman, berbicara mengasah kemampuan menyampaikan ide secara lisan, dan membaca memperluas Namun, menulis menempati posisi strategis karena tidak hanya mengintegrasikan keterampilan tersebut, tetapi juga mengasah kemampuan berbahasa secara mendalam sekaligus mendorong kreativitas dan daya pikir kritis siswa (Magdalena et al. , 2. Menurut (Wati et al. , 2. , keterampilan menulis merupakan kemampuan yang harus dikuasai siswa agar mereka dapat menuangkan ide, gagasan, dan perasaan dalam bentuk tulisan yang Keterampilan menulis terbagi menjadi menulis ilmiah dan non-ilmiah, dengan karya fiksi sebagai salah satu bentuk menulis non-ilmiah yang mengandalkan imajinasi dan kreativitas penulis. Namun, kenyataannya banyak siswa di tingkat SMP mengalami kesulitan dalam menulis karya fiksi. Berdasarkan observasi awal di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, khususnya kelas Vi D, keterampilan menulis karya fiksi siswa tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai yang masih berada di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75. Beberapa faktor penyebabnya antara lain rendahnya motivasi siswa, kesulitan dalam menuangkan ide secara runtut, keterbatasan kosakata, serta metode pembelajaran guru yang masih dominan bersifat ceramah. Padahal, menulis karya fiksi tidak hanya melatih keterampilan bahasa, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan empati, dan memperluas wawasan siswa (Saddhono & Slamet, 2. Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, diperlukan model pembelajaran yang inovatif, menarik, dan efektif. Salah satu model yang relevan adalah Concept Sentence (CS). Model ini melibatkan penggunaan kata kunci yang kemudian dikembangkan menjadi kalimat dan paragraf, sehingga membantu siswa berpikir lebih terstruktur dan kreatif (Putri et al. Model pembelajaran Concept Sentence dilaksanakan melalui langkah-langkah sistematis, mulai dari penyampaian kompetensi, pembentukan kelompok heterogen, pemberian kata kunci, hingga pengembangan kalimat menjadi paragraf yang padu. Kelebihan model Concept Sentence antara lain meningkatkan motivasi belajar, mendorong kerja sama antar siswa, mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, dan mempermudah pemahaman materi (Shoimin, 2. Selain itu, model ini juga relevan dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran, serta model ARCS Keller dalam Shoimin . yang menekankan motivasi melalui perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan. Dengan demikian, penerapan model Concept Sentence diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi siswa SMP. Pemilihan SMP Negeri 21 Kota Bengkulu sebagai lokasi penelitian didasarkan pada fakta bahwa kelas Vi D memiliki hasil belajar menulis yang lebih rendah dibandingkan kelas Selain itu, banyak siswa yang menganggap kegiatan menulis membosankan dan sulit, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih menarik untuk memotivasi mereka. Melalui penerapan model Concept Sentence, diharapkan siswa lebih aktif, kreatif, dan termotivasi untuk menulis karya fiksi dengan baik. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 150 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini berjudul "Penerapan Model Pembelajaran Concept Sentence (CS) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karya Fiksi pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 21 Kota Bengkulu". Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Concept Sentence dalam meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi siswa. Secara teoretis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian tentang model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru sebagai alternatif strategi pembelajaran, bagi sekolah sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan, dan bagi mahasiswa sebagai referensi penelitian selanjutnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menggambarkan fenomena secara mendalam, alami, dan kontekstual melalui pengumpulan data deskriptif berupa kata-kata, bukan angka (Creswell, 2. PTK dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan tujuan memperbaiki proses pembelajaran menulis karya fiksi melalui penerapan model Concept Sentence (CS). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas Vi D SMP Negeri 21 Kota Bengkulu yang berjumlah 34 orang, sedangkan objek penelitian adalah penerapan model pembelajaran Concept Sentence untuk meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya keterampilan menulis siswa di kelas tersebut. Sumber data dalam penelitian ini mencakup informasi yang diperoleh dari guru dan siswa melalui wawancara, observasi, serta analisis hasil karya tulis siswa, disertai dokumen pendukung seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), catatan guru, dan dokumentasi foto selama proses pembelajaran. Seluruh sumber tersebut memiliki kedudukan yang sama sebagai bahan utama dalam pengumpulan data penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga metode utama, yaitu: . wawancara mendalam dengan guru dan siswa untuk memperoleh gambaran persepsi dan pengalaman mereka terhadap pembelajaran menulis karya fiksi. observasi partisipatif untuk mengamati secara langsung penerapan model Concept Sentence di kelas, termasuk interaksi siswa, kerja kelompok, dan hasil tulisan. dokumentasi berupa hasil karya siswa, foto kegiatan, dan catatan pembelajaran yang relevan (Sugiyono, 2. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi (Miles & Huberman, 2. Reduksi data dilakukan dengan memilih data relevan sesuai fokus Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif dan tabel untuk memudahkan pemahaman. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan memverifikasi data secara berulang hingga diperoleh hasil yang valid. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi dari guru, siswa, dan dokumen pendukung. Triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi waktu dilakukan dengan pengambilan data pada waktu yang berbeda untuk memastikan konsistensi informasi (Moleong, 2. Prosedur penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahap, yaitu: . perencanaan yang mencakup penyusunan RPP, penentuan kata kunci, dan pembentukan kelompok siswa. pelaksanaan pembelajaran dengan model Concept This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 151 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Sentence. observasi terhadap keterlibatan dan keterampilan menulis siswa. refleksi untuk mengevaluasi hasil dan merencanakan perbaikan pada siklus berikutnya. Dengan rancangan ini, diharapkan penelitian dapat menghasilkan temuan yang relevan, akurat, dan bermanfaat dalam mengembangkan strategi pembelajaran menulis karya fiksi di SMP. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, yang berlokasi di Jalan Merapi Ujung. Kelurahan Panorama. Kecamatan Singaran Pati. Kota Bengkulu. Sekolah ini berstatus negeri dan telah terakreditasi A (Amat Bai. oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya keterampilan menulis karya fiksi siswa, khususnya di kelas Vi D. SMP Negeri 21 Kota Bengkulu menerapkan Kurikulum Merdeka dengan tujuan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam berbagai aspek, termasuk keterampilan Dalam bidang akademik, sekolah berupaya mengintegrasikan metode pembelajaran yang inovatif, salah satunya melalui penerapan model pembelajaran Concept Sentence (CS) dalam penelitian ini. Jumlah siswa di kelas Vi D adalah 34 orang, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 16 siswa Berdasarkan data guru Bahasa Indonesia, nilai keterampilan menulis karya fiksi pada awal semester menunjukkan banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75. Hal ini menjadi dasar penting dilakukannya tindakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa penerapan Model Pembelajaran Concept Sentence (CS) untuk meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi pada siswa kelas Vi SMP N 21 Kota Bengkulu sudah memenuhi standar karakteristik model pembelajaran Concept Sentence (CS). Model Concept Sentence (CS) ini diterapkan meliputi beberapa karakteristik model Concept Sentence (CS) utama yang telah dijalankan secara konsisten dan efektif selama proses pembelajaran. Karakteristik tersebut meliputi pembelajaran dalam tim, manajemen kooperatif, dan kemampuan bekerja sama. Karakteristik Concept Sentence (CS) pada aspek belajar dalam tim dibagi menjadi tiga indikator utama, yaitu keaktifan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), sikap saling membantu antar siswa, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Berdasarkan hasil observasi terhadap 34 data siswa, diperoleh informasi bahwa sebanyak 27 siswa menunjukkan keaktifan dalam mengikuti KBM, sementara 7 siswa lainnya terpantau kurang Selain itu, terdapat 28 siswa yang menunjukkan perilaku saling membantu dalam proses pembelajaran, sedangkan 6 siswa tidak menunjukkan sikap tersebut. Indikator kerja sama juga menunjukkan hasil serupa, di mana 28 siswa terlibat aktif dalam kerja sama kelompok, dan 6 siswa tidak menunjukkan partisipasi dalam kerja sama pembelajaran. Temuan ini memberikan gambaran mengenai sejauh mana karakteristik Concept Sentence tercermin dalam praktik belajar tim siswa. Selanjutnya, karakteristik Concept Sentence (CS) pada aspek manajemen kooperatif dibagi menjadi tiga indikator utama, yaitu: perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, keterlibatan dalam organisasi yang terstruktur, serta kontrol terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi terhadap 34 data siswa, diketahui bahwa sebanyak 26 siswa terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, sementara 8 siswa tidak berpartisipasi dalam proses tersebut. Pada indikator organisasi yang terstruktur, terdapat 29 siswa yang menunjukkan keaktifan dalam menjalankan peran dalam struktur organisasi This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 152 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ pembelajaran, sedangkan 5 siswa tidak menunjukkan keterlibatan yang sama. Sementara itu, dalam hal kontrol pembelajaran, tercatat 30 siswa mampu mengontrol dan mengelola kegiatan belajar mereka dengan baik, sedangkan 4 siswa lainnya belum menunjukkan kontrol pembelajaran yang optimal. Hasil ini mencerminkan bagaimana manajemen kooperatif dalam Concept Sentence telah terimplementasi dengan cukup baik di sebagian besar siswa yang Selain itu, karakteristik Concept Sentence (CS) juga tampak dalam aspek kemauan untuk bekerja sama, yang terdiri atas dua indikator utama, yaitu motivasi yang diberikan oleh guru serta interaksi dan komunikasi antar anggota dalam kelompok. Berdasarkan hasil observasi terhadap 34 data siswa, diperoleh informasi bahwa sebanyak 25 siswa merespons dan mengikuti motivasi yang diberikan oleh guru dengan baik, sementara 9 siswa tampak tidak terpengaruh atau kurang merespons motivasi tersebut. Pada indikator interaksi dan komunikasi, tercatat 28 siswa aktif berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan 6 siswa belum menunjukkan kemampuan atau kemauan untuk menjalin interaksi dan komunikasi yang efektif dalam Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan aspek kemauan bekerja sama yang menjadi bagian penting dari penerapan Concept Sentence (CS) dalam pembelajaran kooperatif. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan terhadap 34 orang siswa kelas Vi SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, penerapan model pembelajaran Concept Sentence (CS) menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi. Penerapan berbagai karakteristik model Concept Sentence (CS) dalam proses pembelajaran memungkinkan siswa untuk saling membantu dan bekerja sama dalam menemukan ide serta menyusun kalimat secara terstruktur guna mencapai tujuan bersama. Selain itu, aspek perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang disertai dengan kontrol terhadap jalannya kegiatan belajar menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Hal ini mencakup penerapan langkahlangkah pembelajaran yang dilaksanakan melalui aktivitas kelompok, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah dan efektif. Berdasarkan temuan tersebut maka temuan penelitian tersebuta disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Temuan Penerapan Concept Sentence (CS) pada Keterampilan Menulis Karya Fiksi pada Siswa Kelas Vi SMP N 21 Kota Bengkulu Penerapan Model Concept Sentence (CS) Belajar dalam Aktif KBM Tim Saling Membantu Kerja Sama Manajemen Perencanaan dan Pelaksanaan Kooperatif Organisasi Terstruktur Kontrol Pembelajaran Kemauan Motivasi Guru Bekerja Sama Interaksi dan Komunikasi Antar Siswa This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence Ketercapaian Hasil Penerapan pada Objek Penelitian 27 Siswa 28 Siswa 28 Siswa 26 Siswa 29 Siswa 30 Siswa 25 Siswa 28 Siswa | 153 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan melalui dua siklus, penerapan model pembelajaran Concept Sentence terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi pada siswa kelas Vi SMP Negeri 21 Kota Bengkulu. Peningkatan tersebut terlihat dari adanya perubahan positif pada kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, dan menggunakan bahasa secara tepat. Pada awalnya, sebagian siswa mengalami kesulitan dalam memulai tulisan karena kurangnya ide yang terstruktur. Melalui penggunaan kata kunci pada model Concept Sentence, siswa terbantu dalam memunculkan gagasan utama yang kemudian dikembangkan menjadi kalimat dan paragraf yang runtut (Shoimin, 2. Peningkatan motivasi dan partisipasi siswa juga menjadi salah satu dampak positif dari penerapan model ini. Selama proses pembelajaran, siswa menunjukkan keterlibatan aktif baik dalam diskusi kelompok maupun saat mengerjakan tugas menulis. Antusiasme tersebut terlihat lebih tinggi pada siklus kedua dibandingkan siklus pertama. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mulai terbiasa dengan alur pembelajaran yang menuntut mereka untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengolah kata kunci menjadi cerita yang utuh (Sani, 2. Dari segi kualitas tulisan, hasil analisis menunjukkan adanya perbaikan pada beberapa aspek penilaian, seperti kelengkapan isi, kerapian struktur, ketepatan penggunaan ejaan, serta variasi kosakata. Nilai rata-rata siswa pada siklus kedua sudah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah, yakni 75. Temuan ini membuktikan bahwa Concept Sentence tidak hanya memudahkan proses menulis, tetapi juga mendorong siswa untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas (Tarigan, 2. Kendala yang ditemui dalam penerapan model ini antara lain keterbatasan waktu yang membuat guru sulit memberikan bimbingan secara individual kepada seluruh siswa. Selain itu, pada awal penerapan masih terdapat siswa yang pasif dan kurang percaya diri. Namun, kendala tersebut dapat diminimalkan dengan memberikan contoh penggunaan kata kunci secara jelas, mengoptimalkan kerja kelompok, serta memberikan umpan balik yang membangun (Prastowo, 2. Dengan demikian, penerapan model Concept Sentence dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam berkarya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Concept Sentence (CS) dengan memperhatikan tiga aspek utama belajar dalam tim, manajemen kooperatif, dan kemauan bekerja sama memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis siswa. Aspek belajar dalam tim memungkinkan siswa berinteraksi aktif melalui diskusi kelompok, bertukar ide, serta membangun keterampilan sosial seperti menghargai pendapat dan menyelesaikan masalah bersama. Manajemen kooperatif, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang terstruktur, memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai tujuan dengan keterlibatan siswa yang konsisten. Sementara itu, kemauan bekerja sama, yang didukung motivasi guru dan komunikasi antaranggota kelompok, menciptakan suasana belajar kondusif, memperkuat rasa tanggung jawab, dan meningkatkan kualitas karya tulis. Penerapan Concept Sentence membantu siswa menyusun kalimat dan paragraf secara runtut berdasarkan kata kunci, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan keterampilan sosial. Secara keseluruhan, model ini tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan secara bertahap dan berkelanjutan, tetapi juga menumbuhkan karakter belajar kooperatif yang positif. Hal ini This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 154 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ menunjukkan bahwa Concept Sentence efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya untuk meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi melalui pendekatan terstruktur dan kolaboratif. DAFTAR PUSTAKA