AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A MELALUI PERMAINAN SUSUN BALOK BERTEKSTUR DI PAUD AL-FIRDAUS KARENG KIDUL WONOMERTO PROBOLINGGO Robiatul Adawiyah. Indriana Warih Windasari Institut Ahmad Dahlan Probolinggo robiahadawiyahridwan@gmail. com, indrianawarih@gmail. Abstrack This research indicates that the consistent application of textured block games has a positive impact on enhancing the fine motor skills of children in the PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo group. Utilizing the Classroom Action Research (PTK) method with 22 subjects aged 4-5 years, the study reveals a significant improvement in fine motor skills with the implementation of textured block games. In the pre-cycle, 28% of the 22 children showed In cycle I, the first meeting, 50% of the 22 children demonstrated an increase in fine motor skills, and in cycle II, the second meeting, 80. 2% of the 22 children exhibited even higher improvement. The research concludes that playing with textured blocks is effective in enhancing children's fine motor skills, making it a potential model for improving fine motor skills in young children. The implications of this research can guide educators in PAUD to design learning activities that stimulate and enhance children's fine motor skills. Keywords: Childhood. Textured Block Play. Fine Motor Skills. Abstrak Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan permainan balok bertekstur secara konsisten dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak pada kelompok PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo. Dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini melibatkan 22 subjek penelitian yaitu kelompok A yang berusia 4-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik halus anak seiring dengan implementasi permainan balok Pada pra-siklus, sebanyak 28% dari 22 anak menunjukkan peningkatan. Pada siklus I, sebanyak 50% dari 22 anak menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus. Sementara pada siklus II, sebanyak 80,2% dari 22 anak menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi. Dari kesimpulan penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan balok bertekstur efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat dijadikan sebagai model untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi pendidik di PAUD dalam merancang kegiatan pembelajaran yang dapat merangsang dan meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Kata Kunci : Anak Usia Dini,Kemampuan Motorik Halus. Permainan Balok Bertekstur AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 220 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. PENDAHULUAN Usia dini adalah usia yang berada di bawah 0-6 tahun dan usia ini merupakan fase penting di mana berbagai aspek perkembangan anak dikembangkan untuk memastikan pertumbuhan mereka yang optimal. Pentingnya memperhatikan tahapan perkembangan khusus anak selama periode ini dapat memberikan dasar yang kuat untuk perkembangan lebih lanjut. (Refnawati & Yetti, 2. Masa tersebut sering disebut sebagai "golden age" atau masa keemasan karena menjadi periode pesat pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk dalam pengembangan aspek fisik motorik mereka. Fase ini memberikan landasan penting untuk kemajuan selanjutnya dalam perkembangan anak. (Hendayani et , 2. Usia dini dianggap sebagai periode kritis dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Keberhasilan perkembangan anak sangat tergantung pada peluang yang diberikan untuk mengoptimalkan tugas-tugas perkembangan selama fase ini. Meskipun semua individu memiliki potensi kreatif sejak lahir, perbedaan potensi tetap ada di antara mereka. Oleh karena itu, memberikan dukungan yang sesuai dan memahami keunikan setiap anak sangat penting dalam membentuk perkembangan mereka. (Suhartini, 2. Motorik halus melibatkan keterampilan fisik yang memerlukan koordinasi otot kecil dan kemampuan mata-tangan. Aktivitas ini mencakup gerakan efisien, tepat, dan adaptif, terutama terkait dengan tangan dan mata. Proses tersebut akan membantu anakanak mengembangkan keterampilan motorik halus mereka dengan lebih efektif. Dalam permainan balok bertekstur, peningkatan kompleksitas latihan dapat disesuaikan dengan perkembangan individu setiap anak. memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan motorik halus seseorang. Latihan secara terstruktur dan berjenjang dapat membantu memperkuat keterampilan motorik halus, seperti menggambar, menulis, atau melakukan tugas-tugas detail lainnya. (Hukum et al. , 2. Sujiono juga mencatat bahwa gerakan motorik halus memang memerlukan koordinasi yang cermat antara otot-otot tangan dan jari-jari, serta sinergi yang baik antara mata dan otak kecil untuk mengeksekusi tugas-tugas yang memerlukan keakuratan dan presisi. (Wardoyo, 2. Bermain adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan sukarela tanpa adanya paksaan, dengan memperhatikan batasan waktu, tempat, dan aturan yang Meskipun bersifat tidak sungguhan, bermain memerlukan ikhtiar dari pemain. Keunikan bermain terletak pada kemampuannya untuk melibatkan banyak peserta, bahkan tidak harus berat, sehingga bermain dapat menjadi sarana seperti komunikasi terbuka, membangun kepercayaan, memberikan peluang partisipasi aktif, memberdayakan anggota kelompok, mendukung kolaborasi, dan menciptakan lingkungan inklusif adalah faktor-faktor kunci yang dapat mendorong pertumbuhan 221 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. kelompok sosial secara positif. Kegiatan ini dilaksanakan bukan secara individu saja tetapi juga dalam suasana berkelompok. (Hendayani et al. , 2. Balok sebagai potongan kayu memiliki beragam penggunaan, termasuk untuk konstruksi bangunan atau pembentukan kubus. Dalam konteks permainan konstruksi, siswa mampu mengembangkan motorik halus, ekspresi kreatif, belajar kognitif, keterampilan manipulatif, dan aspek dramatis. Aktivitas ini memberikan kontribusi positif pada pengembangan keterampilan dan imajinasi anak-anak, sambil memungkinkan mereka belajar dan bermain secara interaktif. (Asiatun, 2. Tekstur adalah karakteristik fisik atau visual yang dapat dirasakan atau dilihat pada permukaan suatu benda. Karakteristik tekstur dapat mencakup halus, kasar, lunak, keras, berpori, berstruktur, dan variasi lainnya, tergantung pada sifat fisik benda tersebut. (Tekstur Nyata Dan Tekstur Semu Dalam Seni Rupa, n. Pasal 1 butir 14 tentang Pendidikan Nasional menegaskan bahwa Pendidikan Anak adalah upaya pembinaan dari kelahiran hingga usia 6 tahun melalui rangsangan pendidikan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai bentuk upaya pembinaan, membantu peserta didik pada awal pendidikan dan meningkatkan retensi peserta didik dalam jangka waktu lebih lama. Pendekatan dalam mendidik anak usia dini mencakup pengembangan motorik halus dengan memperhatikan kondisi kondusif dan stimulasi yang sesuai. Fokus PAUD adalah pada nilai-nilai filosofis lingkungan sekitar anak dan disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini. PAUD yang dijalankan oleh sekolah yang sama tetap memperhatikan aspek serapan gizi dan kesehatan anak, menjadikan proses PAUD lebih langsung dan sistematis. (Amini, 2. Sejak sekolah PAUD pertama dibuka pada tahun 1979, kegiatan bermain dengan balok tetap menjadi salah satu kegiatan unik di sekolah tersebut. Balok, potongan kayu polos yang dicat, memiliki ketebalan yang sama dan panjang dua kali atau empat kali lipat dari satu unit balok. Selain balok. Diknas 2003 juga mencatat permainan edukatif lain seperti silinder dan setengah dari potongan balok. Ukuran panjangnya dapat bervariasi, termasuk panjang yang identik dengan ukuran balok dasar (Asiatun, 2. Proses pembelajaran yang dilakukan di PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo baik, hal ini bisa dilihat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan cukup bervariasi. Namun, kegiatan yang berkaitan dengan permainan kurang bervariasi dan terlalu sering dilakukan sehingga stimulasi yang diberikan kepada anak juga kurang maksimal. Kegiatan bermain yang kurang bervariasi dapat dilihat dari alat permainan yang selalu digunakan seperti bermain kereta api dan penggunaannya juga terlalu sering dilakukan. Ketika kegiatan bermain dilakukan melalui media balok, yang digunakan adalah balok yang ada didalam kelas. 222 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Berdasarkan pengamatan tersebut maka peneliti melakukan penelitian tentang "Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok di PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo" sangat Observasi terhadap ketidakoptimalan kemampuan motorik halus anak usia dini, seperti kesulitan menyusun balok dengan rapi dan memegang balok, merupakan dasar yang kuat untuk mengembangkan strategi pendidikan yang lebih berfokus pada aspek ini. Pengenalan permainan susun balok bertekstur dapat menjadi pendekatan kreatif dan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Semoga penelitian ini memberikan stimulasi yang baik bagi perkembangan anak di PAUD tersebut. Sugiman, dalam Buletin PAUD, menyebutkan bahwa balok, yang umumnya berbentuk segi empat atau kubus, memiliki berbagai bentuk. Anak-anak dapat menggunakan balok untuk membuat konstruksi atau bangunan, melibatkan diri dalam kegiatan konstruktif yang membantu meningkatkan motorik halus ekspresi kreatif, belajar kognitif, keterampilan manipulatif, dan aspek dramatis, serta merangsang imajinasi (Asiatun, 2. Pada usia 4-5 tahun, anak dapat Pengenalan konsep besar-kecil dan urutan melalui permainan susun balok adalah pendekatan yang sangat baik. Aktivitas ini tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik halus, tetapi juga membantu anak-anak memahami konsep dasar matematis. Dengan menyusun balok dalam urutan atau merangkai sesuai ukuran, anak-anak dapat memperoleh pemahaman visual dan praktis tentang konsep besar dan kecil. Ini merupakan metode yang interaktif dan menyenangkan untuk membantu anak-anak memahami konsep abstrak. Kemampuan permainan anak pada saat ini sudah semakin baik, memungkinkan mereka menghasilkan ide tentang apa yang ingin dibangun dengan balok-balok tersebut. Selama permainan, anak dapat memerhatikan ukuran, warna, dan keseimbangan bangunan yang mereka buat. Aktivitas membangun balok melibatkan peniruan, imajinasi, dan kreativitas anak, serta memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan mereka, seperti: Pengembangan Keterampilan Motorik Halus: Melibatkan tangan dan jari dalam menata balok membantu meningkatkan koordinasi motorik halus anak. Pemahaman Konsep: Anak dapat memahami konsep besar-kecil dan urutan melalui pengalaman langsung dengan balok. Pengamatan dan Perhatian: Anak belajar mengamati dan memperhatikan detail seperti ukuran, warna, dan keseimbangan selama bermain balok. Pengembangan Kreativitas: Aktivitas ini merangsang imajinasi dan creativities anak saat mereka membangun berbagai bentuk dan struktur. Keterlibatan Sosial: Bermain susun balok dapat melibatkan anak dalam kegiatan berkelompok, membangun keterampilan sosial dan kerjasama. Dengan demikian, permainan susun balok pada usia ini tidak hanya menyenangkan tetapi 223 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. juga memberikan kontribusi positif pada beragam aspek perkembangan anak. (Sahla Sabilla, 2. Dodge menjelaskan bahwa ada dua jenis balok yang dapat digunakan, yaitu Balok Unit dan balok hollow. balok unit adalah yang terbuat dari kayu keras atau plastik dengan berbagai ukuran dan bentuk, seperti kubus, persegi empat, tiang/setengah tiang, segitiga, dan silinder, memberikan variasi yang kaya dalam penggunaan. Jenis balok ini tidak hanya memungkinkan anak-anak untuk belajar mengenali bentuk dan ukuran, tetapi juga merangsang kreativitas mereka dalam membangun struktur dan mengembangkan keterampilan motorik halus. Anak-anak dapat membangun berbagai struktur, seperti rumah, jembatan, robot, dan binatang, untuk mengembangkan konsep dan keterampilan membangun sedangkan Balok Hollow (Hollow Bloc. : adalah balok yang terbentuk dari kayu. Membentuk kotak-kotak besar berbentuk segi tiga atau segi empat dengan balok hollow memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpura-pura menjadi kapten, pilot, atau astronot. Melalui kreativitas mereka, balok hollow memungkinkan pembangunan struktur besar seperti kapal, pesawat terbang, atau roket. Ini tidak hanya mendukung perkembangan motorik halus, tetapi juga merangsang imajinasi dan peran bermain anak-anak. (Asiatun, 2. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan perhatian pada jenis balok unit sebagai alat bantu bagi anak-anak dalam kegiatan merancang dan membangun bangunan. Fokus pada balok unit menunjukkan keinginan untuk mendalami pemahaman tentang kontribusi dan manfaat spesifik yang diberikan oleh jeniruksi dan permainan. (Yusuf. Tekstur merupakan karakteristik fisik atau visual yang dapat dirasakan atau dilihat pada permukaan suatu benda. Sifat tekstur dapat bervariasi, seperti halus, kasar, lunak, keras, berpori, atau berstruktur. Setiap permukaan, seperti tanah, kayu, batu, kaca, kain, anyaman bambu, memiliki tekstur yang unik dengan karakteristik tertentu. Dalam konteks balok dan permainan konstruksi, pemanfaatan tekstur pada balok dapat memberikan dimensi tambahan pada pengalaman anak-anak, merangsang pengenalan dan eksplorasi tekstur dalam kegiatan merancang dan membangun. (Tekstur Nyata Dan Tekstur Semu Dalam Seni Rupa, n. Ada dua jenis tekstur utama: Tekstur Semu, yang merupakan kesan visual tidak terkait langsung dengan sifat fisik permukaan suatu benda, dan dapat diciptakan melalui berbagai metode seperti pengolahan gambar digital, simulasi komputer, gambaran, lukisan, atau penggunaan bahan lainnya. Sedangkan. Tekstur Nyata adalah sifat permukaan alami suatu benda yang dapat dirasakan secara langsung. Keduanya memiliki peran penting dalam menciptakan dimensi visual dan taktil dalam karya seni rupa. Ini 224 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. berhubungan dengan pengalaman sensorik fisik, di mana seseorang dapat merasakan dan menyentuh tekstur tersebut. (Tekstur Nyata Dan Tekstur Semu Dalam Seni Rupa, n. Pada usia 4-5 tahun, perkembangan motorik halus anak melibatkan keterampilan seperti koordinasi mata dan tangan, kemampuan membentuk garis dan bentuk, serta penggunaan otot halus. Aktivitas seni yang melibatkan berbagai media memberikan peluang bagi mereka untuk mengekspresikan diri dan merangsang perkembangan motorik halus. Secara keseluruhan, ini berkontribusi pada pertumbuhan holistik anak pada tahap tersebut, membantu mereka mencapai pengembangan yang seimbang dan (Wardoyo, 2. METODE PENELITIAN Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu proses penyelidikan ilmiah melalui refleksi diri yang melibatkan guru dalam situasi pendidikan tertentu. Pemilihan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dipilih karena memudahkan peneliti dalam menjabarkan hasil observasi dan merinci temuan tersebut menjadi karya ilmiah. Metode ini sesuai dengan sifat masalah penelitian yang bersifat kualitatif, terutama dalam konteks "Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Kelompok A Melalui Permainan Balok Bertekstur di PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari dengan mengambil lokasi yakni di PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A melalui permainan balok di PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo. PTK merupakan pendekatan penelitian yang bersifat reflektif dan berpusat pada tindakan perbaikan yang berkelanjutan, cocok untuk mengamati perubahan dan perkembangan dalam konteks pendidikan anak usia dini. Subjek penelitian tindakan kelas melibatkan anak-anak usia 4-5 tahun dari Kelompok A PAUD ALFIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo, dengan total 22 anak . laki-laki dan 14 perempua. Bahan pendukung penelitian melibatkan observasi dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Peningkatan kemampuan anak dalam menggunakan permainan balok bertekstur dapat diindikasikan melalui penjabaran rumus dari nilai ratarata selama proses belajar. Hal ini merupakan pendekatan praktis untuk mengukur perubahan dalam perkembangan motorik halus anak selama implementasi permainan balok bertekstur di PAUD tersebut: 225 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. P = F x 100% Ket: P = Persen F = Perolehan nilai keseluruhan anak N = Skor dikali total keseluruhan anak Terdapat perbedaan antara teknik pengumpulan data dan strategi penulisan. Teknik pengumpulan data adalah metode konkret yang digunakan untuk mengumpulkan informasi, seperti observasi, dokumentasi, wawancara, atau survei. Sementara itu, strategi penulisan berkaitan dengan pendekatan umum atau rencana yang diambil dalam menyusun dan menyajikan informasi dalam tulisan. Dalam konteks penelitian, penulisan seringkali melibatkan penerapan strategi tertentu, seperti eksplorasi terhadap literatur, analisis data, dan penyusunan kesimpulan. Observasi, dokumentasi, dan berbagai metode pengumpulan data lainnya adalah langkah-langkah konkret dalam proses penelitian untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Jadi, sementara teknik pengumpulan data penting untuk mendapatkan informasi. Penggunaan metode observasi non-partisipatif dalam penelitian ini difokuskan pada aktivitas siswa di PAUD AL-FIRDAUS. Observasi mencakup proses pengajaran. Aktivitas Pembelajaran dan Ekstrakurikuler (APE), metode pengajaran, serta media dan pihak yang terlibat dalam pendidikan siswa. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat memperoleh data relevan untuk menganalisis peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok A melalui permainan balok bertekstur di lembaga tersebut. Observasi non-partisipatif memungkinkan peneliti untuk tetap objektif dan tidak terlibat langsung dalam kegiatan, sehingga data yang diperoleh dapat mencerminkan situasi sebagaimana Penggunaan wawancara dalam penelitian ini akan difokuskan pada kepala sekolah, guru, dan staf yang terlibat dalam proses pendidikan siswa di PAUD ALFIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo. Wawancara ini dirancang untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait dengan praktik pendidikan, penggunaan permainan balok, dan pemahaman mereka terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A. Melalui wawancara formal dan informal, diharapkan dapat memperoleh pandangan yang komprehensif mengenai implementasi permainan balok dan dampaknya terhadap perkembangan motorik halus anak di lembaga tersebut. Wawancara menjadi sarana untuk mendalami pandangan dan pemahaman langsung dari para stakeholders yang terlibat dalam pendidikan anak di PAUD tersebut. 226 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Dokumentasi akan menjadi elemen penting dalam penelitian ini untuk memahami sejarah, struktur organisasi, sarana, prasarana, dan elemen-elemen lainnya yang dapat memengaruhi implementasi permainan balok bertekstur di PAUD AL-FIRDAUS Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo. Dokumentasi dapat mencakup rekam jejak penggunaan permainan balok, foto-foto kegiatan, serta catatan-catatan terkait peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok A selama periode penelitian. Informasi yang diperoleh melalui dokumentasi akan memberikan konteks dan latar belakang yang mendalam untuk mendukung analisis data dan temuan penelitian. Pentingnya dokumentasi dalam penelitian ini terletak pada kontribusinya untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif terkait konteks pendidikan anak usia dini di PAUD AL-FIRDAUS. Data yang dihimpun melalui dokumentasi akan menggambarkan evolusi sekolah, sumber daya yang tersedia, dan bagaimana permainan balok bertekstur diintegrasikan ke dalam praktik pembelajaran anak-anak. Informasi dari dokumentasi membantu memperkuat data dari wawancara, observasi, dan sumber lainnya, menciptakan landasan yang kuat untuk analisis dan temuan penelitian. Dengan demikian, dokumentasi menjadi elemen penting dalam menggambarkan keterkaitan antara pendidikan anak usia dini dan implementasi permainan balok bertekstur di lembaga Kriteria baik daya serap yang digunakan adalah sebagai berikut: Siswa dianggap telah menyelesaikan pembelajarannya secara individu jika tingkat daya serap individu mencapai di atas 80%. Skor diberikan kepada setiap siswa pada setiap indikator untuk menentukan tingkat daya serap mereka. Dengan demikian, kriteria ini memberikan ukuran baik tidaknya yang berkaitan dengan pencapaian individu siswa dalam Adapun kriteria penilaian asiswa adalah sebagai berikut: Tabel Kriteria Penilaian Kriteria Persentase BB ( Belum berkemban. 0-30% MB (Mulai Berkemban. 30-50% BHS (Berkembang Sesuai 50-75% Harapa. BSB (Berkembang Sangat 75-100% Bai. 227 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Tabel 1. Kisi-Kisi Pedoman Observasi Variabel Kemampuan Motorik Halus Anak . -5 Tahu. Sub Variabel Indikator Mampu membuat aneka bentuk dari balok Mampu membuat bentuk balok menjadi rumah, istana, mobil. Mampu menyusun balok secara berurutan Mampu menyusun balok secara berurutan dari besar- kecil Mampu Mengenal Tekstur Mampu mengenal tekstur kasar dan halus Tabel di atas memberikan kisi-kisi instrumen penelitian untuk mengevaluasi kemampuan anak dalam membuat, menyusun, dan mengenal tekstur balok. Setiap indikator memberikan fokus pada aspek tertentu dari kemampuan motorik halus anak kelompok A. Adapun rublik penilaian adalah: Tabel 2 Pedoman Rublik Penilaian motorik halus melalui permainan balok Indikator Mampu bentuk balok istana, mobil. Kreteria Penilaian MSH BSB Anak Anak mulai balok,namun masih harus bantuan guru Anak mampu balok,namun masih harus bantuan guru Anak mampu bentuk balok tanpa bantuan 228 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Mampu balok secara dari besar kecil Anak balok dari besar Ae Anak mulai balok dari urutan besar Ae kecil namun masih harus bantuan guru Anak mampu balok dari urutan besar Ae kecil namun masih harus dengan bantuan guru Anak mampu balok dari urutan besar Ae kecil tanpa bantuan guru Mampu tekstur kasar dan halus Anak Anak mulai tekstur kasar Anak belum tekstur kasar dan halus, kasar dan halus,namun masih harus namun masih harus dengan Anak belum tekstur kasar dan halus tanpa bantuan bantuan guru bantuan guru HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengamatan awal menunjukkan bahwa anak didik Kelompok A Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo memiliki minat dan potensi yang sangat baik, serta cenderung Hal ini memberikan dasar yang positif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada tahap ini. Lokasi Lokasi penelitian ini dilakukan di PAUD AL-FIRDAUS RT/RW: 005/003 Kareng Kidul Wonomerto Probolinggo menjadi konteks yang mendukung untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak-anak usia tersebut. Pentingnya permainan balok bertekstur sebagai metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun terungkap dari hasil observasi awal. Dengan sebagian besar anak belum mencapai kriteria maksimal dalam kemampuan motorik halus. Pada pra tindakan menunjukkan bahwa dari 22 anak memiliki persentase kemampuan motorik halus 28% mulai berkembang, dan 72% belum berkembang dan memerlukan bantuan. Melalui hasil data tersebut, peneliti merancang permainan balok bertekstur agar perkembangan motorik halus anak meningkat dengan perancangan permainan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif yang optimal. Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan permainan ini untuk memantau perkembangan anak-anak dan memastikan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan motorik halus secara menyeluruh 229 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Siklus I Siklus I Siklus I BSH BSB Berdasarkan grafik tersebut hasil kegiatan pada siklus I menunjukkan bahwa motorik halus anak masih belum mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu Adapun anak yang mulai berkembang sebanyak 8 anak . ,3%), 4 anak . ,1%) belum berkembang, 6 anak . ,2%) berkembang sesuai harapan, dan 9 anak . ,9%) berkembang sangat baik. Untuk mencapai target, penelitian dilanjutkan ke siklus II guna menerapkan tindakan perbaikan yang lebih lanjut agar dapat meningkatkan hasil dan mencapai tingkat keberhasilan yang diinginkan. Siklus II Siklus II Siklus II BSH 230 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 BSB Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Dilihat dari grafik di atas, dari hasil tindakan 1 dan 2 pada siklus II terlihat bahwa motorik halus anak yang belum berkembang belum berkembang (BB) 2 anak atau 10%. Mulai Berkembang (MB) ada berjumlah 11 anak atau 50%,Berkembang Sesuai Harapan (BSH) ada 13 anak atau 63,3% dan yang Berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 14 anak atau 80,2% dari total keseluruhannya. Hasil dari siklus II telah menunjukkan tercapainya tolak ukur prestasi yang telah ditetapkan oleh penulis dalam penilaian ini yaitu 80% prestasi yang harus dicapai atau 14 siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan selama siklus II telah memadai untuk mencapai peningkatan yang terlihat dalam hasil-hasil tersebut. Berdasarkan grafik di atas telah jelas peningkatan jumlah anak yang berkembang sangat baik dari 3 menjadi 14 anak pada pra siklus-siklus II, serta capaian standar pencapaian 80%, dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan balok bertekstur telah berhasil efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Kelompok A PAUD Al-Firdaus Kareng Kidul. Wonomerto Probolinggo. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat baik dan memperlihatkan kesuksesan metode pembelajaran yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode bermain melalui permainan balok bertekstur sebagai metode pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok A di PAUD Al-Firdaus Kareng Kidul. Wonomerto Probolinggo pada tahun 2023-2024. Permainan tersebut terbukti bisa meningkatkan motorik halus anak dilihat dari pra siklus hingga siklus II, yang mana terjadi peningkatan jumlah anak yang mencapai standar penilaian berkembang sangat baik yang mulanya hanya 28% anak kemudian meningkat pada siklus II, sebanyak 80% anak yang telah mencapai standar penilaian yang Dengan demikian, hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini terjawab, menunjukkan bahwa penggunaan metode bermain melalui permainan balok bertekstur efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak pada kelompok DAFTAR PUSTKA Asiatun. Pengaruh Bermain Balok Susun Warna (Leg. Terhadap Perkembangan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Nurul AMANAH Sindangsari Candipuro Lampung Selatan. 231 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Hendayani. Muslihin. , & Rahman. Upaya Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Balok Bergambar Di Tkip Assalaam Kota Tasikmalaya. Jurnal Paud Agapedia, 3. , 48Ae60. https://doi. org/10. 17509/jpa. Sahla Sabilla. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kreativitas Bermain Plastisin Di Tk Darul Falah. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 4. , 44Ae55. https://doi. org/10. 33387/cp. Tekstur Nyata dan Tekstur Semu dalam Seni Rupa. Wardoyo. Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Balok Pada Kelompok A Tk Karangpelem 1 Kedawung Sragen Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Yusuf. Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Balok Di Ra Akhlakul Karimah Darul Aman Kotabumi Lampung Utara. In IAIN Raden Intan Lampung. http://repository. id/195/ Hukum. Tentang. Dan. Di. , & Muaro. Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Bermain Balok Di Taman Kanak-Kanak Kasih Bunda Desa Tanjung Putra Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. 1Ae169. Idris. Karakteristik Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1. , 37Ae43. Lani. Definisi Konseptual Dan Operasional. Universitas Medan Area, 38Ae48. Pelajaran. Fase. Semester. Meilinda. Pd. , & Modul. MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA 2022 ( PROTOTIPE ) Nama Sekolah : PPKn. Refnawati. , & Yetti. Stimulasi Guru Pada Motorik Halus Anak Di Taman Kanak-kanak Pertiwi 3 Kota Padang. Jurnal Yaa Bunayya, 5. , 22Ae30. Suhartini. Pengembangan kreativitas anak usia dini melalui metode bermain dengan permainan balok di taman kanak-kanan sabrina sukarame bandar Journal At-Athfaal, 4. , 1Ae140. http://repository. id/247/ Tekstur Nyata dan Tekstur Semu dalam Seni Rupa. 232 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Robiatul Adawiyah, etc. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok A Melalui Permainan Susun Balok. Wardoyo. Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Balok Pada Kelompok A Tk Karangpelem 1 Kedawung Sragen Tahun Pelajaran 2013 / 2014. 233 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023