WADIAH: Jurnal Perbankan Syariah Vol 10. No 2 . : Hal 90 - 114 DOI : https://doi. org/10. 30762/wadiah. Stabilitas Bank Syariah Vs Bank Konvensional: Mana Yang Lebih Tangguh? Achmad Raihan RafliA. Aufar Fadlul HadyA. Rachma IndrariniA. Arva Athallah SusantoA Universitas Negeri Surabaya. Universitas TrunojoyoA. Universitas AirlanggaA. Jawa Timur. Indonesia 23108@mhs. idA, aufar. fhady@trunojoyo. idA , rachmaindrarini@unesa. idA , arvaathallah@gmail. comA Abstract This study analyzes the comparison of stability between Islamic banks and conventional banks in Indonesia using the financial indicators CAR. NPF. FDR, and ROA for the period 2019-2024. This period was chosen because it is crucial for the banking sector. The approach used is a quantitative method using secondary data from the banks' annual financial statements. The sample was determined by targeted selection, resulting in 11 Islamic banks and 14 conventional banks being selected. The analysis was performed using a descriptive statistical approach and the Mann-Whitney The results show that Islamic banks are superior in terms of CAR and ROA, indicating better capital strength and profitability. However, conventional banks are superior in terms of NPF. In terms of liquidity, both types of banks are relatively balanced. The Mann-Whitney test confirmed significant differences in the CAR variable, but not in NPF. FDR, and ROA. These results have practical implications for bank management to strengthen risk management strategies. In addition, the research findings can serve as a reference for regulators and other stakeholders to formulate adaptive supervisory policies to maintain national financial stability. Keywords: Bank stability. Islamic banks. Conventional banks. CAR. NPF. FDR. ROA Abstrak Penelitian ini menganalisis perbandingan stabilitas antara bank syariah dan bank konvensional di Indonesia menggunakan indikator keuangan CAR. NPF. FDR, dan ROA selama periode 2019-2024. Periode ini dipilih karena | DOI: http://10. 30762/wadiah. merupakan periode krusial bagi sektor perbankan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan bank. Sampel ditentukan melalui sampling purposif yang menghasilkan 11 bank syariah dan 14 bank konvensional. Analisis dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif serta uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan CAR dan ROA bank syariah unggul, mengindikasikan kekuatan modal dan profitabilitas yang lebih baik. Namun. NPF bank konvensional lebih unggul. Dalam hal likuiditas, kedua jenis bank relatif seimbang. Uji Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan pada variabel CAR, namun tidak pada NPF. FDR, dan ROA. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi manajemen bank untuk memperkuat strategi pengelolaan risiko. Lebih lanjut, hasil penelitian dapat dijadikan acuan oleh regulator serta pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan pengawasan yang adaptif untuk menjaga stabilitas keuangan nasional. Kata Kunci: Stabilitas Bank. Bank Syariah. Bank Konvensional. CAR. NPF. FDR. ROA. PENDAHULUAN Perbankan memegang peranan penting dalam memastikan kestabilan finansial serta kemajuan ekonomi nasional. Sebagai lembaga intermediasi, bank memiliki peran untuk menghimpun dana milik masyarakat dan mendistribusikan kembali kepada masyarakat secara efektif dan efisien, serta menyediakan berbagai jasa keuangan 1 Peran ini menjadikan perbankan sebagai salah satu penggerak dalam mendorong aktivitas ekonomi dan investasi. sebaliknya, apabila fungsi perbankan tidak berjalan stabil dan efisien, maka pertumbuhan ekonomi pun dapat terhambat. Sistem perbankan di Indonesia secara umum mengakui dua kategori bank umum, yaitu bank umum syariah dan bank umum Sebagaimana yang tertera pada UU no 21 Tahun 2008 mengenai perbankan syariah, kedua jenis bank ini memiliki kesamaan Ely Eka Saputri. Siti Elita, and Anisatul Kamilah. AuAnalisis Perkembangan Perbankan Syariah Di Indonesia Dengan Melaksanakan Spin Off Pada Unit Usaha Syariah,Ay Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah Dan Akuntansi 1, no. : 01Ae10, https://doi. org/10. 61132/jiesa. Ahmad Fatoni and Sahabudin Sidiq. AuAnalisis Perbandingan Stabilitas Sistem Perbankan Syariah Dan Konvensional Di Indonesia,Ay Ekspansi: Jurnal Ekonomi. Keuangan. Perbankan Dan Akuntansi 11, no. : 179Ae98, https://doi. org/10. 35313/ekspansi. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. peran untuk memberikan layanan dalam kegiatan lalu lintas 3 Meskipun memiliki kesamaan, kedua jenis bank ini berjalan dengan sistem operasional yang berbeda. Bank Konvensional mengandalkan bunga sebagai sistem memperoleh pendapatan sedangkan Bank Syariah menjauhi sistem bunga dengan menerapkan prinsip bagi hasil. Kestabilan industri perbankan mempengaruhi efektivitas pelaksanaan kebijakan moneter suatu negara. 4 Bank Konvensional bersama dengan Bank Syariah ikut berperan dalam menjaga kebijakan moneter. 5 Meskipun bank syariah baru hadir di Indonesia tahun 1992, jauh setelah eksistensi bank konvensional. Seiring berjalan waktu, bank syariah menunjukkan perkembangan yang Menurut data OJK, jumlah aset perbankan syariah pada tahun 2024 berada di angka senilai Rp 980,30 triliun. Tumbuh 9,88 dari tahun sebelumnya dan terus menunjukkan pertumbuhan meskipun masih belum sebesar perbankan konvensional yang mencapai Rp 460 Triliun. Periode 2019Ae2024 menjadi masa yang krusial bagi perbankan nasional. Pandemi COVID-19, perubahan kebijakan suku bunga, dan dinamika ekonomi global memberikan tekanan terhadap stabilitas keuangan perbankan yang tercermin dari turunnya profitabilitas, risiko kredit meningkat, dan kinerja pembiayaan turun. Asriani Muhri et al. AuAnalisis Perbandingan Stabilitas Bank Syariah Dan Bank Konvensional,Ay Owner: Riset & Jurnal Akuntansi 7, no. : 346Ae66, https://doi. org/https://doi. org/10. 33395/owner. Teguh Santoso. Irlan Adiyatma Rum, and Kinanti Z Patria. AuIslamic and Conventional Banks Stability : A Comparative Analysis,Ay Atlantis Press, 2016, 8Ae13, https://doi. org/https://doi. org/10. 2991/imm-16. Fellasufah Diniyah. AuStabilitas Bank Syariah Dan Bank Konvensional Di Indonesia: Comparative Analylis,Ay SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah Dan Ekonomi Syariah 5, no. : 66Ae80, https://doi. org/10. 59636/saujana. Reyhan Fernanda Fajahriza. AuAset Perbankan RI Terkini Tembus Rp12. Triliun, 4 Bank Ini Mendominasi,Ay Finansial. Bisnis. Com, 2024, https://finansial. com/read/20240926/90/1802495/aset-perbankan-ri-terkinitembus-rp120124-triliun-4-bank-ini-mendominasi. Tika Apriliana Wati and Hari Karyadi. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Di Indonesia Periode 2018-2023,Ay Jurnal Strategi Bisnis (JSB) 13, no. : 10Ae19. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Kondisi ini mendorong perlunya kajian stabilitas keuangan Hal ini penting untuk menilai kemampuan bank dalam mempertahankan tingkat stabilitas keuangannya dan melihat seberapa jauh kedua perbankan dalam menghadapi tekanan Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan hasil temuan yang bervariasi. Yusuf et al menyatakan CAR dan NPF pada kedua bank memiliki perbedaan signifikan, sementara pada FDR dan ROA tidak menunjukkan perbedaan. 8 Studi lain oleh Kurniawan & Arfiansyah menyatakan hanya ROA yang terdapat perbedaan 9 Studi oleh Wati & Karyadi menunjukkan kinerja rasio CAR. FDR. NPF serta ROA bank syariah lebih baik. 10 Lebih jauh pada skala literatur internasional, studi yang membandingkan bank syariah dan bank konvensional juga menyatakan hasil yang beragam. Studi oleh Jarbou et al. dan Chaffai menyatakan bahwa kedua bank tidak ada perbedaan secara kinerja dan efisiensi. 11 Majeed & Zainab menemukan bahwa bank syariah memiliki keunggulan dibandingkan bank konvensional. 12 Sementara Ghouse et al. menemukan bahwa bank konvensional lebih unggul. 13 Perbedaan Norfa A Yusuf et al. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank Syariah,Ay Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi Bisnis. Kewirausahaan 11, 2 . Yogi Kurniawan and Mufti Arief Arfiansyah. AuAnalisis Komparasi Kinerja Keuangan Bank Syariah Dengan Bank Non Syariah Di Indonesia,Ay Journal of Sharia Economics 6, no. : 131Ae51. Wati and Karyadi. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Di Indonesia Periode 2018-2023. Ay Samah Ibrahim Jarbou. Ana Irimia-di, and Manuela Prieto-Rodryguez. AuFinancial Performance of Islamic and Conventional Banks in MENA Region : A GLS Approach,Ay Journal of Islamic Accounting and Business Research April . , https://doi. org/10. 1108/JIABR-11-2023-0380. Mohamed el Arbi Chaffai. AuAre Islamic Banks More Efficient Than Conventional Banks? The Meta-Regression Verdict,Ay Economic Research Forum, 2020, 1Ae22. Muhammad Tariq Majeed and Abida Zainab. AuA Comparative Analysis of Financial Performance of Islamic Banks -Vis Conventional Banks : Vis- a Evidence from PakistanAy 13, no. : 331Ae46, https://doi. org/10. 1108/IJIF-08-2018-0093. Ghulam Ghouse et al. AuBorsa _ Istanbul Review Performance of Islamic vs Conventional Banks in OIC Countries : Resilience and Recovery during Covid-19,Ay Borsa Istanbul Review 22 . : S60Ae78, https://doi. org/10. 1016/j. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. temuan ini menunjukkan adanya research gap yang membuka ruang untuk mengkaji kembali terutama pada periode pandemi dalam skala Periode 2019-2024 dalam penelitian ini menjadi novelty utama karena rentang waktu tersebut memungkinkan analisis yang lebih komprehensif dan terbaru terhadap ketahanan perbankan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Periode ini mencakup masa sebelum pandemi, masa disrupsi ekonomi akibat pembatasan sosial selama pandemi COVID-19, hingga masa pemulihan ekonomi Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya berfokus pada periode sebelum atau saat krisis dan belum Stabilitas perbankan merupakan kondisi di mana sistem keuangan mampu menjalankan fungsinya dengan baik tanpa mengalami gangguan serta risiko keuangan yang muncul dapat diukur dan dikendalikan. Selain itu, stabilitas perbankan juga mencerminkan kemampuan sistem keuangan dalam bertahan dari gejolak internal maupun eksternal, sehingga fungsi intermediasi bank tetap berjalan secara optimal. 14 Dalam perbankan, stabilitas sistem keuangan umumnya mencakup beberapa indikator utama keuangan, seperti kecukupan modal, likuiditas, kualitas aset, dan profitabilitas bank sebagai ukuran kesehatan dan ketahanan sistem perbankan. Teori stabilitas perbankan dalam penelitian ini digunakan sebagai landasan untuk menganalisis kondisi stabilitas bank berdasarkan indikator-indikator tersebut. Tujuan utama dari penelitian ini ialah menganalisis stabilitas kedua jenis bank di Indonesia selama periode pandemi yakni tahun 2019-2024 melalui kajian komparatif empat kinerja keuangan utama. Capital Adequacy Ratio (CAR), digunakan sebagai indikator Rasio ini mencerminkan kemampuan bank dalam Rachmawati. Belliwati Kosim, and Mister Candera. AuFinancial Inclusion Dan Stabilitas Perbankan : Bukti Empiris Bank Yang Signifikan Pada Sektor Perbankan . Sektor Perbankan Memiliki Peran Penting Sebagai Fasilitator,Ay Lokawati : Jurnal Penelitian Manajemen Dan Inovasi Riset 3, no. : 28Ae51, https://doi. org/https://doi. org/10. 61132/lokawati. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. menyediakan modal untuk menunjang aset yang berisiko. NonPerforming Financing (NPF) sebagai cerminan dari kualitas aset. Financing to Deposit Ratio (FDR), sebagai proksi indikator likuiditas. Rasio ini melihat sejauh mana dana pihak ketiga tersalurkan. Return of Assets (ROA), rasio yang mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aset untuk menghasilkan 17 Dalam hal ini digunakan sebagai pengukur indikator Perbedaan sistem operasional yang dijalankan oleh bank syariah dan bank konvensional berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan dan tingkat stabilitas masing-masing bank. Bank syariah dalam aktivitasnya menerapkan prinsip bagi hasil yang menekankan keadilan dan menjauhi riba. Sehingga lebih menekankan kehatihatian dalam operasionalnya. Sebaliknya, bank konvensional menggunakan sistem bunga yang berfokus pada maksimalisasi keuntungan serta memberikan kepastian pendapatan, namun lebih sensitif terhadap kebijakan perubahan suku bunga dan kondisi pasar Hal ini berpotensi menimbulkan perbedaan dalam pengelolaan modal, pembiayaan atau pinjaman, likuiditas, dan profitabilitas pada kedua jenis bank. Islamic Banking Resilience Theory menjelaskan bahwa bank syariah memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi dan guncangan ekonomi karena sistem dari bank syariah yang menggunakan prinsip risk sharing, pembiayaan berbasis aset riil serta menghindari bunga dan spekulasi berlebihan sehingga lebih Benny Nurzikri Rahim. AuPengaruh Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Rati. Yang Memperhitungkan Risiko Kredit Dan Risiko Pasar Terhadap Profitabilitas. Fungsi Intermediasi Dan Risiko Perbankan,Ay Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan 4, no. : 245Ae62. Aris Munandar. AuFaktor Ae Faktor Yang Memengaruhi Financing to Deposit Ratio (FDR) Serta Implikasinya Terhadap Return of Assets (ROA) Dan Net Operatiing Margin (NOM) Pada Bank Umum Syariah Periode Januari 2014 - September 2021,Ay Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Ekonomi Syariah 7, no. : 105Ae16. Wahyu Agung Panji Subekti and Guntur Kusuma Wardana. AuPengaruh CAR. Asset Growth. BOPO. DPK. Pembiayaan. NPF Dan FDR Terhadap ROA Bank Umum Syariah,Ay INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis Dan Manajemen Indonesia 5, no. : 270Ae85, https://doi. org/10. 31842/jurnalinobis. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. terhubung dengan sektor riil ekonomi. 18 Oleh sebab itu. Islamic Banking Resilience Theory juga digunakan dalam penelitian untuk menjelaskan bahwa perbedaan prinsip operasional antara bank syariah dan bank konvensional dapat mempengaruhi perbedaan kinerja dan stabilitas keuangan bank yang tercermin oleh indikator CAR. NPF. FDR, dan ROA. Asumsi tersebut juga didukung oleh berbagai studi terdahulu. Yusuf et al. menyatakan CAR dan NPF pada kedua bank terdapat 19 Kemudian penelitian oleh Mailindra menunjukkan bahwa NPF dan FDR pada kedua bank memiliki perbedaan 20 Safarda et al dan Kurniawan & Arfiansyah menyatakan bahwa ROA pada kedua bank memiliki perbedaan signifikan. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan belum terdapat konsensus mengenai stabilitas perbankan syariah dan konvensional. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : H1 : CAR pada bank syariah dan bank konvensional memiliki perbedaan signifikan H2 : NPF pada bank syariah dan bank konvensional memiliki perbedaan signifikan H3 : FDR pada bank syariah dan bank konvensional memiliki perbedaan signifikan Tauhidul Islam Tanin et al. AuResilience and Performance of Islamic and Conventional Banks amid Oil Price Uncertainty,Ay Energy Economics 148, no. April . : 108637, https://doi. org/10. 1016/j. Yusuf et al. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank Syariah. Ay Wiyan Mailindra et al. AuComparative Study of Financial Performance of Islamic Banks and Conventional Banks in Indonesia,Ay Jurnal IE Proceeding of 1st International Conference on Islamic Economics. Islamic Banking. Zakah and Waqf, 2023, 55Ae70. Resfauzi Norma Safarda. Rofiul Wahyudi, and Ferry Khusnul Mubarok. AuIslamic and Conventional Banking : A Comparison of Financial Performance During the Covid-19 Pandemic,Ay Journal of Islamic Economic and Business Research 3, no. August 2020 . : 83Ae96. Kurniawan and Arfiansyah. AuAnalisis Komparasi Kinerja Keuangan Bank Syariah Dengan Bank Non Syariah Di Indonesia. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. H4 : ROA pada bank syariah dan bank konvensional memiliki perbedaan signifikan METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi yang mencakup seluruh Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional yang beroperasi di Indonesia. Data yang digunakan bersifat sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan tahunan setiap bank tahun 2019 Ae 2024 yang disediakan oleh OJK dan diakses pada tahun 2025. Unit analisis dalam penelitian ini berupa data rasio keuangan bank yang meliputi Capital Adequacy Ratio (CAR). Non-Performing Financing (NPF). Financing to Deposit Ratio (FDR) , dan Return of Assets (ROA) pada bank syariah dan bank konvensional selama periode penelitian. Proses pengumpulan data dilaksanakan dengan metode dokumentasi, yakni pengumpulan informasi dengan cara menelusuri, menelaah, dan mencatat data pada catatan, majalah, laporan dan lain yang terkait dengan objek 23 Adapun pemilihan sampel melalui metode Purposive Sampling, pemilihan sampel berdasarkan serangkaian pertimbangan tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. 24 Dasar pemilihan sampel ditetapkan melalui kriteria sebagai berikut : Bank telah menerbitkan laporan keuangan tahunan selama periode Data laporan keuangan dapat diakses secara publik dan lengkap dengan data CAR. NPF. FDR, dan ROA Bank tidak mengalami pembubaran atau merger selama periode Bank tidak memiliki nilai CAR. NPF. FDR, dan ROA yang dianggap Khosiah. Hajrah, and Syafril. AuPersepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pemerintah Membuka Area Pertambangan Emas Di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima,Ay Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan 1, no. : 141Ae49. Sugiyono. METODE PENELITIAN KUANTITATIF KUALITATIF DAN R&D, ed. Sutopo. Edisi 2 (Bandung: CV ALFABETA, 2. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Berdasarkan kriteria tersebut, maka terpilih sampel sebanyak 11 bank syariah dan 14 bank konvensional dengan rincian terlampir sebagai Tabel 1 Sampel Bank Syariah dan Bank Konvensional Bank Syariah Bank Konvensional Bank BCA Syariah Bank BCA Bank Muamalat Bank Mandiri Bank BTPN Syariah Bank BRI Bank Victoria Syariah Bank BNI Bank Mega Syariah Bank BTN Bank Bukopin Syariah Bank Mega Bank BPD NTB Syariah Bank Jatim Bank Aceh Syariah Bank Danamon Bank Riau Kepri Syariah Bank Permata Bank Panin Dubai Bank Panin Syariah Bank BJB Syariah Bank BJB Bank OCBC NISP Bank Maybank Bank Mayapada Sumber : Data diolah peneliti Penelitian ini menggunakan uji analisis data yang mencakup analisis statistik deskriptif serta uji mann-whitney. Uji mann-whitney merupakan metode statistik non-parametrik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan antara dua kelompok independen atau bebas yang berskala ordinal, interval atau rasio dimana data tersebut tidak terdistribusi normal. 25 Dalam penelitian ini, kedua kelompok independen yakni bank syariah dan bank konvensional. Sebelum uji hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas untuk mengetahui distribusi data penelitian. Hasil menunjukkan nilai signifikasi keseluruhan data lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat Deltha Selpia et al. AuPenerapan Uji Mann-Whitney Dalam Perbandingan Prestasi Akademik Mahasiswa Statistika Universitas Hamzanwadi Angkatan 2022 Dan 2023,Ay Jurnal Exbar: Program Studi Statistika Universitas Hamzanwadi 2, no. : 19Ae28. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. disimpulkan data bahwa tidak terdistribusi secara normal karena tidak memenuhi kriteria normalitas data. Dengan demikian, kriteria penggunaan uji parametrik tidak terpenuhi, sehingga uji beda nonparametrik mann-whitney dipilih sebagai metode analisis yang paling Data pada penelitian diolah melalui tahapan editing, tabulasi, dan input data menggunakan bantuan software microsoft excel sebelum dilakukan analisis statistik. Kemudian analisis statistik data dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak IBM SPSS versi 26 Penelitian ini menggunakan data kinerja keuangan bank berupa rasio CAR. NPF. FDR, dan ROA yang diperoleh dengan pengukuran sebagai berikut : Tabel 2 Pengukuran data PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan stabilitas bank syariah dengan bank konvensional dengan membandingkan indikator kinerja keuangan bank berupa rasio CAR. NPF. FDR, dan ROA. Data dianalisis melalui dua pendekatan yakni analisis statistik deskriptif dan uji mann-whitney. Analisis statistik deskriptif dilakukan guna menyajikan gambaran secara komprehensif mengenai karakteristik data CAR. NPF. FDR, dan ROA pada bank syariah dan bank konvensional. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Pendekatan ini membantu dalam menganalisa tren, pola, serta stabilitas kedua bank selama periode 2019-2024. Selanjutnya, uji mann-whitney diterapkan guna menguji perbedaan signifikan antara kedua jenis bank. Analisis Statistik Deskriptif Tabel 3 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Bank Min Max Mean Std. Deviation CAR Syariah Konvensional 6 Syariah Konvensional 6 FDR/LD Syariah Konvensional 6 ROA Syariah Konvensional 6 NPF Sumber : Data diolah menggunakan SPSS . Data yang dianalisis dalam statistik deskriptif merupakan hasil rata-rata tahunan dari seluruh sampel bank syariah dan bank konvensional pada setiap periode pengamatan, sehingga jumlah observasi yang digunakan sebanyak enam data pada setiap kelompok bank yang ditunjukkan oleh Nilai N pada tabel. Hasil pada tabel analisis statistik deskriptif menunjukkan rata-rata CAR bank syariah memiliki nilai 30,40. Sedangkan CAR milik bank konvensional memiliki nilai 23,38. Angka ini mengindikasikan bahwa permodalan bank syariah berada pada posisi yang lebih kuat dibanding bank konvensional. Pada indikator NPF pada bank syariah mencatat rata-rata 1,35 sedikit melampaui rerata dari P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. bank konvensional sebesar 1,05. Kondisi ini menandakan kualitas kredit pada bank konvensional relatif lebih baik. Ratarata FDR yang dimiliki oleh bank syariah menghasilkan nilai sebesar 82,86 sedangkan FDR bank konvensional sebesar 82,51, selisih nilai yang cukup tipis dengan bank syariah yang lebih tinggi 0,15. Kondisi ini mencerminkan bahwa kedua bank cukup baik dalam menyalurkan dana. Pada ROA bank syariah, rata-rata yang dimiliki senilai 2,53, melebihi ROA bank konvensional yang berada di angka 1,93 yang berarti kemampuan bank syariah dalam menghasilkan laba melalui pemanfaatan aset lebih unggul dan efektif. Uji Mann-Whitney Tabel 4 Uji Mann-Whitney CAR NPF FDR ROA Mann Whitney Wilcoxon W Asymp. Sig. - 0. Sumber : Data diolah menggunakan SPSS . Berdasarkan tabel uji mann-whitney, terdapat perbedaan signifikan pada variabel CAR yang ditunjukan oleh angka Asymp sig. -taile. yang menghasilkan nilai sebesar 0,016, lebih kecil dari 0,05. Maka dari itu H1 diterima. Sementara itu perbedaan yang signifikan tidak dimiliki oleh variabel NPF. FDR, dan ROA, dikarenakan nilai Asymp sig. NPF sebesar 0,199. FDR sebesar 1,000 dan ROA sebesar 0,297, yang semuanya melebihi angka 0,05. Dengan P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. demikian H2. H3, dan H4 ditolak. Secara statistik, hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada sebagian besar indikator keuangan kedua perbankan, hanya satu variabel yang memiliki perbedaan signifikan. Pembahasan Perbedaan CAR bank syariah dan bank konvensional Hasil uji analisis mengindikasikan adanya perbedaan signifikan pada CAR kedua bank selama periode pandemi dengan bank syariah yang memiliki CAR lebih unggul. Temuan ini mencerminkan kemampuan bank syariah yang lebih baik dalam menjaga kecukupan modal dan menyerap potensi kerugian. Nilai CAR yang semakin tinggi menandakan kapasitas bank yang semakin baik dalam mengelola setiap aset produktif yang mengandung risiko. 26 Standar CAR ideal yang ditentukan oleh Bank Indonesia berada di minimal 8%, sehingga kedua jenis bank berada dalam kondisi stabil karena persentase CAR yang lebih dari 8%. Temuan ini menunjukkan bahwa bank syariah pada periode 2019-2024 lebih kuat dalam struktur permodalan. Perbedaan rerata CAR ini menunjukkan bank syariah cenderung mempertahankan struktur permodalan yang lebih kokoh melalui strategi pengelolaan aset dan penyaluran dana Tindakan memungkinkan porsi modal yang digunakan sebagai penopang risiko tetap tinggi. Di sisi lain, bank konvensional yang menggunakan sistem bunga akan memiliki aliran pendapatan yang lebih pasti sehingga struktur modal operasional tanpa menambah cadangan modal secara Pola ini menjelaskan perbedaan CAR antara kedua Lita Nur Hidayati. AuPengaruh Kecukupan Modal (CAR). Pengelolaan Kredit (NPL). Dan Likuiditas Bank (LDR) Terhadap Probabilitas Kebangkrutan Bank (Studi Pada Bank Umum Swasta Devisa Yang Tercatat Di BEI Tahun 2009 - 2. ,Ay Jurnal Ilmu Manajemen 12, no. : 38Ae50. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Temuan ini juga mengonfirmasi bahwa dalam menghadapi tekanan ekonomi, bank syariah lebih stabil dibandingkan bank konvensional. Rerata CAR tinggi pada bank syariah memungkinkan bank tetap menjaga kecukupan modal tanpa mengganggu operasi. Meskipun CAR bank konvensional lebih rendah, namun bank konvensional juga berada pada kondisi stabil dan memiliki modal yang cukup. Hasil penelitian ini memperkuat teori Islamic Banking Resilience yang menjelaskan ketahanan bank syariah lebih baik dalam menghadapi guncangan ekonomi. Permodalan yang kuat pada bank syariah menunjukkan kemampuan lebih baik dalam menjaga stabilitas keuangan di tengah tekanan ekonomi , sehingga bank syariah dinilai lebih adaptif dalam menghadapi krisis ekonomi dan ketidakpastian pasar Selain itu, hal ini juga memperkuat argumentasi bahwa prinsip operasional bank syariah berkontribusi terhadap permodalan yang lebih stabil. Strategi pengelolaan aset dan penyaluran dana yang lebih konservatif dapat menekan eksposur risiko. Kondisi tersebut menyebabkan bank syariah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyerap potensi kerugian selama periode tekanan ekonomi. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan temuan Yusuf et al yang menemukan perbedaan signifikan pada CAR. 27 Serta studi oleh Wati & Karyadi yang menunjukkan keunggulan kinerja CAR bank syariah. 28 Selain itu, penelitian ini juga sejalan dengan studi internasional oleh Majeed & Zainab yang menyatakan kecukupan modal bank syariah lebih baik. Sebaliknya, temuan ini bertentangan dengan Safarda et al. yang menemukan bahwa CAR pada kedua jenis bank tidak terdapat perbedaan signifikan, meskipun CAR bank syariah Yusuf et al. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank Syariah. Ay Wati and Karyadi. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Di Indonesia Periode 2018-2023. Ay Majeed and Zainab. AuA Comparative Analysis of Financial Performance of Islamic Banks -Vis Conventional Banks : Vis- a Evidence from Pakistan. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. tercatat yang lebih unggul. 30 Perbedaan hasil ini kemungkinan karena perbedaan sampel yang diambil, sehingga CAR bank syariah yang lebih unggul belum cukup untuk menghasilkan perbedaan signifikan. Perbedaan NPF bank syariah dan bank konvensional Hasil analisis data terhadap rasio NPF tidak menemukan perbedaan signifikan pada kedua jenis Rasio NPF bank konvensional menunjukkan hasil lebih rendah, yang menandakan kualitas kredit lebih sehat dan pengelolaan risiko yang lebih efektif. Walaupun bank konvensional mencatat persentase NPF yang lebih rendah dibandingkan bank syariah, tetapi masih belum cukup untuk menghasilkan perbedaan signifikan secara statistik. Kondisi ini menunjukkan kualitas aset kedua jenis bank kurang lebih sama kuatnya dengan rerata NPF yang berada dalam kondisi normal sebagaimana regulasi bank indonesia yakni dibawah Sehingga dapat disimpulkan bahwa stabilitas kedua bank terjaga dalam hal ini. Hasil seperti ini dapat muncul kemungkinan bisa dikarenakan beberapa alasan. Kedua jenis bank sebenarnya sama-sama menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan dana. Seleksi debitur, pemantau risiko dan kredit/pembiayaan bermasalah. Sehingga perbedaan sistem operasional kemungkinan tidak menimbulkan perbedaan besar dalam kualitas aset. Alasan lainnya adalah dalam penelitian ini kemungkinan terdapat variasi kondisi antar bank dalam satu kelompok. Misalnya, ada bank yang memiliki NPF yang tinggi di kedua kelompok. Ada juga yang rendah. Meskipun rata-rata menunjukkan hasil yang berbeda, variasinya terlalu besar untuk mencapai perbedaan signifikan secara statistik. Safarda. Wahyudi, and Mubarok. AuIslamic and Conventional Banking : A Comparison of Financial Performance During the Covid-19 Pandemic. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. Temuan penelitian ini menunjukkan teori Islamic Banking Resilience belum sepenuhnya tercermin pada aspek kualitas pembiayaan yang diukur melalui rasio NPF. Islamic Banking Resilience Theory menjelaskan ketahanan bank syariah yang lebih baik terhadap guncangan ekonomi. Kedua bank memang berada dalam kondisi stabilitas yang terjaga, namun hasil penelitian menunjukkan NPF bank syariah masih lebih tinggi dibandingkan bank konvensional meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Hal ini mengindikasikan bahwa prinsip operasional bank syariah belum mampu menghasilkan kualitas pembiayaan yang lebih unggul dibandingkan bank konvensional selama periode Hasil penelitian ini mendukung temuan Nurrafina et al. yang menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja NPF pada kedua bank. 31 Namun berbeda dengan Yusuf et al, dan Mailindra et al. yang menegaskan bahwa NPF pada kedua bank memiliki perbedaan signifikan. 32 Lebih lanjut, temuan ini mendukung studi internasional oleh Ghouse et al tentang kajian komparatif perbankan di negara OKI yang menunjukkan bank konvensional lebih unggul pada masa Perbedaan FDR bank syariah dan bank konvensional Hasil uji analisis rasio FDR menunjukkan tidak ditemukan perbedaan signifikan FDR pada bank syariah dan Analisis ini juga menyajikan data bahwa FDR bank syariah sedikit lebih unggul dengan selisih yang tipis. Meskipun demikian, kedua bank secara umum memiliki kinerja yang cukup serupa dan stabil terkait likuiditas serta Daffa Azura Nurrafina et al. AuIslamic and Conventional Bank Financial,Ay Ekonomi Dan Bisnis 1, no. : 85Ae95. Yusuf et al. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank SyariahAy. Mailindra et al. AuComparative Study of Financial Performance of Islamic Banks and Conventional Banks in Indonesia. Ay Ghouse et al. AuBorsa _ Istanbul Review Performance of Islamic vs Conventional Banks in OIC Countries : Resilience and Recovery during Covid-19. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. penyaluran dana kepada masyarakat. Kedua bank ini masih tergolong optimal pada FDR karena telah memenuhi standar dari Bank Indonesia yakni pada kisaran 80 hingga 100%. Hal ini merupakan bukti positif bahwa kedua bank pada periode 2019 Ae 2024 mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan Perbedaan secara angka yang cukup tipis antara kedua jenis bank menghasilkan temuan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hasil ini kemungkinan dapat disebabkan banyak hal. Selama pandemi covid-19, tekanan ekonomi menyebabkan sektor riil menurun. Dalam situasi tersebut perbankan mengalami penurunan pembiayaan dan kredit. Banyak pelaku usaha yang menahan ekspansi, sehingga penyaluran dana dari perbankan tidak terlaksana secara agresif. Hal ini menyebabkan FDR kedua bank cenderung bergerak stabil di level moderat yakni sekitar 80%. Selain itu, sumber dana pada bank juga menjadi faktor penting. Dana pihak ketiga pada bank konvensional berasal dari masyarakat yang menempatkan uang mereka pada instumen seperti deposito bunga atau tabungan. Sementara pada bank syariah, penghimpunan dana melalui instrumen syariah seperti tabungan wadiah dan deposito syariah. Krisis ekonomi saat covid-19 menyebabkan nasabah lebih berhati-hati dalam menempatkan dananya. Sehingga pertumbuhan dana pihak ketiga relatif sama pada kedua bank. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan ekonomi berdampak pada likuiditas kedua bank. Dalam perpekstif Islamic Banking Resilience Theory , temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan bank syariah tidak selalu tercermin melalui perbedaan signifikan pada seluruh indikator stabilitas. Teori ini menjelaskan prinsip bank syariah yang berbasis risk sharing dan pembiayaan sektor riill berpotensi menciptakan ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan ekonomi. Namun pada kondisi krisis seperti pandemi, kebijakan regulator dan kondisi lingkungan lebih P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. berpengaruh terhadap likuiditas perbankan dibanding sistem operasional syariah atau konvensional. Kondisi ini menyebabkan kedua bank lebih memilih untuk menjaga likuiditas pada tingkat aman demi mempertahankan kepercayaan publik, sehingga perbedaan karakteristik operasional tidak terlihat secara signifikan pada FDR. Temuan ini mendukung penelitian Nurrafina et al. Alamsyah & Meilyda yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan FDR antara kedua bank, serta penelitian Kurniawan & Arfiansyah yang menyatakan FDR bank syariah lebih unggul. 34 Temuan ini juga menolak hasil penelitian Mailindra et al. yang menyatakan FDR kedua bank terdapat perbedaan signifikan. Temuan ini juga sejalan dengan studi internasional oleh Jarbou et al yang menganalisis kinerja kedua bank pada negara wilayah MENA dengan hasil yang menyatakan bahwa kedua bank tidak memiliki perbedaan secara kinerja. Perbedaan ROA bank syariah dan bank konvensional Uji analisis data mengungkapkan bahwa ROA pada kedua jenis perbankan tidak memiliki perbedaan signifikan. Lebih lanjut, hasil analisis juga mengonfirmasi bahwa kinerja ROA bank syariah lebih unggul. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan aset guna menghasilkan laba yang dilakukan bank syariah lebih efektif dibandingkan bank konvensional pada periode 2019-2024. Semakin tinggi ROA, semakin efektif pula pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba yang dilakukan oleh bank. Tingginya persentase ROA bank syariah menunjukkan ketahanan stabilitas bank syariah dalam Sustari Alamsyah and Sheily Meilyda. AuAnalisis Perbandingan Kinerja CAR. ROA. NIM. BOPO Dan LDR Perbankan Syariah Dengan Perbankan Konvensional,Ay Balance Vocation Accounting Journal 4, no. : 137Ae52. Kurniawan and Arfiansyah. AuAnalisis Komparasi Kinerja Keuangan Bank Syariah Dengan Bank Non Syariah Di Indonesia. Ay Jarbou. Irimia-di, and Prieto-Rodryguez. AuFinancial Performance of Islamic and Conventional Banks in MENA Region : A GLS Approach. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. menghadapi krisis ekonomi selama periode 2019-2024. Meskipun demikian, secara statistik kedua bank tidak terdapat perbedaan signifikan, hal ini karena ROA kedua bank masih belum cukup memenuhi untuk menghasilkan perbedaan signifikan. Periode penelitian ini mencakup masa pandemi covid19 hingga pemulihan ekonomi. Dalam kurun waktu ini, bank syariah relatif memiliki ketahanan yang lebih baik. Sistem operasional yang berlandaskan prinsip bagi hasil membuat bank syariah tidak terlalu terpengaruh kebijakan perubahan suku bunga. Ketika bank konvensional harus melakukan penyesuaian terhadap kebijakan perubahan suku bunga untuk menghadapi tekanan ekonomi, bank syariah tetap Efektivitas bank syariah dan bank konvensional dalam menghasilkan laba secara statistik mempunyai kemampuan yang serupa, namun secara angka bank syariah lebih unggul. Kedua jenis bank termasuk dalam kondisi stabil karena memenuhi standar ideal Bank Indonesia, yakni ROA berada diatas 1,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa Islamic Banking Resilience Theory didukung oleh indikator profitabilitas. Meskipun secara statistik tidak ditemukan perbedaan signifikan pada ROA kedua jenis bank. ROA bank syariah tetap memiliki rerata yang lebih tinggi selama periode Hal tersebut menunjukkan bahwa prinsip operasional bank syariah yang berbasis risk sharing, bagi hasil, dan pembiayaan berbasis aset riil berkontribusi terhadap kemampuan bank dalam menjaga stabilitas profitabilitas di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan Ria Rosalia Simangunsong. Yeti Kusmawati, and Sari Karmiyati. AuPengaruh Current Ratio ( CR ) Dan Return On Asset ( ROA ) Terhadap Harga Saham Pada PT Gudang Garam Tbk Periode 2014 Ae 2023,Ay SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic. Accounting. Management and Business 8, no. 594Ae601. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. perubahan suku bunga selama pandemi hingga masa pemulihan ekonomi. Namun, tidak adanya perbedaan signifikan juga mengindikasikan bahwa faktor eksternal seperti kebijakan regulator dan kondisi makroekonomi turut memengaruhi profitabilitas kedua jenis bank secara bersamaan, sehingga keunggulan profitabilitas yang ditunjukkan oleh bank syariah belum cukup kuat untuk menghasilkan perbedaan yang signifikan terhadap bank Temuan ini mendukung hasil penelitian Wati & Karyadi yang menunjukkan bahwa ROA kedua jenis bank tidak memiliki perbedaan signifikan dengan kinerja ROA bank syariah yang lebih baik. 37 Hasil ini juga sejalan dengan studi Majeed & Zainab yang menyatakan bahwa bank syariah lebih 38 Namun berbeda dengan Kurniawan & Arfiansyah dan Alamsyah & Meilyda yang menyatakan ROA terdapat perbedaan signifikan. 39 Perbedaan hasil ini dapat dikarenakan periode dan situasi makro ekonomi yang KESIMPULAN Analisis stabilitas perbankan syariah dan konvensional periode 2019Ae2024 menunjukkan hasil kedua perbankan relatif terjaga dengan seluruh indikator keuangan melampaui standar ideal Bank Indonesia. Secara spesifik, bank syariah unggul dalam permodalan (CAR) dan profitabilitas (ROA), sementara, bank konvensional lebih unggul dalam kualitas aset yang tercermin pada rendahnya NPF. Kinerja likuiditas (FDR) kedua jenis bank relatif seimbang. Uji MannWhitney mengonfirmasi perbedaan signifikan hanya ada pada rasio CAR. Temuan ini menegaskan stabilitas kedua bank terjaga pada Wati and Karyadi. AuAnalisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Di Indonesia Periode 2018-2023. Ay Majeed and Zainab. AuA Comparative Analysis of Financial Performance of Islamic Banks -Vis Conventional Banks : Vis- a Evidence from Pakistan. Ay Alamsyah and Meilyda. AuAnalisis Perbandingan Kinerja CAR. ROA. NIM. BOPO Dan LDR Perbankan Syariah Dengan Perbankan Konvesional. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. periode 2019-2024 dengan bank syariah memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap tekanan ekonomi dan krisis. Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian stabilitas perbankan khususnya dalam perpekstif Islamic Banking Resilience Theory. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip operasional bank syariah yang berbasis risk sharing, pembiayaan berbasis aset riil, dan prinsip kehati-hatian berkontribusi terhadap kemampuan bank dalam menjaga stabilitas perbankan syariah terutama dalam permodalan dan profitabilitas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti kondisi makro ekonomi dan kebijakan regulator turut memengaruhi stabilitas kedua jenis bank. Secara praktis, hasil penelitian ini menjadi masukan bagi industri perbankan dan regulator dalam memperkuat ketahanan sistem keuangan. Bank syariah perlu meningkatkan kualitas pembiayaan, memperkuat manajemen risiko, serta memperluas pembiayaan pada sektor produktif agar stabilitas keuangan dapat terjaga secara berkelanjutan. Sementara itu, bank konvensional perlu memperkuat cadangan modal dan menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan stabilitas likuiditas agar lebih adaptif terhadap perubahan suku bunga dan tekanan ekonomi global. Bagi regulator, penelitian ini menunjukkan pentingnya perumusan kebijakan pengawasan berbasis risiko, peningkatan stress testing perbankan, penguatan kebijakan mitigasi risiko pada sektor pembiayaan dan kredit yang rentan terhadap gejolak ekonomi, serta pengembangan instrumen likuiditas dan literasi keuangan syariah guna meningkatkan ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis ekonomi Penelitian ini memiliki keterbatasan periode observasi hanya pada periode pandemi dan hanya menggunakan variabel internal. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas periode observasi dan menambahkan variabel eksternal seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, suku bunga dan nilai tukar agar analisis stabilitas perbankan dapat lebih komprehensif. P-ISSN: 2599-1515. E-ISSN: 2776-9569 https://jurnal. id/index. php/wadiah | DOI: http://10. 30762/wadiah. DAFTAR PUSTAKA