Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 KESESUAIAN BIAYA DAN WAKTU PROYEK AuZAy DENGAN KONSEP NILAI HASIL Mega Isnaeni1. Nur Aziza Putri2. Nunung Martina3. Muhammad Fathur Rouf Hasan4 1Prodi Konstruksi Sipil. Politeknik Negeri Jakarta. Jl. Prof. DR. Siwabessy. Kota Depok, 16424 Email : mega. ts18@mhsw. 2Prodi Konstruksi Sipil. Politeknik Negeri Jakarta. Jl. Prof. DR. Siwabessy. Kota Depok, 16424 Email : nur. ts18@mhsw. 3Prodi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan. Politeknik Negeri Jakarta. Jl. Prof. DR. Siwabessy. Kota Depok, 16424 Email : nunung. martina@sipil. 4Prodi Teknik Konstruksi Gedung. Politeknik Negeri Jakarta. Jl. Prof. DR. Siwabessy. Kota Depok. Email : rouf@sipil. ABSTRAK Proyek Z mengalami keterlambatan pekerjaan ditengah jalannya proyek sehingga berpotensi mengalami kerugian. Oleh sebab itu, pengendalian biaya dan waktu diharapkan mampu memberikan masukan dalam pelaksanaan proyek yang akan datang agar dapat sesuai dengan waktu perencanaan. Tujuan dari proyek akhir adalah menganalisis pengendalian biaya dan waktu pada Proyek Z yang diketahui mengalami keterlambatan di tengah jalannya proyek. Metode analisis yang digunakan yaitu konsep nilai hasil dengan indikator yang digunakan BCWS. BCWP, dan ACWP. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa biaya pekerjaan minggu ke-9 s/d minggu ke-17 serta minggu ke-21 s/d minggu ke-25 perlu dikendalikan dengan pertumbuhan rata-rata 0,208%-0,602%. Dari segi waktu perlu dilakukan percepatan pada minggu ke 9-17 serta minggu ke 21-41 dengan pertumbuhan rata-rata 0,545-13,918%. Faktor pengendalian dapat dilakukan dengan menambah tenaga kerja, peralatan serta waktu lembur sehingga mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan. Kata kunci: Biaya. Konsep Nilai Hasil. Waktu. Proyek Z ABSTRACT The AuZAy project experiences work delays in the middle of the project that cause potential loss. Therefore, cost and time control is expected to prevent delays in future implementation. The purpose of this study is to analyze the impact of cost and time control on the z project. The analytical method used is the earned value method with indicators used BCWS. BCWP, and ACWP. The results of this analysis are that cost and time control can prevent delays in the project. The results show that the cost of the 9th to 17th week of work and the 21st to the 25th week needs to be controlled with an average growth of 0. 208% - 0. In terms of time, it is necessary to accelerate at week 9-17 and week 21-41 with an average growth of 0. The control factor can be done by adding manpower, equipment and overtime that can speed up the process of carrying out the work. Keywords: Cost. Earned Value Concept. Time. Z Project PENDAHULUAN Proses konstruksi mengarah pada satu tujuan, yaitu proyek selesai tepat waktu dengan hasil Berdasarkan menjalankan suatu proyek konstruksi secara optimal dibutuhkan manajemen Manajemen konstruksi merupakan suatu upaya untuk 137 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 mengoptimalkan penggunaan sumber daya terbatas secara efektif, efisien, dan tepat waktu dalam menyelesaikan suatu proyek direncanakan . Manajemen konstruksi memiliki peranan yang sangat penting dalam perencanaan dan pengendalian biaya dan waktu. Dalam hal ini, pengendalian sebagai metode untuk mengendalikan, membantu pelaksanaan dan penyelesaian suatu proyek konstruksi . Proses pelaksanaan suatu proyek konstruksi dari segi waktu dapat mengalami keterlambatan, percepatan, ataupun tepat waktu sesuai jadwal yang telah direncanakan. Biaya dalam arti luas adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu . Dari segi biaya, pelaksanaan suatu proyek konstruksi dapat memberikan hasil akhir berupa untung maupun rugi tergantung cara pengendalian biaya dan waktu pelaksanaan Biaya konstruksi merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk proses pelaksanaan suatu proyek. Dalam pengerjaan suatu proyek, biaya yang dikeluarkan tidak boleh melebihi anggaran yang disediakan. Jika proyek tersebut dapat terselesaikan dengan tepat waktu, tepat guna, dan tepat biaya maka proyek tersebut Proyek yang akan kami tinjau adalah Proyek AuZAy keterlambatan di tengah jalannya proyek berlangsung. Keterlambatan yang terjadi tentunya juga mempengaruhi biaya proyek tersebut, yaitu kerugian dari segi biaya terjadi pada beberapa minggu yang akan Keterlambatan waktu dan kerugian dari segi biaya tersebut tidak mempengaruhi hasil akhir proyek, yaitu proyek selesai tepat waktu dan memperoleh keuntungan dari segi biaya. Proyek konstruksi mempunyai waktu dan anggaran yang bersifat terbatas. Salah satu cara agar pelaksanaan proyek dapat tepat sesuai rencana dengan anggaran yang terbatas dan sisa waktu yang dimiliki dapat menggunakan metode Konsep Nilai Hasil. Konsep Nilai Hasil adalah metode dimana dalam konsepnya menerapkan perhitungan biaya yang telah dipergunakan menurut anggaran yang telah direncanakan dengan seberapa jauh pekerjaan yang telah dilaksanakan . Metode nilai hasil berfungsi untuk mengendalikan biaya dan jadwal proyek hubungan antara apa yang sesungguhnya tercapai secara fisik dengan jumlah angaran yang telah dikeluarkan. Konsep Earned Value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu . Hasil penelitian dengan menggunakan metode Konsep Nilai Hasil menunjukkan adanya keterlambatan di akhir masa peninjauan dengan biaya yang dikeluarkan lebih kecil dari perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian biaya dan waktu dengan Konsep Nilai Hasil pada Proyek AuZAy yang mengalami keterlambatan di tengah jalannya proyek. Keterlambatan pada Proyek AuZAy terjadi pada minggu ke-9 sampai dengan minggu ke-17, kemudian minggu ke21 sampai dengan minggu ke-42. METODE PENELITIAN Jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi site proyek dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, serta hasil wawancara dengan pihak proyek. Data sekunder yang digunakan yaitu berupa Bill of Quantity (BoQ). Daftar Harga. Kurva S, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya. Analisis data merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui bagaimana menggambarkan data, hubungan data, semantik data dan batasan data yang ada pada suatu sistem informasi . Indikator perhitungan dalam teknik analisis data penggunaan Konsep Nilai Hasil yaitu Cost Variance (CV). Schedule Variance (SV). Cost 138 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 Performance Index (CPI), dan Schedule Performance Index (SPI). CPI dan SPI dibutuhkan untuk melalukan estimasi atau untuk menghitung prediksi biaya maupun waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada . Perhitungan menggunakan nilai kontrak (BCWS), nilai addendum (BCWP), dan nilai realisasi pekerjaan (ACWP) sebagai data penentu. Persamaan yang dapat digunakan dalam teknik analisis data adalah sebagai berikut . Tabel 1. Rumus Perhitungan Konsep Nilai Hasil Earned Value = (%Penyelesaia. Teknik Analisis Teknik Analisis Biaya Waktu CV = BCWP - ACWP SV = BCWP - BCWS CPI = BCWP : ACWP SPI = BCWP : BCWS ANALISIS & PEMBAHASAN Kurva S Kurva S pada penelitian ini merupakan grafik penjadwalan yang digunakan dalam pelaksanaan Proyek AuZAy. Grafik ini menggambarkan proses perkembangan proyek setiap minggu dengan bobot nilai pada minggu tersebut. Dalam melakukan analisis kesesuaian biaya dan waktu dengan Konsep Nilai Hasil perlu ditentukan schedule baseline dalam proyek. Schedule baseline merupakan versi model jadwal yang digunakan sebagai dasar/acuan perbandingan dengan hasil aktual . Schedule baseline pada proyek ini digunakan sebagai nilai rencana yaitu nilai kontrak (BCWS), sedangkan yang digunakan sebagai nilai realisasi yaitu nilai addendum (BCWP), dan nilai realisasi pekerjaan sebagai nilai aktual (ACWP). Nilai kontrak pekerjaan Proyek AuZAy Rp24. 614,72 dengan total durasi pelaksanaan selama 60 minggu. Grafik yang terdapat pada kurva S menampilkan progress pekerjaan berdasarkan nilai kontrak sebagai BCWS . chedule baselin. , nilai addendum sebagai BCWP, dan nilai realisasi pekerjaan sebagai ACWP. Gambar 1. Kurva S Proyek Z . Deviasi pada daerah keterlambatan Tabel 2. merupakan tabel deviasi yang menunjukkan besarnya keterlambatan yang terjadi pada minggu ke-9 s/d minggu ke-17. Tabel 2. Deviasi pada Daerah gap Minggu ke- Rencana BCWS Realisasi Ae BCWP Deviasi Jadwal Rencana BCWS Aktual ACWP Deviasi Biaya 139 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. Minggu ke- Rencana BCWS Realisasi Ae BCWP Deviasi Jadwal Rencana BCWS Aktual ACWP Ae Deviasi Biaya Tabel 3 merupakan tabel deviasi yang menunjukkan besarnya keterlambatan yang terjadi pada minggu ke-21 s/d minggu ke-42: Tabel 3. Deviasi pada Daerah gap 2 Minggu Rencana Ae Realisasi Deviasi Rencana Ae Aktual Ae Deviasi BCWS Ae BCWP Jadwal BCWS ACWP Biaya 140 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. Minggu Rencana Ae Realisasi Deviasi Rencana Ae Aktual Ae Deviasi BCWS Ae BCWP Jadwal BCWS ACWP Biaya Berdasarkan tabel tersebut ditunjukkan bahwa tidak terdapat deviasi dari segi waktu pada minggu ke-42 sedangkan dari segi biaya terdapat deviasi sebesar 0,0071. Selain itu, tidak terdapat deviasi dari segi biaya pada minggu ke-32 dengan nilai 0,001, tetapi terdapat deviasi dari segi waktu yaitu sebesar 0,0034. Analisis pengendalian biaya dan waktu minggu ke-9 s/d minggu ke-17 serta minggu ke-21 s/d minggu ke-42 pada bab ini dilakukan menggunakan metode Earned Value. Analisis biaya dan waktu minggu ke-9 Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS) minggu ke-9 BCWS dibutuhkan untuk setiap pekerjaan yang perencanaan proyek itu ketika akan Rumus digunakan untuk menghitung BCWS yaitu . Diketahui: C % Bobot rencana pekerjaan= 3,71% C Nilai kontrak pekerjaan = Rp24. 614,72 Sehingga nilai BCWS: BCWS = (%penyelesaia. = 3,71% y Rp24. 615,00 = Rp 925. 237,38 Budgeted Cost of Work Performed (BCWP) minggu ke-9 BCWP merupakan biaya keluar yang sesuai dengan pekerjaan yang telah selesai pengerjaannya. Perhitungan BCWP dapat menggunakan persamaan berikut . Diketahui: C % Bobot rencana pekerjaan = 3,19% C Nilai kontrak pekerjaan = Rp 412,04 Sehingga nilai BCWS: BCWS = (% penyelesaia. = 3,19%y Rp 24. 412,04 = Rp 794. 547,86 Schedule Variance (SV) minggu ke-9 Digunakan penyimpangan antara BCWS dengan BCWP. Diketahui: C Nilai BCWS = Rp925. 237,38 C Nilai BCWS = Rp925. 237,38 Sehingga nilai SV: SV = BCWP Oe BCWS = Rp 794. 547,86 Oe Rp 925. 237,38 = AeRp 130. 689,52 Dari Hasil SV pada minggu ke-9 yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pekerjaan proyek lebih lambat dari rencana. 141 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 Schedule Performance Index (SPI) minggu ke-9 Nilai SPI menunjukkan seberapa besar pekerjaan yang mampu diselesaikan terhadap satuan pekerjaan yang SPI dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut . Diketahui: C Nilai BCWS = Rp 925. 237,38 C Nilai BCWS = Rp 794. 547,86 Sehingga nilai SPI: SPI 547,86 237,38 = 0,859 Dari Hasil SPI pada minggu ke-9 yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pekerjaan proyek lebih lambat dari rencana. CPI = 0,941 CPI pada minggu ke-9 bernilai di bawah 1 yang berarti biaya proyek aktual lebih besar dari yang sudah direncanakan. Prediksi biaya dari minggu ke-10 sampai Diketahui: C Nilai BCWP = Rp794. 547,86 C Nilai ACWP = Rp844. 384,74 C Nilai BAC = Rp24. 614,72 C Nilai CPI minggu ke-9 = 0,941 Perhitungan BETC dan BEAC dapat menggunakan persamaan dibawah ini . Cost Variance (CV) minggu ke-9 Perhitungan cost variance dapat menggunakan persamaan berikut . Diketahui: C Nilai BCWP = Rp 794. 547,86 C Nilai ACWP = Rp 844. 384,74 Sehingga nilai CV: CV = BCWP Oe ACWP = Rp 794. 547,86 Ae Rp 384,74 = Ae Rp 50. 836,88 Hasil CV pada minggu ke-9 bernilai Dapat disimpulkan bahwa Cost Performance Index (CPI) Indeks kinerja dan produktivitas pekerjaan . Nilai CPI merupakan faktor efisiensi biaya yang tekah dikeluarkan . Diketahui: C Nilai BCWP = Rp 794. 547,86 C Nilai ACWP = Rp 844. 384,74 Sehingga nilai CPI: = Rp25. 848,80 BEAC = ACWP BETC = Rp 844. 384,74 Rp 848,80 = Rp 26. 542,54 Keuntungan = BAC Oe BEAC = Rp 24. 614,72 Ae Rp 542,54 = AeRp 1. 927,82 (Rug. Ae y 100% . y 100% = -6,295% CPIto-go minggu ke-10 C Nilai BAC = Rp24. 614,72 C Nilai BCWP minggu ke-9 Rp794. 547,86 C Nilai ACWP minggu ke-9 Rp844. 384,74 Sehingga nilai CPI to-go: to Oe go = . = 1,002 142 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 Dari hasil CPI to-go yang didapatkan, dapat disimpulkan biaya pada minggu ke-10 harus lebih besar 0,208% dari Prediksi waktu dari minggu ke-10 sampai selesai Diketahui: C Nilai SAC = 60 minggu C Nilai = 9 . arena dilakukan pada minggu in. C Nilai BCWP minggu ke-9 = Rp794. 547,86 C Nilai BCWS minggu ke-8 = Rp701. 581,62 C Nilai BCWS minggu ke-9 = Rp925. 237,38 C Nilai SPI minggu ke-9 = 0,859 Sehingga nilai SETC dan SEAC: Nilai berada di antara nilai BCWS pada minggu ke-8 dan minggu ke-9, maka digunakan interpolasi. = 8,416 minggu Perhitungan SETC dan SEAC dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut . = 60,079 minggu = 9 60,079 minggu = 69,079 minggu Berdasarkan didapatkan nilai SEAC 69,079 minggu. Dapat disimpulkan bahwa proyek ini akan selesai dengan waktu tersebut. Proyek akan terlambat 9,079 minggu atau 63,551 hari dari rencana 60 SPIto-go minggu ke-10 C Nilai BAC = Rp24. 614,72 C Nilai BCWP minggu ke-9 = Rp794. 547,86 C Nilai BCWS minggu ke-9 = Rp925. 237,38 Sehingga nilai SPI to-go: to Oe go = . = 1,005 Dari hasil perhitungan SPI to-go di atas, dapat disimpulkan progres realisasi pada minggu ke-10 harus lebih besar 0,545% dari rencana. 143 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 Rekap hasil perhitungan konsep nilai hasil Tabel 4. Rekap Hasil Perhitungan Konsep Nilai Hasil Minggu ke-9 s/d ke-17 CPI SPI Rp55. 027,83 Rp61. 218,78 Rp197. 712,83 Rp66. 409,73 Rp1. 073,81 Rp207. 406,06 Rp72. 600,68 Rp1. 683,66 Rp1. 475,29 Rp227. 659,56 Rp78. 791,63 Rp2. 617,55 Rp2. 778,73 Rp2. 720,15 Rp266. 838,81 Rp84. 941,42 Rp3. 891,87 Rp2. 918,25 Rp2. 009,45 Rp297. 973,62 Rp91. 091,20 Rp3. 965,80 Rp3. 057,77 Rp3. 298,76 Rp334. 908,02 Rp97. 240,98 Min BCWS Rp925. 37,38 Rp794. 47,86 Rp844. 84,74 Rp130. 689,52 Rp50. 836,88 Rp1. 893,13 Rp993. 29,18 Rp1. 557,01 Rp156. 363,95 Rp1. 548,89 Rp1. 510,49 Rp1. 729,28 Rp181. 038,39 Rp1. 204,64 Rp1. 491,81 Rp1. 901,55 Rp1. 879,19 Rp1. 473,13 Rp2. 343,22 BCWP ACWP Tabel di atas merupakan hasil perhitungan Konsep Nilai Hasil pada gap daerah 1, yaitu pekerjaan pada minggu ke-9 s/d minggu ke17. Hasil analisis dari segi waktu pada tabel di atas menunjukkan bahwa telah terjadi keterlambatan, dibuktikan dengan nilai SV yang bernilai negatif. Selain itu, nilai SPInya SPI CPI pun bernilai di bawah 1. Sedangkan dari segi biaya, hasil perhitungan menunjukkan pekerjaan pada minggu ke-9 s/d minggu ke17 mengeluarkan biaya yang lebih besar dari rencana. Hal ini dibutkikan oleh nilai CV yang bernilai negatif dan juga nilai CPI kurang dari 1. Tabel 5. Prediksi Biaya pada Gap Daerah 1 Minggu BETC BEAC Keuntungan Persen Keuntungan Rp25. 157,80 Rp26. 542,54 Rp1. 927,82 -6,295 144 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. Minggu BETC BEAC Keuntungan Persen Keuntungan Rp25. 723,99 Rp26. 281,00 Rp1. 666,28 -5,602 Rp24. 152,10 Rp26. 881,38 Rp1. 266,66 -5,140 Rp24. 767,52 Rp26. 669,07 Rp1. 054,34 -4,810 Rp24. 624,37 Rp26. 698,18 Rp1. 083,46 -4,563 Rp24. 471,30 Rp26. 946,59 Rp1. 331,87 -4,402 Rp23. 664,76 Rp25. 384,91 -Rp925. 770,19 -3,712 Rp22. 657,79 Rp25. 667,24 -Rp813. 052,52 -3,262 Rp22. 410,60 Rp25. 709,35 -Rp735. 094,63 -2,951 Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan untuk gap daerah 1, hasil keuntungan yang didapatkan bernilai negatif yang berarti proyek akan mengalami Besaran kerugian dan persentasi kerugian dapat dilihat pada tabel di atas. Tabel 6. Prediksi Waktu pada Gap Daerah 1 Minggu SETC SEAC Keterangan Minggu Hari 60,079 69,079 Proyek akan terlambat 9,079 63,551 58,658 68,658 Proyek akan terlambat 8,658 60,609 57,378 68,378 Proyek akan terlambat 8,378 58,648 55,845 67,845 Proyek akan terlambat 7,845 54,914 54,263 67,263 Proyek akan terlambat 7,263 50,842 53,146 67,146 Proyek akan terlambat 7,146 50,021 50,817 65,817 Proyek akan terlambat 5,817 40,720 49,299 65,299 Proyek akan terlambat 5,299 37,090 48,030 65,030 Proyek akan terlambat 5,030 35,211 Tabel 7. Rekap Hasil perhitungan Konsep Nilai Hasil Minggu ke-21 s/d ke-42 Min BCWS BCWP ACWP CPI SPI TO GO TO GO Rp6. 701,10 Rp6. 759,19 Rp6. 117,09 Rp96. 41,91 Rp90. 57,91 1,00 1,00 Rp6. 811,07 Rp6. 408,71 Rp6. 371,12 Rp153. 402,36 Rp97. 62,42 1,00 1,00 145 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. Min BCWS BCWP ACWP CPI SPI TO GO TO GO Rp7. 921,04 Rp7. 058,22 Rp7. 625,16 Rp211. 862,81 Rp104. 566,93 1,00 1,01 Rp8. 031,01 Rp8. 918,32 Rp8. 781,97 Rp275. 112,69 Rp77. 63,65 1,00 1,01 Rp9. 744,44 Rp9. 285,09 Rp9. 445,45 Rp331. 459,36 Rp51. 60,36 1,00 1,02 Rp10. 483,11 Rp9. 651,85 Rp9. 050,59 Rp412. 831,26 Rp61. 01,26 0,99 1,02 Rp11. 221,78 Rp10. 088,61 Rp10. 664,07 Rp524. 133,17 Rp48. 24,54 0,99 1,03 Rp12. 219,79 Rp11. 832,52 Rp11. 584,69 Rp651. 387,28 Rp34. 47,83 0,99 1,05 Rp12. 935,62 Rp12. 919,28 Rp12. 848,17 Rp527. 016,34 Rp21. 71,12 0,99 1,04 Rp13. 490,87 Rp12. 406,05 Rp12. 511,64 Rp668. 084,82 Rp8. 4,40 0,99 1,05 Rp14. 652,62 Rp13. 892,81 Rp13. 116,79 Rp729. 759,81 Rp82. 76,02 0,99 1,06 Rp14. 626,35 Rp13. 523,69 Rp13. 418,13 Rp789. 102,66 Rp100. 105,56 0,99 1,07 Rp15. 343,30 Rp14. 204,57 Rp14. 769,48 Rp773. 138,73 Rp119. 435,09 0,98 1,08 Rp15. 808,06 Rp15. 841,01 Rp14. 076,38 Rp785. 967,05 Rp138. 764,63 0,98 1,08 Rp16. 547,48 Rp15. 997,44 Rp15. 203,28 Rp798. 550,03 Rp156. 794,16 0,98 1,09 Rp16. 259,98 Rp16. 850,04 Rp16. 693,82 Rp657. 409,95 Rp163. 156,22 0,98 1,08 Rp17. 950,73 Rp16,977. 299,55 Rp16. 184,36 Rp706. 651,19 Rp179. 115,19 0,97 1,09 146 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. Min BCWS BCWP ACWP CPI SPI TO GO TO GO Rp18. 900,83 Rp17. 704,06 Rp17. 674,89 Rp778. 196,77 Rp214. 029,17 0,97 1,12 Rp19. 061,45 Rp18. 885,05 Rp18. 255,71 Rp797. 176,40 Rp354. 629,34 0,94 1,13 Rp19. 665,64 Rp19. 205,70 Rp186. 563,88 Rp544. 459,94 Rp364. 641,81 0,94 1,10 Rp19. 453,25 Rp19. 676,35 Rp19. 872,06 Rp245. 776,90 Rp346. 804,29 0,93 1,04 Rp20. 362,74 Rp20. 839,86 Rp19. 198,09 Rp28. 77,11 Rp305. 641,76 0,93 0,99 Tabel di atas merupakan hasil perhitungan Konsep Nilai Hasil pada gap daerah 2, yaitu pekerjaan pada minggu ke-21 s/d minggu Hasil analisis dari segi waktu pada tabel di atas menunjukkan bahwa telah terjadi keterlambatan pada minggu ke-21 s/d minggu ke-41, dibuktikan dengan nilai SV yang bernilai negatif. Selai itu, nilai SPInya pun bernilai di bawah 1. Jika dilihat dari kurva s, gap berada sampai minggu ke42, namun hasil analisis menunjukkan keterlambatan, dapat dilihat dari SV yang bernilai positif dan SPI sebesar 1,001. Sedangkan dari segi biaya, hasil perhitungan menunjukkan pekerjaan pada minggu ke-21 s/d minggu ke-25 mengeluarkan biaya yang lebih besar dari rencana. Hal ini dibuktikan oleh nilai CV yang bernilai negatif dan juga nilai CPI kurang dari 1. Pekerjaan pada minggu ke-26 s/d minggu ke-42, mengalami sebaliknya, yaitu biaya yang dikeluarkan lebih kecil dari yang telah direncanakan Tabel 8. Prediksi Biaya pada Gap Daerah 2 Minggu BETC BEAC Keuntungan Persen Keuntungan Rp19. 065,88 Rp25. 182,97 -Rp372. 568,25 -1,496% Rp18. 829,56 Rp25. 200,69 -Rp356. 585,97 -1,429% Rp17. 393,41 Rp25. 018,57 -Rp343. 403,85 -1,376% Rp16. 558,78 Rp25. 340,75 -Rp233. 726,03 -0,935% Rp15. 471,28 Rp25. 916,73 -Rp141. 302,01 -0,567% Rp14. 919,19 Rp24. 969,78 Rp154. 644,95 0,620% Rp14. 211,73 Rp24. 875,80 Rp112. 738,92 0,452% Rp13. 406,04 Rp24. 990,73 Rp76. 623,99 0,306% Rp12. 369,17 Rp24. 217,33 Rp44. 397,39 0,179% Rp12. 057,19 Rp24. 568,83 Rp16. 045,89 0,067% Rp11. 408,37 Rp24. 525,16 Rp153. 089,56 0,617% 147 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 Rp10. 371,70 Rp24. 789,83 Rp180. 824,89 0,724% Rp10. 910,16 Rp24. 679,63 Rp205. 935,09 0,824% Rp9. 547,76 Rp24. 624,14 Rp228. 990,58 0,916% Rp9. 540,29 Rp24. 743,57 Rp249. 871,15 1,000% Rp8. 085,07 Rp24. 778,89 Rp250. 835,83 1,003% Rp7. 175,33 Rp24. 359,68 Rp263. 255,04 1,057% Rp7. 447,85 Rp24. 122,74 Rp303. 491,98 1,216% Rp6. 086,30 Rp24. 342,01 Rp480. 272,72 1,926% Rp5. 866,64 Rp24. 430,53 Rp476. 184,19 1,910% Rp5. 810,38 Rp24. 682,44 Rp438. 932,28 1,760% Rp4. 082,81 Rp24. 280,91 Rp375. 333,82 1,506% Tabel 9. Prediksi Waktu pada Gap Daerah 2 Minggu SETC SEAC Keterangan Minggu Hari 39,742 60,742 Proyek akan terlambat 0,742 5,196 39,050 61,050 Proyek akan terlambat 1,050 7,351 38,295 61,295 Proyek akan terlambat 1,295 9,065 37,534 61,534 Proyek akan terlambat 1,534 10,739 36,686 61,686 Proyek akan terlambat 1,686 11,799 35,917 61,917 Proyek akan terlambat 1,917 13,419 35,265 62,265 Proyek akan terlambat 2,265 15,855 34,588 62,588 Proyek akan terlambat 2,588 18,114 33,181 62,181 Proyek akan terlambat 2,181 15,264 32,559 62,559 Proyek akan terlambat 2,559 17,914 31,786 62,786 Proyek akan terlambat 2,786 19,500 30,890 62,890 Proyek akan terlambat 2,890 20,231 29,832 62,832 Proyek akan terlambat 2,832 19,822 28,775 62,775 Proyek akan terlambat 2,775 19,426 27,715 62,715 Proyek akan terlambat 2,715 19,006 26,257 62,257 Proyek akan terlambat 2,257 15,798 24,984 61,984 Proyek akan terlambat 1,984 13,886 24,041 62,041 Proyek akan terlambat 2,041 14,290 22,999 61,999 Proyek akan terlambat 1,999 13,990 21,795 61,795 Proyek akan terlambat 1,795 12,565 20,019 61,019 Proyek akan terlambat 1,019 7,133 17,907 59,907 Proyek akan lebih cepat 0,093 0,650 148 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Mega-Nur-Nunung-Fathur_Desembe. 2021 Faktor-faktor pengendalian yang harus dilakukan yaitu melakukan lembur dan menambah jumlah tenaga kerja maupun Selain itu, bisa juga dilakukan pemilihan pekerjaan yang kira-kira bisa dikerjakan dengan alat berat dan waktu yang sama. Hal-hal tersebut dilakukan agar waktu dan biaya pelaksanaan proyek bisa kembali sesuai dengan perencanaan. KESIMPULAN Hasil perhitungan menunjukkan bahwa keterlambatan terjadi pada minggu ke-9 s/d minggu ke-17 serta minggu ke-21 s/d minggu ke-41. Sedangkan, pekerjaan pada minggu ke-42 progress pekerjaan lebih besar daripada yang sudah direncanakan, dilihat dari hasil SV yang bernilai Rp 477,11 dan SPI sebesar 1,001. Dari segi biaya, proyek mengalami kerugian pada pekerjaan minggu ke-9 s/d minggu ke-17 serta minggu ke-21 s/d minggu ke-25, ditunjukkan oleh hasil CV bernilai negatif dan nilai CPI berada di bawah 1. Pekerjaan pada minggu ke-26 s/d minggu ke-42 mengeluarkan biaya yang lebih kecil dari rencana sehingga tidak perlu dilakukan Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan jam kerja tambahan dan menambah tenaga kerja pada beberapa pekerjaan yang membutuhkan waktu Upaya ini dapat dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi yang baik antara pihak pengelola proyek dan pekerja. Selanjutnya, melakukan kontrol dan evaluasi yang ketat pada pekerjaan struktur karena pekerjaan tersebut memiliki bobot biaya yang besar, serta memilih pekerjaan dengan penggunaan alat berat yang sama agar dapat dilakukan dalam waktu yang DAFTAR PUSTAKA