Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan P-ISSN: 1978-631-X. E-ISSN: 2655-6723 Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 http://ejournal. id/index. php/jn Hubungan Bullying dan Literasi Kesehatan Mental dengan Status Kesehatan Mental Remaja pada Sekolah Boarding di Banda Aceh The Association of Bullying with Mental Health Literacy and Mental Health Status Among Adolescents at Boarding School in Banda Aceh Nonong Hanis1,*. Marthoenis2. Maidar3. Asnawi Abdullah3. Irwan Saputra4 Abstrak: WHO menjelaskan bahwa fenomena baru yang mempengaruhi kesehatan mental remaja pada saat ini adalah maraknya kasus bullying baik disekolah maupun diluar lingkungan sekolah yang mengakibatkan beberapa kejadian tekanan mental emosional yang berat, dan beberapa kasus bullying di Indonesia belakangan berakibat sangat fatal bagi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat bullying akan berhubungan dengan kesehatan mental anak remaja ketika anak remaja tersebut memiliki literasi kesehatan mental yang baik. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional, responden berjumlah 759 siswa yang berasal dari 4 sekolah boarding yang berada di Kota Banda Aceh, yaitu SMAN 10 Fajar Harapan. SMAN 2 Banda Aceh. SMAN 9 Banda Aceh, dan SMAKON Aceh. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda menunjukkan bahwa bullying dan literasi kesehatan adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental anak. Selain itu, terdapat beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kesehatan mental anak, yaitu sosial ekonomi . =0,004. OR=1,. , kepribadian . =0,001. OR=2,. , sikap . =0,010. OR=3,. , lingkungan sekolah . =0,032. OR=2,. Dari analisis multivariat didapatkan bahwa faktor dengan hubungan paling besar terhadap kesehatan mental adalah perilaku bullying dengan OR=5,776. Selanjutnya faktor-faktor yang secara signifikan memiliki hubungan paling besar terhadap kesehatan mental anak adalah literasi kesehatan mental dengan p-value 0,001, dan kepribadian dengan p-value 0. Kata Kunci: bullying. kesehatan mental. literasi kesehatan. sekolah berasrama Abstract: WHO explains a new phenomenon that affects mental health of adolescents at this time is the rampant cases of bullying both at school and outside the school environment which caused several incidents of severe emotional mental stress, and several cases of bullying in Indonesia have recently been fatal to their suffering. This study aims to determine how strongly is bullying will relate to the mental health of adolescents when the adolescents have good mental health literacy. This research is descriptive analytic with a cross sectional design, the respondents were 759 students from 4 boarding schools in Banda Aceh City, namely SMAN 10 Fajar Harapan. SMAN 2 Banda Aceh. SMAN 9 Banda Aceh, and SMAKON Aceh. The results of multivariate analysis using multiple logistic regression showed that bullying and health literacy were factors related to children's mental health. In addition, there are several other factors related to children's mental health, namely socioeconomic . = 0. OR = 1. , personality . = 0. OR = 2. = 0. OR = 3. , school environment . =0. OR=2. From the multivariate analysis, it was found that the factor with the greatest relationship to mental health was bullying behaviour with OR=5. Furthermore, the factors that significantly have the greatest relationship to children's mental health are mental health literacy with pvalue 0. 001, and personality with p-value 0. Keywords: bullying, mental health, health literacy, boarding school PENDAHULUAN WHO . menjelaskan bahwa fenomena baru yang mempengaruhi kesehatan mental remaja pada saat ini adalah maraknya kasus bullying baik disekolah maupun diluar lingkungan sekolah yang mengakibatkan beberapa kejadian dengan tekanan mental emosional dengan tingkatan sangat berat . Sebanyak 21 kasus penganiayaan di sekolah berasrama di kota Banda Aceh. Data tersebut menunjukkan, tingkat SMA berada di posisi tertinggi terhahap kejadian kasus 1* Corresponding Author: Nonong Hanis, (Email: nononghanis@gmail. Poltekkes Kemenkes Aceh. Aceh Besar 2 Prodi Magister Ilmu Kebencanaan. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 3 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Aceh. Banda Aceh. Indonesia 4 Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Veteriner USK. Banda Aceh. Indonesia Copyright A 2021 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Nonong Hanis. Marthoenis. Maidar. Asnawi Abdullah. Irwan Saputra Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . penganiayaan yaitu sebanyak 84,4% kasus, tingkat SMP 6,2% dan tingkat SD 9,4% sebayanya ataupun juga dengan orang yang lebih tua . , . Beberapa kasus bullying di Indonesia METODE PENELITIAN belakangan menyebabkan tekanan pada Penelitian ini bersifat deskriptif analitik mental emosional sangat berat sehingga dengan desain cross sectional dimana proses tidak jarang akan berakibat asngat fatal bagi Dikuitip Okezone. com pada tahun 2017 terdapat dilakukan dalam waktu bersamaan, yang seorang siswi yang nekat terjun kesungai bertujuan mengetahui hubungan bullying dan ditemukan meinggal dunia dikarenakan dan literasi kesehatan dengan kesehatan sering di bullying miskin oleh teman- mental anak remaja SMA boarding. Penelitian ini dilaksanakan di 4 sekolah Semakin tinggi pemahaman masyarakat boarding yang berada di Kota Banda Aceh, akan kesehatan mental, semakin baik yaitu SMAN 10 Fajar Harapan. SMAN 2 tingkat kemampuan mendeteksi gangguan Banda Aceh. SMAN 9 Banda Aceh, dan mental tersebut. Dengan meningkatkan SMAKN Aceh. literasi kesehatan mental, seseorang akan Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA boarding di Kota Banda Aceh yang berjumlah 835 siswa. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh, dimana seluruh populasi sebanyak 835 dijadikan sampel. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk elektrik . oogle for. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner baku, yang telah digunakan pada penelitian lain sehingga peneliti tidak melakukan lagi uji validitas dan reliabilitas kuesioner. Kuesioner literasi kesehatan mental diadopsi dari Mental Health Literacy Scale . Kuesioner bully diadopsi dari Forms of Bullying Scale (FBS) . mampu untuk melakukan berbagai usaha preventif dengan mendatangi fasilitas kesehatan sebelum munculnya gejala awal yang timbul dan akan menyebabkan berbagai masalah kejiwaan dengan tingkat lebih serius . , . Yunanto . juga menjelaskan bahwa kesehatan mental remaja dapat digambarkan seperti roller coaster pada aspek emosi dan psikologis remaja yang selalu mengalami kenaikan atau penurunan yang kadang sangat tinggi dan kadang sangat rendah. Hal tersebut akan berakibat pada perilaku negatif seperti membolos, kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan di sekolah, dan memiliki Data pengolahannya dengan benar selanjutnya Hubungan Bullying dan Literasi Kesehatan Mental dengan Status Kesehatan Mental A. dianalisa dengan analisa univariat, analisa responden berhasil diwawancarai. Untuk bivariat dan analisa multivariat. SMAKON Aceh, dari total 110, terdapat 106 orang yang berhasil diwawancarai. HASIL Responden Responden yang berhasil diwawancara sebanyak 759 respon den. Dari SMAN Fajar Harapan yang seharusnya terdapat 465 responden, hanya 405 responden yang berhasil diwawancarai. Untuk SMAN 2 diwawancarai dengan berbagai alasan seperti, tidak hadir saat pengumpulan data, tidak bersedia mengisi kuesioner, atau kuesioner dinyatakan tidak valid. Hasil analisa deskriptif tersaji dalam tabel 1. Banda Aceh terdapat 223 responden, dan Dari tabel 1 diketahui untuk pendidikan Untuk SMAN 9 Banda orang tua, terdapat 461 . ,7%) responden Aceh, seluruh siswa dan siswi sebanyak 37 dengan pendidikan ayah tamat perguruan tinggi dan 4 57 . ,2%) dengan pendidikan tertinggi ibu di tingkat perguruan tinggi. Nonong Hanis. Marthoenis. Maidar. Asnawi Abdullah. Irwan Saputra Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . Dari keseluruhan responden, terdapat 7 bullying, dan terdapat 21 orang responden . ,92%) responden memiliki ayah tidak se atau 2,77% dari keseluruhan jumlah kolah, dan terdapat 3 orang . ,40%) responden yang memiliki perilaku bullying. memiliki ibu tidak sekolah. Berdasarkan Mayoritas responden yang menjadi pekerjaan orang tua, rata-rata responden objek dalam penelitian ini memiliki memiliki orang tua yang bekerja sebagai kepribadian yang ekstrovert, dari jumlah PNS, terdapat 414 . ,5%) responden seluruh responden terdapat 83,79% atau memiliki ayah PNS dan 402 . ,9%) sebanyak 636 orang responden yang responden dengan ibu PNS. Responden memiliki kepribadian ekstrovert, dan hanya dengan ayah tidak bekerja sebanyak 11 16,21% atau 123 orang dari seluruh jumlah orang . ,45%), dan terdapat 28 orang responden yang memiliki kepribadian . ,69%) petani/buruh. Hasil analisis pada tabel 4 menunjukkan hubungan kesehatan mental dengan literasi Dari tabel 2 diketahui berdasarkan kesehatan mental diperoleh nilai p=0,001, umur, rata-rata responden berumur 16 tahun yaitu sebanyak 32,1% dari total seluruh kesehatan mental antara anak yang memiliki responden yang berjumlah 759 responden. literasi kesehatan mental baik dengan anak Minimal umur responden adalah 15 tahun, yang memiliki literasi kesehatan mental dan umur maksimal responden adalah 19 tidak baik. Hasil analisis kesehatan mental Tabel 3 diketahui bahwa terdapat 462 menggunakan regresi logistik sederhana . ,87%) responden dengan kesehatan diperoleh nilai p= 0,001. Dapat disimpulkan . ,13%) bahwa terdapat hubungan yang signifikan responden dengan kesehatan mental tidak antara kesehatan mental dengan perilaku normal atau sebanyak. Untuk variabel Setelah responden dengan literasi kesehatan mental ,53%) esponden, dan 254 . ,47%) responden independen, dengan menganalisis semua memiliki literasi kesehatan mental yang . ,23%) menggunakan regresi logistik berganda, responden yang tidak memiliki perilaku kemudian dilakukan pemilihan variabel Terdapat Hubungan Bullying dan Literasi Kesehatan Mental dengan Status Kesehatan Mental A. yang akan dimasukkan ke dalam model multivariat dengan nilai p=0. Sehingga Selanjutnya diperoleh model gold standar multivariat berhubungan secara signifikan dengan seperti yang tertera pada tabel 5. kesehatan mental siswa Boarding adalah Tabel 5 menunjukkan bahwa variabel variabel literasi kesehatan mental dan yang paling berhubungan dengan kesehatan kepribadian dengan nilai p-value 0,001 mental siswa SMA Boarding adalah untuk masing-masing variabel. variabel bullying dengan nilai OR=5,776 Hasil analisis multivariat menunjukkan yang artinya bahwa anak yang melakukan bahwa variabel yang secara statistik terbukti perilaku bullying mempunyai peluang meningkatkan peluang kesehatan mental sebanyak 5,7 kali lebih besar untuk siswa adalah literasi kesehatan mental, memiliki kesehatan mental yang tidak normal bila dibandingkan dengan anak yang Setelah dilakukan analisis Nonong Hanis. Marthoenis. Maidar. Asnawi Abdullah. Irwan Saputra Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . secara bersamaan, didapatkan gold standart Hal ini sejalan dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan Putra & Luh kesehatan mental yang terdiri dari literasi . yang menunjukkan bahwa terdapat kesehatan mental dengan p=0,001, bullying hubungan signifikan antara kepribadian dengan p=0,003, pendapatan keluarga introvert dan ekstrovert dengan kejadian dengan nilai p=0,002, dan kepribadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 dengan p=0,001. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Faktor dengan hubungan paling besar . =0,. Demikian juga dengan hasil terhadap kesehatan mental adalah perilaku penelitian Fadli . , yang menunjukkan bullying dengan OR=5,77 yang artinya adanya hubungan signifikan antara faktor bahwa pelaku bullying berpeluang 5,7 kali tipe kepribadian dengan kejadian ganguan lebih besar memiliki kesehatan mental tidak jiwa di Desa Banaran Galur Kulon Progo normal dibandingkan anak yang tidak Yogyakarta, dengan signifikansi P=0,000. melakukan bullying. Hal ini sejalan dengan Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa kepribadian introvert berpeluang 6 kali lebih besar untuk mengalami gangguan jiwa dibandingkan dengan kepribadian introvert (OR = 6. penelitian yang dilakukan oleh Fidarini . berdasarkan hasil uji Spearman yang telah dilakukan didapatkan bahwa terdapat kepribadian dengan tingkat stress . =0,. peneltiian Verkuil et al. yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara bullying dengan gejala depresi . =0. 28, 95% CI=0. , kecemasan . =0. 34, 95% CI=0. , dan stres . =0. 37, 95% CI=0. hal ini juga sejalan dengan penelitian Zhang et al. kompleksitas pola korban bullying di kalangan remaja di Cina. Siswa yang sering . , . terlibat dalam praktik bullying cenderung kesehatan mental dibandingkan siswa yang tidak sering terlibat dalam praktik bullying . , . Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan literasi kesehatan . =0,. dengan nilai OR=4,219, artinya peluang anak yang Selanjutnya untuk faktor-faktor yang secara signifikan memiliki hubungan paling besar terhadap kesehatan mental anak adalah literasi kesehatan mental dengan pvalue 0,001, dan kepribadian dengan p- memiliki literasi kesehatan mental yang tidak baik untuk mengalami kesehatan mental yang tidak normal adalah 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang memiliki literasi kesehatan mental yang Hubungan Bullying dan Literasi Kesehatan Mental dengan Status Kesehatan Mental A. Hasil penelitian yang didapatkan berkaitan dengan permasalahan kesehatan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Idham et al. yang menyatakan hubungan yang negatif dan signifikan antara bahwa meningkatnya literasi kesehatan bullying dengan kesehatan mental . , . mental secara otomatis akan meningkatkan Dalam penelitian ini, tidak ditemukan pengetahuan individu terhadap usahanya adanya hubungan kesehatan mental atau dalam penanganan gangguan mental, baik dengan kata lain, tidak ada hubungan pada diri sendiri perbedaan jenis kelamin dengan kondisi memberikan pertolongan pertama pada kesehatan mental pada siswa dan siswi orang lain yang mengalami gangguan SMA Boarding di Banda Aceh . =0,. mental, sehingga dampak meningkatnya Hal ini sejalan dengan penelitian yang literasi kesehatan mental tidak hanya pada dilakukan oleh Afriani & Lestari . individu tersebut, tetapi juga pada seluruh yang menyatakan bahwa tidak ditemukan lapisan masyarakat lainnya. Penelitian perbedaan kesehatan mental antara remaja Novianty & Rochman Hadjam . juga menyatakan bahwa orang yang memiliki Demikian juga dengan penelitian yang literasi kesehatan mental yang tinggi akan dilakukan oleh Fatimah & Mahmudah memengaruhi upaya pencarian pertolongan . yang menyatakan bahwa jenis jika mengalami gangguan mental . , . kelamin memiliki hubungan yang negatif Bullying juga memiliki laki-laki. dan tidak signifikan terhadap kesehatan mental siswa , . Namun beberapa . =0,. Nilai odd ratio yang diperoleh penelitian mengungkapkan perempuan dan menyimpulkan anak yang menjadi korban laki-laki cenderung memiliki perbedaan bullying berpeluang 4 kali mengalami kesehatan mental yang tidak normal Smokowski et al. menyatakan dibanding dengan anak yang tidak menjadi korban bullying. mengalami gangguan kecemasan, depresi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang Penelitian dan lebih membutuhkan bantuan psikologis dilakukan oleh Nurlelah . yang dibandingkan laki-laki . Demikian juga penelitian Pardamean & Lazuardi . yang menyatakan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan stress psikologis pada siswa dan siswi kelas XI jurusan IPA di SMA X Tangerang. Selain itu. Kaplan et al. juga menyatakan mengganggu kesehatan mental siswa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Amna & Faizah . juga menyimpulkan bahwa keterlibatan remaja sebagai pelaku bullying Nonong Hanis. Marthoenis. Maidar. Asnawi Abdullah. Irwan Saputra Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . kecemasan lebih banyak terjadi pada wanita , . Variabel pendapatan keluarga yang menjadi salah satu indikator dari status pendapat keluarga juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap kesehatan mental anak . =0,. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Replita . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesehatan mental bila ditinjau berdasarkan keadaan ekonomi Penelitian yang dilakukan oleh Prihatiningsih & Wijayanti . juga menyatakan bahwa terdapat hubungan antara tingkat penghasilan keluarga dengan gangguan mental emosional . , . Hasil analisis kepribadian ekstrovert dan introvert dengan kesehatan mental pada siswa SMA boarding menunjukan bahwa siswa dengan kepribadian introvert lebih banyak mengalami kesehatan mental yang tidak normal dibandingkan dengan siswa yang berkepribadian ektrovert . =0,. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Putra & Luh . yang menunjukkan hasil bahwa responden dengan kepribadian introvert lebih banyak mengalami stres dibandingkan dengan yang ektrovert. Penelitian yang dilakukan oleh Azizah et al. juga memperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan bermakna antara ekstrovert dan introvert dengan tingkat stres. Responden dengan kepribadian introvert memiliki tingkat stres lebih tinggi . , . Sikap memiliki hubungan signifikan dengan kesehatan mental . -0,. Anak yang memiliki sikap yang positif cenderung memiliki kesehatan mental yang normal bila dibandingkan dengan anak yang memiliki sikap yang negatif. Demikian juga dengan lingkungan sekolah . =0,. perbedaan proporsi kesehatan mental antara anak yang memiliki lingkungan sekolah baik dengan anak dengan lingkungan sekolah tidak baik. KESIMPULAN Hasil penelitian ini secara umum menyimpulkan bahwa literasi kesehatan, bullying, pendapatan keluarga, kepribadian, sikap, dan lingkungan sekolah merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan mental pada anak SMA boarding school. Namun setelah dilakukan analisis lanjut dengan mengontrol variabel lainnya, variabel yang tetap memiliki hubungan dengan kesehatan mental pada anak SMA boarding school adalah literasi kesehatan mental, bullying, pendapat keluarga, dan kepribadian. SARAN Peneliti kedepannya, peran serta guru dan pihak sekolah dalam melakukan pemantauan terhadap perilaku anak sehari-hari dapat lebih ditingkatkan. Selain itu diharapkan untuk kedepannya, topik terkait literasi kesehatan mental dapat lebih sering menjadi tema yang dibahas dalam berbagai kegiatan atau bahkan dapat dimasukkan sebagai Hubungan Bullying dan Literasi Kesehatan Mental dengan Status Kesehatan Mental A. salah satu muatan lokal yang diajarkan secara kontinue di sekolah pada setiap ekstra kurikuler mengingat pentingnya kesehatan mental anak dalam mendukung prestasi belajar maupun mendukung perkembangan Peneliti juga mengharapkan pihak sekolah maupun asrama dapat lebih memperhatikan kesehatan mental anak yang tinggal di asrama karena situasi anak yang jauh dari keluarga dan orang tua, dan tidak memiliki orang dewasa didekatnya yang dapat selalu mendengarkan keluh kesah dan pengalaman buruk maupun pikiran buruk, serta ketakutan-ketakutan yang mereka alami di asrama. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar. SMAN 10 Fajar Harapan. SMAN 2 Banda Aceh. SMAN 9 Banda Aceh, serta SMAKON Aceh. DAFTAR PUSTAKA