Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam Vol 3. No 1, 5-8. Januari 2025 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/ Khutbah JumAoat Sebagai Laboratorium Dakwah dan Pembelajaran PAI Bagi Dosen Muhammad Saiful Amin1. Suwandi2. Riki Dentra Wijaya3 Universitas Nurul Huda OKU Timur E-mail: 1muhammadas-saif@unha. id, 2suwandi-di@gmail. com, 3rikidentrawijaya@gmail. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. Abstrak Khutbah JumAoat merupakan media dakwah strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga dapat dijadikan laboratorium pembelajaran bagi dosen Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui khutbah, dosen dapat melatih keterampilan retorika, mengintegrasikan teori dakwah dengan praktik, serta membangun sensitivitas sosial-religius di tengah masyarakat. Kegiatan PKM ini bertujuan mengembangkan kapasitas dosen PAI dalam menjadikan khutbah sebagai wahana pembelajaran yang aplikatif dan reflektif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknik khutbah, praktik khutbah di masjid mitra, serta evaluasi kualitatif bersama jamaah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi komunikasi keagamaan dosen, peningkatan kepercayaan diri, serta terbangunnya kolaborasi dengan masyarakat masjid. Dengan demikian, khutbah JumAoat dapat menjadi laboratorium dakwah yang efektif sekaligus media pembelajaran PAI Kata kunci: Khutbah JumAoat. Dakwah. Laboratorium. Pembelajaran PAI. Dosen How to cite (APA): Amin. ,S. Suwandi. , & Wijaya. ,D. Khutbah JumAoat Sebagai Laboratorium Dakwah dan Pembelajaran PAI dan Dosen. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam 3. , 5-8. ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License PENDAHULUAN Abstract Friday sermon . hutbah JumAoa. is a strategic medium of Islamic preaching that not only serves as a religious message but can also be used as a learning laboratory for Islamic Education (PAI) lecturers. Through sermons, lecturers can develop rhetorical skills, integrate daAowah theory with practice, and build socio-religious sensitivity within society. This community service program aimed to enhance lecturersAo capacity in utilizing khutbah as an applicative and reflective learning medium. The methods included sermon technique workshops, sermon practice in partner mosques, and qualitative evaluation with congregations. The results showed improvement in lecturersAo religious communication skills, self-confidence, and collaboration with mosque communities. Therefore. Friday sermon can serve as an effective daAowah laboratory as well as a contextual PAI learning medium. Keywords: Friday sermon. DaAowah. Laboratory. Islamic Education Learning. Lecturer Khutbah JumAoat merupakan salah satu sarana dakwah Islam yang paling strategis dan berpengaruh dalam membentuk kesadaran keagamaan umat. Dari perspektif fikih, khutbah JumAoat adalah syarat sah salat JumAoat sehingga keberadaannya memiliki nilai hukum yang tinggi (AlQardhawi, 1. Lebih dari itu, khutbah bukan hanya rutinitas ritual, tetapi juga memiliki fungsi sosial, edukatif, dan transformasional. Melalui khutbah, pesan-pesan Al-QurAoan dan Sunnah dapat Khutbah JumAoat Sebagai Laboratorium Dakwah dan Pembelajaran PAI Bagi Dosen Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 3. , 2025 ditransformasikan secara langsung kepada jamaah dengan cakupan yang luas dan keberlanjutan yang konsisten setiap pekan. Dalam konteks akademik, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), khutbah JumAoat dapat dijadikan sebagai laboratorium dakwah. Laboratorium dakwah dimaknai sebagai ruang praktik bagi dosen atau mahasiswa PAI untuk menguji, mengasah, dan mengembangkan keterampilan dakwah secara langsung di tengah masyarakat (Munir, 2. Hal ini sangat penting karena pembelajaran PAI tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta sensitivitas sosial-keagamaan. Dosen PAI memiliki peran strategis sebagai agen transformasi ilmu dan nilai Islam. Namun, realitas menunjukkan bahwa tidak semua dosen memiliki keterampilan praktis dalam menyampaikan khutbah secara efektif. Sebagian masih terjebak pada gaya monolog, kurang bervariasi, atau bahkan hanya membaca teks tanpa interaksi emosional dengan jamaah (Hidayat, 2. Kondisi ini menyebabkan khutbah kurang berdampak pada perubahan perilaku jamaah, padahal sejatinya khutbah harus menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, khutbah JumAoat memiliki potensi besar untuk menjembatani antara dunia akademik dan masyarakat. Sebagai forum publik yang terbuka, khutbah memungkinkan dosen untuk mempraktikkan teori dakwah bil-lisan dan komunikasi persuasif, sekaligus mengamati respon langsung dari jamaah. Proses ini menghadirkan pengalaman belajar yang bersifat reflektif dan kontekstual, sejalan dengan teori experiential learning yang menekankan pentingnya pengalaman nyata dalam pembelajaran (Kolb, 1. Dengan demikian, khutbah JumAoat bukan hanya sarana dakwah, tetapi juga dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual bagi dosen PAI. Urgensi menjadikan khutbah JumAoat sebagai laboratorium dakwah juga didukung oleh fakta bahwa jamaah salat JumAoat berasal dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Keberagaman ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dosen untuk menyusun materi khutbah yang inklusif, solutif, dan kontekstual (Aziz, 2. Melalui khutbah yang baik, dosen dapat memperkuat nilai keislaman sekaligus merespons persoalan kekinian seperti degradasi moral, perkembangan teknologi digital, hingga isu lingkungan dan moderasi beragama. Berdasarkan latar belakang tersebut, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang untuk memberikan ruang bagi dosen PAI agar menjadikan khutbah JumAoat sebagai laboratorium dakwah dan pembelajaran. Dengan program ini diharapkan dosen tidak hanya terampil dalam menyusun dan menyampaikan khutbah, tetapi juga mampu merefleksikan pengalaman khutbah sebagai bagian dari pengembangan keilmuan PAI. METODE PELAKSANAAN Kegiatan PKM dilaksanakan pada Bulan Oktober-Desember 2024 di beberapa masjid mitra di wilayah Buay Pemuka Peliung dengan tahapan sebagai berikut: Analisis kebutuhan: Identifikasi kemampuan khutbah dosen PAI dan kebutuhan masyarakat terkait mati dakwah. Pelatihan khutbah: Workshop meliputi penyusunan naskah khutbah, teknik vokal, retorika, dan manajemen waktu Praktik khutbah: Dosen melaksanakan khutbah JumAoat secara terjadwal di masjid mitra. Observasi & evaluasi: Evaluasi dilakukan melalui umpan balik jamaah, rekan sejawat, dan tokoh Refleksi akademik: Diskusi dosen untuk menghubungkan pengalaman khutbah dengan teori dakwah dan pembelajaran PAI. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan PKM AuKhutbah JumAoat sebagai Laboratorium Dakwah dan Pembelajaran PAI bagi DosenAy menghasilkan beberapa temuan lapangan, yaitu: Peningkatan keterampilan retorika dosen. Dosen yang awalnya cenderung kaku dalam menyampaikan khutbah menjadi lebih ekspresif. Khutbah JumAoat Sebagai Laboratorium Dakwah dan Pembelajaran PAI Bagi Dosen Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 3. , 2025 Mereka mampu mengatur intonasi, menggunakan bahasa tubuh yang tepat, dan menjaga kontak mata dengan jamaah. Kontekstualisasi materi khutbah. Tema khutbah pasca-pelatihan lebih beragam dan relevan dengan kondisi jamaah, misalnya tentang etika bermedia sosial, pentingnya menjaga lingkungan, serta penguatan ukhuwah Islamiyah. Penguatan kepercayaan diri. Dosen merasa lebih percaya diri ketika menyampaikan khutbah. Beberapa di antara mereka bahkan diminta kembali untuk mengisi khutbah atau kajian rutin di masjid mitra. Respon positif jamaah. Jamaah menilai khutbah lebih mudah dipahami, tidak terlalu panjang, serta menyentuh persoalan kehidupan sehari-hari. Kolaborasi kampus dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, terjalin kerja sama yang baik antara perguruan tinggi dan pengurus masjid. Dosen mendapat ruang praktik, sementara masjid mendapat manfaat dari peningkatan kualitas Integrasi dengan pembelajaran PAI. Dosen yang mengikuti program ini dapat menjadikan pengalaman khutbah sebagai bahan ajar di kelas, terutama ketika membahas teori dakwah bil-lisan, komunikasi persuasif, dan metode pembelajaran kontekstual. Pembahasan Hasil-hasil tersebut dapat dianalisis dalam kerangka teori dakwah dan pembelajaran Islam sebagai Khutbah sebagai media peningkatan kompetensi retorika. Temuan peningkatan keterampilan berbicara menunjukkan bahwa khutbah berfungsi sebagai media public speaking training. Hal ini mendukung pandangan Hidayat . yang menekankan pentingnya kompetensi komunikasi religius bagi pendidik Islam. Relevansi materi khutbah dengan kebutuhan jamaah. Khutbah yang membahas isu-isu aktual lebih mudah diterima jamaah. Hal ini sejalan dengan gagasan dakwah kontekstual Aziz . yang menekankan pentingnya relevansi pesan dakwah dengan realitas sosial. Khutbah sebagai laboratorium dakwah. Dengan pengalaman langsung, dosen tidak hanya menyampaikan pesan agama tetapi juga belajar dari interaksi jamaah. Ini sesuai dengan pandangan Syukri . bahwa khutbah JumAoat berpotensi sebagai media pendidikan Islam yang bersifat aplikatif. Penguatan kepemimpinan spiritual. Peningkatan kepercayaan diri dosen saat tampil di mimbar memperlihatkan bahwa khutbah juga melatih aspek kepemimpinan. Hal ini terkait dengan konsep spiritual leadership yang menyatakan bahwa kepemimpinan keagamaan tumbuh melalui pengalaman langsung memimpin Dampak sosial bagi jamaah dan masjid. Respon positif jamaah menunjukkan bahwa khutbah yang komunikatif dapat mendorong perubahan perilaku sosial. Jamaah tidak hanya mendengarkan, tetapi juga tergerak untuk mengamalkan pesan khutbah. Integrasi teori dan praktik pembelajaran PAI. Dengan menjadikan khutbah sebagai pengalaman belajar, dosen dapat menghubungkan teori dakwah di kelas dengan praktik nyata. Hal ini selaras dengan teori experiential learning Kolb . yang menekankan bahwa pengalaman adalah sumber utama pembelajaran yang bermakna. Khutbah JumAoat Sebagai Laboratorium Dakwah dan Pembelajaran PAI Bagi Dosen Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 3. , 2025 SIMPULAN Khutbah JumAoat dapat dijadikan laboratorium dakwah dan pembelajaran PAI yang strategis bagi Melalui khutbah, dosen mampu mengintegrasikan teori dengan praktik, mengembangkan keterampilan komunikasi, serta meningkatkan peran sosial keagamaan di masyarakat. Kegiatan PKM ini merekomendasikan perlunya program berkelanjutan agar khutbah semakin berkualitas dan UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Nurul Huda melalui LPPM yang telah mendukung kegiatan ini, serta pengurus masjid mitra yang memberikan kesempatan pelaksanaan DAFTAR PUSTAKA