KURVATEK Vol. No. November 2024, pp. e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 KUAT TEKAN BETON ROLLER COMPACTED CONCRETE (RCC)-FLY ASH 15% YANG DIRENDAM SODIUM SULFAT COMPRESSIVE STRENGTH OF ROLLER COMPACTED CONCRETE (RCC) WITH 15% FLY ASH IMMERSED IN SODIUM SULFATE Jodiansyah1*. Dewi Sulistyorini1. Detha Sekar Langit Wahyu Gutama1. Karolus Boromeus Kalli1. Albertus Mardiono Mere Rangga1 Program Studi Teknik Sipil,Fakultas Teknik,Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa JL. Miliran No. Yogyakarta. Indonesia *Email corresponding: jodisaputra0707@gmail. Email : dewisulistyorini77@gmail. Email : detha. gutama@ustjogja. Cara sitasi: Jodiansyah. Sulistyorini. Gutama. Kalli, dan A. Rangga , " Kuat Tekan Beton Roller Compacted Concrete (Rc. -Fly Ash 15% Yang Direndam Sodium Sulfat," Kurvatek, 9, no. 2, pp. 161-166, 2024. doi: 10. 33579/krvtk. 5362 [Onlin. Abstrak Ai Perkerasan beton RCC merupakan perkerasan beton yang mempunyai daya tahan, bernilai ekonomis, umur lumayan panjang dan pemeliharaan rendah. Penelitian ini beton RCC dipadatkan dengan vibrator hammer sebanyak 3 lapisan dengan durasi waktu 20 detik/lapisan. Proporsi campuran berdasarkan SNI 03-2834-2000 dan modifikasi dari beberpa jurnal dengan rencana kuat tekan 25 MPa. Material yang digunakan adalah agregat kasar, agregat halus, semen Portland Composite Cemen (PCC), air, abu terbang . ly as. dan superplasticizer . Persentase fly ash yang digunakan dalam penelitian ini 15% dari berat semen dengan jumlah benda uji 12 buah. Pengujian kuat tekan beton silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan mengunakan dua variasi perendaman yaitu air biasa dan sodium sulfat (Na2So. , dua variasi durasi waktu yaitu 14 hari dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukan kuat tekan beton RCC 15 B-14 diperoleh sebesar 49. 16 MPa. RCC 15 B-28 sebesar 52. 29 Mpa. RCC 15 S-14 sebesar 46. 87 Mpa, dan RCC 15 S-28 sebesar 50. 65 Mpa. Perendaman beton pada sodium sulfat selama 14 hari mengalami penurunan kuat tekan sebesar 4. 7% dari perendaman air biasa, sedangkan perendaman beton pada sodium sulfat selama 28 hari mengalami penurunan kuat tekan sebesar 3. 1% dari perendaman air biasa, namun demikian hasil kuat tekan masih melebihi kuat tekan rencana 25 MPa. Kata kunci: Beton. Fly Ash. Kuat Tekan. Superplaticzer. Abstract Ai RCC (Roller Compacted Concret. pavement is known for its durability, cost-effectiveness, long lifespan, and low maintenance. In this study. RCC concrete was compacted using a vibrator hammer in three layers, each with a compaction time of 20 seconds per layer. The mix proportions were based on SNI 03-28342000 and modifications from several journals, with a target compressive strength of 25 MPa. The materials used included coarse aggregate, fine aggregate. Portland Composite Cement (PCC), water, fly ash, and superplasticizer (SPC). The percentage of fly ash used in this study was 15% of the cement weight, with a total of 12 test specimens. The compressive strength of cylindrical concrete samples with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm was tested using two immersion variations: ordinary water and sodium sulfate (Na2SO. , and two durations: 14 days and 28 days. The results showed that the compressive strength of RCC 15 B-14 was 16 MPa. RCC 15 B-28 was 52. 29 MPa. RCC 15 S-14 was 46. 87 MPa, and RCC 15 S-28 was 50. 65 MPa. Immersion in sodium sulfate for 14 days resulted in a compressive strength reduction of 4. 7% compared to ordinary water immersion, while immersion in sodium sulfate for 28 days resulted in a compressive strength reduction of 3. 1% compared to ordinary water immersion. However, the compressive strength results still exceeded the planned strength of 25 MPa. Keywords: Concrete. Fly Ash. Compressive Strength. Superplasticizer Received August 27, 2024. Revised November 26, 2024. Accepted November 26, 2024 DOI :https://doi. org/10. 33579/krvtk. PENDAHULUAN Salah satu jenis perkerasan jalan yang mulai dikembangkan adalah jenis perkerasan Roller Compacted Concrete (RCC), yaitu perkerasan beton yang dibuat dengan cara digilas menggunakan alat pemadat dan campuran beton dengan slump nol . ero slum. , ini menjadi salah satu karateristik dari RCC . Bahan penyusun RCC sama seperti beton konvensional yaitu bahan perekat semen,pasir, kerikil, dan air. Proses penghamparan sama dengan penghamparan beton aspal, yaitu menggunakan finisher kemudian dipadatkan menggunakan roller. Beberapa kelebihan perkerasan RCC ini adalah lebih hemat biaya dan lebih cepat metode konstruksinya dibandingkan dengan beton biasa . Perkerasan beton RCC merupakan perkerasan beton yang mempunyai daya tahan, bernilai ekonomis umur layan panjang dan tingkat pemeliharaan Karakteristik utama dari beton RCC untuk perkerasan jalan meliputi kekuatan tekan yang tinggi, durabilitas yang baik, dan kemampuan untuk menahan beban lalu lintas berat serta kondisi cuaca exstrem. Beton ini memiliki proses pengerjaan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional, sehingga menghemat waktu dan biaya kontruksi. Penggunan teknologi RCC sebagai bahan perkerasan jalan di Indonesia hingga saat ini masih sangat minim dibandingkan dengan perkerasan beton konvensional yang mulai banyak diterapkan. Padahal teknologi ini cukup menjanjikan untuk dapat mengatasi berbagai kendala dari perkerasan aspal. Namun demikian, untuk menghasilkan beton yang mempunyai sifat-sifat dan kekuatan yang sesuai standar hingga saat ini data karakteristik dan komposisi yang dipakai pada RCC belum banyak dikembangkan dan diaplikasikan secara luas di indonesia . Penelitian RCC berupa bahan tambah silica fume 10% dan superplasticizer 2,4% menurunkan kuat tekan beton RCC pada umur 1 dan 28 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman sodium sulfat (Na2SO. selama 14 dan 28 hari pada beton RCC yang menggunakan fly ash 15% dan superplasticizer 0,5% dari berat semen. II. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Pembuatan dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Penelitian ini di buat benda uji berbentuk silinder ukuran 15x30 cm sebanyak 12 silinder mengunakan 2 variabel (Air Biasa dan Larutan Sodium Sulfat 14 dan 28 har. untuk pengujian kuat tekan. Kuat tekan beton rencana 25 MPa. Bahan-bahan yang dipergunakan pada penelitian ini adalah semen tipe Portland Composite Cemen (PCC), agregrat halus ukuran maksimal 4,75 mm yaitu pasir progo dan pasir merapi, agregat kasar ukuran maksimal 19 mm yaitu kerikil clereng dan kerikil progo, air, fly ash tipe F sebanyak 15% dari berat semen, superplasticizer . Langkah awal penelitian ini dilakukan pengujian material selanjutnya pembuatan mix design, pembuatan silinder beton dan perendaman selama 14 hari dan 28 hari. Variasi perendaman yaitu air biasa dan larutan sodium sulfat (Na2So. pada umur 14 hari dan 28 Pengujian paparan sodium sulfat menggunakan metode uji ASTM C1012 (AMERICAN SOCIETY FOR TESTING AND MATERIALS), dengan konsentrasi setiap liter larutan sodium sulfat (Na2So. 5% atau sama dengan 50 gram yang dilarutkan dalam 1000 ml air. Campur larutan pada hari sebelum digunakan, tutup, dan simpan pada suhu 23,0 A 2,0oC. Pengujian silinder beton menggunakan alat uji kuat tekan compression testing machine untuk memperoleh kuat tekan dan modulus elastisitas beton RCC. Pembuatan Benda Uji Rancang campuran untuk 1 m3 beton RCC dalam penelitian ini mengadopsi komposisi yang dipergunakan dan dimodifikasi dari beberapa jurnal, dan perusahan kontruksi yang berpengalaman dalam perkerasan jalan . Tabel 1 Komposisi Campuran untuk 1 m3 RCC Jenis Bahan Jumlah Satuan Semen Pasir Progo Pasir Merapi Kerikil Clereng Kerikil Progo Air Fly Ash 58,16 Superplasticzer 1,94 Sumber : Hasil analisis penelitian. Tahap awal menyiapkan semua peralatan dan proporsi masing-masing bahan. Proses pencampuran dilakukan dengan menggunakan molen, setelah campuran beton tercampur, dilaksanakan uji slump test KURVATEK Vol. No. November 2024: 161-166 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 untuk memastikan bahwa campuran bernilai slump nol. Kemudian campuran dituangkan ke silinder dengan ketebalan yang cukup, selanjutnya dilakukan pemadatan dengan menggunakan alat pemadat vibrator Pemadatan dilakukan 3 lapisan dengan durasi 20 detik per lapisan dan dilakukan pemeriksaan kemiringan atau kerataan permukaan. Cetakan yang sudah terisi beton segara diletakan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung agar pengeringan berjalan secara bertahap dan beton tidak mengalami retak. Melepaskan begisting silinder setelah beton berumur 24 jam dan direndam. Berikut dan jumlah benda uji yang akan dibuat untuk penelitian ini adalah seperti pada Tabel 2. Tabel 2. Variasi benda uji Benda Uji RCC 15-B14 RCC 15-S14 RCC 15-B28 RCC 15-S28 Jenis Perendaman Air Biasa Sodium Sulfat Air Biasa Sodium Sulfat Umur Jumlah Sumber : Hasil analisis penelitian. HASIL DAN DISKUSI Pemeriksaan Agregat Pemeriksaan agregat dilakukan untuk menentukan campuran beton yang akan dibuat serta mengetahui karakteristik dari agregat tersebut. Karakteristik agregat yang memenuhi syarat akan memperbesar kemungkinan mendapatkan mutu beton yang baik. Berdasarkan pemeriksaan agregat kasar dan agregat halus digambarkan pada Tabel 3. dan Tabel 4. Hasil penggunaan agregat kasar dan halus untuk campuran RCC sesuai dengan standar persyaratan material beton yang ada di indonesia. Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Agregat Halus Jenis Pengujian Berat Jenis Kadar Lumpur Berat Satuan Kadar Organik Penyerapan Kadar Air Pasir Progo Coklat Muda Hasil Pasir Merapi Jernih Satuan Kg/cm3 Sumber : Hasil analisis penelitian. Tabel 4. Hasil Pemeriksaan Agregat Kasar Jenis Pengujian Berat Jenis Kadar Lumpur Berat Satuan Penyerapan Kadar Air Hasil Kerikil clereng Satuan Kg/cm3 Sumber : Hasil analisis penelitian. Berat Beton Pengujian berat beton dilakukan dengan alat timbangan dalam skala kilogram . Pengambilan data dilakukan saat benda uji dibiarkan mengering selama 24 jam setelah proses pembuatan dan setelah proses Berikut hasil pengujian rata-rata beton dengan dua variasi perendaman air biasa dan sodium sulfat pada umur 14 hari dan 28 hari ditunjukkan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Berat Sebelum Direndam dan Setelah Direndam Kode Benda Uji RCC 15 B-14 RCC 15 S-14 RCC 15 B-28 RCC 15 S-28 Rata-rata Berat Sebelum Direndam (K. Rata-rata Berat Setelah Direndam (K. Sumber : Hasil analisis penelitian. Dari tabel 5 dan gambar 1, rata-rata berat beton sebelum direndam RCC 15 B-14,RCC 15 S-14. RCC 15 B-28, dan RCC 15 S-28 berturut-turut sebesar 13. 14 kg/m3, 13. 13 kg/m3, 13. 07 kg/m3, 13. 12 kg/m3. Persentase penurunan berat benda uji sebelum direndam sodium sulfat pada umur 14 hari sebesar 0. Kuat Tekan Beton Roller Compacted Concrete (Rc. -Fly Ash 15% Yang Direndam Sodium Sulfat (Jodiansyah. Dewi Sulistyorini. Detha Sekar Langit Wahyu Gutama. Karolus Boromeus Kalli. Albertus Mardiono Mere Rangg. DOI :https://doi. org/10. 33579/krvtk. Sedangkan benda uji sebelum direndam air biasa pada umur 28 hari mengalami penurunan berat sebesar Kehilangan berat untuk semua campuran dikaitkan dengan pembentukan gipsum pada permukaan beton menyebabkan penyusutan dan akibatnya mengalami penurunan berat. Banyak kerusakan visual, pelepasan bubuk dan pecehan beton diamati pada permukaan beton. Masing-masing silinder mengalami kenaikan berat sebelum direndam air biasa pada umur 14 hari dan sodium sulfat 28 hari. Berat Sebelum Direndam Gambar 1. Grafik Berat Beton sebelum direndam Pada Gambar 2, rata-rata berat beton setelah direndam terjadinya kenaikan berat beton RCC 15 B-14 RCC 15 S-14. RCC 15 B-28, dan RCC 15 S-28 berturut-turut sebesar 13. 14 kg/m3, 13. 18 kg/m3, 13. kg/m3, 13. 28 kg/3. Persentase menunjukkan benda uji setelah direndam air biasa pada umur 14 hari mengalami penurunan berat sebesar 0. Sedangkan benda uji setelah direndam air biasa pada umur 28 hari mengalami penurunan berat sebesar 0. Masing-masing silinder mengalami peningkatan pada umur beton setelah direndam sodium sulfat 14 hari dan sodium sulfat 28 hari. Berat Setelah Direndam Gambar 2. Grafik Berat Beton setelah direndam Hasil Kuat Tekan RCC Hasil pengujian beton RCC berjumlah 12 sampel baik untuk yang mengunakan dua variasi perendam air biasa dan sodium sulfat diperoleh nilai kuat tekan rata-rata (MP. dan beban maksimum . N) pada setiap umur betonnya, dapat dilihat pada Tabel 6. dibawah ini : Tabel 6. Hasil Kuat Tekan Beton RCC Kode Benda Uji RCC 15 B-14 RCC 15 S-14 RCC 15 B-28 RCC 15 S-28 Beban Maks . N) 1,097. Rata-rata Beban Maks . N) Kuat Tekan (MP. Sumber : Hasil analisis penelitian Berat Maksimal (KN) Gambar 3. Grafik Beban Maksimum KURVATEK Vol. No. November 2024: 161-166 Rata-rata Kuat Tekan (MP. KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Pada Gambar 3, menunjukkan nilai beban maksimum pada perendaman sodium sulfat umur 14 hari mengalami penurunan sebesar 4,7% apabila dibandingkan dengan perendaman air biasa pada umur 14 hari mengalami peningkatan. Sedangkan nilai beban maksimum pada perendaman sodium sulfat umur 28 hari mengalami penurunan sebesar 1,3% dibandingkan dengan perendaman air biasa pada umur 28 hari mengalami peningkatan. Kuat Tekan (Mp. Gambar 4. Grafik Kuat Tekan Beton Pada Gambar 4, diatas menunjukan nilai kuat tekan beton yang direndam air biasa pada umur 14 hari sebesar 49,16 MPa, sedangkan untuk nilai kuat tekan beton yang direndam sodium sulfat pada umur 14 hari sebesar 46,87 MPa, pada beton umur 28 hari pada perendaman air biasa sebesar 52,29 MPa, sedangkan beton yang direndam sodium sulfat pada umur 28 hari sebesar 50,65 MPa. Hasil ini menunjukkan kuat tekan RCC sudah melebihi kuat tekan rencana 25 Mpa. Perendaman beton pada larutan sodium sulfat selama 14 hari mengalami penurunan kuat tekan sebesar 4,7%, sedangkan perendaman beton pada sodium sulfat selama 28 hari mengalami penurunan kuat tekan sebesar 3,1%. Penggunaan silica fume dan variasi superplasticizer nilai kuat beton mengalami penurunan dikarenakan penggunaan superplasticizer berkurang dan jumlah pengurangan air yang sama tiap variasi menghasilkan kekuatan lebih kecil akibat kekentalan adukan tidak sama dengan hasil campuran yang cukup kering. Untuk penelitian selanjutnya menyatakan bahwa campuran beton dengan bahan fly ash memiliki nilai ikat awal yang rendah namun seiring berjalannya waktu nilai kuat tekan mengalami peningkatan yang cukup tinggi dikarenakan adanya aktivitas pozzolan yang terus berlanjut. Masing-masing perendaman beton pada air biasa selama 14 dan 28 hari mengalami peningkatan kuat tekan. Berikut hasil Modulus Elastisitas beton dengan dua variasi perendaman air biasa dan larutan sodium sulfat pada umur 14 hari dan 28 hari pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil Modulus Elastisitas Kode Benda Uji RCC 15 B-14 RCC 15 S-14 RCC 15 B-28 RCC 15 S-28 Modulus Elastisitas ((E) 1,533. 2,252. 1,811. 2,015. 1,113. Rata-rata Modulus Elastisitas (MP. 1,440. 1,049. 1,249. Sumber : Hasil analisis penelitian. Modul Elastisitas (Mp. Gambar 5. Grafik Modulus Elastisitas Kuat Tekan Beton Roller Compacted Concrete (Rc. -Fly Ash 15% Yang Direndam Sodium Sulfat (Jodiansyah. Dewi Sulistyorini. Detha Sekar Langit Wahyu Gutama. Karolus Boromeus Kalli. Albertus Mardiono Mere Rangg. DOI :https://doi. org/10. 33579/krvtk. Pada Gambar 5, menunjukan nilai modulus elastisitas beton rata-rata dengan variasi perendaman RCC 15 B-14. RCC 15 S-14. RCC 15 B-28, dan RCC 15 B-28 menggunakan persamaan . berturut-turut sebesar 497 MPa, 1,049. 17 MPa, 1,440. 23 MPa, 1,249. 70 MPa. Hasil pengujian menunjukan bahwa benda uji yang direndam RCC 15 B-14. RCC 15 S-28 terjadi penurunan nilai modulus elastisitas rata-rata terhadap beton normal. Persentase RCC 15 B-14 mengalami penuruanan sebesar 3. 65%, sedangkan RCC 15 S-28 mengalami penurunan sebesar 1. 32% terhadap modulus elastisitas beton normal. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian dan analisis pada penelitian ini, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Perendaman beton RCC pada sodium sulfat selama 14 hari menurunkan kuat tekan sebesar 4,7%, sedangkan perendaman beton RCC pada sodium sulfat selama 28 hari menurunkan kuat tekan sebesar 3,1% dibandingkan perendaman air biasa. Kuat tekan pada perendaman 14 hari dan 28 hari melebihi kuat tekan rencana. Berat beton RCC pada perendaman sulfat selama 14 hari dan 28 hari mengalami kenaikan 0. 38% dan 1,2% dibandingkan berat sebelum direndam. Modulus elastisitas RCC yang direndam sodium sulfat 14 hari mengalami penurunan sebesar 3. sedangkan RCC 15 S-28 mengalami penurunan sebesar 1. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti ingin mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Teknik Sipil,Fakultas Teknik,Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, dosen-dosen, serta teman sejawat yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penelitian ini, sehingga proses penelitian dapat berjalan dengan baik dan lancar. DAFTAR PUSTAKA