Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. Desember 2024 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Analysis Of Elementary School Closing Policy In Sragen Regency With The Delphi Technique Dedy Yusuf Aditya1. Ai Solihah2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yusufadit42@yahoo. aisolihah@gmail. Abstract The closure and merger of state elementary schools (SDN) in the Sragen Regency area have become a very concerning issue, with currently 70 state elementary schools being threatened with closure due to various problems, especially a lack of enrollment. This problem is caused by several factors, including the most dominant factor which is . low interest of parents in enrolling their children in state elementary schools and opting for private schools instead. poor school . inadequate school facilities. many families moving to the city. a decrease in the number of primary school-aged children. The Strategic Decision Making technique used in this research is the Delphi Technique, with 5 panelists as experts. The result of this research is that the policy of closing state elementary schools in the Sragen regency area and merging them with other elementary schools is already appropriate, but other policy decisions need to be made regarding the many schools that are still at risk of closure to enable them to survive and develop. Keywords: policy. school closing. Delphi Technique. How to cite this article: Aditya. Solihah. Analysis Of Elementary School Closing Policy In Sragen Regency With The Delphi Technique. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9. , 304-311. Received: 8/27/2024 Revised: 11/25/2024 Accepted: 12/15/2024 Vol. No. Desember 2024 | Pages. 304-311 | 305 PENDAHULUAN Berpedoman pada kebijakan tentang peraturan kementerian Pendidikan dan kebudayaan Indonesia nomor 36 tahun 2014 yang membahas tentang pedoman pendirian, perubahan, dan penutupan satuan Pendidikan dasar dan menengah. Syarat berdirinya sekolah yang tertera pada pasal 4 ayat 1 meliputi : Hasil Studi Kelayakan Satuan pendidikan. Isi Pendidikan. jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan Sarana dan prasarana Pendidikan. Pembiayaan pendidikan. System evaluasi dan sertifikasi. Manajemen dan proses pendidikan. Berdasarkan pada peraturan kementrian pendidikan dan kebudayaan di atas maka sekolah atau satuan pendidikan yang tidak memenuhi syarat-syarat atau ketentuan yang telah dijelaskan sesuai Undang-Undang di atas maka sesuai dengan pasal 15 ayat 1 satuan pendidikan dapat dilakukan penutupan. Penutupan yang dimaksud adalah dengan menyalurkan ataumemindahkan peserta didik ke sekolah atau satuan pendidikan lain yang jenjang pendidikanya sama. Kasus penutupan dan juga penggabungan sekolah, khususnya sekolah dasar kerap terjadi di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Menurut laporan Krjogja. com pada tahun 2019 ada 4 sekolah dasar negeri di kabupaten sragen yang tutup karena tidak dapat murid yaitu SD Negeri 1 Sidoharjo. SD Negeri 2 Jatikesrampung. SD Negeri 2 Bagor dan SD Negeri 3 Gesi. Dan dilaporkan masih ada 70 SD Negeri lagi yang terancam tutup. Lebih detail sekolah dasar (SD Neger. negeri yang telah ditutup yaitu : Banyaknya masalah penutupan sekolah dasar atau SD Negeri di kabupaten sragen ini diakibatkan oleh berbagai faktor atau penyebab salah satunya adalah faktor banyaknya sekolah dasar swasta yang memiliki kualitas dan system pembelajaran yang baik. Disinyalir sekolah dasar negeri kalah bersaing dengan sekolah swasta khususnya yang berbasis Islam Terpadu (IT). METODE Penelitian adalaham sebuah penelitian kualitatif dengan teknik Delphi sebagai teknik dalam pengambilan keputusan sebuah kebijakan publik dengan beberapa pakar sebagai Teknik Delphi merupakan teknik yang bersifat sistematis dalam mengumpulkan dan merangkum berbagai pendapat dari sekelompok pakar atau hali melalui serangkaian angket yang berbentuk kuesioner, di mana ada system timbal balik melalui beberapa kali putaran pertanyaan yang diadakan dengan tetap menjaga anonimitas atau kerahasiaan jawaban para panelis . ara ahl. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 306 | Dedy Yusuf Aditya1. Ai Solihah2 Teknik Delphi merupakan pengembangan dari teknik brainwriting dan survei. Dalam teknik ini, diskusi panel menngunakan angket atau koesioner berupa koesioner tertulis yang diberikan kepada para ahli (Nofriadi, 2. Menurut (Listone. Harold A, 2. Teknik delphi berisikan pernyataan, argumen, komentar, pendapat dan hasilm diskusi. Untuk menciptakan beberapa cara atau teknik untuk mengevaluasi ide dinyatakan oleh kelompok responden . hli/paka. , dan juga harus menetapkan skala penilaian untuk pemilihan kebijakan tersebut, seperti ide-ide kepentingan, keinginan, keyakinan, dan kelayakan berbagai kebijakan dan isu-isu. Pada penelitian yang telah dirancang ini teknik Delphi digunakan sebagai alat untuk menganalisis atau memverifikasi hasil analisis keselururuhan yang telah peneliti lakukan. Dengan tujuan mengetahui pendapat dan rekomendasi alternative pilihan yang telah dikemukakan oleh para panelis, atau para ahli terhadap permasalahan yang sedang dibahas atau ingin dicari penyelesaianya. Data-data penelitian diambil dari dengan teknik Triangulasi penelitian yai tu dengan Observasi lapangan, wawancara narasumber dan dokumentasi, serta angket yang diberikan kepada para panelis yang tertutup. Lokasi Penelitian adalah kabupaten Sragen Jawa Tengah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahapan awal penelitian peneliti mengungkap faktor-faktor apa saja yang menyebabkan mengapa banyak sekolah dasar negeri (SDN) dikabupaten banyak yang tutup dan akhirnhya digabungkan dengan SDN lain, dari hasil observasi dan pengamatan awal yang dilakukan oleh peneliti diperoleh beberapa faktor . yang menyebabkan permasalahan ini: Manajemen Sekolah yang kurang baik. Sarana dan Prasarana sekolah yang kurang memadai. Berkurangnya anak-anak usia sekolah dasar. Banyaknya keluarga yang merantau ke kota Minat Orang tua yang lebih memilih sekolah swasta. Kuesioner Tahap 1 Pada tahapan awal penelitian peneliti akan berfokus pada faktor faktor utama yang menyebabkan banyaknya sekolah dasar negeri di kabupaten Sragen ditutup dan digabungkan dengan sekolah lain. Pada tahap ini dari 5 kriteria atas faktor-faktor penyebab mengapa banyak sekonal dasar negeri yang ditutup dan banyak sekolah yang terancam ditutup karena kekurangan murid. Dari 5 kriteria yang telah di tentukan di awal apakah semua kriteria layak untuk dijadikan bahan pembahasan dalam penelitian ini menurut panelis, berikut hasilnya: Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 304-311 | 307 Gambar 1. Histogram kuesioner tahap 1 Dari hasil koesioner pada putaran pertama, berdasar pendapat para panelis didapati jawaban sebagian besar responden setuju bahkan sangat setuju dengan kriteria-kriteria yang menjadi factor-faktor yang menyebabkan banyaknya sekolah dasar negeri yang tutup dan lebih banyak lagi yang akan ditutup yang telah ditentukan sebelumnya dengan studi literatur dan hasil wawancara dengan pakar. Kuesioner Tahap 2 Koesioner tahap 2 bertujuan untuk menentukan prioritas dari faktor-faktor penyebab banyaknya sekolah dasar negeri di kabupaten Sragen yang ditutup. Skor yang diberikan oleh panelis adalah skor numerik dengan skala dari 1,2,3 dan 4 sebagai skor tertinggi. Semakin tinggi skor yang diberikan oleh panelis yang berarti menunjukan bahwa faktor atau kriteria tersebut menjadi penting dan menjadi prioritas utama. Berikut hasil tabulasi kuesioner pada tahap 2. Tabel 2. Hasil Kuesioner Tahap 2 Kriteria Panelis Dari tabel pada koesioner 2 di atas dapat dilihat skor dari masing-masing faktor utama penyebab banyaknya sekolah dasar negeri di kabupaten sragen adalah . rendahnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah dasar negeri dan lebih memilih untuk memilih sekolah swasta. Sarana dan Prasarana sekolah yang kurang memadai . manajemen sekolah yang kurang baik. Banyaknya keluarga yang merantau ke kota. Berkurangnya anak-anak usia sekolah dasar. Tabel 3. Hasil Statistik Kuesioner Tahap 2 This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 308 | Dedy Yusuf Aditya1. Ai Solihah2 Kriteria Median Std. Dev 0,63 0,40 0,75 0,49 0,00 Sumber: Penulis Kuesioner Tahap 3 Tahap 3 merupakan lanjutan dari tahap 2 yang telah di analisis sebelumnya, tahap 3 ini merupakan pemantapan dari tahap sebelumnya dengan koesioner yang sama dan sebagai resoult dari tahap sebelumnya. Tabel 4. Hasil Kuesioner Tahap 3 Kriteria Panelis Sumber : Penulis Dari tabel pada koesioner 3 di atas dapat dilihat skor dari masing-masing faktor utama penyebab banyaknya sekolah dasar negeri di kabupaten sragen adalah . rendahnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah dasar negeri dan lebih memilih untuk memilih sekolah swasta. manajemen sekolah yang kurang baik. Sarana dan Prasarana sekolah yang kurang memadai . Banyaknya keluarga yang merantau ke kota. Berkurangnya anak-anak usia sekolah dasar. Tabel 5. Hasil Statistik Kuesioner Tahap 3 Kriteria Median Sumber : Penulis Std. Dev 0,49 0,49 0,40 0,40 0,00 Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 304-311 | 309 Tahap Evalusi Teknik Delphi Pada tahap akhir teknik Delphi yaitu melakukan evaluasi dari hasil kuesioner tahap 3. Langkah yang dilakukan adalah menentukan urutam prioritas dari teratas ke paliong bawah, dan mendapatkan mana yang paling dominan yang menjadi factor penyebab mengapa banyak sekolah dasar negeri (SDN) di kabupaten Sragen tutup dan lebih banyak lagi yang terancam untuk ditutup. Rendahnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah dasar negeri dan lebih memilih untuk memilih sekolah swasta. Ini merupakan faktor yang paling dominan mengapa banyak sekolah dasar negeri dikabupaten sragen yang akhirnya sepi peminat, meskipun sekolah sudah digratiskan dan siswa mendapat dana BOS. Menurut para pakar hal ini dapat dilihat bahwa kualitas pendidikan yang ada disekolah dasar negeri sangat tertinggal jauh dengan sekolah swasta yang berbasi Islam Terpadu, dari kualitas pengajaran gurunya, kedisiplinan sekolah yang Meskipun sekolah dasar swasta dapat dikatakan mahal jika dibandingkan dengan sekolah dasar negeri tetapi orang tua siswa menggangga pendidikan adalah sebuah hal yang penting, sehingga biaya pendidikan mahalpun tidak menjadi masalah. Manajemen sekolah yang kurang baik. Hal yang menjadi perhatian khusus adalah tentang rendahnya mutu sekolah, mutu sekolah tentu saja dipengaruhi oleh manajemen yang dijalankan disekolah tersebut kurang baik sehingga banyak orang tua dan siswa yang enggan untuk bersekolah di sekolah tersebut. ada beberapa kasus yang terjadi di sekolah negeri bahwa ada guru yang kerp memukul murid. Kurangnya kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar negeri yang mampu mengembangkan minat dan bakat siswa. Sarana dan Prasarana sekolah yang kurang memadai. Mengenai sarana dan prasarana yang tentu saja sangat berbeda disekolah negeri di daerah dengan dikota serta hal ini juga terlihat perbedaan sarana dan prasarana semama di daerah antara sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta yang sangat berbeda Karena ketertinggalan sarana dan prasarana tentu akan membuat proses belajar mengajar dan juga kegiatan pendukung lainya menjadi terhambat. Banyaknya keluarga yang merantau ke kota. Fenomena tentang urbanisasi dimana banyak sekali keluarga dan juga pasangan muda yang berumah tangga dan menetap di kota, membuat daerah asal seperti halnya kabupaten sragen banyak ditinggalkan para penduduknya, hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah anak-anak usia sekolah dasar karena orang tuanya pindah ke kota. Berkurangnya anak-anak usia sekolah dasar. Dengan adanya program Keluarga Berencana (KB) yang dianggap cukup berhasil bahkan sampai ke pelosok desa membuat jumlah anak disetiap keluarga rata-rata hanya 1 atau dua dan sampai 3 anak saja, hal ini tentu membuat jumlah anak-anak usia sekolah dasar semakin lama semakin sedikit jika dibandingkan dengan jaman dahulu dimana setiap keluarga memiliki banyak anak. Rekomendasi Bagi Pemangku Kebijakan This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 310 | Dedy Yusuf Aditya1. Ai Solihah2 Berdasarkan analisa data dan hasil kuesioner serta pengumpulan data lain kepada para panelis yang merupakan pakar dibidang pendidikan, hal-hal yang menjadi pokok masalah utama yang merupakan faktor-faktor penyebab banyaknya sekolah dasar negeri (SDN) di kabupaten sragen maka dalam artikel ini peneliti memberikan rekomendasi terkait permasalahan apakah sebenarnya perlu menutup sekolah dan menggabungkannya dengan sekolah lain. Para pakar memberikan pandangan bahwa hal yang dilakukan pemerintah sudah Sekolah atau satuan pendidikan yang tidak memenuhi kriteria dan syarat yang telah tercantum dalam Undang-Undang Pendidikan nomor 36 tahun 2014 maka satuan pendidikan yang sudah tidak layak dan tidak memenuhi syarat lebih baik di tutup. Alasan penutupan akan menimbulkan pro dan kontra namun sekolah atau satuan pendidikan yang hanya memiliki sedikit murid atau siswa maka akan membebani keuangan negara, karena biaya operasional satu satuan pendidikan juga tinggi. Hal lain yang menjadi alasan dari para pakar adalah bahwa sekolah yang hanya memiliki sedikit peserta didik maka sistem pembe. lajaran menjadi kurang kompetitif. Namun kontra juga timbul dari orang tua yang anaknya dipindahkan ke sekolah lain seperti halnya jarak sekolah yang menjadi lebih jauh. Beberapa hal yang menjadi alternatif rekomendasi bagi para pemangku kebijakan adalah: Harus mampu meningkatkan manajemen dan mutu sekolah dasar negeri di seluruh daerah khususnya pemerintah daerah Kabupaten Sragen. Meningkatkan sarana-dan prasarana penunjang proses belajar seperti laboratorium, media pembelajaran, buku pelajaran dan juga sarana dan prasarana ekstrakurikuler khususnya seni dan olahraga. Menambah guru atau pelatih ekstrakurikuler seperti seni dan olahraga. Meningkatkan lapangan pekerjaan di daerah agar banyk menyerap tenaga kerja sehingga penduduk daerah tidak melakukan urbanisasi. KESIMPULAN Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang paling dominan penyebab banyaknya sekolah dasar negeri di Kabupaten Sragen adalah . rendahnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak di sekolah dasar negeri dan lebih memilih untuk memilih sekolah swasta. manajemen sekolah yang kurang baik. Sarana dan Prasarana sekolah yang kurang memadai . Banyaknya keluarga yang merantau ke kota. Berkurangnya anak-anak usia sekolah dasar. Namun langkah yang telah diambil dinas pendidikan sebagai pemangku kebijakan dianggap sudah tepat karena beberapa hal seperti penghematan anggaran pendidikan, namun juga menuai kontra dari para orangtua yang keberatan karena jarak sekolah dari tempat tinggal yang menjadi DAFTAR PUSTAKA