Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 (Suatu Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjara. COFFEE CONSUMER BEHAVIOR DURING THE COVID-19 PANDEMIC (A Case on Students of the Faculty of Agriculture. Padjadjaran Universit. Sukma Ayu Hanipradja*1. Elly Rasmikayati1. Bobby Rachmat Saefudin3 Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran. Jl. Ry Bandung-Sumedang KM. 21 Jatinangor, 45363 Fakultas Pertanian. Universitas MaAosoem. Jl. Raya Cipacing No. 22 Jatinangor, 45363 *E-mail: sukma18002@mail. (Diterima 20-06-2022. Disetujui 21-07-2. ABSTRAK Mahasiswa merupakan kalangan yang gemar mengonsumsi kopi secara berkumpul di coffee shop, namun hal tersebut terhambat sejak adanya pandemi Covid-19 dikarenakan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang melarang adanya kegiatan secara berkumpul untuk mencegah penyebaran virus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada atau tidaknya perubahan pada perilaku mahasiswa dalam mengonsumsi kopi di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan diagram, tabel distribusi frekuensi, box plot, dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada perilaku mahasiswa dalam mengonsumsi kopi di masa pandemi Covid-19. Terdapat peningkatan frekuensi responden pada banyaknya sumber informasi yang didapat, banyaknya tempat pembelian produk kopi yang dikunjungi, dan frekuensi dalam mengonsumsi kopi pada mahasiswa. Terdapat penurunan frekuensi reponden pada jenis produk kopi yang dikonsumsi, jumlah banyaknya mengonsumsi kopi, dan tingkat kepuasan terhadap produk kopi pada mahasiswa. Tidak terdapat perubahan pada jumlah biaya yang dikeluarkan mahasiswa untuk produk kopi dalam satu minggunya. Kata kunci: Covid-19. Kopi. Mahasiwa. Perilaku Konsumen ABSTRACT Students are among those who like to consume coffee in gatherings in coffee shops, but this has been hampered since the Covid-19 pandemic was due to the implementation of the Large-Scale Social Restrictions policy which prohibits gathering activities to prevent the spread of the virus. The purpose of this study was to determine whether or not there was a change in student behavior in consuming coffee during the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative descriptive design with a survey method. The research was conducted on students of the Faculty of Agriculture. Padjadjaran University. The analytical method used is descriptive statistics with diagrams, frequency distribution tables, box plots, and cross tabulations. The results showed a change in student behavior in consuming coffee during the Covid-19 pandemic. There is an increase in the frequency of respondents in the number of sources of information obtained, the number of places to buy coffee products visited, and the frequency in consuming coffee among There is a decrease in the frequency of respondents in the types of coffee products consumed, the amount of coffee consumed, and the level of satisfaction with coffee products among There is no change in the amount of fees paid by students for coffee products in one week. Keywords: Coffee. Consumer Behavior. Covid-19. Students PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukma Ayu Hanipradja. Elly Rasmikayati. Bobby Rachmat Saefudin kopi (Samoggia et al. , 2. Di kalangan PENDAHULUAN Kopi merupakan komoditas kedua anak muda di Indonesia, minum kopi yang paling banyak diperdagangkan di juga menjadi tren. Tradisi minum kopi dunia (Czarniecka-Skubina et al. , 2. Menurut International Coffee . Indonesia mengerjakan tugas, reuni, pertemuan menempati peringkat keempat sebagai bisnis, dan lain-lain (Rasmikayati, et al. produsen kopi dunia setelah Brasil. Konsumsi kopi ini tidak terlepas Vietnam, dari trendi kalangan mahasiswa Indonesia Indonesia untuk memberikan stimulasi, menambah energi, dan menghilangkan kantuk saat Indonesia, belajar atau menjelang ujian (Liveina, sehingga produksinya juga meningkat Hasil penelitian Ritonga dan untuk memenuhi permintaan kopi lokal Ganyang . , menunjukan bahwa dalam negeri (Sunarharum et al. , 2. 85% respondennya merupakan konsumen Hal ini membuat kopi di Indonesia kopi kalangan mahasiswa. Organization Kolombia. Saat menjadi sumber daya alam yang memiliki Dalam nilai jual untuk dikembangkan. Kini mahasiswa memiliki pola dan tujuannya berbagai macam produk kopi sudah masing-masing, tergantung dari perilaku banyak diperjual belikan, mulai dari konsumsi mahasiswa tersebut. Perilaku produk kopi bubuk hingga minuman kopi konsumsi mahasiswa dapat digambarkan instan dengan berbagai varian rasa dan dengan konsumsi yang dilakukannya, kemasan (Elang dan Vidaksa, 2. seperti membeli produk untuk memenuhi Produk kopi memiliki aroma serta cita rasa yang unik, dan telah disukai (Anwari, 2. banyak orang di seluruh dunia (Tamkaew Berdasarkan data yang didapatkan et al. , 2. Minuman kopi merupakan dari Statista . , menyatakan bahwa salah satu minuman paling populer di kalangan masyarakat Indonesia (Suisa et mengonsumsi kopi yang disajikan oleh , 2. Mengonsumsi kopi menjadi coffee shop. Hal tersebut selaras dengan momen kesenangan dan telah menjadi hasil survei yang dilakukan terhadap 30 bagian dari gaya hidup para konsumen mahasiswa mengenai perilaku konsumsi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 sebelum pandemi Covid-19. Didapatkan coffee shop secara berkumpul (Sudarsono hasil bahwa 83% mahasiswa memilih dan Rahman, 2. mengonsumsi kopi yang disajikan oleh Sejalan dengan adanya pembatasan coffee shop. Coffee shop merupakan sosial, kini para konsumen kopi lebih tempat yang menyediakan berbagai jenis memilih untuk memesan kopi secara kopi dan tempatnya pun nyaman dan Berdasarkan data yang didapatkan memiliki desain interior yang khas, melalui GrabFood menyatakan bahwa dilengkapi alunan musik, baik lewat kini jumlah kopi per pesanan yang pemutar atau pun live music, dan peningkatan yang sebelumnya hanya satu koneksi internet nirkabel yang membuat gelas kopi per pesanan kini menjadi tiga konsumennya merasa nyaman untuk gelas kopi per pesanan (Mone, 2. menghabiskan waktunya di coffee shop Ada pula konsumen yang lebih memilih (Herlyana, 2. untuk menikmati jenis kopi sachet yang Perilaku konsumsi konsumen kopi dapat dinikmati di rumah. Hasil riset mengalami perubahan di masa pandemi menyatakan bahwa kini pilihan kopi Covid-19. Hal pemerintah menerapkan sebuah kebijakan konsumen (Fuad, 2. Hal tersebut tidak selaras dengan Pembatasan Sosial hasil survei yang dilakukan terhadap 30 Berskala (PSBB). Kebijakan mahasiswa mengenai perilaku konsumsi Besar tersebut diyakini dapat menekan laju Dimana Didapatkan hasil bahwa 90% mahasiwa dalam kebijakan tersebut pemerintah tetap memilih untuk mengonsumsi kopi menekankan kepada masyarakat agar yang disajikan oleh coffee shop. Hal ini Covid-19. Covid-19. menunjukan bahwa adanya perbedaan perilaku konsumsi kopi disaat pandemi berkumpul dengan banyak orang (Thorik. Covid-19, terdapat data yang menyatakan Tentunya hal ini berdampak untuk bahwa perilaku konsumsi kopi sebelum mahasiswa yang tidak bisa lagi untuk dan saat pandemi mengalami perubahan, mengonsumsi kopi yang disajikan oleh kegiatan-kegiatan PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukma Ayu Hanipradja. Elly Rasmikayati. Bobby Rachmat Saefudin digunakan adalah metode survei. Metode sebelum dan saat pandemi Covid-19. survei digunakan untuk mendapatkan Mahasiswa merupakan kalangan data dari tempat tertentu, dengan melalui yang gemar mengonsumsi kopi secara berkumpul, sehingga perilaku konsumsi mengedarkan kuesioner, test, wawancara kopi pada mahasiswa menjadi suatu terstruktur, dan sebagainya (Sugiyono, perhatian dimasa pandemi ini. Dengan demikian, penulis akan mencari tahu Variabel yang digunakan dalam lebih lanjut mengenai perilaku konsumsi penelitian adalah sebagai berikut: kopi pada mahasiswa Fakultas Pertanian Karakteristik Demografis Konsumen Universitas Padjadjaran Angkatan 2018 Usia adalah lama waktu hidup dimasa pandemi Covid-19, dimana belum konsumen dari sejak dilahirkan. pernah dilakukan penelitian mengenai Jenis kelamin adalah sifat jasmani perilaku konsumsi kopi pada mahasiswa atau rohani yang membedakan antara perempuan dan laki-laki. Tempat tinggal adalah tempat dimana mahasiswa tinggal dan METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini yang menjadi Uang saku adalah jumlah uang konsumen kopi. Penelitian ini dilakukan yang dimiliki oleh mahasiswa dapat berasal dari orang tua. Fakultas melalukan kegiatan keseharian. Pertanian Universitas Padjadjaran pada mahasiswa angkatan beasiswa, dan pekerjaan. 2018 yang terdiri dari dua Program Studi. Agroteknologi Agribisnis Sumber informasi adalah dimana dengan kriteria populasi yaitu mahasiswa konsumen mendapatkan informasi yang pernah membeli atau mengonsumsi mengenai suatu produk, toko, atau merek mengenai produk kopi. Perilaku Konsumen Didapatkan populasi dalam penelitian ini adalah Tempat pembelian adalah toko sebesar 249 mahasiswa. Desain tempat menjual produk kopi. penelitian ini adalah desain kuantitatif. Adapun Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 Jenis produk kopi adalah macam yc = perkiraan populasi tidak akan memilih . Oe ycy = 0,. ya = Galat Penggunaan Pengeluaran rata-rata adalah besar uang konsumen yang ditukarkan ya= yaA = 0,001225 Jumlah konsumsi kopi adalah banyaknya minuman kopi yang populasi, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar: l/mingg. Frekuensi konsumsi kopi adalah hitungan konsumsi kopi yang ycu= 249 . ,5ycu0,. Oe . ycu0,001225 . ,5ycu0,. ycu= 62,25 0,30 0,25 ycu= 62,25 = 112,405 OO 113 0,55 dinyatakan dalam kali/minggu. Evaluasi adalah penilaian berupa tingkat kepuasan terhadap produk kopi yang dikonsumsi. Data yang digunakan adalah data Penelitian ini menggunakan teknik Data probability sampling dengan jenis simple didapatkan melalui pengisian kuesioner random sampling. Ukuran sampel yang dalam bentuk google form, sedangkan data sekunder didapatkan dari berbagai dengan menggunakan rumus proporsi sumber literatur, seperti artikel, jurnal, populasi yang diketahui p dan q sebesar dan buku. Data diolah menggunakan alat 0,5 dan bound of error sebesar 0,07 (Scheaffer, 2. , sebagai berikut: diagram, tabel distribusi frekuensi, box ycu= ycA ycyyc . cA Oe . ya ycyyc plot dan tabulasi silang. Keterangan: HASIL DAN PEMBAHASAN ycu = ukuran sampel Karakteristik Responden ycA= Populasi Karakteristik ycy = perkiraan populasi yang akan memilih . ciri-ciri menggambarkan kondisi individu dan PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukma Ayu Hanipradja. Elly Rasmikayati. Bobby Rachmat Saefudin keluarga dari setiap mahasiswa yang responden yang terdiri dari 38 responden memiliki perbedaan antara satu dengan program studi agroteknologi . %) dan yang lainnya. Sampel yang digunakan 75 responden program studi agribisnis pada penelitian ini adalah mahasiswa . %). Karakteristik responden dalam Fakultas Universitas penelitian ini diuraikan berdasarkan usia. Padjadjaran angkatan 2018 sebanyak 113 jenis kelamin, tempat tinggal, uang saku. Pertanian Tabel 1. Karakteristik Responden Deskripsi Usia Responden (Tahu. Jenis Kelamin Responden Perempuan Laki-laki Tempat Tinggal Responden Kos Rumah Uang Saku Responden (R. O1. >3. Sumber: Analisis Data Primer . Presentase (%) Sebelum Pandemi Sebelum Pandemi Saat Pandemi Saat Pandemi Data pada Tabel 1 menunjukan tinggal di kos, sedangkan saat pandemi bahwa, sebagian besar resonden pada bertempat tinggal di rumah masing- penelitian ini didominasi oleh mahasiswa masing dikarenakan adanya perubahan berusia 21 tahun dan berjenis kelamin Hal tersebut selaras dengan Terdapat perubahan pada besar uang saku hasil penelitian Yan dan Li . , yang rata-rata sebelum pandemi uang saku rata-rata mengonsumsi kopi mayoritas berjenis kelamin perempuan. Hal tersebut tidak sebesar Rp 1. 001 Ae Rp 3. rata-rata bahwa terdapat lebih banyak konsumen dimiliki mayoritas responden menurun laki-laki dibandingkan perempuan. menjadi kurang dari Rp 1. 000 dalam Tabel Rasmikayati . , yang menyatakan Data satu bulan. Untuk melihat penyebaran data pandemi mayoritas responden bertempat rata-rata Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 responden, dilakukan analisis diagram box plot yang dapat dilihat pada Gambar Gambar 1. Box Plot Uang Saku Responden Sumber: Analisis Data Primer . Data pada Gambar 1 menunjukan sehingga mengindikasikan bahwa uang bahwa, data uang saku mahasiswa pada saku responden memiliki perbedaan yang sebelum dan saat pandemi Covid-19 mengalami perubahan. Data rata-rata sebelum pandemi, nilai maksimum . ang uang saku responden sebelum dan saat saku tertingg. ada pada Rp 5. pandemi memiliki nilai median atau garis sedangkan nilai minimum . ang saku tengah yang tidak simetris karena garis terenda. ada pada Rp 200. Saat tidak berada di tengah. Distribusi data pandemi nilai maksimum ada pada Rp rata-rata uang saku sebelum dan saat 000, sedangkan nilai minimumnya pandemi terlihat menceng kanan atau data memusat dibawah. Panjang kotak mendapatkan uang saku. biru pun memiliki perbedaan yang artinya Perilaku memiliki varian yang lebih menyebar Perilaku Konsumen Kopi uang saku responden saat pandemi Diketahui menjadi tiga tahap yaitu tahap sebelum membeli . , saat membeli mahasiswa sebelum pandemi. Data uang . , saku responden sebelum maupun saat . (Peter dan Olson, 2. pandemi memiliki nilai ekstrim karena Pada tahap sebelum membeli akan dicari terdapat nilai yang berada diluar boxplot, tahu sumber informasi yang didapat oleh PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukma Ayu Hanipradja. Elly Rasmikayati. Bobby Rachmat Saefudin responden mengenai produk kopi, pada Data pada Tabel 2 menunjukan tahap saat membeli akan dicari tahu informasi yang didapatkan responden produk, serta pengeluaran rata-rata untuk mengenai produk kopi didominasi oleh produk kopi, dan pada tahap setelah kategori kurang dari 3 sumber informasi. membeli akan dicari tahu mengenai Terdapat jumlah konsumsi, frekuensi konsumsi, responden pada kategori tersebut saat serta evaluasi berupa tingkat kepuasan masa pandemi sebanyak 1%. responden terhadap produk kopi yang Perilaku konsumen kopi dalam penelitian ini terbagi menjadi dua periode yaitu sebelum dan saat pandemi Covid-19. Sumber Informasi Sebelum Gambar 2. Sumber Informasi Produk Kopi Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19. Sumber: Analisis Data Primer . responden akan lebih dulu mencari tau Berdasarkan data pada Gambar 2, mengenai produk yang akan dibelinya. Sumber informasi mengenai produk kopi sebagian besar responden mendapatkan terdapat dari berbagai sumber seperti informasi mengenai produk kopi melalui teman, keluarga, media sosial, media teman . %). Hal ini sejalan dengan hasil cetak, dan lainnya. Semakin banyak sumber informasi yang didapat maka semakin banyak pula informasi dan Sudiyarto responden kopi mengetahui informasi pengetahuan mengenai produk kopi yang dari teman, hal ini dikarenakan teman didapatkan oleh responden. merupakan orang yang dekat dengan Tabel 2. Sumber Informasi Produk Kopi Sebelum Saat Sumber Pandemi Pandemi Informasi <3 sumber Ou3 sumber Sumber: Analisis Data Primer . responden sehingga informasi sangat Hasil Lautiainen . , menunjukkan bahwa teman merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam memilih merek kopi. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 Pada saat pandemi sebagian besar Tabel 3. Tempat Pembelian Produk Kopi Sebelum Saat Tempat Pandemi Pandemi Pembelian Tidak <3 tempat Ou3 tempat Sumber: Analisis Data Primer . mengenai produk kopi melalui media sosial . %). Hal ini sejalan dengan penelitian Putri . , yang menyatakan bahwa media yang paling mempengaruhi pembelian kopi selama masa pandemi adalah media sosial sebesar 67%. Media Data pada Tabel 3 menunjukan sosial belakangan ini semakin diminati semakin gencarnya digitalisasi dilakukan pembelian produk kopi pada kurang dari dalam kehidupan. Menurut Deaniera . , media promosi seperti media peningkatan frekuensi responden pada sosial merupakan sarana atau tempat kategori tersebut saat masa pandemi untuk mengkomunikasikan suatu produk sebanyak 5%. maupun jasa dengan tujuan agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Hasil Sari membutuhkan lebih banyak informasi Gambar 3. Tempat Pembelian Produk Kopi Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19. Sumber: Analisis Data Primer . mengenai produk dari media, terutama dimana mereka dapat membeli produk Berdasarkan data pada Gambar 3 Tempat Pembelian merupakan tempat pembelian yang paling Saat membeli produk, konsumen akan lebih dulu mencari tahu dan produk kopi pada sebelum pandemi. Hal Semakin Thongrawd dan Rittboonchai . , banyak tempat atau toko yang dapat bahwa coffee shop dijumpai, maka semakin mudah pula berkumpul yang paling diminati oleh para konsumen untuk mendapatkan produk pebisnis dan mahasiswa. Suasana coffee menjadi tempat PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukma Ayu Hanipradja. Elly Rasmikayati. Bobby Rachmat Saefudin Jenis Produk Kopi semakin nyaman interior kafe, maka akan Seiring membuat konsumen semakin rela untuk produk kopi kini memiliki banyak macam menghabiskan waktunya di coffee shop jenisnya salah satunya dalam sajian kopi (Saefudin Seiring Penyajian kopi instan pun dapat berjalannya waktu, pelaku bisnis di berupa kopi instan dalam kemasan sachet juga dapat berupa kopi instan yang bertambah dan terus berkembang, yang disajikan oleh coffee shop. mengakibatkan menjamurnya coffee shop Tabel 4. Jenis Produk Kopi Sebelum Saat Jenis Produk Pandemi Pandemi Kopi Tidak 1 jenis kopi 2 jenis kopi Sumber: Analisis Data Primer . di berbagai tempat (Rasmikayati, et al. Keterbatasan konsumen di masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan para konsumen untuk Data pada Tabel 4 menunjukan tetap berada dirumah (Rasmikayati et al. Hal bahwa, jenis kopi yang dikonsumsi responden sebelum dan saat pandemi perubahan tempat pembelian produk kopi didominasi oleh kategori mengonsumsi 2 yang menjadi pilihan responden saat jenis kopi yaitu kopi instan sachet dan Pada masa pandemi Covid-19, kopi ala coffee shop. Diketahui bahwa membeli produk kopi secara online. Hal mengonsumsi kedua jenis produk kopi ini menunjukan bahwa di masa pandemi Covid-19, yakni kopi instan kemasan sachet dan kopi instan ala coffee shop menurun kegiatannya di luar rumah dengan beralih membeli produk kopi secara online. Pada sebelum pandemi. kondisi pandemi, kalangan remaja bukan hanya sekadar memenuhi hasrat diri namun juga tetap memperhatikan aturan keselamatan dan kesehatan diri (Putri. Gambar 4. Jenis Produk Kopi Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19. Sumber: Analisis Data Primer . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 Berdasarkan data pada Gambar 4 menunjukan bahwa, kopi ala coffee shop konsumen mengeluarkan biaya sebesar menjadi jenis kopi yang paling diminati kurang dari Rp50. 000,- untuk konsumsi Coffee menjadi pilihan mayoritas responden Jumlah Konsumsi Kopi yaitu Janji Jiwa dengan varian rasa yang Jumlah paling diminati yaitu caffe latte. Pengeluaran rata-rata merupakan dalam rupiah. Aspek pengeluaran dalam uangnya untuk memperoleh produk kopi. dan saat pandemi responden dalam satu minggu didominasi oleh kategori lebih Tidak sebelum pandemi. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Sudiyarto . , tersebut saat masa pandemi. Hal ini mengonsumsi kopi sebanyak lebih dari terdapat peningkatan maupun penurunan bahwa saat pandemi, mahasiswa yang didominasi oleh kategori kurang dari Rp Terdapat tersebut saat masa pandemi. Diketahui rata-rata responden untuk produk kopi bahwa, pada penelitian ini pengeluaran bahwa, jumlah konsumsi kopi sebelum Data pada Tabel 5 menunjukan Data pada Tabel 6 menunjukan Tabel 5. Pengeluaran Rata-rata Produk Kopi Sebelum Saat Pengeluaran Pandemi Pandemi Rata-rata Tidak O Rp 50. > Rp 50. Sumber: Analisis Data Primer . Tabel 6. Jumlah Konsumsi Kopi Sebelum Saat Jumlah Pandemi Pandemi Konsumsi Tidak O 750ml > 750ml Sumber: Analisis Data Primer . produk minuman kopi yang dinyatakan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kuantitas atau banyaknya produk kopi Pengeluaran Rata-rata sebanyak 2 cangkir dalam sehari yang Rachmatunnissa dan Deliana . , mengartikan mengonsumsi kopi lebih PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukma Ayu Hanipradja. Elly Rasmikayati. Bobby Rachmat Saefudin dari 750ml dalam seminggu. Hal ini tidak yaitu 1-3 kali dalam seminggu. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Febriana tidak sejalan dengan hasil penelitian . , yang menyatakan bahwa jumlah Utama . , yang menyatakan bahwa kopi yang dikonsumsi sebagian besar respondennya yaitu 2 kali dalam sehari. jumlah 240 ml yang berartikan kurang Hal ini juga tidak sejalan dengan hasil dari 750ml. penelitian Maciejewski . , yang Frekuensi Konsumsi Kopi produk kopi dalam seminggu. konsumen terhadap produk yang dibeli dan dikonsumsinya (Natawidjaja, et al. produk yang diterima maupun kualitas pelayanan yang diterima (Rasmikayati, et responden pada kategori tersebut saat , 2. masa pandemi. Diketahui bahwa saat Tabel 8. Tingkat Kepuasan Produk Kopi Sebelum Saat Tingkat Pandemi Pandemi Kepuasan Tidak Kurang Puas Puas Sumber: Analisis Data Primer . pandemi, mahasiswa yang mengonsumsi kopi dengan frekuensi 1-3 kali dalam dibandingkan dengan sebelum pandemi. Ekawati . , pelanggan terpenuhi baik itu dari kualitas Terdapat peningkatan frekuensi Kepuasan menggambarkan sejauh mana harapan minggu didominasi oleh kategori 1-3 pascapembelian seperti tingkat kepuasan dan saat pandemi responden dalam satu produk, namun tetap berlanjut pada tahap bahwa, frekuensi konsumsi kopi sebelum Perilaku konsumen tidak terhenti Data pada Tabel 7 menunjukan Evaluasi Produk Kopi Tabel 7. Frekuensi Konsumsi Kopi Sebelum Saat Frekuensi Pandemi Pandemi Konsumsi Tidak 1-3 kali Ou 4 kali Sumber: Analisis Data Primer . Hal kali perharinya. hitungan mahasiswa dalam mengonsumsi respondenya mengonsumsi kopi 1-2 Frekuensi konsumsi kopi adalah Data pada Tabel 8 menunjukan respondennya dalam mengonsumsi kopi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 dikonsumsinya didominasi oleh kategori puas dan sebagian besar responden akan konsumen akan berampak baik pada merasa puas dengan produk kopi yang keyakinan dan sikap konsumen terhadap memiliki cita rasa yang nikmat. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ketidakpuasan yang dirasakan konsumen Widagdo akan berdampak buruk pada keyakinan merupakan atribut yang dipertimbangkan dan sikap konsumen (Rasmikayati, et al. oleh konsumen dan memiliki daya tarik bagi konsumen untuk membeli produk Kepuasan evaluasi responden terhadap produk kopi Tabulasi Silang antara Karakteristik Responden Perubahan Perilaku Konsumsi Kopi yang biasa dikonsumsinya pada saat Berikut hasil tabulasi silang antara Diketahui bahwa saat pandemi, karakteristik responden dengan variabel mahasiswa yang menilai produk kopi perilaku konsumen kopi yaitu jumlah dengan kategori puas menurun sebanyak sebelum dan saat pandemi Covid-19: Terdapat Tabel 9. Tabulasi Silang antara Karakteristik Responden dengan Jumlah Konsumsi Kopi Tidak Jumlah Konsumsi Karakteristik Mengonsumsi O750ml/minggu >750ml/minggu Responden Sebelum Saat Sebelum Saat Sebelum Saat Perempuan Jenis Kelamin Laki-laki Jumlah Tempat Tinggal Kos Rumah Jumlah Uang Saku . O1 Jumlah Sumber: Analisis Data Primer . Data pada Tabel 9 menunjukan mayoritas responden yang mengonsumsi responden yang mengonsumsi kopi lebih kopi adalah responden yang berjenis dari 750ml dalam seminggu mayoritas kelamin perempuan. Pada sebelum pandemi responden selisih sebesar 5%. Hal tersebut juga yang mengonsumsi kopi lebih dari 750ml selaras dengan hasil penelitian oleh Safira banyak ditemukan pada responden yang PERILAKU KONSUMEN KOPI DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukma Ayu Hanipradja. Elly Rasmikayati. Bobby Rachmat Saefudin bertempat tinggal di kos, namun saat responden yang memiliki uang saku rata- pandemi pada responden yang bertempat rata O Rp1. 000 per bulan dengan tinggal di rumah dengan selisih sebesar selisih sebesar 3%. Hasil menunjukan Menurut Mardiyati . , tempat menurun, namun hal tersebut tidak Mahasiswa yang bertempat tinggal di kos mengonsumsi kopi. Menurut Deliens rata-rata memiliki kebiasaan mencari . , responden dengan uang saku makanan atau minuman diluar, namun mahasiswa yang bertempat tinggal di dengan harga yang lebih rendah untuk menekan pengeluaran. Dalam penelitian Sebelum pandemi, responden yang Wahyudi . mengonsumsi kopi lebih dari 750ml banyak ditemukan pada responden yang pengeluaran konsumsi dengan jumlah Rp1. 001-Rp3. rata-rata berbeda-beda sedangkan pada masa pandemi pada Tabel 10. Tabulasi Silang antara Karakteristik Responden dengan Frekuensi Konsumsi Kopi Tidak Frekuensi Konsumsi Karakteristik Mengonsumsi 1-3 kali/minggu >4 kali/minggu Responden Sebelum Saat Sebelum Saat Sebelum Saat Perempuan Jenis Kelamin Laki-laki Jumlah Kos Tempat Tinggal Rumah Jumlah O1 Uang Saku . 1-3 Jumlah Sumber: Analisis Data Primer . Data pada Tabel 10 menunjukan dalam seminggu banyak ditemukan pada responden berjenis kelamin perempuan dengan selisih 5%, sedangkan responden dalam mengonsumsi produk kopi 1-3 kali Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. :1338-1356 mengonsumsi produk kopi lebih dari 4 juta rupiah per bulan, sedangkan saat kali dalam seminggu banyak ditemukan pada responden berjenis kelamin laki-laki kurang dari 1 juta rupiah per bulan. dengan selisih 16%. Hal ini sejalan Terdapat dengan pernyataan Ilham . , yang perilaku konsumen dalam mengonsumsi menyatakan bahwa laki-laki cenderung kopi saat pandemi Covid-19. Mahasiswa yang mendapatkan informasi mengenai dibandingkan perempuan. produk kopi melalui kurang dari 3 Sebelum pandemi responden yang sumber informasi meningkat sebesar 1%. Mahasiswa yang melakukan pembelian produk kopi pada kurang dari 3 tempat responden mayoritas bertempat tinggal di Mahasiswa yang mengonsumsi kedua jenis produk kopi yakni kopi instan dirumah dengan selisih 34%. Sebelum sachet dan kopi ala coffee shop menurun sebesar 8%. Tidak terdapat perubahan memiliki frekuensi dalam mengonsumsi pengeluaran rata-rata yang dikeluarkan produk kopi 1-3 kali dalam seminggu mahasiswa untuk produk kopi dalam satu banyak ditemukan pada responden yang minggu yaitu tetap sebesar kurang dari memiliki uang saku rata-rata kurang dari Rp 50. 000 dalam seminggu. Mahasiswa Rp1. 000 per bulan dengan selisih yang mengonsumsi kopi sebanyak lebih dari 750ml dalam satu minggu menurun sebesar 7%. Mahasiswa yang memiliki frekuensi konsumsi kopi 1-3 kali dalam KESIMPULAN Karakteristik satu minggu meningkat sebesar 20%. mengonsumsi minuman kopi mayoritas Mahasiswa yang merasa puas dengan produk kopi yang biasa dikonsumsinya perempuan, sebelum pandemi bertempat menurun sebesar 4%. tinggal di kos, sedangkan saat pandemi bertempat tinggal di rumah, dan sebelum DAFTAR PUSTAKA